IF YOU [Chap. 3]

if-you-pic

Author :: Hanny G^dragon (twitter : @Hannytaukand)

Cast     :: Sandara Park (dara), Kwon Jiyong (Gdragon)

            Annyeong chingudeul, maaf baru update author sibuk liburan, bahahaha *sok2an hihihi. Gumawo yang dah komen dan yang ngomelin author gara-gara bikin bang Jidi cem anak cetan hahaha, oia dan yang kemarin tanyain pin bb, Dm author aja yah di twitter or IG author hoho soalnya g mungkin author share di sini hoho sebagian readers setia udah temenan kok ama author. Oke selamat membaca.

Author Pov

            Sosok mungil lagi cantik sedang termenung di bangku halte bis, memeluk tubuhnya sendiri agar hawa dingin tidak terlalu menyerang tubuhnya saat ini. ia sedang menunggu sang pujaan hatinya yang amat ia cintai, cinta pertamanya dan cinta masa kecilnya.

Cinta masa kecil???

Flashback

“Huaaaaa~Iyongie cidak ingin makan obat. Ahit jiyongie cidak mauuuuu~” rengek sosok bocah kecil umur 5 tahun merengek karena tidak ingin minum obat.

“Jiyongie~ minum obatnya sayang, biar cepat sembuh” ucap eomma Jiyong dengan lembut.

“Anniey, rasanya cidak enak. Eomma jangan memaksa anak kecil seperci aku” ucap Jiyong kecil (jiyong cadel T jadi C). Tak jauh di sana, keluarga Park sedang berkunjung di rumah rekan bisnisnya dan sang cucu yang sedang main di halaman meihat Jiyong kecil sedang menangis.

“Hyung kenapa? Uljima~”ucap yeoja kecil yang umurnya dibawah namja kecil yang sedang menangis. (Dara belum tau tata cara manggil yang benar, harusnya dia manggil Jiyong Oppa).

“Eng, aku cidak mau minum obat. Ahit” ucap Jiyong kecil sudah tak menangis lagi.

“Hyoong harus minum obat. Bukan kah jika seorang hyong harus menjaga yang lebih kecil. Jadi hyong bisa jaga aku jika sudah sembuh” ucap Dara sambil menopang wajahnya menatap wajah sembab Jiyong.

“Hyung akan menjaga …emm siapa namamu?” tanya Jiyong.

“Dara, Hyung?”

“Iyong, kwon iyong”

“Imooo, hyung mau minum obatnya. Biar bisa menjaga Dara” ucap Dara menarik-narik baju eomma Jiyong yang tak jauh dari mereka.

“Aahh, gumawo sudah membujuk uri Jiyongie~” ucap Eomma Jiyong pada yeoja kecil itu.

Flashback end

Tiiiiiinn, Tiiiiiiiiin

            Dara yang sedang melamun karena teringat masa kecilnya itu terhentak kaget karena klakson keras dari mobil di depannya. Ya~mobil namja yang sedang di kenangnya kini di depan matanya, namun dengan raut wajah berbeda dengan masa kecilnya.

“Apa kau tidak mendengar teriakanku Dara? aaah, bisakah kau tak membuatku kesal? cepat masuk” ucap namja yang berada di mobil dengan teriakan pada yeoja yang berdiri gemetar karena menahan dingin 2 jam di halte menunggu namja yang telat namun namja itu sendiri yang kini membetak dan berteriak. Tanpa mau menghampiri yeoja yang menuggu kedinginan karenanya, tanpa mau memberikan jasnya untuk menghangatkan yeoja nya, yang tidak ingin repot-repot untuk memayungi yeoja yang berlari ke arah mobilnya di tengah hujan deras bahkan meminta maaf karena keterlambatannya pun mulutnya tak mengucap itu.

Seberapa salahkah diriku

Hingga kau sakiti aku begitu menusukku

Inikah caramu membalas

Aku yang selalu ada saat kau terluka

“Persetan dengan keharusanku untuk menjemput kau pulang di kampus” ujar Jiyong pada Dara saat baru mendudukan diri di bangku penumpang samping kemudi.

“Mianhae Ji. aku merepotkan” ucap Dara. dara merasakan pening di kepalanya.

“Jangan sekarang tolong”batin Dara.

