CHROME HEART [Chap. 3]

1443364009091_resized

    Author:: @astarinur (IG & TWITTER)     

                 @astarinurINDO (wattpad)

Cast :     – Kwon Jiyong

               – Sandara Park

               – Choi Seunghyun

               – Park Bom

Genre: Teens, romance, angst

Rate: 15⬆

Length: multishot / chapter

WARNING!!

Bahasa yang digunakan terbilang mix Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

 

~ ~ KF Club ~ ~

Jiyong POV••

 

“Kwon, kau segera rapihkan barang bawaanmu aku akan mandi dulu diatas ok!”

“Emp…!”

Hmm… sudah berapa lama aku tidak mengunjungi tempat ini? Terasa masih asing padahal dulu ini merupakan tempat pelarianku ketika nenek tua menyebalkan itu berada di rumah ayahku. Setelah nenek tua itu memutuskan untuk tinggal di Belanda aku sudah tidak pernah lagi datang kesini, biasanya choilah yang datang kerumahku! Well, i should be adapting soon!

Let see what should I do first!

***

… ahhhh lumayan melelahkan juga! Tinggal setengah kantung belanjaan ini yang harus aku bereskan! Aku lihat ini semua berisi bahan – bahan masakan dan beberapa fast food. Namun tanganku terhenti disebuah benda kuno, what is this? Ah.. sebuah ponsel! Nyahahahaha… ponsel zaman kapan ini? Sepertinya saat pearadaban Zaman batu hahaha !!! Kuno sekali!

Aku coba nyalakan ponsel ini dan tanpa bersusah payah aku memainkannya! Lebih baik aku tanyakan choi mungkin saja dia bisa tahu siapa pemilik ponsel super kuno ini ! Segera aku menghampirinya diatas.

Terlihat choi sedang mengganti pakaiannya. Aku mengintip dari balik pintunya yang bodohnya tidak tertutup! Namun sayangnya aku ketahuan olehnya nyeheheh !

“Ya kwon!! Sudah berubah haluan sekarang hah! Sejak kapan kau suka mengintip laki – laki berganti pakaian?”

“Ayayaya man its so gross !!! Well, I just saw you changing and I thought I want to check your body nyahahahah!  Tapi tetap saja tidak ada perubahan dari dulu sampai sekarang! Tetap saja flat like your life!!!

So kwon what’s bring you here? This better be something good or else I’ll smack your head for disturbing me!”

“Hehe … lanjutkan saja kegiatanmu!”

What? So you still wanna get smack from me! Cepat katakan saja aku sudah kedinginan!”

“Heheh .. ini ponsel siapa?” Aku menunjukan ponsel super kuno itu kepadanya dan wajahnyapun memerah entah mengapa!

“Kau hanya ingin bertanya hal tidak  penting seperti itu kwon! Jadi kau menggangguku hanya untuk bertanya itu saja! Tidak bisakah otak menyebalkanmu itu menundanya nanti!!”

“Hehe biarlah!”

Fine, now get out!”

“Tapi kau belum menjawabku ini ponsel siapa!”

“Ya brat!!! Mana mungkin aku tahu, cepat keluar sana!!”

Ok ok don’t get mad at me like that! I’ll go now!”

Namun pikiran jailku berkata lain hehe.. lebih baik aku bermain – main sebentar dengannya! Dia pun menyadari itu semua dan menunjukan wajah kesalnya sebaliknya aku hanya menatapnya tenang.

“Ya kwon!! Wah kau benar – benar ingin aku pukuli hah!!!! Cepat pergi sana!”

“Baiklah! Kali ini aku akan berhenti mengganggumu tapi nanti akan ada lagi kesempatan untuk mengganggumu nyehehehe… kaburrrrrr !!”

“Ya kwon come here you brat !!!!!”

***

 

“How’s going on? Any clue?”

“Well, I just found this contact kwon!”

“Let me see it!”

