I Miss You So Bad [Ficlet]

CYMERA_20160723_121435

Author : Karina Utari

Cast : sandara park, kwon jiyong

Genre : romance

“Hai.. maaf baru muncul lagi! Terimakasih komentarnya maaf gabisa balas satu satu..

Semoga ff ini bisa jadi jawaban ff  yang missing you kemarin

Selamat membaca! Semoga suka jangan lupa kritik dan sarannya hehehe

Nanti mampir ke wp aku yah!✌😂

…..

 

“I hope this would be the last night that I miss you

I hope I could be myself without you…No No

No No

I miss you so bad”

………..

Seoul. 6 c’

Terlihat salju mulai turun..

Salju pertama.. dimusim ini

Terlihat seorang lelaki meneguk segelas kopinya sambil memandang salju pertama turun dari jendela rumahnya..

Kaca jendela pun berembun tanpa sadar tangannya menuliskan sesuatu dijendelannya

박산다라..

Sandara park.

Seorang gadis yang ia tinggalkan tanpa kabar sama sekali 6 tahun yang lalu..

Apa kabar dengan gadisnya sekarang..

Gadisnya?

Ayolah kwon jiyong kau sudah meninggalkannya tanpa kabar dengan pasti. Masih pantaskah kau sebut gadis itu miliknya?

Kwon jiyong pun tersenyum menyadari apa yang ia pikirkan tadi

Kring! Kring!!

Terdengar suara ponsel yang ia letakan diatas nakas.. tak menunggu waktu yang lama akhirnya ia pun menjawab telepon tadi dan langsung terdengar suara khas seorang wanita tua

Yah.. eomma” katanya “jiyong-ah kapan kau pulang? Tahun ini tidak pulang lagi? Natal bersama kami kan?”  Kata wanita tua itu langsung memborong pertanyaan terlihat jelas jika wanita tua itu sangat merindukan anaknya, kwon jiyong lelaki itu pun tersenyum mendengar pertanyaan ibunya.. yah dia juga sangat merindukan sang ibu dan sang ayah dan juga merindukan gadis itu namun pekerjaannya sebagai dokter di ibu kota sangat menyibukan dirinya.

“Ya eomma jika disini tidak sibuk aku akan pulang..” jawabnya “selalu saja jawaban mu seperti itu.. mau sampai kapan? Sampai eomma dan appamu telah tiada?”  Jawab wanita tua itu “hehe… eomma tak mau meliha putranya menikah? Atau punya cucu?” Jawaban sang lelaki mencoba menggoda sang eommanya “yak! Kwon jiyong ibumu tidak sedang becanda”  jawaban sang ibunya “baiklah.. doakan semoga aku tidak sibuk akhir tahun ini” jawabnya “jaga diri baik baik.. eomma dan appa merindukanmu cepat pulang.. yasudah eomma tutup teleponnya yah..”  dan jiyong pun menutup teleponnya.

Ia pun melangkah memasuki ruang kerjanya terdapat buku note schedule dimejanya dibuka note tersebut..

Terdapat foto sepasang remaja memakai seragam sekolah terdapat tulisan dibawahnya

“Aku.. hanya butuh senyum mu untuk menjadi semangatku disini aku merindukan mu aku memcintaimu.. dahulu.. sekarang… esok… hingga aku menutup mata..”

……..

“Jiyong-ah… sebentar lagi kau akan lulus sekolah.. apa rencanamu kedepan?”  Kata seorang pria tua sambil menatap anak lelakinya

“Aku belum tau appa”  katanya sambil menatap sang ayahnya

“Kau tak punya rencana? Kau itu calon kepala keluarga bagaimana bisa kau berfikir seperti itu” kata sang ayah “aku ingin kau mengikuti jejakku” sambungnya lagi

“Tapi.. appa aku.. aku tak ingin menjadi dokter..”  jawabnya menentang jawaban sang ayah

“Apa salahnya jadi dokter.. itu pekerjaan mulai jiyong..”  kata sang ayah membuat sang anak menjadi terdiam “setelah kelulusan kau langsung pergi ke seoul.. aku sudah menghubungi paman dan juga bibimu..” lanjut sang ayah

……

Setelah berbicara dengan ayah nya lelaki ini terdiam didalam kamarnya..

Menjadi dokter memang tak salah pekerjaan yang mulia.. namun itu bukan keinginanya

Apakah ia harus mencobanya? Tapi pergi merantau ke seoul.. meninggalkan gadisnya…

…..

