BE MINE [Chap. 17]

25335697-176-k89752

Story by : mbie07

Link : Meet her on Wattpat & Aff

Indo Trans : DANG

Karakter:

Kwon Jiyong, Sandara Park, Lee Chaerin, Lee Sung Ri, Choi Seung Hyun, Park Bom

—ooo—

Here you go, chapter 17!

Dara menggigit bibirnya sambil mengetuk-ngetukkan pensilnya di meja mencoba untuk focus pada meeting tersebut, sedangkan di sampingnya ada pacarnya yang sedang memainkan tangan Dara di bawah meja. Festival sudah semakin dekat dan dalam rangka mempersiapkan untuk itu meeting selalu dilaksanakan setiap harinya dan hari ini tidak ada perkecualian. Dara melirik Jiyong menyuruhnya untuk berhenti bermain dengan tangannya karena dia tidak bisa fokus pada meeting tersebut. Tapi Jiyong begitu sibuk bermain dengan tangannya sambil menekan setiap jari Dara dan ia tidak memperhatikan lirikan Dara. Jangan salah, tapi Jiyong tidak pernah menjadi bagian dari OSIS maupun komite yang ditugaskan pada tugas ini, dia ada di sana karena dia ingin dan memastikan bahwa mereka tidak terlalu banyak memberikan pekerjaan yang tidak baik untuk Dara.

Dara memutar matanya saat ia menyerah memberinya peringatan karena dia memang menikmati apa yang Jiyong lakukan juga. Dia menggigit bibirnya berusaha untuk menekan senyum lebarnya. “Park,” Ketua OSIS  memanggilnya membuat dia tersentak dan menarik tangannya dari Jiyong membuat Jiyong melemparkan lirikan maut pada sang Ketua OSIS. Jiyong sedang menikmati apa yang dilakukannya tapi tiba-tiba dia mengagetkannya, entah kenapa Dara mau membantunya.

Jaejoong, Ketua OSIS, tersenyum pada Dara sambil membenarkan kacamatanya. “Jika tidak masalah untukmu, aku akan menugaskanmu di atas panggung … kau akan menjadi ketua timnya. Tim mu akan ditugaskan untuk mengatur panggung, instrumen, kinerja, sound system dan segala sesuatu tentang panggung,” katanya dalam seperti seorang  seorang businessman. Jiyong tersenyum kecut. “Kenapa kau tidak melakukannya sendiri?” katanya berkomentar dingin membuat Dara melirik Jiyong yang hanya mengangkat bahu. Ada keheningan aneh yang menggantung di ruang, semua anggota meeting melirik bolak-balik Jiyong dan Jaejoong. “Ini terlalu banyak kau tahu,” ia membela dirinya sendiri saat menyatakan fakta itu. Jaejoong memalsukan batuk. “Oke aku akan-“ “Tidak, tidak apa-apa aku benar-benar berencana untuk menjadi sukarelawan untuk tim panggung. Aku senang kau menugaskan itu untukku,” kata Dara tersenyum pada Jaejoong membuat Jaejoong sedikit memerah menyebabkan Jiyong memutar matanya. “Ji,” Dara gumam dengan Jiyong tersenyum polos padanya.

“Ya, babe?” Tanyanya membuat Dara menggeleng  ringan sambil tertawa pelan. Kadang-kadang dia bisa benar-benar kekanak-kanakan tapi manis pada saat yang sama. Dara berdiri. “Aku akan memeriksa hal-hal yang diperlukan sekarang,” ia membungkuk ke Jaejoong. “Terima kasih banyak untuk pekerjaanmu Park-sshi,” katanya sambil menyerahkan dokumen yang akan dibutuhkan Dara. “Tidak masalah, apa pun untukmu,” jawab Dara  membuatnya malu dan memerah lagi membuat Jiyong memegang tangan Dara sementara melemparkan amukan lain, ia menjadi cemburu tanpa alasan sekarang. Anggota yang lain hanya menahan tawa mereka, apa yang mereka lihat sekarang adalah mantan anak nakal di sekolah ini menjadi kekanak-kanakan.

