THAT VAMPIRE [Oneshoot]

that vampir

Judul    : That Vampire

Author : Defta

            (IG) Youngrim_gd

Cast     :Kwon Jiyong

             SanDara Park

Genre   : Fantasy, romance, sad

Anyeong Defta is back, Defta share FF oneshoot lagi, tapi kalau banyak yang reques Defta bisa nambahin sequel dari FF ini

Sebelum membaca perhatikan

  1. Setiap tulisan italic adalah pemikiran dari Kwon Jiyong.
  2. Diawal aka nada percakapan 3 orang yeoja, Defta males kasih nama, jadi Defta cuma kasih keterangan warna aja.
  3. Setting waktu yang Defta buat adalah tahun 1998.
  4. FF ini adalah FF fantasy jadi jika ada hal yang tidak masuk di akal mohon dimaklumi.
  5. Typo bertebaran, walau udah disunting tetep aja ada yang ketinggalan.

Happy Reading Guys, RCL please

****

Seberkas cahaya menyilaukan retina seorang namja yang tengah terlelap. Dan dengan paksa namja itu membuka kelopak matanya. Sepasang pupil coklat emas menjelajah seisi ruangan yang terasa aneh baginya.

“Dimana aku ?” pikirnya berteriak.

“Kau dirumahku Jiyong-ssi” sebuah suara seakan menjawab pertanyaan Jiyong yang sama-sekali tidak ia lontarkan dari mulutnya.

“Dosisnya sudah tepat, kemarin aku memberimu 4 dan malam harinya kau kejang, lalu aku kurangi dosisnya menjadi 2 dan hasilnya kau siuman”

“siapa yeoja ini ?” Tanya Jiyong dalam pikirnya.

“Namaku Sandara, aku seorang doctor dan kau pasien ku” yeoja bernama SanDara itu kembali menjawab pikiran Jiyong.

“Kau pembaca pikiran ?” terlalu repot mengucapkan lewat mulut, Jiyong kembali hanya memikirkan pertanyaannya.

“Kau tidak sopan, harusnya kau bertanya secara langsung !” yeoja itu berbicara seperti member perintah.

“Kau pembaca pikiran ?” tanpa sadar Jiyong melontarkan apa yang ada dalam pikirannya.

“Ne, aku pembaca pikiran. Ini jam minum obat, bisakah kau duduk !”

Kembali tanpa membantah Jiyong menuruti perintah Sandara.

“Minumlah !” SanDara menyodorkan 2 buah kapsul serupa, dan lagi-lagi Jiyong menurutinya tanpa perlawanan, walau sebenarnya otaknya tidak menginginkan hal itu.

Rasa manis menghapiri tenggorokan Jiyong ketika ia menelan kapsul berwarna merah itu, rasa itu sangat familiar baginya, tapi ini lebih manis dan lezat ini adalah “Darah ?” desis Jiyong tanpa sadar. Entah kenapa otak dan perbuatannya tidak berjalan seiringan seakan ia dalam pengaruh “Sugestion ?”

“Ne, aku suggestion, semua kalimat perintah yang aku ucapkan menjadi sebuah perintah yang tak bisa ditolak, banyak orang yang mengatakan aku sebagai penyihir karena kemampuanku itu, ya setidakknya aku penyihir cantik.”

Semua perkataan SanDara membuat Jiyong focus pada yeoja dihadapannya ini, dan menyadari sebuah hal yang sangat penting.

“Kau mortal, bagimana kau bisa mengenalku ?”

“Haish kau jeli sekali, ne aku seorang mortal, half blood setengah manusia, dan tentang mengenalmu itu….”

#FLASHBACK

pub yang sedang ramai-ramainya pengunjung, semua manusia dan vampir sama-sama meliukkan badannya menurut irama, kecuali Tiga orang yeoja tangah berbincang di salah satu meja.

“Kau sudah mendengarnya, Jiyong oppa mencoba bunuh diri lagi”

“lagi ? apa lagi kali ini ? bukankah kemarin dia meminum racun”

“Iya bahkan racun terkuatpun tak bisa membunuhnya, apa yang ia lakukan ?”

“ku dengar dia melompat ke jurang, beberapa tulang rusuknya patah, tapi dia tetap selamat”

“Aku jadi penasaran, kenapa Jiyong oppa bisa sekuat itu, aku tau vampir makhluk abadi, tapi vampir juga bisa mati benar kan”

“Jiyong oppa tidak akan mati, walau tubuh dalamnya hancur dia akan tetap hidup, setauku dia meminum darah putra abadinya”

“bukankah putranya mati karna kebakaran di kelasnya ?”

