SEOULITE [Chap. 11- END]

HTTP://K2NBLOG.COM

Author : DeeXXI

Genre : romance

Cast : Kwon Jiyong and Sandara Park

Inpiration from lee hi’s album seoulite

This fiction dedicated for all readerdeul XD comment juseyoooo ^^

Long time no see^^ this is the ending of story guys^^

><><MISSING U><><

Author POV

Sudah sangat lama setelah Jiyong dan Dara berkomunikasi. Kini mereka hilang komunikasi kembali. Jiyong tidak lagi memaksa Dara untuk kembali padanya. Dan Dara, ia tidak lagi mencari namja itu. ia telah benar-benar melupakannya. Berkat pekerjaan yang bom berikan padanya.

Dara baru saja kembali dari perjalan bisnisnya ke china. Ia menerima sebuah panggilan dari chaerin. Mengatakan padanya untuk menunggu di bandara karena dia yang akan menjemputnya. Dara mengirimi chaeri pesan dan menunggu di ruang tunggu.

Tidak berapa lama chaerin datang bersama jennie. “hay gadis kecil” jennie tersenyum “annyeong imo” Dara mencubit pipi jennie. Mereka melaju ke apartement Dara, “jadi, bagaimana perjalananmu?” tanyanya. “melelahkan dan menyenangkan” ucap Dara, chaerin memutar matanya. Dara selalu mengatakan kata ‘menyenangkan’ pada hal apapun. “minggu depan akan ada reuni, kau akan datang?” tanya chaerin

Dara menatapnya lalu melihat agenda miliknya. tidak ada jadwal untuk minggu depan. “tentu, aku ingin bertemu dengan yang lain” jawab Dara, “apakah bom akan datang?” tanya Dara, chaerin mengangkat bahu “mungkin ya, aku belum memberi tahunya. Aku baru mengetahui itu tadi pagi sebelum menjemputmu” Dara membentuk bibirnya menjadi huruf o dengan anggukan kepala.

Chaerin menatap Dara yang bermain dengan jennie di pangkuannya. Ia tersenyum lega, melihat sahabatnya tak lagi sedih karena seorang namja. Ia membenci bagaimana Jiyong menyakiti Dara. ia membenci cara Jiyong memperlakukan Dara bahkan setelah mereka menikah. Chaerin tidak habis pikir pada jalan pikir Jiyong.

Mereka sampai di apartement Dara. chaerin membantu Dara membawa kopernya dan menuntun jennie untuk masuk bersamanya. Dara memberi jus jeruk kepada mereka sebagai ucapan terima kasih. “apakah minzy akan ikut?” tanya Dara, chaerin mengangguk “ia sangat antusias” ucapnya. “bagaimana denganmu?” tanya Dara, “tentu saja” Dara mengangguk “apakah kalian akan membawa anak kalian?” tanya Dara, ia menggigit bibir bawahnya mengingat semuanya telah memiliki anak.

Chaerin melihat raut sedih di wajah Dara, ia menggeleng dengan senyuman di wajahnya. “kami tidak akan membawa anak kami. Kami akan menitipkannya pada suami kami. Ini waktu dimana kami sendiri bukan?” tanyanya. Dara tertawa renyah oleh ucapan chaerin. Ia mengangguk.

Bom kembali ke korea 2 hari sebelum acara reuni dilaksanakan. Ia menginap di apartement Dara, tidak bersama kedua anaknya. Mereka berada di apartementnya bersama seunghyun. “berapa umur anak pertamamu bommie?” tanya Dara, “6 tahun. Dan yang paling kecil 4 tahun. Mereka sangat dekat dengan ayah mereka. Dan aku membenci itu” Dara terkekeh mendengarnya. “apakah kau cemburu?” tanya Dara. “aisht kau ini, mereka bahkan tidak ingin kemari bersamaku. Mereka lebih memilih ayah mereka yang aneh daripada aku” Dara kembali tertawa. Sahabatnya ini memang unik, dan sangat cocok untuk seunghyun yang unik.

Mereka berada di mobil bersama, dengan chaerin yang mengemudi. Mereka akan menghadiri acara reuni. Di salah satu cafe yang cukup terkenal di seoul. Mereka memasuki cafe dan bertemu dengan yang lain.

Dara memeluk tubuh hanbyul temannya yang lain. “apakah hyoni akan kemari?” tanyanya, “mungkin, nahh itu dia” tunjuk hanbyul. Dara melirik ke kanan dan menemukan temannya. “hay girls!!! Aku merindukanmu!!! Apa kabar?” tanyanya memeluk satu persatu temannya. “kabar baik. bagaimana denganmu?” tanya Dara, “aku sangat baik” ucapnya.

