[Part 4] My Crazy Neighbor : Valentine’s Day

MCN-ff-daragonAuthor : Haru & VA Panda|| Title : My Crazy Neighbor || Genre : Comedy, School life, Romance, Drama || Starring : Sandara Park, Kwon Jiyong, Jang Kiyong, Mizuhara Kiko, Stephanie

.

.

Jiyong melemparkan ponsel yang terus berdering memekakan telinganya. Pria itu mengela napas dengan amat gusar, ringtone panggilan masuk yang berbeda itu menandakan seorang makhluk mars yang sangat ia kutuk tengah mencarinya.

Tepat sepulang sekolah tadi, Jiyong lari terbirit-birit setelah menyelesaikan ujian tengah semester yang tiba-tiba diberikan oleh wali kelasnya sendiri tanpa belajar sedikitpun mengenai materi minggu lalu. Sudah jatuh dan tertimpah tangga, Jiyong sangat ingin menyudahinya dan jika ia bertemu dengan Sandara, mungkin itu adalah hari tersial sepanjang sejarah hidupnya karena gadis itu justru memaksa Jiyong untuk ikut serta dalam ajang dance competition.

Kau mencoba kabur dariku, Katak Rawa?! Aku tahu kau pasti sedang bermalasan dikamarmu!

Sebuah pesan masuk dari Sandara memaksa Jiyong untuk bersandarkan punggungnya pada dinding kamar. Ia melihat dan membacanya namun yang Jiyong lakukan justru tidak membalas pesan dari Sandara. Pria itu menyunggingkan senyum, lampu di otaknya langsung menyala dan mempersiapkan untuk mematikan ponsel sebelum akhirnya ia terkaget ada panggilan masuk lain dari Sandara yang tidak sengaja ia jawab.

“YA! Kemana saja kau sampai tidak menjawab panggilanku?!”

Jiyong perlu menjauhkan ponsel dari telinganya dalam jarak sepuluh sentimeter saat suara lengkingan yang mampu mengancurkan gendang telinganya datang tanpa Jiyong persiapkan sebelumnya.

“YA! Kecilkan suaramu, Chihuahua!” Tak mau kalah, Jiyong balik menjawab dengan teriakan marah karena entah mengapa pria itu merasakan hari terberat yang pernah ada.

“Okay, aku akan bersikap lemah lembut sama seperti Kiko tadi.” Sandara membalas dengan diikuti gerutuan yang tidak jelas sama sekali bahkan bisa diartikan seperti bahasa makhluk angkasa bagi Jiyong.

“Jika kau mengubungiku untuk ikut menjadi partnermu, jawabannya sudah sangat jelas. Tidak!”

“Oh ayolah, Jiyong, kau yang mengusulkan ini dan bahkan aku tidak pernah memikirkan ide secemerlang ini untuk bisa bergabung dengan klub Stephanie dan bisa popular seperti…”

“Lagipula apa yang kau harapkan dari otak kecoa sepertimu, huh?”

“YA! KATAK RAWA! Diam kau saat aku masih berbicara!”

“Terserah, aku bahkan sangat menyesal untuk membelamu dari amukan para jamur supermario!”

“YA! Katak Rawa! YA! Jiyo….”

Jiyong dengan kesal melepaskan batrai ponselnya lalu memijat pelipisnya. Ia menengadah pada langit ruang kamar lalu memajamkan mata seperti merasakan berpuluh ton gandum memukul tepat pada kepalanya.

Oh Tuhan, tidakkah aku bisa hidup normal seperti temanku yang lain?

Pria itu menciut dalam ranjangnya. Masih mengenakan seragam sekolah, Jiyong menenggelamkan dirinya, membiarkan untuk terkubur dengan selimut tebal. Teman-teman satu timnya di klub basket sangat sering mengkhawatirkan Jiyong karena bertetangga dengan salah satu penghuni rumah sakit jiwa seperti Sandara. Gadis itu memang sangat terkenal dengan ketidakwarasan karena sikapnya yang kekanakan juga sering menari saat kelas olahraga justru membuat Dara sangat mencolok, lalu apa yang ia harapkan untuk lebih popular seperti Stephanie? Kadang pertanyaan itu muncul dalam benak Jiyong.

