Happy New Year, DaraGon [Oneshoot]

cover hny daragon

Story by: Ano Dragon Pop

Tittle: Happy New Year, DaraGon

Genre: just romance

Length: ficlet (maybe)

Cast: only Mr. Kwon and Mrs. Kwon

****

Angin musim dingin begitu terasa ketika kau baru saja membuka mata. Suhu dinginnya menemani segerombolan  manusia yang memulai aktivitasnya di pagi hari ini. Tak terkecuali kau. Kau yang baru saja terbangun dari tidur nyenyakmu. Dan kau meregangkan otot-otot tubuhmu sejenak. Untuk mengumpulkan nyawamu yang belum sepenuhnya kembali.

Perlahan, kau menyibak gorden kamarmu. Matamu sedikit menyipit, lantaran belum terbiasa dengan cahaya dari luar yang menyentuh kelopak matamu. Kau tersenyum hambar ketika melihat lalu-lalang para pejalan kaki, atau mobil yang melintasi jalanan di depan gedung apartement yang kau tempati. Kau sangat iri dengan mereka. Karena mereka bisa bangun lebih pagi darimu. Sedangkan kau, tidur lebih awal saja adalah sebuah keberuntungan.

Suara getaran benda pipih yang kau letakkan di nakas menyita perhatianmu. Kau menoleh, lalu berjalan sedikit tergesa untuk menggapai benda yang dijuluki ponsel pintar itu.

Good morning, Babe,” sapamu, kepada seseorang di sambungan telepon. Senyummu merekah tatkala mendapat respons dari sang penelepon. Yang tak lain adalah kekasihmu. Park Sandara.

“Kau baru bangun?” tanya Dara sedikit khawatir. Atau mungkin sangat khawatir?

Ne, aku tidur nyenyak sekali tadi malam.” Bibirmu melengkung membentuk sebuah senyuman puas. Meski tentu saja Sandara tidak dapat melihatnya.

Kau terkekeh pelan, namun cukup bisa didengar oleh Sandara.

“Ya, Ji. Kau kenapa? Apa ada yang lucu?” Saat ini kau yakin, pasti di ujung sana, Sandara sedang mengerucutkan bibirnya yang terlihat sangat lucu.

“Ada. Kau sangat lucu, Nyonya Kwon.” Kali ini kau terbahak mendengar Sandara yang sedang mengerang akibat kalimat konyolmu.

“Aku akan mengujungimu. Tunggulah.”

Tanpa menunggu jawaban dari kekasihmu, kau langsung memutuskan sambungan secara sepihak. Yang mungkin saja membuat Sandara semakin kesal dengan tingkahmu.

***

Tepat ketika jarum pendek jam tanganmu menunjukkan pukul 09.00 pagi zona waktu KST, kau sampai di tempat tujuan kesukaanmu. Apalagi kalau bukan apartement Sandara.

Kau mengenakan celana jins warna hitam dengan kaus berwara abu-abu tua, yang kau padukan dengan hoodie yang berwarna senada dengan celanamu. Kau menutup kepalamu dengan topi berwarna hitam juga. Itu untuk menutupi identitasmu, karena kau adalah seorang idol terkenal. Jadi, tentu saja orang lain akan curiga melihatmu di gedung ini. Meski sudah banyak yang curiga kau menemui Sandara. Yah, kau terpaksa menyembunyikan hubunganmu dengannya demi keselamatan karier masing-masing.

“Selamat datang, Noona.” Kau sedikit membungkukkan badanmu. Tersenyum jenaka ke arah wanita cantik yang membukakan pintu untukmu.

“Yang tamu di sini adalah kau!” sungut Sandara sembari berkacak pinggang. Air mukanya terlihat sangat kesal. Namun dia cukup tersipu saat kau memanggilnya “Noona” dengan gaya yang sangat menggemaskan.

“Apa aku boleh masuk?” Kau mengangkat sebelah alismu. Bibirmu sedikit menyeringai.

“Tentu.”

Sandara masuk terlebih dahulu, dan kau mengikutinya di belakang.

“Di mana Sang Hyun?”

“Dia sedang ada urusan.” Jawab Sandara, sembari merebahkan tubuhnya di sandaran sofa.

Kau hanya mengangguk tanda mengerti, lalu duduk di sampingnya.

“Kau mau minum apa, Ji?”

Kau menggeleng. “Tidak perlu repot-repot. Aku tidak haus, Sayang.”

