Someone like HER #16

hhhhhh

Author :: xxxredyaxxx
Source :: AFF
Indotrans :: Brigita

She changes him.. No one has ever seen this side of him.. There is new hope for him.. All he needs is Someone like Her..

~ Meadow ~


warning : This chapter is contented with sexual, harassment, foul language, and other inappropriate scenes to underage. Mature rated.


 

Saat Dara memasuki  Kwon Cooperation, semua mata tertuju padanya.

Ini seperti menonton iklan parfum.

Cantik dan seksi.

Dara tidak menyadari sekelilingnya.

Semua yang dia pikirkan adalah suaminya.

Dia merencanakan sesuatu untuk kencan mereka hari ini.

Sebuah piknik.

Hal ini tidak ada yang istimewa jika dibandingkan dengan hadiah kejutan terbesar dari GD.

Tak ada satupun dapat menandingi hadiah itu.

Dia tidak mampu membeli hadiah mahal untuk suaminya.

Sehingga dia memasak makan siang untuk mereka berdua.

Satu-satunya masalah adalah bahwa dia belum punya ide di mana tempat yang paling sempurna untuk pikniknya.

“Hai. Saya mencari Kwon Jiyong.” Tanya Dara pada resepsionis dengan sopan.

“Siapa anda? Apakah anda ada pertemuan dengan Mr Kwon?” wanita itu bertanya dengan nada kasar.

Dara mengabaikan nada suaranya, berpikir bahwa mungkin wanita itu sedang mengalami hari yang buruk.

“Aku Dara. Sandara. Aku tidak ada pertemuan dengannya. Aku hanya ingin makan siang dengannya.” Jawab Dara, senyum dengan manis padanya.

“Ya Tuhan! Ini dia lagi… Kau adalah orang kelima yang mencoba untuk pergi keluar dengan Mr Kwon hari ini… Ok… lihat di sini Nona. Ini bukan tempat untuk pelacur penggali emas sepertimu. Jadi pergilah dari sini!” Dia berteriak.

Dara merasa sangat terhina.

Matanya menjadi berkaca-kaca.

Dia akan pergi ketika seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang dan mencium rambutnya.

“Sulli. Kau harus mengemasi semua barangmu dan jangan kembali. Sekalipun. Kau dipecat.” GD berbicara dengan tenang.

Terlalu tenang.

Hampir berbahaya.

GD memutar Dara untuk menghadapnya dan menaruh kepala Dara ke lehernya.

“Tak  seorangpun akan menghina istriku dan bisa lolos begitu saja.” GD dengan lembut mengusap punggung Dara. “Miss Im, pastikan bahwa dia tidak meninggalkan apa-apa di belakang. Aku tidak ingin kantorku menjadi kotor. Dan juga pastikan bahwa kau menghubungi semua mitra bisnis kita untuk tidak mempekerjakan jalang ini.” GD kemudian menarik Dara dan mengantarnya ke tempat parkir.

Dara tidak berani mengangkat kepalanya karena ia terlalu malu.

Setelah keduanya masuk mobil Dara, GD dengan cepat memeluk Dara dan mencium rambutnya.

“Kau baik-baik saja babe? Sekarang baik-baik saja. Aku di sini.”

“Aku baik-baik saja.” Dara berbisik.

“Kemari…Tersenyum untukku. Jangan biarkan dia merusak kencan pertama kita.”

Dara menarik diri dari GD dan tersenyum.

Masih ada jejak air mata di pipinya tetapi GD menghapusnya dengan ciuman-ciuman.

 “Aku lebih baik sekarang. Kau di sini bersamaku.” Dara tersenyum dengan manis.

“Gadis baik.” GD mencium Dara dengan bijak di bibirnya. “Jadi apa yang akan kita lakukan hari ini?”

Dara tersenyum dengan girang dan berkata, “Aku memasak makan siang kita dan aku berpikir mungkin kita bisa berpiknik. Tapi aku tidak punya ide di mana.”

“Piknik? OK…Kelihatannya menyenangkan. Aku tahu suatu tempat.”

GD membantu Dara mengenakan sabuk pengamannya dan menciumnya lagi.

“Aku tidak akan pernah bisa merasa cukup darimu.” Kata GD menggoda, melihat Dara tersipu dengan ganasnya.

**

“Santai babe! Kita hampir sampai.” Kata GD dengan bersemangat.

GD menutup mata Dara dengan dasinya.

“Apakah kita sudah sampai? Aku mulai gelisah.”

Beberapa menit kemudian, Dara duduk di atas tikar kain yang dia bawa melihat GD menyiapkan makanan mereka.

“Tempat ini sangat indah. Bagaimana kau bisa tahu tempat seperti ini?” tanya Dara, melongo melihat sekelilingnya.

“Aku tidak sengaja menemukan tempat ini beberapa tahun yang lalu. Mobilku mogok dan daerah itu tidak ada yang bisa menampungku.  Aku berjalan berkeliling mencoba untuk menghubungi mekanik dan aku jatuh pada surga ini. Aku sangat terpesona. Jadi aku menghubungi Seungri, mengatakan bahwa aku ingin membeli tanah ini karena aku takut seseorang mungkin akan menemukan tempat ini, merencanakan sesuatu dan menghancurkannya. Dia memproses segalanya untukku. Jadi tempat ini adalah milikku.”

“KAU PEMILIK PADANG RUMPUT INI?! OMG!!” Dara sangat terkejut bahwa dia benar-benar berteriak pada GD.

