My Lovely PRETTY BOY : 002

little-sun

Author : Little Sun

Genre : Romance

Ratting : T

Long : 2/10 chapter

Cast : Park Sandara, Kwon Jiyong, Jang Wooyoung, Ahn Sohee

**

Chapter 2

CL dan Dara sudah duduk di salah satu sudut YG’s café. Mereka duduk berhadapan. Dara meletakkan kepalanya di meja sedangkan CL menyandarkan tubuhnya di sofa. CL menutup kedua matanya dengan lengannya. Dara mengedipkan matanya beberapa kali, melihat beberapa orang yang berlalu-lalang di dekat meja mereka.

“Kapan mereka datang?” tanya CL.

Dara mengeluarkan handphonenya dari saku, “Beberapa menit lagi,”

Dara menghela napas kemudian menutup kedua matanya.

“Hari ini benar-benar gila!”

Dara dan CL langsung menegakkan tubuhnya saat mendengar teriak tak jauh dari tempat mereka berdiri. Saat mereka menoleh, Minzy sudah duduk di samping CL dan Bommie di samping Dara.

“Akhirnya kalian datang,” kata CL.

“Mian, kami lama. Sunbaenim membuat kami harus berada di dalam kelas lebih lama,” jawab Minzy.

“Sunbaenim? Kalian satu kelas dengan tingkat atas?” tanya Dara.

Minzy mengangguk.

“Kalian tidak?” tanya Bommie.

“Aniya,” jawab CL sambil menggelengkan kepala.

“Kalian BERUNTUNG!” teriak Bommie.

Teriakkan Bommie cukup untuk membuat menggemparkan seisi kantin. Beberapa orang kini menoleh ke arah mereka. CL, Dara, dan Minzy segera menggumamkan permintaan maaf pada beberapa orang yang menoleh ke arah mereka.

“Ya~! Jangan berteriak seperti itu di tempat seperti ini,” kata CL.

“Kau berteriak pada eonnimu?” tanya Bommie.

“Bommie eonni~,” kata CL.

“Arra.. arra,” kata Bommie sambil melipat tangannya di dada.

“Kekekee..,” Minzy terkekeh saat melihat tingkah CL dan Bommie.

“Mwo?” CL menoleh ke arah Minzy.

“Aniya,” jawab Minzy.

“Kau menertawakanku?” tanya CL.

“No, baby eonni~,” jawab Minzy.

“No! No! No! No! No baby baby eonni to me!” kata CL.

“Baby eonni~,” kata Minzy sambil memperlihatkan puppy eyes-nya.

“NOO!,”

Minzy mencibir sambil melipat kedua tangannya di dada.

“Sudahlah. Kalian mau makan apa?” tanya Dara.

“Aku mau jagung!” kata Bommie.

“Mereka tidak menjual itu di sini,”

Mereka berempat menoleh. Seorang yeoja manis dengan rambut hitamnya yang dikucir dua berdiri di samping meja mereka.

“Mereka tidak menjual jagung di sini,” jelasnya. Dia berdiri sambil membawa makanan di tangannya.

“Annyeong, boleh aku duduk di sini?” tanya yeoja itu sambil tersenyum.

CL, Dara, Bommie, dan Minzy saling bertukar pandang.

Bommie menoleh akhirnya pada yeoja itu, “Tentu,”

Minzy bergeser dari tempat duduknya dan mempersilahkan yeoja itu duduk.

“Annyeong, Kang Jiyoung imnida,” kata yeoja itu sambil berojigi. (she’s Kang Jiyoung, not Kwon Jiyong, arraseo? (: )

“Park Bom imnida, tapi kau bisa memanggilku Bommie,” kata Bommie sambil memperlihatkan senyum manisnya, “Ini

Sandara Park,” kata Bommie sambil menoleh ke arah Dara.

“Annyeong Jiyoung-ssi,” kata Dara, “Kau bisa memanggilku Dara,”

“Itu Lee Chaerin,” kata Bommie sambil menunjuk CL.

“Hello,” kata CL, “Just call me CL for short,” sambil melambaikan tangannya.

“Dan yang duduk di sebelahmu adalah magnae kami, Gong Minzy,” kata Bommie.

“Annyeong eonni,” kata Minzy.

Jiyoung tersenyum pada mereka berempat.

“Jadi Jiyoung-ssi, kau berada di kelas mana?” tanya CL.

“Aku di kelas I-A,” jawab Jiyoung, “Kalian?”

“Bommie eonni dan Minzy dari I-B. CL dan aku dari I-G,” jelas Dara.

