Half Tone – Part005

half tone
PERINGATAN : fanfiction ini mengandung muatan dewasa! Bagi pembaca yang belum cukup umur atau tidak nyaman dengan konten tersebut, dianjurkan untuk tidak membacanya.

Half Tone

Author : Defta

Cast     : Sandara Park and Kwon Jiyong

Genre   : Fantacy, Rate M

Note : alasan Defta membuat setiap part pendek adalah karna defta malas, kenapa ? Berlajar dari DFTK yang Defta selalu buat panjang kali lebar kali tinggi (emangnya bangun 3Dimensi ?) komennya dikit banget, bahkan epilognya juga cuma sedikit, so… lebih baik Defta ngetik FF berdurasi pendek tapi selalu Update. Ya kayak Alphabet, Omega dan Theta… Mian bukannya apa-apa, jujur Defta lebih nyaman dengan style seperti ini ❤

Jiyong mengeluarkan buku penduan itu dari dalam tas ransel yang teroggok manis di punggungnya. Ia membukanya untuk memastikan sebuah hal, lalu kembali menutupnya dan beralih untuk menatap semua sahabat yang sudah ia anggap sebagai keluarga. “Baiklah Guys, Lorong ini adalah lorong masa lalu” Ucap Jiyong menjelaskan.

“Daesung-ah…” Jiyong memanggil nama Daesung. “didalam sana mungkin kau akan melihat masa lalumu, masa lalu yang mungkin tidak ingin kau lihat, tapi pastikan satu hal, semua itu adalah masa lalu, kami ada disini untuk menemanimu di tahun-tahunmu berikutnya” Lanjut Jiyong panjang lebar.

“Ah Hyung.. kau terlalu mengkhawatirkan idiot ini” Kata seungri sambil merangkul Daesung. “kau ingat sugesti itu kan Hyung.”

Daesung menujukkan giginya yang tidak rata (Hahaha peace buat fansnya Abang Dae) dengan menyengir kepada Seungri sambil menyentakkan bahunya hingga tangan Seungri jatuh ke udara begitusaja, disaat yang sama dia mengubah espresinya menjadi datar. “Aku tidak idiot, dasar idiot.”

“Kalian berdua idiot” kali ini Seunghyun yang bersuara.

“KAU JUGA HYUNG!!!”/ “KAU JUGA HYUNG!!!” Sungri dan Daesung berteriak kepada Seunghyun bersamaan.

Sekali lagi Dara tertawa melihat kelakuan mereka bertiga. Tapi sekarang hanya ia sendiri yang tertawa, ia melirik Jiyong yang ada disampingnya, pria itu menatap Daesung, Seungri dan Seunghyun dengan tatapan khawatir. Dara langsung berhenti tertawa melihat Jiyong seperti itu.

“Aku bukan idiot, akan aku buktikan, aku akan masuk duluan” Ucap Seunghyun berjalan beberapa langkah kedepan. “Sampai jumpa dipemberhentian selanjutnya” lanjutnya dan kemudian berdiri di depan pintu berwarna abu misty muda itu, tak lama pintu itu terbuka dan Seunghyun berjalan meju untuk kemudian hilang ditelan lorong itu.

“Pemberhentian selanjutnya ? Seungri-ah… apa kita sedang berada di halte Bus ?”

“Kau benar-benar Idiot Hyung” Jawab seungri.

Dara meraih tangan Jiyong dan menggenggamnya. “Aku yang akan pergi selanjutnya”

“Dara-ah…” Jiyong menarik tangan dara dan langsung memeluk wanita itu.

“Aku akan baik-baik saja”

Satu persatu lalu memasuki lorong itu dan Jiyong yang terakhir, sebelum semenghilang dibalik lorong berpintu itu Jiyong menarik nafas panjang. Dengan langkah pasti ia memasuki lorong itu.

Seolah tengah menonton film 3 dimensi, Jiyong dikeliling semua kisah masa lalunya, dari kisah kelam sampai kisah yang mengharukan. Ketika ia mulai belajar berjalan dengan ibunya memegangi tangannya, ketika ia tertawa karna hal baru yang ia temukan, ketika ia tertawa bersama dengan Yongbae dan ketika Dara masuk dalam hidupnya.