 

‘Chubby corn’

 

Sejak tadi choi menelusuri isi ponsel ini yang dia dapat hanyalah kontak itu! Semua kontak masuknya pun berisi dari kontak ini. Mungkin chubby corn ini memiliki hubungan dengan pemilik ponsel ini. Lebih baik aku menghubunginya saja dengan ponsel ini!

“Choi, lebih baik aku hubungi saja kontak ini mungkin saja kita bisa mendapatkan info!”

“Iya cepat kau hubungi!”

Sorry, the number you are calling is busy please try again!

 

Yeah Choi, nomernya sibuk!”

“ashhhh… Ya sudahlah besok saja kau coba kembali!”

“Emp!”

====

Morning comes•••

 

“Ya SANDARA PARK!!  beraninya kau mengacuhkan semua panggilanku?”

 “Oh my God, Bom kecilkan volume suaramu itu! Kau mengganggu seantero kelas kita!”

 “Kemana saja kau kemarin? Tidak masuk sekolah pula! Apa yang kau lakukan seharian itu? Aku ingin main ke rumahmu tapi karena kau tidak membalas pesan dan panggilanku jadi aku urungkan niatku!”

 “Ah.. ponselku hilang bom!”

 “WHAT!!!!”

 “Bom please!! Jangan berteriak seperti itu!”

 “Tunggu sebentar! Ada apa dengan wajahmu? Mengapa matamu sembab? Apa kau menangis dara? Apa yang terjadi? Aku tahu kau mengalami sesuatu jika tidak mana mungkin matamu bengkak seperti habis menangis semalaman seperti ini!?”

 Dara melihat bom ragu, seharusnya dia tahu jika bom sangat mengetahui apapun tentang dara. Walaupun dara bersikap biasa dan menyembunyikan apa yang terjadi padanya sekarang tetap saja dia pasti tahu apabila dara tengah berbohong dan sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

 Dara terdiam tidak memberikan jawaban. Dia tidak tahu harus memulai dari mana dan bagaimana. Namun tiba – tiba bom menarik dara keluar dari kelas mereka.

 “Bom apa yang kau lakukan sebentar lagi kelas kita akan dimulai!”

 “Diam, ikuti saja aku!”

Ternyata bom membawa dara ke sebuah kelas kosong yang berada lumayan jauh dari kelasnya.

 “Sekarang SANDARA PARK!! jangan kau pikir aku akan diam saja! Sekarang jelaskan kepadaku apa yang terjadi denganmu?”

 “Bukan apa – apa bom!”

 “Apa aku harus memakasamu dara? Aku ini sahabatmu, bukan? Aku tahu kau tidak ingin membebaniku tapi dara aku tidak merasa sedikitpun terbebani olehmu jadi kumohon ceritakanlah kepadaku?”

 “Ayahku pergi!”

 “What??

 “Ayahku pergi dari rumah, dan aku tidak tahu kapan dia akan kembali!”

 “Finally, that devil has made his sense !!”

 Bom tersenyum gembira namun tidak dengan dara. Bom melihatnya bingung. Seharusnya dia senang bukan? Ayahnya yang selalu menyiksanya telah pergi jauh dari hidupnya!

 “Dara!”

Bom menyentuh pundak dara pelan ketika melihat wajah dara yang saat ini penuh dengan air mata.

 “I know bom! I should be happy! But no, im hurt! Aku bodoh bukan? Aku hanya sedih karena sekarang hidupku benar – benar sendiri!”

 “Dara, jangan berpikir seperti itu! Sudah jangan menangis aku tak sanggup melihatmu begitu!! Kau membuatku menangis juga dara!”

 “Im so stupid!! Stupid……!!!”

 “Dara , stop!! Jangan menyiksa dirimu seperti itu!!”

 “Apakah aku sangat tidak berharga untuk siapapun? Sehingga semua orang meninggalkanku? Bukan hanya itu saja ayahku memberitahuku jika dia sangat membenciku karena menjadi penyebab meninggalnya ibuku! Aku bahkan tidak tahu apa – apa tentang masalah itu! “

 “Tidak dara! Cukup jangan berpikir seperti itu!”