“Jinja?” tanya Jiyoung.

“Ne,” Dara mengangguk.

“Aku dengar kelas I-B itu kelas composing. Apakah kelas itu menyenangkan?” tanya Jiyoung.

“Tidak sama sekali!” jawab Bommie cepat, “Kau akan menyesal penah masuk ke kelas itu,”

“Jinjayo?” tanya Jiyoung.

“Ne,”

“Tapi tidak seburuk itu eonni. Kelas composing menyenangkan,” jawab Minzy.

“Menyenangkan? Jauh sekali,” gerutu Bommie.

“Dia bertemu dengan namja yang menyebalkan tadi,” jelas Minzy.

“Bagaimana ceritanya?” tanya Dara.

“Tidak mau bercerita,”

“Ayolah..,” kata Dara.

“Shireo! Aku lapar, ayo pesan makanan,” gerutu Bommie.

“Baiklah. Aku akan membeli makanan, kalian mau apa?” tanya Dara.

“Aku merekomendasikan bigimbab di sini,” kata Jiyoung sambil tersenyum, “Ini yang terbaik! Makanan lain juga enak tapi kau tidak akan pernah menemukan bigimbab seperti ini di tempat lain,” jelas Jiyoung.

“Aku akan mencoba bigimbab!” kata Bommie senang.

Dara menoleh ke arah CL.

“Same here,” jawab CL.

“Aku ikut dengan eonni,” kata Minzy sambil beranjak dari kursinya.

“Baiklah,” Dara menoleh ke arah Jiyoung, “Kau ingin sesuatu?” tanya Dara.

“Aniyo,” jawab Jiyoung.

Dara mengangguk kemudian berbalik dan berjalan ke counter makanan dengan Minzy.

**

Seunghyun memasuki café diikuti oleh Yongbae, Daesung, dan Seungri. Jiyong berjalan di belakang mereka dengan kedua tangannya berada di dalam saku celana jeans-nya. Saat mereka berlima memasuki kantin, semua mata langsung menoleh ke arah mereka. Beberapa di antara mereka berbisik dan menyebut nama kelima namja tampan yang baru saja berjalan memasuki café.

Mereka berlima langsung berjalan ke meja mereka. Meja khusus yang tidak akan pernah diduduki oleh siapa pun. Mereka semua tau bahwa meja itu milik sunbaenin mereka, BIGBANG. Tidak seorang pun yang berani mencari masalah dengan mereka di sini.

Jiyong menegakkan kepalanya, mengamati keadaan sekitar. Saat dia mengedarkan pandangannya, dia menangkap sosok Dara sedang berjalan ke counter makanan.

Dara..

“Aku akan mengambil makanan,” kata Jiyong saat mereka duduk di kursi mereka.

Yongbae mengerutkan keningnya saat mendengar kata-kata Jiyong.

“Seperti biasa,” kata Seunghyun.

“Aku juga,” kata Seungri.

“Dan kau?” tanya Jiyong saat menoleh ke arah Yongbae.

“Sama,” jawab Yongbae.

“Aku akan ikut,” kata Daesung.

Jiyong mengangguk dan berjalan ke counter makanan diikuti oleh Daesung.

“Hyung, aku akan mengambil makanan Yongbae hyung dan Seunghyun hyung,” kata Daesung.

Jiyong mengangguk. Makanan favorite Yongbae dan Seunghyun berada di counter yang sama dan dekat dengan counter yang menjual makanan favorite Daesung. Sedangkan dia sendiri, counternya bersebelahan dengan counter yang menjual makanan favorite Seungri dan di samping itu dia tidak ingin melepaskan kesempatannya untuk bertemu dengan yeoja yang menarik perhatiaannya sejak pertemuan pertama mereka. Ya, sejak pertama.

Jiyong masih mengingat kejadian itu dengan sangat jelas. Kejadian yang tak akan pernah dia lupakan. Saat itu dia sedang melakukan hukumannya karena kalah taruhan dengan Seunghyun, Seungri, Yongbae, dan Daesung. Sebagai hukumannya dia harus berpakaian seperti wanita dan berjalan di Appgujeong. Tetapi karena ketidakberuntungan Jiyong pada hari itu, dia bertemu dengan dua orang namja hidung belang yang bermaksud mengganggunya. Saat kedua namja itu mencoba menggodanya, Jiyong sudah bersiap untuk menghajar mereka tetapi tanpa terduga Dara muncul dan menghajar kedua namja itu. Jiyong hanya bisa berdiri, shock atas kejadian yang baru saja dia lihat. Seorang yeoja kurus kering bisa mengalahkan dua orang namja? Unbelievable!