“Kau tidak apa-apa? kau gemeteran?” tanya Jiyong yang kini baru menyadari tubuh yeoja yang sedari tadi di makinya gemetaran kedinginan dan sangat pucat.

“Gwencana Ji” ucap Dara masih tersenyum. Namun tetes kental berbau besi menetes dari hidungnya.

“Kau mimisan Dara” ucap Jiyong hanya berkata datar.

“Ah mian, mungkin aku kelelahan. Maaf Ji”

“Huft membuat aku muak saja. kau bisa tidur jika sudah sampai rumah aku akan membangunkanmu” ucap Jiyong sambil melajukan mobilnya. Dara merespon dengan mengangguk pelan, kepalanya terasa sangat pening. Ia melupakan obatnya lagi, atau memang ia melakukan itu degan sengaja. Bukankah dia selalu bilang akan berakhir sama.

~Kediaman Park~

“Eoonie, aku pulang” ucap Dara pelan karena masih merasakan pening pada kepalanya.

“Eoh Dara kau sudah pulang. Kau berkunjung Ji? bagaimana project untuk debutmu?” tanya Bom pada Jiyong saat mereka berada di ruang tengah dan Dara sudah di menuju kamarnya.

“Berjalan lancar nuna” jawab Jiyong singkat.

“Bagaimana hubunganmu dengan Dara? ku harap kau bisa menjaganya” ucap Bom menatap layar Tv yang tidak dihidupkan.

“Emm, nuna aku pamit ne. Aku masih harus ke studio” ucap Jiyong lalu melangkah menuju pintu keluar dari rumah megah itu.

“Jiyongiiiee~” teriak Dara mengejar Jiyong hingga menemukan Jiyong sudah duduk di kursi kemudinya.

“Apa?” tanya Jiyong malas, membuka jendela mobilnya.

“Ini, udara sedang sangat dingin. Semoga ini akan membuatmu merasa hangat” ucap Dara tersenyum manis sambil memberikan paparbag pada Jiyong yang diterima oleh tangan Jiyong.

“sudah kan? Aku pergi” ucap Jiyong sambil menutup jendela mobilnya dan dari luar Dara masih melihat paperbag itu di lempar asal ke arah bangku belakang seakan itu adalah hal yang tak berguna.

Seberapa hinanya diriku

Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu

Tak ada satupun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka

“Ini menyakitiku Ji, tak inginkah kau menjagaku dari dirimu yang seperti ini” lirih Dara dalam hati.

Flashback

“Hei, berikan aku permen yang kau pegang” ucap bocah gendut yang meminta paksa permen lolipop pada yeoja di hadapannya.

“Anniey, ini punyaku” ucap yeoja itu memegang erat permennya. Bocah gedut itu tak terima hingga ia mendorong yeoja kecil itu hingga tersungkur dan menangis.

“Yak!!! Eommaaaaaaaaaa, ada anak babi yang mendorong Daraaaaa” teriak bocah namja yang muncul berteriak hingga uratnya mencuat dari lehernya. Dan karena teriakan bocah namja kurus, bocah gendut itu pun lari menjauh dari mereka.

“Dara-aah gwencana?” ucap Jiyong sambil membersihkan tanah dari baju dan wajah Dara.

Chup~

Uljima~~” ucap Jiyong saat mengecup pipi Dara. tangisan Dara pun berhenti.

“Hyung akan menjagamu. Hyung sudah minum obat. Hyung sudah sembuh dan akan menjaga Dara. jangan cakut ne” ucap Jiyong membelai pipi Dara yang memerah akibat jatuh tadi. Dara pun mengangguk dan tersenyum manis pada Jiyong kecil.

Flashback End

Keesokan Harinya

~Rumah Sakit Seoul~

“NUNAAAAAAA~~~ kenapa kau tak menjengukku????” teriak Jimin di ruang inapnya.

“Yak!!! Kau kira ini rumah sakit jiwa, hah!! Seenaknya kau berteriak, babbo” ucap Chanyeol sang hyung sambil menjitak adik kelewat aktifnya itu.

“Hyuuuung, hyuuuung aku ingin bertemu Dara nuna. Tumor di ususku ngidam Dara nuna, aku harus melihat Dara nunaaaaaa” ucap bocah hyper aktif itu dengan bodohnya.

