TRUE ‘Dream Sequel’ [Oneshoot]

TRUE COVER2

Author : Kwon Yong Rim

Cast : Sandara Park

         Kwon Jiyong

Other cast

  • Park Chanyeol
  • Byun Bekhyun
  • Oh Sehun
  • Oh Jenny
  • Byun Nana

Sepasang insan tengah duduk di bawah rimbunnya pohon, dengan berpegangan tangan kedua insane tersebut menatap indahnya langit biru. Keduanya hanyut dalam kesunyin sampai sang pria meremas tangan sang wanita hingga yang memiliki tangan tersebut menoleh.

Kedunya saling bertatapan dan saling tersenyum satu-sama lainnya. Keduanya saling mendekatkan wajah dan mulai menutup mata mereka, hingga……..

“Buka matamu yeobo… hya Chanyeol Appa…”

XXXX

“Buka matamu yeobo… hya Chanyeol Appa…”

Jiyong membuka matanya, mimpinya terusik oleh seorang bidadari nan cantik.

“Chanyeol appa ayo bangun, kau tertidur disini lagi…”

“Hemm…”Erang Jiyong sambil kembali menutup matanya.

“Hya Yeobo….” Dara bereriak kesal.

“kau mengusik mimpi indahku lagi yeobo..” Jiyong sudah sepenuhnya bangun dari tidurnya, kemudian mendudukkan tubuhnya dengan nyaman.

“mimpi indah ? apa itu bersama seorang yeoja ?” Tanya Dara sambil memicingkan matanya.

“Ne !” balas Jiyong sambil tersenyum.

“Nu..Nugu ?” Dara bertanya dengan sangat pelan.

“Hahahaha yeobo, wanita yang selalu hadir dalam mimpiku adalah kau, butterfly ku” Jiyong tersenyum membuat wajah Dara memerah karena malu. “Em karena kau telah mengacaukan mimpiku, mari kita pikirkan hukuman yang tepat”

“Kau bisa menghukumku nanti, Chanyeol sedang tertidur, mungkin sebentar lagi dia akan bangun, dan jika aku tak ada di sampingnya saat dia bangun, itu akan menjadi masalah yang serius” Dara bangun dari posisi jongkoknya tapi dengan cepat Jiyong menarik tanganya sehingga Dara limbung dan langsung jatuh ke pelukan Jiyong dengan posisi bibir mereka yang saling bersentuhan.

Jiyong langsung melingkarkan tangannya di pinggang Dara membuat wanita itu sulit bergerak, dengan bibir yang tetap menempel satu sama lain, Jiyong semakin memperdalam ciumannya membuat Dara menyerah dan membalas ciuman Jiyong. Mereka terus berciuman sampai……

“Hua…. Hua…. Hua…..” suara tangisan anak berusia 5 tahun terdengar, membuat pasangan suami istri itu terlonjak kaget dan langsung melepskan ciuman mereka.

“Ah Chanyeol, cup cup sayang eomma di sini” Dara langsung memeluk tubuh mungil Chanyeol, putra mereka.

“Hua Appa jahat… kenapa Appa memakan mulut eomma ? hua appa jahat” Chanyeol menangis terisak sambil memeluk sang eomma.

“Hey, appa tidak jahat sayang… ayo masuk ke dalam, disini dingin” ucap Dara sambil menggendong putra tersayangnya tapi sebelum berbalik untuk kembali ke rumah, Dara memicingkan matanya untuk menatap Jiyong memberi isyrat agar segera pulang.

“Hup….” Jiyong berlari kearah Dara dan Chanyeol dan langsung mengambil Chanyeol dari gendongan Dara. “Hey jagoan dengarkan appa, itu tadi bukan karena appa jahat, tapi karena Appa sayang dengan Eomma kau pun nanti jika menemukan wanita yang kau cintai kau akan melakukan itu juga Arraseo ?” Jiyong menghapus sisa air mata yang masih membekas di wajah Chanyeol.

“Ne Arraseo Appa….”

Mendengar ke akraban Jiyong dan Chanyeol membuat Dara tersenyum, merekalah dua pria yang sangat ia cintai, Dara langsung mengamit lengan Jiyong. “Kajja …Eomma memasak sup kimchi tadi”

****

“Hua… Hua…. Hua….” Suara tangisan anak perempuan berusia 4 tahun terdengaar di halaman rumah keluarga Kwon.

