[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Angel Without Wings #5

AWWWW

Author : QueeNda

Main Cast : Kwon Ji Yong, Park Sandara

 [5] “Fact”

Senyumku masih terkembang saat disekolah, bahkan aku sangat bersemangat hari ini. Tentu saja karena akan bertemu dengan malaikatku..malaikatku yang paling cantik. Umh, kira-kira hari ini apa yang akan kami lakukan ya? Berjalan-jalan disepanjang sungai Han? Atau memasang gembok cinta di menara Namsan? Gezz,,hanya membayangkannya saja sudah membuatku gila!

“baiklah, pelajaran hari ini kita akhiri. Jangan lupa untuk mengumpulkan essai lusa nanti”Sosaengnim menutup pelajarannya, aku segera berkemas. Memasukkan bukuku kedalam tas lalu berlari keluar mendorong beberapa temanku, mengacuhkan makian mereka padaku. Terserahlah, yang penting aku bisa melihat malaikatku. Dia pasti sudah menungguku di pintu gerbang seperti biasa.

….

Kosong.

Tidak ada dia..

Aku mengedarkan pandanganku kesekitar.

Sepi

Kosong.

Hanya ada beberapa orang siswa yang sedang berkumpul tapi bukan dia. Aku menunduk lesu dan menyadarkan punggungku ditembok gerbang.

Apa dia terlambat?

Apa dia tidak masuk hari ini?

Tapi,,

Aku akan menunggunya…

10 menit..aku berjongkok sambil sesekali melirik jam tanganku..dia pasti datang..

20 menit..perasaanku mulai resah dan khawatir. Kemana dia? Kalau dia datang, aku akan memecatnya sebagai malaikatku!

30 menit.

Aku mendesah berat, mungkin dia benar-benar tidak bisa datang. Baiklah, sudah hampir sore sebaiknya aku segera pulang. aku mulai melangkahkan kakiku gontai.

“Jiyong!”

Aku menegakkan tubuhku. Bibirku mulai menarik sebuah senyuman. Aku yakin dia pasti akan datang menemuiku. Aku berbalik dan ternyata……

Yo Bro…kukira kau sudah pulang daritadi?”

Ternyata Youngbae bersama dengan Daesung, aku manatapnya kecewa dan mulai berjalan pulang. Youngbae dan Daesung berjalan disebelahku.

“Ya, kenapa kau menjadi murung?”Youngbae merangkulkan tangannya ke bahuku.

“aniyo, kenapa kalian baru pulang?”

“kami baru latihan bola, tadinya kami mau mengajakmu tapi tiba-tiba setelah Saem keluar kau juga langsung buru-buru keluar”terang Daesung yang berjalan disebelah kiriku.

“sebenarnya ada apa denganmu Dude?”aku melirik Youngbae dan menghela nafasku pelan.

“aku..aku menunggu seorang gadis”senyumku kembali terukir saat mengingat Sandara.

Mwo?seorang gadis?ya Youngbae kau tidak dengar seorang Jiyong menunggu gadis?”ledek Daesung.

“apa..aku mengenalnya?”Tanya Youngbae sedangkan Daesung masih mengeluarkan lelucon anehnya. Tiba-tiba aku teringat saat pertemuan pertama kami, bukankah Youngbae ada?

“kau mengenalnya”

“benarkah?Ya Jiyong kenapa kau tidak mengenalkannya padaku?”seru daesung menyenggol lenganku.

“Bodoh, kau juga mengenalnya Dae..”aku bisa merasakan tatapan bingung Youngbae dan Daesung.

“Bae, apa kau tidak ingat saat hari pertama kita masuk di semester ini. Secara tak sengaja kita bertemu dengan seorang gadis yang selalu mengatakan kalau dia adalah malaikatku. Apa kau ingat?”Youngbae terlihat berpikir, dia mengerutkan dahinya. “dan Dae, apa kau ingat gadis yang selalu menyoraki namaku saat pertandingan bola waktu itu?”Daesung juga terlihat berpikir.

“aku tidak ingat..”jawab mereka bersamaan. Aigoo, mana mungkin gadis secantik Dara bisa kalian lupakan begitu saja!

Aku menghela nafasku pelan.”Youngbae, kau bahkan meneriaki dia.. dia Sandara. Gadis yang selalu bilang dirinya malaikat”Youngbae masih menggeleng, aku menatap Daesung dia juga menggelengkan kepalanya. Ya Tuhan, ada apa dengan mereka sebenarnya!

