Ahjumma Next Door [Chapter 1] : A not-so-peaceful night


Author         : silentapathy
link              : asianfanfics
Indotrans    : dillatiffa

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aaaaaaaah….” suara seperti tulang retak terdengar saat sebuah sosok merentangkan lengannya dalam gelap. Satu-satunya penerangan yang ada hanyalah berasal dari cahaya redup lampu di meja.

“Akhirnya aku menyelesaikan milik CL! Kekeke…”

Sunyi..

Dia baru saja akan berdiri ketika dia mendengar suara kucing bengali berbulu belang putih dan abu-abu miliknya. Dia tersenyum dan mengulurkan tangannya pada hewan itu. Dia beralih ke kursi goyang di sisi jendela dengan gorden tebal dan duduk memangku kucingnya.

“Hmmm…” dia mendesah sambil menutup mata dan melayang ke alam mimpi.

 …………………………………………………………………….

CLUB NB

“Unnnniiiieee!” seorang gadis dengan rambut pendek keunguan berteriak sekencang-kencangnya.

“Yaaaah!” gadis berambut pirang menyenggolnya.

“Apa? Aku hanya berusaha memanggilnya! Pria dibelakangnya itu sudah mencuri-curi kesempatan!”

“Pshhhht! Apanya yang curi-curi kesempatan? Lebih kelihatan dia menikmatinya. Seharusnya aku tinggal saja dengan Dara-unnie dan melihat gaun yang dia rancang untukku! Itu lebih produktif daripada duduk diam disini dan mengawasi Bom-unnie berpesta seperti tidak ini adalah hari terakhirnya..!”

“Omo!!! Aku hampir lupa CL-unnie..” maknae mendekatinya, “Orang pertama yang mencoba menyewa apartemen di lantai dua… Ahjussi penjaga bilang dia baru saja pindah!” katanya sambil memejamkan mata.

“Mworagoooo???” CL terkesiap.

“Pemberani ya dia?” gadis yang lebih muda menyilangkan jari di kedua tangannya, masih memejamkan mata.

“YAAAAAH MINGKKI!” CL berteriak padanya.

“Unnie! Gendang telingaku!” Minzy menjawab sambil menjauhi CL.

“Kamu…. Aisht! Kamu bilang DIA??? DIA itu seorang PRIA? Ya ampuun Minzy! Apa sih yang kamu pikirkan?!”

“T-T-a-pi..”

“Kamu tahukan bagaimana Dara-unnie berurusan dengan orang lain.. Maksudku.. Lupakan. Dia tidak bisa berurusan dengan orang lain. Apalagi seorang pria?”

“Unnie! Mereka kan tidak tinggal bersama!” Minzy mendesah. “Kamu tahu unnie, pria ini seorang polisi. Jadi kamu tidak perlu khawatir, okay? Selain itu.. Appa sudah tahu tentang masalah di lantai dua. Dia bilang padaku.. Aisht! Jangan bicarakan tentang hal itu disini.”

“Chincha? Kamu benar. Kita akan mencoba menyelesaikan masalah itu, okay.. Tapi tetap saja! Pria ini seorang polisi? HUH! Membuatku jadi lebih khawatir! Seperti para polisi sekarang ini bisa dipercaya! Aku tidak tahu Minzy, tapi sebenci-bencinya aku harus mengatakannya, aku memiliki firasat buruk. Entahlah.. sepertinya sesuatu akan terjadi. Dan aku tidak suka itu.”

“Wooohooo CL-unnie! Cari jalan keluar!” Minzy menyorakinya dengan memasang wajah poker face. “Lebih baik kamu menyembunyikan boneka voodoo dan bola kristal milikmu.. Ini bukan tempat yang tepat.”

Baru saja CL akan merespon perkataan maknae, ketika..

“Yaaaah! Kalian berdua! Kemari! Ppalli! Malam masih muda.. dan kita jugaaa!” Bom melajutkan untuk menyeret mereka berdua ke lantai dansa, tanpa menyadari Minzy dan CL memutar mata mereka.

“Muda?” Minzy bertanya entah tanpa ditujukan pada siapapun.

“Benar-benar sekarang?” CL bergumam.

 …………………………………………………………………….

“Aisht! Keparat!”

Seorang pemuda berambut gelap menyumpah setelah dia menyadari dia meninggalkan kunci apartemennya di klub yang baru saja dia kunjungi. Merasa putus asa, dia mencoba menghubungi teman-temannya.

“Yoboseyo? Hyuuuuung!”

“Tidak.”

“YAAAAAH! Aku belum bilang apa-apa!” Seungri berseru.

“Aku sangat tahu kamu, maknae. Kalau kamu berkata ‘hyung’ – dengan pendek – itu masih bisa diterima. Bisa saja, kamu sedang bersemangat atau punya sesuatu yang berguna di pikiranmu…”

“Tapi hyuuuuuuung!”

