HELLO BITCHES [Part. 2]

kKZYHfw

Author: Zhie | Main Cast: Sandara Park (2Ne1), Kwon Jiyong (Bigbang) | Support Cast: Lee Junki (Actor), Goo Junhee (Actress), All Member 2Ne1, All Member Bigbang | Genre: Romance, Adult| Rating: NC-17 (Maybe 😛 | Lenght: Series

~~~

OCTAGON-0006-e1417176765262  IMG_6065

Dara Pov

Hentakan musik kembali membuat tubuhku bergerak dengan sendirinya, diiringi oleh Minzy sebagai Disc Jockey malam ini beserta CL yang berada di panggung- menjadi pusat perhatian dengan tarian erotis bersama timnya… sementara Bom, aku tidak melihatnya di sekitar. Mungkin kini ia tengah berada di sudut-sudut ruang atau berada di ruang VIP bersama salah satu pelanggannya.

Yeah. Inilah hidupku- kehidupan malamku, bersama-sama teman-teman seperjuanganku. Terlihat miris memang… tapi bukan waktunya untuk menyesal- meratapi diri bukanlah sesuatu yang juga bisa dibanggakan.

Aku menuju salah satu bar, mencapai kursi kosong dan menyalakan rokokku hingga akhirnya salah satu bartender yang cukup dekat denganku- menghampiriku.

Red wine, sparkling wine, Cointerau, Blue moon. Mana yang kau mau?” tanyanya menyebut semua minuman yang menjadi favoritku. Aku pun mencibirnya- menandakan kalau apa yang ia tawarkan tak menjadi pilihanku kali ini.

“Aku hanya butuh yang ringan, Junki Oppa. Berikan aku rum and coke.” pintaku padanya yang lebih tua dua tahun dariku. Ia pun tersenyum- mengangguk… segera membuat pesananku. Kembali kusesap rokokku, dan sengaja meniupkan asapnya ke udara- menjadi gumpalan putih yang langsung terpecah- memudar.

“Sedang bosan, eoh?” tanya Junki Oppa yang telah kembali dengan minumanku. Aku meminumnya terlebih dahulu sebelum menjawab.

“Tak ada yang menarik, Oppa. Para predator terlihat sama… mereka tak lagi menggairahkan.” Aku menjawab jujur, ia pun tertawa.

“Ingin sesuatu yang baru, ne?”

“Lebih dari sekedar baru tepatnya. Bagaimana aku bisa mendapatkannya? Kau tahu maksudku?” Junki Oppa mengangguk kali ini, dan mendekatkan dirinya padaku- membisikkan sesuatu.

“Aku bisa menjadi sesuatu yang baru itu, Dara.”

Aku berdecak, “Cih. Benarkah? Kau harus membayarku, Oppa… aku tidak murah. Kau tahu itu.”

“Ha ha ha… araesso, karena itu aku mengumpulkan uang saat ini untuk membelimu.” lanjutnya disela-sela tawanya, membuatku menarik ujung bibirku- tersenyum. Ia selalu bercanda seperti itu. Aku pun berdiri dari dudukku setelah menghabiskan minumanku dan mematikan rokokku… setelah itu kembali melihat ke arahnya.

“Araesso. Kalau begitu, kumpulkanlah uang yang banyak Oppa. Aku menunggumu untuk menjadi sesuatu yang baru bagiku.” ucapku kemudian beranjak pergi, tapi sebelum itu… aku kembali mendekatinya dan meraih lengannya paksa hingga membuatnya harus mencondongkan tubuhnya ke arahku- kami kini hanya terhalang konter bar.

Cup

Aku mendaratkan bibirku dengan singkat di bibirnya, ia terlihat mengerjap sesaat- yang kutahu pasti ia sedikit terkejut sekarang. Aku pun tersenyum melihat ekspresinya.

“Aku lupa membawa dompetku, Oppa. Jadi- bisakah itu disebut pembayaran?” tanyaku lirih, tapi ia tak kunjung menjawab, “Ok. Diammu berarti iya.” lanjutku akhirnya melepas peganganku darinya… “Gomawo, Junki Oppa. Kau adalah yang terbaik.” ucapku kemudian, dan ia tersadar…

“Cih. Dasar wanita nakal.” Omelnya yang lebih terdengar sebagai gurauan, aku pun tertawa.

