[Vignette] The Squid Love Story

the squid love story ff daragon

.

.

The Squid Love Story

PARK SANDARA | KWON JIYONG | LEE DONGHAE | MIZUHARA KIKO
Vignette    Romance, Slice of Life, Friendship | G

©2015,
also published in here

.

.

R/R [Read and Review]
HAPPY READING
©2014, vapanda


Dia bercerita padaku tentang cinta sepasang cumi-cumi.
‘Memegang tangan … memegang tangan … memegang tangan’


.

.

VA Panda presents
a story by : @vindandria

.

.

“Donghae, apa menurutmu dia cantik?”

Gadis berambut sebahu itu mulai berdiri, menepuk kecil roknya yang sedikit kotor akan rumput kering lalu tersenyum simpul pada Donghae.

“Jelas Aku lebih cantik dibandingkan denganmu, Kiko. Benarkan, Donghae?”

Kiko mendecak lidah dan setelahnya dia menggulung rambut panjangnya berlari ke Dara yang membuatnya kesal.

“Dara! Kiko! Bisakah kita pulang? Aku butuh tidur sekarang, kalian seperti anak kecil!”

Kedua gadis itu berbalik secara spontan pada Donghae, secara bersamaan keduanya tertawa geli melihat penampilan Donghae yang sudah terlihat mengantuk di malam pelepasan siswa-siswi. Baru mereka berdua hendak menghampiri Donghae, gemuruh suara kembang api mengalihkan fokus mereka.

“Tunggu sebentar. Malam masih panjang, Donghae.” Ujar Kiko yang tersenyum puas layaknya anak kecil yang baru mendapatkan kado istimewa sedangkan Donghae ikut bersamanya –menautkan jemari secara bersama dan diikuti oleh Dara. Mereka bersorak gembira menaikkan kepalan tangan mereka yang bertautan keudara seakan inilah yang mereka tunggu.

“Aku tahu mulai detik ini kita akan mendapatkan kehidupan masing-masing di masa bangku kuliah nanti,” kata Kiko merenung dengan tatapan mata yang masih menatap ke arah langit yang indah. “… tapi berjanjilah untuk saling menghubungi dan bertemu di jembatan gantung ini untuk menuliskan pesan yang di selipkan pada tali jembatan tapi jangan pernah sekalipun menyembut nama pengirim surat. Kalian berjanji?” lanjutnya yang dibalas oleh anggukan dari kedua sahabatnya.

“Sama halnya dengan cerita sepasang cumi-cumi. Memegang tangan, memegang tangan, memegang tangan, dan kali ini kalian harus memegang janjiku untuk selalu ada di jembatan gantung ini setiap minggunya.” Gurau Sandara seperti biasanya.

“Kau sangat konyol, Dara. Sekonyol cerita membosankanmu itu tentang cumi-cumi.” Kiko menyindir dan ikut tertawa bersama Dara di tengah gemuruh pesta kembang api.

“Tapi … bukankah cerita dari Dara setidaknya bisa membuat populasi cumi-cumi tetap stabil? Coba Kau bayangkan Kiko, sudah berapa lama kita bertiga selalu bersama dan mendengar cerita cumi-cumi itu dari mulut Dara? Kau tahu, mulai dari pertama Aku mendengar cerita tentang sepasang cumi-cumi itu, tiap kali Aku melihat menu cumi-cumi, perutku secara otomatis terasa kenyang.” Tambah Donghae sembari mengelus rambut Dara dengan lembut.

Kiko hanya diam menyaksikan. Gadis itu menjauh dari perbincangan mereka. Ada rasa sesak yang tepat menghunus pada jantungnya. Bukankah perasaan seorang gadis bisa dengan mudah muncul dengan lawan jenisnya tanpa disadari dan juga tanpa bisa dihentikan? Ya, Kiko merasakan itu. Seakan berjalan dengan lamban dan bisa mengakibatkan rasa menyengat saat menyadari bahwa seorang yang istimewa bagi Donghae bukanlah dirinya.

