Black Wings [Chap. 9]

2g

Author : Hanny G>Dragon (Twitter : @hannytaukand ; IG : @Hannyquack)

Cast : G-Dragon, Sandara Park, Lee Soo Hyuk

Genre : Fantasy, comedy, Romance.

~~~

            Annyeong, mian karena baru bisa update ff nya kekeke, author dilanda kesibukan yang luar biasa, hingga tak bisa menyalurkan imaginasi-imaginiasi aneh author ini, hehe. Semoga ff ini bisa mengobati. Dan author masih belum menentukan bulan puasa nanti hiatus atau tidak karena tergantung mood author yang luar biasa moody-an ini kekeke. Baiklah selamat membaca readersku, oia gumawo buat @sandy yang sudah tanyain kabar ff author hehehe.

Dara Pov

            Gd mengapa seperti ini, ia terus memelukku. Bahkan pagi ini aku terbangun dan mendapati dia berada di sampingku dengan kepalanya bersandar di bahuku. Makhluk ini menjadi manusia namun ia bertingkah seperti hewan peliharaan, aarrrggghhh aku dibuat pusing olehnya.

“Dara, kajja kita berangkat ke kampusmu” ucapnya semangat sambil mengenakan hoodie merahnya. Kiyoooo but mengapa ia selalu ingin ikut aku ke kampus, aku seperti diawasi olehnya.

“Gd-aah, bisakah kau di rumah saja. aku akan ada ujian, jadi aku tak bisa menemanimu di sana. Lagi pula Mino dan Zico tidak ada jadwal kuliah hari ini, mereka sedang ke Jepang untuk pemotretan. Apakah kau mau bersama Soo Hyuk di sana, eung?” ucapku pada Gd, dan ia terlihat menimbang-nimbang apa yang ku katakan.

“Arra, aku akan di rumah saja. aku muak dengan namja tinggi itu. Dia mengingatkanku pada ketua ku di Dark Land. Dara~aaaaaa cepat pulang eeuuung, dan bawakan aku susu beku kesukaanku. Aku akan menjadi anak baik di sini hingga kau pulang nanti. Yakssok” ucapnya dengan wajah yang imut, omooooo kiyoooowoooo overload.

“Ah, ne aku akan membawakan ice cream untukmu. Jaga rumah dan jadi anak baik, arraseo. Annyeooong” ucapku lagi tersenyum kikuk padanya dan brugh.

“Berhati-hati dan cepat kembali, eung. Aku akan menunggumu” ucap Gd yang memelukku erat lalu melepasnya dan tersenyum indah di wajahku. Omo apakah makhluk ini salah makan atau ia kerasukan malaikat atau apa? Mengapa makhluk yang tadinya menyebalkan menjadi menggemaskan seperti ini. Tuhan, cobaan seperti ini sangat berat, aku tak bisa melewati keindahan yang seperti ini, kekeke (curhatan author buat bias, biahaha).

            Aku bergegas pergi menuju kampus, dan sudah seperti biasa Bom menungguku di kantin kampus.

“Dara, kau tidak bersama Gd?” tanya Bom saat aku baru saja mendaratkan pantat indahku di kursi kantin.

“Anni, aku menyuruhnya untuk tetap di apartemen. Kau tahu ia sedang menjadi manusia saat ini. Dia benar-benar aneh, aku seperti mempunyai seekor peliharaan yang sangat manja, tapi menggemaskan. Bom kau sangat mengenal diriku, hal seperti itu tidak bisa ku kendalikan. Bahkan saat aku ingin pergi ia memelukku dan berkata hati-hati dan cepat kembali, omoo aku seperti sedang memerankan tokoh di drama-drama” ucapku bercerita pada Bom.

“Kau menyukai makhluk itu?” tanya Bom membuat mataku terbelalak.

“Aniiiyooooo. Ku bilang ia menggemaskan. Aku tidak bilang aku menyukainya, Bomie. Kajja kita masuk kelas, ujian Kalkulus membuat perutku melilit” ucapku menghindari pertanyaan yang lebih gila dari itu.

