They Don’t Know About Us #2

PicsArt_06-02-07.29.50

Author : Reni Bintang

Haiiii. Mianhae karena aku lama updatenya dan semoga gak kadaluarsa ya ini faktanya hehe.
Silahkan dinikmati lagi dan jebal komentar ya, hayati lelah ngetik masa gak dapet komentar? 😥😥😥
Happy Reading!!!

GD Pov

“ada masalah?” tanya Christina yang sedang berjalan disampingku sambil melihat-lihat karya yang dipamerkan di galery. “kenapa kau selalu melihat ponselmu?”

“anni.” Aku menggeleng sambil tersenyum. “tidak ada masalah, aku hanya sedang menunggu kabar dari seseorang.”

“seseorang yang bernama Sandara itu?” tanyanya dengan penuh selidik, mendengar namanya disebut langsung membuat senyumanku keluar.

“kau belum mengenalnyakan?” tanyaku.

“aku belum sempat bertemu dengan dia, tapi semua orang selalu membicarakannya. Mereka bilang kau sangat melindungi wanita itu.”

“aku melindunginya?” tanyaku dengan raut wajah bingung. “aku pikir aku malah selalu menyakitinya.”

“kau melindunginya dengan caramu Jiyong dan semua orang yang tahu tentang kalian sangat mengetahui itu. Mereka selalu mengatakan bahwa kau sangat mencintai Sandara.”

“aku mencintainya.” Kataku dengan percaya diri. “sangat mencintainya.”

“aku sangat penasaran.” Kata Christina lagi. “seberapa hebat wanita itu hingga bisa membuatmu tergila-gila seperti ini.”

“tidak ada alasan khusus kenapa aku bisa mencintainya sebesar ini.” kataku. “dia hanya membuatku merasa utuh dengan kehadirannya.”

“wah Jiyong.” ujar Christina dengan takjub. “ini pertama kalinya aku mendengarmu berbicara manis seperti itu.” Kata-katanya membuatku tersenyum malu.

“Ji Dara sedang makan bersama yang lain. Jadi kau tidak perlu khawatir.” kata Soonho yang tadi aku perintahkan untuk mencaritahu keadaan Dara. Aku bukannya possesive karena selalu saja ingin tahu dengan apa yang kekasihku itu lakukan. aku hanya khawatir jika sesuatu terjadi kepadanya karna sejak tiba di Jepang Dara hanya mengirimkan aku pesan bahwa dia telah sampai dan langsung pergi dengan Bajoowo dan teman-temanku yang lain dan saat aku membalas pesannya Dara tidak membalas kembali. Aku tahu Dara memang selalu melupakan semua hal jika dia sedang menjadi seorang turis, bahkan dia bisa melupakan aku seharian jika sudah seperti itu makanya aku selalu menyuruh soonho untuk mencari tahu keadaan Dara supaya aku bisa lebih tenang apalagi saat Jjangmae tidak sedang dengannya.

“mereka makan dimana?” tanyaku sambil melihat soonho.

“disalah satu restoran takoyaki di Tokyo.” Jawab Soonho sambil memperlihatkan kepadaku salah satu gambar yang diupload oleh Yuka. Aku bersyukur karena Dara baik-baik saja dan dia sepertinya menikmati bersenang-senang dengan mereka.

“baiklah Hyung. Tolong terus cari tahu keadaannya dan apa saja yang dia lakukan. ingatkan kepada Bajowoo untuk menjaga Dara hari ini.” kataku kepada Soonho yang dia balas dengan acungan jempol tanda semuanya akan dia lakukan sesuai perintahku kemudian dia pergi untuk melihat kearah lain galery.

“Sandara sedang di Jepang?” tanya Christina saat Soonho sudah tidak ada dihadapan kami.

“iya dan aku berencana akan pergi dengannya besok.” Kataku setelah mengangguk. “kau mau ikut?” tanyaku.

