REGRET – Sequel LIE [Oneshoot]

Author : Hanny G Dragon

Disarankan mendengarkan lagu “Hug me cover V n Jhope bts or Chanyeol exo”

Tak dapat kukalahkan kesedihan hatiku

Lagi, kupikul derita dari malam yang gelap dan melelahkan

Tanpa memandang keputus-asaanku

Pagi yang acuh tak acuh membangunkanku

     Aku membuka mata, mencari sosok yang ku kira bisa menggantikannya. Namun note yang ku temukan di nakas ranjang.

“Aku pergi dulu.  Eomma memintaku untuk mengurus sesuatu” tulisan itu segera ku baca lalu ku remas kuat. Ini kah yang “dia” rasakan saat aku melakukan hal seperti ini?

Ku langkah kan kakiku menuju dapur.  Mencoba mencari sesuatu yang bisa ku makan. Namun lagi-lagi kenyataan memukulku seperti dipukul dengan stick baseball.

“Dia tak membuatkan ku sarapan? ” gumamku lalu mengingat lagi hal yang sering “dia” tanyakan padaku sebelum aku berangkat bekerja.

“ji kau mau sarapan? “

Suaranya masih dapat ku cerna dengan jelas di memoriku.  Suara yang lembut penuh sayang kini tak dapat ku dengar lagi.  Saat ku pulang sebulan lalu tak kudapati sosok yang sering menungguku pulang. Tak ku temukan sosoknya dan pakaiannya di apartemen kami. Dan aku baru menyadari bahwa dia pergi setelah note yang ia tinggalkan ku temukan di nakas ranjang kami. Sayang, aku melukaimu? Hingga kau pergi tanpa melihatku dulu?

Dan saat itu mungkin aku belum menyadari akan betapa lebih sakitnya karena aku menjalin kasih dengan seseorang yang hadir diantara pernikahanku dengan dia. Ya orang ketiga mantan kekasih ku saat kami (aku dan dia) di sekolah yang sama. Dia hadir dengan balutan yeoja dewasa yang mempesona menjadi rekan kerja di perusahaanku. Hingga kami menjalin hubungan yang seharusnya tak terjadi. Namun lagi-lagi aku hanya terpesona akan orang ketiga itu hingga aku… melupakan keberadaan “dia”. Dia yang selalu menungguku pulang.  Dia yang selalu menanyakan aku sarapan atau tidak.  Dia yang selalu mengecup ku dengan lembut memelukku dengan rindu namun aku hanya bisa memberinya senyuman dan kecupan palsu karna lagi lagi aku di butakan oleh pesona sang orang ke tiga.

Sayang… Maaf.

Luka ini membakarku, lebih dari yang kukira

Sakit ini menusukku jauh ke dalam, lebih dari yang kukira

Malam-malam yang tak terhitung kuhabiskan untuk membencimu, terasa bagai neraka

3 ketukan palu hakim di ruang sidang mengakhiri ikatan yang 1 tahun lalu aku dan kau berucap janji bersama. Namun aku tau aku yang membuat hubungan kita menjadi seperti ini.  Kau tidak pernah datang saat sidang perceraian kita.  Bahkan aku sudah merindumu ku harap ini hanya mimpi buruk tapi ketukan palu hakim menyadarkanku bahwa kau sudah bukan milikku lagi.

Terluka…?  Iya.

Kehilangan…?  Pasti.

Menyesal…?  Ah kata menyesal adalah kata yang pas untukku. Namun kata itu tidak bisa membuatmu kembali.

Ku coba menutup mataku berharap aku bisa tertidur sejenak menghilangkan mu dari fikiranku namun hasilnya dalam kegelapanpun wajahmu akan tetap tergambar jelas di saraf otakku.

“Aaaarrrrgggghhh “aku mengerang frustasi. Bodoh nya aku,  membiarkan sesuatu yang berharga pergi. Melepaskannya tanpa berusaha menahannya tuk pergi.

Berusaha tuk membencimu tapi apa? Yang ada ada hanya rasa rindu yang semakin menggila di jiwaku. Mungkin seharusnya kau yang membenci namja bodoh ini. Kerinduan ini seperti neraka,  karena menyiksaku tanpa bisa bertemu denganmu.

Sayang,  bogoshipo.. Nomu bogoshipo.

Kumohon, tetaplah disampingku, tetaplah bersamaku

Kumohon, jangan lepaskan aku yang selalu memegang tanganmu

Jika kau hanya pergi selangkah lebih jauh seperti ini

Aku masih bisa mengambil satu langkah lagi dan itu cukup bagiku.

Ribuan waktu dalam sehari

Yang kuulangi untuk mengingat bagaimana rupamu.