“Ada kabar bahwa kelas itu di dibakar untuk menyamarkan kematian putra jiyong oppa, kalian taukan kalau kehadiran anak  abadi akan sangat berbahaya, jadi jiyong oppa membunuhnya”

“Hidupnya pasti sangat berat”

 “Tentu, siapa yang bisa kuat jika menjalani kehidupan seperti itu, istrinya meninggal ketika melahirkan putra mereka dan putra yang sangat ia sayangi ternaya menjadi anak abadi, anak itu berhenti tumbuh saat usianya baru 6 tahun. Padahal vampir abadi seharusnya berusia 18 tahun”

“Kau benar, aku jadi takut untuk memiliki anak”

“Kenapa ? kudengar penyatuan sesama vampir rasanya  benar-benar nikmat, tidak seperti saat melakukannya dengan manusia”

“Benar, bahkan aku sangat ingin melahirkan dan memiliki seorang putra”

“Kalian tidak takut kalau melahirkan anak abadi”

“Kalau itu anak abadi tinggal sibunuh saja”

“Setuju, lagi pula banyak vampir abadi yang dilahrkan salah satunya Jiyong oppa sendiri”

“Ah aku jadi membayangkan bisa bersanding dengannya”

“Kau terlalu bermimpi, apa kau tau alasan Jiyong oppa meminum darah putra abadinya ? itu karena dia ingin hidup dengan menyiksa dirinya, karna ia ingin merasakan kesakitan seperti yang dialami istri dan anaknya”

“Wah sungguh pria sejati”

Tanpa mereka ketahui seorang yeoja lain tengah menjamkan telinganya untuk medengar pembicaraan mereka.

#FLASHBACK END

Rahasia” SanDara tersenyum dengan sangat manis.

“oh ya, bisakah kau tidak menyakiti tubuhmu lagi, kau tau kau sudah seperti mayat berjalan !”

“Aku memang mayat” Jiyong membalas dengan ketus.

“Aniya, kau masih hidup, aku harus pergi bekerja, kau bisa berkeliling rumah ini, tapi kau tak bisa pergi dari rumah ini, obatmu ada dalam kulkas, minum 2 kapsul saat siang hari, jangan lebih karna kau bisa kejang nanti. Dan jangan menggunakan kekuatanmu untuk menyakiti tubuhmu sendiri mengerti !” SanDara berucap dengan nada memerintah.

“Aku pergi” seru SanDara seraya berlalu meninggalkan Jiyong.

“Yeoja aneh” pikir jiyog.

“Aku bisa mendengarnya Jiyong-ssi” teriak SanDara dari luar kamar.

###

Seharian dikuruang dalam sebuah sangkar mewah benar-benar membuat Jiyong frustasi, dia mencoba pergi dari sangkar yang mengurungnya itu tapi setiap ia mendekati pintu atau jendela dia akan selalu berbalik, otak dan perbuatannya kembali tidak berjalan seiringan.

Ketika siang tubuhnya otomatis menuju kulkas dan mengambil obat yang mirip seperti yang diberkan SanDara padanya tadi pagi, ia ingin meminum semua obat itu tapi yang masuk kedalam mulutnya hanya 2 butir.

Jiyong mencoba menggunakan kekuatan pengendali suhu tubuhnya untuk menyakiti tubuhnya, tapi ia sama sekali tidak berhasil, semua persis yang diperintaahkan Sandara.

“Aku pulang” SanDara memasuki rumah saat Jiyong tengah duduk di sofa. “Kau pasti bosan” Dara duduk disamping Jiyong.

“Kau bekerja ?”

“Ne, aku seorang doctor di seoul hospital, aku bekerja di gedung yang arsiteknya berada disampingku saat ini” SanDara mendesah dengan keras karna lelah.

“Kau tau hal itu juga ?” Jiyong tersenyum kecut. “Kau benar-benar penyihir.”

###

Seberkas cahaya kembali mengganggu tidur seornag namja. Namja itupun bangun dengan kerutan didahinya, ini hari ke 3 dia berada di dalam sangkar emas yang membuat  ia serasa terlahir kembali. Yeoja, seorang yeoja yang biasanya mengusik pagi indahnya tapi kali ini tidak terdengar suaranya.

Namja itupun keluar dari kamar yang ia tempati.

“Sandara-ssi ?” panggilnya.

“Oh Jiyong ssi kau sudah bangun, apa aku mengganggu tidurmu ? aku minta maaf”

“Ini aneh kenapa yeoja aneh ini tiba-tiba beruabah ?”  pikiran Jiyong berteriak.

“Apa kau baik-baik sja Sandara-ssi ?” tanya Jiyong saat melihat Dara beralan dengan sempoyongan.

