Alphabet [Epilog]

cover alphabet (1)

Author : Defta

Cast  : Kwon Jiyong, Sandara Park

Genre   :School Life

###

XXX

Suara gesekan antara sepatu dan lantai terdengar keras dan cepat menandakan pemilik sepatu tengah berlari. Entah apa yang namja itu kerjar, kemudian ia berhenti di depan sebuah ruangan yang didalamnya ada seorang yeoja yang tengah duduk di meja sambil memegang ponsel pintarnya.

“Kau sudah pulang” ucap namja itu membuat yeoja yang sedang duduk itu menoleh kemudian tersenyum dengan manis.

“Em…” gumamnya seadanya kemudian kembali fokus pada ponsel di tangannya.

Namja itu kemudian bergerak untuk duduk di kursi pasangan meja yang yeojanya duduki, kemudian mendekat untuk memluk pinggang ramping yeoja itu.

“Jiyong apa yang kau lakukan ?” Ucap sang yeoja sambil mencoba melepas pelukan Jiyong.

“Maaf karna aku tak menjemputmu di bandara kemarin, aku menyesal dan aku merindukanmu Dara-ah” balas Jiyong sambil melonggarkan pelukannya.

Yeoja bernama Dara itu membuang mukanya. “Kau merindukan aku atau merindukan untuk menjahili aku eoh ?” ugkapnya membuat Jiyong tertawa dengan keras.

“Arraseo..Arraseo… mianhae….” Jiyong kembali memeluk pinggang Dara. “Dara-ah apa aku benar-benar namja yang menyebalkan ? apa setiap kali melihatku kau ingin menendang bokongku ?”tanyanya.

“Emm…entahlah aku tak yakin” Dara terlihat berfikir. “Kenapa tiba-tiba kau menanyakannya ? apa ada sesorang yang mengatakan seperti itu padamu ?”

Jiyong mengangguk antusias.

“Nugu ??” tanya Dara, sambil memainkan rambut Jiyong.

“Uri Eomma”

“BWAHHAHHAHAHAHHA” Dara tertawa dengan sangat keras membuat Jiyong dengan cepat melepaskan pelukannya.

“Wae ?”

Dara menggeleng cepat, “kau pasti membuat masalah benarkan ?” teka Dara dan Jiyong mengerutkan dahinya.

“Well, aku hanya kesal pada mereka, eomma, aboji, noona… mereka tak mengizinkan aku pergi untuk menjemputmu kemarin  jadi aku hanya mecabut kabel rise cooker”

“Dan kalian akhirnya tidak makan ?” Jiyong kembali mengganggukkan kepalanya. “kapan ?”

“pagi ini”

“jadi kau belum sarapan ?” untuk ke tiga kalinya  Jiyong mengangguk. “ayo ke kantin, kau harus sarapan” Dara bangkit dari duduknya tapi dengan cepat Jiyong kembali memeluk pinggangnya dan menyandarkan kepalanya di perut yeoja itu.

“Tetaplah seperti ini, aku sudah terbisa tidak sarapan” Jiyong mendesah sambil memejamkan mata.

“Kau harus merubah kebiasaanmu itu, aku akan membawa bekal besok, agar kau bisa sarapan” ucap Dara sambil kembali memainkan rambut Jiyong.

“Gwomawo” balas Jiyong pelan.

Diam menyelimuti keduanya sesaat dnegan posisi seperti itu.

“Kau tau… sebenarnya kau memang menyebalkan, dan membuatku ingin sekali menendang bokongmu” Jiyong berjingat bingung. “Tapi…..” namja itu kembali menyandarkan kepalanya di perut Dara “aku tau sebenarnya kau namja yang sangat perhatian”

“Itu sebabnya kau mau menerimaku menjadi namjamu ?” tanya Jiyong

“Ani, kau aku menerimaku karna kau memintaku bukan !”

“MWO !!!” teriak Jiyong. “Jadi kau akan menerima siapapun namja yang akan menembakmu ?”

Dara mengagguk. “Mungkin saja begitu !”

“Oh yang benar saja …” Jiyong mendengus kasar.

Dara yang merasa Jiyong mulai marah turun dari meja dan perlahan berjalan menjauh.

“Mau kemana kau ? kembali kemari gadis nakal” Dara langsung mengambil jurus kaki seribu untuk menghindari Jiyong, dan tepat saat itu Jaejoong tengah berdiri di daun pintu kelas.

Darapun berlindung dibalik punggung namja itu. “Jaejoong oppa tolong aku….”