Selagi Jiyong masih berkelana dalam pikirannya, Sandara yang tengah berada dalam kamar adiknya, tepat pada sisi seberang yang sama pada kamar Jiyong justru tengah melakukan hal jahil lain. Gadis itu memang evil, apa yang ia inginkan harus sesuai kehendak dan jika melakukan cara manis pada seorang G-Dragon, hasilnya akan nol namun tidak dengan cara khas dari seorang Sandara Park!

“KWON JIYONG!”

Merekahkan senyum, sosok Sandara kini semakin bersemangat mengarahkan pengeras suara electric dengan jendela yang terbuka pada kamar Park Seunghyun.

“Katak Rawa! Muncullah, lihat ke arah jendela!”

Jiyong secara refleks justru membekap bantal pada wajahnya. Baru satu detik rasanya untuk Jiyong memejamkan mata dengan tenang tanpa gangguan dari Sandara namun gadis itu beraksi lebih gila daripada sebelumnya.

“KATAK RAWA! Cepat tengok ke arah jendela atau aku akan mengumumkan hal yang paling memalukan untukmu!”

Jiyong memutar matanya, membangungkan dirinya dengan malas dari ranjang empuknya. Kekesalannya sangat memuncak sekarang, bahkan sang katak sangat siap untuk melahap nyamuk seperti Sandara.

“YA! Apa yang kau lakukan, sih?!” Jiyong bertanya kesal sembari menggaruk kepalanya dengan sangat frustasi namun yang dilakukan Sandara hanya memasang senyum yang kian membuatnya semakin bodoh.

“Kau harus menjadi partnerku, katak rawa! Oh, tunggu-tunggu dan lihat ini!”

Sandara dengan semangat yang tak pernah pudar itu mulai memutar lagu dengan keras dan ikut menari senada dengan lagu yang diputarkan. Gadis itu masih memegang pengeras suara digenggamannya namun tariannya tidak terpengaruh akan hal itu. Ia tersenyum puas kearah Jiyong yang justru melihatnya dengan malas dan membuat ia kesal hingga mematikan musik tadi.

Sandara mengarahkan pengeras suara ke arah Jiyong, ia membulatkan matanya dan menaruh satu lengannya di pinggang. “Katak Rawa! Jika kau memasang wajah itu seperti tadi saat kompetisi, akan aku pastikan untuk membuat hidupmu tidak akan tenang!” ancamnya dengan mengambil sebuah foto di kantung roknya.

Sial! Bagaimana Chihuahua itu punya foto memalukanku!

Batin Jiyong lebih memilih berteriak namun mimik keterkejutanlah yang membuat Sandara tertawa terbahak-bahak. Foto itu menjadi jalan ampun untuk membuat Jiyong tunduk pada Sandara, foto masa kecil yang sudah usang, sebuah foto saat Jiyong menangis saat Sandara menarik barbie yang ia pegang.

Deal or no deal?”

***

G-Dragon POV

Kemarin malam, dewi bulan tidak dapat membiarkan hujan turun deras. Sebenarnya aku sangat mengarapkan hujan deras karena dengan itu aku bisa tertidur dengan sangat pulas seolah rinai hujan menjadi musik pengiring ketenanganku. Damn, demi apapun aku sangat membutuhkan hiburan selain serial televisi yang selalu membuat kakakku, Kwon Dami menangis. Aku seorang pria jadi mana mungkin bisa menangis dengan hal sepele yang telah diatur penulis naskah dan sutradara seperti itu, um … tapi jelas sekarang aku sangat membutuhkan hiburan dan salah satu hal yang membuatku sangat bersemangat saat menuju sekolah di waktu pagi seperti ini adalah basket. Ya, seberapa besar aku mencintai olahraga itu, bahkan siapapun tidak dapat mengitung tingkat cintaku pada basket.

“Yeah, G-Dragon. Kau yang terbaik!” Aku berkaca sekilas saat cermin itu terlihat rindu oleh pesonaku.