“Yak!!!! Mana ada tumor ngidam. Apa tumormu menyebabkan kau bodoh eoh?” ucap Chanyeol yang sudah tak sanggup meladeni rengekan adiknya itu.

“Ada apa ini, Jimin-aah” ucap seseorang yang berasal dari pintu.

“Gummy nuna, aku ingin bertemu Dara nuna. Dan si tiang itu tidak menghiraukan ku nuna” ucap Jimin kesal sambil mempoutkan bibirnya yang penuh itu. (cipox tidak, cipok tidak ya? batin author).

“ Kau mengatai ku tiang. Kau saja yang bantet” ucap chanyeol tak mau kalah.

“Aku tidak bantet hyung, aku masih dalam pertumbuhan” ini Jimin tak mau kalah pula.

“sudah-sudah. Jimin, jangan seperti itu pada hyung mu. Dan jika kau bersikap baik aku akan memberikan nomor Dara padamu. otte?” ucap Gummy dan lihatlah si bocah yang katanya tomornya ngidam wajahnya tampak sumringah. Oh ayolah itu seperti bujukan bocah jika kau berbuat baik kau akan diberi permen, seperti itu. Heol Park-Jimin-Bantet. (tapi aku cinta).

“Hyuuuuung~ Chiminie minta maaf neee~ “ ucap Jimin yang mulai merajuk dengan menyebut dirinya Chim panggilan kecil Jimin di keluarganya.

“Huft, sial. Badan berotot tapi wajah mu itu seperti anak bocah 5 tahun. Nuna berikan saja nomornya, aku sudah tak tahan dengan teriakan 5oktafnya” ucap Chanyeol yang luluh dengan sikap imut sang adik. (mana tahan cin).

“Nah, ini” ucap Gummy sambil memberikan nomor telfon Dara.

“Huaaaaah, gumawo nuna” ucap Jimin semangat yang direspon putaran 360 derajat bola mata sang hyung.

Jiyong Pov

            Semalaman aku tak bisa tidur karena membongkar ulang lagu-lagu yang akan ku jadikan album debut kami. Bahkan saat ini aku belum pulang dari studio.

“Ji, kau belum pulang?” tanya sang Ceo yang melihatku yang masih distudio.

“Ne sajjangnim. Aku harus mengulang sedikit lagunya” jawab Jiyong.

“Bagus jika kau bekerja sangat keras seperti ini. tapi kau harus tau kerja keras saja tak akan bisa membuat debutmu sukses. Besok aku akan membantumu agar kerja kerasmu ini tidak sia-sia Ji” ucap Yang sajjangnim. Aku hanya bisa mengangguk tak mengerti dan kembali melanjutkan kerjaku namun sialnya handphone ku berdering dan tertera nama yang tak ku ingin lihat.

“Wae appa?” ucapku malas pada sambungan telfon.

“Ajak jalan Dara, Ji. mereka punya banyak mata-mata untuk memantau kalian” ucap Appa, sungguh aku malas dengan ini.

“Aku sedang sibuk appa. Bisakah nanti saja, lagipula dia bisa jalan-jalan dengan deretan semua mobil sport nya. Dia tak membutuhkanku appa” ucap

“Sudahlah Ji. appa tidak ingin berdebat. Cepat hubungi Dara dan pergi berkencan dengannya. Arraso” ucap final appa dan dia memutuskan sambungan telfon sepihak. Dan aku hanya bisa menggeram marah. Mau tak mau aku harus melakukan apa yang diperintahkan appa.

~Kediaman Park~

“Kajja” ucapku saat melihatnya sudah rapi dan menugguku di depan pintunya.

“Kita mau kemana Ji?” tanyanya.

“Kencan. Kau puas” ucap ku dan terlihat dia menampilkan rona merah mudanya di pipinya. Ckckck yeoja ini bodoh atau apa?

            Di perjalanan kami, keheningan saja yang mengisi. Aku menelisik dari sudut mataku, kini dia tidak mengenakan kacamata besarnya terdapat make up tipis dan cukup membuatnya terlihat manis, tunggu…

Ma.ni.s???

What the Fu*k

Aku sudah gila sepertinya. Aaaarrgggghhh mungkin karena aku kurang tidur semalam.

