Dear Future Husband [Oneshoot]

12

Author : Karina Utari

Main cast : Kwon jiyong. Sandara park

Genre : Romance,Married life

Rat ; 15 maybe?

-Cover by Chichan Eonni >>> Eonni, dimanapun dirimu berada, manipx dipake dulu ya ^.^ Miss u- 

Hai!! Ini ff daragonku yang ke 2 setelah bad boy. Terimakasih sudah mau post debut pertama ffku! Terimakasih sudah mau membaca ff buatanku. Terimakasih sudah merespon baik dan sudah menkomen hehehehe masih banyak kekurangan. Mohon bimbingannya✌✌

Ff ini sebenernya gatau masuk sama judulnya gatau ngga hehehe iseng  bikin yang gendrenya married life. Ini ff pertama aku yang married life. Dapet pemcerahan dari lagu meghan T.

Sebenernya ini bukan lanjutan dari ff bad boy. Ini berbeda kisah pokonya beda ✌

Sudah. Selamat menikmati

Maaf banyak typonya✌

Mohon kritik dan sarannya 🙏

……..

 

“Dear future husband

Here’s a few things

You’ll need to know if you wanna be

My one and only all my life”

……………….

“Kwon jiyong.. apakah anda bersedia menikahi sandara park mencintainya sampai tua dikala susah dan senang.. merawat dan menemani nya dikala sakit.. membantu merawat serta mendidik calon anak anak kalian.. dan selalu bersama sama hingga ajal memisahkan kalian..”

“Ya.. saya bersedia.”

“Sandara park.. apakah anda bersedia menjadi pengantin dari kwon jiyong.. mencintainya sampai tua.. dikala susah dan senang.. merawat dan menemaninya dikala sakit.. mendidik dan menjadi ibu dari anak anak kalian.. selalu bersama sama hingga ajal memisahkan kalian..”

“Ya saya bersedia.”

“Dengan ini saya nyatakan kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri..”

Dan jiyong pun mencium dara..

Suara tepuk tangan ikut meramaikan acara pemberkatan pernikahan disiang hari itu.

……….

“Take me on a date

I deserve it, babe

And don’t forget the flowers every anniversary

‘Cause if you’ll treat me right

I’ll be the perfect wife

Buying groceries

Buy-buying what you need”

……

“Jadi.. kita ga jadi bulan madu?” kataku sambil merajuk kearah jiyong.. “maaf babe.. perkerjaanku menumpuk” balasjiyong sambil mengambil piyama blue black nya dan bergegas menuju kamar mandi. Kududukan didepan cermin mengambil beberapa cream wajah dan mulai mengolesakan nya ke wajahku.

Trek..

Suara pintu kamar mandi terbuka terlihat dari cermin jiyong pun keluar sambil menggosokan handuknya dikepala.. “babe..” panggilnya “hm” jawabku masih sibuk dengan cream cream perawatanku “babe..” katanya lagi yang sekarang jiyong ada di tepat belakang ku “ayolah babe..” katanya memelas “tunggu jii..” ucapan ku terpotong tiba tiba jiyong langsung mengankatku dan membawanya ke atas tempat tidur.. “malam pertama kita” bisiknya pelan

Kami saling bertatapan dan saling tersenyum..

“Love you babe..” katanya sambil menciumku

………..

Kring!!!! Kring!!!!

Paginya akupun terbangun dengan suara nyaring jam wakernya jiyong.. omg ini hari pertama pengantin baru.. haruskan bangun pagi?

Tanganku meraba nakas disamping dan langsung menjatuhkan benda kecil berbentuk persegi itu..

Bruk..

Jatuh dan mati..

TETOT…TETORETT..TORERETT..

Oh my god! Suara dari mana itu jelek banget pikirku.

Tangan jiyong yang asalnya memeluku kini pindah meraba raba dan mengambil ponselnya yang ada di nakas sambing nya.

“Ah udah siang sial aku telat” katanya sambil bergegas bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Siang? Kulihat jam dinding menunjukan pukul setengah 7. Siang katanya? Yang benar saja ini masih terlalu pagi untuk bangun..