.

.

TheSquidLoveStory

.

.

Masih sama seperti sebelumnya, Jiyong mengayunkan kaki di atas jembatan gantung seraya mengatur lensa kameranya untuk mengambil objek yang sesuai baginya. Sore itu, senja yang berwarna orange kemerahan beradu warna di atas permukaan air danau yang menghijau. Indah dan itulah yang ditunggu oleh Jiyong.

“Ji, bisakah kita pulang sekarang?” Kiko bertanya pada temannya yang tersenyum simpul padanya lalu dengan patuh, Jiyong berdiri dari duduknya dan meringis saat melihat makanan yang ditawarkan oleh Kiko.

“Kau memang sangat membenci ini, huh?” tanya Kiko di tengah perjalanan mereka menyusuri jembatan gantung.

Jiyong hanya menganggukkan kepala kepada teman barunya itu. Keduanya memang tidak sengaja bertemu. Saat itu, Jiyong seperti biasanya mencari objek tempat untuk koleksi gambarnya, bersamaan dengan itu, Jiyong mengarahkan kemera ke arah jembatan yang ternyata ada Kiko di sana seakan menaruh pesan.

“Kiko jika Aku kembali mengingat pertama kali Aku melihatmu di jembatan gantung ini … apakah Kau menaruh surat di tali jembatan?” Jiyong mulai bersuara dengan menunggu jawaban dari Kiko.

Kiko sejenak terdiam lalu menghembuskan nafasnya seakan itu adalah energi yang berhasil ia serap. “Kau memang benar dan itu adalah janji yang Aku buat dengan dua sahabatku yang lain. Berharap sahabat kami yang lainnya membaca keluh kesah yang salah satu dari kami buat.”

Jiyong menghentikan langkahnya, beberapa kerutan di dahinya tidak dapat di sembunyikan dan sangat terlihat dengan jelas. “Itu terdengar lucu … maksudku, bukankah biasanya orang menaruh pesannya untuk ditaruh di tempat yang jarang orang ketahui tapi kalian justru menaruhnya dengan sangat mudah terlihat. Bagaimana kalau ada yang membacanya dan jika isi yang kalian buat sangat privasi?”

Kiko tersenyum tipis lalu membalas, “untuk itu, kami tidak menuliskan nama kami di sana dan kami tidak akan tahu siapa yang telah membacanya. Tidak peduli siapa yang akan membacanya, Aku sendiri akan menceritakan semua rahasiaku di sana, termasuk perasaanku pada sahabatku sendiri. Tapi mungkin caraku sangat benar, karena setelah itu, Aku mendapat balasan yang Aku harapkan namun juga Aku merasa bahwa yang masih melakukan ritual yang kami buat tidak utuh, sepertinya satu orang sahabatku sudah menghentikan pengiriman surat.”

“Apakah alasannya adalah cinta segitiga? Kau tahu Kiko, sepertinya itulah yang Aku simpulkan dari ceritamu. Satu orang sahabatmu itu pasti wanita dan yang selalu menulis surat hanya tinggal Kau dan pria beruntung yang Kau sukai.”

“Jadi kita lihat saja nanti, Ji. Minggu pagi, Aku akan bertemu dengan orang yang selalu mengirimiku pesan itu. Bisa tolong bantu Aku untuk mengabadikan pertemuanku dengan orang itu nanti?”

.

.

TheSquidLoveStory

.

.

 

“Jadi, selama ini orang itu adalah Kau? Kiko?” tanya Donghae dengan tidak percaya. Pria itu berdecak, berjalan angkuh dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya.

“Apa Kau mengharapkan bahwa yang selalu membalas suratmu adalah Dara?” Kiko akhirnya memberanikan diri bertanya dengan memaksakan untuk menghiraukan rasa sakitnya.