Sampai saat Dara menanyakan keadaannya, dia baru sadar atas kejadian yang baru saja dia alaminya. Dara memperlakukannya seperti seorang yeoja yang membutuhkan bantuannya. Jiyong benar-benar tidak berkutik. Dia baru menyadari bahwa dia sedang memakai pakaian yeoja setelah Dara pergi. Sebenarnya Seunghyun, Seungri, Yongbae, dan Daesung ada di tempat itu juga pada saat kejadian itu terjadi tetapi karena mereka sibuk memperhatikan yeoja yang menarik perhatian mereka berlalu-lalang di depan mereka, mereka tidak menyadari kejadian yang baru menimpa leader mereka. Sejak saat itu Jiyong menjadi penasaran terhadap yeoja ‘aneh’ yang mencoba menyelamatkannya. Beberapa kali Jiyong mencoba kembali ke Appgujeong tetapi tidak pernah menemukan yeoja itu.

Tanpa terduga takdir kembali mempertemukan mereka. Yeoja itu, Dara, masuk ke YG University dan menjadi salah satu siswa regular. Jiyong sendiri adalah siswa acceleration class. Hanya beberapa siswa yang bisa masuk ke dalam kelas itu. Kelas acceleration dibuka setiap akhir tahun untuk menjaring bakat-bakat terbaik yang dapat didebutkan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Saat ini hanya tersisa mereka berlima, Jiyong, Seunghyun, Yongbae, Daesung, dan Seungri. Beberapa sunbaenim mereka sebelumnya telah lulus dari kelas itu dan memulai debut mereka. Sebentar lagi mereka berlima juga akan mengikuti jejak sunbaenim-sunbaenim mereka.

Jiyong sudah sampai di depan counter makanan. Dia berdiri di belakang Dara dan mengamatinya mengambil makanan.

“Kau suka bigimbab?” tanya Jiyong.

Dara menoleh.

“Pilihan yang bagus,” kata Jiyong sambil tersenyum padanya.

“Mmm.. Annyeong, Jiyong-ssi,” kata Dara.

Jiyong berdiri di sebelah Dara sambil mengambil beberapa makanan untuknya dan Seungri. Dara kembali mengambil makanan untuk dirinya dan yang lain.

“Kau bisa memanggil Ji-ah jika kau mau,” goda Jiyong sambil menoleh ke arah Dara, “Bukankah kau memanggilku begitu saat kita pertama kali bertemu?”

Dara menoleh ke arah Jiyong, “Tapi itu kan..,”

“Saat kau berpikir bahwa aku seorang yeoja,” kata Jiyong melanjutkan kata-kata Dara.

“..,” Dara tersenyum malu. Sedikit kikuk saat mendengar komentar Jiyong.

“It’s oke! If you think that I’m so pretty,” Jiyong terkekeh setelah mengatakan kata-kata itu. Dara menundukkan kepalanya, menutupi pipinya yang mulai memerah.

“Aku.. aku tidak bermaksud untuk..,”

“Sudahlah, gwenchana,” kata Jiyong sambil memperlihatkan senyumnya, “Kau di kelas mana?” tanya Jiyong.

“I-G,” jawab Dara.

“Dulu aku juga di sana,” kata Jiyong.

Dara menoleh, “Dulu?”

“Ne,” jawab Jiyong sambil mengangguk.

Dara menatap Jiyong bingung sebelum kembali mengambil makanannya.

“Hyung,”

Jiyong dan Dara menoleh saat mendengar seseorang memanggil Jiyong.

“Ayo kembali,” kata namja berambut coklat itu. Namja itu berdiri tak jauh dari mereka sambil membawa banyak sekali makanan di kedua tangannya.

Jiyong menoleh ke arah Dara, “See you soon, baby girl,” kata Jiyong sambil menepuk kepala Dara.

Setelah mendapatkan perlakuan itu dari Jiyong, Dara hanya diam di tempatnya, tak bergerak sedikit pun.

Dia.. baru saja? Ottokae?

**

Minzy berjalan mengampiri Dara yang masih berdiri di depan counter makanan.

“Eonni, sudah selesai?” tanya Minzy.

Dara tidak bergerak dan tidak menunjukkan respon apapun atas pertanyaan Minzy. Dia hanya berdiri dia sambil membawa makanan untuk CL dan Bommie di kedua tangannya.