“Nyonya Kwon…. Nyonya Kwon…” panggil seorang pria yang bisa dipastikan kalau dia adalah ayah dari anak perempuan tadi.

“Ah ne..” Dara sambil berlari menuju ke pintu dan langsung membukanya. “Tuan Oh… ada perlu apa ? suamiku dia belum….”

“Ah anieyo, saya kemari hanya ingin melaporkan apa yang telah putra anda lakukan !”

“Chanyeol ? tunggu sebentar CHANYEOL-AH” Dara memanggil Chanyeol dan beberapa saat kemudian Chanyeol telah sampai di samping sang ibu.

“Appa dia orangnya… hua…..”Yeoja kecil itu semakin histeris.

“Jenny-ah tenanglah… Begini Nyonya Kwon, putra anda telah mencium putri saya hingga bibirnya berdarah” Jelas tuan Oh smbil menenangkan sang putri Oh Jenny.

“Ne ? benarkah itu Chanyeol ?”Tanya Dara yan dijawab Chanyeol dengan sebuah anggukan kecil. “Saya minta maaf atas nama Chanyeol Tuah Oh…Jenny-ah tolong maafkan Chanyeol ne ?” Dara mengelus rambut Jenny yang panjang.

“Saya kemari hanya ingin mengatakan tolong bersikaplah baik di depan putra anda, jangan mengajarkan hal yang aneh-aneh pada anak sekecil itu, karena pada masa ini anak mulai suka meniru perbuatan orang di sekitarnya terutama keluarga.”

“Ne maafkan saya tuan Oh Sehun” Dara membungkukkan bandannya meminta maaf. “Chanyeol ayo minta maaf”

“Jenny-ah mianhae.. Aku janji tidak akan melakukan itu lagi”

“Janji ???” Jenny tersenyum sambil menjulukan jari kelingkingnya.

“Oppa janji” Chanyeol membalas dengan mengaitkan jari kelingking mereka.

***

“Hya yeobo aku baru saja pulang dan aku sangat lelah” Dara terus saja menggeret tangan Jiyong ke kamar Chanyeol walau ia tau sang suami baru saja turun dari mobil beberapa detik yang lalu.

Dara menempatkan Jiyong tepat di samping Chanyeol yang duduk diatas kasur.

“Chanyeol katakan pada Appamu…” Ucap Dara dengan nada dingin.

“Waeyo Chanyeol-ah ?” Tanya Jiyong halus, dia tau kalau putranya itu pasti baru saja membuat masalah.

“Dia mencium bibir Jenny sampai berdarah”

“Ne ? Jenny Oh ? putri Oh Sehun ??” Tanya Jiyong yang langsung dibalas anggukan oleh Dara. “Kenapa kau melakukan itu ?”

“Appa bilang aku boleh mencium orang yang aku cintai kan ! Aku suka dengan Jenny, dia cantik dan baik hati, walau kadang dia sangat menjengkelkan tapi di sagat pandai dan ceria” Chanyeol menjelaskan sambil tersenyum.

“Ehm….” Jiyong berdehem sambil menatap Dara, tapi Dara malah melipat tangannya seolah berkata “ini salahmu yeobo”

“Beginisayang, kau hanya boleh melakukan itu pada istrimu nanti”

“tapi Appa bilang, aku boleh…”

“Iya tapi jika kau sudah menikah, arasseo ?”

“Ne appa” balas Chanyeol sambil menunduk lesu.

XXX

15 tahun kemudian

“Anyeong haseyo…” ucap seorang yeoja yang tengah memasuki sebuah rumah.

“Ah.. Jenny-ah, kau sudah datang ?” balas sang pemilik rumah.

“Ne eomonim, apa Chanyeol ada ? kami akan pergi….”

“Ke jeju kan ? menghadiri upacara pernikahan—— ! Chanyeol sudah bilang padaku. Wah kau tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, aku masih mengingat saat pertama kaudatang dengan menangis karena…….”

“EOMMA……” teriak Chanyeol dari atas tangga, membuat Dara menghentikan ucapannya. “Jangan ungkit itu lagi, itu memalukan” Wajah Chanyeol mulai memerah karnanya

“Ah ne ne, eomma tau….”