Mereka saling membicarakan hal-hal yang telah mereka lewati saat di sekolah dulu. Saat Dara tidak sengaja menginjak kaki guru olahraga. Saat hyoni menangis di pelajaran matematika. Saat hanbyul terjatuh dari tangga karena terburu buru. Seorang namja melewati mereka membuat mereka diam.

Mereka saling tatap dan memulai gossip. “bukankah itu donghae?” tanya hyoni. “sepertinya iya, ehh kau dengar tidak? donghae kini berkencan dengan seorang wanita muda” ucap hanbyul. “benarkah? Bukankah dia pernah jadi the top of school? Dimajalah sekolah” ucap hyoni, “ahh aku ingat itu. saat itu bukankah dia sedang berkencan dengan krystal?” tanya Dara. “kau mengikuti perkembangan. Beberapa orang yang menjadi the top of school adalah seorang playboy” komentar hanbyul.

Hyoni menggeleng, “aku fikir tidak. Jiyong kwon. dia pernah menjadi the top of school saat kita berada di kelas 3. Tapi aku tidak pernah mendengarnya mengencani banyak wanita” komentar hyoni. Dara menatap kosong ke depan. Jiyong kwon, dia bahkan melupakan fakta bahwa marganya telah berganti menjadi kwon.

Mereka terus membicarakan Jiyong. dan itu membuatnya semakin bersalah. Dara hanya mengangguk seperti Jiyong adalah orang asing baginya. Dia tidak menambahkan apapun tentang Jiyong, tidak berkomentar dan hanya mengangguk dengan senyum canggung. Apakah akan ada hari dimana kau melupakan segalanya? melupakan seseorang yang kau cintai? Bahkan sangat kau cintai? Seseorang yang pernah hidup denganmu. Seseorang yang pernah mengucap janji suci dihadapan tuhan dan keluarga.

Dara melirik jarinya. Cincin itu bahkan masih ada di jari manis dan tengahnya. Cincin pernikahan dan cincin pasangan. Dara menyentuh dadanya, merasakan sebuah liontin yang tergantung di lehernya. Itu milik Jiyong. ia mengambilnya dan menjadikannya kalung saat Jiyong melepasnya.

Dara tidak bisa menyangka bahwa ia telah melewati hari itu. ia mengalami hari itu. hari dimana kau bisa melupakan segalanya. itu adalah hari dimana saat kau menutup matamu, kau tak lagi melihat wajahnya. Kau tak lagi merindukannya.

Dara berada di perjalanan menuju apartementnya. Bom, chaerin dan minzy banyak bercerita dan tidak menyadari perubahan sikap Dara. Dara terdiam sejak hanbyul dan hyoni menceritakan Jiyong. ia hanya akan tersenyum dan ia bahkan seperti tidak fokus.

Dara memasuki unitnya, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya. ia mengambil ponsel dan melihat galeri. Disana masih terdapat foto-fotonya bersama Jiyong. ia membuka satu video dan tertawa. Ia tertawa dengan air mata mengalir dikedua pipinya.

Ia merasa hidup tanpa pernah mencintai Jiyong, ia kembali merasakan kehilangan yang mendalam. Ia hilang akal dan sakit karena dirinya sendiri. Ia begitu bodoh telah menendang Jiyong dari hidupnya. Ia menolak Jiyong dan ia tidak ingin seperti itu.

Dara mendesah pelan, ia akan menanyakan kabar Jiyong. mungkin meminta maaf atas perilaku kasarnya beberapa bulan yang lalu. Ia menekan speed dial dan itu tersambung. Setelah dering ke tiga seseorang mengangkatnya. Tapi itu bukan Jiyong. “yeobseo” ucap suara di sebrang sambungan. Dara tahu suara siapa itu. ia sangat mengenalnya. “yeob.. yeobseo… seungri-ah?” tanyanya memastikan. “ahh ne, apakah kau ingin berbicara dengan hyung?” tanyanya. “bisakah?” tanya Dara. “mungkin nanti, dia sedang melakukan meeting dengan clientnya” ucap seungri. “ohh geurae?” Dara menggigit bibir. “aku akan mengatakan pada Jiyong hyeong bahwa kau menelpon setelah meeting selesai” ucap seungri. “oh tidak perlu, jangan katakan padanya bahwa aku menelpon dan tolong hapus panggilan ini” pinta Dara. “baiklah jika seperti itu” ucap seungri.

