[CreepyPasta] Click Clack

12829016_1757262281172452_3679746050486420891_o

Author : QueenNda
Genre : Creepypasta, Horror, Urband Legend
Cast : Sandara Park, Kwon Jiyong and the other YG FAMILY

Terinspirasi dari cerita urband legend dengan judul yang sama Click Clack

QueenNda 

Ps : bukan ff murni tentang Daragon yaa, gaes.. 😀

=======ooo=======

.

.

.

Click Clack

“Kau gila!!”Aku mendesis kesal kearah Bom yang duduk disampingku, sedangkan dia hanya menatapku tidak bersalah. “Kau tahu bukan itu berbahaya!”lanjutku.

“Aiyoo, Darong..kau ingat kan kita juga pernah melakukan ini, dan tidak terjadi apa-apa bukan?”

Memang, tapi kita melakukannya saat sore hari bukan malam hari. Aku menggeleng.”Aku tidak akan ikut denganmu. Lakukan saja bersama yang lain”

“Aish, Dara..Seungri, Youngbae, Chaerin dan Seunghyun sudah setuju. Hanya kau saja yang belum mau”Bom merengek menggoyang-goyangkan lenganku. Aku tidak mempedulikannya, aku menenggak habis susu kotakku lalu berdiri.

“kau mau kemana sekarang?”

“Tentu saja ke kelas”

Aku berjalan mendahului Bom yang mengerucutkan bibirnya. Aku tahu ini memang bukan pertama kalinya tapi entah kenapa kali ini perasaanku berkata lain…Tidak, apapun yang terjadi aku tidak akan mengikuti kemauan teman-temanku, sekalipun Bom terus merengek padaku.

“Psstt,,kau tahu kalau Jiyong ternyata masih mempunyai garis keturunan cenayang”

“Yah~ dan kabarnya dia bisa berinteraksi dengan hantu”

Saat melewati lorong menuju kelas, aku mendengar beberapa gadis membicarakan Jiyong. Kwon Jiyong…Pria tampan berambut cokelat dan berwajah sangat cute.kekekekeke~~ well, mereka semua membicarakan Jiyong karena Jiyong masih keturunan seorang shaman terkenal saat dinasti Joseon dari garis keluarga ibunya, Jiyong bisa merasakan saat ada ‘orang asing’ yang tidak diundang dan bahkan Jiyong bisa berinteraksi dengan ‘mereka’..err itu sedikit membuat bulu kudukku merinding. Jangan tanya kenapa aku bisa tahu? Bukan karena gossip yang beredar tapi karena Jiyong adalah sahabat kecilku dan…cinta pertamaku.kkkkeeee~~

Bruukkk..

“Aww”Aku terjatuh dalam posisi terduduk, ish memikirkan Jiyong selalu membuatku tidak fokus.

“Aigoo, Dee!!!Maaf, aku tidak melihatmu.”

Aku menengadahkan wajahku, melihat Jiyong mengulurkan tangannya dan membantuku bangun. Sedangkan Bom melengos melewatiku begitu saja.

“Ada apa dengan Bom?”

“Mollayo, mungkin efek siklus bulanan”Aku mengangkat bahuku.”Ji, Kenapa kau berkeringat?apa kau habis berolahraga?”Aku melihat kemeja sekolahnya yang basah..

“Aniyo, tadi aku habis dari kamar mandi dan sepertinya krannya rusak”

“ah~~begitukah..Arrasoe, aku harus kembali kekelas. Anyyeong”Aku menganggukkan kepalaku begitu juga dengan Jiyong, tapi tiba-tiba Jiyong memanggilku…

“Dee..”

“Neh?”Aku berbalik menatapnya.

“Ahh tidak jadi. Sampai jumpa di gerbang”Jiyong tersenyum, aku hanya mengangguk. Tatapan Jiyong terasa aneh..seperti ada yang hendak dia katakan. Kira-kira apa?..

=======ooo=======

Sandara baru saja masuk kedalam kelasnya, ia duduk disebelah Bom yang menatapnya sendu. Sandara hanya meliriknya lalu membuka bukunya.

“Daroongg”lirih Bom.

“Hmm,,tidak aku tidak akan ikut”Sandara sudah tahu kemana arah pembicaraan Bom nantinya.

“Noona!!apa kau tidak akan ikut acara nanti malam?Noona~ kau harus ikut! Bagaimana denganku?kalau kau tidak ikut, kucing ini pasti akan menghabisiku”

Sandara hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Seungri yang berada dihadapannya memasang wajah melasnya berharap Sandara berubah pikiran.

