EVIL SMILE [Chap. 1]

postermaker-1482918403013

Author : Bernadette Michelle

Main cast: Kwon Jiyong and Sandara Park

Genre: Horror, fantasy, romance

 

Tokyo, Japan

Sosok perempuan itu terlihat anggun dengan balutan sweater putih bergambar kucing dipadu dengan rok polos dengan warna ungu tua tak lupa dengan flat shoe coklat kesayangannya. Dengan novel bergenre romance dan jam tangan pink yang menempel sempurna di tangannya.Jari lentiknya bergerak untuk mengambil kopi di hadapannya dan mulutnya menyeruputnya sedikit.

Seulas senyum singgah di bibirnya. Setelah menaruh kopi di mejanya kembali, seorang wanita tua memasuki café itu dan segera menuju tempat di mana perempuan tadi itu terlihat.

“Dara-ah, apa kau menunggu lama?”tanya wanita itu yang rupanya ibu dari Dara.

Dara menoleh sekilas dan menebarkan senyum menawannya pada sang ibu, “Aniyo, eomma. Aku baru saja datang.” Ujarnya seraya memasukkan novel ke dalam tas kecilnya.

“Kau sudah bersiap-siap dengan barang-barangmu?”

“Sudah.Sedih rasanya jika harus meninggalkan teman-temanku di sini untuk pindah” aku Dara dengan mimic wajah terlihat kecewa namun masih terlihat senyum tipisnya di sana. Sang mama pun hanya dapat memegang dan mengelus tangan Dara.

“Maafkan mama, Dara-ah” Kim Eun Sook mengeluarkan air mata kesedihannya akan penyebab pindahnya mereka dari Tokyo, Jepang menuju Seoul, Korea Selatan.Tempat di mana keluarga mama Dara berasal.

Eomma, gwaenchana.Jangan pikirkan tetntang masa yang sudah berlalu.Jika mama memiliki masalah, aka nada aku yang dapat mendengarkan dan selalu ada disisi mama, arraseo??” hibur dara dengan berpindah duduk menjadi di sebelah Kim Eun Sook dan memeluknya, membiarkan ibunya menangis sepuasnya di bahu Dara.

****

DARA POV

Pesawat baru saja mendarat di bandara nasional, Gimpo airport. Aku segera membangunkan ibuku yang terlelap dan berada tepatdi sebelahku.Bagiku, eommaku merupakan sosok wanita yang paling kuat. Beliau selalu berkerja keras mempertahankan pernikahan meskipun appa selalu berselingkuh dengan orang lain. Bahkan, sudah lebihdari 2 tahun appa membohongi eomma dan ia tidak kuat lagi dengan perasaan yang selalu tersakiti sehingga memutuskan untuk bercerai dengan appa.

Memikirkan hal itu membuatku semakin benci dengan sosok laki-laki yang kupanggil appa itu. Lebih baik aku melupakannya danmenganggap orang itu ani setan itu tidak pernah ada di dunia.Yang harus kujaga dan kusayangi sekarang hanyalah eomma.

Eomma, irreona” panggilku halus dengan tangan yang menggerakan bahu eomma.

Wae, Dara-yah?Apa sudah sampai?”

“Hmm… eomma” Kuanggukan kepalaku dan mulai berdiri serta mengambil barang-barang yang kami bawa.

Setelah keluar dari pintu kedatangan, kami disambut oleh kakak laki-lakiku yang sekarang bekerja menjadi direktur di perusahaan terkenal di Seoul. Aku pun juga tidak tahu-menahu tentang hal itu. Di tangannya terpampang sebuah papan bertuliskan“SELAMAT DATANG EOMMA DAN ADIK KESAYANGANKU” diakhiri sebuah emoticon hati yang membuatku jijik melihatnya.

Kakakku Park Sang Hyun. Dia lebih tinggi dariku dan tentunya tampan, bagi teman-temanku. Tapi setidaknya dia bisa diandalkan menjadi tulang pungung keluarga selain eomma yang menjadi psikiater cerdas yang dengan mudah diterima di rumah sakit mana saja karena kemampuannya yang dapat menyembuhkan penyakit jiwa kurang dari 3 bulan.

“Jangan hanya tersenyum saja tapi bantulah aku membawa koper ini, op- ani, Hyun-ah” ujarku yang jauhdari kata “sopan”.

Aigoo, adik kecilku ini masih saja enggan memanggilku ‘oppa’, bukankah begitu, eomma?”

“Dara, mulailah memanggilnya ‘oppa’” bujuk eomma dengan senyum bahagia menghiasi wajahnya. Itu merupakan senyum tertulus dan terbahagia yang tidak kulihatselama 1 bulan terakhir akibat.. huft..

Shireo.” Jawabku dengan menggelengkan kepala kuat-kuat.