Aku masih berada di ruang ganti dan sedikit terkaget saat sebuah benda jatuh tepat saat aku membuka laci milikku. Jika hanya satu barang, mungkin aku hanya mengerutkan dahi namun ini lebih banyak sekitar enam atau mungkin sepuluh dengan bentuk yang berbeda-beda.

“Coklat?” aku bertanya sendiri, menggaruk kepalaku yang tak gatal lalu menyunggingkan senyum setelah membaca isi pesan singkat di sana. “Ah, valentine’s day? Bahkan tidak dianggap terlalu pagi untuk para gadis ini memberiku coklat.”

Ya, hari ini adalah tanggal 14 Februari dan sama seperti tahun sebelumnya, entah kapanpun, di hari itu pasti terdapat coklat di laciku atau bahkan bunga dan boneka bagi gadis-gadis yang mungkin malu untuk langsung memberikan coklatnya padaku.

Aku bersiul senang sekarang, um …. Sangat manis untuk dilakukan oleh para secret admirerku dan aku justru semakin memantapkan diri untuk ke lapangan basket, mungkin dengan itu aku memberikan suatu timbal balik bagi mereka yang telah memberikanku coklat ini.

“Jiyong!” aku memutarkan badan saat tengah tersenyum sendiri dan di sana lah dia, Lee Soohyuk dengan pakaian basketnya berlari ke arahku. “Woah, hari ini sudah berapa banyak coklat yang kau dapat?” Soohyuk bertanya setelah menyetarakan dan menaruh lengannya di bahuku.

Ok, Lee Soohyuk memang salah satu teman dekatku dan pria ini bahkan sangat sering mendengar gerutuanku tetang tetangga gila yang bersekolah sama denganku. Soohyuk memiliki postur tubuh yang sangat bagus, lebih tinggi dibandingkan aku namun untuk kepopuleran di kalangan gadis-gadis, aku menempatkan posisi lebih tinggi dibandingkan dengannya.

“Seperti tahun lalu mungkin, tapi di laciku hanya aku temui coklat tanpa tahun lalu yang ada bunga dan boneka.” Aku membalasnya dan melihat ekspresi Soohyuk yang terkejut dengan menutup mulut seolah tidak ingin kembali mengatakan woah!

“Itu bagus, mungkin mereka berpikir bahwa para pria tidak membutuhkan boneka ataupun bunga.”

Ya, mungkin juga.

“Um … lalu apa kau sudah mendapatkan hadiah valentine dari orang yang kau cintai?” Soohyuk bertanya dan pertanyaan ini menjadi jawaban yang sama seperti tahun lalu.

“Tidak, karena aku memang tidak punya.” Ungkapku jujur dan memang belum ada yang berhasil mengetuk pintu hatiku yang mungkin sekeras batu.

Oh man, carilah seorang gadis di antara para penggemarmu itu.” Soohyuk berujar sembari menaruh lengan di bahuku dan pria itu lalu berbisik. “Bahkan aku sekarang hanya memilih antara Sung Kyung dan juga Stephanie.”

“YA! Bagaimana bisa kau berkencan dengan kedua gadis yang saling bersahabat seperti itu!”

Calm down, G-Dragon … itu tidak masalah karena mereka juga tertarik padaku tapi mungkin aku perlu memikirkan jalan yang baik untuk memilih salah satu di antara mereka.”

Oh, lihat Soohyuk sekarang. Teman yang sangat gila dan tidak waras untuk menciptakan perang ketiga dalam sejarah ini. Ah, biarlah … aku hanya diam setelahnya dan menyadari bahwa telah berjalan sepanjang koridor hingga menemukan surga yang indah di mana aku akan bermain di sana, lapangan basket.

“G-DRAGON!!”

Oh my moon, aku memang sangat sering melihat keanehan dan kehebohan para penggemarku namun hal ini sangat berbeda saat melihat dandanan mereka. Bando kelap-kelip seperti menonton konser, woah apa yang mereka harapkan sebenarnya dari permainan basket bahkan sekarang tidak ada pertandingan. Masing-masing bahkan memegang tulisan namaku dan salah satu tangan mereka memegang hadiah dengan bentuk yang rupa-rupa.

