Oh My Gangster! [Chap. 2]

oh my gangster poster

Author

Jung Yoorey

Title

Oh My Gangster!

Cast

Sandara Park (Dara 2NE1), Kwon Jiyong (GD Big Bang)

Genre

Romance Comedy Action

Rating

Teenager

Backsound’s

iKon – Rhythm Ta

Note

Baca note di akhir cerita

*

Dara pov

“maaf nona, tapi bos tidak kesini belakangan ini.”

“ayolaah ahjussi, kemarin berita mengatakan kalau sean mengunjungi hotel ini!”

“jika anda bersikeras seperti ini, saya bisa memanggil polisi.”

“baiklah baiklah! aku pergi! huh.”

Aku mendengus dan berbalik badan meninggalkan gerbang hotel. Aku melirik arlojiku dan mulai merengek kesal. sial, sudah jam 8 malam dan aku masih tidak mendapat secuil pun berita tentang sean. di kantor, security melarang reporter masuk. Di gedung miliknya yang lain juga semua serempak mengatakan kalau sean tidak pernah berkunjung disana beberapa hari terakhir. Jadi sebenarnya sean ada dimana? Rumahnya juga banyak, aku tidak akan sanggup mencarinya lagi..

eomma!! Huaaa~!”

Aku mulai menghentak-hentakkan kakiku. Sebal sebal sebal! Sebenarnya sean dimana sih?!

Aku melirik kembali catatan-catatan yang diberikan soohyun. Sudah 3 hotel, 2 kasino, kantor pusat, dan bahkan kelab malam yang berada dibawah naungan KIC pun sudah kudatangi dan hasilnya NOL. Mereka pasti sudah diberitahu untuk menolak wawancara. Jadi bagaimana nasibku sekarang? waktuku semakin menipis.

Fourth Jenderal Casino, bucheonSean beberapa kali mengunjungi kasino ini.

Aku mengernyit ketika membaca sebuah lokasi yang ditulis soohyun dibagian terbawah catatan. Kenapa aku baru melihatnya sekarang? urgh.. tapi bucheon? Dimana? Aku sedang di bucheon sekarang! Aku mendongak dan mengedarkan pandanganku di sekitar. Hidungku kembang kempis saat menemukan sebuah gedung besar dengan tulisan diatas pintu masuk,

FOURTH JENDERAL – raise your money here

“a-ha!” seakan mendapat sebuah jackpot, aku segera mengantongi catatan soohyun dan berlari ke arah gedung kasino diseberang jalan. Tidak terlalu banyak kendaraan, daerah ini cukup sepi pengendara, kebanyakan penduduknya memilih untuk berjalan kaki menikmati pemandangan bucheon.

Aku terhenti mendadak saat melewati sebuah mobil. perlahan aku mundur dan melirik platnya. Mataku mulai bergerak aneh, aku merogoh kantongku dan membuka catatan kembali. Aku memastikan plat yang kulihat sama dengan yang dicatat soohyun sebagai salah satu mobil sean.

dan ini sama.

“YAY!! I DID IT!!”

Yuhuuu! Aku menemukan sean aku menemukan sean! well, walau mungkin hanya mobilnya, tapi aku berhasil! Astaga, ternyata ini didepan mataku. Kalau tahu aku tidak akan berurusan dengan security di hotel seberang, huh. rasakan, aku sudah menemukan sean!

Aku melirik kedalam mobil dan tidak menemukan siapa-siapa didalam. Kosong. Apa mungkin mereka didalam gedung?

Tuk tuk

Aku mengernyit dan menoleh, menemukan dua orang lelaki dengan jas casual.  Mereka berdua.. tampan. kyaaa! Apa mereka seorang k-idol? Mereka sangat tampan dan.. wangi. Huumm.

“apa yang kau lakukan?” tanya seorang diantara mereka. dia memakai kacamata hitam dengan rambut berwarna cokelat rusa.

Aku tersenyum lebar berusaha untuk terlihat normal. Hm, mereka bukan bodyguard sean, kan? Aku akan ditendang jika dia tahu aku reporter.