“Kita harus pergi sebelum dia melakukan sesuatu …,” kata Dara tersenyum sambil perlahan-lahan menjatuhkan tatapannya pada Jiyong yang menatap ke arahnya dengan senyum bangga pada bibirnya, mengetahui ia menang di pertempuran yang tidak pernah memulai. “Menarik,” Dara tertawa lalu mereka berdua berjalan keluar dari ruangan. Dara berhenti berjalan saat ia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Jiyong. Dara tersenyum lalu berjingkat dan mencium kecil bibir Jiyong. “Mengapa kau begitu menggemaskan ketika kau cemburu,” bisiknya sambil tersenyum. Jiyong memutar matanya. “Aku tidak cemburu,” desisnya. Dara menyilangkan tangan di dada. “Benarkah?” Tanyanya menatap tajam mata Jiyonga.

Jiyong melepaskan napas dalam-dalam sebelum bibirnya melengkung tersenyum. Dia membungkus lengan Dara sekelilingnya dan menariknya lebih dekat kepadanya. “Baik, aku cemburu,” ia berkata sambil mencium rambut Dara. Dara tertawa lalu keduanya mulai berjalan lagi. “Serius? ” Tanyanya sambil tertawa. “Serius,” Jiyong menjawab sambil memutar matanya. “Kenapa kau cemburu?” tanyanya. “Kenapa aku cemburu?” Tanyanya kembali. “Karena aku milikmu,” Dara tersenyum padanya membuatnya tertawa. “Oke berhenti menjadi menggemaskan Ms. Mine,” katanya sementara malu-malu menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. “Mengapa harus?” Tanyanya polos.

Jiyong berhenti berjalan dan menatapnya, maka dalam hitungan detik mereka bertatapan seperti sebuah pertandingan. Jiyong mendekatkan wajahnya ke depan. “Aku mungkin tidak bisa mengendalikan diri,” bisiknya parau di telinga Dara membuat darah Dara mengalir ke wajahnya. Jiyong terkekeh melihat bagaimana lucu Dara saat dia memerah. Jiyong membungkuk dan mencium dahinya sambil menautkan tangannya dengan tangan milik Dara. “Kau tahu, ayoy kita cepat bekerja agar kita bisa pulang lebih awal.” ujarnya membuat Dara mengangguk kepadanya dalam kesetujuan.

Dara masih memeriksa hal-hal di sekitar sementara Jiyong duduk jauh darinya, mengawasinya dan tidak pernah bosan melakukan hal itu. Dia akan mengawasi Dara saat ia berbicara dengan anggota timnya, melihat dia berpikir, mengawasinya saat berjalan. Dia akan mengawasi setiap gerakan, seperti dia menghitung setiap langkah Dara dan ia tidak pernah bosan menonton nya. Jiyong berdiri saat melihat Dara mengisyarat untuk mendekat kepadanya. Tanpa bertanya Jiyong melakukannya. Senyum terbentuk di bibir Jiyong sambil ia berdiri dan menempatkan tangannya di dalam saku. Betapa indahnya ia berpikir jika selamanya akan seperti ini, untuk selamanya ia akan terikat di bawah mantra Dara dan dia akan menerimanya dengan sepenuh hati dan dengan setiap jiwanya.

Setelah mencapai nya Jiyong cepat melompat ke atas panggung lalu Dara memegang tangannya dan menariknya dengannya. “Hanya satu hal lagi dan kita bisa pergi,” Dara tersenyum padanya membuat Jiyong mengangguk. “Aku hanya perlu memeriksa piano,” Dara tersenyum sambil memberi isyarat Jiyong untuk duduk dengannya di sampingnya. Dara kemudian meregangkan jari-jarinya dan menekan beberapa tuts. Lalu ia melirik Jiyong dengan tersenyum membuat Jiyong menatapnya bingung. Dia kemudian mulai bermain piano saat Jiyong menatapnya takjub. “Aku tidak pernah tahu kau bisa bermain piano,” Bisik Jiyong saat ia bergerak lebih mendekat dengannya dan mendengarkan Dara bermain dengan itu Dara mulai bernyanyi sementara masih menatap Jiyong.

