Half Tone – Part012

Half Tone cover 2
PERINGATAN : fanfiction ini mengandung muatan dewasa! Bagi pembaca yang belum cukup umur atau tidak nyaman dengan konten tersebut, dianjurkan untuk tidak membacanya.

Half Tone

Author : Defta

Cast     : Sandara Park and Kwon Jiyong

Genre   : Fantacy, Rate M

Kali ini Jiyong berada didepan pintu yang menjulang tinggi. Pintu itu adalah pintu yang menghubungkan Half Tone dengan dunia terang. Dia pergi kesana dengan diam-diam, tidak ada satupun yang mengetahuinya kecuali CCTV yang berada di dekat pintu itu.

Didorongnya pintu nan tinggi itu. Dan kemudian Jiyong hilang dibalik nya.

“Raja pergi ke Dunia terang, siapkan alat pengintai”  perintah Seunghyun sesaat setelah Jiyong keluar dari Half Tone. Sebenarnya Seunghyun yang mengurus istana Half Tone. Dia seperti seorang perdana mentri di negara liberal. Dia yang mengurus semuanya, tapi semua keputusan ada ditangan Dara.

*

*

Mobil saling berlalu lalang di jalan yang sangat ramai, ada beberapa penjual makanan rinagn dipinggir jalan dan banyak orang berjalan sambil memegang ponsel mereka. Beberapa ada yang membaca koran atau kertas-kertas yang Jiyong tidak tau berisi apa. Ada juga anak-anak remaja berseragam tengah bercanda tawa dengan temannya.

Dunia terang tak seburuk pemikirannya. Disana sangat asri walau banyak orang yang terlihat sangat sibuk dan tidak peduli akan lingkungan.

Jiyong hanya terus melangkahkan kakinya kemana saja, menikmati duniatempat asal Seungri dan Daesung. Sampailah dirinya disebuah gedung yang terlihat mewah dan besar dengan warna putih mendominasi, di depannya terdapat taman yang luas yang dihuni berbagai macam hewan seperti rusa dan kelinci.

Dia sama sekali tidak dapat memprediksi apakah benar tempat itu adalah pusat pemerintahan Dunia terang, mengingat disana terdapat banyak sekali gedung-gedung besar yang menjulang ke langit. Dia terus memandangi tempat itu seolah mengatakan “Mungkin itu memang tempatnya Jiyong. Lebih baik kau mencoba untuk pergi kesana dan bertanya” Di pikirkannya kalimat itu lagi dan lagi. Namun otaknya juga menjawab. “Bagaimana kalau bukan ? bagaimana kalau ada yang mengatakan kau orang gila karna mengada-ada tentang pusaka Dunia terang ?”

Dan akhirnya Jiyong menghembuskan nafas kesal dan frustasinya. Dia melihat sebuah bangku panjang yang terletak tau jauh darinya. Diputuskannya dia duduk disana dan hanya mengamati orang yang lewat didepannya. Sekarang dia merasa bodoh karna datang ketempat itu tanpa adanya sebuah persiapan apapun. Tempat itu berbeda dengan Dunia gelap maupun Half Tone.

Dia ingin sekali bertemu dengan Daesung dan Seungri, kemudian menanyakan kepada mereka dimana pusat pemerintahan dunia terang. Tapi kedua sahabatnya itu bahkan sama sekali tidak mengingat dirinya. Kalaupun bertemu dijalan pastilah mereka tidak mengenalnya bukan.

“Apa kau dari Half Tone ?”

Seunghyun masuk kesebuah ruangan dimana didalamnya sudah berada Dara dengan sebuah laptop tipis di lengan kanannya. Wanita itu tengah duduk di depan meja yang berisi tumpukan kertas dan sebuah komputer di kanan meja itu. “Ada yang harus saya sampaikan”

“Katakanlah”

“Raja pergi kedunia terang” ucap Seunghyun sembari membuka laptop dilengannya dan menaruhnya menghadap Dara. Kemudian dia mengetikan kombinasi huruf dan angka hingga muncullah gambar Jiyong yang tengah duduk bersama seorang wanita.

“Apa kau dari Half Tone ?” Tanya seorang wanita yang sudah berada di depan Jiyong.

Waktu Jiyong seolah berhenti. Tidak tidak. Dia tidak terpesona dia hanya sedikit bingung dan tidak yakin “Kau tau Half Tone ?”  tanyanya kemudian dengan ragu.