“Tidak, aku hanya frustasi, kau yang membuatku seperti ini ? kau benar-benar pandai bersandiwara Jiyong-ssi, bagaimana kau dengan mudah menerima dan melakukan sugestiku ? kau seharusnya berontak Jiyong-ssi kau membuatku merasa bersalah, kau mengucapkan kata yang baik dan sopan didepanku tapi diotakmu kau mengucapkan sumpah serapahmu untukku, ini membuatku bing….” #BRAKKK SanDara hampir saja jatuh kelantai kalau saja Jiyong tidak segera meraih tubuh mungil yeoja itu.

Jiyong menggendong tubuh Dara dengan bridal style dan membawanya kekamar yeoja itu, Jiyong hanya menatap pintu berwarna pink dihadapannya dan pintu itu otomatis terbuka.

Namja itu meletakan tubuh Dara diatas kasur dengan hati-hati seolah-olah tubuh yeoja itu sangat rapuh, sebuah selimut kemudian menutupi tubuh SanDara atas perintah otak  Jiyong.

Jiyong kemudian menatap kelapak tangan kirinya, memejamkan mata dan kumudian telapak tangan itu menjadi sangat dingin sedingin es, sedikit ragu, Jiyong menaruh tangannya di dahi dara, mencoba menurunkan suhu tubuh Dara yang panas.

“Kau membuatku bingung” SanDara mengigau dalam tidurnya.

Jiyong tersenyum miring, kemudian mengedarkan pandagannya ke penjuru kamar dara, dia baru menyadarinya, foto-fotonya terpampang nyata di salah satu sisi tembok kamar itu, tak hanya fotonya sendiri, foto putra abadinya Kwon MinHo dan istrinya Ahn Sohee atau lebih tepatnya Kwon Sohee. Jiyong menarik tangannya kemudian mendekati tembok itu, beberapa karyanya saat masih menjadi seorang arsitek juga ada “darimana ia mendapatkan semua foto ini ?”.

Ia semakin menjelajah seisi ruangan itu dan berhenti disebuah semari setinggi 1 meter, diatas lemari itu ada stetoscop dan sebuah buku “apa ini buku diarynya” Jiyong mengambilnya dan kemudian membaca halaman pertama dari buku tersebut.

“PARK SANDARA” tubuh Jiyong membeku melihat halaman pertama buku itu, SanDara bermarga Park, berarti dia dari klan…

“Apa yang kau lakukan ?” Dara dengan wajah pucatnya tiba-tiba berada dihadapan Jiyong dan mengambil buku diarinya dari tangan Jiyong

Tak kehabisan akal Jiyong mencari jas kerja Sandara, dia menatap jas putih yang berada di sudut ruangan, jas  itu melayang dan turun tepat di tangan Jiyong. Jiyong melihat tanda pengenal di jas SanDara dan nama itu kembali terpampang nyata PARK SANDARA.

SanDara kembali merebut jas putihnya dari tangan Jiyong.

“Kau dari klan Park ?”

Jiyong dan Dara tengan duduk berhadapan di sebuah ruangan.

“Jelaskan padaku sekarang Park Sandara-ssi”

“Jangan sebut margaku dengan nada menghina Jiyong-ssi”

“Kenapa ? kau tersinggung park ?”

“Diam dan dengarkan, kau boleh pergi setelah aku menyelesaikan ucapanku !, itu marga ayahku Jiyong-ssi, ya aku seorang park, aku klan park dan aku adalah anak dari Park Jin Young, pendiri kalan park, klan yang sangat kau benci. Dan aku aku adalah putri dari musuh terbesarmu. Aku tak tahu kenapa kau membenci ayaku, dia seorang namja yang baik…”

“Itu dihadapanmu, dia adalah berengsek, dia pecundang dan sampah.”

“Jangan pernah menghina dia dihadapanku !, bagiku dia tetep ayah terbaik di dunia. Aku tak mau ayahku memliki seoang musuh, ku mohon jika ayahku bersalah tolong maafkan dia”

“Maaf ? aku akan menyelesaikan sendiri dengannya, tak ada kata maaf untuknya.”

“baiklah, ayahku tidak pernah berada di markas besar park, dia selalu berada dirumah, rumah kami, rumah diaman aku dilahirkan dan di besarkan, itu di busan, 274 KM arah selatan dari ibu kota, di dalam sebuah hutan pinus.”

“Itu sebabnya aku tak bisa melacaknya, dasar pecundang.”

“Kau salah, dia disana karna aku, aku sering sakit-sakitan waktu kecil, jadi ia membangun rumah untukku di dalam hutan pinus untuk mencari uDara yang bersih” Dara masih berusaha keras meyakinkan kebaikan ayahnya.