“YA!!Dasar tikus panda!!Apa yang kau bilang pada unnie!Untuk apa aku menghabisimu?menyentuhmu saja membuat kulitku iritasi”

Seungri hanya bisa pasrah saat Chaerin –si kucing- mulai memberondongnya dengan cubitan di pipinya. Mereka selalu seperti ini, bertengkar dimanapun dan kapanpun mereka mau tanpa mempedulikan keadaan tempatnya.-.-

“Chae, hentikan..kau bisa membuat pipi Seungri menjadi melar”dan inilah yang membuat Seungri menyukai Sandara, karena Sandara selalu bisa menghentikan sikap frontal Chaerin.

“Heol,,Arrasoe..”Chaerin melepaskan cubitannya dan Seungri tertawa dengan kemenangannya.”Jadi unnie, kau tetap tidak mau ikut?ahh~ ini tidak akan seru tanpamu, unnie”

“Darongg~~hanya sekali ini saja. Lagipula ini tahun terakhir kita di sekolah bukan?”Bom mengetuk-ngetukkan jarinya.

“Aish, kalian saja..aku tidak akan ikut.”

“Apa kau takut?”Sandara menoleh kearah suara. Youngbae, pria berambut Mohawk dengan headphone besar yang menempel di telinganya mengeluarkan suara. Youngbae berbeda dengan yang lainnya, biasanya dia lebih pendiam dan kalem. Hanya headphone itu yang selalu berada didekatnya, sebenarnya dia termasuk kategori pria tampan bagi Sandara -tentunya setelah Jiyong- hanya saja sikap misteriusnya susah ditebak terlebih dengan headphone yang selalu menempel ditelinganya. Terkadang Youngbae sangat aktif tapi terkadang dia juga bisa menjadi sangat diam.

“Aku tidak takut, Bae..hanya saja,,..”

“Hanya saja kau takut”Seunghyun memotong perkataan Sandara.

“Ish, aku tidak takut!!”

“Lalu?”Chaerin bertanya memasang poker facenya.

“hanya saja,,aku sedang tidak ingin”

“Noona, ini hanya bercerita saja. Seperti biasanya..”

Sandara hanya terdiam, memang mereka hanya melakukan acara tersebut seperti biasanya. Hanya saling bercerita tanpa ada keinginan untuk membuktikan. Tapi, saat ini mereka sedang dalam waktu belajar bebas di malam hari yang artinya mereka harus tetap berada di sekolah hingga tengah malam untuk mempersiapkan ujian masuk Universitas terkemuka, dan juga karena perasaan Sandara terasa tidak enak.

“Aku tidak bisa..maaf sepertinya kali ini hanya kalian saja. Aku tidak ikut”jawab Sandara tegas dan hanya desahan kecewa yang keluar dari bibir teman-temannya.

====ooo====

“OMO!!

Sandara berteriak panik saat ia membongkar isi tasnya…

“Yah~ apa yang kau cari?”tanya Bom menghampiri Sandara.

“Aku..aku mencari surat pengajuan beasiswa. Apa kau melihatnya?”jawab Sandara tanpa mengalihkan pandangannya, ia mencari disela-sela bukunya. Tapi nihil, surat yang dia cari masih tetap tidak ditemukan.

“Molla..aku tidak tahu.”Bom mengangkat bahunya.

Sandara melirik kearah Bom, ia melipat kedua tangannya didada.

“Ini pasti ulah kalian bukan?”

Bom hanya menggeleng.”Aku benar-benar tidak tahu, Dara”

“Ayolah, ini sangat tidak lucu. Itu surat yang sangat penting.”

“Sudah kubilang aku tidak tahu, Dara!!”

Sandara mendengus kesal, ia yakin ini pasti ulah teman-temannya. Biasanya Bom yang paling sering menjahili dirinya tapi kali ini Bom memang terlihat tidak bersalah. Dengan lemas, Dara merapikan tasnya kembali dan bersiap untuk pulang, tapi tak lama…

“Hey, apa kau akan langsung pulang? jadi, kau tidak membutuhkan ini?”Seunghyun berdiri didekat pintu kelas, menyandarkan punggungnya dan tangannya menggoyangkan selembar kertas. Selembar kertas yang membuat wajah Sandara berubah menjadi lega. Surat pengajuan beasiswa yang dia cari..

“OMO!!Jadi kau yang mengambilnya?kembalikan sekarang!”Sandara memukul lengan Seunghyun pelan, dia berjingjit hendak mengambil surat yang dipegang Seunghyun tapi dengan segera Seunghyun mengopernya kepada Youngbae yang berada didekatnya.