Aku tak tahu jika “terbiasa sendiri” akan jadi lebih menakutkan daripada apapun

Aku tak mengenali hatimu, hingga akhirnya kita mengucapkan perpisahan penuh penyesalan

Hari berganti, ruang kosong yang kau tinggalkan bertambah besar

Oh shit sekalipun kita

menyirami petak bunga yang dahulu tampak indah

Kumpulan bunga yang mekar penuh tak lain hanyalah kenangan

Hanya wangi kesepian yang memancar seterusnya

Andai aku bisa melihatmu lagi, aku

Aku ingin menunjukkan padamu segala yang kupunya

Hatiku yang berdetak agar menggenggammu erat

Aku ingin menyampaikan segalanya padamu, aku

Sungguh, sungguh

Hingga kau menggenggam ketulusan ini dalam pelukanmu sekali lagi

3 tahun hidupku masih dengan penyesalan. Merindukan mu tanpa bisa rindu itu terobati. Kau dimana? Rasanya hingga aku ingin mati.

Ku langkahkan kakiku menuju kursi taman yang kosong.  Duduk di sana sambil menatap hamparan langit yang mulai menguning tanda siang berganti sore.  Ini indah serperti rupamu yang selalu cantik.  Tersenyum lembut padamu.  Kecupan manis dan pelukan hangatmu sangat ku rindukan namun cintamu lah yang amat ku butuhkan.

Sayang… I need you.

Tak terasa air mataku mengalir dengan sendirinya jika saja aku mengingatmu. Penyesalan, rasa sakit, rindu bercampur menjadi satu di waktu yang bersamaan dan itu saat mengingatmu. Mengingatmu adalah rutinitasku sekarang.

“Ahjussi.. Uljimayo~~~” ucap seorang anak yang berjinjit berusaha menghapus air mataku yang terjatuh di pipi.

Chup

Dia mengecup pipiku dan kemudian tersenyum.

“Eomma selalu menciumku saat aku menangis dan aku langsung berhenti menangis. cha~ ahjussi pun sekarang sudah tidak menangis kan? “ucapnya senang karena mendapatiku tersenyum.  Melihatnya tersenyum seperti itu mengingatkanku padanya.

“Gumawo”ucapku sambil mengusak rambutnya. Dan dia tersenyum lagi.

“Chaera?? Eodiya??? Cha… “panggilan itu terputus saat kami bersitatap.

Dia…

Kerinduanku

Cintaku

Setengah jiwaku

Nafasku

Kini berdiri mematung terkejut. Aku berusaha tersenyum padanya. Tersenyum hangat walau jiwaku ingin sekali mendekap tubuhnya.

“Lama tak berjumpa Dara”ucapku memecah kesunyian.

“Ah iya. Lama tak berjumpa Jiyong.  Bagaimana kabarmu? ” tanyanya ramah.  Dia masih di posisinya berjarak denganku. Apakah kau tidak merindukanku sayang?

“Aku baik.  Kau? “tanyaku.

“Aku juga baik Ji” ucapnya lalu atensinya menuju bocah yang sedari tadi menonton percakapan kami.

“Kau dari mana emm? Appa dan eomma sangat khawatir sayang.  Kami mencarimu.  Appa hampir menangis karena kau hilang dari pandangannya”ucapnya lembut sambil mengelus bocah berambut panjang itu.

“Mianhae Eomma”ucap bocah itu.  Eomma?? Apakah dia anak Dara?? Benarkah???

“De!!  Chaera!!!  Huaaah aku hampir gila mencari kalian.kenapa kalian meninggalkanku eoh? ” ucap seseorang namja bersuara husky dan bertubuh tinggi.

“Aku menemukannya disini Yeol-aah”ucap Dara masih mengelus lembut pipi anaknya. Aku perih melihat betapa harmonisnya mereka. Bukankah seharusnya aku yang berada di posisi namja itu? Oh ayolah Ji kau hanya namja penghianat dari yeoja sebaik Dara.

“Apa mereka keluarga barumu? “tanyaku. Bodoh, apa yang ku tanyakam sudah tentu jawabannya. Tapi setitik harapan untukku bahwa mungkin saja jawaban Dara tidak seperti yang aku bayangkan.

“Ne. Mereka suami dan anakku.  Yeol-ah kenalkan dia temanku”ucap Dara mempekenalkanku pada suaminya.  Teman? Kenapa tidak kau kenalkan aku sebagai mantan suamimu sayang?  Setidaknya dia tau bahwa kau pernah menjadi milikku.  Setidaknya dia tahu bahwa kau pernah mencintaiku. Ini kah karma yang ku dapat?

Sayang.. Tolong kembali.

“salam kenal.  Park Chanyeol”

“Emm.  Kwon Jiyong” ucapku.