“mana mungkin aku ikut jika kalian akan berkencan.” katanya dengan tatapan bingung. Aku langsung tertawa melihat tampang Christina yang kebingungan.

“tenang saja karena cara kami berkencan sangat berbeda dengan orang lain. aku dan Dara selalu berkencan dengan membawa banyak teman untuk menyamarkan hubungan kami. kau taulah,-”

“aku mengerti sekarang.” Ujarnya sambil mengangguk cepat. “baiklah aku akan ikut, aku juga sangat penasaran dengan sosok bidadarimu itu.” Sambungnya lagi.

“baguslah jika seperti itu.” Kataku sambil tersenyum senang. “aku yakin Dara akan senang saat aku mengenalkanmu kepadanya.” sambungku. “Dara sangat pemalu jadi aku harap besok kau bisa menyesuaikan dirimu dengannya terlebih dulu.”

“aku semakin penasaran dengan wanita itu. Senyuman selalu memenuhi wajahmu saat kau berbicara tentang dia.”

“iya begitulah.” Kataku. “Dara satu-satunya sumber kebahagianku.”

“tapi apakah tidak apa-apa?” tanyanya tiba-tiba. Aku mengerutkan keningku tidak mengerti. “dia pasti tahu aku adalah sahabat Kiko, apa dia tidak akan keberatan?”

“tenang saja. Dara sudah sangat paham dengan kondisinya. Dia baik-baik saja dengan rumor itu. Dia tahu aku dan Kiko hanya berteman jadi kau tenang saja karna Dara tidak akan memusuhimu hanya karena kau adalah teman baik Kiko.”

“baguslah kalau begitu, sekarang aku bisa tenang.”

Sandara Pov

“unnie sepertinya daritadi ponselmu berbunyi terus.” Ujar Hyoni yang kini sedang berjalan disampingku. Dia mengatakan itu setelah mendengar bunyi dari ponselku untuk keseribu kalinya. “pasti ada pesan yang sangat penting. Kenapa kau tidak lihat dulu?”

“tidak perlu.” Kataku sambil tersenyum kepadanya. “aku tahu pesan itu datang dari siapa bahkan tanpa aku melihatnya.”

“memangnya dari siapa?” tanya Hyoni lagi.

“siapa lagi kalau bukan si possesive G-Dragon.”

“jadi kau mau bilang bahwa kau sedang mengabaikan pesan dari seorang GD?” Kata Hyoni dengan mulut yang dibuka lebar. Aku tertawa keras melihat tampangnya itu membuat teman-temanku yang lain yang berjalan didepanku langsung berbalik dan menatap kami dengan penuh tanya.

“kalian sedang menertawakan apa?” tanya Yuka dengan wajah penasaran. Aku menggeleng kepada mereka sambil mengibaskan tanganku supaya mereka berhenti menatapku dan melanjutkan lagi langkah kaki mereka. Setelah mereka kembali ke posisi semula aku langsung mengalihkan pandanganku lagi kepada Hyoni.

“Hyoni aku beritahu ya.” Kataku sambil merangkulkan tanganku pada lengannya. Aku ingin merangkul bahunya tapi dia terlalu tinggi. “dia memang G-Dragon jika sedang berada diatas panggung tapi saat ini dia sedang menjadi Jiyong, Kwon Jiyong namja yang sangat mencintaiku dan namja yang sangat aku cintai.”

“jika kau mencintainya lalu kenapa kau tidak membalas pesannya?” tanya Hyoni dengan bingung. “dengarlah ponselmu berbunyi lagi, aku yakin dia pasti sedang khawatir kepadamu.” Tunjuk Hyoni kearah tasku setelah dia mendengar suara dari ponselku lagi.