Dara memutuskan sambungannya lalu mendesah pelan. Ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia hanya berharap air dingin bisa mengobati lukanya. “Jiyong” panggilnya, ia bahkan tidak merasa sakit saat mengucapkan nama itu. dari yang ia dengar tadi saat bersama hyoni dan hanbyul Dara bisa menyimpulkan bahwa Jiyong baik-baik saja. Ia baik-baik saja tanpanya dan itu membuatnya terluka. Ia melupakan cara bernafas untuk beberapa saat. Ia mencoba untuk menahan air mata untuk turun tapi ia gagal. Ia menangis lagi, menangis karena rasa rindunya kepada Jiyong.

Dara keluar dengan gaun tidurnya. Ia merangkak naik ke kasur dan meringkuk di tengah kasur. Ia menggigit bibir bawahnya. Ia berfikir untuk menemui Jiyong hari ini. Ia akan bertemu dengannya dan meminta maaf. Tidak. ia tidak ingin berharap banyak, terlebih meminta Jiyong untuk kembali kepadanya. Ia hanya ingin mengatakan pada Jiyong bahwa ia merindukannya.

Ia merain ponselnya dan menghubungi nomor rumah mereka. Itu masuk ke pesan suara. Sepertinya Jiyong belum kembali. “hallo ji… eum ini aku Dara.. aku.. eum.. bisakah kita bertemu?” Dara menggigit bibir bawahnya “aku akan menunggumu di taman dosan” Dara melirik jam di sampingnya. “jam 8 malam ini” ucapnya. Ini masih pukul 6 dan Jiyong memiliki waktu dua jam untuk kembali. Ia akan menunggu Jiyong hingga pukul kapanpun.

Ia beranjak ke closetnya dan mencari baju untuk menemui Jiyong. ia ingin membuat Jiyong terkesan. Simple dan fashionable. Itu style Dara dan Jiyong. ia menambahkan make up tipis di wajahnya dan memakai parfume.

Jiyong memasuki apartementnya. Ia melirik telepon rumah yang berada di meja ruang tengah dan mengangkatnya, “hallo ji… eum ini aku Dara.. aku.. eum.. bisakah kita bertemu? aku akan menunggumu di taman dosan. jam 8 malam ini” Jiyong melirik jam yang tergantung di sisi ruangan, masih memiliki waktu beberapa menit lagi. Ia menutup matanya, apa yang harus ia lakukan?

Dara duduk di salah satu bangku taman. Ia melirik jam ditangannya. Ini masih pukul 8.15 malam, dan ini sudah 15 menit setelah waktu janji mereka. Tidak, waktu yang Dara tentukan untuk bertemu. ia akan menunggu Jiyong sampai kapanpun. angin menerbangkan rambutnya, ia merapatkan jacketnya. Mendesah pelan saat kembali melirik jam di pergelangan tangan kanannya.

Rintik hujan turun perlahan, Dara menengadah melihat kelangit. Air hujan menyentuh permukaan wajahnya. Ia tersenyum pada langit malam, “apakah ia akan kemari?” gumamnya. Ia mendesah saat kembali melirik jamnya. Terus seperti itu, ia bahkan enggan meninggalkan tempatnya. Terus menunggu Jiyong di tengah hujan.

Hingga hujan menjadi cukup lebat. Ponsel Dara berdering, ia mengambilnya dan melihat ID penelpon. “Jiyong” gumamnya, ia menggeser ponselnya dan menempelkannya pada telinga. “pulanglah” Dara baru saja akan mengucapkan salam saat ia mendengar suara dingin Jiyong. hatinya kembali tersayat. “Jiyong” panggilnya.

Ia menelan salivanya yang terasa mengganjal “apakah kau tidak akan kemari?” tanyanya. Jiyong tidak menjawab ia hanya diam. “aku… aku minta maaf tentang perkataanku kemarin” ucapnya menunduk. “aku masih berpegang padamu, meskipun kau pernah meninggalkanku dan entah mengapa kau masih berada dihatiku” gumamnya. Air matanya mendesak keluar, ia merindukan Jiyong. “aku tahu kau pasti membenciku. Karena sikapku beberapa bulan yang lalu”ucapnya tercekat. Ia menggigit bibir bawahnya. “aku merindukanmu ji” air matanya jatuh bersama dengan isakannya.

Jiyong meremas ponselnya, ini yang ia tidak inginkan. Ia berada tak jauh dari Dara. ia memperhatikan Dara dari belakang gadis itu. tapi kakinya enggan untuk mendekat dan untuk alasan yang tidak ia ketahui ia tidak ingin menemui Dara. “aku merindukanmu walaupun kau membenciku, aku tetap berpegang padamu meskipun kau pernah membuatku menangis, meskipun hari-hari telah berlalu aku tetap mencintaimu. Kau masih berada dihatiku” ucap Dara dalam satu hembusan nafas.