“a-aku uhm.. aku mencari.. se-se-se.. serangga! Ya ya benar, serangga.. serangga..” aku bergumam pelan diakhir kalimat berusaha untuk memastikan kalau aku benar-benar jujur untuk saat ini. setidaknya walau mereka tampan, aku akan benar-benar dibawa ke kantor polisi jika aku kedapatan mengintip ke mobil orang sembarangan, apalagi itu sean.

“oh kupikir kau mencari sean.” ucap salah satu yang lain.

Aku mengernyit. “eng.. hahaha, kenapa memangnya kalau aku mencari sean?”

“tidak apa. kami sebenarnya mencari sean untuk diwawancara.” Katanya.

Aku melotot tidak percaya. Wuah, aku menemukan reporter lain disini. “kalian reporter?”

Mereka mengangguk.

“kenapa dandanan kalian sangat rapi?” tanyaku bingung. ayolah, jika mereka reporter harusnya mereka memiliki penampilan sepertiku—selayaknya reporter.

“kami tidak ingin terlihat seperti reporter. Kami menyamar.”

Aku membulatkan mataku kagum. Benar juga, kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya? Ah sandara bodoh.

“wuah, kalian benar-benar pro. Kenapa aku tidak kepikiran untuk menyamar juga? hehehe.” Kekehku sambil menggaruk belakang telingaku.

Kedua lelaki itu saling melirik kemudian menatapku. Aku hanya mengedipkan mataku bingung.

“kau reporter juga?”

Aku mengangguk mantap. “ya, tentu saja. aku dari stasiun DBS, kalian dari stasiun mana?”

Kedua lelaki itu menyeringai. Hal terakhir yang kuingat adalah mereka mendekatiku dan mengangkat kedua lenganku menjauhi mobil milik sean. dan yang kulakukan hanyalah mengumpat kaget.

“yak yak apa yang kalian lakukan?! Hei hei turunkan aku br*ngs*k! LEPASKAN AKU!! Aku akan berteriak UAAAA—hmph&^$#$%!”

Salah satu diantara mereka menutup mulutku membuatku menendang angin sekencang-kencangnya. Kakiku melayang diudara dengan bebas karena mereka mengangkatku cukup tinggi. WHAT THE HELL IS THIS?! Ada apa dengan dua reporter gila ini?! mereka tidak berpikir aku ini saingan kan?! Aku hanya reporter rookie yatuhan!

“hmmphh gfyregi^%$^#!!!?!?!”

Bruk

Rasanya tulang-tulangku berdenyut saat merasakan bedebam yang cukup menyakitkan di punggungku. Oh oh, kurasa aku akan terkena encok.. sial siapa mereka?! mereka melemparku lumayan keras di sebuah tumpukan karung sampah di gang samping gedung kasino. Aku meremas punggungku sambil menggeliat. Sial, sakit sekali!

“argh sakiit bodooh!! Aku akan menuntut stasiun tempat kau bekerja! Argh siaal!” aku membuka mataku dan melihat kedua lelaki itu berkacak pinggang.

“maaf nona, kami bukan reporter. Seperti yang kami bilang, kami sedang ‘menyamar’.”

Aku mengernyit dan melupakan rasa sakit di punggungku sejenak. “a-apa?”

“kami adalah bodyguard sean.”

Wh-what? jadi tadi mereka menipuku? Sial dasar lelaki tidak berguna!! Seharusnya aku dengar kata bom bahwa semua lelaki tampan adalah pembohong—minus soohyun tentunya.

“y-yak! aku akan menuntutmu!” teriakku kesal sambil mencoba untuk berdiri.

“silahkan, dan kami akan balas menuntut untuk tindakan menguntit yang anda lakukan seharian ini.”

Aku mengernyit shock. “huh?”

“kami mendapat laporan bahwa seorang reporter dengan baju kumal, rambut aneh, dan berbicara dengan sedikit logat busan datang ke berbagai gedung milik KIC untuk mencari sean. ditambah lagi kau mengintip ke dalam mobil. kami bisa membalas menuntut, nona.”

Aku tercengang. Apa dia serius dengan ucapannya? HUH SIALAAN! “be-berapa umur kalian huh?! kalian bahkan terlihat lebih muda dariku dan kalian melakukan hal sekasar ini! tuntutanku akan menang! Sialaan! Dan kau bilang baju kumal?! YAAK DASAR TIDAK SOPAN!!”