Lorong itu memutar semua kejadian yang sangat indah ketika berada di dunia gelap. Lorong itu berusaha menarik setiap orang yang masuk kesana untuk kembali ke bagian gelap dengan semua ingatan indah itu.

Jiyong terus melangkah kedepan dengan semua peristiwa yang muncul dihadapannya seolah ia tengah menonton film, film tentang dirinya.

Dua orang insan tengah berdiri di depan sebuah rumah bernomor 188. “Oppa haruskah kita kesini, aku ingin dimountain saja….” Dara merengek sambil menarik ujung kaos Seungri yang tengah merangkulnya.

“Tidak Dara” Jawab Seungri sambil mengelus wajah wanita yang dirangkulnya itu. “Mereka akan menyeretku keluar dari tempat itu jika aku tidak kembali”

“Mereka ?”

Tak lama kemudian munculah 2 orang dari dalam rumah itu dengan wajah kesal dan langkah berat, tapi kedua orang itu langsung berhenti ketika melihat Seungri sudah berdiri di depan rumah.

“Ini dia orangnya” Ucap Daesung dan langsung meraih telinga kanan pria itu, menariknya keatas hingga pria itu menjerit kesakitan dan langsung melepaskan rangkulannya dari bahu Dara.

“Dari mana saja kau eoh ?!” Tanya Yongbae dengan nada teramat sangat kesal. Sama halnya dengan Daesung, Yongbae meraih telinga kiri Seungri dan menjewernya. Kalian bisa bayangkan sendiri bagaimana teriakan kesakitan dari Seungri.

“AH…HYUNG !!! LEPASKAN !!!” Pinta Seungri dengan memohon sambil memengangi kedua teliganya agar tidak putus. Suara desahan akhirnya keluar dari bibir Daesung dan Yongbae, mereka bersamaan untuk melepaskan telinga Seungri. “Aku hanya pergi sebentar” ucap seungri kemudian.

Tiba-tiba saja wajah Yongbae kembali memanas. “12 jam kau pikir sebentar, dan lagi kau pergi ke Mountain idiot”

“Memangnya kenapa kalau aku pergi ke mountain ?”

“Alasannya karna kau belum genap berusia 17 tahun bodoh”

“APA !!!” Dara berteriak dengan tidak percara.

Ketiga pria itu langsung mengarahkan pandangannya pada Dara. Kekesalan mereka pada Seungri membuat mereka lupa akan keberadaan wanita itu. “Siapa dia ?” Bisik Daesung di telinga seungri.

Pria yang menjadi anggota termuda dari rumah itupun tersenyum dengan sangat lebar seolah dia melakukan sebuah hal yang membanggakan, seolah dirinya tengah menggenggam dunia. “Dia ?” Ia kembali kesisi Dara dan merangkul wanita itu lagi.

“Lepaskan aku bocah” ucap Dara sambil membuang tangan Seungri dari bahunya. “Aku lebih tua 6 tahun darimu !” Lanjutnya membuat seungri membulatkan matanya.

“Katakan siapa dia” Yongbae menengahi percakapan Dara dan Seungri.

“Namanya Dara, dia akan tinggal di rumah kita, dia new bie disini, jadi aku putuskan untuk mengajaknya kerumah ini” jelas Seungri sambil tersenyum dengan lebar.

Bahu Daesung dan Yongbae langsung melorot, dia menatap seungri dengan tatapan tidak percaya “Memangnya kau yang memutuskan dia bisa tinggal disini ?” Tanya Daesung kemudian.

“Memang bukan aku, tapi aku yakin Jiyong Hyung akan menerimanya” Daesung dan Yongbae tertawa meremehkan ucapan Seungri. “Lagi pula Jiyong Hyung butuh dia untuk menghentikan insomnianya” Lanjut Seungri membuat Yongbae dan Daesung diam seketika.

Sekali lagi Seungri tersenyum lebar, kali ini dia yang tertawa mempertawakan Daesung dan Yongbae. Lalu pria itu menarik tangan Dara, tak mengindahkan wanita itu yang terus mengumpat dengan kasar, mereka baru akan tenggelam dibalik pintu ketika “DARA!!” Suara seorang pria memanggil Dara.