“YAAHH~~Youngbae-yah!!”Sandara menghentakkan kakinya..

“Kau ikut, lalu aku kembalikan. Bagaimana?”tawar Youngbae. Sandara mempoutkan bibirnya, tidak..dia tidak mau ikut..tapi surat pengajuan beasiswa itu sangat penting untuk dirinya, mengingat keluarganya tidak akan mampu membiayai pendidikannya di perguruan tinggi dan surat itu satu-satunya jalan untuk Sandara tetap melanjutkan pendidikannya.

“Noona~ ikut saja, lagipula ini tidak akan lama…”rayu Seungri.

Sandara berpikir sejenak, ia melirik jam tangannya. Waktu sudah menunjukkan 23.10 KST, akan sangat rawan baginya untuk pulang sendirian tapi bukankah Jiyong bilang akan menunggunya di gerbang?dan tentang surat…mungkin dia bisa memintanya kembali kepada Profesor Oh. Tapi..itu berarti dia harus mengulang prosedur penerimaan beasiswa dari awal. Itu sangat memusingkan.

“Tapi Jiyong bilang menungguku di gerbang.”Sandara masih beralasan. Well, dia benar-benar tidak ingin bergabung dengan kegiatan gila yang direncanakan teman-temannya. Perasaannya benar-benar tidak enak..

“Aigoo, kau lebih mementingkan si kurus itu daripada kami?”Tanya Bom sinis, Bom dan Jiyong benar-benar perpaduan yang sangat buruk. Mereka sudah memulai genderang perang sejak tahun lalu setelah Jiyong melaporkan Bom yang membolos ke Kepala Sekolah dan Bom mendapatkan detensi.

“Unnie, ayolah hanya kali ini saja..”ucap Chaerin sembari mengunyah permen karetnya.

“Lagipula ini sudah hampir tengah malam.”sahut Seunghyun.

Sandara hanya menghela nafasnya berat. Dia benar-benar tidak bisa menolak teman-temannya.

“Baiklah, tapi hanya bercerita dan tidak lebih dari 30 menit.”

“Yep!!Kyahh, kau memang park sister”Bom menepuk tangannya gembira, sedangkan Sandara hanya memanyunkan bibirnya saat Youngbae mengembalikan surat berharganya.

“oke, karena personil kita sudah lengkap. Jadi sebaiknya kita langsung menuju atap saja. Lets go.

Mereka ber-enam mulai berjalan menyusuri lorong kelas yang mulai gelap dan sepi hanya langkah kaki mereka saja yang terdengar. Seunghyun yang memimpin berjalan didepan, dibelakangnya ada Chaerin, Bom, Seungri, Sandara dan Youngbae.

~Wuusshhhh~

Tubuh Sandara menegang, ia memegang tengkuknya.

“Hey, kenapa kau tiba-tiba berhenti?”tanya Youngbae yang juga ikut berhenti jarena menabrak Sandara yang tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mereka hendak menaiki tangga menuju atap sekolah.

“A-anio..aku hanya merasa tadi ada yang meniupkan sesuatu kepadaku.”

“Aish, jangan bercanda. Aku tidak melakukan apapun padamu.”

“Aku serius, Youngbae.”

“Hey, aku juga serius. Ayo cepat jalan lagi.”Youngbae menarik bahu Sandara yang masih terlihat bingung. Ia benar-benar merasa ada yang aneh, merasa ada yang sedang memperhatikan mereka dari kegelapan. Apa cerita urban legend yang beredar tentang sekolahnya memang benar? Sandara menggelengkan kepalanya, tidak..dia harus tetap berpikir positive mungkin saja tadi hanya angin.

Yah..hanya angin..

=====oo=====

Kami duduk membentuk lingkaran, Bom mulai mengeluarkan lilin berwarna merah. Menurutnya lilin berwarna merah sanggup mengusir roh jahat yang akan menganggu. Tangan kami saling menggenggam, aku menutup mataku. Berdoa dalam hati, semoga tidak terjadi hal buruk pada kami malam ini.

Aku mulai membuka mataku perlahan, menatap wajah temanku satu persatu. Chaerin yang berada disebelah Seungri tidak berisik seperti biasanya mereka berdua bahkan tidak bertengkar, Seunghyun hanya memasang wajah datarnya seperti biasa, sedangkan Bom- entah apa yang sedang dipikirkannya, cerita urban apalagi yang akan diangkatnya kali ini, dan Youngbae –dia berada disampingku- melirikku lalu tersenyum kearahku. Dia –Youngbae- juga sangat aneh sekarang..biasanya dia yang paling anti tapi sekarang dia yang memaksaku untuk ikut juga.