“Kajja Jenny-ah kita pergi” Chanyeol merangkul pundak Jenny.

“Oppa…” Jenny mencoba melepaskan rangkulan Chanyeol padanya. “Eomonim kami pergi dulu” Jenny membungkukkan badannya.

“Ne, ah Chanyeol-ah mana kunci motor mu ?” Tanya Dara sambil mengulurkan tangannya.

“untuk apa eomma ? kami akan segera berangkat !”

“Berikan saja” paksa Dara membuat Chanyeol menurut dan memberikan kunci motornya ke tangan Dara.

“Pakai mobil eomma, jangan biarkan kecantikan Jenny luntur karena erkena angin” ucap Dara sambil memberikan kunci mobilnya pada Chanyeol.

“Jinja eomma ? ah tapi Kecantikan Jenny tak akan luntur hanya karena angin, karena dia memang cantik” puji Chanyeol membuat wajah jenny memerah.

“Oppa…” Jenny menyikut lengan Chanyeol.

“Baiklah, sekarang pergilah, kalian harus cepat sampai disana”

“Eomma… mungkin kami akan pulang besok pagi karena akan ada night party..”

“Arraseo.. tapi apa Jenny-ah apa kau dibolehkan oleh appa mu ?”

“Ne eomonim, dia bilang aku boleh pergi tapi harus dengan Chanyeol oppa”

“Ya sudah kalau begitu, Jenny-ah kalau Chanyeol macam-macam padamu kau telfon saja eommonim Arraseo ?”

“Eomma !! ya sudah kami pergi dulu”

“Kami pamit eommonim”

“Ne hati-hati”

***

Baru 5 menit kepergian Chanyeol dan Jenny suara bel rumah keluarga Kwon berbunyi, “apa mereka ketingggalan sesuatu ?” batin Dara sambil berjalan untuk membuka pintu.

“Apa ada yang ketingga…..” perkataan Dara berhenti karena yang datang bukanlah Chanyeol dan Jenny.

“Maaf eommonim apa benar ini rumah Kwon Chanyeol ?” Tanya seorang yeoja yang cantik nan anggun.

“Ne, tapi siapa kau ? Chanyeol baru saja pergi dengn Jenny”

“Ah saya Nana, Byun Nana, saya teman kuliah Chanyeol, kami satu jurusan dan saya kesini ingin memberikan buku, Chanyeol bilang dia ingin meminjam buku ini, tapi saya selalu lupa untuk membawanya jadi saya berkunjung untuk memberikan untuk ini, tapi karena Chanyeol sudah pergi jadi saya titipkan saja buku ini” ucap sang yeoja yang bernama Byun Nana itu sambil memberikan sebuah buku setebal 7 cm.

“…..” Dara hanya diam sambil menerima buku dari Nana.

“Kalau begitu saya pamit eommonim” Lanjut Nana sambil menunduk memberi hormat.

“tunggu sebentar nak, bolehkah aku tau siapa nama Appa mu ?” Tanya Dara ragu.

“Appa ? namanya Byun Baekhyun. Memang ada apa eommonim”

“Ah anieyo, terimakasih untuk bukunya”

“Sama-sama eommonim”

XXX

Minggu pagi, waktu yang tepat untuk berjalan-jalan di sekitar rumah dan itulah yang dilakukan oleh Jiyong dan Dara, mereka berjalan-jalan dihutan dekat kediaman mereka, Chanyeol masih di Jeju jadi mereka bisa leluasa untuk bermesraan.

Merek kemudian duduk di bawah pohon favorit Jiyong, ya pohon mimpi magicnya, dimana di pohon itulah ia selalu mendapat mimpi tentang Dragon dan Butterfly.

“Yeobo…” panggil Dara setelah mereka duduk.

“hem …” Jiyong menoleh sambil merangkul pundak Dara.

“Aku bertemu dengan Nana, Byun Nana….” ungkap Dara dengan berat.

“Lalu kenapa ? banyak orang korea bernama Byun Nana”

“Tapi di Byun Nana, putri dari Byun Baekhyun.. raja sun yang ada dalam mimpi kita..” Wajah Dara mulai pucat pasi.

