BINTANG DI SURGA [Oneshoot]

large (1)

Title : Stars In Heaven || Author: Zhie || Cast : Sandara Park, Kwon Jiyong,  Chaerin|| Genre : Hurt, Sad Romance

“Ada yang selalu ingin kutanyakan, apa kita bisa menjadi salah satu bintang?” Terdengar pertanyaan seorang namja di klub antariksa. Kwon Jiyong, itulah namanya… namja yang cukup populer dan memiliki wawasan yang luas. Diam-diam aku selalu memperhatikannya, dan menurut pengamatanku ia sangat tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bintang karena itulah aku juga memilih klub antariksa ini sebagai kegiatan tambahan.

Tapi pada kenyataannya sampai saat ini kami bahkan belum pernah sekali pun bertegur sapa, karena selain beda kelas… aku juga termasuk yeoja yang pendiam dan tertutup. Oleh karena itu aku lebih baik mengerjakan segala sesuatunya sendiri dari pada bergabung dengan yang lain.

Yah… Lebih jelasnya aku adalah Park Sandara, berusia 17 tahun dan di sekolah aku dikategorikan sebagai yeoja yang misterius.

“Pembahasan tentang bintang kali ini, kita sudahi dulu… Dara-ssi hari ini jadwal piketmu, kan? Tolong kau bereskan alat-alat yang baru saja kita gunakan.” ucap Mr. Smith selaku pendiri Klub Antariksa yang di datangkan khusus dari Kanada. Para anggota klub lainnya pun mulai meninggalkan kelas, sementara aku mulai membereskan alat-alat klub.

“Perlu bantuan?” tanya yeoja bernama Chaerin, ia adalah ketua dari klub ini dan setahuku ia sekelas dengan Jiyong. Dia yeoja yang cantik dan aku pernah mendengar beberapa rumor bahwa ia sangat dekat dengan Jiyong, tak bisa dipungkiri dengan melihatnya sekilas saja… mereka adalah pasangan yang serasi dan jujur aku iri dengannya. “Namamu Park Sandara dari kelas 3-2, kan?” tanyanya ramah. Aku hanya mengangguk. “Dara-ssi, kulihat… kau selalu menghindar dariku dan yang lain, ada apa?” tanyanya lagi.

“Tidak ada apa-apa, hanya saja aku ragu untuk bergabung dengan kalian.” jawabku pelan.

Wae?”

“Ah. Entahlah, mungkin karena aku memang tak mudah untuk berbaur.”

“Ehm… kalau begitu begini saja, bagaimana kalau mulai sekarang kita berteman? Jadi kalau ada apa-apa, kau bisa langsung bertanya padaku atau memanggilku. Tidak usah ragu, oke?” ucap Chaerin kemudian.

“Baiklah, terima kasih.” jawabku dengan senyuman.

~~~

Besoknya saat pelajaran di kelas antariksa, sungguh di luar dugaan… dalam pembagian tugas kelompok, aku berpasangan dengan Jiyong dan sejak saat itu aku jadi tahu banyak tentang dirinya.

Ya! Dara, bagaimana kalau kita tambahkan penelitian tentang bintang?” usul Jiyong saat di kantin.

“Bintang? Bukankah kau sudah tahu banyak?”

“Ah… ne, tapi tidak ada salahnya kan? Karena pada setiap malamnya bintang di langit pasti bertambah entah itu satu, dua, tiga, atau bahkan lebih…” ucapnya lagi.

“Memang setiap malam kau menghitungnya?” tanyaku tak percaya, dengan kata lain itu mustahil.

“Jangan bercanda, mana mungkin aku sanggup menghitungnya. Aku hanya mengamati dan kau tahu sinar bintang yang baru terlihat lebih terang melebihi yang lain, tapi itu tidak lama hanya terlihat 10-15 menit setelah bintang baru itu muncul.” jelasnya panjang lebar, tapi aku sama sekali tidak mengerti. “Aigomianhe… aku sudah menjelaskan sesuatu yang aneh, aku yakin kau pasti tidak mengerti.” ucap Jiyong bisa menebak ekspresiku dengan benar.

Anio. Aku mengerti sedikit kok. Ehm, jadi bintang itu sama dengan bolam lampu ya?” tanyaku polos.

“Haha… ternyata kau sama sekali tidak mengerti.” ucapnya tertawa, membuatku tersenyum malu.

Mi… mianhe.” gumamku.

“Hei! Sedang apa kalian? Apa yang kalian bicarakan?” tanya Chaerin akrab, entah dia muncul dari mana dan tiba-tiba saja sudah duduk di samping Jiyong.

“Tentang tugas kelompok.” jawab Jiyong singkat.

“Oh… yang itu. Ah, Dara… bukannya apa-apa, tapi aku boleh tidak bertukar pasangan?” tanya Chaerin kali ini membuatku bingung.

“Tukar pasangan?”

Ne! Jadi aku dengan Jiyong, kau dengan Seungri.” jawab Chaerin, terlihat Jiyong mengarahkan pandangannya padaku. Aku tidak mengerti arti dari tatapannya itu tapi pada akhirnya aku mau tidak mau mengiyakannya.

