Marked by A Dragon [10] : G.Z. vs Y.G.?

marked-by-a-dragon

Author : Sparrow101 || Source : AFF ||  Translator : @azieziy

Moon Geun Young Pov

Aku sangat yakin aku berada di kamar yang benar. Sempat berpikir, apakah aku salah? Tapi aku baru saja mendengar suara yang sudah sangat aku kenal. Itu suara GD. Apakah dia baru saja tertawa? Aku pikir itu bukan dia. Karena sangat penasaran, aku membuka pintu, cukup untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam. Yeah aku sedang mengintip sekarang.

Aku melihat dia di tempat tidurnya.. aku melihat di sekitarnya dan terkejut. Aku menahan nafas untuk waktu yang cukup lama. Aku tidak ingat berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk mengembalikan kesadaranku.

Aku sangat terkejut melihat seorang gadis di tempat tidurnya. kemudian, aku melihat  gadis itu menendangnya, membuat master Jiyong marah. Dia sangat menikmati waktunya, menggoda master dengan berlarian di kamarnya.

Bagaimana jika master tersandung? Aku akan membunuh gadis itu jika itu sampai terjadi.

“Kasihan kamu little baby,, kamu tidak bisa melihatku sekarang?” aku mendengarnnya dengan sangat jelas, berani sekali dia. Apakah dia sedang mengejek master kami? Panggilan menjijikkan untuknya itu cukup untuk membuat wanita ini terbunuh. Baby? Sangat tidak cocok dengan masterku.

“Kamu akan membayar semua ini, baby girl.” Apakah baru saja aku mendengar ini dari master Jiyong. Aku sangat membutuhkan telinga baru sekarang. Oh, dan mata baru juga.  Yang aku lihat sekarang bukanlah dia !! aku melihatnya tertawa setelah pura-pura kesakitan kemudian dia menjebak gadis itu dan MENCIUMnya!

Aku mengerutkan dahi.

Gadis itu tidak membalas ciumannya. Betapa bodohnya ! apakah dia binatang yang berhati dingin? Aku sangat ingin melangkah maju menarik pantatnya dan menunjukkan padanya bagaimana cara berciuman. Bagaimana bisa dia tidak membalas ciuman masterku? Maksudku, dia sangat keren! Sangat keren sampai tak ada satu orangpun yang bisa menolak DIA !

Dan suara master terdengar sebelum aku sempat menunjukan diri. Sialan. Aku bersembunyi lagi dan focus pada mereka. Dia menyentuh hidung gadis itu dengan miliknya! Aku bersumpah, aku bisa mendengar suara tembakan! Apakah itu hanya imajinasiku? Dia tidak mengatakan itu, benarkan?

Buka mulutmu baby girl…. Bukalah.

Mereka kembali berciuman, sesekali berenti untuk mengambil nafas lalu melanjutkannya dengan penuh gairah !

Tolong… nafas.. nafas.. aku tidak bisa bernafas…!

Aku membutuhkannya!

Aku membutuhkannya!

Aku membutuhkannya!

Aku mengipasi wajahku sambil keluar dari tempat itu. Aku tidak tahan! Masterku sangat kesetanan.

Bagaimana bisa dia begitu bergairah seperti itu?

Bagaimana bisa dia begitu lembut seperti itu?

Bagaimana bisa dia begitu bahagia dan sumringah seperti itu?

Bagaimana bisa dia ?

Tunggu sebentar…. mungkinkah itu ?

Aku kembali ke tempat dimana aku berdiri sebelumnya. Mungkinkah ?

Aku tak tahu,  dan aku perlu mencari tahu.

Aku terus berjalan ketika Geun Suk sedang menuju kearahku. Dia dengan tujuh orang pria yang berpakaian hitam. Aku mulai sadar. Aku sangat yakin bahwa mereka akan menuju ke kamar si Dragon.