 “Tapi coba kamu perhatikan! Pertama ibuku meninggalkanku untuk selamanya dan sekarang ayahku! Aku memang tidak berguna!!”

 “Sudah dara!”

Bom memeluk dara erat, ingin meringankan beban hatinya. Tak kuasa melihat sahabatnya yang seperti ini bom pun ikut menangis membayangkan apa yang telah dara alami dan rasakan!

 “Be strong, my dear friend!”

 

 Ketika dara sudah kembali tenang bom pun melepaskan pelukannya dan melihat wajah temannya yang saat ini masih berawankan air mata.

 “Terimakasih bom! Setidaknya hatiku saat ini lega, serasa bebanku terbuang sebagian!”

 “Huhu.. dara!! Tentu aku sangat tidak keberatan bila kau bercerita tentang masalah hidupmu!”

 “Huhu… iya aku akan berusaha membuka hatiku bom!”

 “Yah dara lihat kau membuatku menangis! Sini berpelukan lagi!”

 “Haha.. kamu ini!”

 Pada akhirnya mereka bisa kembali bercanda gurau, melupakan kejadian tangis menangis tadi. Satu hal lagi!! Mereka melupakan jika mereka tengah bolos satu mata pelajaran saat ini.

 “Dara, apa menurutmu aku bisa bekerja part time sepertimu ?”

 “For what?”

 “Aku ingin membantumu dara!”

 “Bom, kau tidak perlu melakukan hal seperti itu! Cukup bersamaku dan menjadi penghiburku saja!”

 “YA, memang aku badut! Penghibur kepalamu eror?”

 “Haha… aku bercanda! Terserah keinginanmu saja tapi aku tidak ingin hasil dari kerja kerasmu itu kau gunakan hanya untukku!! Tabungkan saja untuk masa depanmu!”

 “Ayy dara, tapi aku tahu kau sangat membutuhkan banyak uang saat ini!”

 “Tenang bom, aku sudah mendapatkan pekerjaan baru dengan penghasilan yang lebih besar dari tempat kemarin!”

 “What?? Sejak kapan kau pindah kerja?? Wah.. beraninya kau tidak memberitahuku?”

 “Err.. kamu lupa ? Ponselku hilang bom, tadinya aku akan memberitahumu namun ponselku menghilang entah kemana!”

 “Ah… benar juga! Pantas saja kau mengacuhkan semua pesan dan panggilanku! Tapi seingatku kemarin malam kau menghubungiku tapi karena ponselku low battery jadi aku tidak sempat menjawabnya!”

 “Mungkin saja orang yang menemukan ponselku ingin menghubungimu untuk mengembalikan ponselku itu bom?”

 “Ah mungkin saja! Tapi dara sudahlah ponselmu itu sudah kuno, sangat ketinggalan zaman lebih baik kau menggantinya dengan yang baru!”

 “Ayy bom, jika aku mempunyai banyak uang aku pasti sudah menggantinya sejak berabad – abad yang lalu!!”

 “Hhehe.. iya juga! Memangnya kau menghilangkan ponselmu dimana?”

 “Aku masih kurang tahu, kemarin aku mencari disekitar jalan yang telah aku lalui namun tetap tidak ada, bahkan aku hampir disangka pencuri karena bertingkah mencurigakan disebuah supermarket padahal aku hanya ingin mencari ponselku saja!”

 “Hahaha… kasihan sekali kau!”

 “Ya PARK BOM! Temanmu ini sedang kesusahan kau malah mentertawakannya!”

 “Peace !!”

 “Sialnya lagi, aku tidak sengaja bertemu dengan orang aneh dan menyebalkan disana!”

 “Orang aneh bagaimana?”

 “Iya, aku tidak sengaja bertabrakan dengannya di jalan dekat supermarket yang aku datangi itu, sebenarnya itu semua adalah pure kesalahan dia yang ceroboh berlari dengan membawa 2 kantong berisi penuh belanjaanya tanpa melihat jalan didepannya, aku ingin menghindar namun sayang refleksku ini sangat lamban jadi aku gagal, maka terjadilah tabrakan itu! Yang paling menyebalkannya lagi adalah saat dia memarahiku seolah aku yang bersalah!! Dasar menyebalkan!!”