“G-Dragon, kau yang terbaik, man!”

“JIYONG!”

Suara teriakan yang familiar tak tenggelam dalam kehebohan, dan tepat pada pukul tiga dari posisiku, Chihuahua berdiri dengan semangat bersama Park Bom di sampingnya.

“Oh, apa yang ia harapkan dengan menonton latihan basketku.” Aku berbisik dan memalingkan wajah dari Sandara yang menyambutku dengan hello pada lengannya.

***

Dara POV

Dengan malas aku merebahkan tubuhku ke dekapan meja di depanku, sungguh tidak ada hal yang menarik hari ini. Hanya ada banyak gadis-gadis gila yang mengejar lelaki untuk diberikan coklat, untuk apa mereka menghabiskan uang hanya untuk memberikan sebatang coklat mewah untuk orang yang mereka suka? Apa manfaatnya? Cih, bahkan ada lelaki yang mengejar ratu ular Stephanie dan anak-anak ularnya untuk diberikan coklat.

“Aaaah! Apa tidak ada yang memberiku coklat? Dara-ya aku membutuhkan sebatang coklat dengan cinta terdalam saat ini, atau setidaknya yang bisa ku lahap saat ini juga, jebal!” Rengek Bommie dihadapanku, sepertinya di kelas ini hanya kami berdua yang tidak mendapat coklat. Bahkan Kiko yang pendiam mendapat 2 coklat di sana sambil memandanginya bingung.

“Apa untungnya mereka memberimu coklat Bommie? Lagi pula untuk apa menghabiskan uang membelikan orang lain coklat? Bleh..”

“Ya! Kau hanya iri karena tidak ada yang memberimu coklat juga.” Desis Bommie dengan tatapan sinis ke arahku.

“T-Tidak! Aniya! Aku tidak iri, aish! Dan yang sangat jelas adalah aku tidak haus kasih sayang sepertimu, tapi sebatang coklat boleh juga.”

“Lihat siapa yang bicara sekarang.” Bommie mendengus kesal. Seperti baru mendapat sebuah ilham, ia mengangkat telunjuknya di udara “YA! Aku tau di mana kita bisa mendapat coklat gratis Dara-ya.” Ia mendekatkan wajahnya di kupingku dan berbisik “G-Dragon.”

Aku menyeringai senang dan bersorak gila bersama Bommie dengan selebrasi yang heboh dan sukses membuat para murid serius yang tinggal di kelas mengeluarkan laser kemarahan ke arah kami yang memaksa kami untuk keluar.

Yoohoo, coklat gratis I’m coming…. Tunggu sebentar Dara-ya!” Ia merentangkan kedua tangannya dan terdiam sejenak memandangi lantai koridor menuju lapangan basket.

“Aku tidak tau cara mencuri coklat itu darinya, apa tindakan kita ini benar Dara-ya? Hanya untuk coklat kita mencuri? Aku… aku….” Ia menengadah ke arahku dengan mata berkaca-kaca seperti anak kucing. Aku menghela napas panjang dan memijit keningku pelan.

“Kita tidak akan mencurinya Bommie, aku yang akan meminta coklat itu dari si bodoh.. maksudku dari G-dragon.”

“Baiklah, Kajja kajja!” Ia berteriak semangat dan melaju cepat, sungguh gadis ajaib.

Aku mengikuti langkah kakinya yang bersemangat dan menemukan bahwa target yang diincar ternyata sudah terkunci tepat didepan kami.

“JIYONG!” Aku berteriak sambil melambaikan tangan dengan semangat dan menghampirinya.

“Mau apa kau?”

“Ohohoho lihatlah selebriti kita saat ini Bommie, tubuhnya sungguh kuat dan oh lihat tangannya benar-benar memperlihatkan ia sungguh cinta dengan kekasihnya, Basket.”

“Berhenti membual dan katakan apa maumu, kau sungguh membuang waktuku.”