“Baiklah kita mulai sekarang.”Bom memecah keheningan, aku dan yang lain hanya mengangguk.

“Sebenarnya cerita ini berasal dari Eropa…”Bom mulai bercerita. “Sebuah kisah urband legend terror Click Clack…”

Aku mengeratkan genggamanku ke Youngbae, entah kenapa tiba-tiba aku merasakan udara dingin yang melingkupi tubuhku. Memang ini di atap, tapi harusnya udara tetap panas karena sekarang sedang memasuki musim panas. Aku merasa Youngbae mencondongkan tubuhnya kearahku.

“Sshh, tenanglah. Apa kau mulai takut?”

Aku melirik Youngbae yang mengejekku dengan tatapannya.

“Aku tidak merasa takut!”Aku hanya mendesis kesal, lalu fokus dengan cerita Bom lagi.

“Ada seorang pensiunan tentara yang kehilangan satu kakinya. Karena menggunakan kaki palsu dari besi…ketika berjalan ia menimbulkan suara click clack yang sangat keras….”

“Click clack click clack…”Youngbae menirukan suara Bom dengan sangat pelan dan terkesan horror, Ughh..harusnya si bodoh ini tidak berada disampingku..

“Dan apa kalian tahu..kalau ternyata dia adalah seorang psikopat!!”Bom tiba-tiba meninggikan suaranya. Membuat Chaerin berteriak takut, ia memeluk lengan Seungri erat. Tanpa mempedulikan Chaerin yang mulai takut, Bom tetap melanjutkan ceritanya. “dia suka mengorek tubuh orang dengan kukunya yang panjang!!”

Bom memainkan kukunya seolah-olah dia adalah si click clack..aku menelan ludah, keringat dingin mulai bercucuran dari dahiku, kulihat Chaerin semakin menenggelamkan wajahnya di lengan Seungri. Mereka tidak bertengkar seperti biasanya, tidak kali ini.

“Sepertinya ceritanya hampir mirip dengan cerita sekolah kita..”Seunghyun yang daritadi hanya diam saja mulai bersuara.

“M-maksudmu?”aku bertanya sembari menghapus keringatku.

“Yeah..cerita click clack versi sekolah kita lebih seram..”

“Oh!!”Aku melirik Youngbae yang tiba-tiba mengagetkanku dengan Oh-nya. Dia hanya nyengir menatapku lalu kembali beralih kearah Seunghyun.”Aku juga pernah mendengar cerita itu, konon katanya si click clack itu adalah seorang tentara Korea Utara yang sangat kejam, suatu hari di malam bulan purnama dia ditemukan mati mengenaskan dan setelah itu dia seperti bangkit dari kematian-nya untuk mencari siapa yang sudah membunuhnya. Semacam balas dendam.”

“B-benarkah i-itu?”Seungri bertanya dengan tergagap, wajahnya terlihat pucat.

“Yeah, itu benar. Kalian tahu bukan kalau dulunya sekolah kita adalah markas yang digunakan tentara kita untuk menahan serangan tentara Korea Utara.”jawab Seunghyun.

“Lalu apa hubungannya dengan click clack yang diceritakan Bom unnie?”Chaerin bertanya dengan wajah serius.

“hmm, katanya si tentara itu ditemukan mati dengan tidak utuh…”

“….”Aku menatap Youngbae bingung..tidak utuh?

“Iya, kakinya. Salah satu kakinya buntung, dan menurut cerita yang beredar dari warga sekitar dia akan keluar setiap tengah malam pada saat malam bulan purnama dan mengitari gedung sekolah, mungkin dia mencari potongan kakinya yang hilang.”

“Oh, atau mungkin dia mencari ‘teman’ untuk diajak minum-minum.”Seunghyun menimpali. Lelucon bodoh yang tidak tepat waktu!

Jantungku berdebar kencang tidak karuan, aku menggigit bibir bawahku meredam rasa takut yang perlahan mulai merasuki tubuhku. Tunggu..Youngbae bilang malam bulan purnama? Dengan sedikit takut aku menengadahkan kepalaku menatap langit, mencari bulan malam ini dan…

Aku meneguk ludahku…tidak mungkin malam ini…

G-guys, sepertinya sudah 30 menit! Jadi aku harus pulang.”Aku melepaskan genggamanku pada Youngbae dan berdiri menepuk rok sekolahku. Mereka terlihat bingung tapi juga ikut berdiri.