Entah apa yang membuat Kiko dengan mudah menyukai pria yang dengan jelas tidak sedikitpun melihat keberadaannya. Bukankah terlalu sulit bahkan terlampau sulit untuk bertemu secara langsung dengan Donghae setelah pernyataan cintanya pada Donghae secara tidak langsung dalam untaian kata yang tersirat dari surat Kiko? Tidakkah Donghae menyadari seberapa besar untuk Kiko membangun rasa percaya dirinya?

“Kalau boleh jujur, sebenarnya Aku mengira bahwa orang itu adalah Dara,” Donghae tertawa geli lalu berbalik menatap tajam kearah Kiko dengan kerutan pada dahinya. “Bukankah setelah pesta kembang api itu … Kau bertengkar dengan Dara dan memustuskan untuk berada di Jepang selamanya?” tanyanya dengan tajam.

“Itu …” gadis dengan polesan lipstick merah itu hanya diam tanpa bisa melanjutkan alasannya. Dia sendiri membuat pertanyaan pada dirinya, ‘bagaimana Donghae tahu dengan pertengkarannya dengan Dara saat itu’

“Aku memang masih sahabatmu saat itu, tapi tidakkah Kau menyadari bahwa setelah kejadian itu Aku berusaha keras menghindarimu? Aku bahkan tidak pernah mau pergi ke Jepang jika nantinya akan bertemu dengan gadis jahat sepertimu!” Tambah Donghae dengan kesal.

Pria itu jelas masih mengingat bagaimana Kiko menghujam kata-kata kasar pada Dara –sahabatnya sendiri. Hatinya tercabik, kala Dara menangis pilu tapi Donghae tidak memiliki keberanian untuk menghampirinya saat itu. Yang jelas, Kiko tidak mengetahui keberadaannya sama halnya dengan Dara yang tidak mengetahui bahwa Donghae terus mengikuti pergerakannya.

“Alasan Aku untuk selalu membuat surat dan melakukan ritual bodoh yang Kau sarankan adalah agar Aku bisa melihat Dara. Pasti kata-katamu itu sangatlah tajam hingga Dara tunduk untuk mematuhimu dan menjauhiku. Terima kasih, Kiko! Terima kasih!” Amarah Donghae kian terlihat jika lembaran memorinya masih menangkap dengan jelas kesedihan Dara –malaikatnya itu sangatlah jauh berbeda dengan Kiko.

Donghae membalikkan badan dan berjalan dengan cepat menjauh dari Kiko saat teriakan Kiko berdengung di gendang telinga Donghae, seketika langkahnya terhenti. “DARA TIDAK MENYUKAIMU!”

Itu adalah kepahitan yang sebenarnya sudah Donghae tahu dari awal. Dara memang hanya menganggapnya sebagai sahabat dan belum pernah lebih dari batas itu, namun Donghae dan juga sikap keras kepalanya masih saja terus memperkukuh harapannya. Donghae masih sangat percaya bahwa rasa cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Hanya waktu yang lebih lama untuk Donghae masuk mengisi ruang kosong yang lama belum juga disapa semenjak kepergian seseorang yang sangat sulit dilupakan oleh Dara.

Hanya memerlukan waktu lebih lama, namun Kiko menghancurkannya dengan mudah.

“Kalau begitu … sama halnya denganku, yang tidak akan pernah menyukaimu, Kiko.”

.

.

TheSquidLoveStory

.

.

 

Flashback

“Berhenti mengatakan itu! Dasar menyebalkan!” Dara cemberut dan mengayun-ayunkan kakinya dengan cepat.

“Memegang tangan … memegang tangan … memegang tangan. Bukankah itu sangat romantis?” canda pria itu dengan memperagakan gurauannya.

“Terlewat romantis dan juga gila.” Jawab Dara dengan gusar dan mulai beranjak berdiri dari duduknya, “lagipula pendeta cumi-cumi itu sangat idiot jika menyuruh sepasang cumi-cumi yang baru menikah terus melakukan hal itu. Apa tadi? Memegang tangan, memegang tangan. Sial! Itu sangat bodoh!”