Gd Pov

            Sebenarnya aku sangat ingin bersama Dara saat ini, entah kenapa aku sangat ingin selalu bersama dengannya. Sepertinya sifat manusia ini memang menyusahkanku. Sampai kapan aku akan menjadi manusia lemah seperti ini.

“Mengapa aku punya firasat tidak enak, hemm apakah Dara baik-baik saja?” aku bertanya pada diriku sendiri.

“Emm apa yang harus ku lakukan sekarang sambil menunggu Dara pulang. Aaahhh, sepertinya itu menarik aku suka melihat Dara memakai itu “ ucapku lagi saat melihat seperti mainan bagiku. Aku sangat tertarik pada benda-benda itu namun Dara selalu melarangku menyentuhnya. Dasar yeoja pelit, dan sekarang mungkin saat yang tepat untuk mencoba benda-benda itu.kekeke (lagi jadi manusia tetep aja iblisnya masih nyangkut, kekeke).

            Aku sibuk dengan benda-benda Dara, dan saat tak terasa aku mengantuk. Mungkin karena terlalu lama menunggu Dara pulang. Aku pun tertidur dengan di kelilingi benda-benda yang berserakan. Aku membuat ini agar Dara senang jika melihatnya.

~ 2 jam kemudian ~

“Aku pulang, G kau di mana?” teriak Dara yang membuatku terbangun dari tidurku. Aku langsung lari menghampirinya dan emmm, wangi tubuhnya aku sangat menyukainya.

“G, mengapa kau sangat sering memelukku sekarang ini, huh?” tanya Dara berusaha melepaskan pelukan selamat datangku.

“Aku sudah merindukanmu, Dee” ucapku polos, entah aku hanya berkata sesuai apa yang di katakan hatiku.

“Aigooo, saat kau menjadi manusia kau sangat begitu manis rupanya. Ku harap kau menjadi manusia seperti ini saja, kekeke” ucapnya membuatku terpaku. Apakah ia menginginkan aku menjadi manusia sepertinya?

“Dee, aku ada kejutan untukmu. Kajja” ucapku menyeretnya menuju kamar Dara.

“Tadaaaaaa, aku menggambarnya sendiri. bagus bukan?” ucapku dengan bangga namun mengapa seperti aura hitam keluar dari tubuh Dara. dan dia berwajah menyeramkan.

“Yaaaak!!!! Apa yang kau lakukan, huh? mengapa kau menyentuh kosmetik mahalku. Omo lipstik dan eyeliner ku. Mengapa kau menggambar ini dengan alat kosmetikku G?” ucap Dara marah.

“Emm, aku tidak tahu bahwa itu tidak boleh di pakai menggambar. Aku hanya tertarik pada benda-benda itu. Karena benda-benda itu bisa membuatmu semakin cantik dan aku membuat gambar dirimu dan aku di dinding dengan alat itu agar gambar nya secantik dirimu. Aku tidak tahu bahwa kau akan marah seperti ini padaku. Aku menunggumu seharian dan ini yang kulakukan. Dan kau memarahiku, aku…aku tak apa jika kau menghukumku” ucapku dengan menunduk. Ingin sekali aku mengatakan yang seharusnya manusia katakan jika berbuat salah namun ego dewa kejahatanku masih tidak mengizinkannya.

Author Pov

            Dara yang mendengar penjelasan yang sangat manis dari seorang Gd dewa kejahatan yang kini sedang menjadi manusia membuat hatinya dan perutnya seperti tergelitik. Dara tersenyum melihat tingkah Gd yang manis dan polos seperti itu dan kini ia menunduk bersalah. Bagaimana bisa Dara menghukum namja manis seperti itu. Dia bahkan lebih lucu daripada anak anjing yang paling lucu.

“Baiklah kemari, kau harus di hukum” ucap Dara tegas dan Gd pun menghampiri Dara dengan masih menundukkan kepala.