 “Hahahaha….!!!!! Bagaimana tampang orang itu dara, laki – laki atau perempuan?”

 “Dia laki – laki! Tampang? Aku tidak memperhatikannya, lagipula aku tidak peduli dengan tampang orang yang menyebalkan itu!!”

 “Jahah.. sudahlah dara! Mungkin itu hari sialmu saja!”

“Ya sudahlah kita harus segera kembali ke kelas kita bom, sebelum kita dipanggil oleh guru dan mendapatkan hukuman!”

“Baiklah ! Come on!”

 

 **

 “Bom~ah, aku akan pulang duluan!”

 “Memangnya kau mau kemana dara?”

 “Ah.. aku harus berbicara kepada pemilik cafe tempatku bekerja bom!”

 “Oh, can i go with you?”

 “Untuk apa ?”

 “Hehe… siapa tahu disana ada lowongan pekerjaan untukku ?”

 “AH.. tepat sekali! Jika kau serius ingin bekerja, sudah saja bekerja disana! Kebetulan aku akan keluar dari sana!”

 “Jadi, kau benar – benar akan pindah ke tempat baru dara? Emp.. baguslah waktu yang pas sekali untukku! By the way, dimana tempat kerja yang barumu itu?”

 “Sebenarnya aku ingin bertanya padamu tentang tempat kerjaku ini!”

 “Memang dimana?”

 “KF club!”

 Sementara dara menunggu penjelasan dari bom, bom sendiri terlihat tidak dapat memberi penjelasan apapun karena terlalu terkejut mendengar perkataan dara tadi.

 “Hallo bom! You are still alive right?”

Dara mengayunkan telapak tangannya didepan wajah bom menyadarkan bom yang saat ini terdiam membisu.

 “Bom, hello??  Kenapa kau terdiam seperti itu? Kau tahu atau tidak?”

 Namun tiba – tiba bom memukul kepala dara dengan buku yang ada didepannya.

 “Aww… bom!! Ya… berhenti memukulku?”

 “SANDARA PARK? do you really need that money hah?? Pokoknya kau tidak boleh bekerja disana! Memangnya kau sudah tidak waras bekerja ditempat seperti itu! Aku tidak mengizinkanmu untuk bekerja disana, walaupun gajihmu lebih besar tapi resikonyapun lebih besar!”

 “Bom, dengarkan aku dulu! Jangan ambil kesimpulan sendiri! Aku disana hanya bekerja sebagai waitress tidak lebih! Memangnya kau tahu itu tempat apa !”

 “Tentunya aku tahu maka dari itu  aku sangat marah! Itu tempat untuk orang – orang kaya yang hanya menghabiskan uangnya untuk mabuk – mabukan dan bermain perempuan! Aku mohon lebih baik kau mencari tempat kerja yang lain! Aku bisa khawatir setengah mati bila kau bekerja disana, apalagi kau yang bertubuh mungil seperti ini! Bisa saja mereka memaksamu melakukan hal yang tidak – tidak!”

 “Bom, aku hanya bekerja sebagai waitress! Tak lebih dari itu! Just waitress!”

 “Tetap saja aku takut dara!”

 “Bom, aku yakin takkan terjadi sesuatu!”

 “Apa aku harus bekerja disana bersamamu dara! Aku masih takut! Hmmmm… aku mohon!”

 “Err.. bom aku tidak tahu! Tapi nanti kita coba dulu, mungkin saja mereka masih membutuhkan satu waitress lagi!”

 “Yuhu.. baguslah! Ideku memang sangat cemerlang! Emp, tapi ceritakan padaku bagaimana bisa kau mendapatkan pekerjaan itu ?”

“Baiklah …

Flashback •••

 

Pikiranku melayang entah kemana, berjam – jam mengantri didalam sebuah club namun tak kunjung aku beranjak dari tempat tunggu yang aku tempati dari 2 jam yang lalu ini.

