My Feeling [Oneshoot]

my feeling

Author : Hanny Gdragon

Twitter : @hannytaukand

Cast : Kwon Jiyong and Sandara Park

“Jika anda mencintainya, doakan. Jika ia bukan untukmu, ikhlaskan dan tetap doakan”

Aku menemukanmu,,,

Terbisik suara dewi fortuna

Menghipnotisku hingga kau terlihat sempurna

            Saat itu aku seorang murid pindahan, dan saat ku sendiri karena belum mempunyai teman. Kau dengan senyum khas mu mengenalkan dirimu padaku dan dari saat itu kita berteman. Dan dari saat itu aku mengidolakan senyumanmu.

Kita bersama terlihat sama,,,

Aku seperti terjatuh dalam

Namun aku tersenyum

            Kita menjalin sebuah pertemanan yang sangat dekat, hingga semua mata benci mengarah padaku. Ku tahu ia populer dan semua ingin sekali berada di dekatnya dan aku merasa tak masalah dengan semua tatapan tak suka itu, aku hanya menyadari aku nyaman berada di dekatnya.

Aku semakin dalam menyelam

Bahkan kini tenggelam

Kau tersenyum riang

            Hari ini kau memelukku erat. Aku mengkaku, hati ku bersorak gembira, kau terlihat sangat bahagia. Dan detik kemudian ragaku melemah, hatiku terperas, kau bisikan nama seorang yang kini menjadi kekasihmu.

Otakku berkerja keras

Menghilangkan dirimu di setiap lekuknya

Kini aku seorang pembunuh

            Kita menjadi dewasa disetiap waktu. Saat pelulusan tiba, aku menghindarimu, hingga perpisahan kita. Mungkin ini caraku membunuh rasa yang seharusnya tak terlahir diantara kita. Namun mataku selalu ingin melihatmu. Dan ketika mataku terlaksanakan keinginannya mata ini menjadi buram oleh genangan, melihat kau memeluk erat kekasihmu dengan riangnya.

Kau adalah mendung

Hujan adalah kenangan

Dan itu membuat genangan

            Melupakan mu merupakan kemustahilan yang masih ku coba. Kenangan bersamamu begitu menyiksa. Banyak yang memberi tahuku bahwa dia mancariku sampai saat ini. Memang aku bersembunyi darinya, ah bukan hanya darinya namun aku bersembunyi dari mencintainya.

Aku bersembunyi, namun aku mencari

Bisakah kau menghilang

Aku lelah mengamati

            Aku tak pernah bisa mengelak, apapun yang ku lakukan kau tetap kembali dengan kenangan. Aku melihatmu tumbuh menjadi seseorang yang lebih hebat. Kau kini lebih mengagumkan. Penampilanmu sudah berubah, kau semakin mempesona. Lega melihatmu baik-baik saja walau dari jauh aku melihatnya dan tetap tanpa sepengetahuanmu.

Bel berdentang

Takdir berbicara

Nadiku tersayat hebat

            Aku duduk sendiri di taman, memandang anak kecil yang berlarian. Hingga sebuah senyuman menghalangi pemandangan. Senyuman khas yang sama seperti pertama kita bertemu dan berkenalan. Senyuman khas milik seseorang yang aku cinta. Dia memelukku erat. Mulutnya tak henti menanyakan kemana saja diriku selama ini. Ia terlihat senang bertemu denganku lagi. Aku pun bahagia memeluknya, namun mengapa hari ini perih memeluknya dengan tanpa memilikinya.

Berteriak itu di hatiku

Tersenyum itu kebohonganku

Mencintaimu… berdosakah aku?

            Entah apa yang telah ku lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga aku menerima keadaan yang seperti ini. Tuhan,,, bagaimana aku melupakannya jika ia selalu menemuiku dan berbicara aneh tentangnya selama aku tak terlihat olehnya selama ini. Apakah ia ingin membuat sesuatu bangkit lagi dari pusaran kematian? Ah anni, itu belum mati hanya tetap bersembunyi.