“ Aku sudah selesai” nafas Dara terasa ringan seolah dia baru melepaskan beban yang sangat berat.

“Aku pergi” Jiyong bangkit dri posisi duduknya dan pegi dari rumah besar itu.

“mianhae Jiyong-ssi, saranghae”.

Suara pintu terbuka menggema di sebuah rumah besar yang menjadi markas besar sebuah klan bernama KWON.

“Hyung kau sudah pulang ?”

“Jiyong kau hari mana saja ?”

“Ku kira kau sudah mati”

“oppa kau baik-baik saja”

Seungri, Seunghyun, Bom dna Chaerin bertanya secara berurutan.

“Aku baik-baik saja” Jiyong tersenyum kecut. “Aku harus menyiapkan sesuatu”

“Kau baru pulang kau akan pergi lagi ?” tanya Chaerin.

“Ne chae, kalian dirumah saja, ada sesuatu yang hars aku lakukan” sebuah pisau yang terbuat dari kayu, melayang diuDara dan menuju ke tangan namja yang memiiki kekuatan telekinesis –Jiyong-

“Untuk apa kayu itu hyung ? kau tidak berniat bunuh diri kan” . Seungri mencoba meraih pisau itu dari genggaman Jiyong.

“Tidak Seungri-ah saat ini aku memiliki alasan untuk hidup” Jiyong menyingkirkan tangan Seungri.

Suara bominator menggema “Heh bangsat busuk apa yang ingin kau lakukan ?”

“Bom bisakah kau berbicara halus ?” seunghyun menyenggol lengan Bom.

“Bom noona, Seunghyun hyung tolong jaga kedua adikku ini eoh ! aku akan pergi sebentar”

“Hyung”. “Oppa”

“Aku akan menemui Jin Young !” Jiyong akhirnya memberitahu tujuannya.

“Ketua klan park ?” mereka ber4 berseru bersama.

Bom menentang keras sambil menahan tubuh Jiyong dengan kekuatan mematikan syaraf miliknya “Kau gila Jiyong”

“Kau tau lokasinya ? bagaimana kau bisa tau ? 60 tahun sudah kau mencarinya”

“mereka bersembunyi di balik pohon pinus, kalian tahukan bau pohon pinus mengganggu penciuman semua vampir”

“Siapa itu SanDara Park oppa?”

“Chaerin ?” semua orang terkejut mendengar ucapan Chaerin, Chaerin memiliki kemampuan menggambarkan pikiran orang lain, beberbeda dengan membaca pikiran, kemampuan Chaerin hanya sebatas mengetahui siapa yang sedang dipirkan orang lain, tidak lebih.

“Bom eonnie, tetap matikan syaraf kaki Jiyong oppa, senghyun oppa bawa Jiyong oppa ke ruang kita sekarang !” perintah Chaerin yang langsung dijawab anggukan oleh yang diberi perintah.

“Siapa dia ?” tanya Chaerin to the point.

“putri Jinyong, dia yang menculikku 3 hari ini” Jiyong menjawab dengan malas.

“Apa yang dia lakukan selama 3 hari padamu” Bom mengerutkan dahinya.

“Tak ada”

Seungri mendesah. “Kau berbohong hyung”

“Hais kekuatanmu itu menggangguku rat” Jiyong menjitak kepala Seungri namun Seungri hanya menyengir kuda.

“Dia mengobati luka dalamku, dia seorang mortal half blood”

“Lebih baik kau istirahat dulu oppa, besok kau baru berangkat” Chaerin bangkit dari posisi duduknya.

“Tapi chae aku sudah tau alamatnya, dan aku ingin membalaskan dendam appa”

“Kalau kau mencoba pergi hari ini aku akan membakar rumah ini dan kami ber4 akan mati bersama” ancam Chaerin.

###

Sepasang ibu dan anak tengah berbincang sambil makan, lebih tepatnya hanya si anak yang makan.

“Eomma sangat merindukan rasa dari kimchi” wanita paruh baya itu mendesah.

“Hey, setidaknya eomma punya aku yang bisa mencicipi masakan eomma sampai kapanpun” sang anak mencoba mengibur eommanya.

“benar, makan yang banyak dara-ah” dengan sayang wanita itu mengelus surai panjang putrinya.

“Dimana appa ?” sambil menyeruput supnya SanDara bertanya.

Eommanya memasang wajah cemberut. “Kau tau dia dimana”

“Dia tidak tau kalau aku disini ?”

“Tidak, dia terlalu sibuk dengan ruangannya itu, entah apa yang ada di dalamnya”

“Aku akan datang untuk melihatnya” Dara bangkit dan berjalan menuju tangga yang mengarah ke bawah rumah megah itu.

