OUR DESTINY [Chap. 1]

jhk

Author: Mita (Kwonjita)

Cast: Sandara Park || Kwon Jiyong

G|| Romance || Fantasy

Length| | Chaptered | |

****

“YA! Eomma… bisakah kau berhenti bicara sebentar oeh?” dengus lelaki yang kini sedang bermalas-malasan dibalik sayap lembutnya. Dia sungguh ingin istirahat sebentar saja tapi ocehan eommanya benar-benar membuatnya jengkel. Tidak taukah dirinya jika suaranya itu sungguh berisik? Batinnya.

“YA! Kau anak bodoh beraninya kau membentak eomma mu ini, dan apa kau tidak mendengar perintahku barusan hueh?”

“aishttt…kenapa aku harus menuruti perintah eomma? Dia bahkan bukan gadis yang harus di lindungi, lihat dia sehat dan jangan lupakan dia bukan anak kecil yang harus dilindungi olehku” desisnya kembali berniat menutup tubuhnya dengan sayap lembutnya itu, tapi dengan sekali kibas sayap itu kembali terbuka oleh sang ibu yang mulai menatap horor putranya.

Dengan kesal lelaki yang bernama ‘Dragon’ itu bangkit dari posisi nyamannya yang membuat sang ketua malaikat yang tidak lain adalah ibunya tersenyum penuh kemenangan menatap putra keras kepalanya itu. melihat sang ibu tersenyum seperti itu membuatnya mendengus jengkel menatap sang ibu, dan berniat pergi untuk melaksanakan perintah konyol dari ibunya ini.

dragon…” panggil ibunya sebelum putranya itu benar-benar turun kebumi. Dragon menoleh dengan tampang datar menunggu ibunya melanjutkan kata-katanya.

“ingat jangan pernah menunjukan kekuatanmu di depan siapapun, kau tau pasti apa yang akan terjadi padamu jika kau melakukan itu. bahkan jika sampai ada yang melihatmu menggunakan kekuatanmu maka itu akan jadi akhir kau jadi malaikat” ucapnya memperingatkan anaknya itu, bagaimana pun juga dia tidak ingin anaknya dalam bahaya karena dia baru pertama kali melindungi manusia secara langsung dan berada dekat orang yang dilindungi.

“MWO? Lalu bagaimana aku harus melindungi gadis itu jika aku tidak boleh menggunakan kekuatanku secara terbuka eomma? Jangan katakan kau memintaku untuk menjadi manusia seperti gadis itu? andwae. aku tidak mau melakukannya kalau begitu”

“jangan mencoba menggunakan itu sebagai alasan untuk menolak tugas dariku dragon” ucapnya memukul kepala sang anak karena dirinya kembali dibuat jengkel. “memang apa susahnya menjadi seperti mereka heuh? Kau hanya menyembunyikan sanyapmu ini dan bertingkah seperti mereka” sambungnya membuat dragon memutar matanya malas menanggapi ocehan sang ibu.

“arraseo…aku akan melakukannya ketua” ucapnya malas lalu langsung menghilang dari hadapan sang ibu.

*

*

*

*

Setelah merubah penampilannya dragon langsung melangkah memasuki sebuah kedai kopi, dimana terdapat seorang gadis yang harus dia jaga. Gadis bernama ‘Sandara Park’ yang biasa disapa ‘dara’ itu sedang bekerja dikedai itu, dia duduk tidak jauh dari meja tempat dara melakukan pekerjaannya. Dia terus meneliti setiap sudut tempat itu, dan berakhir menatap dara hingga membuat yang di tatap sedikit risih karena merasa dirinya seperti sedang diawasi oleh seseorang.

“maaf tuan…anda ingin memesan apa?” tanya dara selembut mungkin, jika boleh dia ingin sekali menanyakan hal yang sekarang berkeliaran di otaknya. Kenapa lelaki ini menatapnya seperti itu, jujur hal itu sedikit membuatnya takut. Tapi itu tidak sopan, bisa saja dia bukan sedang menatap dirinya. Fikirnya.