“Anak manis, aku memaafkanmu kali ini. Mian membuatmu menunggu sepanjang hari” ucap Dara mengelus-ngelus rambut hitam Gd dengan lembut.

“Dee, aku bukan anak-anak. Perlakukan aku seperti namja dewasa” ucap Gd menghentikan gerak tangan Dara pada rambutnya.

“Mwo? Namja dewasa yang menggambar dengan peralatan kosmetikku?” ejek Dara pada Gd. namun Gd menatap Dara intens, membuat wajah mereka sangat dekat.

            Gd semakin mendekatkan wajahnya pada Dara, semakin dekat dan dekat hingga tidak ada jarak di antara mereka dan refleks Dara menutup matanya dan pluk.

“Aku lapar” ucap Gd yang menaruh kepalanya di bahu kanan Dara, dan membuat Dara membuka matanya kembali.

“Aah, arrasso. Aku akan membuatkan mu makanan. Kau mandi lah dulu” ucap Dara kikuk. Ia mengutuki otaknya yang sempat berfikiran bodoh.

~15 Menit kemudian ~

“Deeeeee, aku tidak menemukan sabun kepala” ucap Gd yang menyebut shampo adalah sabun kepala baginya.

“Yak!!! Bukankah selalu ada di rak kamar mandi. Kau cari dulu. Aku sedang memasak” teriak Dara dari dapur.

“Mollaaaaa~ aku tidak menemukannya. Pallli kemari sebentar” teriak Gd dari kamar mandi.

“Aiigoo, namja ini. Ia berkata ingin di perlakukan seperti namja dewasa tapi tingkahny seperti bocah 5 tahun” gerutu Dara namun ia melangkah menuju kamar mandi.

“bukankah sudah ku bilang ada di sini” ucap Dara masuk begitu saja ke dalam kamar mandi. Krik, krik, krik, krik krik.

“Huwwwwaaaaaaaaaaaaaa” teriak Dara sangat kencang. Mungkin terdengar sampai 40 rumah tetangganya. Dara pun menutup matanya yang sudah melihat tubuh makhluk yang baru saja menjadi manusia beberapa hari.

“Kau kenapa?” tanya Gd polos.

“Yakkk!! Pakai handukmu. Kau tidak boleh memperlihatkan itu padaku. Cepat pakai handukmu” ucap Dara masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“aku tidak memperlihatnya padamu. kau sendiri yang masuk tiba-tiba” ucap Gd namun ia menuruti perintah Dara dan melilitkan handuk putih di pinggulnya menutupi daerah yang menunjukkan ia benar-benar seorang namja dewasa.

“Aku sudah memakai handuk” ucap Gd membuat Dara melepaskan kedua tangannya dari wajah.

“Lain kali jangan seperti itu. Aku bisa mati karena melihat yang seperti itu” ucap Dara sambil mengamati siluet tubuh Gd yang membuat hidungnya ingin mengeluarkan darah segar.

“Bukankah Bom nuna sangat menyukai hal yang seperti di sini?” ucap Gd menunjuk polos yang menonjol indah di balik handuknya.

“Jangan menunjuk itu. Aku berbeda dengan Bom. Dia maniak. Sudahlah ayo kita cari shamponya” ucap Dara mengalihkan pembicaraan, karena otaknya akan meledak jika melihat tubuh indah di depannya terlalu lama.

“Ini dia. aigooo pasti terjatuh hinga ada di bawah seperti ini. Baiklah kau lanjutkan mandi dan aku akan menunggu mu di meja makan” ucap Dara hedak keluar dari kamar mandi namun tubuhnya di hentikan hingga ia mematung.

“Bisakah kau membersihkan rambutku? aku tidak terlalu suka sabun kepala, dia selalu nakal pada mataku hingga menyebabkan mataku perih” ucap Gd memeluk tubuh Dara dengan tubuhnya yang emm hanya di tutupi handuk kecil dan tonjolan itu terasa di pangkal paha Dara karena Gd memeluknya dari samping tubuhnya.