“biarkan saja.” Kataku lagi. “dia memang selalu seperti ini, aku yakin dia hanya bertanya aku sedang dimana atau apa yang aku lakukan saat ini atau apakah aku baik-baik saja.” Kataku sambil mengambil ponselku lalu membuka pesan dari Jiyong. aku menunjukkan pesan dari Jiyong kepada Hyoni. Dia langsung tertawa saat tahu pesan dari Jiyong sama persis dengan apa yang aku katakan sebelumnya.

“aku yakin dia pasti sering melakukan hal ini makanya unnie bisa sangat hafal dengan pesan yang akan dia kirimkan.”

“iya begitulah, seperti yang aku katakan tadi. Dia itu sangat possesive.” Kataku sambil terus melihat kepada Hyoni. “dia selalu bertanya aku sedang dimana dan melakukan hal apa padahal aku sangat yakin bahwa dia tahu apa yang sedang aku lakukan.”

“dia tahu?” tanya Hyoni yang aku balas dengan anggukan. “bagaimana bisa?” aku menunjuk Bajowoo yang berjalan di depanku.

“aku yakin Jiyong pasti menyuruh dia untuk selalu melaporkan tentang keadaanku.” Kataku yang dibalas anggukan mengerti oleh Hyoni. “dia juga selalu memaksa Jjangmae untuk melaporkan apa yang aku lakukan.”

“aku cemburu sekali.” Katanya dengan wajah yang dibuat iri. “pasti sangat menyenangkan dikhawatirkan dengan begitu besarnya oleh seorang G-Dragon.” Sambungnya yang langsung membuatku tertawa.

“terkadang aku merasa risih jika Jiyong sudah melakukan itu semua namun tidak bisa aku pungkiri bahwa sifatnya ini adalah salah satu hal yang membuatku sangat mencintainya. Aku tahu Jiyong sangat melindungi aku makanya dia selalu menyuruh orang-orang yang berada disekitarku untuk menjagaku saat dia tidak bisa melakukannya.” kataku sambil tersenyum.

“kau beruntung Unnie.” Ujar Hyoni sambil berdecak. “kau sangat beruntung bisa memiliki G-Dragon dihidupmu. Aku sangat iri kepadamu.”

“aku beruntung?” tanyaku kepada Hyoni. “aku beruntung tapi terkadang aku lelah harus seperti ini.” ujarku kini dengan nada yang menjadi sedih. Mengingat semua skandalnya dengan beberapa wanita beberapa tahun terakhir ini membuatku menjadi sedih, memang terkadang ada juga rumor aku dengan dia tapi hal itu akan kembali tenggelam karena rumor baru tentangnya akan muncul lagi. bahkan sekarang aku sedang menunggu dengan siapa lagi Jiyong akan dirumorkan. Apa dengan para wanita yang pernah dirumorkan dengannya atau dengan wanita baru? Entahlah aku tidak tahu, tapi yang pasti bukan denganku.

“Unnie kenapa kau menjadi murung?” tanya Hyoni sambil mengusap punggungku. “jangan pikirkan tentang rumor-rumor tidak jelas itu. Kau tahu Netizen Korea itu memang sangat berlebihan dan media juga selalu membuat berita asal hanya untuk membuat ratingnya naik. Semua rumor itu pasti hanya karena rating.” Kata Hyoni mencoba menghiburku.

“kata-katamu persis sekali dengan apa yang Jiyong katakan.” kataku sambil tersenyum. Aku mendengar suara dari ponselku lagi, namun kali ini bukan sebuah pesan namun sebuah panggilan. Aku langsung tersenyum setelah melihat nama Namja yang sedang aku bicarakan dengan Hyoni terpampang besar dilayar ponselku. “sebentar.” Kataku kepada Hyoni sambil menunjuk ponselku.

Kenapa kau tidak membalas pesanku?” aku langsung mendengar suara Jiyong sesaat setelah aku mengangkat panggilannya.

“aku sibuk.”

sesibuk apa sih kau hingga melupakan kekasihmu yang sangat tampan ini?” tanyanya lagi.