“Seunghyun” kata Dara yang menunjukkan nama dari pria itu. “Sedang apa kau disini”

“Mengikutimu”

“kalian saling mengenal ? Baiklah Kau juga boleh tinggal disini”

“SEUNGRI” / “SEUNGRI” Teriakan dari Daesung dan Yongbae sama sekali tidak diindahkan oleh Seungri, ia terus menarik tangan Dara untuk masuk kedalam rumah itu.

Dara hanya terus mengikuti kemana langkah seungri, hingga mereka berhenti di sebuah kamar dimana seorang pria tengah duduk di sebuah kursi menghadap sebuah meja yang diatasnya terdapat sebuah air putih (Maksudnya susu) dan juga beberapa bungkus obat yang entah obat apa itu.

“Masih belum bisa tidur Hyung ?” Tanya seungri membuat pria yang duduk itu menoleh padanya. “Berhenti meminum obat tidur itu, aku membawakanmu obat yang lebih mujarab” lanjutnya sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

Dara masih menatap pria itu ketika pria itu juga menatapnya, ia mencoba memutar otaknya untuk mengingat nama yang Seungri sebutkan. Jiyong. Pria itu menatap langsung tepat pada matanya.

“Aku benar-benar kesulitan untuk mencarinya, tapi akhirnya aku menemukannya” Ucap Seungri lagi dengan bangga. “Wanita kecil dengan payudara yang pas digenggaman, well aku sudah mengukurnya”

#PLAK Tanpa basa-basi tangan Dara langsung mendarat di pipi kanan Seungri. #PLAK Sekali lagi dipipi kiri pria itu cukup untuk membuat seungri diam karna terkejut.

“Aku lebih tua darimu, bersikaplah sewajarnya umurmu. Cih… kau bahkan terlihat 5 tahun lebih tua dariku”

Seungri hanya mengerucutkan bibirnya dan bersiap untuk mengeluarkan air mata, ia langsung keluar dari ruangan itu dan menutup pintunya. Disaat yang bersamaan Dara akan mengalihkan pandangannya kembali ke pria tadi tapi pria bernama Jiyong itu sudah ada di depannya dengan tatapan yang terlihat sangat lapar dan bersiap menyantapnya.

Jiyong langsung mengangkat tubuh Dara dan melemparnya keranjang yang ada diruang itu, jiyong kemudian berbaring tepat disamping dara. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, matanya sudah tengah terpejam dan selanjutnya ia memasukkan tangannya kebalik kaos yang dipakai Dara.

Dara yang sedikit merasa aneh mencoba memberontak, tapi jiyong memeluknya dengan sangat erat. “Kumohon biarkan aku tidur” Ucap Jiyong dengan nada yang sangat rendah. Mendengar hal itu membuat Dara membeku dan diapun menuruti keinginan Jiyong dia hanya diam ketika Jiong menjepit nipelnya diantara ibu jari dan jari telunjuk.

Jiyong akhirnya terbangun setelah beberapa jam merasakan tidur yang sangat nyenyak, perlahan dia membuka kedua kelopak matanya. Retinanya menemukan sepasang mata coklat tengah menatapnya dalam diam. Jiyong juga diam menatap mata itu mendalaminya dan tiba-tiba menyukai mata itu.

“Jadi kau hanya butuh payudaraku ?” Wanita didepannya itu membuka suara. Jiyong masih belum mengetahui nama wanita didepannya itu, ia menggeliat pelan untuk meregangkan tubuhnya. Samar samar dia mengangguk menjawab pertanyaan yang tadi dilontarkan Dara. “Kau lucu” ucap Dara lagi dan kali ini mendapat sambutan senyuman dari bibir Jiyong.

“Terimakasih karna membuatku tertidur, dan….” Jiyong membuat jeda dan menatap Dara. “Siapa namamu ?”

