Good For You [Chap. 6-End]

Good For You

Author: Mita (Kwonjita)

Cast: Sandara Park || Kwon Jiyong ||

 Mizuhara Kiko || Jung Ilwoo

G|| Romance || Hurt

Length| | Chaptered | |

****

Aigoo apakah kalian masih menunggu ff ini?

maafkan aku tidak bisa cepat update nih ff, sungguh aku tidak bermaksud membuat kalian menunggu lama.

Rencana neh ff selesai hari kamis, tapi sakit menyerang hingga terpaksa di tunda, dan ngelanjut ngetik tadi malam itupun belum selesai dan alhamdulillah pagi tadi aku ngebut buat nyelesain *haha curcol*

Semoga tidak mengecewakan dengan hasilnya, neh!

So, selamat membaca dan jangan lupa komentarnya…

Aah iya, pengen nanya…

aku mau ikutan DGI farade, ada yang ngedukung tidak?

*****

 

“shittt, sial” umpat jiyong marah saat melihat pesan itu dikirim oleh orang yang tak dikenal. Sepanjang jalan dirinya terus mengumpat sumpah serapah pada orang yang menyekap dara. Dirinya semakin marah tidak jelas saat melihat jalanan penuh dengan mobil-mobil yang terjebak macet membuatnya memukul keras stir mobil dan berkali-kali menekan klakson berharap diberi jalan, karena dirinya benar-benar harus cepat-cepat menemukan dara.

“sial” umpatan kembali keluar dari mulutnya, rasa gelisah mulai merasuk memenuhi pikirannya. Bagaimana tidak, saat melihat gadis yang kita cintai dalam kedaan terancam seperti itu. Sebelah tangannya masih menekan klakson mobilnya sedangkan tangan sebelahnya yang bebas dia gunakan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.

“eodiya?” tanyanya pada seseorang dari sambungan telpon. Dia diam untuk mendengarkan orang itu bicara. “aku butuh bantuanmu, jadi bisakah kau menemuiku sekarang?” sambungnya lalu memutus telponnya dan memasukan kembali ponselnya pada saku celana. Dia kembali mengerang marah saat melihat kemacetan ini tak kunjung berakhir.

Akhirnya dia keluar dari mobilnya dan berlari seperti orang kesetanan meninggalkan mobilnya di tengah kemacetan itu. Dia tidak peduli pada mobilnya itu yang ada dipikirannya sekarang bagaimana menemukan dara yahh menemukan gadis itu.

“YA! KWON JIYONG” teriak seseorang saat melihat sosok jiyong sedang berlari. Jiyong mengalihkan pandangannya saat mendengar namanya di sebut, dan melihat siapa yang berteriak membuatnya sedikit menghembuskan nafas lega. Dia melangkah cepat menghampiri orang tadi yang berada di seberang jalan.

“kenapa kau lama sekali euh?” ucapnya terengah-engah karena nafasnya sungguh hampir habis karena terus berlari. “mwo! Ya ini aku hampir menabrak seseorang tau, karena melajukan motor seperti orang gila” ucapnya kesal tak terima disalahkan oleh sahabatnya ini. Dia adalah sahabat jiyong dari jepang yang bernama ‘Lee Soo Hyuk’ dan kenapa jiyong menelponnya karena soo hyuk adalah orang yang akan membantu dirinya menemukan dara, dan jiyong berterima kasih pada penculik amatir itu karena dengan bodoh menghubungi dirinya walau pun dengan nomor yang tak dikenalnya.

Soo hyuk langsung melajukan motornya melewati kemacetan dengan jiyong dalam boncengannya. Apakah kalian penasaran apa pekerjaan soo hyuk ini? hemm dia adalah seorang anggota kepolisian Seol, dan dirinya terkenal dalam melacak hal seperti penculikan atau pun kejahatan lainnya, dan jangan salah dia juga pandai dalam meluluhkan hati wanita dengan tampang manly nya itu.