“Aku pergi, jangan lupa untuk menawarkan diriku kepada pelanggan-pelanggan barumu. Araesso.”  ucapku setengah berteriak diakhir kalimat, karena kini musik yang keras kembali terdengar. Ok. Minzy, Let’s Go!

Sementara itu…

Jungki- Lee Jungki… hanya bisa menatap punggung Dara yang menghilang diantara orang-orang yang memenuhi lantai dance, dan kini senyum pahitnya kembali terlihat.

“Dara. Sandara, bagaimana bisa kau mengatakan padaku untuk menawarkanmu pada pelangganku, hah? Aku sungguh-sungguh saat mengatakan ingin membelimu, Dara. Aku sungguh-sungguh.” batinnya yang kini hanya bisa menahan segala rasa yang ia punya- menahan bagaimana inginnya ia untuk memiliki Dara seutuhnya.

.

.

.

Dua mobil lamborghini aventador putih dan merah baru saja berhenti di depan pintu masuk Octagon Club. Masing-masing membawa dua namja di dalamnya, Jiyong keluar dari mobil bersama Top dari sisi lainnya dan menyerahkan kunci mobilnya kepada salah satu petugas di sana… sementara dari mobil merah terlihat Seungri bersama Daesung keluar menyusulnya. Kini mereka berempat memasuki Octagon Club, dan dentuman musik keras telah menyambut mereka.

74336_900_600

“Woah, daebak. Ini baru surga dunia.” cuap Seungri begitu melihat apa yang tersaji di depan matanya, para wanita dengan pakaian-pakaian sexynya tersebar di penjuru ruang.

“Takkan ada kata menyesal, benarkan?” Daesung bersuara.

“Ne, dan Yongbaelah yang akan menyesal karena lebih memilih menghabiskan malam ini bersama kekasihnya.” celetuk Top disusul anggukan cepat Daesung dan Seungri.

“Ia tipe lelaki setia, Hyung. Bersyukurlah masih ada pria sejati diantara kita.” Jiyong mengingatkan.

“Ok. Kau benar, hanya dia yang berada di jalan yang benar diantara kita.  Kalau begitu kajja, lupakan dia… kita akan bersenang-senang.”

“Yeaaaahh. Let’s Go!” Seungri bersorak- bersemangat, “Perburuan dimulai.” lanjutnya berjalan dengan mode coolnya, sementara Jiyong dan yang lain mengikutinya dari belakang- tak bisa dipungkiri kedatangan mereka berempat menarik perhatian para wanita yang melihatnya. Seungri yang selalu terlihat bersahabat, Daesung yang selalu mengembangkan senyum malaikatnya, Top yang terlihat mematikan dengan tatapan mautnya sementara Jiyong- tak ada yang bisa mengalahkan karisma yang terpancar kuat dari dirinya.

Sekarang di sinilah mereka- berada di salah satu meja yang telah Daesung pesan sebelumnya, terlihat ia memang sering datang sehingga memilih tempat yang cukup strategis- membuat mereka bisa melihat ke segala arah dengan cukup leluasa.

“Sekarang- apa yang kita pesan?” tanya Seungri kemudian saat seorang waitress menghampiri meja mereka.

“Kita datang bukan untuk mabuk Seungri-yah­, jadi pesanlah sesuatu yang ringan.” jawab Daesung mengingatkan.

“Ok.”

Dan setelah sesi memesan minum berakhir, kini mereka kembali fokus menjelajah- mengedarkan pandangan.

Jiyong Pov

Beberapa saat berlalu, kini hanya tinggal aku dan Top Hyung yang masih setia duduk di tempat- mengamati sekitar… sementara Seungri telah berada jauh di depan panggung setelah sebelumnya ia terus-terusan memuji salah satu penari wanita yang tak bisa dipungkiri terlihat sangat hot dan sexy ditambah tatapan tajamnya yang pasti merupakan tipe kesukaan seorang Lee seungri, dan Daesung… yah, aku dapat melihatnya dari sini- ia tengah mencoba mendekati target yang ia bicarakan sebelumnya… yeoja berambut pendek yang asik memutar piringan cakramnya- ia masih sangat muda kurasa- Cih, dasar pedofil.