Mereka membungkuk memberi hormat ketika berpapasan denganku. Tapi aku menghalangi jalan mereka dengan innocent. Itulah bagaimana GD dan aku sangat mirip. Kita dikenal sebagai kelompok yang cukup kuat di Ground Zero Arena. Itu adalah sebuah kelompok yang di dirikan oleh GD. Bahkan para mafia sangat tertarik dengan latar belakangnya. Dan mereka menjanjikan loyalitas mereka padanya yang mana menjadi sebuah kontroversi bagi kami semua.  Kamu lihat, mereka ini orang yang cukup sulit. Kamu tidak bisa membujuk mereka dalam waktu semalam tapi Dragon kami sangat mengagumkan bisa mendapatkan loyalitas mereka dengan waktu semalam. Rasa hormat kami semakin meningkat dengan bagaimana dia menangani dan menjalankan arena. Dia mempunyai koneksi dimana-mana. Tetapi ada kondisi dimana dia harus membela diri dari orang yang tak dikenal dan dari ayahnya sendiri. Bos besar KWON.

Ayahnya sangat menentang arena yang ia dirikan. Dia mencoba untuk melukai dan menjatuhkannya. Tapi kami berjuang sebagaimana master kami telah memperjuangkannya.

Dia sangat membenci ayahnya. Kamu tau, GD di telantarkan, tidak di akui. Dua puluh tahun, dia menjadi seorang bela diri liar. Dia menjadi pemimpin di beberapa gengs. Dia telah mengalahkan beberapa mobster. Ini membuatnya berdarah dingin. Kemudian dia mendirikan arena ground zero dengan tujuan memberi tempat untuk ajang bela diri liar. Memberikan hadiah untuk pemenang dan menurunkan jumlah peperangan antar gengs di Korea. Tempat itu seperti arena olahraga yang di selenggarakan oleh beberapa investor yang tidak di ketahui. Ya, tempat itu menarik banyak perhatian orang terutama para penjudi kaya. Ayahku adalah salah satu investor dari ground zero. Itu adalah waktu dimana aku bertemu dengan GD. Dia sangat keren tapi ia tak pernah tersenyum sedikitpun.

Tidak pernah, bahkan sekalipun tak pernah.

Kita selalu bersama setiap kali ada pertandingan. Dia akan duduk bersama dengan orang dari kalangan atas di lingkungan sosial mereka. Banyak bujangan didekatnya tapi mereka tak bisa menandingi auranya. Dia jarang berbicara, tapi dia akan menjawab pertanyaanku setiap kali aku memulai percakapan dengannya. Yaa, aku sangat puas dengan itu. Aku baru menyadari jika dia banyak bicara dengan dua gadis disekitanya. Keduanya selalu bersama dengannya sejak pertama kali aku bertemu GD. Mereka, mempunyai aura yang sama dengan GD. Aku bisa dekat dengan mereka karena aku tahu bagaimana berkomunikasi dengan bahasa Jepang. Aku tahu bahwa Chaerin Lee adalah putri seorang kepala yakuza. Sedangkan Minzy putri seorang kepala mafia. Dan aku putri penjudi terkaya Korea. Mungkin mereka adalah alasan yang menjadikan kami dalam harmoni yang sempurna. Beberapa anak-anak dari gengs yang ada di lingkungan sosial kami juga bergabung dalam markas Dragon. Zero ground adalah markasnya.

Bos besar Kwon adalah orang yang sangat kuat di Korea, dia menginginkan ground zero menjadi bagian dari YG underground arena yang di pimpin oleh Lee Minho. Dia mencoba untuk membeli semua investor GD. Sebenarnya banyak dari investor kami yang di bujuk oleh Lee Minho, tapi tidak dengan ayahku dan anak-anak 2ne1. Kamu memutuskan untuk tinggal. Kami mencoba untuk tetap kuat dalam persaingan melawan YG. Kami menyusup investor dari Vietnam, Rusia dan dari kota-kota yang ada di Eropa. Kami menciptakan ikatan yang kuat dengan orang-orang tersebut. Dan kami bisa mengalahkan YG. Itulah yang aku pikirkan.