Dia sampai didepan pintu saat suara benda terjatuh terdengar sangat keras. Ia mencoba memfokuskan otaknya mencoba mendengarkan pikiran orang yang berada di dalam, tapi gagal ruangan itu peredam kuasa, Dara mendesah saat mengingatnya.

Dara meraih knop pintu dan saat memutarnya pintu itu terbuka “biasanya pintu ini selalu terkunci” pikir dara.

#BRAK suara itu terdengar lagi, Dara memasuki ruangan rahasia ayahnya dengan perlahan, kemudian matanya disambut dengan pemandangan mengerikan seorang namja tengah jatuh tersungkur, suara tadi ternyata suara benturan tubuh namja itu dengan tembok.

“bangun nak” suara berat appa Dara terdengar penuh amarah.

Dara memicingkan matanya melihat siapa namja itu dan sesaat kemudian membulat sempurna mengetahui siapa namja itu, namja yang 3 hari berada di rumahnya yang hanya dalam waktu 3 hari membuat darasangat mencintainya.

##

“Bangun nak”

Jiyong bangkit, tubuhnya serasa rembuk, sebuah pisau dari kayu yang berusia 1 abad masih tergenggam di tangan kanannya.

Dia mencoba menyerang wajah pria paruh baya di hadapannya, tapi tentu saja gagal, tubuhnya terlalu lebah untuk tandingan seorang ketua klan terbesar di korea. Pria paruh baya itu mencengkram kerah baju Jiyong dan akan memukul wajah Jiyong saat….

“Appa hentikan” pria itu tau itu suara putrinya, penyihir kecilnya, dia dengan patuh  melepas sengkramannya dan melemparkan Jiyong ke lantai.

Apa itu yeoja aneh ? pikir Jiyong, pandangnnya mulai kabur karna darah sudah menurupi wajanhya.

“Jiyong-ssi gwencana ?” Dara meraih tubuh Jiyong dan melihat kondisinya.

“Kau mengenalnya Dara-ah”  ayah Dara memegang bahu dara.

“hem, bahkan aku yang memberitahu padanya kalau appa ada di sini” Dara masih melihat kondisi Jiyong, saat tangan Jiyong mendorong tubuh Dara membuat yeoja kecil itu jatuh terjungkal.

“berengsek kau, kau menyakiti putriku”

“Kau membunuh ayahku, kau membunuh seluruh klan ayahku, siapa yang lebih berengsek”

Tn Park Jiyoung sudah akan melayangkan tinjunya saat lagi-lagi Dara menghentikannya, tinju itu masih di udara, ia tak peduli lagi tanpa menuruti keinginan putrinya ia menonjok wajah Jiyong membuat namja itu tak sadarkan diri.

“APPA” jerit Dara. Yeoja itu lantas bangkit dan bersimpuh dihadapan jiyng. “Dia namja yang aku ceritakan pada appa”

Jinyoung berjalan keluar ruangan dan memanggil sebuah nama “Park Woo Young” dan seornag namja dengan kekuatan teleport datang dengan tiba-tiba.

“Kau ingin membawanya pergi dara-ah” jinyoung berbicara dengan lembut.

“Ne”

“bawa mereka ke rumah dara”

“Siap tuan”

Dara memapah tubuh Jiyong hingga keluar ruangan, karna ruangan itu benar-benar kedap kekuatan, semua kekuatan tak ada yang bisa mempan di dalam ruangan itu.

Saat sampai diluar dengan cepat dara, jiong dan namja lain bernama park wooyoung langsung hilang ditelan angin.

Sudah 6 jam semenjak mereka sampai di rumah dara, Dara sudah memberikan 2 tetes darahnya pada Jiyong, dia  tak berani memberi lebih karna bisa beresiko.

Dara mendesah, dia sangat khawatir pada Jiyong, dia sangat ingin melihat Jiyong sadar.

Yeoja iru berjalan keliling rumah mencoba menghilangkan kecemasannya, ia melirik arloji di tangannya, sudah pukul 12 malam, saatnya memberi obat lagi kepada Jiyong.

Dengan perlahan SanDara membuka pintu kamar Jiyong, kemudian mengambil sebuah silet di nakas samping ranjang dan menggoreskan silet tajam itu ke ujung jari telunjuk kirinya, tetes demi tetes mulai mengalir jauh dari bekas sayatan itu.

Ia mengarahkan telunjuknya kedepan bibir Jiyong, kemudian ia mengingat sesuatu.

Tes.. tes… tes… tes..tes… tes… 6 tetes darah jatuh kedalam mulut Jiyong, itu 3x dosis bagi Jiyong.