“Lalu kenapa ? itu hanya sebuah mimpi” Jiyong coba menenangkan sang istri yang kelihatan khawatir.

“Tapi aku takut, kalau itu bukan hanya mimpi, aku takut kalau itu adalah cerminan masa depan kita.. aku takut jika nantinya Tuan Baek akan datang dan menyerang kita, dia akan mencelakai tuan Oh, lalu dia akan mengancam kita kemudian Chanyeol benar-benar akan menikah dengan Nana lalu Tuan Baek akan merusak perusahaan kita dan aku akan ma……….”

“DARAA !!!!” bentak Jiyong membuat Dara menghentikan perkataannya. “Mianhae, maafkan aku, aku hanya…. Dara, aku berjanji padamu akan selalu menjagamu dan akan menjamin bahwa Chanyeol akan menikah dengan Jenny, dan aku tidak akan membiarkn tuan Baek berbuat macam-macam pada kita, aku janji Dara” Jiyong mendekap tubuh Dara memberikan kehngatan diantara angin angin yang terus bertiup di sekitar mereka.

“Saranghae” bisik Dara sambil membalas pelukan sang suami.

“Nado”

Disaat mereka berpelukan sepasang mata tengah menatap keduanya dengan perasaan sedih merasuki hatinya. “Eomma…Appa….”

XXXX

“Gwomawo Nana-ah” Ucap Chanyeol lembut kepada Nana sambil memberikan buku setebal 7 cm milik Nana.

“Kau sudah selesai, aku baru memberikannya kemarin lusa, dan kau sudah selesai ?” tanya Nana heran.

“Sebenarnya belum, hanya saja … Nana-ah tolong jangan datang kerumahku” Chanyeol tersenyum semanis mungkin sedang Nana mengerutkan dahinya.

“Tapi kenpa ? aku suka rumahmu sangat sejuk dan nyaman”

“Ne, tapi kenyamanan itu hanya untuk nggota keluarga, jika kau butuh dengan ku kau bisa menemuiku di kampus tau di caffe, tolong jangan di rumahku !”

“Lalu kenapa Jenny boleh datang ke rumahmu ?”

“Ya karena Jenny adalah calon menantu di keluargaku, jadi artinya dia adalah calon anggota keluarga Kwon” Chanyeol tersenyu membayangkan kalau jenny nantinya akan menyandang gelar nyonya Chanyeol.

“Chanyeol-ah Aku mencintaimu” ungkap Nana dengan sepenuh hatinya.

“Aku tau, sudah banyak wanita yang mengatakan itu padaku, ya mungkin karena aku tampan tapi sayayangnya hanya Jenny yang memenangkan hatiku, dia baik pintar dan juga ramah, walau dia menjengkelkan tapi dia sungguh lucu” Chanyeol mengatakan semua kelebihan Jenny di depan Nana.

“Kau tidak merasa bersalah berkata seperti itu di depan wanita yang sudah mengutarakan persaannya padamu ?”

“Tidak, Nana-ah aku menganggapmu sebagai sahabat kau sangat pandai, kita satu kelas selama di SMA dan aku tau kalau itu adalah permintaan mu pada sekolah agar selalu satu kelas dengan ku dan saat kuliah kau memilih jurusan yang sama denganku walau kau tidak menyukainya. Kau wanita yang baik jadi aku yakin akan ada seorng pria yang baik juga yang akn mencintaimu.” Chanyeol menepuk pundak Nana dengan lembut.

“Iya benar, aku akan berbuat apapun agar selalu di dekatmu, apapun dan aku akan melakukn apapun agar kau menjadi milikku”

“aku yakin kau tidak akan melakukannya, karena kau wanita yang baik.”

“Tidak, aku bukan wanita yang baik, aku wanita yang ambisius, aku akan melakukan apapun untuk apa yang aku inginkan A..PA..PUN.. !!!”

“jinja ? aku yakin kau tetaplah Nana yang baik hati” #DRET DRET… suara ponsel Chanyeol yang bergetar di saku jaketnya.

“Oppa apa kau bawa laptop ?”