Setelah mereka sampai di sebuah caffe,soo hyuk langsung menanyakan apa alasan jiyong menghubungi dirinya mendadak seperti ini?. “sekarang, apa yang ingin kau kerjakan?” tanya soo hyuk langsung pada intinya. “tolong lacak keberadaan nomor ini” ucap jiyong menyerahkan ponselnya pada sahabatnya itu. Dengan santai soo hyuk meraih ponsel yang jiyong sodorkan padanya, tepat saat itu dia dibuat kaget melihat gambar yang menunjukan seorang gadis yang sedang di sekap.

“apakah dia di culik?” pertanyaan bodoh macam apa itu, jelas sekali foto itu menunjukan jika gadis itu di culik. Dan benar saja pertanyaan bodoh itu membuat kepalanya berdenyut nyeri karena pukulan keras jiyong. “apa kau bodoh, atau buta eoh?” jengkel jiyong mendengar orang di hadapannya ini menanyakan hal bodoh itu, apa benar diri seorang agen kepolisian yang terkenal hebat dalam melacak seseorang? Cihh aku meragukannya cibir jiyong pada sosok yang meringis sambil mengelus lembut kepalanya yang berdenyut.

“cepatlah lakukan pekerjaanmu, aku sungguh tidak punya banyak waktu kau tau itu?” ucap jiyong lagi membuat yang diperintah langsung mengeluarkan leptopnya dan mulai melakukan hal yang jiyong sama sekali tidak mengerti. Hanya butuh lima menit akhirnya soo hyuk menemukan dimana lokasi itu.

“gotcha” teriaknya senanga melihat lokasi itu dari nomor ponsel yang jiyong berikan padanya. “apa kau menemukannya?” tanya jiyong antusias saat melihat sahabatnya berteriak senang seperti itu yang langsung di tanggapi senyum bangga dari soo hyuk. Ciihh dia mulai menyobongkan dirinya lagi, cibir jiyong langsung memutar leptop soo hyuk untuk menghadap padanya.

“bukan kah ini tidak terlalu jauh dari sini?” ucap jiyong masih memperhatikan benda dihadapannya itu. Dan berniat pergi tapi langsung dicegah oleh soo hyuk.

“kau mau kemana?” tanyanya membuat jiyong menatap malas sosok itu, lagi-lagi pertanyaan bodoh yang di keluarkan batinnya. “kau mau pergi menyelamatkan gadis itu tanpa persiapan apa pun? Tck babbo” sambungnya menggeleng tidak percaya pada sahabatnya ini, dia pikir dirinya menghadapi siapa? Hahh, anak kecil?

“butuh waktu lama untuk menyiapkan rencana soo hyuk-ah, dan kau tau aku tidak punya banyak waktu untuk itu” dia berkata dengan pasti, dan mengambil kunci motor soo hyuk membuat yang punya memekik melihat kunci motor kesayangannya dirampas tanpa izin darinya.

“YA” teriakan keras itu sedikit pun tak membuat jiyong berhenti melangkah meninggalkan dirinya yang mendengus jengkel. Setelah sosok jiyong benar-benar hilang dari pandangannya, dirinya langsung menghubungi rekannya. “temui aku di caffe daerah myeong-deong” ucapnya pada orang dari sembungan telpon dan memutus sambungan tersebut setelahnya.

*

*

*

*

Jiyong Pov

Setelah mengetahui dimana tempat dara di sekap, aku langsung pergi tanpa mendengarkan ucapan soo hyuk, dia meminta diriku untuk menyusun rencana terlebih dahulu. Tapi aku benar-benar tidak punya waktu untuk menyusun rencana, karena aku takut penjahat itu akan berbuat sesuatu yang bahkan tidak bisa kita duga.

Dengan langkah pelan aku mulai memasuki tempat yang terlihat seperti gudang ini, memang cocok digunakan sebagai tempat penyekapan karena tempatnya yang jauh dari jangkauan, sangat sepi. Aku terus mengedarkan pandanganku mencari sosok dara tapi tidak menemukan tanda keberadaannya juga, apakah bukan di sini? Batinku mulai berfikir kemungkinan terburuknya, ini jebakan untuk ku. Aishhttt itu tidak mungkin, sekali lagi batinku menepis pikiran otak ku yang tidak jelas. Mana mungkin salah, jelas-jelas aku melihatnya kalau nomor itu menunjukan tempat ini.