Dua cunguk itu bertatapan dan mengangkat bahu acuh lalu berjalan meninggalkanku. Hell, apa mereka akan membiarkanku seperti ini? apa semua laki-laki tampan sepertinya?! Whuuut, aku pikir satu-satunya lelaki tampan yang sempurna didunia ini hanya kim soohyun! Aku akan mengubur kalian jika kita bertemu lagi, lihat saja br*ngs*k! Kau akan kujodohkan dengan sooyoung! harusnya aku sadar mana mungkin reporter akan memiliki baju bermerek seperti itu. huh sebaal!!

Aku berusaha untuk bangkit berdiri dan membersihkan debu yang menempel di bajuku. Pinggangku masih sakit.. urgh.. Sejenak aku memperhatikan penampilanku. Apa bajuku sekumal itu? apa rambutku aneh? Soohyun bilang aku imut kok. lagipula rambutku tidak seaneh itu.. warnanya blonde dan selalu kuikat—seperti banyak artis kpop. Jadi apa yang aneh? Menyebalkan!

“gaaah aku bisa gila!” desisku kesal. entah kenapa ucapan mereka menjadi tamparan keras untukku. Memang sih tidak pernah ada yang memujiku cantik kecuali orangtuaku—aku tahu semua orangtua akan mengatakan putrinya cantik, jadi aku tidak terlalu bangga saat mereka mengatakan aku cantik. kalau dilihat-lihat, aku juga tidak jelek kok. kulitku putih bersih, jika dilihat lebih teliti, aku rasa aku mirip dengan personel girlband kpop 2NE1. Ah, aku ingat saat aku mengatakan itu, jaejoong dan bom hampir terguling di lantai terbahak-bahak. Sahabat yang sungguh jujur.

“oke dara, ayo lupakan apa yang baru saja terjadi. ingat berita jihyun sunbae, ingat kim soohyun, ingat batas waktu, ingat turun pangkat, ingat dadoong, ingat altar pernikahan, ingat..” aku terus membangkitkan semangatku dan berjalan ke luar dari gang disamping gedung. Aku melangkah cepat dengan agak pincang karena fck pinggangku seperti keseleo! saat aku keluar dari gang, tepat saat itu pula aku menemukan seorang lelaki memasuki mobil sean. o-oh, apa itu sean?! agak pendek dari yang ada di tv.. but but dua cunguk yang tadi membuangku di atas karung membungkuk padanya! itu pasti sean, tidak salah lagi!

Melihat pintu mobilnya tertutup dan mesinnya menyala, aku segera menoleh ke kanan dan kiri jalan mencari taksi. Beruntung sebuah taksi kosong sedang parkir tidak jauh dariku. Aku berlari secepat angin melupakan encokku dan masuk kedalam taksi.

Dengan ganas aku menunjuk ke mobil sean yang berada beberapa meter didepan, perlahan mobilnya bergerak meninggalkan gedung. Aku menyeringai semangat. “tolong ikuti mobil itu, cepat cepat!”

Heol, tunggu saja sean, kau akan memenuhi halaman utama DBS TV besok. HO HO HO! THIS IS WHAT WE(I) CALLED DARA NEW EVOLUTION! Sooyoung dan yang lainnya akan memujaku sambil berlutut. Kkk!!

*

“WUOOOH!!”

Hell yeah, aku sedang terbang mengikuti mobil sean dengan kecepatan yang mungkin bisa merusak aspal. bagaimana supir ini mendapatkan lisensinya?! Aku bersumpah dia bahkan tidak menginjak rem sedikitpun!

Aku berpegangan erat pada semua yang bisa kugenggam untuk mencegah lebam dan benjol yang bisa diakibatkan dari menyetir ugal-ugalan ini. Supir taksi ini sepertinya gila!

ahjussi! Apa kau yakin kau memiliki sebuah surat izin mengemudi?!” aku berteriak seiring dengan mobil yang meliuk-liuk mengejar mobil sean. aku bahkan sudah lupa apa yang sedang kami kejar, aku sangat panik membayangkan sebuah skenario terburuk yang bisa saja terjadi seperti fast&furious atau mission imposible—yang ingin aku katakan adalah sebuah tabrakan kendaraan. tuhan selamatkan aku!