Drrrrrttttt, drrttttttt. Handphone nya bergetar, sepertinya ada yang menelefonnya.

“angkat saja” ucapku seakan menjawab keraguannya untuk menjawab panggilan telfon itu.

“Yeoboseo?” ucapnya yang ku dengar sayup-sayup. Aku hanya memandang lurus kedepan, fokus mengemudi.

“NUNAAAAA, Bogoshipppppooooooo. Kau tidak menjengukku eoh?” ucap seseorang di seberang telfonnya, suaranya sangat terdengar sekali. Dan sepertinya seorang namja.

“Jimin-ah? Mianhae aku hari ini sedang ada janji jadi tidak bisa menjengukmu. Besok bagaimana?” ucap Dara terdengar riang. Apa-apan dia? suaranya sangat berbeda jika berbicara denganku (heol jiyong selama ini lu tuh yang galak  #authorsewot).

“Anndweeee, aaarrrgggghhhh. Nunaa~sa-ki-t, aargh nu-naaaa…tuuuuut” sambungan telfon terputus dan aku melihat wajah Dara memucat cemas.

“Ji, bisakah kencan nya kita cancel? Aku harus kerumah sakit” ucap Dara yang baru kali ini memohon padaku.

“okey, ini kau yang meminta dibatalkan” ucapku lega. Akhirnya aku bisa mencium aroma studio ku lagi.

“bolehkah, aku diantar sampai rumah sakit Ji. aku harus cepat-cepat” ucap Dara lagi. Cih dia melampaui batas sepertinya.

“Cih, kau ini selalu saja merepotkan” ucapku sarkas, namun aku pun mengantarknya hingga sampai rumah sakit.

“Gumawo Ji. mian membatalkan kencannya. Hati-hati di jalan” ucapnya dan tanpa menunggu jawabanku dia langsung berlari di lorong rumah sakit dan masuk menuju kamar inap. Dan rasa penasaranku muncul, siapa yang akan di jenguknya?separah apa hingga dia sangat khawatir seperti itu? Aku pun mengintip dari pintu yang tak terlalu rapat di tutup.

“Jimin-aah, gwencana?” ucap Dara mendekati sosok namja yang terlihat lebih muda dan terbaring di ranjang rumah sakit.

“Sakiiit nuna, tapi sepertinya sudah membaik karena kau ada di sini” ucap namja yang tadinya merintih sakit kini tersenyum bodoh.

“Kau menipuku eoh?” tanya Dara seperti tak percaya ia ditipu oleh bocah itu. Kau memang gampang dibodohi Dara.

“Hehehe, mianhae nuna. Tapi aku benar-benar merindukanmu nuna. Bahkan lihat si tiang itu mendiamiku karena aku ingin membohongimu” ucap bocah itu sambil menunjuk nunjuk namja tinggi yang bersandar di sofa. Mereka itu siapa? Kenapa si nerd itu bergaul dengan namja-namja ini. Cih.

“Maafkan adik bodohku ini. Dia memang keras kepala. Dan perkenalkan aku Park Chanyeol, hyung bocah bodoh itu” ucap namja tinggi yang kini mendekat pada Dara dan menjulurkan tangannya.

“Ahh, aku Dara. Sandara Park. Senang bertemu denganmu chanyeol-ssi” ucap Dara dengan tersenyum. Tck apa-apan senyumnya itu, sok manis sekali.

“Hyuuung, jangan menatap Dara nuna sambil tersenyum cabul seperti itu. Dia punyaku” ucap bocah yang menggenggam tangan Dara. Apa-apan bocah tengik itu seenaknya saja mengklaim orang.

“Jimin-aah, jangan seperti itu. Dia itu hyung mu, hemm. Aku juga punya kakak, 2 eonie yang sangat aku sayangi. Dan aku tahu hyungmu pun sangat menyayangimu. dan bisakah jangan melakukan seperti ini lagi? Jangan membuat aku merasa cemas karena kau berpura-pura sakit. Bukankah itu dilakukan oleh seorang bocah kecil? Bukankah kau sendiri yang menyebut dirimu bukan bocah lagi?” ucap Dara menatap bocah yang kini tertunduk dan melepaskan genggamannya pada Dara. seperti ia sedang menyesali kebodohannya. Hahaha rasakan!.