Kulanjutkan tidur ku.

…..

“Babe..” katanya sambil mengelus pipiku berusaha membangunkanku dari tidurku “hm” jawabku masih enggan untuk membuka mata.. “aku mau pergi kerja babe..” katanya lagi. WHAT KERJA!?

……

“Ji apa ngga sebaiknya cuti 1 atau 2 hari?” Tanyaku sambil mengoleskan slai coklat ke rotinya, ia memandangku dan meminum kopinya “aku kan udah bilang babe.. kerjaan ku menumpuk” balasnya sambil mengambil roti yang sudah terisi slai coklat.. “aku kira kau hanya menunda bulan madu kita dan kita akan bersenang senang dulu di seoul..” kataku merajuk. Biasanya jika aku merajuk jiyong pasti akan luluh “bersenang senang?” Tanyanya “iyah kencan misalnya?” Kataku dan hanya dibalas ketawa jiyong “baiklah tuan putri… jika pekerjaan sudah selesai. Hm? Aku milikmu” jawabnya sambil bersiap siap pergi kekantor

“Aku pergi dulu yah” katanya sambil mencium kening ku “kabari aku.. nanti” kata ku dengan nada manja..

……….

Jam 12 siang

Semenjak jiyong pergi kekantor tadi aku langsung menonton tv beberapa acara terlihat menarik hanya diawal..

Akupun memutuskan untuk menelepon jiyong..

“Ji…” kataku manja “bentar yah babe..lagi meeting dulu.” Katanya dan sambungan pun terputus

Jiyong menyebalkan.. apa aku telepon cl atau bom saja

Tutt.. tuttt… tutt..

“Ada apa sandara park..” kata bom langsung setelah memgangkat teleponku “bom-ah” kataku riang “lagi sibuk ga? Kesalon yuk?” Lanjutku “hei bukannya kau lagi bulan madu sama si naga?”  Uh bom malah membahas bulan madu lagi “jiyong menunda bulan madu.. pekerjaannya ternyata tidak bisa ditunda..” jawabku jujur “tapi dara-ah hari ini aku ada janji sama seunghyun makan siang.. maaf”  kata bom “hm.. gitu yah? Yasudah tak apa bersenang senang lah bye bom-ah” jawabku dan telepon terputus

Aha! Telepon ciel saja

Langsung ke mencari nomer ciel dan langsung kutekan tombol “call”

“Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar service area.. tutt..tutt..”  dan telepon pun langsung terputus

…..

Sudah jam 5 dan kini kukelaparan

Akupun berjalan kearah dapur..

Oh tunggu dulu.. kalian salah.. tidak tidakk aku tidak akan masak..

Aku hanya mengecek isi kulkas barangkali ada banyakan yang “layak” aku makan untuk sekarang..

Kubuka kulkas dengan perlahan.. dan..

TARRAAA!!

kosong

Yasudahlah tak masalah.. akupun langsung memesan beberapa makanan diponselku dan beberapa menit kemudia pesanaku datang

Satu mangkuk ramen pedas… sudah

Satu cheese cake.. sudah

Cheese ball… oh sudah

Hm apa yah yang belum..

Aha! Banana ice belum ku habisakan kataku.

………….

Tengtong!!!

Terdengar bunyi bell rumah

Akupun langsung menghampiri pintu

“Ckckck malem malem gini siapa yang berkunjung” gunamku

Tengtong!!

Suara bell terdengar lagi

Huh! Gasabaran “iyah tunggu” kataku sedikit kerasa supaya terdengar sampai keluar

Aku pun membukan pintu.. dan

……

TARAA!!!

Satu buket bunga mawar merah ada didepan wajahku

“Hai babe.. suka?” Katanya nya sambil memberikanku buket mawar itu dan membawaku masuk kedalam rumah.

“Maaf membuatmu kebosanan” katanyanya lagi sambil memelukku dan aku pun membalas pelukannya.

………

“You got that 9 to 5

But, baby, so do I

So don’t be thinking I’ll be home and baking apple pies

I never learned to cook

But I can write a hook

Sing along with me

Sing-sing along with me”

………..