Di saat aku masih berdebat dengan pikiranku, aku mendengar suara seseorang yang sudah ku kenal. Aku mulai memicing tajam untuk melihat sosok yang perlahan mulai mendekat padaku, apakah yang ku pikirkan ini benar? Batinku masih meneliti sosok itu. Mataku terbuka lebar saat sosok itu sepenuhnya menunjukan wajahnya padaku, sialll benar-benar dirinya. Kemarahankun meningkat saat mataku menatap sosok kiko dengan seringainya menatapku.

“woahh, kau datang lebih cepat dari perkiraanku honey” ucapnya mendekat padaku. “kenapa kau menjadi seperti ini?” tanyaku geram dengan bibir terkatup menahan emosi yang semakin membuncah saat melihat seringai diwajahnya.

“aku seperti ini, karena mu honey. Apa kau tidak tau itu? ahhh jangan lupakan ini semua berawal dari b*tch itu” ucapnya tepat di telingaku, dia melangkah pelan mengelilingi tubuhku dan menyentuhkan jarinya diwajahku.

“itu semua tidak ada hubungannya dengan dara” ucapku menghempas kasar tangannya yang dari tadi menyentuh wajahku. Dia benar-benar berubah sekarang, wajahnya terlihat seperti iblis, kemana kiko yang manis dulu. Batinku menatap kasihan padanya. “apa kau menatapku seperti melihat iblis? Apa aku semenakutkan itu eoh?”katanya tertawa saat melihat tatapanku padanya.

“bagus jika kau menyadarinya. Sekarang di mana dara?”

“ckckck…tidak semudah itu honey” decaknya tersenyum remeh padaku. “aku butuh sesuatu sebagai gantinya” sambungnya santai dengan memainkan kuku-kuku jarinya.

“apa?” jawabku yang langsung membuatnya menyeringai menatapku.

“hanya kembali padaku, bukan kah itu sangat mudah?” katanya masih tanpa ekspresi. “kau gila? Mana mungkin aku kembali pada wanita sakit jiwa sepertimu” jawabku tersenyum sinis menatapnya yang juga ikut menyunggingkan senyum sinis yang terlihat mengejek padaku.

“ohh, itukah pilihanmu? Maka ucapkan selamat tinggal pada gadis masa kecilmu itu” dia kembali berucap membuatku menatap bingug pdanya. “a-apa maksudmu?” tanyaku sedikit gugup, tiba-tiba saja otak ku mulai memikirkan hal-hal yang tak masuk akalku. Melihat tampang bingung dan juga cemas, membuatnya tertawa lepas menatapku.

“hahaha…kau pasti bisa memikirkan apa yang wanita gila ini bisa lakukan bukan?”

“kau tidak akan bisa melakukan apa pun?” jawabku padanya.

Sekali lagi seringai itu tersungging dari bibirnya, ciihhh lama-lama aku muak melihat seringai itu terus dia sunggingkan. “kau salah menilaiku” ucapnya serkastis.

Tidak lama dia menjentikan jarinya untuk menyuruh anak buahnya pergi, entah apa yang ingin gadis ini lakukan pria itu. dia kembali memainkan kuku-kukunya menunggu kedatangan anak buah yang di perintahnya barusan. Pandanganku langsung tertuju pada dua sosok yang mulai perlahan melangkah kearah diriku dan wanita gila ini.

“Dara-ah?” gumamku kaget saat mengenali salah satu sosok itu adalah Dara, tanganya terikat dan mulutnya juga di tutup oh shittt aku langsung melangkah menghampiri dirinya yang lusuh dan banyak lebab di wajahnya. Apa wanita gila ini menghajarnya habis-habisan batinku meneliti wajahnya. Airmatanya perlahan jatuh saat menatapku. “hey, gwenchana eumm?” ucapku lembut mengusap air mata yang terus mengalir dari mata cokltanya.