~~~

Beberapa hari kemudian, sepulang dari kegiatan klub… aku menyempatkan diri singgah ke planetarium yang baru di buka, padahal awalnya Jiyong yang mengajakku untuk mengetahui lebih jelas tentang bintang di sini, tapi sejak hari itu aku tidak pernah berbicara lagi dengannya. Kulihat tempat ini sangat besar, tapi pengunjungnya masih sangat sepi. Aku pun memasuki sebuah ruangan yang mirip seperti bioskop, lalu aku menonton sebuah cuplikan tentang planet-planet yang ada di luar angkasa, tanpa ku sadari ada seseorang yang duduk di sebelahku.

Annyeong!” sapanya tiba-tiba membuatku reflek menoleh padanya.

Mwo? Jiyong.” Aku seketika menjadi gugup.

“Ternyata, kau tertarik juga ya…” ucapnya kemudian.

“Ah. Ne.” jawabku singkat.

“Ya! Dara, kenapa?” tanyanya, membuatku melihat ke arahnya tak mengerti. “Kenapa kau kembali seperti dulu?” lanjutnya tiba-tiba.

“A- Apa maksudmu?”

“Itu… sikapmu, kau kembali menjadi pendiam dan mengacuhkanku.”

“Oh, itu… Chaerin sudah seperti sahabatku dan sepertinya dia menyukaimu.” ucapku jujur, dan terlihat raut wajahnya berubah menjadi serius. Tapi ia tiba-tiba tertawa membuatku semakin tak mengerti.

“Ke-kenapa kau tertawa?”