“Babe… lagi apa” kata jiyong sambil memeluku dari belakang

Pagi tadi aku bangun pagi sekali aku ingin memasakan jiyong sarapan aku ingin jadi istri idaman

Cantik, pintar, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, menurut dan… em.. pan.dai.me.masak.

Sulit untukku mengucapkan kata “aku bisa masak” hei.. aku lahir dari keluarga berkecukupan dari kecil tak pernah sekalipun aku memasak atau menyentuk benda benda hm kadang sapu dan tempat pel saja ketuker.. hehehe ngga ngga aku becanda soal itu..

“Aku lagi masak sarapan” kataku sambil menoleh ke arah samping “hah? Sarapan? Untukku?” Kata jiyong “iyah tuan kwon” jawabku “baikah babe.. aku tunggu dimeja makan” katanya sambil mencium kepala ku dan berlalu dari arah dapur menuju meja makan

5 menit….

10 menit….

15 menit…

20 menit… kemudian

Aku masih berkutak didepan kompor.. telur sudah siap.. tapi kompornya..

Hm haruskah aku memgoggling bagaimana cara menyalakan kompor?

“Kau konyol dara-ah” gunamku

Kulirik jiyong yang sedang asik membaca korannya dengan wajah yang serius

“Em..ji..” panggil ku dari arah dapur “ya babe..” balasnya “ji..em.. bagaimana cara menyalakan kompor” petikku, terdengar suara ketawa jiyong dan jiyong pun langsung menghampiriku.. dia pun tersenyum.. “kau menggoda babe.. gimana kalo makan kau saja?” Katanya sambil menatapku dengan genit “ji.. kompornya gimana?” Kataku mengelak dan jiyong pun tertawa lagi..

“Sini liat perhatikan aku” katanya sambil tangannya berusaha menyalakan kompor “klik ini dan putar ke arah sini” lanjutnya “tapi..ji.. apinya mana?” Kataku polos “babe.. ini kompor listrik sayang.. sengaja aku belikan untukmu biar kau tak terkena api” jawabnya manis “adalagi?” Kata jiyong seolah olah  menawarkan bantuan “tidakkkk duduk saja disana tunggu aku selesai masak oke?” Kataku “baiklah nyonya kwon” katanya sambil berlalu kembali ketempat semula.

……………

“You gotta know how to treat me like a lady

Even when I’m acting crazy

Tell me everything’s alright”

………….

Nasi goreng kimchi dan telur gulung jadi

Meskipun telur gulungnya seperti telur gulung yang dibakar tapi ini sempurna kok..

Jiyong pun memandang kearah meja makan dan kearahku terlihat keraguan diwajahnya saat aku menyajikan makanan ini di meja makan. Aku pun mengisi nasi goreng kimchi dan telor gulung ke dalam piring jiyong. Ia pun mulai menyantapnya

“Gimana ji?…” kataku pelan..

“Enak babe.. sangat enak…” jawabnya sambil tersenyum dan mulai menyuapkan nya lagi kedalam mulutnya

“Serius?” Kataku bersemangat aku pun mengambil beberapa sendok nasi goreng kimchi dan telur gulung kedalam piring ku.. tiba tiba jiyong berkata “babe.. biar aku saja yang menghabiskannya” katanya aku pun menatapnya bingung “ayolah babe aku habiskan saja yah?” Kata kata jiyong membuat ku bingung.. ini masakan ku telalu enak apa jiyong hanya berbasa basi. Akupun menyuapkan nasi goreng kimchi ku kedalam mulut dan “enak apaan ji ini sih keasina” kataku “masa? Tapi ini enak kok” kata jiyong mencoba menghiburku “enak karna ini masakan pertama yang istriku bikin” kata jiyong lagi “maafkan aku” kataku sedih “sudah ji.. jangan dimakan nanti sakit perut” lanjutku “kita makan diluar saja yuk?” Ajak jiyong sambil mengajak ku bangun dari tempat duduk.

………..