“Hanya kau yang memakai baju hitam dan putih disini, jadi kau pasti dari Half Tone”

Jiyon meneliti dirinya, wanita yang terlihat berumur 20-an  itu memang benar. Dia memakai celana hitam, kaos oblong putih dan jaket hitam. Kemudian dilihatnya sekelilingnya, semua orang memakai warna-warna cerah. Para pekerja kantoran saja bahkan memakai dasi yang berwarna, siswa-siswi yang berlalu lalang mengenakan seragam yang cerah dan anak-anak yang berlarian juga memakai pakaian yang penuh warna-warna mencolok. Jiyong terlalu sibuk dengan pikirannya. Dia bahkan tidak menyadari bahwa wanita tadi sudah duduk disampingnya.

“Jangan terkejut, aku mengenal seseorang dari Half Tone juga” Lanjut wanita itu sambil menatap Jiyong. “Taeyeon” tambah wanita itu, mengenalkan namanya.

“Jiyong”

“Jadi…Apa yang membuatmu pergi keduniaku ini Jiyong-ssi”

Layar monitor laptop yang berada didepan Dara sama sekali tidak mengeluarkan suara, hanya saja terus menampilkan semua kegiatan Jiyong. Disana Dara dapat melihat wanita yang sama sekali tidak ia kenal memberikan sebuah cincin berwarna merah kepada Jiyong.

Dara tidak tau dengan pasti benda itu.

“Bukankah itu ruas jari Darah Udara ?”

(Jadi yang dimaksud “Tanah” Adalah dunia gelap, yang dimaksud “Udara” Adalah Dunia terang. Kristal bening adalah gelang, ruas jari Darah adalah cincin. Dan apa itu Heart of Half Tone ???)

Dara terkejut, di lihatnya lebih dekat lagi dan perkataan Seunghyun memang benar adanya. Benda itu adalah pusaka dari dunia terang.

“Apa Raja berencana menggabungkan ketiga bagian dunia ?”

Sebenarnya pertanyaan ituSeunghyun lemparkan kepada Dara, tapi wanita itu hanya diam seolah menganggap Seunghyun tengah bermonolog.

Dara masih diam dan terus mengamati layar laptop didepannya. Jiyong tengah tersenyum sambil menggenggam pusaka yang ada di tangan kanannya. Entahlah apa lagi yang akan dilakukan pria itu.

Jiyong berhenti di zebracross, meskipun di dunia gelap tidak ada tempat seperti itu, seolah dirinya mengikuti insting untuk berhenti saat melihat orang-orang berhenti

Ketika orang-orang berjalan dia mengikutinya, tapi dirinya berada diurutan paling akhir. Wajahnya masing menyunggingkan sebuah senyuman konyol. Tanpa disadarinya sebuah mobil melaju dengan sangat kencang dari arah kirinya. Telinganya mendengar suara teriakan “AWAS”  tapi responnya sedikit lambat dan ketika dia menyadari sebuah mobil berjalan lurus kearahnya matanya melebar.

Tubuh Jiyong terhempas keUdara beberapa saat sebelum akhirnya kembali jatuh ke atas kerasnya aspal. Liter demi liter Darah terus mengucur dari beberapa anggota tubuhnya.

Tubuh Dara seketika mengang. Jiyong jatuh tanpa bergerak sedikitpun. Bahkan kedua kelopak mata pria itu menutup sempurnya. “JIYONG!!!” Teriaknya tanpa sadar. “Seunghyun lakukan sesuatu… siapkan mobil sekarang, kita pergi ke Dunia terang” Ucap Dara dengan tidak sabar.

Wajah Dara mulai kehilangan eksprsi, wajahnya menjadi pucat pasi dan tubuhnya mulai mendingin. Dilihatnya puluhan orang mulai menghampiri Jiyong. Termasuk seorang pria tampan dengan mata yang memiliki kantung mata hitam seperti panda. “SEUNGRI” yah pria itu juga ada disana.

Seunghyun sudah pergi untuk melaksanakan perintahnya. Diambilnya gagang telfon  dimejanya dan menekan nomor 3.

“Batalkan masa percobaan Seungri. Kembalikan ingatannya SE…KA..RANG” Ucap Dara setelah mendengar suara balasan dari ujung sambungannya.

“Tapi itu akan berbahaya bagi Half Tone”

“Aku yang akan menanggung resikonya. Batalkan masa percobaannya dan kembalikan ingatannya”

“Baiklah Ratu”

Dunia dikepala Seungri mulai berputar. Kilasan-kilasan kisah hidup seseornag terputar dikepalanya. Meski dia tergolong bodoh dia juga tau bahwa kilasan hidup itu adalah kilasan hidupnya di sebuah tempat lain.

Pusing yang amat menyerang kepalanya. Dia merentih pelan mencoba menyalurkan rasa sakitnya. Satu demi satu kilasan itu berputar semakin cepat dan kepalanya semakin sakit.

