[FESTIVAL_PARADE] ONE ANOTHER >> 1.

ano-another-copy

SCENE 01 <SANDARA’s NEW BF>


Nama Park Sandara membuat perhatian semua orang terfokus pada ponsel mereka, menyimak akun media sosial milik Sun-Il High, yang baru saja mengupdate berita menarik.

Hot news – Park Sandara, si cantik dari kelas 2-3 punya pacar baru. Pagi tadi reporter HA melihat si Cantik Sandara diantar oleh laki-laki dengan seragam sekolah lain. Menurut hasil investigasi, itu adalah seragam Yonggang High, sekolah tetangga yang seluruh penduduknya tampan-tampan! Selamat untuk Park Sandara… Dan untuk para penggemar Sandara, tim redaksi mengucapkan turut berbela sungkawa… T_T

Sandara mendengus membaca screen capture dari berita yang dikirimkan kepadanya untuk mengkonfirmasi berita tersebut. Apakah hal itu penting? Kenapa mereka harus peduli dirinya saat ini berpacaran dengan siapa? Apakah hal itu akan keluar saat ulangan? Kurang kerjaan sekali.

Sandara melenggang kesal kembali ke kelasnya, batal ke perpustakaan.

“Kenapa kau kembali lagi?” tanya Hyojoo, bingung. Tidak sampai tiga menit yang lalu Sandara berkata dirinya akan ke perpustakaan.  Biasanya baru setelah bel berbunyi, Sandara akan kembali masuk ke dalam kelas.

Pertanyaan itu tidak terjawab.

“Sandara, apa itu benar?” Bom berjalan tergesa memasuki kelas, ponsel di tangan.

Sesaat, Sandara menatap Bom dengan tatapan bertanya. Detik berikutnya, ia langsung mengerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu. Hyojoo hanya bisa memandangi keduanya, tanpa tahu apa yang tengah mereka bicarakan.

Bom mendapatkan jawaban dari raut wajah Sandara.

“Kenapa kau tidak berkata apa pun padaku?” tuntut Bom.

Wajah Sandara menjadi serba salah.

“Aku tidak tahu bagaimana caranya bercerita padamu,”

“Ada apa sebenarnya? Kenapa hanya aku yang tidak tahu apa-apa?” Hyojoo bertanya penasaran.

Sandara dan Bom memberi Hyojoo tatapan tajam, seolah berkata “apa kau bisa diam?”. Hyojoo yang selalu merasa ingin tahu itu akhirnya menutup mulut, mencari selamat.

“Bagaimana bisa kau tidak tahu, bercerita ya bercerita saja,” protes Bom. Hyojoo baru bisa diam setelah Bom menyodorkan ponselnya, namun hanya sesaat. Karena beberapa detik kemudian, dia berteriak, ikut menuntut penjelasan dari Sandara.

Sandara memasang senyumannya yang paling manis. Kedua tangannya mengatup di depan dada.

“Mianhe… dan lagipula, kau selalu sibuk pacaran dengan Seunghyun Sunbae,” perkataannya ditutup dengan juluran lidah, membuat Bom menjitak kepala sahabatnya itu.

“Aduh,” keluh Sandara memegangi kepalanya.

“Kau harus menceritakan semuanya padaku, sekarang!”

Tapi kata-kata sekarang itu harus tertunda hingga pulang sekolah karena bel telah berbunyi dan guru mereka telah masuk ke dalam kelas.

**

Sepulang sekolah, Bom menuntut penjelasan dari Sandara. Dengan paksa, Bom menyeret Sandara ke kafe langganan mereka. Kebetulan saat itu sedang tidak banyak pelanggan yang datang, cocok sebagai tempat untuk menginterogasi Sandara. Terlebih lagi, tempat ini tidak begitu jauh dari sekolah. Bom sekalian menunggu Seunghyun yang tengah rapat – iya, pacar Bom itu adalah salah satu perwakilan siswa.

“Namanya adalah Kwon Jiyong, teman sepupuku, Hana Eonni,” Sandara mulai bercerita.

“Kapan kalian berdua kenal?”

“Saat pesta ulang tahun Hana Eonni, bulan lalu,”

“Tunggu dulu, bukankah waktu kau masih berpacaran dengan Yeonju?” potong Bom.

Pesanan mereka datang. Jus alpukat. Satu kesamaan keduanya, sama-sama pecinta jus alpukat.

“Apa salahnya jika ada yang nyaman di mata,” seloroh Sandara.

Bom hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Kebiasaan Sandara, masih saja suka tebar pesona meski tengah berstatus sebagai kekasih orang. Mungkin itu disebabkan karena hubungan Sandara dengan mantan-mantannya dulu lebih banyak dilandasi oleh rasa kasihan-jika-ditolak seperti yang selalu Sandara katakan. Entahlah, Bom tidak pernah bisa mengerti jalan pikiran sahabatnya itu.

“Dasar kau ini,”

Cerita pun berlanjut. Dua minggu setelah ulang tahun Hana, Sandara putus dari Yeonju. Hanya dua hari yang Sandara butuhkan untuk melupakan Yeonjo dan memulai pendekatan pada Jiyong ini. Hebat.

“Tidak biasanya masa pendekatanmu memakan waktu lama,” Bom berkomentar.

Bom ingat betul, ulang tahun Hana adalah dua bulan yang lalu. Karena dirinya juga mendapatkan undangan, namun batal hadir karena harus menjenguk bibinya yang masuk rumah sakit. Biasanya Sandara hanya seminggu menyandang status single. Oh, satu lagi kebiasaan Sandara yang lain, tidak pernah sekali pun dia menceritakan masa pendekatannya pada Bom.

“Karena dia berbeda,”

Untuk pertama kalinya, Bom mendapati pipi sahabatnya memerah saat membicarakan lawan jenis. Satu nilai lebih untuk Jiyong.

“Berbeda bagaimana?” tanya Bom lebih jauh.

Wajah Sandara berseri-seri, pertanda kali ini dia serius dengan pacar barunya.

“Dia terkesan cuek, tapi perhatian. Dingin, tapi lembut. Dia juga pendiam, tapi sekali berbicara, ucapannya benar-benar penuh makna,” tutur Sandara menjelaskan. “Dia tidak perlu menggombal seperti yang lain. Dia tidak sok keren di depanku. Dia bersikap biasa saja, tidak berlebihan, tapi justru itu yang membuatnya terlihat lebih di mataku.”

Penjelasan Sandara mengenai Jiyong masih berlanjut, matanya kian berbinar, seolah dirinya memperoleh hadiah yang paling didambakan.

“Dan sepertinya aku benar-benar menyukainya. Karena saat aku menerimanya, aku sama sekali tidak merasakan kasihan. Dia benar-benar sempurna untukku,”

 


SCENE END

next >>

Advertisements

22 thoughts on “[FESTIVAL_PARADE] ONE ANOTHER >> 1.

  1. Menurutku hanya Jiyong yang bisa menjatuhkan Dara karena pesonaaku jiyong sendiri. Selamat buat Jiyong wkwkwk. Tapi sayangnya Dara itu playgirl tapi nggak papa lahh resiko cewek cantik sih 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s