Apa?! Jika bukan karena coklat aku tak sudi bermanis-manis denganmu, Katak Rawa!

“Ah, hahaha kau ini, sudah jangan pedulikan kami berdua, kau dan Soohyuk bermain lah aku akan berada di belakang sana mendukungmu dengan segenap hatiku. Fighting!” ujarku sambil menampakkan senyum termanis dengan kedua tangan mengepal. Bommie melihatku heran dan sedikit jijik yang langsung ku balas dengan tatapan seribu kedendaman karena ia tidak membantu sama sekali.

Jiyong dan Soohyuk serta anggota tim lainnya bermain dengan lincah disertai teriakan heboh dari para penggemar yang kompak meneriakan nama “G-Dragon” secara berirama yang sedikit membuatku mual, namun aku harus tetap menjadi ‘penggemar sementara’ Jiyong agar mendapatkan coklat itu. Aku harus bertahan sedikit lagi.

“G-Dragon Fighting! Woohoo!” Teriakku semangat dengan memperlihatkan Moonwalk ku di samping lapangan yang langsung di sergap oleh para penggemar yang merasa tersaingi.

“Dara-ya! Dedikasimu akan coklat gratis sungguh membuatku terharu, aku sangat emosional saat ini berikan pundakmu.”

“Ya! Bommie! Kau sungguh tidak membantuku sama sekali aku tak akan membagi coklat itu denganmu jika aku dapat.”

“Andwae! Dara-ya andwaeeee! Aku akan memperlihatkan dedikasiku untuk coklat kepadamu sesaat lagi, kau akan melihatnya.”

Bommie bangkit dan beranjak menuju samping lapangan dan memulai aksi konyolnya yang entah darimana ia mendapat ide gila seperti itu. Menari dengan tidak beraturan dan terkesan memaksa, bahkan sergapan para penggemar tak bisa mengubrisnya yang membuat latihan basket saat itu sedikit ricuh.

“Ya!” Soohyuk menatap ke arah kerumunan yang dengan seketika membuat keributan itu berbalik menjadi keheningan dengan dihiasi bando kelap-kelip para penggemar. “G-Dragon kalian merasa terganggu dan menghentikan latihannya. Sekarang kalian pergilah.”

Para penggemar yang kecewa lantas melenggang pergi dan sedikit berbisik-bisik membicarakan Soohyuk. Tatapan Soohyuk kini beralih ke arah aku dan Bommie yang membuat kami sedikit bergetar karena tatapan tajamnya itu, kami menengadah ke atas untuk melihat tatapan Soohyuk, aku merasa begitu kecil saat ini, namun..

“Ehm.. Tunggu Soohyuk-ssi.” Aku beranjak dan berjalan ke arah Jiyong tanpa memperdulikan Soohyuk, untuk apa meladeni Soohyuk yang terlihat seperti manusia serigala itu. Aku memang bergetar namun untuk coklat gratis aku akan maju.

“Ya! Katak rawa, aku sudah mendukungmu tadi. Bagaimana jika aku meminta imbalan?”

Jiyong mengerutkan alisnya dan menatap mukaku yang terlihat sebal dan menyentil jidatku. Dia cari mati ya?

“Apa aku menyuruhmu mendukungku? Dan.. coklat gratis? Memilukan sekali Chihuahua ini tak mendapat satu coklatpun.”

“Grr.. kau benar-benar menyebalkan Katak. Baiklah! Akan ku buktikan padamu bahwa aku juga akan mendapatkan coklat gratis dari….. penggemarku.”

Jiyong menahan tawa sesaat lalu benar-benar tertawa lepas, tentu saja tertawa meledek satu paket di sana.

“Baik, akan ku nantikan itu. Buktikan padaku dan semua coklat itu milikmu.”

Mendengar perkataan Jiyong, Bommie lah yang paling bersemangat saat ini, matanya memancarkan aura berbinar dan menatapku dengan semangat membara.

“Aku akan membantumu Dara-ya!”

Aku menatapnya ngeri dan mengangguk dengan sangat pasti. Gadis ajaib!