“Kajja, selesaikan cobaan indah ini. Ini menyiksaku” ucap Dara melepaskan dan menarik Gd masuk ke dalam bathtub dan ia segera membersihkan rambut Gd dengan shampo di tanganya.

Hening~

“Dee~~~” ucap Gd memecah keheningan.

“Jangan berbicara, aku tidak ingin berbicara padamu jika kau sedang seperti ini” ucap Dara yang sedang membersihkan rambut Gd dengan busa-busa berbau harum namun matanya hanya melihat pada langit-langit. Dara tidak ingin jika ia melihat Gd hidungnya akan mimisan seperti orang pervert.

~Kyuuuut ~

            Gd menarik tengkuk leher Dara yang bisa dengan mudah ia gapai dengan tangannya yang lumayan panjang. Hingga Dara tertunduk dan melihat tepat ke manik bola mata indah Gd.

“Jangan berwajah seperti itu. Jangan memalingkan wajah padaku. Apakah aku menyakitimu, hingga kau berwajah seperti ini” ucap Gd dan mengelus lembut wajah Dara yang tertunduk melihatnya.

“Anni, aku hanya emm sudahlah. aku akan menyelesaikan ini dan kita akan segera makan” ucap Dara lalu membasuh kepala Gd dengan air yang keluar dari shower.

“Baiklah, kau lanjutkan mandi. Dan jangan terluka, eoh” ucap Dara dan berhasil keluar dari kamar mandi.

“Deee~ kau tidak ingin membersihkan badanku juga?” teriak Gd saat Dara menutup pintu kamar mandinya.

“Yak!!!! Berhenti berbicara cepat selesaikan mandimu atau kau tidak boleh makan” teriak Dara dari luar kamar mandi membuat yang berada di dalam kamar mandi dengan cepat menyelesaikan mandinya.

~ Malam Hari ~

“ Dee, kau sedang apa?” ucap Gd mulai bosan karena Dara sibuk dengan laptopnya.

“Aku sedang mengerjakan tugas. Jika kau mengantuk pergilah ke kamarmu. Jangan tidur di kamarku lagi, arra” ucap Dara tanpa mengalihkan pandangannya pada layar laptopnya.

“Anniyo, aku tidak mengantuk. Aku akan menunggumu” ucap Gd lagi namun ia bertingkah sangat mengganggu Dara, entah dia yang salalu ingin melihat ketika Dara hingga kepalanya menghalangi pandangan Dara, atau ia bersenandung dengan nada yang tidak beraturan membuat Dara memutar kepalanya.

“Apa yang kau inginkan? Kau lapar?” tanya Dara pada Gd yang sedang berguling-guling di kasur Dara.

“Aku tidak lapar. Aku hanya ingin bermain bersama” ucap Gd dengan wajah yang polos.

“Huft, baiklah. Kau ingin kita main apa?” tanya Dara lagi.

“Aah, aku ingin mencoba ini. Bisakah kita berpura-pura seperti ini?” ucap Gd menunjukan sebuah majalah dan saat Dara melihatnya di lembaran majalah yang Gd tunjukan adalah sepasang namja dan yeoja sedang berciuman.

“Yak!! Kau dapat dari mana majalah ini, huh?” ucap Dara murka. Bisa-bisanya otak polos Gd melihat hal seperti itu.

“Bom nuna yang memberikannya saat aku ikut dengan mu ke kampus. Ia menitipkan aku ini dan saat aku ingin kembalikan ia memberinkannya padaku, ia bilang aku harus banyak belajar dari sini” jelas Gd dan kini Dara menggaruk kepalanya yang pecah.

“Bomiieeeeee, kauuuuuuu” geram Dara.

“Memang ini apa? Saat aku melihat ini, aku ingin melakukannya dengan Dara” ucap Gd lagi sambil membuat mulutnya seperti paruh bebek.

“Yak!!!! Jangan melihat hal-hal seperti ini lagi. Kau menjadi manusia lumayan menyusahkan. Kemana keangkuhanmu sebagai dewa kejahatan, huh? apakah hilang begitu saja hingga kau polos seperti ini?” tanya Dara, namun gd hanya mengangkat kedua bahunya acuh.