“Aisht, Dara apa ceritanya benar-benar membuatmu takut? Ini bukan kau yang biasanya dan bahkan belum sampai satu jam!”Seru Bommie melipat kedua tangannya.

“B-bukan begitu Bommie, ayolah kita sudah kelas 3 dan besok ada ujian bukan? Jadi kurasa lebih baik kita pulang sekarang.”Aku beralasan tapi tentang ujian memang benar.

Mereka semua menggerutu tapi pada akhirnya aku berhasil membujuk mereka untuk pulang sekarang. Aku melirik jam tanganku sedikit was-was, 23.40. masih ada waktu 20 menit lagi untuk kami keluar dari gedung sekolah.

Lorong sekolah sudah sangat gelap, penjaga sekolah mematikan listriknya. Heol…padahal kami masih disini! Jantungku terus berdebar kencang, aku menatap teman-temanku mereka semua berjalan dengan santainya. Apa hanya aku yang memikirkan malam ini?

“OMO!!”Bom menghentikan langkahnya tiba-tiba, dia seperti melupakan sesuatu.

“Yah, kenapa kau mengagetkanku?!”Seru Seungri sembari memegang dadanya.

“Miane. Tapi sepertinya aku melupakan ponselku.. sepertinya terjatuh di atap tadi. Heol.”

“Kau bisa mengambilnya besok kan Bom?”Aku melirik jam tanganku. 23.45. jantungku semakin berdebar.

“Tapi itu ponsel kakakku, dia bisa membunuhku kalau sampai aku menghilangkannya.”

“Bom,tapi kau…”

“Aku akan mengantarkannya keatas.”Seunghyun memotong perkataanku, tidak ini tidak bisa! Tidak boleh!

“Seunghyun tapi…”

“Sudahlah Dara, bilang saja mereka memang mau bermesraan tanpa kita.”ledek Youngbae. Oh demi Tuhan ini bukan waktu yang tepat!! Mereka hanya tertawa dan tak lama Seunghyun dan Bom kembali menuju atap. Ya Tuhan semoga mereka baik-baik saja.

“Kajja kita turun, tinggal 1 lantai lagi.”

Aku tersenyum lemas kearah Youngbae, sekarang hanya tinggal aku, Youngbae, Chaerin dan Seungri. Hanya mereka berdua yang terdiam seolah bibir mereka terkunci rapat-rapat. Kami mulai menuruni tangga ke lantai satu.

Wuussshhhh~~~

Aku kembali bergidik saat merasakan hawa dingin kembali menyentuh kulitku, aku merasakan seseorang memegang lenganku erat. Aku menengok dan melihat Chaerin disampingku, dia memegangiku erat. Ada apa dengan dia?

“Unnie, tiba-tiba saja aku merasa dingin.”

Wajahnya memang terlihat lebih pucat, aku hanya mengelus tangannya. Mencoba menenangkannya walaupun perasaanku sendiri tidak karuan. Seungri berada dibelakang kami dan Youngbae berada didepan. Kami terus berjalan dalam diam, tidak ada yang berani bersuara. Pintu keluar tinggal selangkah lagi, Youngbae membuka pintu tapi tiba-tiba…

“Gyaaaahhhhhhhh!!!!!!!!”

Brruugghhhhh…

Terdengar benturan keras dengan tiba-tiba.

Seseorang terjatuh dari atap!!

Kami berempat berlari menghampiri dan ternyata itu Bom!! Chaerin berteriak lalu menangis, aku langsung memeluknya, Seungri dan Youngbae terpaku. Tubuh Bom kaku dihadapan kami, darah segar menggenangi tubuhnya. Matanya melotot seperti melihat sesuatu yang sangat menyeramkan, malam ini bulan dengan terang bersinar sehingga terlihat jelas batok kepala Bom sedikit retak dan mengeluarkan banyak darah. Perlahan aku beranikan diriku menatap ke atas gedung.

Terlihat siluet seseorang yang menatap kebawah, tepat menatapku lalu menghilang.

“Di-dimana Seunghyun?!!”Youngbae terlihat pucat. Kami tidak menjawab.

S-seunghyun, apa dia masih hidup?

“Un-nie..”

“K-kita harus segera pergi dari sini!”Kataku menyadarkan kebekuan Youngbae, Seungri dan Chaerin. Chaerin menggenggam tanganku erat. Mereka mengangguk. Tapi…

Click clack click clack…

Suara itu?

Aku menahan nafasku… tidak, tidak mungkin.

“Bae, Ri..kita harus segera berlari. Cepatlah, sebelum dia mendekat!”