Tapi kenyataan yang tak bisa dirubah adalah bahwa bos besar Kwon adalah ayah GD. Dia tertarik atas keberhasilan anaknya. Dia ingin GD mengambil alih perusahaan dan membawanya ke cakrawala keberhasilan yang tak terbayangkan dalam industri bisnis. GD tidak akan menerima tawaran dari ayahnya karena dia adalah seorang anak yang tak diinginkan, tak ada alasan baginya untuk kembali ke tempat dimana ia di buang. Mustahil.

Tapi akhirnya, GD tidak bisa mengatakan tidak kepada bos besar Kwon ketika gadis-gadis 2ne1 diancam.  Mereka bisa menghancurkan sesuatu tanpa harus bersusah payah. Itulah bagaimana koneksi bos besar Kwon bekerja. Mereka bisa menjatuhkan dunia yakuza dan mafia. Benar-benar menakutkan. Ini adalah ide dari kepala YG. Lee Minho. Dia adalah seorang katak cerdas yang dimiliki oleh bos besar Kwon. Suatu hari nanti, kita akan menangkapnya, ya suatu hari nanti…

“Kamu tidak bisa kesana.” Kataku dengan poker face.

“Kami mendapat perintah dari bos besar Kwon.” Balasnya dengan menatap tepat ke mataku.

“Dia sedang sibuk…”

“Bagaimana bisa dia sibuk jika…”

“Dia sedang bersama gadisnya.”

Tujuh laki-laki itu menatapku. Meskipun aku tidak bisa melihat matanya dari balik kaca mata mereka, tapi aku bisa melihat reaksi terkejut mereka.

Geun suk menelitiku dengan pandangannya. Yah aku sangat memahami dia. GD tidak pernah terlihat dekat dengan gadis lain kecuali kami. Gadis-gadis 2ne1 dan aku. Tapi jangan salah, aku hanya menganggapnya sebagai masterku dan  teman sebagaimana kedua gadis 2ne1.

“Mereka sedang berciuman sekarang…. dengan penuh gairah.” Kataku dengan suara ketakutan.

Mereka semua terkejut seolah aku adalah pemandangan yang mengerikan. Aku menyerigai kemudian melawati mereka.

“Jika kamu perlu bukti, silahkan lihat sendiri.” Kataku dengan acuh sambil melambaikan tanganku. Mereka berdiri disana cukup lama sebelum akhirnya Geun suk berbicara.

“Kalian semua tunggu disini.” Kemudian dia melangkah ke kamar GD. Setelah beberapa saat, aku bisa melihat ekpressi wajahnya yang tak biasa.

Pemandangan yang sangat lucu

“Ayo kita keluar..” katanya melewati kami, dengan bercucuran keringat.

“Hey, apakah kamu butuh nafas buatan?” kataku dengan cepat. Tujuh laki-laki itu kemudian mengikuti kami.”apakah mereka masih berciuman?”

“Tidak, tapi aku melihatnya tersenyum dan berbicara omong kosong dengan gadis itu.” Katanya dengan mata melebar. “Apakah kalian tau? Dia tersenyum!”

“Diam. Itu hal yang biasa…” kataku menggerutu. Tidak itu tidak!

Aku tau itu bukan hal yang biasa untuk master kami. Itu adalah masalah besar!

**

Jiyong Pov

“Kamu membuatku bingung, baby girl.” Kataku di tengah-tengah percakapan.

Dia terdiam.

Ciuman itu adalah sesuatu yang baru untukku. Itu tidak seperti yang biasa aku lakukan dengan gadis-gadis lainnya. Banyak gadis-gadis mengelilingiku. Tapi aku tidak bisa mengerti dengan diriku sekarang. Aku menginginkan setiap bagian  dari gadis yang ada di sampingku.

Apa yang baru saja terjadi padaku ?

“Jangan bingung, G..” aku mendengar dia berbicara. Kemudian bangun dari tempat tidur. “Apakah kamu ingat apa yang harus kamu hindari ketika migraine itu kembali datang? Kamu harus menjauhi gangguan persepsi seperti pikiran membingungkan dan pengalaman…. Jadi jangan merasa bingung!”

Kenapa dia terdengar sangat bersemangat?

“Baiklah.” Balasku. Sudah dua hari sejak ciuman itu terjadi. Dia menjadi canggung padaku. Dia bahkan menjaga jarak diantara kita.