 

 

***

Kiyong POV

Hari valentine tiba, seperti biasa aku memberi ucapan pertama kali kepada ibuku dan mengiriminya coklat sebelum aku berangkat sekolah.

“Kau akan selalu tenang berada di surga eomma. Aku menyayangimu.”

Aku bergumam seorang diri di pojok kelas sambil melihat langit dan berharap ibuku benar-benar ada disini, perasaan sepi menyelimutiku dengan ditemani beberapa coklat kiriman gadis-gadis yang menyatakan bahwa mereka penggemarku. Bahkan aku belum sebulan bersekolah di sini.

Ah, Sandara. Ia melewati kelasku bersama temannya dengan riang, apa sebaiknya ku berikan dia coklat sebagai tanda pertemanan? Mungkin sebaiknya begitu.

Aku berjalan mengikuti Sandara, saat aku akan menyapanya kerumunan gadis-gadis menghalangi jalanku dengan banyak bingkisan dan coklat ditangan mereka.

“Kiyong oppa, terimalah hadiah valentine dari kami.”

Mereka menyodorkan coklat dengan malu-malu yang dengan canggung ku terima dan tersenyum halus kepada mereka.

“Terimakasih atas coklatnya.” Sekali lagi aku tersenyum dan beranjak pergi dengan banyak bingkisan ditanganku, aku kehilangan jejak Sandara.

Suara sorakan dan teriakan terdengar dari lapangan basket. Tim basket SMA Sevit sedang berlatih disini, apa aku harus bergabung juga nanti? Mataku terpaku pada kerumunan yang dibuat seorang gadis dan tim basket menghentikan permainan mereka. Sandara dan temannya terlihat terduduk saat kerumunan pergi, lalu bangkit dan menghampiri seorang lelaki. Aku lupa siapa ia namun ia terkenal di sekolah ini, Sandara terlihat kesal.

Ia dan temannya berjalan ke arahku, ah bukan, ke arah kelas yang pasti akan berpapasan denganku. Apa aku menyapanya? Apa yang harus aku lakukan?

“Kiyong?” Suara Sandara terdengar jelas menyapaku dan dengan semangat seperti biasa ia menghampiriku dengan penuh senyuman.

“Woah! Banyak sekali coklat yang kau terima, aku tak menyangka kau banyak penggemar juga hehe ah ini Bommie, Park Bom teman sekelasku.”

Aku menundukan kepalaku ke arah temannya dan tersenyum canggung. Park Bom hanya melihatku dengan tatapan kosong lalu melihat ke arah bingkisan yang ku bawa. “Dara-ya kau tau? Aku sudah menemukan jawaban atas tantanganmu pada G-Dragon, aku akan menahannya di lapangan basket kau mengerti kan?” Gadis itu berlari dengan mengedipkan sebelah mata ke arah Sandara.

“B-Bommie! Aish!” Sandara terlihat panik dan menutupinya dengan senyum ke arahku.

“Um.. Kiyong. Bisakah aku meminta bantuanmu? Kali ini saja.”

Sandara menatapku dengan tatapan memohon yang membuat wajahku saat ini mungkin bersemu merah.

“Bantuan apa? Aku akan membantumu sebisaku.”

***

Park Bom berlari cepat ke arah Jiyong dan Soohyuk yang sedang beranjak pergi menuju ruang ganti.

“Tunggu sebentar G-Dragon!” Ia mengampiri Jiyong dengan napas tersengal-sengal, “Berikan aku air minum itu.” Ia mengambil paksa air mineral yang ada di tangan Soohyuk tanpa memperdulikan ekspresi kesal Soohyuk,

“Dara akan menjawab tantanganmu saat ini juga.”

Jiyong memicingkan matanya ke arah Park Bom dan mulai menyunggingkan sedikit senyum di sudut bibirnya seolah berkata secepat itu?

Dara dengan ekspresi kemenangan berjalan menuju Jiyong dan seperti biasa menggoda Jiyong karena kemenangannya.