“Dear future husband,

Here’s a few things you’ll need to know if you wanna be

My one and only all my life”

“Dear future husband,

If you wanna get that special lovin’

Tell me I’m beautiful each and every night”

“After every fight

Just apologize

And maybe then I’ll let you try and rock my body right

Even if I was wrong You know I’m never wrong

Why disagree?

Why, why disagree?”

………………..

Setibanya di restoran kami pun langsung memangil pelayan dan memilih makanan yang akan kami pesan untuk sarapan sekalian makan siang kita.

“Jiyong-ah kau kwon jiyong kan?” Sapaan wanita muda saat jalan didepan meja kami “maaf.. siapa yah?” Kata jiyong ramah “aku kiko.. junior mu waktu semasa kuliah dulu” jawabnya “oh astaga kiko.. iya iya kiko aku ingat.. apa kabar?” Bales jiyong sambil berdiri dan langsung berjabat tangan dengan kiko “aku.. baik.. gimana oppa?” Katanya lagi. OPPA? ih so kecantikan eh wanita ini memang cantik sih badannya langsing tinggi semapai rambutnya pendek dan ah sudah lah aku malas membahasnya “ehm..” aku pun mencoba membuat mereka menyadari keberadaan ku. hei tuan nyonya ada aku disini.

“Aku baik.. oh ya kenalin ini dara istriku” katanya memperkenalkan aku aku pun langsung memperkenalkan diri “hai dara.. senang berkenalan denganmu” kataku basa basi “kiko senang juga berkenalan dengan mu” balasnya sambil menjabat tanganku “oppa aku ga nyangka kau akan menikah secepat ini ku kira kau masih belum melupakakan ku” kata kiko bercanda dan jiyong pun langsung tertawa mendengarnya.

Sepanjang perjalanan pulang dari restoran tadi mood ku turun drastis.. aku pun terdiam sepanjang jalan. Aku kesal dengan jiyong. Dia bahkan tadi menawarkan makan bareng bersama tanpa meminta persetujuanku. Apa kiko itu mantan pacar jiyong hah.

Sesampainya dirumah aku pun langsung masuk kedalam rumah dan langsung menuju ke kamar.

“Babe.. kau kenapa sih?” Kata jiyong ketika masuk kedalam kamar, aku pun terdiam tak menjawab pertanyaan jiyong “babe..” ulangnya lagi.

“Kiko siapamu?” Tanya ku langsung “kiko? Ada apa dengannya?” Jawabnya “udah jawab aja” balasku “kiko juniorku dikampus dulu” kata jiyong dengan nada pelan “jangan bohong” balasku sedikit emosi “tadi kata kiko kau melupakan tentang nya ah apalah itu aku lupa” kataku “tidak babe.. ” katanya masih dengan nada halus “jangan bohong ji aku tak suka” jaawabku “kiko dan aku dulu peenah dekat..” “TUH KAN BENAR!” Kata ku memotong penjelasan jiyong “babe.. dengerin aku dulu” katanya dan aku pun terdiam “kami dekat tapi tidak sempat berpacaran” kata jiyong “TIDAK SEMPAT!? TERUS AKAN!? KAPAN BESOK?” kata ku mulai kesal “astag salah ngomong kata jiyong.. tidak bukan gitu sayang.. maksudnya aku berpaling dari kiko..” “OH SELAIN KIKO ADA LAGI?” Kataku yang lagi lagi memotong ucapan jiyong “babe.. please.. dengerin dulu” balas jiyong aku pun lagi lagi terdiam “ada seorang mahasiswi cantik jurusan psikologi yang membuatku berpaling dari kiko.. namanya sandara park” kata jiyong “SANDARA PARK.. ITU.. aku..” jawabku setelah tersadar ia pun langsung menoleh ke arah jiyong.. jiyong pun menghampirinya “hey babe tatap aku” pintanya dara pun menoleh ke arah jiyong yang sedang duduk berlutut didepannya sementara dara sendiri sedang terduduk di tempat tidur.

“Akhir akhir ini emosi mu labil… kemana daraku yang bisa mengkontrol emosinya?” Kata jiyong sambil mengusap kepalaku “maafkan aku ji..” kataku sambil masih merunduk malu karna kelakuan ku, jiyong pun memegang daku ku san mengangkatnya agar kita bertatapan ia pun menciumku tepat dibibir

“Ji.. cantikan aku atau kiko?”