“woah,,,woah…apa barusan aku menonton drama percintaan? Tck. Sungguh menyedihkan” katanya sekarang berada di sampingku. “hey bodoh cepat buka penutup mulutnya” sambungnya memerintah anak buahnya yang masih memegangi tubuh dara.

“ji” panggil dara dengan suara lemah setelah penutup mulu itu di lepas dari mulutnya, tapi tubuhnya masih di pegang kuat anak buah kiko. Sial aku tidak mungkin bisa melawan mereka sendirian, sekarang aku menyesali kebodohan ku tidak mendengarkan soo hyuk untuk menyusun rencana terlebih dahulu siall.

“ji ku mohon pergi dari sini” dara kembali berucap tapi ucapannya membuatku bingung, kenapa kelinci ini malah memintaku pergi dari sini.

“apa maksu-“ ucapanku terpotong oleh suara kiko.

“aku butuh jawabanmu sekarang honey” katanya kembali mengingatkan permintaannya beberapa saat yang lalu. Apakah aku harus menuruti wanita ini? tapi jika aku tidak menurutinya dara akan semakin di siksa dan aku tidak mau itu. aku memejamkan mata sejenak berfikir tapi hatiku tidak mengijinkan diriku menuruti permintaannya, aku akan mencari cara lain untuk mengeluarkan dara dari sini, yahh dengan cara lain.

“apakah ucapanku tadi kurang jelas?” ucapku

Dia mengangguk, dengan eksperisi yang sulit aku pahami. “bodoh” katanya dan setelah berkata seperti itu dia tertawa lepas membuatku mengerutkan kening bingung dengan sikap tiba-tibanya. Kurasa gadis ini sungguh sakit jiwa.

“aktifkan waktunya” perintahnya pada anak buahnya, dan tidak lama suara aneh mulai terdengar membuatku mengalihkan pandanganku pada tubuh dara, shiittt mataku terbuka lebar melihat bom di balik tangannya.

“bukankah aku sudah katakan? Apa saja yang wanita gila ini bisa lakukan?” ucapnya di sela tawanya menatapku.

*

*

*

*

“yah, bocah apa kau ingin kita semua ketahuan eoh?” bisik soo hyuk pada juniornya yang ber nama ‘Seungri’. Dari tadi soo hyuk selalu dibuat geram sama sikap ceroboh seungri yang berkali-kali hampir menjatuhkan benda saat dirinya mengendap-endap masuk ketempat ini.

“maaf hyung” katanya merasa bersalah

“kalian bertiga ikut aku, dan sisanya tetap berjaga di sini pastikan semua pintu keluar dari sini kalian jaga mengerti” perintahnya pada orang-orangnya. Dia di ikuti seungri dan satu orang lainnya kembali melangkah semakin kedalam untuk memastikan asal suara yang mereka dengar.

“apa kau berencana untuk membunuhnya hah” teriak jiyong sudah naik pitam melihat bom menempil di tubuh dara, sedangkan orang di hadapannya ini hanya tertawa tanpa merasa bersalah sedikit pun.

“suhhttt” soo hyuk meletakan telunjuknya memberi isyarat untuk pelan-pelan tanpa menimbulkan suara yang di balas anggukan kepala oleh keduanya paham.

Tanpa siapa pun sadari kiko merasakan sesuatu yang mencurigakan, dan dengan matanya dia memerintah anak buahnya untuk memastikan apakah pikirannya benar ada seseorang di luar. Setelah beberapa saat anak buah yang di perintah tadi kembali dan langsung membisikan sesuatu di telinga kiko. “sial” umpatnya geram, karena pikirannya benar.