 Kuperhatikan sekelilingku, penuh dengan wanita – wanita cantik dan sexy, pakaian yang mereka kenakan begitu minim sehingga aku yang melihatnya ingin sekali memberikan handuk untuk menutupi mereka.

 

( ‘Ini bukan seperti club – club malam bukan? Tapi dilihat dari pakaian yang mereka kenakan sepertinya memang benar ini adalah club malam!’)

 

 Aku tersadar itu setelah berjam – jam menunggu, seharusnya aku pergi dan mencari tempat lain namun ketika pikiranku untuk pergi muncul,  namaku dipanggil dan seseorang bertubuh kekar serta berkulit putih penuh dengan tato ditangannya menghampiriku! Aku terdiam kaku. Apakah aku harus melarikan diri sebelum terlambat ataukah mengambil kesempatan kerja ini?

 

 “Ayo cepat mengapa kau hanya diam saja?” Bentak orang itu melihatku dengan wajah seramnya. Otakku saat itu sedang berpikir keras. Namun pada akhirnya aku bangkit untuk mengambil kesempatan kerja ini.

 

 Orang bertubuh kekar itu membawaku kedalam satu ruangan. Tidak menunggu lama akupun masuk, namun orang menyeramkan itu keluar meninggalkanku sendiri di ruangan ini. Suasana diruangan ini sangat menyeramkan, aura yang negatif. Foto – foto yang terpajang didindingpun sangat aneh, wanita – wanita dengan hanya menggunakan bikini dan berpose erotis terpajang disetiap sudut ruangan ini. Aku semakin ketakutan apakah aku harus kabur saat ini juga, lagipula ruangan ini kosong tidak ada seorangpun.

 Langkahkupun semakin pasti, kakiku berjalan perlahan seraya berjinjit untuk menghindari suara sepatu yang terdengar. 5 langkah lagi dari pintu keluar dan hidupku akan kembali normal jauh dari tempat menakutkan ini.

 

 “Ekhem…!!” Suara geraman seseorang yang membuatku berhenti, aku berbalik melihat seorang laki – laki yang sudah tua berdiri dibelakangku.

 

 Dia melihatku, lalu berjalan untuk duduk di sebuah sofa didepanku.

 

 ‘Oh god, aku takut!’

 

Pikiranku menjerit ketakutan melihat orang itu. Dia memang sudah tua tapi auranya sungguh menakutkan.

 Dia tertegun melihatku. Memperhatikan tubuhku dari ujung rambut sampai ujung kaki.

 “Apa yang kamu lakukan disini ? Kamu masih bersekolah? Anak kecil sepertimu tidak pantas ditempat seperti ini?”

 Aku terdiam tidak dapat menjawabnya. Aku bodoh seharusnya tadi waktu mengantri seharusnya aku ganti pakaian terlebih dahulu.

Ahh… pasti dia akan menolakku untuk bekerja disini! Tak apalah! Kali ini aku ikhlas jika aku tidak mendapatkan pekerjaan ini, toh aku takut jika ini pekerjaan aneh yang sedari tadi otakku jeritkan.

 “Ganti bajumu dan temui aku 10 menit lagi!” Tanpa menunggunya menyelesaikan pembicaraanya aku langsung berlari ke arah pintu.

 “Ingat, 10 menit atau bodyguardku akan menyeretmu kesini!”

 Gerutunya keras, arkk… gagal untuk kabur dari situasi ini!

 

 **

 

Tak sampai 10 menit , seseorang memukul pintu toilet tempatku dengan kencang. Ah.. pasti bodyguard kakek tua tadi. Lancang sekali dia masuk ke toilet wanita, aigoo… dara namanya juga bodyguard.

 

 “Cepat, lelet sekali kau ini!”

 “Iya sebentar!” Teriakku kesal.

 Aku keluar dengan wajah kusut melihatnya tapi untungnya aku membawa baju ganti di tasku ini, dia tanpa ekspresi apapun menarikku kencang, aku berusaha menghentikannya namun apa daya badanku ini bagaikan 1/3 dari tubuhnya mana mungkin aku bisa menahannya.