“Dara-ah.. sudah pasti cantikan kau..”

……..

“If you gotta know how to treat me like a lady

Even when I’m acting crazy

Tell me everything’s alright”

 

“Dear future husband,

Here’s a few things

You’ll need to know if you wanna be

My one and only all my life “

 

Dear future husband,

Make time for me

Don’t leave me lonely

And know we’ll never see your family more than mine”

……………..

Ting!!

Bunyi pesan masuk keponsel ku

Ji ❤

“Babe… tadi eomma bilang harabeoji sakit eomma sama appa masih dijepang belum bisa liat keadaan harabeoji..kita ke daegu yah?”

Ke daegu..

Ketemu halmeoni jiyong..

Dret…drett..

Ponselku berdering

Ji❤

Langsung ku angkat “ya ji..” kataku “babe.. pesanku sampai?” Katanya.. jiyong meneleponku karan aku tak membalas pesannya “nyampe ji.. baru selesai ku baca..” “gimana babe? Mau kan?” Tanya jiyong “iyah ji..berapa hari? Aku siapkan baju bajunya” “2 – 3 hari babe.. bawa baju secukupnya, aku jemput 15 menit lagi dan kita langsung pergi”  kata jiyong “siap kapten hati hati dijalan.. bye” kataku dan telepon pun terputus.

Aku pun mulai membuka lemari dan memasukan baju jiyong dan aku kedalam koper.. tidak.lama kan jadi bawa saja sedikit.

…………

Setibanya disana hari sudah mulai gelap.

Rumah kakek dan nenek jiyong itu di daerah pedalaman di daegu tapi listrik dan kendaraan seperti mobil masuk kok..

Kami pun keluar dari mobil dan jiyong pun mengeluarkan koper dari bagasi mobil

Tokk..tok..

Akupun mengetuk pintu gerbang kayu ini tak berapa lama ada seorang bibi menyambut kedatangan kami..

“Silahkan masuk” katanya dengan nada ramah dan suara khas orang daegu asli

Kami pun mulai memasuki pintu masuk

“Annyeong.. halmeoni annyeong haraboji” kata jiyong sambil membungkuk dan aku pun ikut membungkuk dan langsung berdiri seperti tadi.. namun jiyong sekarang terduduk dilantai terus bersujud dengan sedikit kikuk aku pun mengikuti jiyong.. beberapa kali melakukan kesalahan dalam duduk.. ribet memang.

…….

“Jadi haraboji sakit apa?” Kata jiyong setelah kita duduk diruangan keluarga..”biasa penyakit tua” kata haraboji sambil tersenyum ramah beda dengan halmeoni yang sedari tadi hanya diam memandangku.

Sebelum kami menikah aku sempat bertemu dengan halmeoni 2 kali di rumah nya jiyong berbeda dengan eomeonim yang wellcome terhadapku halmeoni serasa engan menatap ku. Maklum jiyong cucu kesayangan halmeoni dan haraboji. eomeonim seperti inikah mertuamu?

Orang tua eomeonim sudah tidak sebelum jiyong lahir ada hanya ada orang tua dari abeonim saja. Wajar saja jiyong sangat menyayangi mereka berdua.

…….

Aku tidak bisa tidur.

Tidak ada kasur empuk seperti dirumah.. kami tidur beralaskan kasur lipat tradisional sekali.. halmeoni dan haraboji memang masih memegang adat istiadat.

Aku pun mencoba tidur menyamping ke kanan.. dan balik lagi ke kiri tapi tak ada hasil..

Tiba tiba.. sepasang tangan memeluku dari belakang “belum tidur babe?” Bisik nya akupun langsung menghadap nya “kau kebangun ji? Maafkan aku.. aku gabisa tidur ditempat asing” kataku jiyong pun langsung menyelipkan tangannya dikepalaku dan memelukku dan aku pun membalasnya “kalo seperti ini?” Katanya sambil mengusap punggungku.. aku pun mulai memgantuk dan pelan pelan tertidur.