“minuman yang paling enak saja” ucap angkuh dragon yang justru membuat dara menatap malas kearahnya. Dragon tentu tau minuman dan makanan apa saja yang sering manusia bumi makan, tapi kali ini ia memang sedang malas saja terlebih karena ucapan ibunya tadi masih jadi bahan otaknya bekerja. Bisakah kalian bayangkan, bahaya apa yang sedang menantinya? Heol. Dia bahkan bisa langsung menjadi seperti makhluk bumi jika ia tidak hati-hati dalam menggunakan kekuatannya. Tidak kah itu berbahaya, bahkan membayangkannya saja sudah membuat Dragon takut. Sungguh ibunya keterlaluan, bagaimana bisa dia melimpahkan tugas aneh ini padanya. Batinnya benar-benar tidak bisa terima.

“ini pesanan anda tuan” suara lembut Dara berhasil memecah lamunan sang malaikat Dragon. Setelah meletakan pesanan. Dara pun kembali pada tempatnya semula. Berdiri di depan kasir dengan senyum yang selalu tersungging di bibir mungilnya. Sesekali Dara mencuri pandang pada sosok lelaki yang tengah duduk sendirian di pojok dekat jendela dengan kertas setumpuk di depannya. Kadang lelaki itu mendesis menatap tumpukan kertas itu, mau tidak mau membuat Dara menarik sudut bibirnya. Tersenyum. Hal itu tidak luput dari pandangan Dragon, ekor matanya memicing saat arah pandang mata Dara berakhir pada sosok lelaki lumayan tampan fikirnya. dengan kacamata kerja yang bertengger di hidung mancungnya menambah kesan manly sekaligus ketampanannya makin terpancar.

Hanya saja ada hal aneh yang dirasakan Dragon saat iris matanya menatap sosok lelaki itu. Tapi dia masih tidak tau apa itu.

“sudahlah mungkin otak ku saja yang sedang berfikir aneh” batinnya menepis sesuatu yang sekelebat singgah di fikirannya. Toh sampai saat ini tidak ada hal yang mencurigakan juga fikirnya.

*

*

*

“apa yang kau lakukan di sini?” dengan wajah bingung wanita yang tidak pernah tua bertanya pada anaknya yang tidak lain ‘Dragon’. Tak berniat menjawab pertanyaan sang ibu, Dragon langsung membungkus tubuhnya dengan sayap membuat sang ketua langit itu berdecak dongkol melihat tingkah sang anak.yang lagi-lagi membuat kepalanya pusing dengan sikap keras kepala Dragon.

“kau tidak mendengar ucapanku Dragon?” sekali lagi suara lembut tapi tajam mengalun di pendengarannya. Dengan malas ia membuka kasar sayap putih yang membungkus tubuh kekarnya.

“bisakah kau mengizinkan ku istirahat sebentar, eomma? Nanti aku akan kembali, bahkan sebelum gadis itu membuka kedua bola matanya. Akan aku pastikan aku menjaganya” jelasnya. Sungguh ia tidak mengerti kenapa ibunya ini sungguh cerewet sekali. Perlahan wanita itu menghembuskan nafas kasar sebelum akhirnya bicara kembali “baiklah, tapi waktumu hanya sejam Dragon setelah itu kau harus kembali kebumi. Karena kita tidak tau kejahatan itu kapan akan muncul”

Mendengar penuturan ibunya, Dragon mengerutkan kening bingung menatap wajah cantik ibunya yang jelas sekali raut penuh kegelisahan. Ia berfikir ibunya ini menyembunyikan sesuatu darinya, tapi dia tidak akan bertanya sekarang toh ia sangat yakin itu hanya akan sia-sia. Ibunya tidak akan menceritakan nya sekarang. Semua juga tau bumi itu penuh dengan masalah, hanya saja wajah sang ibu membuatnya terasa salah.

*

*

*

“apa kau sudah mendapatkannya?” tanya lelaki separuh baya dengan lelaki jangkung yang tengah menundukan kepalanya. Lelaki tua itu berdecak jengkel saat tak sepatah kata pun yang putranya itu keluarkan untuk menjawab pertanyaannya berusan.