“aku sedang liburan jadi aku harus menikmati setiap moment disini jadi tidak ada waktu untuk membalas pesanmu. Lagipula aku tidak perlu membalasnya karena aku yakin disini ada mata-matamu.” Kataku.

tapi setidaknya hubungi aku Babe. Aku memang menyuruh Bajowoo untuk selalu memberiku kabar tentangmu tapi aku akan lebih tenang jika kau langsung yang memberitahuku tentang keadaanmu.” Katanya lagi. “kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu.”

“Arasseo.” Kataku akhirnya. “lain kali, aku akan membalas pesanmu.”

baguslah kau mau menurut kepadaku.” katanya dan aku yakin sekarang dia sedang tersenyum. “kapan kau akan pulang ke hotel?” tanya Jiyong lagi.

“sebentar lagi.” kataku setelah melihat jam tanganku. “kapan kau selesai?”

sepertinya acara ini akan selesai lebih lama dari jadwal. Aku harap kau mau menungguku.”

“mungkin aku sudah tidur saat kau datang.”

jangan tidur ketika aku datang. Aku sangat merindukanmu jadi aku ingin menghabiskan malamku denganmu.”

“kau merindukanku?” tanyaku. “bukankah kemarin kita baru saja bertemu?”

kau tahu aku selalu merindukanmu.”

“baiklah aku akan tidur sebentar setelah tiba di hotel. Kau bisa membangunkanku jika kau sudah datang.”

kau sendiriankan?” tanyanya. “maksudku kamarmu dan Hyoni terpisahkan?”

“aku sendirian Jiyong karena aku tahu kau pasti akan memintaku menghabiskan waktu denganmu semalaman.”

gadis pintar.” Katanya dan aku dapat mendengar dia tertawa renyah. “baiklah Babe aku harus pergi dulu. Sampai jumpa nanti malam.” sambungnya. “I love you Babe.”

I love you too.” Kataku kemudian menaruh kembali ponselku kedalam tas dengan senyuman yang terus menghiasi wajahku. Mendengar suara Jiyong tiba-tiba membuat hatiku sangat bahagia.

“sepertinya kau bahagia sekali setelah menerima panggilan itu.” Ujar Hyoni sambil menaik turunkan alisnya bermaksud menggodaku. “aku dengar sesuatu tentang menghabiskan malam berdua.” Sambungnya langsung membuatku melihatnya sambil mengerucutkan bibir.

“aku mohon jangan goda aku tentang hal itu.” Kataku. “aku akan sangat malu.” Sambungku kini dengan wajah yang dibuat polos. Hal itu berhasil membuat Hyoni tertawa terbahak-bahak membuat teman-temanku yang lain memandang kami dengan tatapan bingung sekaligus penasaran.

GD Pov

Setelah pameran yang Christina selenggarakan berakhir aku langsung pergi menuju ke hotel dimana Dara menginap. Ini sudah larut malam jadi aku yakin pasti Dara sedang tertidur sekarang. Dia pasti sangat lelah setelah tiba di Jepang lalu langsung pergi untuk merayakan ulang tahun Yuka temannya.

Aku bisa masuk kedalam kamar Dara setelah sebelumnya menunggu disalah satu kamar yang dipesan oleh Bajowoo yang hanya berjarak beberapa kamar dari kamar Dara. aku disini sambil menunggu Soonho yang aku perintahkan untuk membayar pihak keamanan hotel ini untuk tidak menghidupkan CCTV disekitar lorong kamar Dara.Bisa sangat gawat jika aku tertangkap kamera memasuki kamar Dara. bukannya apa-apa, aku hanya ingin melindungi Dara dari berita-berita yang dapat menjatuhkannya.

Setelah masuk kedalam kamarnya aku bisa melihat tubuh Dara yang kini sedang bergelung dibawah selimbut. Aku berjalan dengan pelan karena takut dapat membangunkannya. Aku merangkak pada tempat tidur dengan perlahan kemudian memposisikan tubuhku dibelakang tubuhnya yang sedang berbaring miring. Aku melingkarkan tanganku lalu mendekap tubuhnya yang masih terlelap.