Say it’s true, there’s nothing like me and you

Not alone, tell me you feel it too

And I would runaway

I would runaway, yeah

I would runaway

I would runaway with you

Jiyong menatapnya sambil tenggelam dalam suara malaikat Dara, dalam setiap not yang dimainkan oleh
jari-jarinya. Senyum terbentuk di bibirnya karena ia merasa suara Dara menyentuh hatinya. Jiyong telah mendengar banyak lagu. Dia bahkan membenci itu, menceritakan bagaimana noraknya itu. Tapi sekarang bahwa Dara adalah orang yang menyanyikannya dan mengetahui dengan hati bahwa lagu itu dinyanyikannya itu untuk Jiyong, dia tidak bisa untuk tidak menyukainya. Dara menatapnya dengan senyum di bibirnya, dan cinta tercerminkan pada matanya.

Cause I have fallen in love

With you, no never have

I’m never gonna stop falling in love, with you

 

Jiyong bertepuk tangan bersamaan dengan anggota timnya membuat Dara membungkuk ke mereka sambil tersenyum lalu ia memeluk Jiyong yang sudah berdiri. Dara mengangkat kepala padanya saat menggigit bibirnya. Jiyong menepuk kepalanya sambil menunduk dan memberinya kecupan cepat. “Terima kasih,” bisik Jiyong. “Apa pun untukmu,” Dara bergumam sambil tersenyum lalu ia menarik diri dari Jiyong dan memegang tangannya. “Ayo pulang?” tanyanya, Jiyong mengangguk. “Yup, ayo kita pulang,” Jiyong menjawab dengan senyum lalu keduanya berjalan ke barang-barang mereka dan setelah itu Dara menyampaikan beberapa pengingat terakhir untuk timnya lalu mereka berdua berjalan pulang, ke apartemen Jiyong.

Sandara Park To-Do List:
1. Pergi ke sebuah taman hiburan !!
2.
Untuk mempelajari bagaimana naik sepeda !!
3.
Menembak bola!
4.
Membuat Kwon Jiyong tersenyum dan tertawa
5. B
ermain piano dan bernyanyi untuk Kwon Jiyong

Setelah meletakkan barang-barang mereka dan mengganti pakaian, mereka berdua pergi ke supermarket untuk membeli persediaan. Jiyong mengenakan hal yang biasan ia pakai, jeans warna pudar, converse, t-shirt dan jaket. Dara mengenakan skinny jeans hitamnya dan mantel pink. Jiyong berdiri di luar pintu menunggu Dara yang sedang membawa 2 beanie. “Maaf lama,” katanya sambil tersenyum. “Tidak apa-apa,” Jiyong tersenyum ia meraih beanie dan dengan lembut meletakkannya di kepala Dara lalu mengenakan miliknya. Jiyong menawarkan tangannya membuat Dara tertawa dan langsung menempatkan tangannya di atas saat tangan Jiyong lalu menautkan jari-jari mereka satu sama lain. Dan dengan begitu mereka mulai berjalan ke supermarket terdekat. Senyum terbentuk di bibir Jiyong karena ia merasa tangan hangat Dara yang sedang menggenggamnya, lalu ia mendengar setiap ceritanya, tawanya dan bahkan hembusan napasnya.

Dulu Jiyong selalu membawa motornya kemanapun dia pergi. Dia tidak suka jalan kaki karena dengan begitu dia bisa merasa bahwa ia sendirian, bahwa tidak ada yang di sampingnya dan memegang tangannya, untuk membimbingnya, dan bercerita saat ia berjalan kaki ia membuktikannya. Tapi sekarang ia lebih suka berjalan karena itu memberinya alasan untuk menggenggam tangannya lebih lama, mendengar suara Dara lebih lama, untuk menghabiskan waktu lebih lama dengan Dara. Jiyong tersenyum sambil melirik ke arah Dara. Tidak diragukan lagi, sekarang Dara adalah segalanya untuk Jiyong.