“Laptop ? untuk apa jenny-ah ?” Chanyeol tersenyum kepada Nana seolah aku berkata “Aku pergi”

“Aku ada tugas tapi sepertinya salah, aku membawa filenya jadi aku butuh laptop untuk menganti tugasku itu”

“Aku membawanya, dan kebetulan aku hanya ada satu mata kuliah hari ini jdi kau bisa membawanya, temui oppa di kantin Araseo ?”

“Gwomawo oppa”

XXX

Keesokan harinya

Chanyeol langsung berlari begitu melihat perawakan jenny terlintas di matanya.

“Hay adik terintaku…” Teriak Chanyeol yang langsung merangkul Jenny.

“Oppa….” Jenny menggeliat mencoba melepaskan diri dari rangkulan Chanyeol karena malu dengan orang yang berada di depannya.

“Hay Nana-ah” sapa Chanyeol dan langsung kembali merangkul Jenny. “Wah coklat.. hem aku suka” serunya yang langsung merebut sebatang coklat yang ada di tangan Jenny.

“Tapi oppa , itu permberian Nana sunbae…” Jenny melirik ke arah Nana.

“Ah jinja, em Nana-ah maaf ya jenny tak bisa makan coklat terutama yang ada kacangnya, dia alergi pada coklat dan juga kacang” Chanyeol membuka bungkus dari coklat tersebut.

“Ah Oppa… Kembalikan itu pemberian orang oppa” Rengek Jenny.

“Lalu apa kau mau suaramu habis karena tenggorokanmu kering karna makan ini ? dan apa kau mau wajahmu berjerawat karena kacang yang ada di coklat ini ?” Chanyeol mengancam dengan nada humor.

“Tapi aku tidak enak dengan Nana Sunbae”

“heh apa kau tau, kau itu sangat jelek saat berjerawat, kau seperti……….. HULK iya benar Hulk”

“Tapi Hulk berwarna Hijau oppa”

“Iya kalau kau berjerawat maka akan ada Hulk berwarna merah muda hahahhahah”

“Hahahhaha benarkah ?? hahhahaa” Jenny dan Chanyeol tertawa bersama membuat Nana minder dan langsung pergi meninggalkan kedua insan itu.

XXX

Dua buah keluarga tengah berkumpul dalam sebuah rumah, keluarga tersebut tak lain dan tak bukan adalah kelurga Oh dan keluara Kwon, mereka berkumpul untuk membicarakan acara pertunangan Jenny dan Chanyeol.

“Jadi kapan tanggal baik untuk acara ini ?” tanya Dara pada Sehun.

“Aku akan menyerahkannya pada Jenny, dia yang akan melakukan acara ini dan bukan aku” Sehun melirik ke arah Jenny dan Chanyeol yang malah sedang asik bermain game di ponsel Chanyeol.

“Ah… itu, oppa bagaimana kalau tanggal 2 juli ?”

“Itu terlalu lama Jenny-ah” balas Chanyeol yang masih sibuk dengan gemenya.“1 Juni, kita akan laksanakan petunangan kita”

“Wah bukankah itu terlalu cepat…” tiba-tiba sebuah suara terdengar diantara mereka.

“Baekhyun-ssi sedang apa kau disini ?” sahut Jiyong sambil berdiri membuat semua orang dalam ruangan ikut berdiri.

“wo wo wo jangan repot-repot, aku hanya akan menyampaikan beberapa hal, pertama , tuan Kwon terimaksih telah menolak investasi perusahaan ku, kedua, Chanyeol-ah terimaksih telah menolak putriku Nana. ketiga, selamat untuk pertunangan kalian dan yang ke empat, selamat untuk kebangkrutan perusahaan YG” ucap Baekhyun cepat membuat semua orang terkaget tak percaya.

“A..apa… maksudmu ?” tanya Jiyong. #KRRING KRINGGG suara ponsel milik Dara terdengar.

maaf ada masalah di perusaan, perusaan kita dituduh menggelapkan uang milik pemegang saham, sampai sekarang kami masih menyelidiki uang yang hilang entah kemana”

“Baiklah lanjutkan” Dara menutup sambungan telfon, lalu dia melirik jiyong yang sedari tadi menatapnya, kemudian dara mengangguk membenarkn perkataan baekhyun.

“Apa maumu baekhyun ssi ?” tanya Jiyong ketus.