………….

Keesokan paginya

Tok..tok..tok..

Pintu kamar kami diketuk mau tak mau akupun membukakan pintu kamar kami..

Dan..

HALMEONI

“Jam segini masih tidur ..ckckckckc istri macam apa” katanya “cepat siap siap kutunggu di luar cepat kita sudah kesiangan..” lanjutnya setelah itu ia pergi menuju dapur.

Sebentar. Memangnya ini jam berapa?

Kulirik jam tangan jiyong dan jam menunjukan pukul setengah 5 dini hari. Harap dicatat. Setengah lima dan langit masih gelap masih dingin dia sebut ini siang?.

Tanpa menunggu lama aku pun bergegas menganti baju ku menjadi lebih tebal dan mengambil jaketku..

Udara seoul dan daegu berbeda disini dingin sekali..

“Lama” katanya setelah aku sampai di depan rumah “maaf halmeoni ” kataku..

Kami berjalan tanpa ada obrolan sama sekali.. aku pun mencoba mencairkan suasana menanyakan kabar sedikit berbasa basi tapi halmeoni jawab seadanya dan terkesan jutek. Membuat ku malas.

Ternyata halmeoni mengajak ku kepasar.

Membeli bahan makanan yang akan dimasak, ia sudah terkenal dikalangan para penjual sayuran. Maklum haraboji jiyong terkenal dengan “tuan tanah” perkebunan haraboji dimana mana dan luas nya berhektar hektar.. tapi beliau tidak terhipnotis kemewahan kota seoul ia masih setia tinggal di pedalaman dan ikut membantu mengurus perkebunannya.

“Ini pegang” kata halmeoni ini belanjaan kami yang kesekian..

Kaki ku sudah pegal.. tanganku sudah penuh membawa barang belanjaan..

“Jiyongggg tolong akuu..” kataku dalam hati..

Sesampainya dirumah jiyong pun membantuku membawakan barang belanjaan halmoeni..

“Yong bawakan langsung ke dapur” kata halmeoni ke jiyong.. aku pun berbalik hendak ke kamar tiba tiba suara haleomi menghentikan langkahku “mau kemana kau?” Katanya.. “kekamar..” jawabku polos “mana ada istri jam segini dikamar.. cepat ke dapur bantu aku memasak..” katanya lagi. Oh tuhan memasak? Bunuh saja aku kata ku pasrah.. aku tidak bisa memasak bagaimana ini?.

…….

“Kenapa diam saja?” Potong sayuran nya cepat kata halmeoni saat kami di dapur.. aku pun mulai memotong sayurannya “aw..” kataku meringis tak sengaja jariku tergores pisau “ceroboh cepat cuci tangan..” katanya aku pun menurutinya “memotong sayur saja tidak becus bagaimana mengurus suami.. sudahlah kau mengurus sumbu kompor saja” omel halmeoni yag sekarang sedang menyelesaikan pekerjaan ku tadi memotong sayur..

Memakai kompor saja aku tak bisa. Bagaimana aku menggunkan kompor kayu ini? Kata ku lemas aku pun terdiam berfikir..

“Kenapa? Tak bisa?” Kata halmeoni meremehkanku dan aku pun tertunduk “dasar anak jaman sekarang maunya yang praktis saja… ” kata halmeoni masih dengan omelannya dan melakukan hal pekerjaan tertundaku lagi “…..jika api nya mengecil kau tiup dari sini” katanya lagi aku pun menganggukan kepalaku.

“Kalo jadi seorang istri tuh harus bisa masak.. astaga yeoji menantu mu tak becus memasak cucu ku makan apa nantinya…” terus saja halmeoni mengomeliku.

“Tiup cepat” perintah halmeoni kepadaku.. aku pun langsung menium sumbu kayu dan busss!! Asap langsung mengepul mengenai wajahku..

Wajahku menjadi hitam

“Hehehehe…” halmeoni tertawa melihatku.. “jangan terlalu dekat..” katanya lagii.

Yatuhan aku kesal..

Tahan dara.. tahan emosimu..