“Ya~! Eonni!” panggil Minzy sambil menepuk lengan Dara.

Dara masih tidak bergeming.

“EONNI!” kini Minzy berteriak di telinga Dara dan Dara akhirnya tersadar dari lamunannya.

“Ya~! Minzy-ah, tidak perlu berteriak,” gerutu Dara.

“Eonni sejak tadi tidak menjawab panggilanku,” kata Minzy.

Mereka beranjak dari counter makanan dan berjalan kembali ke meja mereka.

“Eonni sedang memikirkan apa?” tanya Minzy.

“Ani,” jawab Dara.

“Yakin?”

“Ne,” jawab Dara.

“Aku hanya khawatir pada eonni,” kata Minzy.

Dara berhenti melangkah. Minzy yang menyadari hal itu ikut berhenti dan menoleh ke arah Dara.

“KYAAA!! Uri dongsaengie neomu neomu neomu kyeopta!” kata Dara sambil memeluk Minzy dengan kedua tangannya yang penuh dengan makanan.

“Eonni~ lepaskan,” kata Minzy sambil mencoba melepaskan diri dari Dara.

**

Jiyong dan Daesung berjalan kembali ke meja mereka sambil membawa makanan mereka.

“Dia siapa hyung? Apakah itu.. Dara?” tanya Daesung saat mereka masih tiga meja lagi sebelum mencapai meja mereka.

“Ne,”

Daesung menoleh cepat ke arah Jiyong, “Jinja?” Daesung berhenti berjalan dan menoleh ke belakang tetapi tidak bisa menemukan Dara. Dara kini sudah tidak berada di counter makanan lagi.

“Tidak ada..,” kata Daesung.

Jiyong menghela napasnya. Dia menoleh ke arah Daesung, “Ayo jalan,” kata Jiyong sambil menarik kerah baju Daesung.

“Hyung, Dara neomu neomu kyeopta!” kata Daesung.

“Ya~! Perhatikan ucapanmu!” kata Jiyong.

**

Bommie berjalan keluar dari toilet. Dia berjalan sambil mengeringkan tangannya dengan tisu. Saat dia berbelok, tiba-tiba saja ada seseorang yang menabraknya sehingga dia terjatuh. Orang itu membawa se-cup kopi dan saat mereka bertabrakan kopi itu tumpah dan mengenai baju Bommie.

“Ya~! Apa kau tidak melihat ke mana kau berjalan?” tanya Bommie sambil mendongakkan kepala.

“Jeosonghamnida,” kata yeoja yang menabrak Bommie. Yeoja itu membantu Bommie berdiri dan membersihkan bajunya.

“Sudahlah, aku bisa membersihkannya sendiri,” kata Bommie dan berbalik ke toilet.

“Jeongmal jeosonghamnida,” kata yeoja itu lagi.

Bommie hanya menggumamkan sesuatu lalu kembali masuk ke dalam toilet.

“Hari pertama yang mengebalkan,” kata Bommie sambil membersihkan bajunya, “Bagaimana bisa hariku seperti ini? Jeongmal..”

Bommie membuka kran air dan mulai membersihkan bajunya yang terkena noda kopi.

“Kalau noda seperti ini tidak akan bisa hilang,” gerutu Bommie, “Huft!”

“Kalau kau bersihkan seperti itu, nodanya akan semakin tidak bisa dihilangkan,”

Bommie mendongak saat mendengar suara seorang namja di belakangnya. Dari kaca di depannya dia melihat namja yang telah membuat hari pertamanya di YG menjadi semakin buruk, Choi Seunghyun a.k.a TOP, kini bersandar di pintu toilet. Bommie langsung berbalik dan berhadapan dengannya.

“KYAA! APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI?” teriak Bommie.

“Ini toilet umum,” jawab Seunghyun sambil melipat kedua tangannya di dada.

“INI TOILET YEOJA! KELUARRR!!” Bommie kembali berteriak.

Seunghyun memutar bola matanya saat mendengar kata-kata Bommie.

Yeoja ini benar-benar sudah gila..

Seunghyun berjalan mendekat ke arah Bommie. Dia meletakkan tangannya di kening Bommie lalu ke kepalanya. Bommie terdiam saat mendapat perlakuan ‘aneh’ dari Seunghyun.

“Kau tidak sakit, mungkin efek kopi yang tumpah di bajumu,” kata Seunghyun.

“Mwo?” tanya Bommie.

Seunghyun berbalik. Dia menoleh ke arah Bommie, “Kau tau? Sebenarnya ini toilet namja,” kata Seunghyun sebelum berjalan keluar dari toilet.