“N-neh noona.”Seungri mengangguk begitupun Youngbae, Chaerin hanya mengikutiku. Tubuhnya bergetar hebat ketakutan.

Kami berempat berlari menuju gerbang yang berada kurang lebih 500m dari tempat kami berdiri. Kami terus berlari tanpa menengok ke belakang, meninggalkan Bommie begitu saja. Airmataku mulai meresap. Tidak, aku tidak boleh menangis sekarang. Hanya pikirkan cara melarikan diri dari sekolah dulu.

Hosh Hosh..

Oh sial! Kenapa sih terasa sangat jauh padahal hanya 500 meter!

“Unnie,,aku lelah.”Chaerin berhenti membungkukkan tubuhnya.

Click clack…

Aku bisa mendengar langkahnya semakin mendekat. Aku melihat kedepan, Seungri dan Youngbae sudah tidak terlihat tertutup kegelapan dan kabut yang mulai turun. Ini aneh!!

“Chae, sedikit lagi. Kumohon.”

Aku terpaksa menarik Chaerin, tapi…

“Unnieeeeeeeeeeee,, andweyooo unniieeeee”

Tidak..Chaerin!!! pegangan Chaerin terasa semakin longgar, aku hanya menahan tangisku sembari menarik Chaerin. Sesuatu yang sangat kuat terasa menarik Chaerin dari lain arah. Aku tidak bisa melihat siapa, karena kabut sialan ini menghalangi pemandanganku! Tidak, aku tidak boleh kehilangan Chaerin!!!

“Tidak,,tidak kumohon.”aku terus menarik Chaerin. Airmata mulai kembali turun, aku mulai terisak sembari menarik Chaerin. Ya Tuhan, kumohon.

“Gyaahhh..”Aku terpental kebelakang bersamaan dengan tangan Chaerin yang terus kugenggam. Aku merasakan sedikit sakit pada punggungku. Kabut perlahan mulai menghilang, pandanganku mulai jelas. Aku menengok ke sebelahku, berharap menemukan Chaerin. Tapi..

“Kyaaaaaaahhhh!!!”ternyata yang daritadi kupegang hanyalah potongan tangan Chaerin. Aku langsung melemparnya jauh dari hadapanku. Aku mulai terisak. Ya Tuhan, bagaimana ini! Apa yang harus kulakukan.

Aku terus terisak, lututku terasa lemas untuk digerakkan…

Click clack…

Y-ya Tuhan!!!Oh kumohon bantu aku bergerak!!Y-youngbae!S-seungri!!Aku ingin berteriak tapi sesuatu sepertinya menghambat pita suaraku. Aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya. B-bagaimana ini!!

“DARAAA!!!!”

Tiba-tiba aku merasa seseorang menarikku paksa..memaksaku untuk berlari, tapi kenapa kakiku sulit untuk bergerak.

“Dee, kumohon tetap berlari!”

Suara itu, aku menghapus airmataku kasar lalu aku melihat Jiyong menarikku untuk tetap berlari bersamanya.

====OO====

Tubuhku bergetar karena semua yang kualami malam ini, Jiyong bersamaku menenangkanku. Saat ini kami bersembunyi di kantor penjagaan gerbang sekolah kami. Dia masih mengejar kami. Seunghyun, Youngbae dan Seungri…aku sama sekali tidak mengetahui dimana keberadaan mereka, tapi aku berharap mereka bisa selamat. Bom…Chaerin…ini semua mustahil bukan. Aku kembali terisak mengingat mereka..

“Ssshh, tenanglah Dee. Kumohon tenanglah.”Jiyong memelukku lalu membelai rambutku.

“J-ji, a-aku takut..”

“Tenanglah, disini ada aku..”

Aku masih terisak sampai kudengar seseorang seperti menggoyangkan gerbang. Kami berdua mengintip secara berhati-hati. Mataku membulat saat melihat Seunghyun! Ya! Itu Seunghyun!

“Tolong kami!!!!!Siapapun diluar sana tolong bukakan pintu ini untuk kami!!”

T-tidak!Seunghyun cepat pergi dari tempat itu kumohon!!!Aku melihat dengan jelas saat dia mulai menghampiri Seunghyun. Jiyong menutup mulutku, memberitahukan padaku lewat matanya untuk tidak berteriak atau bergerak.

Seunghyun kumohon pergi! Jangan berteriak seperti orang bodoh!!larilah!! Aku kembali menangis, kumohon Seunghyun cepat berlari!!