“tenang saja nona, aku mendapat lisensiku sebulan yang lalu. kutaruh dimana ya..?”

Mataku membulat dengan sangat lebar seakan ingin merobek kulit. Apa aku sedang dikutuk?! Supir gila ini baru saja mendapat lisensinya dan sekarang.. sekarang dia bahkan melepas satu tangannya dari roda kemudi dan mengorek ke dalam dasbor, sesekali matanya melirik kedalam dasbor membuatku sangat jantungan.

ahjussi!! Perhatikan jalan dan berkemudilah dengan baik!! GYAAA! Ya tuhan ya tuhan ahjussi kau hampir menabrak pagar!! Tolong perhatikan jalannya ahjussiiiii!!! Kyaaa!!”

Brug

Leherku seperti mati rasa ketika supir gila itu tiba-tiba menginjak rem membuatku yang sedang panik terhempas kedepan menabrak kursi kemudi. WHAT THE HELL IS HE DOING TO ME?!?! Apa lelaki ini saudara sooyoung?! oh my god apa nyawaku masih ditubuhku??

ahjussi!!” pekikku kesal setengah mati sambil memegang jidatku yang mendapat ciuman panas dari kursi kemudi. Sialan, aku bersumpah untuk menuntutnya!

“kita sudah sampai nona.” Si supir itu menyahut dengan tenang sambil merapikan rambutnya dan menoleh padaku dengan senyumannya. Oh mataku serasa kabur, wajahnya terlihat tampan dan aku sadar jika dia bukan seorang ahjussi. Tapi aku segera menepis pikiran kotorku dan kembali mengomel. Huh, dia harus tanggung jawab atas yang sudah dia lakukan! Dia hampir membunuhku, man!

“ka-kau hampir membunuhku! Kau gila hah?! *menunjuk dahi* lihat ini, lihat ini! kau membuatnya benjol, sialan! aku bisa saja membunuhmu sekarang tapi well aku akan melakukannya nanti, dan akan kupastikan kau akan kembali ke kelas mengemudimu bersama spongebob! Terkutuklah kau!” teriakku kesal lalu segera keluar dari taksi itu setelah mengeluarkan lembaran won secara asal dari dompetku dan menaruhnya di kursi.

Aku mengumpat keras ketika taksi gila itu memutar ban dan belok di persimpangan lalu menghilang. Huh, kupikir tadi aku sedang di kereta terkutuk yang dinaiki oleh percy jackson saat akan ke florida yang dikendarai oleh 3 penyihir tanpa mata. Mereka mengemudi dengan mulut cerwet mereka.

Aku mengelus jidatku dengan bibir yang tidak berhenti merengek. Ini sangaaat sakit hiks.. ah sial, aku lupa mencatat plat taksi itu!

Plat? Sepertinya ada yang aneh tentang plat.

Apa?

Tunggu sebentar..

Uhm..

YAAMPUN BAGAIMANA MUNGKIN AKU LUPA?!?!?! aaah bodoh bodoh bodoh! Aku kan sedang mengejar mobil sean! yaampun dara, sejak kapan jadi tolol begini?! Urgh.

Melupakan rasa sakit di jidatku, aku segera mengedarkan pandanganku di tempat taksi itu membawaku dengan kalimat ‘kita sudah sampai’. Itu berarti mobil sean pasti berhenti disekitar sini kan?

“huh? bukankah ini pelabuhan incheon?” gumamku pelan sambil melirik ke sekitarku, terdapat banyak box kontainer yang tersusun rapi. Apa yang sean lakukan di pelabuhan incheon? Apa dia memiliki kantor disini?

Aku segera mengeluarkan catatan milik soohyun dan mencari catatan mengenai pelabuhan incheon, tapi tidak ada. Sean tidak punya perusahaan disini. jadi, apa aku baru saja ditipu?!

Wajahku terasa panas, wuah daebak! Aku ditipu oleh supir gila itu! dia pasti mengerjaiku! Atau mungkin dia salah satu bodyguard sean? oh tidak.. jangan-jangan aku akan dimutilasi setelah ini?!