Bommie memandang punggung Seunghyun yang semakin menjauh dengan tatapan kosong, “Toilet.. toilet.. namja?” gumamnya.

Beberapa saat kemudian salah satu pintu bilik terbuka. Bommie mengangkat kepalanya. Seorang namja keluar dari balik bilik itu sambil membetulkan celananya.

“KYAAA!!!”

**

Jiyong dan Daesung sudah kembali ke meja mereka. Saat mereka sampai di meja mereka, hanya ada Yongbae dan Seungri di sana.

“Mana Seunghyun hyung?” tanya Jiyong saat dia duduk di sebelah Yongbae.

“Toilet,” jawab Yongbae singkat.

“Ahh~ mashita!” kata Seungri saat melihat makanan yang di bawah oleh Jiyong dan Daesung.

Seungri menggerakkan tangannya dan mengambil makanan yang ada di depannya. Belum sempat Seungri mengambil makanan itu, Seungri sudah mendapatkan sebuah pukulan dari Daesung di tangannya.

“Hyung~!”

“Tunggu Seunghyun hyung,” kata Daesung.

“Aigoo~,”

Seungri menggembungkan pipinya dan melipat tangannya di dada.

Tak lama setelah itu Seunghyun datang dan duduk di samping Daesung.

“Hey!” kata Seunghyun sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.

“Lama sekali,” kata Seungri.

“Aku baru saja mengalami kejadian menarik di toilet,” jawab Seunghyun sambil memperlihatkan seringainya.

“Mwo? Kejadian apa?” tanya Daesung.

“Jangan bilang hyuuungg.. pantas hyung lama sekali,” gerutu Seungri.

“Ya~! Jauhkan pikiran kotormu! Itu tidak seperti yang kau pikirkan!” kata Seunghyun sambil menoleh ke arah Seungri.

“Memang aku memikirkan apa?” goda Seungri.

“Kau..,”

Yongbae, Jiyong, dan Daesung tertawa melihat tingkah Seunghyun dan Seungri. Jiyong mengedarkan pandangannya. Saat dia menoleh, dia menangkap sosok Dara yang sedang duduk di salah satu café dengan empat orang yeoja. Jiyong melihat Dara tertawa lepas, seperti tanpa beban. Tanpa sadar Jiyong ikut tersenyum.

**

“Aku benar-benar malu,” kata Bommie. Dia sudah mengulang kata-kata itu lebih dari lima puluh kali sejak dia menceritakan kejadian memalukan yang dialaminya di toilet.

Dara tersenyum kemudian menoleh, memandang keluar jendela. Mereka berempat sekarang sedang dalam perjalanan pulang ke apartemen mereka menggunakan mobil CL. CL duduk di belakang stir. Biasanya Dara-lah yang akan menyetir untuk mereka, tetapi hari ini Dara sedang tidak enak badan karena kejadian tadi pagi dan akhirnya CL tidak mengijinkan Dara untuk menyetir. Dara duduk di depan, di sebelah CL. Bommie dan Minzy duduk di belakang.

Waktu sudah menunjukkan pukul 8.00 pm dan mereka baru selesai menjalani hari pertama mereka sebagai siswa YG pada pukul 6.30 pm. Bunga-bunga musim semi bermekaran di sepanjang jalan yang mereka lalui. Bagi Dara, musim semi adalah musim yang paling menyenangkan untuk dilalui setelah musim gugur. Udaranya sangat hangat dan menyegarkan.

“Aku tidak menyangka eonni akan mengalami kejadian seperti itu dengan Seunghyun sunbaenim,” kata Minzy.

“Jangan sebut-sebut nama itu!” kata Bommie sambil membenamkan wajahnya di balik kedua tangannya.

“Aku penasaran seperti apa namja yang bisa membuat Bommie eonni menjadi seperti ini,” kata CL.

“Ya~!” Bommie mengangkat wajahnya, “Kau tidak usah ikut-ikutan,”

CL melihat melalui mirror view, dia mengedipkan matanya pada Bommie.

“Di mana kalian bertemu dengan.. Seunghyun sunbaenim?” tanya Dara.

“Daraaa!!” teriak Bommie.

“Kelas Teddy oppa,” jawab Minzy.

“Teddy oppa.. oke! Aku tidak sabar menantikan pelajarannya besok pagi,” kata CL.

“Aku ingin melihat namja seperti apa yang bisa memikat hati Bommie,” goda Dara.

“Ya~! Ya~!”