“Mianhae nuna~”ucap Jimin masih menundukkan kepalanya hingga rambut kelamnya menutupi sebagian wajah tampannya. Apa-apaan aku menyebutnya tampan, cih ketampanannya dibawahku, heol.

“Gwencana, aku hanya ingin kau tidak membuat khawatir hyungmu dan aku. Arraseo?” ucap Dara sambil.., apa apaan itu mengapa dia mengusak rambut si bocah bodoh itu. Lihat-lihat kini bahkan Dara tersenyum manis pada hyung nya. Apa dia mau menggoda mereka begitu.

“Sial” BRAKKK  umpatku sambil menendang pintu ruang inap yang di dalamnya ada mereka. dan langsung berlalu pergi.

“Aiiishiiit, kenapa aku menghabiskan waktu melihat adegan bodoh itu. Dan apa-apaan itu si nerd Cih tak kusangka dia seperti itu di belakangku, heol” selama perjalanan aku menggerutu tidak jelas di dalam mobil hingga tak sadar sudah di gedung YG.

“Ji, besok kau jangan kemana-mana. Dan jangan menjawab apapun pada wartawan besok” ucap sajjangnim saat aku melewati ruangannya. Aku hanya mengangguk tak paham.

Keesokan Harinya

Dara Pov

“Deee~ makan sarapanmu sayang. Jangan melewatkannya” ucap Bomie eonie padaku yang baru saja turun dari tangga.

“Aku sarapan roti saja nuna, okey” ucap ku membuat Bomie mengerucutkan bibirnya lucu mungkin kecewa karena makanannya tak ku sentuh. Sungguh, aku ingin memakannya namun aku akan selalu memuntahkan makanan sekarang-sekarang ini dan aku tak ingin Bom eonie melihat itu.

“Baiklah, asalakan kau minum obatmu. Aku tak ingin kakek di Amerika marah karena aku tak bisa menjagamu dengan baik sayang” ucap Bomie eonnie.

“Ne eon” ucapku singkat lalu mengambil remote tv dan menyalakannya sambil melahap roti di tanganku. Tapi kunyahan mulutku terhenti dan menelannya dengan paksa.

“Kini, Kwon Jiyong trainee dari YG dirumorkan berkencan dengan model dari Jepang. Belum ada konfirmasi dari pihak YG maupun Jiyong sendiri” ucap sang pembawa berita. Mataku mamanas, dan memburam.

“Dee~” lirih Bomie eonnie. Seakan mengasihaniku.

“Gwencana eon, aku peracaya pada Jiyongku” ucapku tersenyum pada Bomie eonie sambil beranjak dari sofa dan menuju kamarku. Dan ku rebahkan diriku, pening menjalar di kepalaku, tangisku pecah, hidungku kini mulai menegeluarkan darah lebih banyak. Dan segera ku minum obat dosis tinggi dari Gummy eonnie lalu merebahkan diri kembali. Air mataku tak bisa berhenti, kesakitanku tak bisa diobati dengan dosis tinggi.

Telah ku coba segala cara tuk bahagiakan kamu

Merebut hatimu

Namun tak semudah yang ku bayangkan

Bila kau tak inginkan ku tuk di sisimu

Tak pernah ku rasakan sebelumnya

Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa

Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu

Namun ku terlanjur mencintaimu

Terlambat bagiku pergi darimu

Bagiku terlalu indah perasaan itu

Tak mudah untukku menjauh darimu

(Ungu: Lyric Dilema Cinta)

 -TBC-

“maafkan author yang bikin bias kalian Yang Sajjangnim jadi jahat disini wkwkwkwkw. Satu-persatu terungakap. Chap selanjutnya mungkin rahasia hubungan Jiyong n CL tapi biarkan mengalir saja, kalian menikmati nya. Hehehe, penasaran? Ikuti terus ff ini dijamin kesel bacanya wkwkwkw. Gumawo chingudeul ~love yah salam dari kang chimol chim-chim. *bow.”

Advertisements

27 thoughts on “IF YOU [Chap. 3]

  1. Aku mulai merasa bau bau kiko ato nana disinii. Duh gk sabar buat baca chapter selanjutnya. Tinggal next aja sih wkwkwk😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s