“OPPA ? hya kau bahkan tidak memanggil pacarmu sendiri dengan sebutan itu !!!” hardik Jiyong kesal, namun Dara hanya menjulurkan lidah membuat Jiyong semakin kesal dan berusaha meraih Dara yang berada di balik punggung Jaejoong.

“Kalian berdua masih saja seperti anak kecil !!” Ucap Jaejoong bijak seperti biasanya.

“Oppa aku bukan anak kecil” Dara mengerucutkan bibirnya.

“Kau gadis nakal” desis Jiyong.

Jaejoong mendesah “Berhentilah menggoda dia Dara” Jaejoong beralih menatap Jiyong. “Jiyong kami ini adalah saudara sepupu, jadi wajar kalau Dara memanggilku Oppa”

Jiyong sedikit tercengang, tapi Dara hanya menunduk. “Kalian saudara sepupu ? sejak kapan ?” tanya Jiyong.

“tentusaja dari lahir” celetuk Dara yang sukses mendapat jitakan dari Jaejoong.

“Tapi kau bilang kau mencintai Dara bukan, kau bahkan memukulku 3x tempo hari”

Namja tinggi itu terkikik kemudian menggaruk tengkuknya. “Aku melakukannya sebagai seorang saudara, aku tak mungkin diam saja melihat sepupuku ini di lecehkan” jawab Jaejoong sambil merangkul bahu Dara.

“Jaejoong memang mencintaiku sejak umur 5 tahun, dia selalu bilang kalau aku cantik dan dia mencintai aku” ucap Dara narsis sambil membuat aegyo.

“Lalu jika kalian saudara kenapa kalian seperti orang yang tidak kenal saat di kelas”  Jiyong masih tak percaya kalau Jaejoong dan Dara adalah saudara sepupu.

“Ini ide Dara, aku tak tau, dia selalu bilang, berpura-puralah kita bukan saudara”

“Itu karna fans mu bodoh” Dara menyenggol lengan Jaejoong. “Aku lelah dikejar-kejar para yeoja yang selalu menanyakan kabarmu, nomor telfonmu, dan meminta fotomu… aku sungguh muak.”

“Kau sendiri tau bukan kalau sepupumu ini tampan, jadi mengertilah”

Dara mendengus sebal pada Jaejoong.

“So, lanjutkan pertengkaran kalian saja eoh !!!” Jaejoong berjalan meninggalkan Dara, yang sedetik kemudian mendapatkan tatapan membunuh dari Jiyong.

Kembali Dara memasang jurus kaki seribunya untuk menghindari Jiyong, tapi tepat di lorong sekolah Jiyong berhasil mendapatkan Dara dan memeluk yeoja itu dari belakang.

“Jiyong lepaskan bagaimana jika ada yang melihat kita”

“Aku tak peduli” Jiyong semakin mengencangkan pelukannya di pinggang Dara. “Aku tak akan melepaskanmu sampai kau mengatakan alasannya”

Dara memutar tubuhnya untuk menatap kedua manik mata Jiyong. “Alasan aku menerimamu sebagai namja chinguku adalah…..” Dara menggantungkan kalimatnya, dan dengan cepat mencium pipi kanan Jiyong membuat namja itu diam tak bergerak, seperti patung. “Karena aku juga mencintaimu” kemudian Dara mencium pipi kiri Jiyong yang berdampak pelukan di pinggangnya terlepas.Hal itu digunakan Dara untuk melepaskan diri dari cengkraman Jiyong.

Jiyong yang mulai tersadar dari keterkejutannya kemudian tersenyum ringan “Hya setidaknya berikan itu dibibirku !!!” Teriak Jiyong karna jarak mereka yang lumayan jauh.

“Tangkap aku jika kau menginginkannya !!” balas teriak Dara, Jiyong tersenyum penuh arti kemudian berlari untuk mengejar Dara.

=END=

<< back

Udah kan epilognya, masih gantungkah ? kalo masih gantung di gunting aja biar gak gantung #Defta mulai gaje# Thanks buat para reader yang udah ninggalin komentarnya, buat Defta semangat nulis ini. Makasih juga buat Zhie eonnie, jangan bosen ngepost karya Defta ya….cinta deh sama zhie eonnie #Penjilat#

Ok…. see you in another fanfict…..

Advertisements

24 thoughts on “Alphabet [Epilog]

  1. omooo
    so sweet mauuuu iriiii :’)
    gini nih kalok punya pacar beda sekolah jarang dibelai *plakplak (-.-)
    makasih authornya udah kasih epilog yang kecehh :*
    keep fighting

  2. uh oh sial. kiraiiin oppa jj bakal sakit hati, trnyata oppa spupuny dara. wkekeke syukur deh happy ending yg mmuaskan. hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s