Sesaat kemudian, suster datang membawa nampan makanan. Aku dengar ia menyerahkan nampan makanan kepada gadis itu, tapi dia menolak lagi untuk menyuapiku. Dia bahkan berpamitan dan keluar dari kamarku.

What the hell ?

Aku ingin dia ada disisiku lagi. Kenapa aku merasa seperti aku akan kehilangan dia dalam waktu dekat?  sudah beberapa hari aku merasakan kegelisahan ini.

“Apakah terjadi kesalahpahaman diantara kalian,, master?” perawat itu bertanya.

Aku menarik nafas kemudian menyisir rambutku dengan tanganku. Aku tak tahu jika aku salah mengartikan ciuman itu menjadi sesuatu yang lebih. Mungkin aku seperti ini karena sudah lama aku tak menemui gadis manapun. Mungkin karena hanya dia, gadis yang dekat denganku. Ya mungkin itu.

“ Hanya salah paham, mungkin…” kataku kemudian.

**

Sandara Pov

Dua hari berlalu dan bayangan akan diriku menciumnya terus berputaran di kepalaku. Apakah hanya aku yang terlalu memikirkan dengan apa yang telah terjadi? Itu hanya sebuah ciuman Dara!

Aku tak ingin berada didekatnya saat ini. Aku gemetaran berada didekatnya. Aku selalu menolak untuk menyuapinya karena aku tidak punya cukup kekuatan memengang sendok untuk menyuapi GD. Aku bisa pingsan!!!

Aku berjalan ke kantin dan melihat seorang gadis yang menatap kearahku. Dia berjalan tidak jauh dariku. Mungkin dia mau ke kantin juga.

Aku mengabaikannya tapi dia mengejar dan mendekatiku.

“Apakah aku mengenalmu?” tanyaku padanya.

“Kenapa kita tidak duduk disana dan berbicara sebentar?” dia menunjuk tempat duduk yang ada di kantin.

Aku mengangguk dan mengikutinya.

Siapa gadis ini?

“Mari kita bicara sekarang” katanya setelah makanan kami datang.

“Er, aku sedang tidak mood untuk berbicara denganmu.” Kataku sambil menatap wajahnya. Dia imut, juga.

“Sangat berterus-terang, aku suka itu.” Dia mengangguk sambil melihatku dengan intens

Oke, ini sesuatu. Ada apa dengan gadis ini?

“Apakah kamu mencintai GD?”

Aku tersedak, kemudian dengan kasar aku mengambil segelas air. Aku menatapnya tapi dia masih dengan poker facenya.

Apakah gadis ini tau kata tersenyum dan kupu-kupu? Dia terlihat seperti seseorang yang aku kenal.

“Apakah kamu mencintainya, baby girl?”

Bagaimana mungkin dia bisa tau panggilan itu?

Aku meletakkan gelas ke meja. Aku tidak bisa menjawabnya.

“Siapa kamu?” tanyaku mencoba untuk menghapus pertanyaan yang ia lontarkan.

“Betapa tidak sopannya aku, aku Moon Geun Young.” Dia mengulurkan tangannya padaku.

Kami berjabat tangan

Saat aku sudah siap untuk mengatakan namaku dia memotongnya dengan pertanyaan yang sama. Sepertinya ia tidak tertarik untuk mengetahui namaku. Hmmmp!

“Jadi kamu mengenal GD?”

“Ya, aku mengenalnya.”

“Apakah kamu kekasihnya?” kataku dengan gagap.

Dia menatapku membuatku sangat gugup. Sepertinya aku akan di panggang hidup-hidup disini.

“No, tentu saja bukan.”

Syukurlah.

“Bisakah aku mempercayakanmu dengan GDku ? Tanyanya tiba-tiba memohon.

Aku mengerutkan dahi. Sungguh. Aku tak mengerti dengan gadis ini.

“Aku tidak mengerti maksudmu Miss Young. Kamu lihat, GD punya banyak suster untuk menjaganya.” Kataku bercanda tapi dia sama sekali tidak tersenyum. Terbukti, gadis ini tidak tau cara mengeja senyum dan kebahagiaan.