Genggamlah aku, genggamlah sedikit saja

Jangan katakan apapun dan kumohon, larilah padaku

Dengan hati yang resah dan kesepian

Aku menunggumu dengan perasaan seperti ini

Kini kami duduk berdua.  Chanyeol dan Chaera sedang membeli minuman. Dara duduk di bangku yang sama dengan ku walau masih berjarak dan itu menyakitkan. Dia pun nampak tak nyaman di posisinya.  Aku yang memperhatikannya tak bisa lepas pandanganku darinya.

Tuhan biarkan aku melihatnya lebih lama. Aku sangat merindukannya.

“Ah bagaimana hubunganmu dengan Sulli? Kalian sudah menikah?”tanya nya memecah keheningan.

“Kami sudah tidak berhubungan lagi dari 2tahun yang lalu. Dia dijodohkan oleh orang tuanya dan yah seperti inilah aku ditinggalkan..  Lagi”ucapku dan seketika Dara menatap mataku.

“Ah Mianhae. Aku tidak tau.”ucapnya

“De~”panggilku. Dia masih menatapku.  Ini yang ku takutkan.. Tatapannya berubah.

Dimatanya aku hanya orang asing sekarang.

Di matanya tak ada lagi cinta untukku.

Sayang jangan rubah pandanganmu untukku.

“Aku merindukanmu.  Sangat merindukanmu. Maaf karena aku menyakiti mu.  Maaf karena aku menghianatimu.. Maaf karena.. “

“Jiyong-aaah geumanhae. Aku sudah memaafkanmu saat aku keluar dari apartemen itu.  Dan aku berdoa untuk kebahagiaanmu” ucapnya tersenyum lembut.  Wajahnya ku lihat dengan seksama.

Ingin sekali aku menyentuh wajah cantik itu.

Ingin sekali aku mengelus lembut wajah nya.

Ingin sekai aku mencium bibir manisnya lagi.

Ingin sekali aku menghirup aroma tubuhnya.

Tapi kenyataan memukul kepalaku.  Saat suami dan anaknya kembali dan mereka berpamitan pergi padaku.

“Sayang aku lapar.  Aku ingin masakan mu saat kita sampai rumah. Bisakah?? Tapi kalau kau lelah kita pesan makanan saja.” sayup sayup ku dengar percakapan mereka yang belum jauh dari posisiku.  Dan aku pun masih melihat punggung mereka yang menjauh.

“Aku akan memasakkan yang terenak untuk suamiku. Chu” ucap Dara sambil mencium pipi suami nya lalu anaknya yang berada di gendongan suaminya. Mereka menjauh dan hilang di penglihatan ku.  Lagi lagi air mataku menetes.

Seharusnya aku yang bermanja memintamu membuat kan makanan.

Seharusnya aku yang menggendong anak kita.

Seharusnya aku yang menerima kecupan itu.

Ini menyakitkan… Sungguh…

Sayang…

Aku mencintaimu, aku mencintaimu

di dalam keheningan yang lama sekali, sebuah suara datang, jeritan

dari hatiku yang lemah dan bodoh.

“Semoga kau selalu bahagia… Sayangku Dara”

“Aku selalu mencintaimu Sandara Park”.

-END-

 Weeew… Udah ya sequelnya yang di komen minta sequel wkwkwk. Makin enyes kalo sambil dengerin lagu hug me sumfah tu lagu bikin galau tingkat titanium wkwkwk.  Dan itu juga Hoon kasih liriknya. gumawo yang udah suka sama iseng-isengnya Hoon hehehe tetep dukung karya Hoon dengan komentar kalian ne.  Hoon lope lope kalian dah.  Emmuaach

Advertisements

13 thoughts on “REGRET – Sequel LIE [Oneshoot]

  1. Park Chanyeol mengalihkan perhatian wewww. Kerenn banget ffnya. Biarpun Dara pergi sampe 3 tahun(?) Jiyong tetep cinta gituu.

  2. Ini begitu menyakitkan saat mengetahui mereka tak kembali bersama,
    Maunya sih daragon kembali bersama tapi setelah mengingat jiyong yang berkhianat,, aku rasa jiyong pantas mendapatkannya
    Agar dy tau bahwa gak smua apa yg dy inginkan mnjadi miliknya kmbali saat bunga yg Indah tlah mati karena sebuah kesalahan fatal
    Mgkin kalau aku jadi dara akan melakukan hal yg sama jadi aku gak berharap banyak tntang happy ending

  3. Rasain tuh jiyong sekarang dia baru nyeselkan telah berkhianat pada dara dan sekarang dara sudah hidup bahagia sama chanyeol…… tp kasihan jg sih jiyong slalu hidup dalam penyesalan….. sekalinya nistain jiyong author hoon memang paling jago hehehe….. next ditungguin karya lainnya ya Dek saranghae♡♡♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s