“Aku hanya mau balas dendam, kenapa keluargamu selalu menolak ajuan baik dari keluargaku ? apa kami sehina itu di mata mu ?” balas Baekhyun tak kalah ketusnya. “Chanyeol ! kau kira kau sangat sempurna huh ? hingga kau menolak putri ku ? apa kurangnya putriku bagimu ?”

“Bukan dia yang kurang baik untukku tuan, tapi aku yang kurang baik untuknya, dialah yang terlalu sempurna untukku, aku berharap Nana akan menemukan pria yang sepadan untuknya” Chanyeol membalas dengan nada dewasa.

“Alah omong kosong kalian itu pendusta”

“Baekhyun-ah, tenanglah aku mohon” Sehun mendekat ke arah Baekhyun.

“Diam kau Sehun, Selama ini aku selalu mengalah darimu dari segala hal, peringkat di sekolah, bahkan aku merelakan BoA untukmu tapi inikah balasan darimu, kau juga akan merebut kebahagiaan putri kecil ku ? Kau berengsek Sehun kau…… kau harus MATI” dengan tiba-tiba Baekhyun mengeluarkan pisau dari saku jasnya membuat semu orang tercengang terlebih saat Baekhyun bersiap untuk menusuk perut sehun. #JLEB dan sebuah pisau menancap di perut seseorang.

XXX

Keesokan harinya.

Seorang putri dan sang ayah tengah berjalan di altar, dimana di ujung sana telah menanti seorang pangeran yang gagah dengan stelan jas senada dengan sang putri.

“Kwon Chanyeol… bersediakah engkau menerima, mencintai, menyanyangi Oh Jenny sebagai istrimu ?” tanya pendeta kepada Chanyeol.

“Ya, saya bersedia”

“Oh Jenny.. bersediahkan engkau menerima, mencintai dan melayani Kwon Chanyeol sebagai suamimu ?”

“Ya saya bersedia”

“Dengan dihadapan tuhan, aku persatukan kalian menjagi seorang suami istri semoga tuhan selalu memberkati pernikahan kalian AMIN….”

“AMIN…” teriak seluruh isi gereja yang langsung disusul dengan tepuk tangan meriah, tapi sedetik kemudian teriakan itu beralih menjadi “Cium..Cium… Cium…”

Sepasang kekasih yang telah resmi menjadi suami istri itu dirundung malu, Chanyeol melirik kearah sang ayah dan Jiyong hanya membalas dengan anggukan, lalu chanyeol beralih ke jenny, tapi jenny hanya menunduk dengan malu, Chanyeol berjalan 2 langkah mendekat ke arah jenny, lalu memegang pundak Jenny dan kemudian Chanyeol menunduk untuk mencium kening jenny dengan mesra. Tepuk tangan menjadi semakin meriah.

Pesta sederhana kemudian dilaksanakan, dimana semua keluarga dan sahabat-sahabat berkumpul.

“Selamat atas pernikahan kalian” seorang gadis muda dengan tertatih berdiri di depan Jenny dan Chanyeol.

“Sunbae”/ “Nana-ah” pekik Jenny dan Chanyeol bersamaan.

“Hey kalian serasi sekali” Jenny langsung mengangkat salah satu tangan Nana dan menaruhnya di pundaknya sendiri berniat memapah Nana. “Hey jenny-ah apa yang kau lakukan, gaunmu bisa rusak nanti” tolak Nana dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

“Tapi kau kan masih sakit apa jahitannya akan baik-baik saja ?” Chanyeol juga ikut memapah tubuh Nana.

*FLASHBACK*

“Diam kau Sehun, Selama ini aku selalu mengalah darimu dari segala hal, peringkat di sekolah, bahkan aku merelakan BoA untukmu tapi inikah balasan darimu, kau juga akan merebut kebahagiaan putri kecil ku ? Kau berengsek Sehun kau…… kau harus MATI” dengan tiba-tiba Baekhyun mengeluarkan pisau dari saku jasnya membuat semu orang tercengang terlebih saat Baekhyun bersiap untuk menusuk perut sehun. #JLEB dan sebuah pisau menancap di perut seseorang.

“Nana-ah” teriak Baekhyun saat pisau yang ia bawa mengenai putri tercintanya.