“bawa mereka” perintahnya yang langsung di laksanakan hingga membuat Dara dan jiyong bingung dengan keadaan yang tiba-tiba tubuhnya di seret paksa, tidak ingin tinggal diam jiyong langsung melawan dan memberikan pukulan pada salah satu orang yang menarik tubuhnya. Dan dia sangat bersyukur bahwa tendangannya itu berhasil membuat orang yang ditendang jatuh tersungkur hingga membuatnya meringis.

Tapi sial jiyong tidak bisa membuat dara tetap berada di sampingnya karena dua orang tadi sudah membawanya dan jangan lupakan kiko yang juga ikut pergi.

BRAK

Suara pintu yang di dorong keras membuat jiyong menolehkan kepalanya ke arah pintu dan menemukan tiga sosok yang salah satu dari mereka jiyong kenali.

“kemana wanita gila itu membawanya hah” tanya jiyong marah pada sosok yang sudah separuh sadar itu, karena tak kunjung menjawab jiyong kembali melayangkan pukulan tepat di wajahnya dengan bertubi-tubi hingga wajahnya hampir tidak bisa di kenali.

“ku bilang kemana mereka pergi brengsek” geramnya

“a-aku tidak tau, ta-pi yang jelas mereka pergi lewat ruang bawah tanah” ucapnya susah payah. Kembali ingin menghajar lelaki itu, tapi soo hyuk langsung menghentikan tindakannya dengan menarik kasar tubuh jiyong menjauh dari orang itu.“apa kau ingin jadi pembunuh heuh?” geramnya mendorong tubuh jiyong hingga membuat tubuhnya hampir oleng,

“tenang lah aku janji akan membawa gadismu itu kehadapanmu” ucapnya menepuk pelan punggu sahabatnya yang terlihat kusut dan frustasi.

 “seungria-ah, hubungi yang lain untuk mengepung semua area yang mungkin bisa di jadikan tempat kelaur”

Soo hyuk kembali memerintah anak buahnya yang langsung  di laksanakan oleh orang bernama ‘seungri’ tersebut.

”ki-ko pasti sudah  uhuk, menjalankan rencana keduanya” ucap orang yang jiyong hajar barusan dengan terbatuk. Mereka berempat menoleh kearah orang bicara dengan lemah bahkan sampai terbatuk karena berusaha bicara.

*

*

*

*

Dara Pov

“bos, bagaimana ini? tempat ini sudah dikepung sama polisi” ucap salah satu anak buah kiko

“diam, kau membuatku tambah pusing bodoh” ucapnya marah masih dengan sikap bingung, takut jadi satu. Sesekali aku melihat dia menggigit kukunya panik.

“baiklah, jika sudah seperti ini. maka rencana kedua kita jalankan” katanya lagi pada anak buahnya. Aku mengerutkan kening bingung rencana apa lagi sekarang yang akan wanita ini lakukan.

“kau memang wanita pembawa masalah yah” ujarnya yang kini menjambak kasar rambutku. Aku hanya bisa meringis merasakan sakit akibat jambakan tiba-tiba kiko yang sungguh keras.

“hentikan semuanya kiko” ucapku padanya. Tapi dia hanya tersenyum sinis mendengar ucapanku. Seberapa pun aku bicara padanya, nampaknya kiko tidak perduli, malah semakin menjadi hingga membuatku dalam masalah akhirnya.

“kau tau aku masih punya rencana yang bisa membuat jiyong kembali padaku” katanya lalu mendorong kasar tubuhku.

“hentikan yang ini, dan aktifkan yang diluar” perintahnya pada anak buahnya, dia mengangguk menuruti ucapan kiko. Tidak lama waktu pada bom di tubuhku ini berhenti menimbulkan suara yang setiap bunyinya seakan mengambil satu tarikan nafasku.

“haha…apa kau penasaran sekarang” tanyanya tertawa melihat tampang bingung ditambah panasaranku.

“apa sekarang yang kau rencanakan?” ucapku menatap tajam padanya.