Aku bergidik ngeri dan mencoba untuk mencari seseorang. Aku tidak menemukan siapapun disini, ini lebih tepatnya seperti diujung pelabuhan, aku yakin tidak ada orang disini.. oh tuhan, apa ini kutukan untukku? Bahkan jejak mobil sean pun tidak terlihat.

eomma..” gumamku sambil meremas ujung hoodieku. Aku takut dengan tempat luas yang gelap, waktu kecil aku pernah terkurung di sebuah gudang gelap yang sangat luas, itu membuatku trauma. Tanpa sadar aku mulai gemetaran. Hell, aku benar-benar takut.. apakah akan ada yang menolongku? Tuhan.. tolong selamatkan aku!

“hei gadis cantik.”

aku merasa jantungku berdebar sangat keras saat mendengar suara serak-serak horror dari belakangku. Tidak, aku tidak ingin menoleh. Aku tahu ini pasti terjadi dan demi tuhan aku belum siap!

“wuah, ada anak manis disini.”

Suara mereka semakin riuh.

“apa yang si cantik ini lakukan malam-malam di pelabuhan gelap?”

Oh tidak.. aku bisa merasakan langkah kakinya..

“berbaliklah, sayang. Oppa tidak akan menakutimu, kok, hehehe..”

F***********CK. aku bergetar sangat hebat disini dan mereka masih bisa terkekeh? Oh tuhan, tolong jangan biarkan adegan pemerkosaan terjadi disini. benar juga, akhir-akhir ini sedang marak kejadian pemerkosaan lalu dibunuh dan dibuang begitu saja dipinggir jalan.

e-eh? apa itu akan terjadi padaku? demi tuhan aku harus berteriak!!

Sret. Jantungku benar-benar terjatuh ke paha saat seseorang memegang lenganku dan membalikkan tubuhku. Astaga, apa ini akhir kesialan sandara park yang malang? Yeah.. aku harus meminta bantuan.

Aku melirik ke arah orang yang memegangku dan seketika merinding tingkat dewa. Aku rasa aku sedang melihat sekumpulan zombie yang sangat tidak layak hidup. Mereka—sumpah—sangat bau dan kotor!! aku yakin rambut mereka itu diberi lem sebagai pengganti gel rambut. Mataku tidak bisa tidak menatap shock ke gigi mereka yang terlihat sangat.. urh tidak manusiawi. Dan perlu kukatakan, aku mual.

“wuah, gadis cantik, apa yang kau lakukan disini sendirian? Mau bermain bersama oppa tampan ini, eh?”

Aku mendelik ketakutan, bibirku terkatup rapat. Aku bisa merasakan pandanganku mulai memburam karena bau menyengat yang keluar bersama nafasnya, aku tidak tahu jelas bau apa itu, yang terpenting aku sedang berjuang untuk tidak menghirup udara sekarang.

“Ayolah, jangan takut seperti itu. oppa tidak kasar, kok.”

Aku menutup mataku serapat yang kubisa. “KYAAAA!!! TOLONG!!!!” dan akhirnya aku berteriak dengan sisa nafas yang tinggal sepertiga. aku bisa merasakan amandelku berkedut, juga genggaman si oppa-bau yang tersontak. Aku tahu ini mengancam nyawaku, tapi aku tidak akan mati tanpa perlawanan!

aigoo, kecil-kecil suaramu bisa membuatku tuli, ya. Tidak akan ada yang mendengarmu, cantik. Daerah ini seperti kuburan saat malam.”

“sialan lepaskan aku!!” aku tidak tahan dan menarik tanganku sekencang yang aku bisa, dan mengejutkannya adalah tanganku terlepas dengan mudahnya. Tapi sial, mataku masih tertutup dan itu membuatku melangkah ke titik rawan.

“oh, sepertinya dia tidak sabar untuk bermain dengan bos.” Seseorang berceletuk lalu tawa mengelilingiku. Aku menggigit bibirku takut dan bingung, aku tidak percaya jika ini akan menjadi akhirku saat aku membuka mata dan melihat seorang lelaki gendut dengan janggut lebat berdiri beberapa centi dariku.

Oh my god.. kali ini mataku terkunci rapat pada janggut lebatnya yang menari-nari seakan minta dielus. Aku bisa merasakan cairan lambungku sudah memanjat di tenggorokan saat aku melihat sebuah mahluk paling menjijikan merayap di janggut marlinnya.