Pria itu hanya tertawa dengan reaksi yang diberikan oleh teman baiknya. Jika banyak waktu yang bisa dihabiskan lebih lama sebelum kepergiannya ke Kanada untuk Dara, mungkin hanya dengan gurauan seperti inilah Dara masih akan terus mengingatnya. Kisah mereka, dengan tawa juga canda yang selalu ikut menyelimuti mereka.

“Dara!” pria itu berteriak pada temannya dan dengan segera menautkan jemarinya pada jemari milik Dara. “Seperti ini, memegang tangan, memegang tangan, memegang tangan.” Lanjutnya dan akhirnya dia melihat Dara tersenyum cerah.

Senyumnya manis. Hanya menarik salah satu sudut bibir Dara sudah bisa membuat hatinya menghangat. Senyumnya membuatnya teracuni dan belum bisa membayangkan bagaimana nantinya jika Dara tidak akan hadir disisi, melupakannya, atau bahkan membencinya.

“Ji, bisakah Aku memintamu untuk melakukan apa yang dilakukan sepasang cumi-cumi itu? Bisakah Kau berjanji padaku.” Mata bulat Dara mengelabuinya. Jiyong hanya mampu menganggukkan kepalanya dengan pengartian bahwa dia berjanji.

.

.

TheSquidLoveStory

.

.

 

Dara menghapus kasar air mata yang mengalir dipipinya. Dia tertawa pada pelangi di atas sana. Indah dan menghangatkan. Sore itu, angin berhembus dengan meliukkan rambut sebahu Dara di tengah jembatan gantung. Ya, Dara adalah seorang yang akan selalu menepati janjinya. Setiap harinya dia pasti akan meluangkan waktu untuk datang ke jembatan ini –setidaknya dia masih penuh harap untuk dapat bertemu dengan kedua sahabatnya –dan tanpa dia harapkan, ada hadiah tambahan yang Tuhan berikan untuknya.

Pria itu, pria yang sama seperti lima tahun yang lalu.

Janji yang dilontarkan pria itu padanya bahkan masih terus terngiang di telinga Dara.

Wajahnya masih sama seperti lima tahun yang lalu.

Hanya dengan mengingat itu, semuanya terasa kosong. Hidupnya kosong sama seperti sebelum Dara mengenal Jiyong terlebih sekarang dia tidak pernah mau untuk menampakkan diri kepada Donghae dan juga Kiko yang justru sebelumnya bisa mengisi kehidupannya dengan tawa.

Jika kembali mengulang lembaran kelamnya dulu, memorinya masih sulit untuk dilupakan akan hal di mana ia mulai tertawa lepas dengan melupakan perihal keadaan keluarganya yang mungkin tinggal hitungan hari tidak akan seharmonis dulu. Dara enggan mencurahkan apa yang terbelenggu di dalam hatinya. Ia sepenuhnya telah hancur namun adakalanya Tuhan memberikan seseorang yang bisa menyemangatinya … tapi adakalanya, karena memang yang dapat mengontrol segala emosinya hanya diri sendiri, sedangkan oranglain? Mereka hanya dapat diibaratkan sebagai tamu.

Gadis itu termenung menatap riakan air yang hampir tenang setelah ia menjatuhkan batu di sana. Ia mengulas senyum, sebuah senyuman yang seakan manis namun pahit untuk diperlihatkan pada yang lain. Jika Dara harus jujur, Ia mungkin sudah hampir lupa bagaimana kebahagian dari senyuman tulus itu muncul.

Ia hidup sendiri, dirinya sendiri pun yang akan memperhatikan semua kondisi yang ada di dalam tubuhnya. Bukan oranglain, sekalipun seorang yang pernah berjanji padanya untuk selalu ada saat Dara membutuhkan rengkuhan hangat.