Setelah beberapa saat mereka akhirnya tiba di supermarket kemudian mereka mengambil kereta belanja. “Ini menyenangkan,” Dara tertawa lalu Jiyong mengangguk setuju. Jiyong selalu belanja di tempat ini. Saat itu semua orang hanya memberinya bahu dingin karena Jiyong dikelilingi oleh rumor negative tentang dirinya. Dan seperti semua orang menatapnya sekarang, mata kaget, dan dengan mulut menganga lebar. Mereka kemudian mengalihkan pandangan mereka pada gadis yang selalu tersenyum yang sedang berbicara dengan Jiyong saat mereka berjalan ke bagian susu dari bahan makanan.

 Senyum terbentuk di bibir Jiyong dia tidak tahu mengapa tapi sepertinya di mana-mana ia pergi dunia hanya terus memperhatikan bagaimana ia datang untuk hidup, bagaimana ia hanya berubah dari bukan siapa-siapa menjadi seseorang, betapa bahagianya dia hanya karena Dara. Itu tidak hanya Jiyong yang memperhatikan semua perubahan, tapi seluruh dunia juga  dan entah bagaimana itu memberi perasaan hangat dalam dirinya.

Dara sedikit melompat untuk mengambil sekotak susu segar dan menempatkannya ke kereta belanja mereka. “Aku suka susu,” Dara tersenyum padanya. Jiyong mengangguk. “Aku menyadarinya,” katanya setuju. “Dan aku mencintaimu,” Dara tersenyum padanya lalu Jiyong sedikit tertawa. “Tidak bisa cukup denganku?”  tanyanya agak sombong. “Tidak akan pernah cukup,” jawab Dara dengan senyum puas di bibirnya. Jiyong tersenyum sambil mengangkat tangannya dan mengisyaratkan Dara untuk mendekat kepadanya, dan Dara melakukannya tanpa bertanya. Jiyong kemudian mengklaim bibirnya nyaris tidak peduli bahwa mereka berada di tempat umum. Sebenarnya bukannya tidak peduli bahwa mereka berada di tempat umum tapi ketika mereka bersama-sama, ketika Dara ada di dekatnya itu memberikan aura yang cukup untuk menenangkan hati dan emosinya yang tiba-tiba hanya menghilang seolah-olah merekalah satu-satunya yang hidup di dunia. Mereka satu-satunya yang penting, tidak ada yang lain. Itu seolah-olah mereka dalam dunia mereka sendiri. Jiyong bahkan tidak akan kaget jika suatu hari bahkan bernapas adalah nomor dua untuknya.

Dara menarik diri dari Jiyong lalu senyum tertarik di bibirnya. Dia terkikik. “Aku pikir kau salah,” kata Dara cekikikan. “Aku pikir itu adalah kau yang tidak bisa mendapatkan cukup dariku,” katanya mengerutkan keningnya sambil mendorong kereta belanjanya. “Ya memang,” katanya tertawa saat ia bergabung dengannya saat mendorong kereta belanja mereka. Dara kemudian berhenti di bagian daging lalu keduanya melihat-lihat daging beku. “Aku melihat meja belajarmu, Ji.” kata Dara tanpa melihat Jiyong saat Dara meraih sebungkus daging cincang. ‘Ya itu memang berantakan, maaf,” gumamnya. Dara meraih sebungkus bacon. “Jangan membeli itu, itu tidak baik untukmu,” kata Jiyong sambil dengan lembut meraih sebungkus bacon dan menempatkannya kembali. Dara tertawa padanya.

“Aku tidak berbicara tentang bagaimana berantakannya itu,” katanya saat mereka mulai berjalan lagi. “Oh,” Jiyong bergumam akhirnya tau apa titik pembicaraannya. Dara berbicara tentang buku, majalah, materi yang tercetak berserakan di mejanya sebelum ia yakin itu adalah bahan-bahan tentang sepeda bermotor, mesin, mobil dan segala sesuatu yang berhubungan pekerjaannya  tapi sekarang bukan semua itu tapi sekarang  itu berserakan dengan buku dan materi lain-lain tentang transplantasi jantung, penyakit jantung dan semuanya tentang kondisi Dara. “Ji kau terlalu khawatir,” kata Dara tertawa.