Aku pun menarik napas dan membuangnya secara teratur mencoba memahan emosi..

………

Setelah menata meja makan aku pun memanggil jiyong dan haraboji untuk makan.. mereka terlihat akur sekali lucu melihatnya

Setelah makan

Aku disuruh halmeoni mencuci piring bekas makan tadi.. banyak sekali..

“Ini cuci nya pake apa?” Tanya halmeoni memantau pekerjaanku “..sabun cuci piring dan dibilas pake air..” jawabku seadanya.. lah memang begitukan? Mencuci piring setauku pake sabun gosok sedikit di piring lalu dibilas “ini semuanya terbuat dari kramik.. setelah dicuci di oleskan bakking soda setelah itu bilas pake air hangat baru dicuci lagi menggunakan sabun.. baru dibilas lagi.. cepat ulangi” perintahnya lagi.. “yatuhan padahal ini sudah selesai semua” kataku dalam hati..

Setelah itu aku pun langsung disuruh mengepel lantai mengelap jendela dan beberapa hiasan hiasan yang ada..

Dilanjutkan menyapu rumah hingga halaman. Halamannya ternyata luas..

Setelah itu memberi makan ikan..

Memasak makan siang..

Memcuci piring (lagi)..

Menjemur kasur..

Memetik sayuran..

Memasak makan malam..

Memcuci piring.

………..

“I’ll be sleeping on the left side of the bed (hey)

Open doors for me and you might get some kisses

Don’t have a dirty mind

Just be a classy guy

Buy me a ring

Buy-buy me a ring”

…………

Setelah memastikan semua selesai aku baru bisa kembali ke kamarku.. seharian ini hanya bertemu jiyong ketika jam makan saja itupun tidak berbicara karena “TIDAK BOLEH BERBICARA SAAT SEDANG MAKAN”.

Aku pun membuka pintu kamar.. terlihat jiyong sedang terduduk sambil sibuk dengan laptopnya memeriksa pekerjaannnya. Ia pun menyadari kedatanganku langsung menutup laptopnya dan menghampiriku.

“Babe.. kau.. pasti lelah..” katanya sambil melihat tanganku yang baru dipake seharian saja sudah berubah menjadi kasar.. beberapa nail art di kuku jariku sudah tidak berbentuk.. bahkan jariku sudah kena beberapa goresan pisau.. “maaf..kan aku” lanjutnya sambil memegang tangganku dan menciumnya aku pun membalasnya dengan senyuman “babe.. aku merindukanmu” kata jiyong sambil memandangku “tidak ji.. aku lelah.” Kataku dan langsung tiduran di kasur lipat. Jiyongpun menyusul dan langsung memelukku.

………….

Kata jiyong kemaren kami disini hanya 2 atau sampai 3 hari paling lama. Tapi ternyata kami disini sampai 5 hari betapa tersiksanya aku.

Kegiatan ku ya begitu begitu saja..

Pergi kepasar berbelanja..

Memasak…

Meyapu..

Mengepel..

Mencuci piring..

Memberi makan ikan..

Memetik sayuran…

Menjemur kasur..

Mengelap hiasan rumah..

Mengelap jendela..

Mengelap meja- meja.. bahkan kalo disuruh mengelap muka jiyong aku senang hati akan mengelapnya.. selama disini jiyong hanya menemani harabojinya entah bermain catur bermain dengan burung burung koleksi haraboji atau sekedar mengobrol antara seorang kakek dan cucunya..

Ah bahkan  pekerjaan ku ditambah dengan mencuci baju..

Kami kehabisan baju.. aku tak membawa baju lebih kan niat 2 hari kan.

Hari ini hari terakhir kami disini setelah makan siang aku dan jiyong akan langsung pergi menuju seoul.

Rasanya senang sekali kembali ke seoul lepas semua beban.