Sepertinya dia sadar dengan kedatanganku karena setelah aku mendekap tubuhnya, aku merasakan tubuhnya bereaksi dan dalam beberapa hitungan detik saja posisi tubuhnya kini telah berubah menjadi menghadap kepadaku. Dia mendekatkan tubuhnya sehingga tubuhnya dan tubuhku kini tidak berjarak. Aku merasakan deru nafasnya tepat pada dadaku.

“aku masih mengantuk. Jadi biarkan aku tidur sebentar lagi.” ujarnya dengan nada suara lemah. Aku yakin Dara benar-benar lelah saat ini.

Babe.” Kataku pelan sambil mengusap lembut rambutnya. “tidurlah.” Kataku lagi dengan masih terus mengusap lembut kepalanya lalu mencium puncak kepalanya. aku tidak mendengar jawaban keluar dari bibirnya dan kini yang aku dengar hanyalah tarikan nafas teratur yang dikeluarkan oleh kekasihku ini.

Selama beberapa saat aku terus mendekapnya dengan sangat erat berharap dia menjadi nyaman dan hangat dengan adanya kehadiranku disampingnya dan setelah beberapa saat aku mengendorkan dekapanku lalu bergerak mundur untuk mengambil jarak sehingga aku bisa memandanginya sambil sesekali membelai wajah cantiknya. Aku selalu melakukan ini saat aku sedang bersamanya, memandangi Dara saat dia sedang tertidur adalah salah satu hal yang sangat aku gemari karena hanya dengan melakukan hal ini membuatku yakin bahwa aku adalah pria beruntung yang dapat memiliki gadis mengagumkan ini.

Sejak kami memutuskan untuk menyembunyikan status hubungan kami kepada publik membuatku dan Dara tidak bisa sering terlihat bersama, bahkan untuk menemuinya aku harus menunggu hingga benar-benar aman dan yakin bahwa tidak ada yang akan memergoki kami. Aku yakin Dara pasti lelah dengan semua hal ini karena akupun terkadang merasa lelah namun semua rasa lelahku akan menguap karena aku tahu Dara pasti sedang menungguku memberikan akhir yang bahagia pada hubungan kami.

“kenapa kau tidak tidur Ji?” aku mendengar suara lembut Dara yang baru saja membuka matanya.

“aku sedang memandangimu jadi aku tidak ingin tidur.” Jawabku sambil mengulurkan tanganku lalu mengusap pipinya dengan jempol tanganku.

“harusnya kau tidur saja.” Jawabnya kemudian menguap.

“kau masih mengantuk?” tanyaku karena melihatnya menguap.

“aku masih ngantuk tapi aku akan bangun.” Dia akan bangkit dari posisinya namun aku dengan segera menahan tubuhnya.

“kau mau kemana?” tanyaku.

“aku akan membasuh wajahku dengan air supaya aku tidak lagi mengantuk.”

“tidak apa-apa. Tidur saja lagi, kau pasti lelah.”

“bukannya kau ingin kita menghabiskan malam bersama?” tanyanya.

“bukannya sekarang kita sedang bersama?” tanyaku sambil tersenyum. “tidurlah lagi dan aku akan menghabiskan malamku dengan terus memandangimu.”

“kau tidak ingin melakukan hal lain selain memandangiku tertidur?”

“memangnya apa lagi yang bisa aku lakukan selain itu?” tanyaku sambil tersenyum jahil kepadanya membuatnya langsung tertawa renyah kemudian mendekatkan tubuhnya lalu memberikan kecupan singkat dibibirku.