“Dengar Ji, saat hari pertama itu kita memang bertemu. Tapi tidak ada gadis yang kau ceritakan, apa kau ingat ada seorang anak kecil yang terjatuh lalu kau menolongnya. Itu saja”jawab Youngbae, aku mencoba mengingat kembali saat-saat itu. Saat itu aku sedang berjalan sendirian, lalu Youngbae datang mulai menceramahiku, dan ada seorang anak kecil terjatuh aku melihatnya dan……aku menolongnya. Tidak mungkin!! Harusnya ada Dara!! Aku menatap daesung, semoga pikiran Daesung sama seperti denganku.

“ummhh,,pada saat kita bertanding bola memang banyak gadis yang menyoraki namamu, tapi seingatku tidak ada gadis yang kau ceritakan”

Aku benar-benar terkejut, tidak mungkin!!!Selama 4 hari ini Dara menemaniku, tidak mungkin dia menghilang tiba-tiba bahkan menghilang dari ingatanku!

Foto.

Aku teringat foto kemarin, aku mengeluarkan dompetku lalu menunjukkan fotoku bersama Dara kemarin. Youngbae dan Daesung saling bertatapan bingung. Apa kalian kagum dengan kecantikan Dara? Aku tidak bohong kan..

“Ji, apa kau hanya ingin memamerkan pada kami foto kau di taman Sakura?”Tanya Youngbae.

“tidak, lihatlah gadis yang berada disampingku. Cantik bukan?”aku tersenyum bangga.

“gadis?tidak ada. Ini hanya kau saja Jiyong”

Tidak mungkin!

Aku mengerjapkan mataku saat yang kulihat ternyata benar hanya ada foto diriku sendiri tanpa ada Dara disampingku!! No!!

Tidak Dara, apa maksud dari ini semua! Bahkan kau tidak ada dalam kenanganku! Aku berlari meninggalkan kedua temanku yang sudah pasti sangat bingung dengan sikap bodohku.

Hanya ada satu tujuanku saat ini..

Taman Sakura..

*

*

Matahari mulai terbenam saat aku sampai di taman Sakura, tidak terlalu banyak orang yang berlalu lalang. Aku mengedarkan pandanganku, berharap Dara berada disini. Aku melihat seorang wanita berambut coklat berjalan membelakangiku. Dara, akhirnya aku menemukanmu.

“Dara..”aku mengagetkannya dari belakang. Tapi…

“maaf??”

Aku membulatkan mataku saat sadar, wanita ini bukan Dara. “maaf aku salah orang”aku membungkukkan kepalaku. Bodoh.

Aku kembali berjalan tak tentu arah, mencari keberadaan Sandara. Malaikatku. Aku melihat kedai ramen. Kemarin aku dan Dara mengunjungi kedai ini. Aku masuk kedalam kedai dan menemui bibi penjualnya.

anyyeong..”sapaku.

“ah, kau..kau yang kemarin berkunjung kesini bukan?”aku tersenyum menganggukan kepalaku.”ada apa?apa kau akan memesan ramen?”

“ani..aku hanya ingin bertanya sesuatu”

“tentang apa?”

“bibi, apa kau kemarin melihat gadis yang datang bersamaku, rambutnya berwarna cokelat…”aku menjelaskan secara detail bagaimana sosok sempurna Dara bagiku.

“maaf, tapi kemarin kau hanya datang sendiri dan memesan 2 porsi ramen kimchi, bahkan kau menghabiskan semuanya”

Aku menggelengkan kepalaku. Tidak mungkin! Aku kembali bertanya hal yang sama tapi jawaban yang sama pula yang kudapat. Dara, siapa kau sebenarnya. Apa kau benar-benar ingin menghilang dalam kehidupanku saat aku benar-benar menyukaimu dan membutuhkanmu..

Malaikatku..

*

*

“Jiyong, apa kau ada masalah?”Ibu masuk kedalam kamarku, aku hanya menggeleng lemah. Sepulang tadi, aku hanya berdiam diri di kamar dan hanya keluar saat makan malam saja. Ibu duduk dipinggir ranjangku, aku masih duduk diam di tepi jendela kamarku. Menatap langit malam yang mulai mendung. Sepertinya akan turun hujan…

“Waktu ibu di Busan, ibu bertemu dengan bibi Bom. Apa kau ingat dengan bibi Bom?”

“tidak bu, memang siapa bibi Bom?”

“kau masih belum mengingatnya ya”ibu mendesah pelan.”dulu kau selalu memanggilnya bibi Bommie, kau selalu menggodanya dan bilang kalau bibi Bommie-mu itu cantik.”

Bibi Bommie? Aku benar-benar tidak ingat..Ibu terdiam sejenak, ia menatapku sedih lalu melanjutkan ceritanya kembali.

“Bommie bilang, kalau putrinya sedang koma. Ia bahkan hampir menyerah dan akan mencoba mengikhlaskan puterinya..”