“Dara-ah kita kebukit yang diujung sana yah?”  Kata sang lelaki sambil mengkayuh sepedanya

“Tapi tidak lama yah ji? Aku takut eomma mencariku” jawab sang gadis yang sedang duduk manis diboncengan sang lelaki

“Iya.. tidak lama..” jawabnya lagi sang lelaki

Setibanya di bukit tersebut.. sang lelaki pun langsung menbawa sang gadis kepuncak bukit.. dibiarkan sepedanya terjatuh sembarang

“Dara-ah liat kedepan…ini indah kan?” Katanya kepada sang gadis sambil merenggangkan tangan

Sang gadis pun terkesima melihat pemandangan yang tersaji dari atas puncak bukit

“Lihat itu… itu rumah mu dara-ah” kata sang lelaki tersebut sambil memandang rumah yang terlihat dari atas bukit

“Ya.. ji aku melihatnya” jawab sang gadis

Setelah beberapa saat kemudia sang lelaki mengeluarkan sebuah gelang

Gelang yang dibentuk dari beberapa batang ranting dan dihiasi oleh bunga bunga kecil

Sangat indah..

“Ji..”  katanya setelah melihat lelaki itu  setelah memasangkan gelang tersebut pada sang gadis

“Dara-ah ini aku sendiri yang membuat.. jangan sampai rusak..” jawabnya

“Terimakasih ji.. gelangnya cantik.. aku suka” kata sang gadis

“Baguslah jika kau suka.. aku senang dengarnya..”

Mereka pun terdiam..

“Ji… apa rencanamu setelah lulus sekolah nanti?”  Tanya sang gadis mecoba merubah suasana keheningan mereka

“Aku.. aku sangat ingin membangun desa kita dara-ah..” jawab sang lelaki sambil menatap sang gadis

“Kau.. pasti bisa ji.. kau kan pintar..:”

“Kau sendiri bagaimana dara-ah?”

“Aku? Entah lah mungkin membantu eomma berkebun? Atau membantu appa di kantor desa”

Mereka pun kembali terdiam..

“Dara-ah.. jika aku harus pergi ke kota untuk cita citaku.. apa tak masalah?”  Tanya sang lelaki sambil memandang awan yang berjalan mengikuti kemana perginya hembusan angin

Mendengar ucapan sang lelaki tesebut sontak langsung membuat sang gadis berpaling menghadap sang lelaki tersebut..

“Apa.. tak masalah dara-ah?”  Katanya lagi

“Berapa lama?”  Jawab sang gadis dengan suara yang hampir tidak terdengar..

“Tidak lama.. aku akan ke kota untuk berkuliah dara-ah..”  jawab sang lelaki yang kini menatap sang gadis tersebut

“Kapan..” kata sang gadis

“Setelah pengumuman kelulusan.. aku langsung pergi ke kota..” jawab sang lelaki tersebut

“Itu besok ji.. mengapa baru bilang?”  Kata sang gadis terdengar sedih

“Maafkan aku… aku baru bisa bilang padamu..”

“Baiklah… jika itu untuk masa depanmu.. aku tak apa ji aku baik baik saja”

Keduanya teridam sambil menikmati angin yang berhembusan menyapa wajahnya..

Sang lelaki pun memandangi wajah gadisnya..

Andai saja ia tau jika ini bukan kemauan dirinya untuk pergi meninggalkannya..

Sang lelaki pun mengengam tangan sang gadis sontak membuat sang gadis menatapnya

“Dara-ah kau tau aku sangat mencintaimu.. aku janji akan kembali… kau percaya padakukan?”  Katanya sambil menatap mata sang gadis

“Ya.. ji aku percaya.. aku akan menunggmu..” jawaban sang gadis

…….

“Dara-ah aku merindukanmu.. apakah kau masih ingat denganku?” Katanya sambil menatap foto itu.. “tapi.. entahlah aku selalu takut menerima kenyataan jika saat pulang nanti.. takut kau lupa padaku takut kau marah padaku takut kau kecewa takut kau.. sudah dimiliki yang lain..”

Berkecamuk berbagai pikiran dikepala lelaki ini membuatnya menjadi goyah antara ingin pulang atau tetap bersembunyi..

Tapi setidanya jika ia pulang ia bisa mengobati rasa rindunya meskipun kemungkinan terburuk tentang sang gadisnya selalu menghantui pikirannya.

Segera ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang..

“Chaerin.. aku minta jadwal besok hingga akhir tahun ini kosongkan semua.. aku akan cuti… baiklah…. terimakasih chae..”  katanya kepada seorang suster sekertarisnya di rumah sakit.

Setelah telepon terputus ia langsung bergegas menuju kamarnya..

Dibukanya lemarinya dan memasuka beberapa bajunya kedalam tas kopernya..

Yah.. ia akan pulang..

“Aku pulang dara-ah tunggu aku disana..” katanya sambil tersenyum.

-END-

Advertisements

12 thoughts on “I Miss You So Bad [Ficlet]

  1. Lohhhh kok udahan?? masih ngegantung nih tapi kalo misalnya segini aja yaudah nggak papa. Tapi kalo bisa dilanjutin, lanjutin yah thor. Makasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s