 

 “Boss, ini dia!”

Tubuhku dia hempaskan kedepan seolah – olah bantal guling yang ringan.

Aww, hampir saja aku terjatuh.

 “Kamu boleh pergi!”

 “Baik boss!”

 Kakek tua itu melihatku lagi dengan tatapan aneh, setelah bodyguard tadi keluar tinggalah aku berdua dengannya.

 “Jangan takut, aku tidak akan memakanmu! Aku hanya bingung mengapa kamu bisa ketempat seperti ini? Bukankah kamu masih bersekolah? KFs (Kwon Family school) itu sekolahmu bukan?”Aku hanya mengangguk takut.

 “Apa kamu tahu nama tempat ini?” Kali ini aku menggeleng bingung.

 “KF club. Perlu aku perjelas? Ini adalan Kwon Family night club!”

 

Aku terkejut mendengarnya, what?? Jadi ini milik Kwon Family juga toh??

 

 “Sepertinya kamu frustasi dalam mencari pekerjaan sehingga tempat seperti inipun kamu datangi!”

Aku menunduk malu. Haruskah dia memberitahuku, aku sudah tahu jelas itu!

 “Baiklah, aku akan memperkerjakanmu disini, tenang kamu hanya menjadi waitress disini! Pekerjaanmu hanya memberikan pesanan kepada pengunjung disini! Oh iya, jangan lupa jika aku tidak memberikan instruksi jangan pernah sekalipun masuk ke dalam ruangan di lantai 3. Itu untuk orang – orang tertentu saja! Kamu bekerja dari jam 8 sampai jam 11 malam, mulai besok lusa kamu sudah bisa bekerja dan jangan terlambat!”

 “.. dan bisakah kamu berbicara? Apa kamu bisu? Aku menginginkan jawaban dari mulutmu bukan dengan isarat kepalamu saja”

 “Siap boss!” Jawabku kencang. Dia tertawa mendengar jawabanku seraya mengumpat kata – kata aneh yang aku tidak pahami.

 “Satu hal lagi, jangan pernah kamu katakan jika kamu masih bersekolah ataupun menyebut nama sekolah KFs, bilang saja kamu kuliah atau bila terpaksa katakan saja kamu bersekolah disekolah lain, mengerti?”

 “Siap boss!” Jawabku sama, diapun hilang menuju ruangannya.

 

“Begitu bom!! “

“Ah… OK OK! Hmmm… kakek tua yang aneh tapi ya sudahlah!! Lebih baik kita diskusikan masalah ini dijalan saja!”

 Segera mereka membereskan buku – buku mereka masing – masing dan langsung pergi ke cafe tempat dara bekerja. Jarak cafe ini tidak terlalu jauh sehingga mereka hanya harus berjalan kaki.

 **

 “How is it ?”

 “Mereka sedih mendengarku akan pindah kerja! Aku juga sedih mengingat hampir satu tahun lebih aku bekerja disana!”

 “Tentunya kau akan merasakan hal itu, aku juga pasti akan merasakan hal yang sama! By the way, kapan kita akan ke tempat kerjamu yang baru?”

 “Jam setengah 7 malam bom!”

 “Ok, kita berkumpul di halte bus saja dara!”

 “Baiklah! See ya! Oh dara~ah!! “

 “Yeah..!”

“Jika kau merasa kesepian atau sedih mengingat ayahmu kau boleh datang ke rumahku, aku pasti akan selalu disampingmu ok! Jangan pernah menyimpan kesedihanmu sendiri!”

“Tenang bom aku baik – baik saja! Aku ingin menangis seharian meratapi itu semua tapi aku tidak mempunyai waktu banyak! Aku malah termotivasi untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi! Siapa tahu ayahku pulang secara tiba – tiba! Lagipula jika aku berhasil mungkin saja ayahku akan pulang, setidaknya aku bisa berguna untuknya! Jadi tenang saja jangan terlalu memikirkanku bom!”