“putrinya?apa bibi Bommie sudah punya anak?”

Aku menghampiri ibuku, ceritanya membuatku tertarik untuk mendengarnya.

“ya, putrinya adalah sahabat kecilmu. Apa kau lupa dengan Sandara Park?”

Sandara!

Aku membulatkan mataku tidak percaya saat ibu menyebutkan nama yang sangat kurindukan saat ini!!

“San-sandara Park?”aku mengulangnya lagi..masih tidak percaya dengan pendengaranku.

ne, Sandara. Kau lebih suka memanggilnya Ssantoki. Kalian selalu bersama dimanapun kalian berada. Benar-benar seperti magnet.”Ibu tersenyum kecil..tiba-tiba kilasan-kilasan memori masa kecilku bertebaran dalam ingatanku.

“tapi Bu, kenapa aku tidak pernah mengingatnya?”aku memijit pelipisku. Kepalaku terasa pening.

“saat kita pindah ke Seoul, kau sangat sedih karena harus meninggalkan Sandara. Lalu kau mengalami kecelakaan dan dokter bilang separuh ingatan masa kecilmu akan terhapus dan hanya akan mengingat peristiwa yang baru saja kau alami karena pada saat itu kau mengalami trauma”

Aku memejamkan mataku..Dara, apa kau kembali hanya agar aku mengingatmu lagi? Maafkan aku terlalu lama melupakanmu..Maafkan aku terlalu lama untuk menyadari kehadiranmu..Maaf..

Butiran airmata mulai keluar dari mataku. Perasaan sedih yang teramat mendalam saat ini sedang kurasakan bersamaan dengan kilasan memori masa kecilku yang terbuang. Perlahan memori itu kembali menyatu seperti puzzle yang baru berhasil kurangkai. Gadis yang selama ini ada dalam mimpiku, gadis berkuncir apel yang selalu tersenyum untukku adalah Dara. Sahabat kecilku. Malaikatku. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang saat senyuman itu mulai pudar dari bibirnya, saat dirinya tak lagi bersamaku, saat masa-masa indah itu telah berlalu. Maafkan aku. Maafkan aku Dara.

Aku mulai terisak. Hatiku terasa sesak saat mengingat semua kenangan indah bersama Dara. Puzzle-puzzle memory ku sudah lengkap terangkai sempurna dalam ingatanku, senyuman Dara, suaranya, sentuhannya memenuhi pikiranku membuatku semakin terpuruk dalam rasa bersalah. Bersalah karena melupakan dirinya yang selalu menantikanku begitu lama. Ibu memelukku dan mengusap punggungku, ia ikut menangis merasakan perasaan kehilangan yang sedang kurasa.

Maafkan aku Sandara..

Maaf..

*

*

Aku kembali mengukir senyum saat melihat album masa kecilku. Terlihat foto-fotoku bersama seorang gadis kecil yang tersenyum memamerkan deretan giginya sedangkan aku berada disebelahnya sambil memegang permen lollipop besar bahkan hampir menutupi sebagian wajahku.

Sandara…malaikatku yang paling cantik dengan senyuman mempesona nya..

Aku kembali membalik ke halaman berikutnya…

“itu saat kau dan Dara berada di Disney Land”aku melihat ibu menghampiriku sambil membawa teh hangat untukku dan menaruhnya di meja. Ibu duduk disampingku ikut melihat album foto.

“kau ingat, saat itu kau tidak mau memakai bando kelinci itu tapi Sandara terus saja memaksamu sampai akhirnya kau menyerah”Ibu tertawa, aku tidak terlalu ingat tapi aku akan mencoba untuk mengingatnya. Mengingat semua kenangan indah yang sudah terjalin antara aku dan Dara.

“ah ya, ibu lupa.. ini”ibu menyerahkan secarik kertak bertuliskan Seoul Hospital’s room A/10.04..

“ini..”

“itu tempat Dara dirawat”potong Ibu lalu tersenyum kembali melihat album..

Terimakasih bu, kau tahu sekecil apapun info yang kau berikan tentang Dara sangat berarti untukku.”terimakasih Bu”Ibu hanya mengangguk dan tersenyum. Aku memandang kertas putih ini. Aku akan datang dara..

Tunggu aku, jangan pergi dulu karena ada hal yang belum kusampaikan padamu..

Semoga aku belum terlambat..

*

*

Continued

Advertisements

19 thoughts on “[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Angel Without Wings #5

  1. tuh kan kata gw ape kan begitu jiyong inget jadi smua terungkap , beneran kalo dara koma tapi apa dara bisa sembuh lagy gg ya ?!?!!!!!
    lanjoootttt ahhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s