[FICLET] TATTOO

tattoo

Author ; Rachi

Warning! Siapin tissue dulu sama cemilan, siapa tahu perlu, hehe, XD

***

Suasana kamar itu begitu remang. Hanya ditemani dengan satu lampu yang menyala dengan temaram.  Jiyong beringsut menggapai ranjang. Mencoba melepaskan satu persatu kancing kemeja dari lubangnya masing-masing yang berakhir dengan kegagalan karena terlalu gugup.

“Biar kubantu.” ujar Dara yang mengambil tempat kosong di ranjang, berhadapan dengan pria itu.

Dengan sekali gerakan dari tangannya, kancing terakhir lolos dari lubangnya. Beberapa detik kemudian, tangan Dara sudah menelusup ke balik kaos dalam Jiyong dan secara lihai menyentakkan kaos itu lalu membuangnya ke sembarang arah. Menanggalkan semua pakaian pria itu ke samping meja kecil di sebelahnya. Mendorong pria itu ke sudut ranjang dan menyuruhnya untuk tidur tengkurap. Tubuh Jiyong kini hanya berbalut celana jeans di bagian bawahnya.

“Pelan-pelan,” ucap Jiyong setengah berbisik. “Ini pertama buatku.” jelasnya.

Rileks. Itulah hal pertama yang dirasakan Jiyong ketika Dara mengoleskan material semi padat yang diambil dari sebuah botol kaca kecil ke bagian belakang tubuhnya yang terekspos. Mengelusnya dengan lembut, mengeksplorasinya, mengusap-usapnya dengan gerakan naik turun.

“Kau menyukainya?” tanya Dara.

“Sa-sangat.” jawab Jiyong ketika tangan Dara mulai bergerilya menjamah bahunya terlebih dahulu.

Jiyong merasa dirinya sudah terbang ke  angkasa karena pijatan Dara. Belum pernah ada seorang gadis yang begitu memanjakannya seperti ini. Sentuhan-sentuhan ringannya sangat nyaman. Beberapa menit kemudian, hanya desahan yang keluar dari bibir pria itu, seperti ‘Ooh’, ‘Enak sekali’, ‘Teruskan Dara’. Jiyong menggigit bibirnya sendiri, merasakan sensasi yang luar biasa. Tangannya mencengkeram sprei  yang ia tiduri. Mulutnya menggigiti bantal karena terlalu besarnya efek yang ditimbulkan. Rasa hangat sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. Gerakan benda padat yang digesek ke punggung telanjangnya nyaris membuat jantung Jiyong berdesir hebat. Gadis itu benar-benar tahu cara menaikkan aliran darahnya seketika.

15 menit kemudian

Tangan Jiyong kembali mencengkeram sprei. Berkali-kali ia menahan erangannya agar tidak terlalu terdengar. Dari punggung hingga pinggangnya makin terasa panas. Desahan demi desahan bergema di kamar yang hanya dihuni mereka berdua. Namun, bukan lagi desahan nikmat yang terdengar, melainkan umpatan-umpatan yang dilontarkan Jiyong.

“Babe, kau bisa membunuhku kalau kau tidak pelan-pelan!”

“Sabar, sedikit lagi.”

“Arrghh, ini benar-benar sakit!”

“Astaga Jiyong, memang begini caranya mengerik!” Gerakan tangan Dara yang sedang mengerok punggung Jiyong dengan koin 100 won terhenti karena tubuhnya yang  terus menerus menggeliat tak bisa diam.

“Aku tahu itu! Tapi tidak adakah metode pengobatan lain yang lebih manusiawi selain metode kerokan ini?!” tanyanya sembari beranjak bangun dan membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba.

Suaranya nyaris frustasi ketika mengatakan itu. Menurutnya, ini adalah pengobatan tergila yang pernah ia lakukan sepanjang hidupnya!

Oke, sebenernya Jiyong sendiri yang salah. Pagi ini ketika bangun pagi, kepalanya berdenyut  sangat kencang dan seolah-olah berputar. Berkali-kali ia merasakan mual di perutnya. Keringat deras mengalir dari kening hingga dagunya. Tubuhnya terhuyung ketika akan beranjak dari ranjangnya. Belum pernah ia merasakan tubuhnya sesakit ini. Jadwal Bigbang beberapa hari terakhir ini memang sangat padat dan semalam ia lupa untuk mengisi perutnya yang kosong.

Tangannya otomatis bergerak meraih ponsel di atas meja kecil dan segera menghubungi Dara agar segera datang ke apartemennya. Tadinya ia ingin Dara membuatkannya sup ginseng hangat namun Dara menawarkan metode pengobatan baru yang katanya bisa langsung menyembuhkan sakitnya dalam sekejap. Jika tahu pengobatannya akan sesakit ini, Jiyong akan menolak mentah-mentah tawaran gadis itu. Tatto too fast to live too young to die kini sudah resmi ditemani tato-tato baru berwarna merah berlambang tulang ikan.

“Jjangmae cerita padaku metode ini paling ampuh untuk mengatasi masuk angin. Kau ingat kan, ketika 2NE1 mengadakan konsel AON di Indonesia? Sebelum konser,  Jjangmae sempat sakit siang harinya, staff YG lupa membawa obat.  Dan salah satu staff promotor menawarkan metode ini pada Jjangmae dan ajaibnya sore harinya Jjangmae sudah bugar kembali. Lalu aku tanya obat apa namanya, dan kata orang Indonesia itu namanya balsem, lalu aku minta saja obat ini pada orang itu. Lagipula aku sedang malas membuat sup ginseng.” katanya santai, sembari menyuruh Jiyong untuk tengkurap lagi. “Sudah sana berbaring lagi. Aku janji kali ini akan melakukannya dengan pelan.”

“Lain kali aku tidak akan melakukan pengobatan ini lagi!” dengusnya kesal.

5 menit kemudian.

“Astaga Dara!  Kali ini apa lagi yang kau tempel ke punggungku?!”

“Berisik, cuma koyo cabe!”

fin

Gak tahu knp bisa bikin cerita seabsurd ini >.<  Hehehe, ini cuma adegan mengerok biasa koq, sperti yang biasa sya lakuin dirmh klo lagi msk angin, beneran deh chingu, LOL

Advertisements

21 thoughts on “[FICLET] TATTOO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s