“… sedangkan saat kamu menyebut ‘hyuuuuuuung’ – dengan panjang seperti itu – itu adalah kebalikannya, itu tandanya kamu dalam masalah, dan kamu hanya akan menyeretku ke masalahmu. Jadi jawabanku adalah TIDAK.”

“Aku rasa aku meninggalkan kunciku di klub hyuuuuung!!!” maknae berteriak keras sambil menendang pintunya. “Aku tidak punya tempat lain untuk kudatangi. Tolonglah, izinkan aku menginap disana malam ini, tolong hyuuuung.”

“HUH! Berkunjung ke tetangga huh? Mengenalkan diri huh? Kamu dan kebiasaan clubbing-mu itu! Jadi itulah yang kau da…”

“… seperti kamu tidak pergi kesana saja…” Seungri berbisik.

“Yahhh! Aku mendengarnya! Kututup. Da..”

“HYUUUUUUUUUUNG!!!” Seungri, dalam keadaan mabuk dan ceroboh berteriak keras, tidak ingat waktu.

“Yah maknae berhentilah merengek! Mungkin saja tetanggamu sudah tidur! Tidak bisakah kamu peduli? Aisht.. Baru saja kamu pindah kesana, bagaimana mungkin kamu akan mendapatkan teman jika kamu tetap seperti itu…”

Saluran Seungri menjadi diam. Berpikir bahwa mungkin saja dia sedang mendengarkan, orang di saluran seberang melanjutkan perkataannya.

”Yah, jika kamu ingin kesini maka cepatlah, aku hanya akan memberimu waktu 15 menit. Kalau tidak aku akan tidur dan tidak akan membukakan pintu untukmu, biar saja kamu tidur diluar dan kedinginan… Arasso?”

“BLAG!”

“Yah Seungrat? Yoboseyo? Yoboseyo???”

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!!”

 …………………………………………………………………….

Jiyong mengerutkan alisnya memandangi teleponnya. Dia memiringkan kepalanya dan berpaling, mencoba memproses apa yang sedang terjadi. Kemudian dia kembali menatap teleponnya dan mencoba menghubungi Seungri. Tapi tidak ada yang mengangkat. Berpikir panjang, dia mencapai sebuah kesimpulan.

“Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Apakah dia jatuh pingsan? Apa tempat itu benar-benar aman? Bagaimana jika dia dirampok dan….”

“Aissssht! Dasar pabo!” Dia menggaruk kepalanya dan bangkit berdiri mencoba untuk menghubungi yang lain.

 …………………………………………………………………….

“Yah, sebaiknya pastikan ini bukan lelucon atau aku akan memotong tenggorokanmu karena telah mengganggu tidur cantikku, idiot.” TOP berkata sambil memandang keluar jendela.

“Hmmp.. Umphhh.. Pshhhht…”

“AHAHAHAHAHAHAHAHA! AHAHAHAHAHAHAHA!” Daesung tidak bisa menahan tawanya pada TOP. “Serius? Tidur cantik? Benar-benar gay!”

“Aku akan memotong tenggorokan seseorang saat ini.” TOP berkata sembari berusaha meraih Daesung dari kursi depan. Jiyong yang mengemudi, sementara Daesung dan Yongbae duduk di kursi belakang.

“Hentikan bertingkah seperti anak-anak! Ini bukan waktu yang tepat untuk bergurau, arasso? Aku benar-benar mengantuk tadi, tapi begitu aku tahu apa yang terjadi… Woooh! Siapa yang tahu apa yang mungkin saja terjadi pada bocah itu!” Yongbae menyilangkan lenggannya setelah melihat TOP berhenti mencoba meraih Daesung.

“Tempat itu sungguh membuatku gemetaran. Tempat itu terlalu sunyi.” Dia kemudian melihat keluar jendela. TOP, mendapat kesempatan meraih lengan Daesung, dan baru saja akan memutar lengannya ketika..

“Yaaaaaah!” Yongbae melotot pada mereka.

“Neh, Yongbae omma.” Ketiganya menjawab secara bersamaan, Jiyong ikut-ikutan meskipun berusaha menahan tawanya.

PAK! PAK! PAK!

“Yah bro! Apa-apaan itu tadi? Apa kamu tidak melihat aku sedang menyetir?” Jiyong mengelus kepalanya, sama dengan kedua orang yang lain.

“Aku bukan orang yang suka dengan kekerasan disini, tapi kalian benar-benar membuatku harus memukil kepala kalian.” Yongbae meletakkan kembali sandalnya dan memakainya.

“UMMPHH. UMPPPPPPPPPH… UMPPFFFFFFT…”

“Wae?” TOP kembali menengok pada Daesung, berpikiran bahwa dia akan menertawakannya lagi.

“PWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!”

“YAH!” Jiyong and TOP berseru.

“PWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!”

“Yah! Yah! Yah! Kamu mau kupukul lagi?” Yongbae yang merasa terganggu mengambil kembali sebelah sandalnya dan memegangnya, siap memukul. Tiba-tiba…

“PWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!”

“FUUUUUUU*K! ADUH PERUTKU! SAKIT! WAHAHAHAHAHAHA!!!”

“HWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!”

Dia sadar, mereka menertawakannya.

Dia tidak mengenakan apapun kecuali boxer Mickey Mouse, sepasang kaos kaki, dan sandal yang dia banggakan tadi.

“HELLLLLLLLLLL! BROOOOOOOOO! HENTIKAN MOBILNYA! SIALAAAN!”

“HELL NO! HAHAHAHAHAHAHA!” Jiyong menjawab masih sambil tertawa keras.

“TIDAK MUNGKIN OMMA!”

“NEH!!!” TOP and Daesung ber-high five satu sama lain.

Dan Yongbae tidak bisa melakukan apapun, kecuali merajuk ngeri.

…………………………………………………………………….

“Cepat angkat. Please please please…”

 

Dara berjalan bolak-balik di sepanjang lorong, menggigiti kukunya.. Dia menepuk keningnya ketika dia melihat bola lampu berkerlap-kerlip, bertanya pada dirinya sendiri kenapa harus hari ini semua lampu itu rusak, dan mencatat dalam ingatannya untuk melaporkan hal ini pada Minzy besok karena dia terlalu malu untuk berbicara pada ahjussi petugas pemeliharaan.

“Ya Tuhan.. Dimana mereka saat ini? Harusnya aku masuk kedalam kamarku sekarang. Apa yang aku lakukan disini? Dan apa yang makhluk ini lakukan disini? And kenapa dia harus berteriak seperti itu tadi???”

 

FLASHBACK

Dara pergi ke dapur ketika dia bangun dan sadar bahwa itu sudah hampir jam 12 malam dan dia belum makan malam. Dia mempersiapkan sandwich dan menyeduh teh favoritnya. Dia juga menyiapkan untuk Dadoong… Ya, kucingnya, semangkuk susu hangat.

“Ini untukmu manis..” dia bangkut dan baru saja akan kembali ke meja makan ketika dia mendengar suara berisik.

BLAG BLAG BLAG!

“KUMOHON!!!”

“HYUUUUUUUUUUUUUUUUNG!”

“Omo!”

Apa itu tadi? Pikirnya.

Pria itu benar-benar kasar. Apa yang sedang terjadi?

Pria itu terdengar tidak berdaya, lemah, dan putus asa…

Dia terkesiap.. Tangannya menuju ke mulutnya.

Bagaimana jika sesuatu terjadi pada tetangga barunya?

Tanpa berpikir panjang, dia mengambil sapu dan bergegas menuju ke pintu.

Dia melangkah keluar dan melihat sosok seorang pria bersandar pada pintu di dekat apartemennta. Dia tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas dikarenakan lampu penerangan yang rusak dan berkerlap-kerlip.

Tiba-tiba, Seungri, merasakan ada sepasang mata yang menatap kearahnya – menatapnya, menoleh dan matanya bertemu dengan tatapan gadis yang tengah mengamatinya dengan seksama.

Rambut acak-acakan.

Mata seolah tak bernyawa.

Kulit pucat.

Dan lampu yang rusak berkerlap-kerlip.

BLAG!

Itu telepon Seungri.

“KHAAAAAAAAAAAAAAAAH!!!”

BLAG!

Itu Seungri

 …………………………………………………………………….

<<back   next>>

Koment juseyo~~ 🙂 jangan hanya sekedar next/lanjut yah…, kalo komentnya banyak.. nanti langsung dipost deh kelanjutannya… 😉 okay~~

Happy reading~

Advertisements

41 thoughts on “Ahjumma Next Door [Chapter 1] : A not-so-peaceful night

  1. hhhhh! lucu ceritanya
    dasar panda troublemaker! dia pingsan gegara lihat dara
    dia mengira dara hantu, hhh
    ga kebayang deh gmana seksehnya taeyang disini

  2. Puahahahaha … Riri pngsan gegara ngliat darong, aigoo…dkira darong ntu hantu x yeh 😄
    Jg para hyungs pun tkut trjdi ssuatu ma riri..wkwkwk … seru n lucuuu…
    Tae eomma cm pke boxer ?? Hahaha ..psti seksi bgt deh …
    Lanjuutt aahh….

  3. Apaaa?!! dara unnie dikira hantu sama seungri oppa? Jadi ini ceritanya dara unnie tipe orang penutup diri gitu? nggak mau bersosialita sama orang orang luar gitu? meskipun dara unnie cuma temenan sama cl unnie, minzy unnie, bon unnie, tapi apa nggak sepi yah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s