“Aku tidak sabar,” kata Dara.

“DARAAA!!!”

CL, Dara, dan Minzy tertawa. Bominator sudah benar-benar meledak hari ini.

**

Dara bersandar di balkon kamarnya. Memandang bintang yang bersinar terang. Semilir angin musim semi berhembus ke arahnya. Dari balkon apartemen mereka yang berada di lantai 21, Dara bisa dengan jelas melihat pemandangan malam di Sungai Han. Pemandangan malam yang sangat indah dan menenangkan.

Dara merentangkan kedua tangannya. Dia menghirup napas dalam-dalam, “GOOD NIGHT SEOUL!!” teriaknya.

Dara tertawa setelah melakukan ritual malamnya. Menyampaikan selamat malam pada Seoul, tempat di mana dia besar dan bertahan hidup selama ini. Setelah dia berhenti tertawa, Dara berbalik dan merapatkan sweater yang dikenakannya.

“Eonni, masuklah. Makan malam sudah siap,” teriak Minzy dari dalam apartemen.

“Ne,”

Dara membuka pintu dan berjalan masuk.

**

Seungri membuka pintu apartemennya. Jiyong berdiri di sampingnya, menyadarkan tubuh di dinding. Setelah Seungri berhasil membuka pintu, dia dan Jiyong melangkah ke dalam. Mereka berdua tinggal bersama dalam satu apartemen. Seunghyun tinggal sendiri di apartemennya tak jauh dari apartemen Jiyong dan Seungri. Yongbae tinggal bersama dengan Daesung, apartemen mereka juga tidak begitu jauh. Mereka berlima masih tinggal dalam satu kompleks apartemen. Jadi mereka masih bisa berhubungan dengan sangat mudah.

Hari ini sangat melelahkan bagi mereka. Hari ini adalah hari pembukaan tahun ajaran baru, banyak tugas yang harus mereka kerjakan sebagai pengurus Student Council of YG. Jiyong dalah ketua umum SC, Seunghyun menjabat sebagai ketua 1, Yongbae sebagai ketua 2, Daesung sebagai sekretaris, dan Seungri sebagai bendahara. Mereka membawahi banyak kegiatan dan organisasi lainnya yang ada di YG. Segala sesuatu yang terjadi di sana harus mendapatkan izin dari mereka.

Jiyong menghidupkan lampu ruang tamu. Seungri langsung berjalan ke dapur dan menyiapkan makan malam.

“YG sajangnim tadi mencarimu,” kata Seungri dari dapur.

Jiyong mengumamkan sesuatu kemudian berjalan ke balkon apartemen mereka. Angin musim semi menyambutnya saat dia membuka pintu. Jiyong berjalan keluar dan bersandar di pagar. Jiyong memejamkan matanya dan menghirup udara musim semi sebanyak mungkin. Udara hangat yang dia gunakan untuk memenuhi rongga paru-parunya.

“GOOD NIGHT SEOUL!!”

Jiyong membuka mata dan menoleh ke kiri. Di sampingnya, di balkon apartemen tepat di sebelah apartemennya berdiri seorang yeoja yang kini tertawa setelah meneriakkan sapaannya pada ‘Seoul’. Yeoja itu berbalik sambil membetulkan sweaternya. Jiyong dengan sangat jelas melihat wajah yeoja itu.

Yeoja itu memandang lurus ke dalam apartemennya. Dia tidak menyadari ada sepasang mata yang kini sedang mengamatinya dalam diam.

“Eonni, masuklah. Makan malam sudah siap,” teriak suara seorang yeoja lain dari dalam apartemen yeoja itu.

“Ne,” jawab yeoja itu kemudian membuka pintu dan berjalan masuk.

Jiyong masih terdiam dan menatap apartemen sebelahnya lekat-lekat. Dua hari ini dia tidak pulang ke rumah karena harus menyelesaikan pekerjaannya di YG. Dua hari yang lalu, tepat terakhir kali Jiyong pulang ke rumah, apartemen di sebelahnya masih kosong dan belum berpenghuni. Setelah Hyunseung, pemilik lama apartemen itu pergi, belum ada orang lain yang menempati apartemen itu. Enam bulan sejak terakhir kali apartemen itu ditempati, kini telah kembali berpenghuni dan penghuni baru apartemen baru tersebut adalah..

“Dara,” gumam Jiyong. Sebuah senyum terukir indah di bibir Jiyong. Dia menunduk dan mengacak rambutnya.

“Hyung, makanannya sudah siap,” kata Seungri yang muncul di pintu.