“Baiklah jika kau tidak ingin kita melakukan itu, bisakah kau membacakan aku buku cerita agar aku tertidur?” ucap Gd menerahkan buku cerita anak dan ia menjatuhkan kepalanya tepat di kedua paha Dara.

“Baiklah jika ini membuatmu tidur” ucap Dara lalu membacakan dongeng Snow white dan setengah cerita Gd sudah tertidur, bukan karena dongeng namun karena Gd merasa nyaman tidur berbantal kedua paha Dara.

            Darapun membiarkan Gd tidur di tempat tidurnya, ia pun melanjutkan tugas kuliahnya yang tak kunjung selesai karena ulah Gd. namun saat Dara hendak melanjutkan tugasnya, Praaaang, bruuuk, praaaang. Dari luar kamar Dara terdengar benda-benda berjatuhan dan angin sangat kencang. Dara pun bergegas keluar kamar dan saat ia melihat apa yang terjadi, apartemenya seperti terkena gempa bumi. Ruang tv dan dapur berantakan semua barang pecah dan berserakan. Dan sosok hitam gelap dengan sayap besar yang hitam pekat namun hanya sebelah mendekatinya dengan gerakan cepat. Dan Plaaaak.

            Dara terpental, tubuhnya melayang dan kulit pipinya memerah dan memar. Sosok itu mendekati tubuh Dara lagi, ia mencengkram kuat lehar Dara hingga Dara tercekat.

“Hentikan!!! Bukankah kau mencariku, lepaskan dia” ucap Gd di ambang pintu kamar. Membuat sang sosok dewi kejahatan itu menatapnya tajam.

“Apakah kau bersenang-senang dengan yeoja ini, hingga kau tak mengingatku yang sedang terluka?” ucap dewi kejahatan itu masih mencengkaram leher Dara.

“Lepaskan, Elwing” kini Gd menarik Dara dari cengkraman Elwing dewi kejahatan yang menunggu Gd.

“Bisakah kita bicara dengan baik” ucap Gd lagi pada sosok sebangsanya, sambil meletakan tubuh Dara yang kesakitan di sofa.

“Baiklah, kita bicara sesuai dengan bangsa sayap hitam” ucap Elwing dengan sinis. Ia tahu bahwa Gd sedang menjadi manusia. Bangsa sayap hitam sudah mengetahui bahwa Gd adalah dewa kejahatan setengah manusia.

Gd Pov

            Aku sedang tertidur, lalu insting ku membangunkanku. Ternyata benar saat mendengar keributan, aku melihat tubuh Dara terpental karena tamparan Elwing. Entahlah mengapa ia bisa di sini, namun melihat nya seperti itu aku sudah tahu bahwa ia sangat marah. Aku tidak bisa melawan Elwing, tidak dan tidak akan pernah. Namun aku juga tidak bisa melihat Dara tersakiti seperti itu. Aku merasakan sakit yang lebih jika melihatnya kesakitan.

            Aku membujuk Elwing untuk berbicara sesama bangsa sayap hitam, ku letakkan tubuh Dara di sofa. Pipi halusnya terlihat memar dan membiru, lehernya memerah karena cengkraman tangan Elwing.

“Mianhae, aku akan segera kembali” ucapku~ “Mianhae” kata yang tak pernah bisa ku ucapkan kini terucap begitu saja namun begitu menyakitkan di hatiku saat aku mengatakannya pada Dara yang tak sadarkan diri dan tubuhnya lebam seperti itu, dan kini aku pergi bersama Elwing meninggalkan Dara yang sedang dalam kondisi seperti itu.

“Mianhae, jeongmal mianhae Dee” lirihku dalam hati.

TBC

next>>

Nb: tinggalkan jejak nee, mian jika typo berserakan di mana-mana. Love ya~~~

Advertisements

44 thoughts on “Black Wings [Chap. 9]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s