Coincidence Or Destiny? [Part 8]

 Daragon2 (1)

 

Author :: Hesty_
Length :: Chapters
Genre :: Fluffy

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author Pov

Dua minggu setelah acara makan malam yang di adakan di kediaman keluarga Park, keluarga Kwon dan Keluarga Park mulai sibuk untuk mengurusi acara pertunangan anak mereka yang akan di laksanakan seminggu lagi di kediaman keluarga Park. Sedangkan Jiyong dan Dara masih saja di sibukan dengan ujian akhir semester mereka di kampus.

“Baby girl,” bisik Jiyong di telinga Dara. Dara berbalik melihat ke arah Jiyong, “Setelah ujian ini berakhir, bisakah kita pulang bersama ke rumah orangtuamu untuk membantu orangtua kita menyiapkan acara pertunangan kita nanti?” tanya Jiyong melanjutkan kalimatnya. “A ne!” jawab Dara singkat. “Sekarang cepat selesaikan lembar soal ujianmu itu dulu Ji!” Lanjut Dara pada Jiyong yang telah duduk kembali bersama Jiyong setelah mereka memutuskan untuk menjalani hubungan mereka dan meninggalkan Bom yang kini duduk bersama dengan TOP.

“Jiyong, Dara! Apa yang kalian bicarakan?” tanya kyosunim mengejutkan mereka. “Cepat selesaikan soal ujian kalian dan jangan berisik! Ini waktunya ujian, bukan waktunya untuk berbica!” lanjut kyosunim yang membuat mereka hanya diam sambil mengganggukan kepala dan melanjutkan kembali menjawab soal-soal ujian mereka.

*

“Kalian mau kemana?” tanya Bom pada Jiyong dan Dara di depan kelas setelah menyelesaikan ujian mereka dan keluar dari kelas. “A ne, kalian mau kemana? Sepertinya kalian sedang terburu-buru!” ucap TOP melanjutkan.

“Kami akan pulang bersama ke rumah orangtua Dara untuk membantu orangtua kami menyiapkan acara per……” Ucap Jiyong terpotong karena Dara menutupi mulut Jiyong dengan telapak tangannya. “Acara perkenalan, yah acara perkenalan!” ucap Dara dengan cangung.

Dengan perlahan Bom mendekakan wajahnya ke wajah Dara, “Kau menyembunyikan sesuatu Dara?” tanya Bom penuh selidik dengan menajamkan tatapan matanya pada Dara.

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tanya CL yang datang menghampiri mereka bersama Minzy dan di ikuti oleh Seungri dan Daesung dari arah belakang mereka. “A ne, sepertinya sangat serius!” Lanjut Seungri.

“Ah, anio anio. Kami tidak membicarakan hal apapun yang serius!” Jawab Dara sambil sambil melambai-lambaikan kedua tangannya di depan dada. “Mmm, Ji ayo kita pergi!” Lanjut Dara yang telah mengalihkan pandangan ke Jiyong. “Semuanya, Sile hamnida!” Ucap Dara sambil membungkukan sedikit badanya pada teman-temannya dan segera menjauh pergi dengan menarik dan menggenggam tangan Jiyong secara bersamaan.

“Apa yang terjadi?” Tanya Youngbae dari arah belakang mereka, mereka berbalik menghadap ke arah Youngbae. “Aku tidak tau, tapi aku sangat yakin jika ada sesuatu yang mereka sembunyikan!” Jawab Bom dengan wajah yang terlihat sedang berpikir.

“Apa yang mereka sembunyikan noona? Lagipula, bukankah kita semua telah mengetahui hubungan mereka?” tanya Seungri yang mendapat anggukan dari Daesung. “Ini bukan tentang itu!” Jawab Bom dengan dingin.

“Apa kita perlu menyelidiki mereka?” Tawar CL memberikan idenya. “A ne, aku setuju! Aku rasa kita memang perlu menyelidikinya! ” jawab Bom bersemangat. “Baiklah, mari kita lakukan bersama!” Lanjut Minzy yang membuat para namja di dekat mereka yang hanya diam memperhatikan tingkah para yeoja di depan mereka.

*

Jiyong Pov

Setelah meninggalkan Seoul National University, aku melajukan mobilku menuju kediaman orangtua Dara bersama dengan Dara.