Eomma, jalanlah terlebih dahulu karena aku harus memberi pelajaran pada dongsaengku yang satu ini” Sang Hyun menunjuk mobil hitam di luar bandara dan langsung mendekatiku. Aku pun cepat-cepat bersembunyi di belakang punggung eomma dan dapat keluar dari bandara dengan senyum kemenangan di bibirku.

****

AUTHOR POV

Pyeongchang-dong, Seoul, Korea Selatan

Kwon Jiyong membalut lukanya dibantu oleh sang ayah. Setelah mendengar suara dari kamar mandi yang cukup berisik, ia langsung menggedor pintu dan berteriak untuk membuka pintunya, dijawab dengan pintu yang terbukasedikit.

“Apa ada masalah?” tanyaappa jiyong dengan membenahi letak kacamatanya pada wajahnya.

“Aku ingin membunuhnya, abeoji” terdengar suara lemah dari mulut jiyong diikuti desahan napas yang panjang setelah terdiam beberapa saat.

Ayahnya mengangguk pertanda ia memaklumi keadaan putranya yang malang itu. Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa selain mendapatkan dokter yang profesional yang dapat menyembuhkan anaknya. Ia pun rela menghamburkan uang hasil kerja menulis novel dan berbagai webtoon hanya demi anaknya.

Tiba-tiba pintu depan terbuka dan menampilkan kakak perempuan Jiyong, Kwon Dami. Gadis dengan rambut coklat pendeknya itu pun membuka tangan dan…”Apakah tidak ada yang mau memelukku? Hey aku baru saja pulang dariAme-“ ucapannya terpotong setelah melihat darah yang begitu banyak di tangan adik kesayangannya itu.

“Apa yang terjadi?” tanya noona Jiyongdengan nada cemas, mengkhawatirkan adiknya.

Jiyong tersenyum tipis agar dapat menenangkan kakaknya, “Hanya teriris pisau” dustanya yang tidak dapat mengelabui kakaknya.

“Kurasa itu bukan luka karena teriris.Kau pasti berkelahi lagikan?”

“Hehehe.Bagaimana kau tahu itu?” bohongnya lagi dan lagi. Sang ayah hanya bisa menutup mulut dan membuang muka.

“Kau pikir seorang dokter sepertiku dapat dikelabui? Tentu saja tidak” ujar kakaknya dengan menyombongkan diri.

Appa, biar aku saja yang mengobati Jiyong” Tangan Dami mulai mengoleskan betadine di lukajiyong, menepuk dan meniupnya perlahan, lalu menutup lukanya dengan handsaplast berukuran medium.

Finish” pekik Dami bangga.

Gomaweoyo, Dami noona”Jiyong mengelus rambut Dami dan langsung menuju ke lantai dua, ke kamarnya yang mewah. Kawasan Pyeongchangdong memang sebuah kawasan yang dihuni oleh kalangan atas.

Appa..

Wae?

“’Dia’ kembali lagi?” tanya Dami dengan raut wajah sendu.

“Terkada dia datang lalu pergi. Sulit untuk diprediksikan.” Desahan nafas pria tua itu terdengar panjang. Beliau pun berdiri dan kembali ke kamarnya, melanjutkan untuk menulis novel yang telah tertunda.

Dami mengeluarkan handphone dari saku mantelnya dan menekan-nekan nomor telepon seseorang.

Yeoboseyo, oppa. Kau masih ingat aku kan? …. Aku ingin bertanya apakah aku bisa meminta nomor telepon dokter pindahan dari Jepang itu?….Geurae?…Kim Eun Sook 010-231-xxx… Gomaweo, oppa

Dan begitu saja percakapan itu selesai.

****

JIYONG POV

Aku duduk termangu di salah satukursi yang tersedia di balkon. Mataku mencari sebuah objek yang menarikdan tiba-tiba saja seorang gadis keluar dari sebuah mobil. Ia memutari mobil dan berhenti tepat di bagianbelakang mobil. Ia membuka bagasi. Seorang pria datang membantu gadis itu membawa dua koper yang berukuran cukup besar.

Dara-ah, biar aku saja kau temani eomma saja sana” perintah pria itu yang kuduga merupakan kakak dari gadis tersebut.

Tapi siapa namanya tadi?

D.. Dara?

Gadis itu? Dara?

-TBC-

Annyeong haseyo, unniedeul.Udah pada tau nggak ceritanya tentang apa?Kalo masih bingung nanti dichapter kedua akan ada penjelasan singkat dari aku hehehehe. Mian kalo misalnya ada kesalahan penulisan atau penyampaian yang membingungkan dari cerita ini. Aku buat ff ini sebagai comebackku karena sempet berhenti nulis karena sibuk dengan dunia SMPku hihi. Semoga unniedeul merasa terhibur dengan kembalinya aku. Hengsho..

Advertisements

15 thoughts on “EVIL SMILE [Chap. 1]

  1. Woahhh lereen tpi emng masih bingung sihhh wkwk. Ngeri dara blg appany setan krna trlalu benci sama appany dia manggil setan aigooo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s