1, 2, 3, 4,5, Jiyong membuka matanya 5 detik kemudian, pupilnya berubah warna menjadi merah, dan tubuhnya kejang beberapa saat.

Namja itu bangkit dari posisi tidurnya dan melihat Dara di sampingnya.

Perlahan namun pasti Dara menaruh kedua tangannya di wajah Jiyong kemudian mengusapnya lembut, Dara duduk disamping Jiyong, masih tetap mengusap wajah Jiyong

Ini pertama kalinya bagi Dara sangat dekat dengan seorang namja, sedikit ragu Dara mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyong, sambil memejamkan mata Dara menempelkan bibirnya ke bibir Jiyong, hanya sekedar bersentuhan pada detik-detik pertama di detik-detik selanjutnya Dara memberanikan diri unruk melumat bibir Jiyong.

Ia melepaskan tautannya saat membutuhkan oksigen untuk bernafas.

Dara menatap wajah Jiyong, pupilnya kembali menjadi hitam, dan Jiyong juga menatapnya.

Aneh, kesan pertama yang diungkapkan Dara ketika menatap wajah Jiyong, dia tak bisa membaca pikiran namja dihadapannya itu, dia semakin gelagapan tat kala Jiyong menarik tubhnya mendekat.

Fokus. Dara mencoba fokus tapi gagal dan yang terjadi selanjutnya Jiyong mencium bibirnya dan menarik tubuh Dara hingga jauh ke ranjang dan kemudian menindihnya.

Yeoja itu diam tanpa membalas semua perlakuan Jiyong, terlalu terkejut dan masih mencoba untuk fokus. Tapi kemudian ia menyerah dia mengikuti alur yang dibuat Jiyong, ia terjebak dalam jeratannya sendiri. Ia tak tau jika akan berlanjut ketahap yang lebih jauh dari berciuman.

Tiba-tiba Dara teringat pembicaraan 3 yeoja di pub beberapa waktu lalu

“kudengar penyatuan sesama vampir rasanya  benar-benar nikmat, tidak seperti saat melakukannya dengan manusia”

Dara menyutujui tentang hal itu, karna saat ini ia tengah merasakannya, surga dunia baginya, dia tak peduli tentang apapun. Persetan dengan semuanya dia menginginkan Jiyong, ia ingin namja itu, ia tak bisa puas jika hanya dengan melihat Jiyong.

###

Dara berada di balkon, tengah berusaha menghubungi eommanya lewat telepati “Eomma, maaf tadi aku belum menghabiskan makananku, aku akan kembali besok dan akan makan dengan lahab, jadi bisakah eomma memasakkan aku sesuatu besok ? oh ya sampaikan pada Appa besok dia harus dihukum karna tidak mematuhi penyihir cantik ini, aku mencintaimu eomma”.

Dara hanya memakai sebuah jeans panjang dan kaos oblong. Ia menatap langit yang masih gelap segelap hati dan pikirannya.

 “Kau tidak kedinginan ?” sebuah suara mengejutkannya, tanpa berbalik Dara masih tetap menatap ke langit. UDara malam memang sangat dingin, membuat Dara sedikit menggigil.

Tapi kemdudian sebuah tangan yang sangat hangat menggengam tangannya menyalurkan kehangatan keseluruh tubuhnya, tentu itu tangan Jiyong yang menggenggam tangannya.

Dara menarik tangannya perlahan “gwomawo”

“Bisa kita bicara sebentar ?”

“Mwo ?” tanpa meminta pesetujuan dara, namja itu menarik tangan Dara masuk kerumah dan mendudukkannya di sebuah sofa.

“Kau ingin mendengarnya langsung dariku atau kau membaca isi pikiranku ?” lanjut Jiyong.

“Aku sedang tidak fokus saat ini, bisa nanti saja ?” Deg deg deg jantung Dara berdetak 2x lebih cepat.

“Tak bisa”

“Kalau begitu bicaralah”

“Pertama aku minta maaf padamu, aku benar-benar tak tau apa yang kulakukan tadi, aku tak bisa berhenti dan aku…”

Dengan cepat Dara memotong perkataan Jiyong “Aniya aku yang memulainya, kau tak perlu meminta maaf”

Jiyong mendesah pelan. “Baiklah, kedua terimakasih karna menyembuhkanku 2x, aku berhutang 2 nyawa padamu, dan aku sudah memikirkan ini, alasan aku membenci ayahmu adalah karna ayahmu yang membuat ayahku meninggal.”

“Memang bukan dengan tangnnya sendiri tapi…..