“Haruskah aku tidak?” Tanya Jiyong sambil meraih sebuah apel. “Ya,” jawabnya. “Kenapa?” tanya Jiyong sambil menatapnya. “Karena aku tidak akan pernah meninggalkanmu,” katanya yakin lalu dia meraih apel yang dipegang Jiyong. “Seberapa yakin?” Tanyanya sambil meraih 1 pak strawberry. “Karena aku tidak bisa membawa diriku untuk kema-” Dara tersenyum padanya. “Dan kau tidak dibolehkan,” Jiyong tersenyum sambil memeluknya. “Aku pikir ini sudah cukup, mari kita pergi,” Jiyong berbisik sambil Dara mengangguk setuju.

Jiyong menempatkan apa yang mereka beli tapi Dara tiba-tiba melesat naik. “Ji aku lupa bahan campuran pancake, aku akan mengambilnya sebentar!” katanya sambil berlari menjauh dari Jiyong. “Jangan lari!” Jiyong berteriak padanya. “Aku akan baik-baik saja!” Teriaknya kembali membuat Jiyong memutar matanya, seringkali Dara bisa benar-benar keras kepala. Jiyong kemudian menggerutu sambil meletakkan barang-barang yang mereka beli lalu penjaga kasir berdeham menyadarkannya dari lamunan. “Aku akan membayar menggunakan kartu kredit.” gumamnya lalu penjaga kasir mengangguk dan melanjutkan proses pembayarannya.

Dara memindai di sebuah rak ketika ia tiba-tiba menabrak seseorang. “Maaf,” ia membungkuk ke arahnya. “Tidak apa-apa,” katanya dengan suara beratnya membuat Dara menoleh padanya. “Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Mereka berdua bertanya bersamaan.

Dara dengan cepat menutup mulutnya lalu pria itu mengalihkan pandangannya darinya. Dara tertawa saat ia meraih bahan campuran pancake. “Aku harus pergi, pacarku sedang menunggu,” Dara berkata sambil tersenyum lalu ia beranjak dari tempatnya. Pria itu tidak bergerak, ia mungkin tidak bernapas tapi itu seolah-olah jiwanya meninggalkan tubuhnya. Dia tidak pernah melihatnya sebelumnya, ia seratus persen yakin tentang itu tapi senyuman itu, ia sangat mengenalnya, matanya seolah-olah ia  telah mencari gadis itu sepanjang hidupnya dan wajah polosnya  itu seakan menjelaskan kepadanya bahwa dia akan mencari gadis itu, ia akan merindukannya.

She was his beautiful stranger.

Dan dia tahu bahwa dia akan segera mencarinya.

—000—

Miss meeeeeeeeeh?

No, you guys just missing my trans right? blah

its okay, fyi DANG masih setia di sini sampe FF ini tamat kok.

bocoran nih FF ini masih 9 Chapter to go kok, jadi yang sabar  ya nungguin DANG nya.

haha, btw thanks karena masih setia komentar. Thaaanks a lot,

 

DANG

 

Advertisements

29 thoughts on “BE MINE [Chap. 17]

  1. oh my….GD…kkk…namja brandal kok bisa sweet bgt kyak gni…kkk…like bgt mereka2 benar” sweet bgt bkin iri…lol btw tuh namja spa yg…pnasaran…ditungu next nya thor…😄😄

  2. Harapanku satu dara kagak ninggal itu doang . Jdi dia bsa sma ji trus… lalu siapa cwo misterius itu?? Ilwoo ??? Jongki?? Wkwkw atau donghae?? Atauuu chanyeol?? Main tebak2an dulu kitaa.. fighting author dang

  3. Woohooo i can’t wait any longer. Just hope can pass the day faster than normal kekekek
    Ahh aku juga ngiranya ini tuh awal konfliknya loh. Padahal bukan ini bukan awal konflik. Pokonya konfliknya menegangkan sekali hahaha. Songing gue udah baca 😂
    Eonnihae ditunggu chap selanjutnyaaa hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s