Terlihat Top Hyung tiba-tiba berdiri dari duduknya.

“Ya! Kau mau kemana, Hyung? Meninggalkanku sendirian, neh?”

“Aku ingin ke toilet, Ji… apa kau mau ikut?”

“Cih.” Ia pun tergelak dan berlalu pergi.

Kini aku menikmati prot wine dengan kadar alkohol sedang yang kupesan. Aku menyesap- mencicipinya- ini benar-benar manis dan strong kurasa… dan saat itu pandanganku terhenti pada yeoja bertubuh mungil namun kuakui ia tetap terlihat sexy dengan mini dress ketat berwarna hitam, tanpa lengan dengan kunciran rambut ekor kudanya yang turut bergoyang mengikuti gerak lincah tubuhnya, “Omo. Apakah isi di club ini kebanyakan wanita di bawah umur, bahkan perona bibir merahnya tak bisa menutupi wajah imutnya.” sungutku tak habis pikir dengan peraturan di club ini- ck ck… ini benar-benar gila, kembali ku sesap minumanku- tak lagi memperdulikannya.

.

.

.

Top Pov

Toilet- adalah tujuanku kali ini. Sungguh menyebalkan di saat-saat seperti ini, sakit perut yang teramat melandaku… walaupun begitu aku sebisa mungkin untuk tetap terlihat cool- berjalan santai- sesekali menebarkan tatapan maut, tapi tetap… terkadang keinginan keluar mengingatkanku bahwa aku sedang berada pada kondisi emergency sekarang.

Fiuh. Akhirnya aku berhasil mencapai toilet dengan aman- kupastikan aku benar-benar dapat menahannya- tanpa ada sedikitpun yang keluar ke ke ke.

Segera aku menuju toilet yang semuanya dalam keadaan tertutup, dan aku memilih toilet yang berada di sudut ruang… dengan pasti aku melangkah cepat- meraih knop dan memutarnya. Lalu…

“Ah… aaaahhh… aaahhhhh-“

Deg

Apa-apaan ini? Aku membeku dengan apa yang tersaji di hadapanku. Seorang wanita berambut merah dengan hotnya menunggangi seorang pria yang terduduk di toilet- seakan pasrah. Aku benar-benar tak berkedip- ini membuat rasa sakit di perutku hilang seketika… aku seperti menonton blue film secara langsung sekarang. Hingga akhirnya sang pria menyadari kehadiranku dan terkesiap- secara spontan ia berdiri- menghentikan kenikmatannya.

“Waeyo?” Wanita itu masih tak menyadari kehadiranku, sementara pria itu tanpa menjawab dan tergesa menerobos keluar melewatinya dan aku yang masih mematung tak bergerak sedikitpun. Wanita itu akhirnya berbalik- melihatku dan…

SHIT. Ia  menatap tajam padaku sekarang.

Bom Pov

Sungguh menyebalkan di saat puncak dalam sebuah permainan tiba-tiba ada yang menghentikanmu untuk menang, dan kini di depanku telah berdiri seorang pria dengan tampang bingu nya. Cih. Aku pun dengan cuek merapikan mini dress dan celana dalamku tanpa memperdulikan tatapannya yang masih tak lepas dariku- aku seakan objek baru yang dilihatnya.

“Kau mengganggu pekerjaanku, Tuan.” ucapku akhirnya- kembali menatapnya. Terlihat ia bertindak canggung, dan segera mengalihkan pandangannya dariku.

“Ah… i- itu, mianhe.” Ia tergagap, aku pun menyeringai padanya.

Dengan langkah perlahan aku pun mendekatinya- memojokkannya hingga ke dinding- dan membiarkan tubuhku menempel padanya begitu dekat.

Kuamati wajahnya yang kuakui terbilang sempurna dengan rahang tegasnya, ia seakan membiarkanku menggodanya- ia terlihat nyaman, “Cih… tidak ada bedanya dengan pria yang lain, neh.” batinku kemudian.

Aku pun memberikan sentuhan-sentuhan ditubuhnya… mulai dari wajah hingga menjelajahi dada bidangnya, pria berpostur tinggi dengan rambut biru terangnya ini bahkan tak berusaha menghentikan kegiatanku… aku mulai merasakan tubuhnya mulai bereaksi di saat aku menurunkan area sentuhanku tepat di pusat sensitifnya. Ho ho… bahkan kini ia terlihat lapar.