#Flashback

“Bagaimana apa Park jinyoung ada di markasnya ?” seorang pria paruh baja bernama Yang Hyun suk bertanya ada salah satu ajudannya yang ia suruh untuk menemui park jinyoung.

“Mianhae ketua, tapi mereka bilang tn Park sedang ada urusan penting dan tidak bisa diganggu, aku sudah bilang bahwa anda yang menyuruhku dan aku juga sudah bilang kalau kita dalam ancaman klan Lee” sambil bersujud ajudan itu menyampaikan berita pahit yang ia bawa.

“Sial, Lee soo man sunggguh keterlaluan, kenapa klan merka ingin menyeang klan kita, bahkan aku tak pernah mengganggapnya sebagai musuhku, bisa-bisanya dia….” Hyunsuk mendesah dengan keras.

“Apa yang harus hamba lakukan tuan ?”

“Asingkan Jiyong, Chaerin, Seungri, Bom dan Seunghyun, bawa mereka ketempat yang jauh dan jangan sampai klan lee mengetahuinya mereka vampir baru jadi klan lee belum mengetahui keberadaan mereka di klan kita, sembunyikan mereka kelak mereka yang akan melanjutkan klan kita, kau juga ikutlah bersembunyi bersama mereka dan bimbing mereka. Aku akan berusaha untuk menghubungi JinYoung lagi” suara berat yang terkesan lemah terlontar dari mulut pemimpin serta pendiri klan Yang tersebut.

“Saya akan melaksanakan tugas dengan baik”

“pergilah”

#Flashback end

Dan sampai akhir appamu tidak datang, klan yang sudah hancur yang tersisa hanya kami ke5 anaknya, dan paman kami Yang Sean, 5 tahun kemudian paman Sean ditemukan klan Lee dan diapun tewas terbunuh. 15 tahun selepas kepergiannya aku mendirikan klan Kwon dengan 100 anggota.”

Setets air mata jatuh dari ujung mata Jiyong.

“kau masih ingat tanggal berapa kejadian itu berlangsung ? tanggal klan Yang diserang” SanDara bertanya dengan antusias

“12 November 1938”

“b…berapa ?” wajah Dara berubah menjadi pucat pasi

“12 November 1938, waeyo dara-ssi kenapa wajahmu pucat”

“itu tanggal lahirku, itu tanggal aku dilahirkan. Jiyong-ssi ada yang ingin kupastikan, bisakah kau tetap disini dan menungguku ?” Dara berdiri dengan tergesa-gesa.

“apa yang terjadi”

“Aniya, kumohon tunggu saja aku, aku akan segera kembali !”

###

Dara keluar dari rumahnya, dia kembali memfokuskan pikirannya dan memanggil seseorang yang memiliki kekuatan teleport park woo young. Dan dalam hitungan detik Dara sudah berada di kediaman orang tuanya.

“Appa…. appa eodiga ?” ia berteriak di dalam rumah.

“chagiya kau datang ada apa ?” eomanya turun dari lantai 2 mendengar putrinya berteriak.

“Eomma dimana appa ?”

“kenapa mencari appa ?” suara berat khas orang bangun tidur terdengar jelas dari suara Tn park.

“Appa ada yang ingin aku tanyakan, apa saat aku  lahir ada sebuah klan yang hancur ?” tanya Dara dengan penuh penekanan.

Mata Tn Par membulat sempurna. “Bagaimana kau….”

“Apa yang sebenarnya terjadi appa, tolong beri penjelasan padaku”

“Mungkin sebaiknya kalian tau” Tn park berjalan menuju sofa, diikuti 2 yeoja yang mengekor di belakangnya

#FLASHBACK

Suara tangisan bayi terdengar sangat indah di telinga pria yang sangat menanti kehadirannya bayi itu.

“Sandara, cantiknya putriku” pria itu dengan sayang menggedong bayi yang baru saja lahir.

“Kami akan membersihkannya” seorang perawat mengambil bayi itu dalam gendongan appanya.

Pria itu keluar dari kamar dengan wajah sumringah, tapi kemudian dia disambut oleh salah satu pelayan berwajah suram, ia mendekati pelayan itu dan bertanya apa yang terjadi.

“Maaf baru mengatakan sekarang, tapi klan Yang mendapatkan acaman dari klan lee, beberapa jam yang lalu seorang ajudan menyampaikan kabar ini”

“APA ???” pria itu panik kalang kabut, keringat dingin mengecurur  disekujur tubuhnya.

“Maaf tuan maaf”

“Park Woo young !” teriaknya lagi dan seorang namja tiba di sampingnya dan menunduk hormat. “Bawa aku ke markas Yang sekarang”

Terlambat hanya kata itu yang bisa tergambar sekarang ini, luluh lantah sudah semuanya, darah masih terlihat jelas di seluruh sudut markas besar itu.

