Coincidence Or Destiny? [Part 9]

 Daragon2 (1)

 

Author :: Hesty_
Length :: Chapters
Genre :: Fluffy

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jiyong Pov

Hari ini adalah hari pertunanganku dan Dara, “Sial, kenapa aku jadi segugup ini?” Gumamku sambil memegangi dadaku.

“Bahkan sekarang rasanya jantungku mulai berdetak dengan cepat dan tidak beraturan.” Lanjutku menyadari keadaanku saat ini.

“Ji, Apa yang terjadi?” Tanya eomma menghampiriku.

“Kau gugup?” Tanya eomma yang mendapat anggukan dariku.

“Gugup? Ini baru pertunangan Ji!” Ucap appa mengagetkanku dan eomma.

“Bagaimana jika ini pernikahan?” Tanya appa yang terlihat berpikir yang kemudian tertawa dan diikuti oleh eomma.

“Berhentilah!” Ucapku lemah dan membuat mereka berhenti tertawa.

“Bisakah kalian memelukku dan membuatku sedikit lebih tenang?” Tanyaku yang mendapat anggukan dari mereka.

Perlahan mereka mendekatiku dan memeluku bersamaan, “ kamsahamnida.” Ucapku membalas pelukan mereka.

**

Dara Pov

Aku sedang berada di kamarku bersama eomma yang membantuku menata rambutku untuk acara pertunanganku dan Jiyong, “Apa kau gugup chagia?” Tanya eomma padaku.

“Sedikit.” Jawabku singkat dengan mengarahkan senyumanku melalui pantulan cermin meja riasku pada eomma.

“Dara!” teriak seorang ajusshi menggagetkanku dan eomma.

“Harabeoji,”,”Appa.” Ucapku dan eomma bersamaan saat menyadari bahwa ajusshi itu adalah appa dari eomma yang tak lain adalah harabeojiku.

“Ikut aku!” Perintah harabeoji yang dengan kasar menarikku.

“Kemana?” Tanyaku pada harabeoji.

“Kembali ke Jepang!” Jawab harabeoji dengan tegas.

“Jepang?” Tanya appa tiba-tiba yang telah memasuki kamarku.

“A ne, aku akan membawanya kembali bersamaku!” Jawab harabeoji.

“Kau tidak bisa membawanya!” Ucap Jiyong yang tiba-tiba memasuki kamarku di ikuti oleh sekelompok orang berjas hitam yang kemudian memegangi Jiyong, “Lepaskan! Apa yang kalian lakukan?” Bentak dan tanya Jiyong pada sekelompok orang berjas hitam yang tak lain adalah para pengikut harabeoji.

“Harabeoji, biarkan aku tinggal!” Ucapku lemah pada harabeoji.

“Dara, aku mengizinkanmu kembali bukan berarti jika kau tidak mengganggapku sebagai harabeojimu lagi!” Ucap harabeoji.

“Lihatlah, saat kau kembali kau melupakanku! Kau tidak pernah menghubungi atau memberi kabar untukku, apa aku benar-benar tidak di anggap ha?” Lanjut harabeoji yang membuatku merasa bersalah.

“Harabeoji, aku tidak memiliki maksut seperti itu. aku tau aku salah, tapi aku benar-benart tidak bermaksut seperti itu.” Ucapku meyakinkan.

“Aku akan terus menghubungimu dan memberikan kabar padamu, aku juga akan mengujungimu jika aku memiliki waktu yang cukup untuk itu.” Lanjutku semakin meyakinkan.

“Aku, eomma dan appa menyayangimu. Jangan pernah berpikir jika kami tidak mengganggapmu, terlebih melupakanmu!” Lanjutku lagi memeluk harabeojiku.

Perlahan harabeoji membalas pelukanku, “Akanku pegang kata-katamu cucu nakalku!” Ucap harabeoji mencium keningku sebelum melepaskan pelukannya.

“Kau bocah kecil!” Ucap harabeoji mengarahkan pandangannya pada Jiyong dan berjalan mendekatinya, “Jaga cucuku lebih dari kau menjaga dirimu sendiri!” Lanjut harabeoji.

“Kalian, lepaskan bocah ini!” Perintah harabeoji pada sekelompok orang berjas hitam yang memeganggi Jiyong.

“Appa, Mian ne.” Ucap eomma menghampiri harabeoji, “A ne, mian ne abeonim. Kami benar benar-benar tidak memiliki maksut apa-apa di balik semua ini.” Lanjut appa menghampiri harabeoji.

“Lupakanlah! Kalian hanya harus menjaga cucuku dengan baik!” Ucap harabeoji menatap eomma dan appa bergantian.

“Harabeoji, apa kau akan pergi secepat ini?” Tanyaku yang mulai mendekat.

“Tinggalah, setidakya hingga acara pertunangan cucu nakalmu ini selesai!” Lanjutku dengan bergelanjut manja pada pergelangan tangan harabeojiku.

“Aku memiliki banyak sekali pekerjaan yang terpaksa aku tinggalkan karena ini, jadi aku harus segera kembali chagiya.” Ucap harabeoji pelan denga mengelus-gelus secara perlahan puncak kepalaku.

Aku memeluk harabeojiku, “Berjanjilah, kau akan baik-baik saja dengan perkerjaanmu! Aku akan datang membantumu jika kau membutuhkanku harabeoji!” Ucapku semakin mempererat pelukanku.

“A ne, aku berjanji!” Ucap harabeoji tegas yang dengan perlahan mulai melepaskan pelukanku dan pergi di ikuti oleh para pengikutnya.

**

Jiyong Pov

Setelah kejadian di kamar Dara, kami memutuskan untuk tidak membahasnya hingga acara pertunangan kami selesai.