“halo cantik, mau bermain dengan oppa tampan?” aku bersumpah aku tidak pernah melihat orang semengerikan ini. demi seluruh alam lautan tanah gunung dan kim soohyun, aku benar-benar shock.

I’m officially die.

“apa yang kalian lakukan, teddy bear? Bukankah sudah waktunya untuk cuci kaki dan tidur?”

Aku sudah seperti patung saat merasakan suara serak basah dari radius beberapa meter dari tempatku berdiri, yang aku tahu hanya si zombie mengerikan yang mengelilingiku langsung menegang begitu mereka menoleh ke sumber suara.

Jantungku berdegup saat melihat siluet lelaki yang bahkan bisa kurasakan aura mengintimidasinya. Tubuhku masih bergetar hebat dengan bibir yang terkatup rapat. Para oppa tampan-zombie itu masih mengelilingiku tapi tatapan dan tubuh mereka seakan menegang hanya pada satu titik yang sedang berjalan mendekati kami dengan pelan, aku bisa merasakan aura angkuhnya dari sini. Asap mengepul bersama langkahnya yang terlihat bisa menggetarkan tanah yang kami pijak.

Dan kuharap dia bukan salah satu dari oppa tampan ini.

TBC

 next >>

Author’s Note : I’M SO SORRY FOR THE BAD TBC. Aku benar-benar kehilangan ide setelah lewat disitu. Scenenya gantung ya, hehehe. Maaf huhu, tapi entah kenapa aku kayak kehilangan feel sama ff ini dan ternyata peminatnya engga sebanyak minat pada CTY. Tapi aku usahakan supaya ff ini tetap lancar ya, doakan aja supaya aku gak kehilangan ide untuk ff ini. padahal aku udah bikin trailernya hehehe.

Soal tuan park, aku gak tahu pasti perannya di ff ini hanya sebagai figuran atau bakal ambil peran, yang jelas dia bukan bapaknya dara kok-_-. Sebenarnya aku udah punya ide untuk endingnya, tapi kalau menuju ending kan harus ada proses. Nah di pembuatan prosesnya itu aku blank-_-

Oh iyaa, para readers ada yang SeKaiStal Shipper, ga? Kalau ada boleh dong baca ff aku di wattpad, judulnya Counting Breath, masih on-going, temanya friendship romance. Atau kalau yang punya wattpad, aku minta bantuan vote dong hehe. (promosi) wkwkwk.

Hm, lebih dan kurangnya aku gak mau komentar terlalu banyak. Typo atau kesalahan lainnya mohon dimaafkan, juga alurnya yang sangat pendek. Doain aku ya semoga ff ini dan ff lainnya bisa kelar^^

Thankyou for reading and keep waiting! Hengsho daragon and applers~

Advertisements

19 thoughts on “Oh My Gangster! [Chap. 2]

  1. Yahh kok TBC sih gntung thor brhrap xq dtang itu si jiyong kak.a emang jiyong dech mna ada xq bsa m’mbuat orang ktakutan stengah mti cma dngar kta2.a aja…jnga ilang donk neh ff keren kok jdi tetap dlanjuten yah thor chap brikut.a…hwaithing

  2. aduhhh smngt dong thorrrr biar ff nya gak gangtung yahhh…. semoga cepat di post yahh chap selanjutnya
    ya ampuunnn dara sial bgt yakkk jalan hidupnya…v asli keren bgt peran dara dsni kok thor

  3. Loh, kenapa gitu? Bah justru aku malah tertarik sama ff ini.
    Yosh, sebenernya baru baca chapter 1 tanpa baca teaser dan chapter 2 blm dibaca (tp ngapa komen di sini) LOL

    Well, overall aku suka sama penggambaran author dari cerita ini,karena jujur aku kesulitan kebangetan sama yg begituan 😦 :/

    Jadi apa yak yg bisa aku kasih buat authornya bisa lanjutin terus ff ini? oh yah, aku tunggu trailer fd ini (sebenernya udh apa blm, aku gak tau, kurang peka sama postingan ff 😦 ) Semangat deh yaah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s