“aigoo, kau sungguh penasaran rupanya. Oke aku akan memberitahu apa yang aku rencanakan sekarang. Awalnya aku ingin menjadikan dirimu sebagai alat membuat jiyong kembali padaku, tapi nampaknya itu gagal. Bahkan dia sudah menolak tegas permintaanku, ciihhh lelaki itu membuatku kecewa kau tau. Jadi aku tidak butuh dirinya sekarang, nampaknya aku lebih bahagia membuatmu menderita” jelasnya panjang lebar.

“a-apa maksud ucapanmu barusan?” kataku mulai takut mendengar ucapannya barusan, apakah dia berencana untuk membunuh jiyong? Tidak mungkin. Kiko begitu menggilai jiyong bahkan dia sampai seperti ini hanya untuk bisa kembali padanya.

“boww” ucapnya membuatku kaget, dan dia kembali tertawa melihat wajah kaget ku. “sebentar lagi kau akan mendengar suara seperti itu menggema” sambungnya semakin tertawa puas. Ku rasa dia sudah benar-benar gila, bagaimana bisa dia masih tertawa seperti itu saat akan membunuh seseorang.

“ku mohon jangan lakukan apa pun pada jiyong. Bukan kah kau sangat mencintainya, dan yang kau benci itu aku. Jadi hentikan semua ini”Ucapku, berharap dia mau mendengarnya.

“neh! aku sangat mencintainya, tapi dia meninggalkan diriku demi wanita sepertimu. Ku rasa cukup adil jika kita sama-sama tidak mendapatkannya” ucapnya santai seolah hal yang dia katakan itu bukan apa-apa.

****

Jiyong dan soo hyuk bingung mendengar ucapan salah satu anak buah kiko yang hampir mati ditangan jiyong. Setelah mengerti dengan ucapan lelaki itu, soo hyuk langsung memerintahkan kedua anak buahnya itu untuk mencari ‘bom waktu’ yang di maksud. Sedangkan dirinya dan jiyong pergi untuk menelusuri jalan bawah tanah yang akan membawa mereka pada Dara.

“brengsek, wanita itu benar-benar sakit jiwa. Bagaimana bisa dia berfikiran ingin membunuhku juga?”

“tenanglah, selama ada aku akan ku pastikan rencananya tidak akan ada yang berhasil okey. Jadi berhentilah berteriak dengan kata kasar seperti itu, suaramu sungguh membuat kupingku menyempit kau tau?” jelas soo hyuk mulai bosan mendengar umpatan kasar yang dilontarkan sahabat frustasinya ini.

Dia pikir dengan berteriak sumpah serapah seperti itu bisa membuat keadaan kembali aman, hoel bodoh sekali jika kau berfikir seperti itu. berteriak, menendang apa saja seperti orang gila malah akan membuat semuanya berantakan, tutur soo hyuk lagi membuat jiyong menatap tajam kearahnya seolah memperingatkan dirinya untuk menutup mulutnya sekarang juga.

“ekhem…sebaiknya kita percepat langkah kita” katanya pura-pura batuk lalu melangkah mendahului jiyong yang dalam mood siap menelan apa saja saat ini juga.

“berhenti..aku rasa aku mendengar suara orang di dalam sana” ucap soo hyuk menunjuk sebuah rungan yang tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang. Tanpa mendengarkan ucapan lebih soo hyuk jiyong sudah melangkah cepat menuju ruangan yang tadi di katakn soo hyuk. “kau selalu seenak jidatmu ‘kwon’ aishhtt” gumamnya jengkel pada sosok yang melangkah di hadapannya itu.

BRAKK

Denga sekali tendang jiyong berhasil membuat pintu itu terbuka hingga membuat orang yang di dalam membelalakan mata kaget melihat sosok jiyong dengan polisi ganteng yang terkenal di seoul. Jiyong menyeringai saat melihat tampang kaget kiko menatapnya. “k-ka-kau” ucapnya gugup karena jiyong melangkah kearahnya dengan tatapan penuh amarah dan aura kemarahan sangat kuat hingga membuatnya melangkah mundur dengan tubuh gemetar.

