[Ficlet] If Only……

image

Author : Sponge-Y

Cast    : Park Sandara, Kwon Jiyong

Genre  : Sad, Romance

Halohaaaaa ^_^ ada yang masih ingat dengan saya? Mianhe baru sempet muncut dan kali ini saya hadir membawa cerita baru. Sebelumnya saya minta maaf kalau ceritanya kurang memuaskan hoho. Selamat membaca ^^

Seandainya saja aku yang bertemu denganmu lebih dulu, akankah semuanya berubah?

———-

Salju tipis mulai turun membasahi jalanan kota Seoul hingga membuat tidak banyak mobil maupun orang- orang yang berlalu lalang di jalanan. Ya, di musim dingin seperti ini kebanyakan orang hanya akan memilih untuk berdiam diri menghangatkan tubuh di rumah. Namun tidak denganku, entah apa yang ada dibenakku saat ini tapi aku hanya ingin berjalan. Berjalan kemana pun tanpa arah tujuan yang jelas. Aku tidak peduli dengan udara dingin yang serasa menusuk di tulangku dan jika bisa aku bahkan berharap udara dingin tersebut mampu membekukan otak dan hatiku.

Kosong……

Hanya itulah yang dapat kurasakan saat ini. Entah sejak kapan aku lupa bagaimana caranya untuk tersenyum, tertawa dan bahkan yang bisa aku rasakan hanyalah kebencian dan penyesalan. Menyesal, kenapa takdirku harus bertemu lalu jatuh cinta dengannya dan aku benci pada diriku sendiri karena aku telah jatuh terlalu dalam padanya. Dan hingga akhirnya diriku sendirilah yang merasakan sakit seperti ini.

Seharusnya perasaan ini tidak timbul, bukan? Benar… dari dulu aku telah menyadari, sangat menyadarinya bahkan. Bahwa sedalam apapun cintaku padanya hingga akhirnya aku tidak akan mungkin memilikinya. Aku hanyalah seseorang yang belum lama masuk ke dalam kehidupannya, sedangkan wanita itu adalah seseorang yang telah lama mengisi hatinya. Aku tahu, aku bukan siapa- siapa baginya dan semua perhatian yang selalu diberikannya padaku hanya sebatas perasaan sayang terhadap teman. Semua itu salahku…. akulah yang salah mengartikannya.

“Dara kau ada waktu malam ini? Minumlah bersamaku, aku yang traktir.”

Dia sering sekali mengajakku keluar hanya sekedar untuk minum di kedai sederhana pinggir jalan. Ya, aku sangat mengerti dirinya. Kwon Jiyong bukanlah tipe orang yang suka ditolak ajakannya dan aku sendiri, meskipun jauh di dalam hatiku sangat ingin menolaknya, aku tetap tidak bisa. Setiap kata yang diucapkannya sudah seperti sihir untukku. Apapun yang dia katakan, apapun yang dia inginkan, aku selalu menurutinya. Meskipun tidak jarang aku menyadari, jika semua yang kulakukan ini adalah sebuah kesalahan.

“Aku benar- benar lelah menghadapi sikapnya. Kau tahu setiap hal yang kulakukan selalu salah dimatanya.”

Jessica Jung. Aku tahu setiap kali dia mengajakku untuk minum, hanyalah nama perempuan tersebut yang selalu dibicarakannya. Dia bilang Jessica kekanakan, keras kepala, pencemburu, dan terkadang dia benar- benar lelah menghadapi sikap pacarnya tersebut. Tapi aku tidak yakin, jika hal seperti itu yang benar- benar dirasakannya. Meski bagaimanapun juga, Jessica telah lama mengisi kehidupannya. Apalagi dia adalah tipe wanita sempurna yang selalu diidamkan oleh pria manapun. Cantik, tinggi, berkulit putih, ramah, mudah bergaul dengan siapapun, kaya, bukankah itu sempurna? Aku bahkan tidak ada apa- apanya jika dibandingkan dengannya. Dan bodohnya jika aku selalu berharap suatu saat nanti Kwon Jiyong akan lebih memilihku daripada wanita itu.