Hati Jinyoung serasa dicengkram dengan erat, dia mulai sesak nafas, dia bodoh sangat bodoh. Dia bahkan tak ada saat sahabat terbaiknya membutuhkannya.

Dengan airmata yang terus mengalir dipipinya pria itu menyusuri seluruh markas itu dan kemudian berlari begitu melihat sahabatnya tergelekatk tak berdaya.

“Hyunsuk-ah hyunsuk-ah” pria itu menggoyangkan tubuh ketua klan Yang.

“Jinyoung itukah kau ?”

“ne ini aku bertahanlah”

“Aniya, tolong… tolong jaga … jaga… anak..” Hembusan nafas terakhir dari Yang Hyunsuk diikuti dengan lemasnya tubuh yang sudah tidak bernyawa lagi.

#FLASHBACK end

“Appa mencoba mencari informasi tentang klan Yang, tentang anak Yang Hyun Suk, tapi sama sekali tidak ada, dan ruangan rahasiaku, sebenarnya adalah ruangan untuk pertemuanku dengan mata-mata yang aku suruh untuk mencari keberadaan klan Yang masih tersisa”

“Yeobo kenapa kau baru menceritakannya ? ini sudah 60 tahun yang lalu bukan”

“Mian. Dara-ah dari mana kau tau tentang hal ini ?” Park in Young mencari aliby ntuk mengganti topik pembicaraan.

“Orang yang hampir saja appa bunuh kemarin, dia anggota klan Yang yang masih tersisa, dialah putra Yang hyun suk sahabat appa”

“MWO ?” suara Tn Park meninggi terkejut.

“ne”

“Dimana dia sekarang, appa ingin bicara dengannya”

“Jangan sekarang appa, dia masih sangat membencimu, jika kau mengatakan sekarang dia mungkin akan mengangkap kau mengarang cerita.”

“Dara benar yeobo”

“lalu aku harus bagaimana, aku harus menemuinya dan ke4 saudarantya.”

“Biar aku appa, aku yang akan menjelaskannya”

###

Dara pulang dan memasuki rumah dengan langkah gontai, baru 8langkah berjalan Jiyong sudah menyambutnya dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.

“Jiyong-ssi ottokae ? apa yang harus aku lakukan ? aku bersalah” Dara menangis sejadi-jadinya.

“Dara-ssi waeyo ? apa yang terjadi”

“Klan mu hancur bukan karna appa ku tapi karna a….” #BRAKK Dara jatuh pingsan.

###

Jiyong mengkompres dahi Dara denga telapak tangannya yang sedingin es, hingga yeoja itu terbangun dari pingsannya.

Mereka bertetapan untuk beberapa saat hingga SanDara kembali meneteskan air mata.

“Dara-ssi wayo ? kau kenapa ?” Jiyong menghapus air mata di pipi dara.

“Klanmu, klan yang hancur bukan karna apppa ku, tapi karna aku”

Dahi Jiyong mngkerut “Apa maksudmu ?”

“Appa saat itu tidak bisa menemui utusan dari klan Yang karena saat itu aku sedang di lahirkan, appa berada disisi eomma sewaktu persalinan dari awal sampai akhir”

Jiyong menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Saat kecil aku sangat nakal, aku merusakkan sebuah dokumen penting milik appa, appa sangat marah dan bilang bahwa kelahiranku membawa  kehancuran sebuah klan, waktu itu aku baru berusia 7 tahun aku tak mengerti apapun, aku hanya menangis dengan keras, setelah itu appa merasa bersalah dia meminta maaf padaku ribuan kali dan berjanji akan selalu menuruti semua keinginanku, walau sebenarnya appa dan eomma ku bisa saja menolak sugesti dariku”

“Sekarang aku sadar, klan yang appa maksud adalah klan Yang, klanmu hancur karna aku Jiyong-ssi karna aku…” Dara kembali menagis dangan keras.

Tak tega Jiyongpun menarik Dara dalam pelukannya memberikan kehangatan dari suhu tubuhnya.

 

Saat sebuah kesalahan terjadi, berbuat hal lainlah yang dapat menghapus kesalahan. Sandara Park

END

Next >>

Advertisements

17 thoughts on “THAT VAMPIRE [Oneshoot]

  1. Kereeeeennnn…saya suka sayaa suka thor..hehhe
    Tp ngegantung bnget thor..sequel donk thorr .pliiiiiiissssss
    Pngen liat mment ny dara am jiyong ni thor..pliiiiisss sequel ya thor..HARUS HARUS HARUS YA THOR YG BAIK HATI…
    FIGHTINGGGG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s