“Aku serius baby girl. Aku telah mengamati kalian berdua dan kamu membuat GDku menjadi manusia.”

“Apa? Selama ini dia bukan manusia!?” kataku bercanda. Dan lagi, aku tidak melihat ada sesuatu berwarna perak dari nya.

Jadi aku memutuskan untuk menutup mulutku.

“Tolong tetaplah bersamanya, baby girl.”

Hening

“Aku akan, aku telah berjanji padanya,”

“Gadis baik.”

Sekarang aku berada di kamarku, masih memikirkan percakapanku dengan Young tadi. Dia gadis yang imut tapi dia juga sangat dingin. Kenapa dia sangat ingin aku menjaga GD? Demi apapun aku bukan seorang suster!

Kamu membuatnya menjadi manusia. Dia bisa tersenyum sekarang.

Aku beranjak dari tempat tidurku dan memutuskan untuk berbicara dengan GD. Aku sangat  menginginkan penjelasan tentang ciuman itu.

Aku sedang menuju lorong masuk kamar GD saat aku bertemu dengan seorang pria munggunakan kaca mata. Tidak heran jika semua suster memusatkan perhatiannya pada pria itu. Aku bersembunyi dan aku pikir dia tidak melihatku. Aku yakin dia tenggelam dengan keangkuhnya sekarang. Khususnya karena dia memakai baju ketat yang menunjukkan ototnya.

Grr!!

“Kenapa aku sangat kecewa sekarang?

Dengan percaya diri dia berjalan seperti dia sedang berada di pertunjukan Fashion menuju tempat yang sama dengan tujuanku.

Darah yang ada di kepalaku mendidih. Aku sekarang dalam kedaan sangat ingin membunuh. Aku harap aku membawa pedang ku dan menusukannya tepat di hatinya!

Dia sudah dekat dengan tempat persembunyianku.

Sangat dekat. Aku bisa membunuhnya sekarang.

2 meter….

1 meter…

0,5 meter..

Kemudian dia melewatiku, dan aku mendesakkan kepalaku ke dinding menutupinya dengan rambutku.

Sangat tidak dikenali.

Kode nama: Ms. Butterfly

Misi untuk membunuh Taeyang: tidak sukses

Usaha: 101 kali

Permainan: lanjut atau keluar.

Tekan keluar.

Aku kembali ke kamarku dan minum obat tidurku, karena aku tidak mengantuk jika tidak minum obat itu. Aku sangat bersemangat untuk membunuh bastard itu. Aku harus menenangkan diriku. Aku harus… tarik nafas, keluar.

Keinginanku untuk berbicara dengan G-baby hanya tersimpan di kepalaku. Aku sedang tidak mood. Kamu tau. Mungkin besok? Atau beberapa hari yang akan datang? Atau mungkin lain waktu jika aku sudah sadar dari ciuman itu… aishh !!!!

**

Ps:

~~~ Akhirnya selesai trans juga, sempet pengen udahan *LOL* , btw annyeong ~ rara imnida, translator baru yang mengambil alih proyek ini. Masih penasaran kan sama kelanjutannya cerita ini?

Maaf kalau transnya gag sebagus translator yang pertama. Aku udah berusaha semaksimal mungkin. Makasih dilla unni udah mau digangguin selama proses trans dan juga udah mau nge-edit dulu sebelum posting. Jadi bahasanya gag begitu berantakan :D.

Kalau ada kata yang menurut kalian kurang cocok silahkan komen. Menerima dengan senang hati koreksiannya. Sampai ketemu di chapter selanjutnya ~~~ *semoga gag males* dan jangan ngarep update cepet >.<

 

<< Back  Next >>

Advertisements

31 thoughts on “Marked by A Dragon [10] : G.Z. vs Y.G.?

  1. Yahh kenapa mreka pkek acra cggung2an lagi kan udh bagus dket gt kkkkk
    smga next part daragon moment lbh bnyak lagi kkkkk makasih thor udh mau ttansin next partnya di tggu^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s