“Ne,” Jiyong melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya. Sebelum dia menutup pintunya, dia menoleh sekilas ke arah pintu apartemen di sebelahnya, “See you soon,”

**

Setelah makan malam, kami berempat duduk di ruang tengah mereka. Minzy menghidupkan televisi lalu duduk di samping kaki Bommie. Aku dan Bommie duduk di sofa. Minzy di lantai dan CL tidur di lantai di sampingku.

“Dara eonni,” panggil CL.

“Ne,” jawabku sambil menoleh ke arahnya.

“Sepertinya kau belum menceritakan bagaimana kau bisa bertemu dengan namja itu,” kata CL, “Kwon Jiyong,”

CL bangun dari tidurnya lalu duduk di dekatku.

Aku menghela napas, “Haruskah?”

“Ne!” jawab Minzy.

Aku menoleh ke arah Bommie. Dia mengangguk sambil tersenyum lebar. Aku kembali menatap CL dan Minzy.

“Kalian ingat saat aku dan Bommie pergi berbelanja musim gugur lalu?” tanya Dara.

CL dan Minzy mengangguk.

“Saat itu tiba-tiba saja Bommie meninggalkanku sendiri dengan belanjaannya yang saaaaanngggaaattt banyak,” kataku dengan sambil merentangkan kedua tanganku.

“Ya~! Tidak sebanyak itu,” protes Bommie.

“Kekee.. arraseo,” kataku. Aku kembali melanjutkan ceritaku, “Aku melihat seorang yeoja sedang diganggu oleh dua orang namja. Aku tidak tega melihatnya dan akhirnya membantunya,”

“Yeoja?” tanya Minzy.

“Iya. Dia mengira orang itu seorang yeoja dan menyebutnya sebagai yeoja bertudung merah,” jelas Bommie.

Aku menggembungkan pipiku, “Tapi dia memang terlihat seperti seorang yeoja. Rambutnya saat itu masih panjang, tidak seperti sekarang,” kataku.

“Apakah Jiyong sunbaenim terlihat secantik itu?” tanya Minzy.

“Ne!” Aku mengangguk.

“Aku tertarik pada namja itu, dia adalah namja pertama yang berhasil membuat Dara eonni tidak mengalami boy-phobia-nya,” kata CL.

“Ya~! Aku tidak mengidap penyakit itu!” protesku. Aku memukul kepala CL dengan bantal yang sejak tadi aku pegang.

“Ya~! Eonni!” kata CL. Dia menoleh ke arahku dengan tatapan tajam.

“Wae?”

“Apayo!”

“I don’t care!”

“You~!”

“What?”

“Huft~,”

CL berbalik, menyandarkan tubuhnya ke sofa dan kembali memfokuskan pandangannya ke acara televisi yang kini sedang berlangsung. Aku memeluk CL dari belakang, “Uri CL-roo, don’t mad to me,”

CL menghela napas.

“C’mon,”

CL menoleh ke arahku, “Alrite,”

“Yey!”

“Ada sesuatu yang aneh dengan namja itu,” kata Bommie.

“Mwo?” tanya Minzy.

“Dara biasanya tidak akan bisa tahan terlalu lama di dekat namja, ya kan?”

Minzy dan CL mengangguk.

Tapi saat makan siang tadi aku lihat,” Bommie menoleh ke arahku, “Aku melihat kau mengobrol dengan Jiyong dan kau tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa kau mengidap boy-phobia,”

“Aku memang tidak mengidap penyakit itu,” gerutuku.

“Eonni benar, tadi aku juga melihat Dara eonni mengobrol dengan Jiyong sunbaenim,”

“Ya~! Jangan bertanya pertanyaan aneh seperti itu,” kata Dara.

“Itu tidak aneh eonni,” kata CL, “Ini wajah,” dia menolehkan kepalanya ke arahku yang masih memeluknya dari belakang.

CL, Minzy, dan Bommie saling bertukar pandang.

“Lebih baik kita pikirkan besok saja,” kata Bommie.

“Ne,” kata CL dan Minzy.

Bommie ikut memelukku dari belakang. Minzy memeluk kami dari bawah.

“Dara eonni,” kata Minzy.

“Hmm..,”

“Jangan menghilang seperti tadi lagi,” kata Minzy.

Aku tersenyum, “Mianhae,”

“Omo~! Ssantoki!” kata Bommie sambil mengeratkan pelukannya.

“Eonni, aku tidak bisa bernapas!” teriak CL.