“Kau ini benar-benar… argh- apa kau tidak tahu, Chaerin itu sepupuku, jadi tidak mungkin dia menyukaiku seperti yang kau kira.” jawabnya membuatku tertunduk lagi-lagi karena malu, dan saat pulang ia menawarkan diri mengantarku.

~~~

Sejak saat itu Jiyong selalu ada di sampingku, kapanpun dan di manapun hingga pada akhirnya… seperti mendapat durian runtuh. Seperti yang sering terjadi pada cerita-cerita drama, ia menyatakan cinta padaku… aku pun dengan senang hati menerimanya.

Lalu saat di perpustakaan sekolah…

“Dara… aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” ucap Chaerin, duduk di sampingku.

“Mwo? Tapi pelankan sedikit suaramu…” jawabku kemudian,  mengingatkannya bahwa kami tengah di perpustakaan sekarang.

“Ah… araesso, araesso. Ehm, aku hanya ingin menanyakan… apa benar kau berpacaran dengan Jiyong?” tanyanya cepat, aku menjawabnya dengan anggukkan dan terlihat Chaerin menghela nafas panjang.

“Aigo. Begini Dara, Jiyong adalah saudaraku dan aku tahu bagaimana dia, sementara kau adalah sahabatku sekarang… aku tidak ingin melihatmu kecewa dan sakit hati. Jadi yang ingin aku katakan adalah kau harusnya menjauhi seorang Kwon Jiyong.” ucap Chaerin membuatku lagi-lagi menatapnya tak mengerti.

“Tapi… aku-“

“Sudahlah, aku mengerti… lebih baik aku langsung bicara dengannya.” ucapnya meninggalkanku yang masih menatapnya bingung.

Lalu saat aku menuju ruang antariksa, sayup-sayup terdengar suara seseorang yang sedang bertengkar, dan saat aku mendekat… kulihat Jiyong dan Chaerin yang berada di sana.

“Ya! Jiyong-ah, selama ini aku memang tidak pernah mengusik urusan pribadimu…tapi kali ini aku tidak suka melihatmu mempermainkan Dara.” terdengar ucapan Chaerin penuh emosi.

“Ya! Kenapa kau tiba-tiba membicarakan ini, hah? Kau tidak usah bertindak seperti sahabat hingga sejauh itu, lagipula aku benar-benar menyukai beberapa hal darinya.”

“Suka? Apa dengan beberapa won itu… kau bisa mengatakan benar-benar menyukainya? Aku sangat mengetahui siapa kau, Jiyong.” ucap Chaerin lagi. Aku mulai merasa tidak enak dengan pertengkaran itu.

“Ne. Baiklah… aku menyerah, awalnya aku memang taruhan dengan yang lain untuk mendekati Dara… tapi-“

Braaak

Aku dengan emosi pun membuka pintu ruangan antariksa itu, kulihat Jiyong dan Chaerin terkejut melihatku. Saat itu aku ingin sekali marah, tapi aku tidak bisa…hanya air mata yang keluar tanpa bisa ku cegah. Aku pun akhirnya meninggalkan ruangan itu, terdengar langkah Jiyong dan Chaerin yang mengejarku dan memanggil namaku. Tapi aku tidak perduli… aku terus berlari, jauh… menjauh dari mereka, dan saat menyeberang jalan… tanpa kusadari ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahku.

Bruuk

Tanpa sempat menghindar, kurasakan mobil itu menghantam keras tubuhku… membuatku merasakan tubuhku terhempas tanpa bisa kucegah. Sayup-sayup kudengar suara orang-orang yang berteriak… tak berselang lama, aku masih bisa melihat Jiyong yang kini telah berada di sampingku. Tubuhku terasa sakit sekarang, benar-benar sakit… dan aku masih bisa melihat tubuhku yang penuh bersimbah darah.

“Dara-yah… mianhe, sadarlah Dara.” Terdengar suara Jiyong, dan itu membuatku untuk tetap dapat membuka mata, “Park Sandara. Aku benar-benar menyukaimu… sangat menyukaimu. Jadi tolong, kau harus bertahan… jangan tinggalkan aku seperti ini.” terdengar ucapan Jiyong yang terbata, dari suaranya… sepertinya ia tengah menangis sekarang? Entahlah… aku mencoba untuk menjawab, tapi tak ada suara yang keluar dari mulutku. Pandangan mataku mulai kabur oleh air mata yang mengalir dan akhirnya aku hanya bisa memberi jawaban untuknya dengan senyuman.

~~END~~

Ho ho ho… terlihat masih awam banget ini tulisan- secara ne dibuat jaman SMA dengan cast indo dan bener-bener terinsipasi dari lagu Peterpan yang booming saat itu and sebelumnya pernah kubuat cast Mino-Hyerim diblogku. Iseng rubah lagi jadi daragon. So, hanya menikmati ini sebagai bacaan tengah malam and tak lupa tinggalkan jejak seperti biasa. Hengsho. >.<

Advertisements

17 thoughts on “BINTANG DI SURGA [Oneshoot]

  1. Ahirny dara jd bintang yg sngat jauh utk jiyong..ksian dara..
    Keren thor..tp smpat galau jg bca ny dara d jdiin truhan am jiyong..
    Semngat buat buat fnfic2 yg kren lain ny thor

  2. Bagus nihh thor ceritanya, tp knp endingnya ganting gini? Perlu sequel deh thor ini. Hrs tau, gmna respon dara klo dia sadar… Trs gmna cara jiyong ngebuktiinnya. Bikin sequel ini dong thor 😉😉

  3. haha….. knpa sad ending. wkekekeke…. haha… harusny happy ending. lanjut lg….. slnjutny jiyong stress krna krpgian dara, lalu lakukan bnuh diri. wkekeke hhahaahaha khayalan kacao. wkeke

  4. haha….. knpa sad ending. wkekekeke…. haha… harusny happy ending. lanjut lg….. slnjutny jiyong stress krna krpgian dara, lalu lakukan bnuh diri. wkekeke hhahaahaha khayalan kacao. wkeke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s