Melihat bos mereka dalam masalah beberapa anak buahnya mencoba ingin mengjar jiyong tapi sayang terlambat karena soo hyuk sudah menghajar meraka lebih dulu. Oh ayolah kalian bodoh jika berurusan dengan polisi itu, bukan dirinya yang bebak belur tapi kalian.

“aigoo, aku tidak menyangka jika kalian selemah ini?” ucapnya sombong pada orang-orang yang meringis kesakitan karena pukulannya yang yahh tidak begitu kuat pikirnya.

“Ya! Kwon hentikan itu, kau membuatnya ketakutan aigoo” ucapnya saat melihat sahabatnya itu masih memojokan kiko sampai wanita itu gemetar ingin menangis. Dia berfikir wanita ini menakutkan, sampai bisa melakukan penculikan dan hampir melakukan pembunuhan. Tapi dia hanya seorang wanita tersakiti dalam ‘fikirannya’ sendiri.

“ji hentikan” tiba-tiba suara lembut dara menggema di telinganya, dia memejamkan matanya mencoba menetralkan amarahnya dan berbalik meninggalkan kiko yang masih menunduk dengan tubuh gemetar. Tapi salah di bawah sana kiko menarik sudut bibirnya  membentuk seringai jahat, dengan perlahan dia mengangkat wajahnya hingga menampakan seringai penuh membuat Dara membelalakan matanya saat menyadari sebuah pisau lipat yang biasa kiko selipkan dicelana jeans miliknya bersiap menancap pada punggung jiyong. Dengan cepat dara berlari kearah jiyong dan memutar tubuh jiyong menghadapnya hingga membuat jiyong menatap bingung kearahnya.

Dara tersenyum manis menatap wajah tampan jiyong lelaki yang selama ini dicintainya membuat jiyong semakin menatap bingung kearah dara, karena tiba-tiba saja matanya tertutup dan tubuhnya juga jatuh dalam dekapannya. Saat pandangannya menangkap sosok kiko debelakang punggung dara dengan pisau pisau yang menancap di punggungnya kakinya lemas hingga membuat tubuhnya terduduk dengan dara dalam pangkuannya

“h-hey, bu-buka matamu” gumamnya lemah menepuk-nepuk wajah gadis dalam pangkuannya ini. Air matanya sudah jatuh dari tadi otaknya serasa mati dia tida dapat berfikir dan kakinya benar-benar lemas melihat sosok dara yang tak sadarkan diri.

“aishhtt bodoh” ucap soo hyuk mengambil alih tubuh dara dari pangkuan jiyong dan langsung membawanya pergi meninggalkan jiyong yang masih terduduk lemas seperti orang bodoh. “ya! Kau, apa akan terus duduk diam di situ hah” teriak soo hyuk pada sosok yang terlihat linglung seperti idiot.

*

*

*

*

Argghhh erangan keluar ketika seorang gadis menyadari benda lembut menyentuh bibirnya membuat gadis itu dengan malas membuka matanya perlahan dan langsung membulat sempurna saat mendapati sosok dengan senyum idiot pemilik benda lembut itu.

“morning bebe” ucapnya masih dengan senyum tanpa dosa itu. beberapa kali gadis itu mengerjapkan matanya untuk memastikan apa yang matanya lihat barusan. Setelah yakin apa yang di lihatnya benar “YAAA! KAU MESUUUM BERANINYA KAU MENCIUMKU” teriaknya murka menjambak rambut orang yang menciumnya tanpa izin.

“aww, hey bebe hentikan” ucapnya memgang tangan kekasihnya agar berhenti menjambak rambut berharganya.

“ommoo, mianhae” katanya menyesal, membuat seorang ‘kwon jiyong’ tekekeh geli melihat tampang bersalah kekasihnya ini. mendengar jiyong terkekeh membuat Dara memanyunkan bibirnya cemberut.

CHUU

“berhenti melakukan itu” ucapnya setelah mengecep singkat bibir manyun dara, membuat yang di cium merona parah karena tersipu. Kelakuan manis jiyong memang selalu berhasil membuat pipinya merona parah karena malu. Mereka sekarang sudah resmi menjadi sepasang kekasih bahkan jiyong sudah melamarnya saat dara di rawat dirumah sakit karena tusukan itu.