“Kiko,” suara tercekat itu bukanlah suara yang di keluarkan dari pita suara milik Sandara.

Gadis bernama Sandara itu hanya mampu menutup matanya saat dirasa air hangat hampir tak terbendung olehnya. Angin memaparkan suatu kepahitan yang harus Dara lihat dengan matanya secara langsung. Dara hampir limbung, jika saja pohon oak di sampingnya bisa dijadikan tumpuan sejenak.

“Kiko!”

Dara melihat kamera yang dikalungi Jiyong enggan untuk menjawab secara jelas mengapa Jiyong dapat mencemaskan Kiko dengan sangat seperti yang Ia lihat. Bukankah posisi yang lebih menyedihkan adalah posisi Dara? Tapi untuk menyadari keberadaan Dara di belakangnya pun, Jiyong tak sejeli dirinya.

“Jiyong-ah,” gadis itu tak mampu menyembunyikan rasa rindunya. Ia membenci hal ini terjadi, namun kakinya yang lemah justru berjalan mengikuti Jiyong seakan magnet yang menariknya semakin mendekat dan mendekat tanpa perduli air matanya yang telah menganak sungai di kedua pipinya itu di sambut gembira oleh desiran angin.

“Dara!”

Donghae mengejarnya, memeluknya seperti tak ingin kembali melepaskan Dara. Pria itu tak memperdulikan keterkejutan Kiko, seperti sama halnya dengan Dara yang hanya memokuskan tatapannya pada manik coklat yang telah lama tidak ia lihat.

“Dara-ah?”

.

.

TheSquidLoveStory

.

.

 

“Sekarang kau mengatakan kebahagian Dara?”

“Donghae, dengar. Aku memang salah karena pertengkaran itu … tapi Aku akan merasa lebih bersalah jika tidak mencegahmu untuk membawa Dara pergi ke China denganmu. Tidakkah Kau sedikit memperdulikan masa lalunya? Jiyong adalah orang yang berarti di masa lalu Dara. Tidakkah Kau membiarkan mereka untuk setidaknya bertemu?”

“Kau yang harus mendengar Aku, Kiko. Jiyong hanya masa lalu, pria itu adalah lembaran pahit bagi Dara yang tidak patut untuk hadir kembali di saat ini.”

“Tapi bagaimanapun-”

“Lagipula, Dara setuju untuk tinggal bersamaku di China. Kau tahu bukan Sanghyun sudah meninggal karena depresi sedangkan ayah dan ibu Dara bahkan tidak memperdulikan keadaan putri mereka.”

“Jika kau melakukan hal itu. Kau egois! Kau sama denganku seperti dulu!”

“Tidak Kiko. Aku sudah berada sampai sejauh ini. Menunggu dan menunggu, apa Kau berpikir akan membuatku untuk kembali menunggu lagi setelah Aku sudah sampai sejauh ini?”

“Donghae-ah,”

“Keberangkatan kami ke China akan dilakukan besok pagi. Kau bisa mengajak temanmu untuk menemui Dara yang terakhir kalinya, setidaknya … sebagai ucapan selamat tinggal.”

.

.

TheSquidLoveStory

.

.

 

Dua tahun kemudian,

Pernah dengar tentang cerita sepasang cumi-cumi?

Dulu Aku sangat membenci hal di mana seseorang yang menceritakan padaku tentang cerita itu, terus menerus mengulang kata yang sama tanpa henti. Tapi setelah dia menghilang dari kehidupanku, Aku menggantikan posisinya dan mengatakan pada yang lain seperti kedua sahabatku dengan menceritakan cerita yang menurutku konyol.

Kalian hanya perlu ….

Memegang tangan, memegang tangan dan memegang tangan.

Tapi di sana, kalian akan menemukan makna dari sebuah kaitan benang yang kasat mata itu.

Kalian akan merasakan dan mengambil keputusan jika tangan yang kalian tautkan itu sungguh yang menghangatkan hati kalian, atau mungkin hanya sekedar menjadi tautan dengan tangan kalian.