Ok. Selesaikan sekarang, Bom. Otakku seakan mengingatkan.

Dan akhirnya sentuhanku berhenti tepat dimana barang yang sedari tadi kutuju- tepat saat itu ia mencoba mencumbuku, tapi…

Brugh

Ia kalah cepat- aku melepaskan diri darinya. Dengan santai aku membuka barang yang telah kudapatkan darinya, membiarkan tatapan bingungnya padaku…

“Kau memiliki uang yang cukup untuk menggantinya.” selorohku kemudian, mengambil beberapa lembar won dari dalam… “Ini yang harusnya pria itu bayar, tapi kau membuat aku kehilangannya.”

Ia masih diam menatapku, akupun menyeringai- melemparkan barang yang disebut dompet itu kembali padanya. Ia dengan sigap menangkap.

“Tidak ada yang gratis di dunia ini, Tuan… tapi sentuhanku padamu sebelumnya- itu menjadi pengecualian… kau terlihat menikmatinya dan membesar di sana.” lanjutku menatap intens sesuatu yang menonjol darinya.

“Ya! Kau mempermainkanku, hah?”

Ia baru sadar sekarang, eoh? Aku pun dengan acuh mengangkat bahu dan berbalik- meninggalkannya.

“URUSLAH JUNIORMU SENDIRI, NEH!” pekikku dengan melambaikan tangan tanpa berbalik melihatnya.

“YA! SHIT! DASAR BITCH SIALAN!” terdengar umpatan-umpatan yang menggema dari dirinya.

Ouch. Tertahan di sana- itu pasti menyakitkan.

.

.

.

Dara masih menggila di lantai dance- hingga akhirnya ia melihat Bom datang mendekat.

“YA! DARI MANA SAJA DIRIMU, HAH?”

“MELAKUKAN PEKERJAAN- SEPERTI BIASA.” jawab Bom singkat dan mereka pun mulai larut dengan hentakan musik yang kuat- memecah- melupakan segalanya.

=To be continued=

Prolog | |

<<back  next>>

Annyeong ^.^/ . Btw, mianhe lagi-lagi part. ini gak terlalu panjang… tapi diusahakan bisa update-in tiap hari.  Uhm, untuk cover… sengaja memang di tampilin tokohnya atu2 (Ngeles aja ini, padahal ge kena syndrom malas ngubek2 PS hoho), tapi bagi yang bisa and bersedia bikinin monggo… sangat dibutuhkan ini mah n’ pastinya gak akan nolak hehe.  And tak lupa berterima kasih pada yang udah comment kemarin2… mian gak balas atu2 tapi tetep dibaca kok and untuk beberapa yang nebak kalo yg dimaksud Daesung adalah Dara. Mian, kalian salah keke… So, kajja tinggalkan jejak seperti biasa chingu-deul. Hengsho. >.<

Advertisements

40 thoughts on “HELLO BITCHES [Part. 2]

  1. Jidi udah list dara tapi dara belum liat Jidi. Aduh moga deh ya jidi bisa membuat dara kembali ke jalan yang lurus.Bom aduh itu kasian tabinya, semoga tabi gak dendam ya sama Bom

  2. omo eonni aku speechless beneran. bommie eonni jahat banget sama TOP oppa, aku ngakak sendiri disini bayangin TOP oppa di sentuh kaya gitu dengan tatapan bom eonni seperti di MV Crush. oh my god, karisma mereka emang gabisa dilewatkan dan ternyata benar dugaanku. Daesung kepada Minzy, TOP kepada Bom, Seungri kepada Chaerin, dan terakhir eomma kepada appa hahahaha
    bahasanya gakuku ganana, eonni daebak, cepat pertemukan dara eonni dan jiyong oppa hahaha

  3. Astaga Bom eonni, apa yg kamu lakukan? Huuuu aku pgn kamu nglakuin itu sama TOP hehe. Btanggungjawablah Bom 😄 dasaraliencouple wkwk

    SandaraJiyong 😄 ayolah bertemu dan bercumbuuu (ngarep)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s