“Dara, panggil saja aku begitu”

Jiyong kembali menatap wajah itu, wajah yang sangat teduh membuatnya nyaman, ia menyusuri setiap lekukan yang terpahat sangat indah dari mulai dahinya yang lebar, hidungnya yang bangir, pipinya yang tirus, dan bibirnya yang memerah. Ia yakin itu pasti ulah Seungri. Jiyong masih melihat bibir dara dan tanpa sadar ia mulai menginginkan bibir itu, dan dia segera mememenuhinya dengan mencium bibir dara penuh.

Awalnya dia hanya ingin menciumnya sebentar saja, tapi ketika ia menyentuh bibir itu dengan rasa manis yang ditumbulkan membuatnya kecanduan, dan dia tidak bisa berhenti. Jiyong mengecup, melumat dan menjilat bibir itu. Terlebih ketika dara membalas ciumannya, kesan manis itu semakin menguar.

Pria itu benar-benar kehilangan kendalinya, Bibir dara adalah candu, bahkan lebih dari narkoba jenis apapun dengan dosis berapapun. Jiyong menjadi overdosis dan menginginkan lebih. Ia sendiri bahkan tidak tau jika dia sudah berada diatas dara dengan bertelanjang dada dan bersiap merobek  kaos hitam yang wanita itu pakai. Jiyong turun ke leher dara. Mengecupnya singkat. Tapi hal yang sama juga ia temukan dari kulit leher dara. Manis, semanis madu. Kali ini dia sadar bahwa bukan hanya bibir Dara yang ia candukan, tapi seluruh tubuh Dara.

Tak perlu menunggu waktu lama untuk membuat dara dipenuhi kiss mark. Jiyong mulai tidak sabaran dengan tubuh Dara. Dia menggeram dengan keras untuk menahan semua nafsunya, dia tak ingin terburu-buru untuk menikmati kudapannya. Ia seperti lebah yang menghisap sari bunga dan seperti nyamuk yang menghisap darah.

Dara bukan bodoh jika Jiyong tengah mencoaba mengendalikan dirinya sendiri. Jadi dia yang mengambil inisiatif, dia melingkarkan tangannya keleher Jiyong, ia juga melingkarkan kakinya di pinggang Jiyong dan menarik pria itu untuk semakin mendekat hingga Dara dapat merasakan kejantanan jiyong menyentuh kulitnya.

Dengan semua yang dilakukan oleh Dara membuat Jiyong semakin tidak sabar untuk segera menggagahi wanita itu, dengan sisa kain yang menutupi tubuh mereka Jiyong memasukkan penisnya kedalam vagina Dara hingga wanita itu harus melengkungkan tubuhnya karna merasakan sakit dan kenikmatan disaat yang bersamaan, dan dia hanya bisa mejerit dan mendesah untuk melampiaskan semua itu. Jiyong meneyelipkan tangannya ke pinggang Dara untuk membantu wanita itu mengkat badannya hingga Jiyong dapat leluasa meremas bokong Dara.

“Kau sungguh indah” (Requestnya udah dipenuhin ya, For info aja, sampai part ini belum konflik lho… sama sekali belum)

Jiyong masih berjalan kedepan menandakan dia berhasil melewati lorong itu. Seseorang dikatakan gagal jika mereka berjalan berbalik dan kembali ke pintu masuk, tapi mereka tidak akan bisa keluar dari pintu masuk itu. Mereka akan menghilang di lorong itu jika GAGAL.

Pintu di depan Jiyong terbuka. Dia mendongakkan wajahnya yang sempat menunduk. Pertama yang ia lihat adalah Seungri, dia tersenyum lega dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari lorong itu, disamping Seungri ada Seunghyun dan terakhir yang dilihatnya adalah Dara. Hanya ada mereka bertiga disana. Daesung menghilang. Daesung gagal dalam lorong itu.

“Dimana Daesung ?” Tanya Jiyong datar. Tapi semua orang tidak ada yang menjawabnya membuat dirinya geram. “KATAKAN DIMANA DAESUNG!!!”

==TBC==

Advertisements

33 thoughts on “Half Tone – Part005

  1. ahh akhirnya tau juga pertama kali ji am dara ketemu dan bener yeh langsung tancappp gasssssssss
    gg sabar pengen cepet” lewat lorong masa depan deh ,
    nah nah nah dae dimana ?!?????
    apa perlahan” mereka bakal menghilang satu persatu !?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s