“AAarrrggghhhhhh”

Teriakan Seunghyun kembali menghiasi malam terburukku. Aku menahan nafasku saat melihat dia menusuk Seunghyun dari belakang. Seketika, Seunghyun langsung ambruk tapi dia seperti tidak puas. Dia menguliti Seunghyun, merobek tubuhnya lalu mencongkel organ tubuhnya.

“J-ji..”Aku mendesis tidak percaya dengan apa yang kulihat saat ini. Aku melirik kearah Jiyong, ekspresinya juga tidak kalah kagetnya sepertiku.

“Sshh, Dee..sebentar lagi kita akan selamat. Hanya tunggu sebentar saja..”

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, seluruh tubuhku seperti mati. Mataku terasa berat untuk terus terjaga, aku tidak tahu apalagi yang terjadi selanjutnya karena yang kurasakan hanya gelap.

Breaking news, motif pembunuhan yang terjadi seminggu yang lalu di SMA XX belum terungkap, polisi masih kesulitan mencari bukti yang kuat. Seorang saksi yang namanya tidak mau disebutkan mendengar teriakan minta tolong dari salah seorang siswa yang menjadi korban hanya saja sesaat setelah itu dia tidak mendengar apapun teriakan. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, 3 siswa kelas XII SMA XX yaitu Park Bom, Lee Chaerin dan Choi Seunghyun ditemukan meninggal dengan tragis di tempat berbeda di SMA XX, Lee Seungri dan Dong Youngbae pun dinyatakan hilang tanpa jejak…

Dara..gadis itu hanya menatap datar kearah televisinya yang menayangkan foto-foto sahabatnya, namanya tidak tercantum di list dan itu berkat Jiyong. Entah bagaimana caranya Jiyong melakukan itu semua.

Bibirnya menarik satu garis, wajah pucatnya terlihat sendu saat menatap foto dirinya bersama kelima sahabatnya serta Jiyong di tahun pertama mereka sekolah. Dia memaksakan dirinya untuk berjalan kearah jendela lalu membuka jendelanya lebar-lebar.

Dia mulai naik kepinggir jendela dan merentangkan tangannya, memejamkan matanya erat.

Noona, lihatlah kucing ini mulai mengangguku!”

“Unnie!!Berhentilah membela si tikus sialan itu!”

“Darong-yah!kau harus makan banyak!”

“Dara, kau tahu suatu saat aku akan mengalahkan usher…”

“Jangan panggil aku TOP kalau aku hanya berada di peringkat bawah.”

Bayangan sahabatnya mengisi pikiran Dara, gelak tawa mereka, kebodohan mereka..Dara merasa saat mereka tiada maka kehidupannya juga mati perlahan. Selama seminggu ini yang dia lakukan hanya diam.

Depressi berat..hanya itu yang dia dengar saat orangtuanya memeriksakan dia ke dokter. Gadis itu tersenyum saat mendengar bibi Lee yang tinggal disebelah rumahnya memanggil-manggil namanya. Wajah bibi Lee panik tapi Dara –sekali lagi- hanya tersenyum lirih.

“Tunggu aku, aku datang..”

===oo===

Jiyong berjalan dengan cepat menuju rumah Dara, tadi di sekolah baru saja diadakan upacara penghormatan bagi Bom, Chaerin, dan Seunghyun serta mendoakan agar Seungri dan Youngbae cepat ditemukan.