Karena kejadian itu jiyong benar-benar melarangnya pergi sendirian tanpa dirinya, semua sahabatnya hampir menyalahkan jiyong karena kejadian itu. bagaimana tidak, jika ia tidak mengenal gadis itu dan membuatnya sakit hati pasti dara tidak mengalami kejadian malang itu.

Bahkan jiyong hampir membunuh gadis itu karena mendengar dara kritis, selama hampir satu bulan jiyong seperti mayat hidup menunggu dara membuka matanya. Jiyong tidak pernah sedikitpun ingin beranjak dari sisi dara. Melihat tampang jiyong seperti itu membuat orang tua, nenek dan kakeknya tidak tega, mereka sedih dan mau tak mau membuat kedua orang tua dara juga sedih mereka memang marah pada jiyong tapi mereka tidak membencinya.

Dan saat mata dara terbuka wajah pertama yang dilihatnya adalah wajah lusuh jiyong yang terlihat berantakan. Tapi jiyong tidak peduli saat itu, yang dia tau dirinya sudah memeluk tubuh lemah dara dengan menggumamkan kata terimakasih berkali-kali.

“hai mom, hai ded” ucap dara melangkah menghampiri sosok renta nenek dan kakek jiyong. Mereka tersenyum bahagia saat melihat sosok cantik dara muncul di balik punggung jiyong. Rencana awal jiyong ingin mengajak dara ke jepang bulan depan setelah kelulusan mereka, tapi kedua orang tua itu terus mengganggu dirinya dengan meminta minggu ini dia harus mengajak kekasihnya ini pergi menemui mereka.

“cihhh, dasar nenek dan kakek tua ini” cibirnya melihat nenek dan kakeknya begitu senang melihat dara, malah dirinya di acuhkan. Dengan kesal dia menghempaskan tubuh lelahnya di sofa masih memperhatikan ke tiga mahkluk itu tertawa senang tanpa memperdulikan dirinya.

“aigoo…apa cucuk ganteng nenek ini sedang cemburu?” ucapnya beralih duduk di sebelah jiyong. Wanita tua itu terkekeh geli melihat tampang cemberut cucunya, membuat kedua mekhluk lain ikut terkekeh melihat tampang jiyong. Jiyong mendengus kesal mendengar mereka menertawakan dirinya dengan tampang kusut dia melangkah pergi meninggalkan tiga orang yang semakin terkikik.

“sepertinya naga itu perlu dijinakan” ucapnya memandang Dara. Dia mengangguk mengerti ucapan neneknya jiyong.

“mommy, akan menyiapkan makan malam dulu” ucapnya lagi.

“kekanakan sekali” ucap Dara memeluk tubuh jiyong dari belakang, jiyong masih diam enggan membalas ucapan dara. Tapi sudut bibirnya membentuk segaris senyum tipis karena pelukan Dara.

Dara mendesah karena tidak dapat respon apapun dari jiyong, dia berdebat selama beberapa detik sebelum akhirnya mengecup singkat pipi jiyong membuatnya langsung memejamkan matanya malu.

Dia selalu seperti itu jika melakukan sesuatu pada jiyong. Jiyong tersenyum jahil melihat tampang kekasihnya itu, dengan hati-hati dia menundukan tubuhnya hingga wajahnya sejajar dengan wajah dara, dan tepat saat dara membuka matanya

CHUU

Jiyong mencium singkat bibir dara dan langsung berlari pergi meninggalkan dara dengan tampang terkejutnya. Jiyong tertawa puas kerena rencana jahilnya berhasil

“YAAA! KAU MESUUUUUUUUMMMMMMM”

–END–

 

Advertisements

27 thoughts on “Good For You [Chap. 6-End]

  1. Psyko ,,,,, mana mau ji kembali m orang gila,,,,, ichhhh sweet dee_ji,, and buat author thank you and di tunggu ff lainnya,,fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s