“Dara!” Teriak Bom noona yang berjalan cepat ke arah kami di ikuti CL dan Minzy di belakangnya.

“Kau benar-benar jahat! Kau membuat kami terkejut dengan pertunangan ini!” Ucap Bom noona sambil mengarahkan pandangan matanya padaku.

“A ne, ini benar-benar kejutan eonni.” Lanjut Minzy dengan senyum di wajahnya.

“Chagiya, bagaimana jika kita juga mengejutkan mereka dengan penikahan kita?” Ucap Top hyung merangkul Bom noona yang tiba-tiba datang bersama Seungri, Daesung dan Youngbae.

“Pernikahan?” Tanya kami bersamaan karena ucapan Top hyung.

“Ini benar-benar mengejutkan,” Ucap Seungri.

“A ne, pertama pertunangan Jiyong hyung dan Dara nona. Kemudia pernikahan Top hyung dan Bom noona.” Lanjut Daesung.

“Jadi, kalian akan menikah?” Tanya CL mengarahkan pandangannya bergantian pada Top hyung dan Bom noona.

“Anio, idiot ini hanya membual!” Jawab Bom noona dengan cepat.

Tiba-tiba saja Top hyung mengeluarkan kotak kecil berwarna merah  dari dalam sakunya, perlahan Top hyung mulai berjongkok di hadapan Bom noona.

“Park Bom, maukah kau menikah denganku?” Tanya Top hyung pada Bom noona dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Bom noona hanya diam dan mengganggukan kepalanya, perlahan Top hyung mengeluarkan cincin dari kotak kecilnya dan memasangkannya di jari Bom noona.

“Apa aku melakukan kesalahan?” Tanya Top hyung menghapus air mata yang mulai mengalir di pipi Bom noona.

“Jika ini kesalahan, ini adalah kesalahan terbaikmu bodoh!” Ucap Bom noona di sela tangisannya sambil memukul pelan dada Top hyung.

“Saranghae.” Ucap Top hyung yang membuat Bom noona menghentikan pukulannya dan memeluk Top hyung.

“Kalian benar-benar keterlaluan! Kenapa melakukannya di acara pertunangan kami?” Ucap dan tanyaku bersamaan.

“Baby boy, berbagilah! Jika kita telah membuat mereka terkejut dengan pertunangan kita, apa salahnya dengan kejutan lainnya?” Ucap dan tanya Dara bersamaan padaku.

“A ne, aku setuju dengan yang di katakan oleh Dara eonni.” Ucap CL menyetuji ucapan Dara.

“Hari ini benar-benar penuh kejutan.” Ucap Dara yang mulai menyandarkan kepalanya di pundakku.

“A ne, kau benar my baby girl.” Ucap ku menanggapi ucapan Dara sambil mengedarkan pandanganku pada teman-teman kami dan orang-orang yang menghadiri acara pertunangan kami dengan senyum lebar di wajah mereka masing-masing.

**

Author Pov

Setelah acara pertunangan Dara dan Jiyong selesai, mereka kembali ke apartemen mereka.

“Baby girl.”Ucap Jiyong meraih pergelangan tangan Dara dan menariknya dengan cepat ke arahnya.

“Tidurlah di apartemenku!” Pinta Jiyong melanjutkan ucapannya yang mendapat anggukan dari Dara.

Jiyong membawa Dara memasuki apartemennya, “Baby, aku rasa aku perlu mandi.” Ucap Dara berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamar Jiyong.

“Aku juga.” Ucap Jiyong berjalan mendahului Dara.

“Kyaaaa Kwon Jiyong! Apa yang kau lakukan?” Teriak Dara pada Jiyong.

“Mandi!” Ucap Jiyong singkat memasuki kamar mandi dan mulai melepaskan pakaiannya.

“Keluar!” Bentak Dara yang juga telah memasuki kamar mandi Jiyong.

“Hey baby girl, bukankah kita bisa mandi bersama.” Tawar Jiyong yang telah bertelanjang dada menggoda Dara dan mendekatinya.

Dengan cepat Jiyong kemudian menarik Dara dan membawanya ke pelukannya di bawah shower yang dengan cepat di hidupkannya dan membasahi mereka.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Dara dengan wajah kesal yang masih mengunakan pakaian lengkapnya.

“Apa kau tidak dapat me….” Lanjut Dara terpotong karena Jiyong telah menempelkan bibirnya pada bibir Dara.

Dara hanya diam, “Diammu berarti ya my baby girl!” Ucap Jiyong pelan dan kembali menempelkan bibirnya pada bibir Dara.

Perlahan Jiyong mulai melumat bibir atas dan bibir bawah Dara secara bergantian, “emmpphhh.” Desah Dara yang mulai melingkarkan tangannya di leher Jiyong dan membalas ciuman Jiyong.

Mereka semakin memperdalam ciuman mereka, “Mmmpphh acchhh.” Desah Dara lagi di sela-sela ciuman mereka.

“Berhentilah mendesah baby girl!” Ucap Jiyong menghentikan ciuman mereka.

“Kau hanya akan membuatku tidak tahan dan menjadi gila karenamu!” Lanjut Jiyong mulai menempelkan dahinya pada dahi Dara.

“Bagaiman jika aku ingin melakukannya my baby boy?” Tanya Dara dengan senyum menggodanya.

“Kau benar-benar nakal!” Ucap Jiyong yang kemudian membuat mereka terdiam dengan senyum di wajah mereka.

~ To be Continue ~

 

<< Back  Next >>

Advertisements

21 thoughts on “Coincidence Or Destiny? [Part 9]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s