Jiyong kembali mencium wangi bunga yang dibawanya, mawar merah..Dara sangat menyukai bunga ini.

~~~~Whussshhh~~~~

Jiyong menghentikan langkahnya, ‘seseorang’ baru saja melewatinya. Dia membalikkan badannya dan melihat sosok seorang gadis dengan rambut coklat panjang yang dikuncir kuda tapi dia tidak mengetahui siapa karena melihatnya dari belakang. Jiyong kembali berjalan mengacuhkannya..

Sosok itu menghentikan langkahnya, dia berbalik dan menatap nanar seorang pria yang sedang berjalan memunggunginya..

“Jiyongie,,selamat tinggal.”

.

.

.

.

.

.

12802729_1757262967839050_7389983930493246515_n

===end===


Ga serem? Kurang serem? Garing? Wkwkwkwk…
Hellooo,,QueenNda is back.. XD setelah nikah + jadi Mahmud mungkin ini ff yang pertama kali q post..well, ini ff urban legend pertamaku yang akhirnya kelar setelah mandek beberapa bulan di tahun 2014-2015..hampir 2 tahun mandek+lumutan di draft dan baru di post di 2016..kkkee~~ jadii harap maklum yaa kalo ada yang kurang nyambung.. XDD Ramein kolom koment nya yook.. ^^
BTw,thx a lot yaaa Panda .. :*
-QueenNda-

12790944_1757262711172409_3066824559376460644_n

Advertisements

26 thoughts on “[CreepyPasta] Click Clack

  1. Sebenernya ga suka sama cerita serem.
    Tapi cerita ini oke banget deh….yg bikin ga oke cm gambarnya doang serem abis….
    Dara akhirnya bunuh diri?
    Terus nasib YB sama VI gmn?

  2. isht nda..sereem ih..takut aq apalagi liat gambarnya..untung bacanya ga pas malem2..
    yaah koq dara dibikin ga ada sich nda..huhu..
    keren nda..seremnya dapet..
    udah sekarang mainan dulu sana sama lavanya..mumpung blm masuk..hehe..

  3. Aku suka cerita horor,
    Walaupun sebenarnya aku penakut
    Hahaha
    Kenapa mereka harus meninggal secara tragis ???
    Sosok yang dilihat jiyong itu dara bukan???
    Dara bunuh diri ???
    Bacanya udah kaya mau copot nih jantung,
    Tapi pas liat fotonya jantung udh kaya copot benran
    Ditunggu ff horor selanjutnya
    Hahaha

  4. Wuhuuu…. horor…i like it.
    Serruuuu bgt thor, harusnya aku bacanya pas jam 12 malem, supaya lebih wow gtu….hehehe
    Itu dara bunuh diri kah?
    Ditunggu ff yg lainnya thor…semangaaattt

  5. Wait…..endingnya kampret momen, bener gak sih unn? Itu Dara kan yang titiba ngucapin selamat tinggal ke Jiyong.

    Ghaaaaad… manteup atuhlah ini ff walay ngerjainnya setengah-setengah tapi sinkron kok tapi aku masih nemuin keindahan typo, not bad kan typo itu indah kkkk~

    Yagilee… diawal ada lucunya dan ngegemesinnya kan gara2 ngajakin Dara eh tapi pembantaiannya itu leh uga loh unn.. terbaik deh pokoknya!

    Well, aku membawa kesedihan Jiyong yang tersirat yaaak. Asa gak ngefek tea yah nyelametin Dara huhuhu tapi gak apa deh, karena itu Jiyong dipelukanku, eh.

    • well..emang kampretos moment sih.. XD
      iyaa ini sempet tertunda Va..syukurlah yaa masih sinkron..xixixi..
      nah..yg terakhir q sempet bingung kudu dibuat gimana jd biar sadis yaaa Dara dibuat mati juga.. #maapkeunsayah
      pas nulis pembantaiannya itu rada gemana gtu..biasa nulis yg manis2 soalnya… :v
      typo itu seni yg tertunda..LoL
      ehh..nti kapan2 kirim lagi yaa lwt dirimu..hehehe

    • hahahaha..iya Va,,sengaja dibuat kamvretos memang.. XD iyaaa itu Dara..well,,dia bunuh diri gtu akhirannya lah..
      typo itu indahhh tanpa typo bagai naskah tanpa huruf..LOL #abaikan
      huhuhu,,makanya sebelum cerita ditulis bukan cerita daragon moment..XD..entahlah lagi suka dengan yg tragis gtu..kkkkkk~~~
      Ohh,,Va..aku lupa password email..nti cover km aku masukin blog wp aku aja ya.. 😀
      Hatur nuhun yaa Va sebelumnyaaa.. 🙂 😀

  6. Wowww kereen aku suka horor. Tpi sadiss bgt dahh . Cba aja dara ngasih tau kalo firasatny gak enak. Mbgkin yg lain bsa mkir dua kali buat ngelakuin permainan itu. Kerenn sumvahh syukaakk

  7. Sumpah nih ff bikin aku benar2 takut, aku itu orang yang penakut sebenarnya tapi suka sama horor, haha aneh, yang anehnya lagi, aku rada enggak mau nonton jika horornya kayak gini bantai2 enggak jelas haha bilang aja takut, yah memang takut jika horornya kayak gini aku milih enggak nonton deh…tapi aku suka sama ceritanya, yang bikin aku enggak suka pas liat potho nya ohh ya ampun seremm

  8. Ini apaan? Jantung dede mau putus gegara liat foto si om lagi senyum. Senyumnya itu loh mengalihkan duniaku. Oh god, aku nangis pas baca dara kangen sama temen temennya. Itu dara kenapa bunuh diri? Sia sia dong jiyong nyelamatin dara? Kenapa ngga di happy endingin aja dengan dara yang nikah sama jiyong. Duhh ini usulan ngawur binggow. Udah ah mau searching lagi hehe keep writting eonnii ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s