GD hanya tersenyum dan tertawa.

“Kita harus membawa Hayi ke sini. Untuk kemah mungkin. Atau sebuah piknik sederhana. Seperti ini.” Dara tanpa sadar meletakkan tangannya di paha GD.

GD mengerang. Dia sudah mencoba mengendalikan nafsunya dari peristiwa dia memeluk Dara di mobil.

Dia mendesah atas ketidakpatuhannya, menarik tangan Dara lainnya, lebih mendekatkannya, dan menciumnya.

GD berpikir hanya untuk merasakan Dara, tapi tanggapan antusias Dara membuatnya lebih lapar.

GD menjadi lebih menuntut. Mulutnya miring di atasnya, dan lidahnya menari dengan milik Dara.

Dara menginginkan lebih. Dia melepaskan tangannya darinya dan melingkarkannya di leher GD. Jari-jarinya berulir di rambut GD, dan dia bergerak gelisah melawan GD, berusaha untuk merapat.

Repon manis Dara untuk sentuhan GD membuat GD ingin melupakan dirinya sendiri.

Butuh kekuatan ekstrim dari keinginan untuk menarik diri kembali.

GD menutup matanya sehingga dia tidak akan tergoda oleh mulut seksi Dara dan mengeluarkan erangan keras frustasi.

“Bukan sekarang waktunya, babe.” suara GD dengan sulit.

“Tidak, tentu saja tidak.” Suara Dara berbisik lembut.

“Kau masih sakit…”

“Ya, sakitnya….”

“Dan kita di sebuah padang rumput…”

“Kau pasti berpikir bahwa aku gila untuk mencoba merayumu di luar ruangan.”

“Ya.” GD setuju sambil tersenyum.

GD menggerakan Dara untuk mengganggu. Tangannya membelai sisi paha saat dia mencatat semua alasan mengapa mereka tidak boleh melakukannya.

Dara mengalami kesulitan memperhatikan apa yang GD katakan padanya.

Hal-hal kecil terus berada di tempatnya.

Aroma laki-lakinya salah satunya. Dia beraroma lemon dan anggur. Itu yang paling menarik.

Begitu pula suaranya. Yang hidup. Dia tidak terintimidasi dengan kegalakan dalam suaranya. Kenyataannya adalah bahwa Dara menemukan itu menggetarkannya.

“Ji?”

Tangan GD bergerak lebih naik di pahanya.

“Apa babe?’

“Aku ingin memberitahumu sesuatu.”

“Beritahu aku  nanti babe.”

Dara mengangguk.

Dara bersandar ke belakang sedikit sehingga bisa mencium dagu GD.

Tangan GD bergerak ke persimpangan paha.

Dara secara naluriah membukanya.

GD  menangkup kelembutannya dan mulai membelainya sementara ciumannya berubah basah dan panas.

Dara mengernyit pada awalnya, tetapi segera berubah menjadi kenikmatan.

GD tiba-tiba menjadi tidak sabar. Dia tidak bisa menunggu lagi. Dia memaksa Dara untuk mengangkang di punggulnya, mengangkat Dara, dan kemudian membuat dirinya sendiri berhenti.

“Babe… Biarkan aku di dalam,” GD memohon. Suaranya berbisik serak. Dia ingin berteriak SEKARANG tetepi sebaliknya, “Ketika kau siap babe.”

Dara mencengkeram bahu suaminya dengan tangannya dan dengan perlahan menurunkan dirinya ke atas GD.

Mereka saling menatap sampai GD sepenuhnya berada di dalamnya.

Kenikmatan hampir tak tertahankan.

Dara memejamkan mata dan mengeluarkan erangan.

Ketika Dara bergerak ke depan untuk menciumnya, dia merasakan aliran panas dari kegembiraan yang luar biasa. Dia sengaja bergerak lagi. Gerakan lambatnya, gerakan menggoda yang mengantar GD menjadi liar.

GD mencengkeram pinggulnya dan menunjukkan pada Dara apa yang GD ingin dia lakukan.

Percintaan mereka menjadi gila-gilaan.

Keduanya lepas kendali.

GD mencapai puncaknya sebelum Dara tetapi dia membantu Dara mendapatkannya ketika GD menyelipkan tangannya turun di antara tautan tubuh mereka dan membelainya.

Dara mempererat pelukannya dan membenamkan wajahnya di lekuk leher GD.

Dia membisikkan nama GD ketika dia mencapai orgasme.

GD memeluknya erat selama beberapa menit, kemudian menyenggol dagu Dara dan menciumnya keras.

“Ini begitu panas” kata Dara merona.

“Jadi kau ingin memberitahuku sesuatu.” GD bertanya menggoda.

“Aku tidak ada ide.”


~ to be continue ~

<< Back  Next >>

Advertisements

48 thoughts on “Someone like HER #16

  1. Sulli lain kali ingat tu nama istri boss jiyong. Jadi sulli mau kerja di mana ya. kesian sulli.
    OMo apa mereka buat di padang rumput???? *muka polos.
    emang ya pengantin baru mau buatnya di mana2 aja. Kekekeke

    Nextchap_fighting. 🙂

  2. lain kali jangan kasar yah sulli sama tamu
    baru tau kan kalau orang yang kamu anggap sebagai pelac*r penggali emas itu adalah istri dari pemilik perusahaan ???
    oh tidak…tolong jangan lakukan hal itu lagi dialam bebas
    aigooo…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s