“Appa….” Nana tersenyum kecut sambil memengangi perutnya yang masih tertancap pisau.

“Nana-ah..” Chanyeol langsung belari ke sisi Nana, membuang ponsel di tangannya lalu memegangi pundak Nana.

“Sunbae… apa kau baik-baik saja… Oppa ayo bawa Sunbae ke Rumah sakit” Jenny juga berada di sisi lain tubuh Nana.

“Apa yang kau lakukan Nana ? kenapa kau mengorbankan hidupmu demi manusia tak berguna itu ?” Baekhyun berkata dengan keringat di mengucur dari dahinya.

“Aniyo appa… Chanyeol-ah gwomawo karena masih percaya padaku sampai akhir… Jenny-ah kau memang orang yang pantas bagi Chanyeol, kau memang wanita yang baik…” Nana dengan terbata-bata mengatakan itu.

“Bertahanlah Sunbae, Oppa ayo bawa Sunbae ke rumah sakit ayo cepat oppa” Perintah jenny yang langsung dijawab anggukan oleh Chanyeol, Chanyeol membopong tubuh Nana dan bergegas untuk ke rumah sakit, sedang Jiyong, Dara, Sehun dan Bekhyun yang masih di dalam ruangan hanya terdiam. Baekhyun jatuh berlutut seakan meyesali perbuatannya.

“Kita langsungkan pernihakannya besok” ucap Jiyong membuka suara.

“Ne, Aku setuju” Sahut Dara. “Aku akan menyipakan segala halnya.

*FLASHBACK END*

“Tapi kau kan masih sakit apa jahitannya akan baik-baik saja ?” Chanyeol juga ikut memapah tubuh Nana.

“Hem, sudah sedikit membaik, Jenny-ah Gwomawo karena tidak melaporkan appaku ke kantor polisi”

“Sunbae…..”

“Eonnie.. panggil aku eonnie mulai sekarang” Sahut Nana cepat.

“E…eo..Eonnie ? Ani, justru aku yang harus berterimakasih, terimakasih karna telah mengorbankandirimu demi appaku” Jenny tersenyum manis.

#Disisi Lain.

Jiyong sedang berbincang dengan beberapa rekan kerjanya saat Dara menerima telfon.

“Kami berhasil menemukan sumbernya, ternyata kesalahan terjadi karena beberapa data pengeluaran yang hilng, tapi kami berhasil menemukan salinannya, dan salinannya sudah kami kirimkan ke kantor polisi jadi masalah ini akan selesai 2 atau 3 hari kedepan, tapi sebelum ituanda harus menemui polisi untuk mengkonfirmasi tanda tangna, karna kebanyakan data bertandatangannkan atas nama anda dan bukan tuan Kwon.”

“Yeobo, aku harus pergi,Ada beberapa data yang harus aku periksa di kantor polisi” Ucap dara setelah menarik Jiyong ke tempat yang tidak terlalu ramai.

“Biar aku temani…” Tawar Jiyong.

“Ani, disini terlalu banyak orang , jika kita bedua pergi….”

“Aku akan pergi bersamamu, aku tak akan melakukan kesalaha yang sama 2x” Jiyong tersenyum lalu mengenggam tangan Dara untuk lekas pergi.

“Chanyeol-ah, eomma dan appa ada urusan sebentar, tak apakan jika kami tinggal” tanya Dara saat menghadap Chanyeol dan jenny.

“tentu eomma, hati-hati ne…” Chanyeol lalu memeluk Dara dengan sayang.

“Ehm…” Jiyong berdehem membuat Jenny, Nana dan Dara tertawa. “Sekarang kemarikan kunci motormu” ucap Jiyong sambil mengulurkan tangannya.

“Untuk apa ?”

“Berhubung kau sudah menikah, jadi aku ingin kembali berpacaran dengan eomma mu”

“Yeobo….” Desis Dara sambil menyenggol lengan Jiyong.

“Aniya, aku hanya takut kalau nanti macet, jadi lebih efektif kalau kita naik motror” Jelas Jiyong.

“Kunci motorku….” Chanyeol meraba-raba saku di celana dan jasnya. “AH… ini..” Chanyeol menyerahkan kunci motornya kepada Jiyong.