Lelaki tua itu kembali bersuara “sudah ku katakan, ini akan menghambatmu. Tutup usahamu itu dan fokus lah mencari benda itu. Kau bisa melakukan apa pun dengan benda itu Jaejoong, bahkan usahamu yang tidak seberapa itu bisa kau ubah menjadi benda itu sudah dalam genggamanmu”

“aku tidak yakin benda itu akan menjadi milik ku” batinnya berucap sinis menjawab penuturan sang ayah. Ia muak dengan perintah konyol sang ayah, sudah berapa lama ia diminta mencari benda aneh itu? dari kecil. Hahh melelahkan batinnya. Bayangan benda itu ada pun tidak pernah terlintas di otaknya, kadang dia berfikir ayahnya ini mencari benda yang memang tidak pernah ada. Bayangkan saja seluruh pembuat liontin di Negara ini sudah ia datangi tapi nihil. Tidak pernah ada benda seperti itu. ia pun sampai mencari di berbagai belahan nagara lain, tapi apa? Sama saja. Tidak ada benda yang ia cari.

“aku tidak mungkin menyuruhmu mencari benda yang tidak ada” jaejoong kaget saat sang ayah selalu bisa mengetahui apa yang sedang ia fikirkan dalam otaknya, ia sama sekali tidak pernah menyuarakan fikirannya. Tapi kenapa ayah nya selalu tau isi otaknya? Batinnya penasaran sekaligus aneh. Siapa sebenarnya ayah nya ini.

Tentu saja jaejoong tidak mengetahui siapa sang ayah sebenarnya, bahkan ibunya pun tidak tahu siapa orang yang menjadi suaminya selama ini.

 

Sang ketua langit benar-benar murka saat ia mengetahui putra yang ia banggakan membuat kelompok untuk menghancurkan dirinya. Ayahnya sendiri. Suara kemarahan jelas terdengar di setiap penjuru langit hingga membuat langit berubah kegelapan. Jika ketua langit sudah murka dan merubah langit yang semula terang berubah kegelapan, itu menandakan betapa murkanya dia. Sang putri pun hanya bisa mengepalkan tangannya. Marah. Bagaimana bisa kakak nya punya fikiran licik seperti itu pada keluarganya sendiri. Dengan amarah yang membara wanita cantik itu pergi meninggalkan sang ayah yang menatap nanar putrinya. Bencana nya akan di mulai batinnya.

Wuushhhsss….

Sayap putih lembut itu seketika membuat ruangan yang berisi sosok lelaki dengan sayap yang sama sedang menatap sinis kearahnya berantakan dengan sekejap hanya dengan satukibasan kecil dari sayap nya.

“apa yang kau lakukan? Kau ingin menghancurkan langit dengan nafsu bodohmu itu?” pertanyaan sang adik hanya ia jawab dengan senyum mengejek. Seolah pertanyaan bodoh itu sudah ia perkirakan sebelumnya. Tentu saja itu akan menjadi pertanyaan pertama yang adiknya ini lontarkan padanya.

“sebelum kau menghancurkan semuanya, aku yang akan menghancurkan mu lebih dulu. Oppa” kata terakhir hanya terdengar seperti bisikan di rungu lelaki itu. dan itu sukses membuatnya mengepalkan tangannya kuat. Ia membenci perasaan yang sedang ia rasakan sekarang. Lemah. Ia terlalu menyayangi sosok wanita yang tengah menatap murka padanya. ‘Allura’ yah itulah nama adik cantiknya ini.

Wuusshhh…

Brakk

Ruangan itu sudah hampir tidak punya bentuk lagi, keduanya sama-sama mengeluarkan kekuatannya. Allura hampir terengah ia benar-benar kehabisan nafasnya. Bagaimana kakak nya bisa sekuat ini? batinnya tidak percaya. Hanya dalam beberapa hari saja. Bagaimana bisa? Tidak. Itu tidak mungkin.

“kenapa?. Apa kau kaget mengetahui kekuatan kakak mu heuh?”

“apa yang kau lakukan dengan benda itu?”