“banyak hal yang bisa kita lakukan malam ini.” katanya setelah memberiku kecupan. “dan salah satunya ini.” sambungnya kemudian kembali mendekatkan kepalanya kepadaku lalu memberikan ciuman yang dalam yang sama sekali tidak bisa aku tolak.

“nakal.” Kataku setelah kami membebaskan bibir kami dari satu sama lain.

“tapi kau menyukainya bukan?” kata-katanya membuatku tersenyum lalu dengan cepat aku memberikannya kecupan singkat lagi, aku tidak akan pernah merasa cukup dengan Dara. “apa saja yang kau lakukan hari ini?” tanyaku sambil membelai kepalanya yang kini telah bersandar dengan nyaman di dadaku.

“aku hanya berjalan-jalan disekitar Tokyo.” Jawabnya sambil bermain-main dengan jari-jari tanganku yang bebas.

“besok kau mau kemana lagi?”

“terserahmu.”

“kok terserah aku?” tanyaku. “katakanlah kau ingin kemana dan aku dengan senang hati akan membawamu kesana.”

“benarkah?” tanyanya sambil mengarahkan matanya kepadaku yang aku balas dengan anggukan.

“kalau begitu aku ingin pergi ke Asakusa lalu setelahnya keAmusement Park.”

Amusement Park lagi?” dia mengangguk dengan matanya yang berbinar.

“aku selalu suka pergi ketempat itu. Aku ingin pergi ke Amusement Park diseluruh dunia bersamamu. Aku selalu merasa bahwa Amusement Park memiliki arti tersendiri untuk hubungan kita.” katanya sambil tersenyum.

“baiklah jika itu keinginanmu.” Kataku sambil mengangguk. “ada lagi tempat yang kau inginkan dewi-ku?”

“untuk sekarang itu dulu. Nanti aku akan memberitamu jika ada hal lain yang ingin aku lakukan.” katanya sambil tersenyum bahagia kemudian kembali memberikan kecupan pada bibirku yang membuatku terkaget.

“kau nakal sekali malam ini.” kataku sambil berdecak membuatnya tertawa terbahak.

“apa kau pikir cuma kau yang bisa menjadi nakal?” tanyanya kemudian menjulurkan lidahnya mengejekku membuatku mencubit hidungnya karena gemas.

“kau harus bertanggung jawab karena telah membangunkan naga tidur dengan kenakalanmu ini.” kataku sambil mendekapnya lalu menggulingkan badannya hingga dia kini berada dibawahku.

“hei aku hanya menciummu.” Katanya sambil tertawa. “bagaimana bisa naga bangun cuma karena itu?”

“bahkan naga bisa bangun hanya karena mendengar deru nafasmu.” Kataku sambil tersenyum licik kepadanya.

“ya!” pekiknya. “dasar mesum.”

Sandara Pov

“Ji aku bahagia.” Kataku sambil menyandarkan kepalaku pada bahunya lalu memeluknya yang sedang menyetir disebelahku. “aku sangat bahagia.” Kataku lagi kepada Jiyong kemudian mencium pipinya. Kami baru saja selesai bermain dengan teman-teman kami di Amusement Parkdi Asakusa, wahana terakhir yang kami naiki adalah komedi putar lalu setelah berphoto di sebiah mesin photo kami langsung menuju tempat lain dan sekarang aku dengan Jiyong berada dalam mobil yang terpisah dengan teman-temanku yang lain.

“aku bersyukur jika kau bahagia Babe.” Ujarnya sambil mengusap lembut kepalaku dengan sebelah tangannya. “setelah ini kita akan makan, kau pasti sudah sangat kelaparan.” Ujar Jiyong dengan wajah fokus ke depan.

“bagaimana kau tahu aku sudah sangat kelaparan?” tanyaku kepada Jiyong tanpa melepaskan pelukanku.

“kau memang selalu kelaparan bukan?” tanyanya sambil terkekeh. “bagaimana teman-temanku?” tanya Jiyong lagi.