Terpejam

Merasakan setiap desiran darah

Mendengar irama jantung

            Hujan di luar sana. Dia menjadikan hujan sebagai alasan tak meninggalkan apartemenku. Berbagai alasan ku buat agar ia mau meninggalkan apartemenku, namun keras kepalanya tak bisa ia hilangkan sampai saat ini. Ia tetap menempel pada sofaku dan memandangiku sambil tersenyum dengan khasnya. Aku mencoba mengacuhkannya. Ia merengek lapar, dan mau tak mau aku pergi ke dapur dan memasakkannya ramyun kesukaannya. Sepasang tangan melingkar di pinggangku, membuatku ingin menoleh kepunyaan siapa tangan itu. namun sang pemilih semakin mengeratkan pelukannya di punggungku. Ia berbisik “Aku baru mengetahui bahwa seseorang itu sangat berarti jika aku telah merasakan kehilangannya dan tak melihat wajah dan tawaya serta perhatiannya. Aku merindukanmu”. Aku merasakan desiran darah di pembulu darahku, mendengar dengan jelas detakan irama jantungku saat ku merasakan sebuah bibir mendarat indah di leher jenjangku. Dan bulir air mata lolos dari mataku.

Matahari dingin

Salju menusuk seperti pedang

Kebahagiaan bersarang di lubang hitam

Kehilangan adalah kekuatan

Sedangkan cinta adalah kelemahan

            Aku tersenyum bersamaan dengan senyum yang selama ini aku idolakan. Kini ia berada di sampingku, memegang tanganku erat, memelukku dengan hangat, menatapku dengan lembut dan menciumku dengan hasrat. Namun petir kini bergema, hari yang gelap, kenyataan yang tak pernah aku inginkan. Tangannya melemah, matanya sayu, dan meneteskan air mata. Tubuhnya bergetar saat memelukku dengan erat. Namun dengan suara parau “Mianhae, jeongmal mianhae. Ini akan menyakitkanmu bahkan aku, namun aku tak bisa menghindari ini” ucapnya masih memelukku. Dan aku melepaskan pelukannya mencari wajahnya yang sangat memerah karena menangis. Aku belum mengerti apa yang ia bicarakan. Namun dengan wajah tertunduk ia mengeluarkan sebuah kartu. Undangan pernikahan beratas namakan dia dan seseorang yang tak ku kenal.

Pada akhirnya

Mulutku terucap, tanganku menengadah

Berdoa kita akan bahagia

dalam kehidupan yang berbeda

            Aku tak membencimu, ku belajar mengikhlaskanmu dengan senyum yang tulus mengantarmu menuju altar pelaminan. Pengantinmu sangat cantik, kau akan bahagia dengan pilihan orang tuamu. Aku pun tak membenci mereka, karna ku tahu mereka ingin melihat anaknya bahagia. Aku akui ini menyakitkan, melihat kau yang ku cinta bersanding dengan wanita lain. Semoga kau bahagia Ji. Izinkan namamu selalu terukir dalam doaku.

Angan dan kenangan

Biarkan bersarang di hatiku

Bahkan setelah seseorang menemaniku hidup

Selalu mencintamu dengan caraku

Itu pilihanku.

            Mencintai seseorang tak berarti harus memilikinya, mungkin itu pepatah konyol yang tak akan di terima oleh logika namun Tuhan yang memiliki andil untuk semua itu. dan ku tahu semua itu untuk kebaikan hambanya. Mencintainya itu menyakitkan namun aku belajar banyak dari itu. Jika ada kehidupan setelah ini, Tuhan bisakah kita diciptakan sebagai berpasangan. Semoga. *Sandara Park.

END

“ Gimanaaaaaa???? moga suka bacanya dan gak nangis or bingung baca ff ini. Ini sih bukan song fic bukan juga oneshoot bisa dibilang Poetry Fic alias puisi fic gitu. Lagi mood on nulis puisi hehehe jadi deh ff ini. Mian klo sad ending, just my imagination *kaboor hehehe tinggalkan komentarnya ne. Gumawo ^^”

Advertisements

16 thoughts on “My Feeling [Oneshoot]

  1. Waaah~ daebak~ bagus oo~ ngerti. Ngampang dtanggap. Hmm 🙂 suka suka suka~ tp knpa sad ending eo~ 😦 in lnjutanny ,, haha lnjutanny tiba” trjd kcelakaan ,, dan cewe tu meninggal. Jd jiyong bisa sama dara deh. Haha 😀

  2. Sad ending. Kenapa hari ini aku baca ff oneshoot semuanya sad ending? nggak semuanya juga sih. Btw, keren ceritanya, cepet ngertinya. Jiyong oppa nikah sama siapa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s