“aku tidak melakukan apa pun. Aku berhak memilikinya karena benda itu memang akulah pemiliknya” Zargos berujar angkuh. Lalu pergi meninggalkan sang adik yang masih berkutat dalam fikirannya sendiri. Benar fikirnya, tidak mungkin kakak nya itu bisa sekuat itu. bahkan saat mereka berlatih seminggu yang lalu ia masih jauh lebih unggul dari kakak nya itu. dan karena liontin itulah kakak nya bisa sekuat itu.

Ayahnya pernah mengatakan tentang kakuatan liontin itu. liontin yang punya kekuatan luar biasa. Hanya saja kekuatannya masih belum sepenuhnya sempurna, dan jika liontin itu digunakan untuk kejahatan maka dunia akan hancur.

*

*

*

“kau…?”

Suara nyaring Dara membuat ibu dan adiknya langsung keluar menghampirinya. Dara memicing tajam menatap lelaki yang tengah menyenderkan tubuh kekarnya di dinding rumah dara. Yah lelaki itu adalah Dragon.

“kenapa kau berteriak seperti itu Dara?” tanya sang ibu setelah ia berada di dekat putrinya itu.

“dan siapa dia? Apa dia temanmu?” tanya ibunya lagi, mengalihkan pandangannya kini menatap Dragon yang hanya bertampang datar.

“itulah kenapa aku berteriak tadi eomma. Dia. Aku tidak mengenalnya. Tapi lelaki ini pernah ke kedai tempatku bekerja” jelasnya. Matanya masih menatap bingung ke arah Dragon. Perasaan takut tiba-tiba saja menjalar dalam dirinya. Apa dia orang jahat? Bagaimana bisa dia tahu rumahku? Dan pertanyaan-pertanyaan lain masih beputar diotaknya.

“apa kau teman putriku?”

“bukan”

“lalu…?”

“aku hanya di minta seseorang untuk menjaga keluarga ini. terutama putrimu ini” jawaban Dragon sukses membuat Dara melongo, dan detik berikutnya tawanya pecah. Siapa yang melakukan hal konyol seperti ini fikirnya. Ia tidak butuh pengawal. Toh keluarganya bukan orang kaya yang sering di incar orang jahat. Keluarganya hanya keluarga biasa, apa yang bisa orang jahat lakukan. Mencuri. Apa yang ingin di curi?

Setelah tawanya reda dara langsung bertanya “siapa yang menyuruhmu?”

“aku dilarang memberitahu tentang itu”

“kalau begitu katakan pada bos mu, kami tidak membutuhkan pengawal”

“itu tidak bisa, karena bos ku bukan orang yang bisa ditolak perintahnya”

Dara mendesis dongkol menatap Dragon dengan tampang angkuh dan wajah datarnya itu. lelaki ini benar-benar membuatnya jengkel dengan segala keangkuhannya. dan apa-apaan nada bicaranya itu. menjengkelkan sekali.

*

*

*

“kau…”

Nampak terlihat jelas wajah kaget seorang wanita dengan kehadiran sosok lelaki yang selama ini membuatnya khawatir. Karena ia tau lelaki ini pasti akan kembali. Dan, benar. Ia di sini dihadapan nya sekarang. Lain dengan sang wanita, lelaki itu nampak terlihat santai dan senyum meremehkan jelas terukir dari sudut bibirnya. Batinnya bergumam. “aku kembali. Apa kau senang?”

 -TBC-

Aigoooo…annyeong chingudeul

Aku kembali dengan ff yahh rada aneh sih menurutku 😆

Jelas, kerena aku baru pertama kali bawa ff genre ini. biasanya

Aku selalu bawa ff yang rada galau, dan sad ending…😁

Jadi maaf kalonya rada aneh, atau kaga menarik.

Maklum baru pertama kali…😂

Okelah selamat membaca, dan jangan lupa sarannya 👌😜

😍 Civok basahhh dulu buata kalian para readers 👄

 

Advertisements

17 thoughts on “OUR DESTINY [Chap. 1]

  1. INI GILAAAAAA!! Fantasinya luar biasa ih bikin greget, ternyata mita eonni demen juga sm ini genre yaaa mana bagus lagi storynya. Baru baca sekarang huaaaa mian ketinggalan banyak 😆😆 great story eon ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s