“Dara-ah ikut aku kekamar..” perintah halemoni dan aku pun mengikutinya dari belakang, ia mengambil kotak dari lemari dan menghampiriku.. kami duduk berhadapan “dara-ah ini aku berikan sesuatu untuku..” kata halmeoni kepadaku sambil menyerahkan kotak itu.. dibukanya kotak itu dan tersimpan kalung emas bentuknya sederhana namun sangat cantik didalamnya.. “halmeoni..” kataku sambil menatap halemoni.. “ini untukmu.. aku memang akan memberikan kalung ini kepada cucuku tapi ternyata cucuku seorang lelaki dan akhirnya aku akan memberikannya kepada istri cucuku.. bukannya sama saja?” Katanya.. yatuhan berarti ia sudah menganggap aku juga cucunya aku jadi merasa berdosa telah membencinya “ini aku dapat dari nenekku dahulu.. dara-ah kau harus menjaganya yah?” Sambungnya lagi akupun langsung memeluknya dan dia membalas pelukanku.. “maaf selama tinggal disini kau tak nyaman aku begitu supaya kau bisa menjadi istri yang lebih baik untuk jiyong” katanya aku pun menangis terharu “terimakasih halemoni..” “jaga jiyongku.. aku titip kepadamu rawatlah ia dengan benar.. aku percaya padamu” jawabnya lagi “iyah haleomi.. pasti” kataku..

 ……

“Kabarin kami kalo sudah sampai seoul..” kata haraboji sambil mengantar kami hingga mobil “iyah haraboji..” jawab jiyong “jangan ngebut ngebut.. cepat beri kami cicit..” lanjutnya dan dibalas jiyong dengan senyumnya “pasti haraboji” sahutnya lagi “haleomi haraboji jaga kesehatan jangan terlalu kelelahan” kataku jujur “kalian juga jangan makan makanan cepat saji saja banyak penyakitnya” perintah haleomi “dara-ah rajin rajin memasak untuk suami mu..” katanya lagi dibalas dengan anggukan oleh ku “sudah siang.. kami pergi dulu yan?” Kata jiyong  “Annyeong” lanjut kami berdua sambil menaiki mobil.

Kami bawa banyak oleh oleh sayur mayur dari sanah dan untuku pribadi membawa banyak pelajaran.

Aku jadi bisa memasak membersihkan rumah menyapu dan mengepel dengan benar dan bagaimana mengurus dan melayani seorang suami. Aku belajar banyak dari haleomi dari mulai mengurus keperluan makan mandi hingga pakaian yang akan haraboji kenakan. Istri idaman.

“Aku mencintaimu dara-ah terimakasih.. sudah setia tidak mengeluh tentang haleomi” kata jiyong saat kita diperjalanan menuju seoul. “Aku belajar banyak dari haleomi.. aku yang harusnya berterimakasih padamu ji.. oh ya tadi haleomi memberikan ku kalung warisan kalung nya sangat cantik ji..” kataku sambil memandang jiyong yang sedang menyetir.. “wah? Haleomi tidak pelit ternyata heheheh..”  kata jiyong.

………..

“You gotta know how to treat me like a lady

Even when I’m acting crazy

Tell me everything’s alright”

 

“Dear future husband

Here’s a few things

You’ll need to know if you wanna be

My one and only all my life”

 

“Dear future husband,

If you wanna get that special loving

Tell me I’m beautiful each and every night”

………

Setibanya dirumah akupun langsung menuju kekamar kami..

Kubukan pintu kamar..

Ada sesuatu ditempat tidur ku..

2 tiket pesawat first class dan satu buket mawar putih

“Ji…” kataku bingung sambil berbalik terlihat jiyong berdiri didekat pintu sambil tersenyum.. “maafkan aku sudah menunda bulan madu kita..” katanya aku membaca lagi tiketnya “ini serius ji?” Kataku tak percaya “yeah satu bulan penuh kita akan berkeliling eropa..” katanya “ji..” kataku lagi terharu langsung ku  mendekat kearah jiyong, aku langsung memeluk jiyong dan menangis terharu.. “ji.. aku mencitaimu..” kataku “aku lebih lebih mencintaimu dara-ah” kata jiyong sambil memeluku erat dan menicum kepalaku.

“Future husband, better love me right.”

Meghan Trainor – Dear Future Husband

 

-END-

Advertisements

14 thoughts on “Dear Future Husband [Oneshoot]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s