“Aigo dara tetap saja aku khawatir kau seorang gadis tinggal sendirian disana! Bagaimana jika ada orang aneh masuk menganggumu!”

“Hahahah… bom sudahlah aku yakin semuanya akan baik – baik saja!”

“Emp, baiklah! Bye bye !”

“Byeeeee… !!”

 Mereka saling berpamitan, dara berjalan ke arah kanan dan bom ke arah kiri. Berdua sama – sama memikirkan bagaimana serunya jika mereka bekerja bersama, pasti akan heboh.

 Namun tiba – tiba bom menghentikan langkahnya ketika ponselnya berdering. Bom melihat layar ponselnya dan terkejut ketika melihat nomer ponsel dara menghubunginya. Bom langsung berbalik arah dan berlari ke arah dara yang saat ini akan menyebrangi jalan.

 Bom berlari sekuat tenaganya, berharap dara bisa menjawab panggilan ini. Saat ini dara sudah menyebrangi jalan.

 “Dara, tunggu!!!”

Namun suara mobil dan motor menenggelamkan suaranya. Bom tidak menyerah dan tetap berlari mengejar dara. Ketika dia akan menyebrangi jalan sebuah mobil dari arah kanan berlaju kearahnya dengan kecepatan tinggi. Suara klakson mobil menghentikan langkah bom, diapun menyadari sebuah mobil hampir menabraknya dan jika gerakan refleksnya terlambat beberapa detik maka tubuhnya akan terhantam mobil yang saat ini berhenti disampingnya.

 Bom melupakan ponselnya yang masih berdering karena terlalu terkejut dengan apa yang akan terjadi kepadanya.

 Seseorang menghampirinya.

 “Apakah kamu tidak apa – apa? Maaf aku sangat terburu – buru jadi aku tidak melihatmu!” Ternyata pemilik mobil tadi yang hampir menabraknya. Seorang wanita bertubuh tinggi dan sangat langsing tentunya cantik menghampirinya. Dia berusaha bertanya kepada bom tentang keadaannya, namun saat ini bom masih terdiam kaku. Wanita itu sangat takut jika terjadi sesuatu pada bom sehingga dia berteriak minta tolong kepada orang disekitarnya. Tak perlu waktu lama orang – orang menghampiri mereka. Bom yang saat ini terduduk di lantai aspal dengan penuh darah di lutut kakinya karena terjatuh saat menghindari mobil tadi melihat orang  banyak didepannya bingung. Wanita tadi tetap berada disamping bom.

“Apakah aku harus membawamu ke rumah sakit! Kakimu berdarah seperti ini! Lihat darahmu keluar banyak seperti itu iwhhhh … cepat nanti kau terinfeksi! Cepatlah sadar aku sedang terburu – buru! Jangan khawatir dengan administrasi pembayarannya aku ini banyak uang! Hey …!”

Secara tiba – tiba bom terbangun dan tertawa aneh.

 Orang – orang melihatnya aneh dan heran, mengapa dia tertawa seperti orang gila! Karena tingkah bom ini orang – orang yang mengelilinginya tadi langsung bubar tak bersisa.

 “Hey,, mengapa kau tertawa seperti itu?”

 “Untuk mengusir mereka. Hello nona cantik aku bukan tontonan, memangnya aku ini badut jalanan! “

 “Mereka hanya ingin menolongmu!”

 “Yea, I know! Tapi lihat! Aku baik – baik saja! Ah .. ini hanya darah kecil tak usah berlebihan seperti itu! Oh.  Satu hal lagi, aku tidak peduli jika kau itu kaya tapi haruskah kau katakan jika kau mempunyai banyak uang hah sepertinya itu hal yang paling tidak penting untuk aku ketahui!?”

 “Terserah! Dasar orang aneh menghabiskan waktuku saja!”

 Bom tidak menghiraukannya dan hanya merapihkan dirinya saja. Berjalan berhati – hati dan pelan ia menghubungi ayahnya untuk menjemputnya karena tak sanggup berjalan lagi.