Suasana tiba-tiba berubah menjadi hening. Tersirat kecanggungan di antara kau dan Sandara. Entah ini karena kalian sudah hampir dua mingguan tidak bertemu, lantaran jadwal yang sama-sama begitu padat.

Dan…

“Aku…”

Kalian mengucapkannya secara bersamaan. Aneh, tapi sangat lucu.

Ladies first.” Ucapmu.

“Aku mau mengucapkan selamat untuk Big Bang, atas  kesuksesan comeback kalian. Itu berkat kau, Ji.” Tersirat ketulusan di mata Sandara saat mengucapkannya, membuat hatimu menghangat meski cuaca di luar sana begitu dingin.

Kamsahamnida, Chagi.” Kau membalasnya dengan ciuman tulus di keningnya.

Ceonmayo.” Balasnya.

“Kau sendiri mau bilang apa?” Sandara bertanya padamu, dengan wajah cantik nan menggemaskan miliknya.

Tak lantas menjawab. Kau justru meraih tangan kanannya, mengelusnya dengan lembut. Membuat hati Sandara berdesir tak keruan.

Kau menyunggingkan sebuah senyuman hangat tepat saat Sandara menatapmu. Tanganmu yang lain merogoh saku besar hoodie milikmu, lalu mengeluarkan kotak kecil dilapisi kain merah beludru. Detik berikutnya, kau mengulurkannya ke arah Sandara.

Perlahan, kau membuka kotak kecil yang kau pegang, dan terlihatlah cincin sederhana namun terlihat begitu cantik dengan mutiara sebagai penghiasnya.

Happy New year, my Darling.

Kedua binar mata Sandara berkilat haru. Menatap seonggok cincin  yang kau ulurkan. “Ji, ini maksudnya apa?”

“Ini hadiah. Juga sebagai penebus rasa sakit yang sudah kutorehkan di tahun kemarin yang baru saja berlalu.”

Cincin itu terlihat sangat memesona, meski desainnya tampak sederhana. Detik berikutnya, cincin itu kaupasangkan di jari manis tangan kanan Sandara yang terasa mungil bagimu.

“Ji, ini sungguh berlebihan,” meski begitu, Sandara tak menampik rasa bahagia atas hadiah yang kau berikan.

Kau juga ikut bahagia. Sangat bahagia. Karena di tahun baru ini kau masih diberi kesempatan untuk terus bersamanya. “Setelah melewati banyak hal, cincin ini tak sebanding dengan apa yang telah kau lakukan untuk terus bertahan dengan hubungan ini, my Sandara.”

“Karena aku akan mempertahan apa yang memang layak untuk aku pertahankan,” Sandara menangkup wajah kharismatikmu, mendekatkan, dan perlahan menyapukan bibirnya di sebelah pipimu. “Aku berharap, kita masih memilih untuk mempertahankan ini semua di tahun ini atau di tahun-tahun berikutnya.”

Kau begitu terlena, hingga rasa itu menembus titik inti dirimu. “Tentu. Aku akan mempertahankan sampai Tuhan berkata, ‘Selesai’.”

Bibir kalian menyatu. Melantunkan harapan-harapan dalam hati. Mengharap semua jauh lebih baik dari sebelumnya.

Kau pun mengakhiri ciuman itu, dengan berucap: “Sepertinya, kita harus segera mempersiapkan pengumuman pernikahan kita kepada semua orang. Aku lelah terus bersembunyi.”

.

.

.

The End? No! Karena DaraGon terus melanjutkan kisah bahagianya 🙂

.

An: Hello, at firts, I wanna say “Happy new year 2016” for our Applers //mian, baru belajar english, kalo salah benerin, yak! :3// masih ingat kalian pada saya? Okay, I know I was wrong, karena belum ngelanjutin Series DaraGon TV. Dan cerita ini anggap sebagai penebusnya. Meski sebenernya FF ini dibikin pas tahun baru 2015, dan sudah pernah dipost di blog pribadi. Tapi banyak perombakan. Mian kalo bahasa dan ceritanya kurang manis, karena yang manis itu hanya gula dan kamu /eyak/ untuk series Daragon TV, insya Allah aku usahain buat lanjutin. Entah kapan. Di tahun yang baru ini, my hope, DaraGon cepet nikah and go public, please!! Dedek lelah diginiin, Mas, Mbak, Om, Tante. At last, semoga kalian bahagia menjadi Applers. See…

 

 

Regards

 

Miss Ano Dragon Pop

Advertisements

14 thoughts on “Happy New Year, DaraGon [Oneshoot]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s