“Kesepakatan kita beberapa menit yang lalu masih berlaku bukan? Aku sudah mendapat apa yang kau minta.” Sandara memamerkan satu batang coklat ke udara dengan bangga dan dengan senyum puas.

“Aku tidak percaya itu dari penggemarmu, otak kecoa sepertimu, darimana datangnya penggemar.”

“Ya! Kau terlalu meremehkanku, ini benar-benar dari penggemarku. Disini tertulis, untuk Kiyong Oppa.

Seolah tak menyadari yang ia katakana Sandara tetap memegang coklatnya tinggi lalu terhenyak karena ucapannya barusan. Tawa jahat Jiyong dan Soohyuk menggema di sepanjang koridor yang cukup sepi dan Sandara mengutuk dirinya sendiri karena kebodohan yang ia lakukan, lagi.

“Begitukah caramu Chihuahua? Mengambil coklat orang lain?” Jiyong tertawa meledek kearah Sandara yang sedari tadi menampakkan muka dendam dan tentu saja geram yang tertuju pada Jiyong.

“Sandara.” Suara Kiyong membuat keheningan di antara tawa dan Sandara menoleh dengan tatapan kaget.

“Kiyong?”

Kiyong menghampiri Sandara dan menyodorkannya sekotak coklat belgia kecil yang mahal dengan sepucuk surat di atasnya.

“Aku sebenarnya ingin memberimu coklat ini saat kau melewati koridor kelasku, tapi kau menghilang,” Kiyong tersenyum manis ke arah Sandara tanpa memperdulikan tiga orang lainnya yang sedang berada didekat mereka. “Terimalah, ini tanda terimakasih ku juga untuk keberkatan yang kau beri saat itu.”

Jiyong terlihat kesal dan mengalihkan pandangannya ke berbagai arah dan langsung menghampiri Sandara yang mematung dengan kotak kecil di tangannya.

“Ya, Chihuahua” Jiyong memeluk Sandara yang sontak membuat Kiyong tersentak begitupula dengan Sandara.

“Kyaaaa! Apa-apaan kau ini! Kau baru selesai latihan basket badanmu bau! Lagipula mengapa kau memelukku?! Dasar mesum!”

“Apa aku lupa mengatakan bahwa bonus dari tantanganmu adalah free hug?”

Sandara menatap ngeri ke arah Jiyong.

“Eeew sungguh menggelikan kau Katak Rawa. Lalu..” Sandara membalikkan tubuhnya ke arah Kiyong “Terimakasih Kiyong.”

Jiyong menatap getir ke arah Sandara dan beranjak pergi dengan Soohyuk.

“Ambilah sendiri coklat milikmu di laci ruang gantiku.”

Sandara melonjak kaget dan berteriak keras ke arah Jiyong.

“Mwo?!!”


-To be continue-

<<back  ||  next>>


Trailer Fanfiction :

A/N :
Haru : Terimakasih buat kalian yang udah bacaaa, semoga pada suka dan keep pantengin MNC ini bukan MN* eak hohoho. Jangan lupa kritik dan saran membangun, muah.
Pinda : Masih tanggal 14 khaan, okay bagian part ini rada lama dibuat sama dirikoooh dan pas kirim tadi siang malah minta buru-buru ke Haru buat cepetan postingan karna ff ini khusus valentine. Well, bahagiannya dirikoo saat sadar kalo ini bagian terpanjang sejauh kita nulis.
Okay… tunggu part selanjutnya dan luangkan waktu sejenak untuk memberikan komentarnya :*

 

 

Advertisements

33 thoughts on “[Part 4] My Crazy Neighbor : Valentine’s Day

  1. Sokan banget sih Jiyong wkwk kayaknya emang aku kaga pernah komen di ff ini yakkk.. yaudah sekalian mampir ke dgi aku cekin per chap aku udah komen belom dan ternyata belom wkwk.

  2. Jiyong cemburu sama kiyong!!!!!
    Terus itu coklat yang di loker maksudnya gimana? huaaaa bingung ji suka dara? Kiyong ambil hati dara. Aku mendukungmuuuuuu🙌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s