CHOCOLATE [Ficlet]

picsart_02-14-06-05-57

Author : Bernadette Michelle

Judul : Chocolate

Main Cast :Sandara Park, Kwon Jiyong

Genre : Romance, School Life

 ~~~

Gadis berambut coklat itu mendongak, menatap mata lelaki di hadapannya. Bibir mungilnya mendengus saat menatap wajah sahabatnya. Melihat Jiyong yang meyenderkan tubuh pada tembok dengan tangan berada di saku celana membuat Dara sedikit tertegun saat merasakan penampilan lelaki itu sedikit berubah.

Alis Jiyong terangkat saat Dara menampakkan raut wajah seperti tidak-biasanya-kau-berpenampilan-rapi. Ya. Benar saja. Jiyong bahkan memasukkan kemeja putihnya dan menyisir rambutnya. Anting yang sering digunakannya saja ia lepaskan. Jika bukan karena hari itu adalah hari kasih sayang, ia tidak mau menampakkan wajahnya di hadapan Sandara yang memiliki kelas berbeda dengannya.

Karena tidak tahan dengan situasi yang hening ditambah dengan tatapan dari Chaerin dan Seungri yang berada tepat di belakang bangku Dara, gadis itu berdiri sambil menarik Jiyong ke atap, menggiringnya ke tempat favorit mereka untuk bebas saling menyuarakan pikiran masing-masing.

“Ada apa sampai kau ke kelasku pagi-pagi seperti ini?” tanya Dara langsung pada inti permasalahannya.

Jiyong terdiam sebentar, sibuk dengan pikirannya sendiri serta ragu dengan keputusan yang akan ia buat dan lakukan.

Beberapa menit berlalu, Jiyong akhirnya mengeluarkan sebungkus coklat lengkap dengan pita merah muda yang menarik. Diulurkannya benda itu dan langsung diberikan pada tangan Dara yang hanya tergantung lemas di sisi gadis itu. Dara hanya diam menatap coklat di tangannya, berusaha menemukan jawaban atas apa yang ia pertanyakan.

Mengapa ia memberikanku coklat?

Jiyong menatapnya heran saat gadis berperawakan mungil di hadapannya saat itu hanya diam dan menatap coklat di tangannya denganbingung – layaknya orang bodoh. Ia mendengus sebal dan mulai menyuarakan suaranya, “Apa kau bahkan lupa hari ini hari apa?”

“Kau tahu sendiri aku adalah orang yang sibuk,” kata Dara dengan memberi jeda singkat untuk melanjutkan, “Memangnya, hari ini hari apa?”

Pertanyaan Dara sukses membuat Jiyong melongo heran. Ia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan tanggal hari itu karena terlalu sayangakan suara yang dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan bodoh dari mulut gadis itu.

“14 Februariya? Bukankah hari ini berarti hari..”

Valentine.” Sambung Jiyong malas seraya memutar bola matanya dengan perasaan kesal sekaligus gemas dengan tingkah laku Dara yang lambat dalam menyadari sesuatu.

Woah.” Sorak Dara layaknya seorang anak kecil. Matanya berbinar senang dan mulai menerbitkan senyum di bibir merahnya. Tangannya berhenti bergerak untuk membuka bungkus coklat saat menangkap sesuatu yang janggal di sana. Sebuah kertas tertempel di sana.

“Jiyong, kertas apa ini?”

Lelaki itu memasang seringaian kecil, “Bacalah dan janganterkejut.”

Jari kurusnya membuka gulungan kertas itu dan mulai tampaklah beberapa suku kata yang berukuran sedang.

Dara

 

Maaf baru memberitahumu sekarang

 

Aku menyukaimu.

Dara tidak terkejut. Malahan gadis itu tertawa lepas, menampilkan wajahnya yang semakin rupawan.1 menit berlalu, akhirnya Dara berhenti tertawa karena risih dengan tatapan membunuh dari lelaki di hadapannya. Jarinya mengelus matanya yang mengeluarkan air mata karena terlalu banyak tertawa.

“Aku sangat terharu karena kau mencintaiku begitu banyak.Gomawo, sahabatku satu-satunya.”

Reaksi Dara membuat Jiyong harus memijat pelipisnya. Inilah alasannya dia sedikit ragu dan malas menampakkan wujudnya di hadapan gadis ini. Otaknya memang tergolong otak siswi yang pintar namun sangat bodoh dalam urusan percintaan.

Melihat wajah Jiyong yang serius, Dara bertanya-tanya dalam hati.

Apa reaksiku sangat berlebihan?

Atau apakah aku salah menangkap maksud dari surat itu?

Pikiran Dara buyar saat mendengar perkataan Jiyong, “Kau belum menyadarinya?”

Tangan Jiyong terjulur untuk memegang bahu Dara, gadis yang dicintainya itu. Ia menyetarakan kepalanya dengan Dara agar leluasa untuk menatap wajah itu. Matanya menatap dalam dan tajam sekaligus lembut dan hangat yang menimbulkan perasaan aneh pada Dara. Jantungnya berdegup kencang dan matanya tidak bisa beralih ke hal lain selain mata coklat Jiyong.

Mata Dara membulat sempurna saat Jiyong melantunkan hal itu. Hal yang menyebabkan Dara mulai merona merah.

“Aku mencintaimu, idiot.”

***END***

Hohohohoho..Happy Valentine, Unnie-deul. Selamat menikmati coklat dan hadiah lain dari orang yang disayangi.. Mian kalo alurnya kayak terlalu dipaksakan. Maklumin aja yaa. Aku bakalan belajar untuk jadi lebih baik dalam membuat ff kok.. HengshoJ

 

 

Advertisements

9 thoughts on “CHOCOLATE [Ficlet]

  1. singkat namun sukses bikik aku baper huaaaaaaaaaa 😦 pengen juga dikasih coklat sama jiyong kekekee apalagi dinyatain perasaan sma jiyong,, tpiii aku ikhlas kalo cwe yg dia cinta itu dara bhaaakkk. sukaaaakkkk

  2. wajar sih dara salah tangkep maksud jiyong.
    jiyong kan nulisnya aku menyukaimu. trs dia kan sahabat dara. sahabat ya pasti saling suka….heheheh
    ini merupakanacaar ngungkapin perasaan yg paling greget. soalnya dara gk peka….wkwkwk
    ffnya manis semanis judulnya…hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s