“aku bersyukur kau mengenalkanku kepada mereka. Mereka sangat baik dan sangat melindungiku. Aku bisa menjadi diriku sendiri saat sedang bersama mereka.”

“syukurlah jika kau menyukai teman-temanku.”

“aku akan selalu menyukai mereka. Temanmu adalah temanku juga.” kataku sambil mengeratkan pelukanku ditubuhnya. Aku sangat bahagia sekarang jadi tanpa sadar aku melantunkan salah satu lagu favoritku, lagu yang Jiyong ciptakan khusus untukku dulu.

Hello sexy guy-ido

Hello handsome boy-ido

Hello hello, meonjeo malgeoreojundamyeon

Aku bernyanyi sambil mengeratkan pelukanku ditubuh Jiyong dan aku dapat merasakan dia tersenyum setelah mendengar aku menyanyikan bagianku di lagu itu. Jiyong langsung melanjutkan bagiannya saat aku sudah selesai.

Hello dodohan girl

Hello gwiyeoun girl

Hello hello, jeogi jamsimanyo say hello

Kami berdua tertawa setelah Jiyong menyelesaikan bagiannya. Tuhan, aku sangat berharap moment seperti ini akan selalu kami alami. Aku mencintainya dan akan selalu begitu dan semua rumor tentang Jiyong dengan wanita lain tidak ada apa-apanya dengan semua hal yang pernah aku dan dia lewati jadi aku tidak perlu merasa khawatir lagi dengan rumor-rumor itu. Aku yakin Happy ending akan menghampiri kami dengan segera.

Aku dan Jiyong pulang ke hotel hampir menjelang pagi karena setelah makan malam kami langsung pergi untuk melakukan bowling sampai kami semua merasa lelah hingga akhirnya memutuskan untuk pulang.

“Ji kau yakin tidak ada yang melihat kita?” tanyaku setelah aku dan Jiyong sampai di kamar hotel. Aku takut seseorang melihat saat kami memasuki hotel. Bisa gawat jika ada yang melihat apalagi jika ada yang tahu Jiyong masuk ke kamarku.

“aku yakin tidak. Aku sudah membayar hotel ini supaya mematikan CCTV disekitar kamar ini.” katanya santai sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

“kau membuang uangmu lagi demi aku.” Kataku sambil berdecak kemudian berjalan untuk mengambil minuman di lemari pendingin yang ada di kamar ini.

“bukan hanya untukmu Babe, tapi untuk kita.” kata Jiyong kemudian selama beberapa saat tidak ada yang berbicara lagi. “Babe apakah Christina tadi mengambil video saat kita sedang di komedi putar?” tanya Jiyong.

“setahuku iya. Memangnya kenapa?” tanyaku sambil membuka botol air mineral kemudian meminumnya.

“lihatlah ini, sepertinya Christina tanpa sadar telah mengambil gambarku juga.” ujar Jiyong langsung membuatku membelalakan mata.

“jinjja?” aku sedikit berlari kemudian segera mengambil ponsel Jiyong lalu mengamati Video yang telah Christina posting di akun snapchatnya. “ommo.” Kataku setelah menyadari bahwa sosok Jiyong terekam di video itu. “ottokeo?” tanyaku kepada Jiyong yang sepertinya terlihat santai. “suruh Christina untuk menghapus ini.”

“biarkan saja.” Katanya. “akan sangat mencurigakan jika Christina menghapus photo itu karena aku yakin semua orang sudah melihatnya lagipula kau tidak perlu khawatir karena mungkin mereka tidak akan menyadari itu aku. Wajahku tidak terlalu jelas disana malah mungkin lebih terlihat seperti soonho.” Ujar Jiyong.

“tapi kalau mereka menyadarinya bagaimana?” tanyaku dengan cemas.

“ya sudah biarkan saja malah lebih bagus jika seperti itu sehingga mereka akan tahu bahwa kita menghabiskan waktu bersama. Setidaknya itu akan mengurangi rumorku dengan wanita itu.”