Setelah mendengar perkataan CL, Bommie semakin mengeratkan pelukannya.

“Eonni!”  teriak CL.

“Mwo?” tanya Bommie.

“Lepaskan!”

**

CL berjalan keluar dari kamarnya sambil mengusap matanya. Matanya masih setengah mengantuk tetapi dia sudah tidak bisa tidur lagi.

“Good morning, my catty,” kata Bommie.

“Don’t call me like that!” kata CL. CL duduk di meja makan yang menghadap ke dapur.

Bommie sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berempat pagi ini. Pagi ini adalah giliran Bommie untuk memasak.

“Good morning, CL eonni,” kata Minzy yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Morning, honey,” kata CL.

CL mengambil gelas dan menuangkan air putih ke dalamnya.

“Dara eonni mana?” tanya CL sebelum meneguk air putihnya.

“Dia keluar membeli telur,” jawab Bommie.

CL menggumamkan sesuatu kemudian beranjak dari kursinya.

“Kau cepatlah mandi. Setelah itu antarkan kue itu ke apartemen sebelah. Sejak kita pindah ke sini, kita belum menyapa mereka,” kata Bommie sambil menata piring di atas meja.

“Arraseo,”

**

Jiyong terbangun dari tidurnya. Tangannya meraih jam weker berada di atas meja di samping ranjangnya. Tepat saat jam weker itu akan berbunyi, Jiyong mematikan tombolnya. Jiyong menyibakkan selimutnya dan berjalan keluar.

“Seungri-ah,” panggil Jiyong.

Seungri sedang duduk di depan televisi sambil meminum secangkir kopi yang ada di tangannya.

“Buatkan aku satu,” kata Jiyong lalu duduk di samping Seungri.

“Arraseo,”

Seungri bangkit dari sofa dan berjalan ke dapur.

Ting toong~

“Seungri-ah, buka pintunya. Aku ke kamar mandi,” kata Jiyong sambil berjalan ke kamar mandi.

Seungri meletakkan gelas yang sedang dipegangnya dan berjalan ke pintu depan. Seungri mengerutkan alis saat melihat seorang yeoja berdiri di depan pintu apartemen mereka.

“Bukankah dia?”

Ting tooong~

Yeoja itu kembali menekan bel.

“Ne, mencari siapa?” tanya Seungri setelah menekan tombol intercom.

“Annyeong, aku tetangga baru kalian,” jawab yeoja itu.

Seungri menerutkan kening kemudian memutar knop pintu.

**

Siapapun penghuni apartemen ini, dia benar-benar tega membiarkan tamunya terlalu lama menunggu di luar. Dan kini aku kembali menekan bel untuk yang kedua kalinya.

“Ne, mencari siapa?” tanya seorang namja dari intercom.

Orang ini benar-benar.. tsk!

“Annyeong, aku tetangga baru kalian,”

Tak lama kemudian pintunya terbuka dan seorang namja keluar dari dalam apartemen itu.

“Annyeong.. Aku datang untuk..,” kata-kataku terhenti saat melihat namja yang keluar dari apartemen itu. Berdiri di depan pintu dengan tatapannya yang menyebalkan itu.

“Untuk?” tanya namja itu.

“Kau?”

“Aku tinggal di sini,” jawab namja itu, “Jadi, kau datang untuk apa? Meminta maaf padaku?” tanya namja itu sambil bersandar di bingkai pintu dan melipat kedua tangannya di dada.

Namja? Ya namja yang kemarin mencoba menggoda Dara eonni, tak ku sangka dia akan tinggal bersebelahan dengan kami.

“Mengantarkan kue dari eonni-ku untuk penghuni apartemen ini,” lanjutku, “Ini,” aku memberikan kue buatan Bommie eonni padanya.

“Ohh.. aku tersentuh,” kata namja itu, “Gomawo,”

BLAM!

Dia menutup pintunya di hadapanku tepat setelah aku memberikan kue itu padanya. Aku mengedipkan mataku beberapa kali setelah itu aku baru menyadari kejadian yang baru saja terjadi, “MWOYA??”

to be continue ..


see you next time!

©2012Littlesun

Please read, like, and comments! 😀


Advertisements

22 thoughts on “My Lovely PRETTY BOY : 002

  1. Haha ngerti deh Semarang kenapa Dara bisa nyangka Ji ITU cewek, aduh Ji main Kali jangan jalah taruhan lagi ya. Aduh awal yang baik nih mereka tetanggaan. 24jam ketemu haha. Suka sama cerita ini ketawa terus 😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s