Bukan otak yang bertindak, melainkan hati kalian lah yang bertindak.

.

.

TheSquidLoveStory

.

.

 

“Jika Aku tidak tepat waktu saat itu dan meneriaki namamu dengan sangat keras, mungkin Kau tidak akan sedikitpun berbalik menatapku ‘kan, Dara?”

Jiyong tahu, gadisnya yang kini ada di depan mata bukanlah sebuah ilusi. Ia nyata, aroma vanilla menyeruak sampai memenuhi pikirannya.

Mata bulat Dara merupakan sesuatu yang mengejutkan, sekaligus membuat matanya pun ikut berbinar saat mendapati sebuah senyuman yang telah Dara pelajari setelah mereka banyak memakan waktu dengan saling memunggungi tubuh masing-masing. Enggan menatap dan juga melangkah. Keduanya terlalu takut jika salah satu dari mereka bisa mengecewakan kembali tapi nyatanya, hari itu telah mereka lalu bersama seiring putaran ke empat musim.

“Kau tahu? Saat itu aku seperti berada di ujung tebing yang curam. Otakku mengatakan untuk tidak mendengar suaramu dan terus menjali hidup tanpa kehadiranmu lagi, tapi hatiku menentang, berdusta.”

Dara sudah dapat tahu arti dari senyum yang tulus. Senyuman itu akan hadir dengan sendirinya, tanpa paksaan dan tekanan namun yang trepenting adalah kehadiran orang yang sungguh bisa membuat kebahagiaannya kian bertambah setiap detiknya.

“Aku tahu, mungkin kita saling ditakdirkan. Percayalah kali ini, Dara karena Aku tidak akan membuatmu kembali hancur. Jika hal itu terjadi, Aku tidak dapat menyalahkan Donghae yang sudah bisa merebutmu di sampingnya.”

“Jiyong-ah, Aku tidak mau membuatmu untuk berjanji karena Aku masih terlalu takut jika Kau tidak dapat menepatinya. Tapi bagaimanapun, kali ini Aku akan memaksamu untuk ada di sampingku. Arraseo?”

“Ne, arraseo!”

TheSquidLoveStory

END


A/N: Hello everybody!!!
Lama juga untuk dirikoo gak posting fic yang rada panjangan gitu semacam vignette. Sejujurnya numpuk banget di laptop tapi ada kendala saat buat ending bahkan ff ini pun udah dibuat sejak september lalu dan baru diselesaikan hari ini wakakaka
Maapkeun juga kalau mungkin akoo kayak yang menelantarkan blog di sini karena jaramg posting sedangkan akoo lebih sering di tempat lain. Mau beralasan tapi semoga kalian bisa terima yaaak. Jadi niatannya kan mau rampungin ff daragon gitu untuk itu jadi gak ngenak hati kalo posting ff sedangkan yang chapter blm ada kabar :’) diusahakan banget daaah. Seriusan.
Kalian sadar gak sih rasanya ff DaraGon udah rada jarang yah. Nah karena bentar lagi Valentine, adakah di antara kalian yang mau memberikan hadiah khusus untuk blog ini dengan mengirim ff?
Hitung-hitung, ayolah kita ramaikan blog lagi :”)
Tau kan cara kirimnya? Kirim ke email blog kita atau minta bantuan ke admin DGI blog.
Ayo yok sama-sama kita seru-seruan gitu selagi asah juga hobi menulis kalian.

Ketjup :* dari akooooo

Advertisements

17 thoughts on “[Vignette] The Squid Love Story

  1. whoaahhh kangen DGI kangen kamooh VA #abaikankegajeansayah ..
    soo,, jd Jiyong itu pria masa lalu Dara dan akhirnya mereka ketemu di jembatan stlh 5thn berpisah??aahhh tp seneng akhirnya HappyEnd..udah h2c bgt Dara mw ke china sm Donghae..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s