“bagaimana kal,-”

“berhentilah khawatir Babe, aku sudah bilang bukan, bahwa mungkin ini saatnya untuk kita lebih mengekspos kebersamaan kita?”

“aku hanya khawatir kepadamu Ji.” kataku. “aku takut penggemarmu akan marah jika tahu kita menghabiskan waktu kita bersama.”

“mungkin akan banyak yang marah tapi aku juga yakin pasti akan banyak juga yang merasa senang. Aku pikir sekali-kali kita harus membuat para Applers senang, aku yakin mereka pasti sangat frustasi akhir-akhir ini karena rumorku dengan wanita itu.” Katanya sambil tersenyum.

“eumm.” Aku berpikir. “baiklah aku pikir kau benar kali ini. aku yakin para Applers pasti sama frustasinya dengan aku.” Sambungku sambil tertawa. Jiyong tersenyum kemudian menarik lenganku dan menyuruhku untuk berbaring disampingnya.

“maafkan aku karena selalu membuatmu frustasi.” Ujar Jiyong sambil membelai wajahku.

“kau juga harus meminta maaf kepada para pendukung kita. bahkan banyak yang mengirimiku pesan di instagram atau di twitter dan menyuruhku untuk segera mengumumkan hubungan kita berdua.” Kataku sambil tersenyum.

“kau balas saja kita akan melakukannya pelan-pelan.” Kata Jiyong.

“apa aku gila huh?” kataku sambil berdecak yang malah Jiyong balas dengan tawanya.

“besok aku akan ke Chiba untuk Fanmeet. Kau mau ikut?” tanya Jiyong.

“memangnya aku boleh ikut?”

“kau bisa ajak Hyoni juga jika kau mau.”

“baiklah aku akan ikut kesana.”

“aku akan menyuruh soonho untuk menjemputmu besok.” Kata Jiyong lagi yang aku balas dengan anggukan. “tidurlah Babe, kau pasti kelelahan sekarang.” Ujar Jiyong lembut sambil membelai wajahku.

“terimakasih untuk hari ini Ji. aku harap kita akan bersenang-senang lagi besok dan seterusnya.” Kataku sambil tersenyum kemudian mendekatkan tubuhku pada Jiyong yang langsung merentangkan tangannya lalu mendekapku dengan erat.

“kita akan bersenang-senang Babe, aku janji.”

TBC

next >>

Advertisements

48 thoughts on “They Don’t Know About Us #2

  1. Wuaaa like thisss!!! Gedeg emang pas baca artikel gtae.Duhhh itu yang bikin artikel gak liat moment daragon apa?
    Next chap please ^^

  2. Banyak banget rumornya gd samaa cewek lain
    Kasihan dara, tapi diaanya kuat
    Keep strong daragon
    Semoga beneran nyata, hopefull
    Mulai baca ff ini pas ada update-an chapter end nya
    Unnie ceritanya bikin makin ngerasa real hehehe

  3. jadi tambah yakin kalau daragon tu bener bener real
    buat cewek cewek yang digosipin sama gd kayak nya itu cuma buat nutupin daragon deh
    soalnya setiap dara sama gd terlihat bersama pasti langsung ada gosip gd sama cewek lain
    hehehehe thats right

  4. daragon itu emang real..
    q juga gedeg liat artikel gtae.. masa hanya karna itu doank gtae diblg real. ..
    liat moment daragon donk udah bejibum..
    tapi ya.. balek lagi keep strong applers…
    semua indah pada waktunya…
    ff chingu ngena babget.. dapet banget bayangin daragon kencan…

  5. Setiap ngebaca chapter selanjutnya dari FF ini semakin yakin dan semakin sadar kalau daragon itu real. Hohoo , memang terbukti kalau jiyong sering jalan bareng ama squad jepang – nya. Hohooo. Jiyong ngelindungi dara banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s