“Kajja cagiya…” Goda Jiyong membut Dara mengerucutkan bibirnya.

“CHANYEOL…JENNY….” teriak sekerumunan orang memanggil mereka.

“Eonnie.. kami kesana dulu apa kau baik-baik saja disini ?” tanya Jenny dengan lembut.

“Hem ! kalian pergi saja..” perintah Nana, Chanyeol lalu mengelus pundak Nana dan mengenggam tangan Jenny untuk pergi ke kerumunan orang yang memanggil mereka tadi.

Beru 5 detik kepergian Jenny dan Chanyeol, Nana hendak berjalan ke pintu keluar saat kakinya menginjak lelehan ice cream yang dibawa Haru keponakan Chanyeol. Nana bersiap untuk jatuh, tapi ia tak merasakan sakit sama sekali, hanya merasakan sebuah cengkraman kuat di pundaknya.

“Apa kau baik-baik saja agassi ?”

XXXX

“Semuanya telah beres, masalah ini akan segera terselesaikan”

Jiyong dan Dara mengehembuskan nafas lega, akhirnya masalah perusahaan terselesaikan. Mereka keluar dari kantor pengacara mereka dengan wajah sumringah. #DRETT DRETT ponsel Dara kembali bergetar meandakan ada penggilan masuk.

“Maaf apa anda pemilik mobil berplat nomor 413 ?”

“Ne memang ada apa ?”

“Mobil anda mengalami kecelakaan pengendaranya mengalami luka ringan tapi mobilnya mengalami rusak parah”

###

EPILOG

“Ya saya bersedia……”

“Hiks hiks hua hua hua hua” seorang anak kecil berusia 15 bulan menngis dengan keras saat seorang wanita akan mengucapkan janji sucinya.

“Hey Jungkook-ah jangan begitu, diam sayang..” sang ibu coba menenangkan.

“Kenapa jenny-ah ?”

“Tidak tau dia tiba-tiba menangis, mungkin dia tidak rela bibinya menikah” bisik Jenny sambil mencoba menanangkan Jungkook putra pertama mereka.

“mungkin…”

***

“Hey jagoan, kenapa kau menangis eoh ??” Nana langsung menggendong jungkook begitu turun dari altar.

“Eonnie nanti gaunmu rusak” Jenny memperingatkan.

“Maaf untuk kejadian JungKook, mungkin dia tidak rela bibi kesayangannya menikah” ucap chanyeol dengan nada menggoda.

“Aku paham….” suami Nana tersenyum sambil membelai kepala jungkook. “Sepertinya aku harus berbagi cinta Nana dengan Jungkook.

“hahahahahah” mereka tertawa bersama

Disaat mereka tengah bercengkrama 4 orang dengan beberapa uban yang mulai terlihat mengamati putra-putri mereka dengan seksama.

“Mereka tumbuh dengan cepat” ucap satu-satunya wanita di grup itu.

“Ne.. Aku masih ingat saat Jenny menangis karena Chanyeol menciumnya.”

“Aku juga ingat saat Nana berbicara padaku bahwa dia suka dengan Chanyeol”

“Aku malah ingat saat Chanyeol lahir”

~END~

<< back

Advertisements

12 thoughts on “TRUE ‘Dream Sequel’ [Oneshoot]

  1. aku……seneng uun ff ini ada sequelnya………keren kok.
    tapi kayaknya ini ff lebih fokus ke jenny dan chanyeol. bukannya ke dara dan jiyong…….jadi agak sedikit gimana gitu. mian ini cuman pendapat ku aja kok. jgn diambil hati ya… 😀 ditunggu karya2 ff yg lainnya unn.

  2. Mweehehehe…. Jiyong Oppa salah fokus..:D:D
    Alhamdulillah happy ending…
    Ditunggu ff lainnya Unnie…:)

  3. akhirnya ada juga sequelnya…
    kirain bakalan kejadian seperti dalam mimpi…
    sempat was2 bacanya…
    syukurlah semua bahagia..

  4. So sweet, semuanya happy ending horeeeeeee!!!
    Untung mimpinya gak jadi kenyataan. Untung dara sama jiyong bawa motor bukan bawa mobil
    Fighting author ditunggu ff kecehh lainnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s