(‘Damn, you stupid pride! Look! Now you can’t even walk properly!’)

 Sedangkan dara dan ponselnya terlupakan olehnya.

 ======

 

Kwon&Choi going to KF club•

 “How is it? Bagaimana dengan ponsel itu?

 “Not yet, no one call this phone! I try to call someone in this phone but the number is always busy! “

 “Try again now! Hubungi kontak yang semalam kita dapatkan!”

 “Yeah!”

 Jiyong mengambil ponsel kuno itu dan mencoba memanggil kontak yang bernama ‘chubby corn’ lagi.

 Jiyong menunggu namun tidak ada yang mengangkatnya.

 “Tetap tidak ada yang menjawab!”

 “Tunggu sebentar saja!”

 Seunghyun yang saat ini menyetir di sebelah kiri dengan tidak sengaja menekan tombol pembuka jendela.

( ‘Aih.. mengapa terbuka segala!’)

 Dia menekan tombol untuk menutupnya kembali namun terhenti saat dia melihat kerumunan orang, entah apa yang mereka lihat. Anehnya tak lama orang – orang itu membubarkan diri mereka masing – masing.

 Tiba – tiba,

 

 CEKITTTTT…

 “Ya choi, apa yang kau lakukan! Berhenti mendadak seperti ini, kau mau membunuhku hah!! Lihat bengkak jidatku ini!”

 Seunghyun melakukan rem secara mendadak ketika melihat sosok seorang yang ia sangat rindukan. Untungnya sedang tidak ada mobil dibelakang mobilnya. Seunghyun mengacuhkan rintihan jiyong dan segera keluar dari mobilnya mengejar orang itu.

 “Ya choi, mau kemana kau! Aishhh… kau benar – benar membuatku gila!”

 Tak tahu apa yang terjadi pada sahabatnya jiyongpun mengikuti seunghyun berlari dibelakangnya.

 “Kemana dia?”

 “Dia siapa? Tak ada seorangpun disini!”

 “Aku yakin melihatnya disini! Dia berdiri disini jiyong!”

 “Dia itu siapa choi! Sudah! Berhenti menjadi orang aneh seperti ini, ayo kita kembali! Mobilmu menghalangi yang lainnya!”

 “Tapi jiyong aku sungguh melihatnya jelas !”

 “AISHhh shut up! Now go!”

 Jiyong menarik tubuh seunghyun tak mendengarkan ocehannya tentang dia , dia, dia, dia yang seunghyun lihat.

 “Biarkan aku yang menyetir. Aku masih ingin hidup! Kau diam disana!”

 Seunghyun masih terbayang  – bayang oleh dia, seseorang yang ia lihat tadi. Sedangkan jiyong focus dengan jalan didepannya melupakan ponsel kuno tadi yang terjatuh ke bawah jok saat tadi seunghyun berhenti mendadak ditengah jalan. Dan rencana untuk pergi ke club pun batal.

===Tbc.

 Next >>>

Hallo Applers,

Saya mah sedih padahal ini FF yang paling semangat aku buat, tapi responnnya dikit!!! Oke fine 😭😭😭😭 ga menarik kali ya ceritanya!!

Ga semangat lanjutinnya saya😭😩😵👆👎

Daragon momentnya juga bakalan lama ini mah!!

Huwahhhhh……

Kalo baca seengganya nyimpen jejaknya dikit yoooo !!🙀😿😵😫😩

Tapi tenanglah chapter selanjutnya mereka bakalan ketemu 💑👉👈

 

Advertisements

15 thoughts on “CHROME HEART [Chap. 3]

  1. Haduhh dara gak tega bgt liat dia sedih trus.. Waduh penasaran sma yg nabrak bom ? Siapa yaa ?? Llanjut lagii ditunggu daragon momentnya..

  2. Yah itu kok bom nya gtu bgt…
    Dara polos bgt sih…
    Trus kenapa disini yg jdi lovers boy itu si tabi terus author knp top disebutnya choi doang itu kan nma marga dia…jdi gmna gtu bacanya keinget sma choi yg laen…heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s