“Baby boy, mian ne.” Ucap Dara memecahkan kesunyian di perjalanan kami, “untuk apa?” Tanyaku dengan menatap heran ke arah Dara. “Karena memotong ucapanmu dengan menutupi mulutmu di depan kelas tadi! Aku tidak bermaksut apa-apa, aku hanya ingin pertunangan kita menjadi kejutan untuk mereka.” Jawab Dara dengan wajah bersalah.

“Jika seperti itu ke inginanmu, akan hanya bisa mengikutimu baby girl.” Jawabku sambil mengelus-elus pelan pucak kepala Dara. “Kau tidak marah?” Tanya Dara yang mendapatkan gelengan kepala Dariku.

Dara menatapku dengan mata berkaca-kaca, “kamsahamnida.” ucap Dara mendekat ke arahku dan memelukku dari samping secara tiba-tiba yang membuatku terkejut dan hanya bisa tertawa kecil karenya.

*

Kami telah tiba di kediaman orangtua Dara, semua pelayan yang ada disini sangat sibuk dengan tugas mereka masing-masing.

“Ji,” tegur eomma ku yang bersamaan dengan Nyonya Park. “Annyeonghaseyo,” ucapku membalas teguran eomma sambil mendudukan sedikit badanku pada eomma dan Nyonya Park.

“Kau datang sendiri?” Tanya Nyonya Park yang membuatku tersadar bahwa Dara tidak berada di sisiku lagi.

“Anio, aku tadi datang bersama Dara!” Jawabku sambil mengedarkan pandanganku untuk menemukan Dara.

“Lalu, sekarang dimana Dara?” Tanya eommaku yang juga mengedarkan pandangannya mengikutiku.

“Iyureul mollasseo, wae naega byeonhaenneunji. Hancham saenggakhaesseo, neow na mannan ihuro.”

(Aku tidak tahu, alasan mengapa aku berubah. Aku memikirkannya, untuk waktu yang lama.)

Gumam seorang yeoja menyanyikan sebuah lirik dengan permainan pianonya membuat kami tiba-tiba terdiam dan saling memandang, “Itu pasti Dara!” ucap Nyonya Park meyakinkan.

Perlahan kami berjalan ke tengah ruangan di rumah mewah ini dan menemukan bahwa yeoja yang sedang menyanyikan sebuah lirik dengan permainan pianonya yang di yakini Nyonya Park adalah Dara, memang benar-benar Dara.

Semua mata dan perhatian perlahan beralih pada Dara yang terus menyanyikan lirik lagunya dan memainkan pianonya dengan mata tertutup.

“Na byeonhan geot gata, aju manhi mariya. I norae deullini oh…..”

(Setelah aku bertemu denganmu, aku pikir aku berubah banyak. Saat aku mendengar lagu ini oh…..)

Perlahan Dara membuka matanya, dan mengedarkan pandangannya pada orang-orang yang telah mengelilinginya yang berakhir ke arahku.

“Niga neomu gopmapjanha oh baby, niga neomu yeppeujanha oh….. “

(Aku sangat bersyukur untukmu oh sayang, kau sangat cantik oh…..)

Gumamku melanjutkan lirik lagu dara sambil berjalan perlahan mendekat ke arah Dara.

“Nuneul ttel suga eobseo, nae nunen neoman boyeo. Neoman gyesok baro bogo sipjanha nan oh….. jeongmal, oh baby…..”

(Aku tidak bisa menutup mataku darimu, dimataku aku hanya melihatmu. Aku hanya ingin melihatmu oh….. sungguh, oh sayang…..)

Gumamku dan Dara bersama melanjutkan lirik lagu yang kami nyanyikan tanpa melepaskan padangan kami satu sama lain.

Kami mengakhir lagu yang kami nyanyikan dengan mendapatkan tepuk tangan dari seisi rumah yang terus memperhatikan kami dengan mata berkaca-kaca.

“Kejutan yang sangat manis chagia.” Ucap Nyonya Park yang telah menghampiri kami sambil membelai lembut pipi bagian kanan Dara. “Kalian benar-benar sangat serasi.” Lanjut eommaku yang mendapat anggukan dari Nyonya Park dengan mata berkaca-kacanya yang seakan-akan bersinar menatap bergantian ke arahku dan Dara.

*

Dara Pov

Setelah meninggalkan kediaman orangtuaku, tanpa sempat bertemu dengan appa kami. Aku dan Jiyong kembali ke apartemen kami.

“Baby girl, bolehkah jika malam ini aku tidur di apartemenmu?” Tanya Jiyong sambil bergelanjut manja padaku.