Ia kembali terisak. “saat aku menghapusmu dalam ingatanku, aku takut kau juga akan melakukan hal yang sama. Bahkan jika aku menghapus satu kenangan bersamamu, aku takut itu akan menghapus semuanya. Itu alasan kenapa aku masih berpegang padamu. Apakah penyesalanku terlalu membebankanmu? Apakah kau telah melepasku pergi lagi? Kembalilah ji” ucap Dara menangis, Jiyong semakin mengeratkan genggamannya. Ia menggigit bibir bawahnya. Ia bahkan tidak bisa berbicara, bibirnya seolah terkunci.

Dara mendesah pelan dalam isakannya “maafkan aku telah mengganggumu, aku hanya akan melakukan ini hari ini saja. Aku akan melupakanmu ji, tenanglah. Kau bisa kembali tenang tanpaku” ucapnya, ia tersenyum dengan air mata masih mengalir. Jiyong masih diam di tempatnya ia tidak bergerak dan mungkin ia tidak bernafas. Air matanya mengalir di kedua pipinya.

Dara mematikan sambungannya dan berteriak di tengah hujan “AKU MERINDUKANMU KWON JIYONG!!!! KUMOHON KEMBALILAH PADAKU!!! AKU MEMBUTUHKANMU!!! AKU MERINDUKANMU!!!” ponsel Jiyong masih ditelinganya, ia menutup matanya. Menahan rasa sakit yang teramat saat melihat Dara menangis dan itu karenanya. Lagi.

Dara berbalik dan ia melihat seseorang dengan payung berada di tangannya. Mengamatinya dengan tatapan tenang. Itu Jiyong. ya, Dara tau itu Jiyong. Dara bisa mengenalinya meskipun rambut Jiyong berubah warna menjadi pirang. Dara menatapnya dengan senyum di wajahnya. Ia akan berjalan saat lututnya lemas dan ia kehilangan keseimbangan lalu terjatuh.

Dara mengerjapkan matanya, ia menatap sekelilingnya. Ini bukan kamarnya di apartementnya. Ia mencoba untuk mengingat dimana ia berada. Ia baru akan beranjak saat kepalanya terasa berat “tenanglah, kau demam tinggi semalaman” Dara melayangkan pandangannya pada seorang namja yang duduk di kursi disamping tempat tidurnya. “Jiyong” panggilnya dengan mata berkaca. Ia menggigit bibir bawahnya “ya, ini aku” ucapnya dengan senyum hangat.

-End-

a/n : FINALLYYYYYYYYYYY WOOOHOOOOOO. Aku seneng banget ya kesannya disini kekeke. bagaimana tidak, selama hampir dua bulan ani, mungkin satu buan setengah aku menemani minggu kalian kekeke. ini udah End tinggal yang sequel. Kalau bagian sequel aku kirim kalau udah ada posternya ya soalnya ini juga yang missing u aku bikin posternya mendadak. Sooooo mianhae kalau poster atau cerita yang tidak sesuai keinginan.
Ini gantung? I KWON! eh I KNOW! Aku tau ini gantung dan aku bikin kelanjutan dari ini di sequel soooooooooooooo komen kalau mau sequelnya dipost secepatnya. Dan tentang password or not. Mueheeheheh hanya orang-orang tertentu yang bakal tau akhir dari cerita ini. Aku usahain buat di password. Sequel two-shot. Satu shot memuat hampir 3000 kata. Menceritakan tentang seoulite versi jiyong. jadi yang penasaran sama kisah jiyong dibalik ini semua bisa kalian baca disana. Dan dua-duanya aku password oke^^
Yang mau pw bisa hubungin ke sini : dheashafa19@yahoo.com insya allah fast respond kekeke. dan syaratnya harus mencantumkan uname di setiap komentar. Dan minimal komentar dari chapter blues^^ oke guys aku cukupkan sampai disini. Aku harap aku bisa membuat posternya sekarang dan secepatnya di kirim ke DGI keke^^

Annyeong! *BOW*

 

Advertisements

63 thoughts on “SEOULITE [Chap. 11- END]

  1. No…. To be continuedddd… Penasaran… Ntar mereka balik lagi g… Padahal dikira berakhir bahagia.. Entahh knpa momen dara pingsan saya suka… Biar oppa jiyong jd khawatir kekekkeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s