Aku selalu mendengarkan keluhan apapun yang dilontarkannya. Namun terkadang aku merasa kasihan padanya dan sering bertanya- tanya, apakah Jiyong bahagia bersama wanita itu? Tapi lagi- lagi tak ada hal yang dapat kulakukan kecuali hanya dengan mendengarkannya. Tidak apa- apa, jika dia selalu berbicara tentang Jessica. Asalkan aku bisa sedikit lebih lama berada di dekatnya itu sudah lebih dari cukup bagiku.

Aku dan Kwon Jiyong bertemu satu tahun yang lalu, ketika saat pertama kali aku diterima bekerja di sebuah kantor perpajakan. Dia adalah orang pertama yang kukenal di kantor tersebut. Sebelumnya aku tidak pernah bisa cepat akrab dengan seseorang yang baru kukenal. Namun entah kenapa, dengan Kwon Jiyong segalanya terasa berbeda. Meskipun baru saja mengenalnya tapi rasanya kita seperti teman lama yang bertemu kembali. Jika sebelumnya aku merupakan orang yang tertutup, tapi bersama Kwon Jiyong aku bisa menceritakan apapun yang sedang kupikirkan. Rasanya sangat nyaman setiap kali berada di dekatnya dan itu merupakan hal yang baru bagiku.

Suatu saat nanti, entah kapan itu pasti akan ada seseorang yang datang ke dalam kehidupanmu

Dia adalah orang yang menyayangimu apa adanya

Dia akan menerima kelebihan dan kekuranganmu sekalipun

Tidak peduli apapun itu, tidak peduli terlihat seperti apa kau bagi orang lain tapi dia akan tetap menyukaimu

Pernahkah kalian mendengar kata- kata seperti itu? Ya, itu adalah hal yang kupikirkan ketika pertama kali mengenal Kwon Jiyong. Entah sudah berapa lama aku menunggu seseorang seperti Jiyong masuk kedalam kehidupanku. Seseorang yang tidak mempedulikan apapun kekuranganku, seseorang yang selalu menerima aku apa adanya. Aku bukanlah tipe orang yang menarik, pemalu dan pendiam hingga tak banyak orang yang bisa dekat denganku. Namun lagi- lagi, semua berbeda ketika bersama Jiyong. Dan entah sejak kapan, semua kesalahan ini bermulai. Harusnya aku dapat mengendalikan perasaanku, meski bagaimana pun juga jauh sebelum aku masuk ke dalam kehidupannya telah ada seseorang di dalam hatinya. Namun semuanya terlambat dan yang dapat aku lakukan hanyalah menahan sakit ketika melihatnya tertawa dan tersenyum untuk perempuan itu.

“Dara kau benar- benar orang yang baik. Betapa beruntungnya lelaki yang dapat memilikmu suatu saat nanti.”

Dan kuharap itu kau Kwon Jiyong, tidak dapatkah kau melihat perasaanku? Sering aku berpikir, seandainya saja aku yang lebih dulu masuk ke dalam kehidupanmu, akankah semuanya berubah? Akankah kau memilihku? Aku benar- benar seperti orang bodoh, kau tahu itu? Dan saat ini aku seperti tersesat, terjatuh terlalu dalam tanpa bisa kuketahui jalan keluarnya. Bukankah itu menyedihkan? Tapi jika semua ini akan membuatnya bahagia, sebisa mungkin aku akan meralakannya. Perasaanku sudah tidak penting lagi, jika dia bahagia, aku juga akan bahagia.

Bipbip bipbip

Suara dering ponsel dari sakuku yang tiba- tiba menyadarkanku dari lamunan panjangku. Aku menoleh ke kanan kiri dan ternyata aku masih berada di persimpangan jalan. Entah sudah berapa kali lampu penyeberangan jalan berubah warna tapi aku masih diam membeku disini. Dengan malas aku mengambil ponsel di saku mantelku dan terlihat ada satu pesan darinya, Kwon Jiyong. Aku menghela nafas panjang sebelum membukanya dan aku sadar jika setelah ini aku akan benar- benar kehilangannya.

Kau tidak lupa kan besok hari apa? Datanglah dan aku tidak ingin kau datang terlambat di hari spesialku

END

Jangan lupa tinggalkan jejak ya, thank you ^^

Advertisements

17 thoughts on “[Ficlet] If Only……

  1. aq baru sempet baca yg di DGI..hihi
    uuh sedih ceritanya..huhu..g tega ma dara..
    semangat bwt bikin ff yg lain y sponge-y… my dongsaeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s