Tubuhnya tersentak seolah dia terlahir kembali. “Jiyong Hyung” desisnya. Seungri mulai menerobos puluhan orang yang mengerubunungi tubuh Jiyong. “PANGGIL AMBULANCE CEPAT!!”

*

*

Dara terus berlari, bahkan tidak peduli kalau dia masih memakai pakaian ratunya yang berwarna putih. Gaunnya itu mirip dengan gaun pernikahan di dunia terang, dia tidak peduli dengan tatapan aneh semua orang yang berada dikepalanya sekarang hanya Jiyong.

Tak lama dia melihat Seungri keluar dari sebuah kamar rawat. “Seungri-ah” Panggilnya.

“Noona” Balas Seungri ramah seperti biasa.

“Bagaimana dengan Jiyong ?”

Seungri tersenyum membuat wajah tampannya semakin terlihat tampan. “tenanglah Noona, operasinya berhasil dan Jiyong hyung sudah sadar”

Seketika itu pula tubuh Dara yang tegang sedikit merasa rileks.

“Noona” Ketika mendengar seungri memanggilnya Dara mendongak dan menatap seungri, seolah menjawab “Apa yang ingin kau katakan Seungri” Seungri berdehem, mencoba menemukan suaranya dan menyusun kata-kata yang tepat. “Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi sepertinya aku tau bahwa ingatanku selama di Dunia gelap dan HalfTone telah terhapus, aku juga tidak tau kenapa ingatanku bisa kembali lagi, hanya saja….” Seungri menggantungkan kalimatnya dan menatap Dara. “ambil saja ingatan itu”

“Seungri-ah…”

“Aku mungkin tidak mengenal Jiyong Hyung atau Daesung Hyung saat bertemu dijalan, tapi ku kira itu lebih baik, dengan begitu rahasia HalfTone dan Dunia gelap bisa terjaga”

Dara kehilangan suaranya. Dia hanya diam dengan terus memandang lantai.

“Aku sudah bicara dengan Jiyong Hyung, dan dia menyetujuinya” Seungri tertawa. “Aku ingin hidup normal lagi, aku ingin melupakan bahwa aku bisa sampai kesini dengan mengorbankan kedua sahabat yang sudah kuanggap kakak sendiri” Lanjut Seungri, kedua orang yang dia maksud adalah Yongbae dan Jiyong.

Secercah senyuman keluar dari bibir Dara, “Baiklah, Seungri-ah”

“Terimakasih” Terakhir Seungri membungkukkan badannya dan dia berjalan menjauh. Ketika keluar dari lorong rumah sakit Seungri bertemu dengan Seunghyun.

“Seu..se…”

“Hai Hyung” Sapa Seungri dengan senyuman segaris tipis. “Kumohon jaga Jiyong Hyung dengan baik. Ini hal terakhir yang aku minta padamu” Seungri tidak berkata banyak. Tapi setets air mata yang keluar dari matanya menandakan betapa sedihnya dia

Dia mungkin memang manusia bodoh, dia bisa saja menangis meraung-raung karna dia bodoh. Tapi ketika manusia bodoh sepertinya hanya mengeluarkan setetes air mata yang tulus, hal itu menandakan bahwa hatinya benar-benar terluka

Suara pintu yang berdecit menandakan pintu itu tengah didorong dari luar. Dara melihat Jiyong yang tengah tidur diatas ranjang, selang infus menempel di lengan kirinya, kepalanya di perban dengan perban berwarna putih, walau tertutup selimut terlihat bahwa salah satu kaki Jiyong tengah di gips karna kemungkinan besar patah tulang.

“Dara-ah… aku tidak bisa tidur”

==TBC==

Weh,,, Defta Update adalah keajaiban.

Padahal Defta lagi dirubung 40 soal KIMIA, dan kumpulan rumus FISIKA kelas X. Berharap tetep bisa update dan bisa sampai END Sebelum tanggal 18.

Ngomong-ngomong tanggal 18, Dukung Defta ya…. ketik DGI sepasi #Bukan ajang ituan Defta# OK… intinya Defta minta dukungannya #Bukan lagi pemilihan legislatif Defta# Yah intinya Defta minta semua reader untuk membantu Defta, soalnya Defta bakal ikut parade di DGI. Insyaallah tiga-tiganya.

Kalau gak bisa bantu komen, bantu doa aja gak papa.

See you…. ❤ Defta

Advertisements

24 thoughts on “Half Tone – Part012

  1. Bingung mau komen apa. Tapi kalo misalnya seungri megang rahasia antara half tone dengan dunia gelap apa salahnya? kan dia bisa jaga rahasia gitu hehehehe😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s