“Tidak boleh!” Jawab Bom yang di ikuti CL dan Minzy yang mengejutkanku dan Jiyong.

“Kami akan tidur di apartemen Dara eonni malam ini, jadi kau tidak boleh tidur di apartemennya oppa!” lanjut Minzy yang membuat wajah Jiyong kecewa. “Mari kita masuk!” Ucap CL yang menariku di bantu oleh Bom dan di ikuti Minzy ke dalam apartemenku meninggalkan Jiyong sendirian.

Bom Pov

Aku bersama CL dan Minzy dengan sengaja mengunjungi Dara ke apartemenya dan memutuskan untuk menginap di apartemenya, kami memiliki rencana untuk menyelidikinya tentang apa yang aku yakini bahwa ada sesuatu yang Dara sembunyikan dari kami dan itu memiliki hubungan dengan Jiyong.

“Apa yang membuat kalian tiba-tiba datang kemari?” Tanya Dara saat kami telah berhasil membawanya masuk ke dalam apatmennya dan meninggalkan jiyong di luar.

“Kenapa? Memangnya tidak boleh?” Tanya ku pada Dara dengan wajah cemberut. “Anio Anio, bukan seperti itu maksutku Bom.” Jawab Dara sambil memelukku.

“Eonni, apa kau memiliki makanan?” Tanya CL sambil memegangi perutnya dan berjalan ke arah dapur.

“Tentu, aku memiliki beberapa makanan di kulkas. Kau bisa memakannya!” Jawab Dara sambil melepaskan pelukannya dariku dan mengikuti CL.

“Eonni, apa ini yang kau bilang sedikit makanan?” Tanya CL pada Dara saat membuka kulkas Dara yang di penuhi banyak makanan.

“Aku mau ini!” ucapku dengan cepat sambil meraih makanan dari dalam kulkas Dara karena itu adalah makanan kesukaanku, yang tak lain adalah makanan dengan berbahan dasar jagung.

“Kau mau aku memanaskannya untuk mu Bom?” Tawar Dara pada semangkuk sup jagung yang telah ku pegangi.

“A ne!” Jawabku singkat menyerahkan sup jagung itu pada Dara.

“Eonni, apa kau juga bisa memanaskan yang ini untuk ku?” Tanya Minzy yang mendapat anggukan dari Dara dan meraih makanan yang di berikan oleh Minzy padanya.

*

Dara Pov

Setelah selesai makan, kami berempat beristirahat di kamarku. Saling berhimpit-himpitan dan berpelukan, mereka menceritakan tentang banyak hal mengenai hubungan mereka dengan pasangan mereka masing-masing. Dari Bom yang menjadikan Top seperti budaknya, juga CL dan Seungri yang terus saja bertengkar. Hingga Minzy dan Daesung yang saling memanjakan.

“Dara, bagaimana denganmu dan Jiyong?” Tanya Bom setelah cerita mereka dan pasangan mereka berakhir. “A ne eonni, katakan pada kami!” Lanjut Minzy padaku, mereka semua mulai menatapku. Menyadari tatapan menuntut mereka, aku menutup mataku secara perlahan.

“Kyaaaaa Dara! Apa kau akan meninggalkan kami tidur begitu saja?” Teriak Bom sambil menguncang-guncangkan tubuh kecilku. “A ne eonii, kau sangat curang.” lanjut CL yang telah mengerucutkan bibirnya, “Katakanlah eonni, tidak ada yang perlu kau tutupi dari kami!” lanjut Minzy yang membuatku menaikan alis sebelah kiriku.

“Apa mereka sedang berusaha untuk menyelidiki hubunganku dengan Jiyong?” Batinku bertanya saat memahami maksut dari pernyataan Minzy dan menyadari tentang kehadiran mereka yang tiba-tiba dan menginap di apartemenku serta menceritakan tentang hubungan mereka masing-masing.

Aku menatap mereka secara bergantian, “Aku dan Jiyong, aku rasa sebentar lagi kalian akan mengetahuinya. Bersabarlah!” Ucapku mengakhiri tatapanku pada langit-langit kamarku.

Aku tidak mendengar ada suara protes mereka akan ucapanku, hingga akhinya dengan perlahan aku mulai menutup mataku dan tertidur.

~ To be Continue ~

 

<< Back  Next >>

Advertisements

21 thoughts on “Coincidence Or Destiny? [Part 8]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s