IF YOU [Chap. 4]

if-you-pic

Author :: Hanny G^dragon (twitter : @Hannytaukand)

Cast     :: Sandara Park (dara), Kwon Jiyong (Gdragon)

            Yeorobuen~author hany is back. Makin bencikah kalian dengan sosok Jiyong setelah membaca ini?selamat menyesak. *ketawajahat. (*o*)//

Jimin Pov

            Aku duduk di taman rumah sakit. Hari ini Dara nuna tidak menggunjungiku, aku tidak akan membohonginya lagi agar menjengukku. Aku sudah tahu semua, dan sekarang aku sangat-sangat bertekad untuk menjagamu nuna. Aku tidak akan meninggalkanmu, sebelum nuna yang menyuruhku pergi.

Flashback

Chim, Gummy nuna memanggilmu dia ingin bicara denganmu. Aku tinggal keluar dulu ne” ucap Chanyeo hyung dan aku merespon dengan anggukan kecil kemudian Gummy nuna masuk keruangan inap ku.

“Chiminee bagaimana perasaanmu hari ini akan dioperasi, hemm?” tanya Gummy nuna dengan wajah lembutnya.

“Sedikit nervous nuna kekeke. Tapi aku pertaruhkan nyawaku di tanganmu nuna, jadi jangan buat aku mati dulu ne. Aku ingin menjaga 2 orang yang aku sayangi di dunia ini. Hyungku dan seseorang” ucapku sambil memandang jauh ke arah jendela kamar, melihat langit yang cerah.

“Seseorang itu, emm Dara?” tebak Gummy nuna membuatku tersenyum hanya mendengar namanya saja.

“Sepertinya ada yang jatuh cinta dengan sepupuku itu. Kau ini masih bocah, dia lebih tua darimu Jiminie” ucap dokter cantik itu, mendengarnya membuatku mengerucutkan bibir tebalku secara spontan.

“Aku tidak bocah nuna. Umur bisa saja aku lebih muda tapi bukankah dalam mencintai tidak ada batasan umur?benarkan?” ucapku membuat Gummy nuna menghentikan tawanya karena meledekku bocah.

“Aah, jadi Dara disukai oleh seorang namja beranjak dewasa. Jika seperti itu bisakah kau berjanji padaku?” tanya Gummy nuna menatap wajahku.

“Ne nuna, aku harus berjanji apa?” tanyaku memastikan.

“Dara seorang yang sangat kuat, namun didalam dirinya dia sangat rapuh, dia tidak mengijinkan orang lain merasakan kesakitannya, dia tidak ingin orang lain terbebani olehnya, dia tak ingin orang tersakiti karenanya bahkan dia bisa berkorban bagi orang lain dengan senyum manisnya. Dia malaikat kecilku, aku sangat menyayanginya. Begitu pun keluarganya, dan aku ingin berjanji kau akan selalu berada di sisinya, walaupun dia tidak memintamu, kau selalu menjaganya walau dia dengan tersenyum mengatakan dia tidak apa-apa, berjanjilah kau akan menjadi namja dewasa baginya Jimin” ucap Gummy nuna dan ku lihat buliran air mata jatuh di pipinya menandakan kekhawatiran yang tinggi.

“Aku berjanji nuna. Aku kan selalu berada di sisinya, menjaganya, dan menjadi namja dewasa yang layak untuk dia cintai nuna. Jangan khawatir emm uljimayo~” ucapku sambil mengusap air matanya. Dia seperti nuna kandung bagiku.

“Gumawo jiminie~ aku sedikit lega mendengarnya”ucap lawan bicaraku.

“Nuna, bolehkah aku bertanya 1 hal?” tanya ku dengan canggung.

“Boleh, apa?”

“Apakah Dara nuna sudah mempunyai tunangan, aku melihat dijarinya tersemat cincin putih seperti sebuah cincin ikatan tertentu” ucapku pelan, aku takut pertanyaan ku melewati batas.

“Emm kau benar, dia sudah mempunyai tunangan. Wae? Kau menyerah?” tanyanya dengan smirk yang meremehkan ku.

“ANIIYOOO~”ucapku cepat.

“Baguslah jika kau tidak menyerah, dan satu hal yang perlu kau tahu. Jika tunangannya tidak memperlakukan Dara dengan baik, kami tahu tapi Dara selalu menutupi rasa sakitnya dengan tersenyum dan kami keluarganya hanya bisa pura-pura tidak mengetahuinya di hadapannya” ucapnya dengan raut wajah yang sulit di artikan.

Flashback end

“Nuna, aku akan operasi hari ini. aku tak memberi tahumu karena aku tahu kau ingin mempunyai waktu untuk sendiri. setelah aku membaik, namja yang kau tangisi saat ini tidak akan ku biarkan dia membuatmu menangis lagi. Nuna bogoshipo, Saranghae” ucapku sambil berdiri dari kursi taman dan menghampiri Chanyeol hyung yang melambai padaku mengisaratkan aku segera masuk. Dan sebelum aku memasuki lobby, ku lempar majalah yang covernya terpampang jelas namja yang sedang menjadi bahan perbincangan dan itu namja yang sama yang menyakiti Dara nunaku.

Jiyong Pov

“Sajjangnim, sebenarnya ada apa ini? aku tidak mengerti” tanyaku menatap wajah Ceo Yang.

“Ji, aku tahu kau sudah bekerja dengan keras. Hanya saja di dunia yang kau pijak itu tak bisa hanya mengandalkan kerja keras. Skandal ini sengaja dibuat agar debutmu menjadi sorotan publik Ji. dan kau akan berterima kasih padaku. Dan tenang saja model jepang itu hanya Nana Komatsu yang secara kebetulan dia mengaku fansmu. Lihat pesonamu yang belum debut sudah melebihi aktor dan idol papan atas Ji. kau jangan menyianyaiakan ini” ucap ahjussi di hadapanku dengan berbinar. Namun aku tidak sependapat dengannya. Aku ingin publik mengetahui kerja kerasku bukan skandal yang aku buat.

“Ne sajjangnim, kamsahamida. Aku kembali ke studio” pamitku lalu melangkah keluar ruangannya.

“Hyung, benar kau pacaran dengan model jepang itu? Kau tidak bagi-bagi hyung punya yang begitu” ucap Seungri tidak tahu kondisiku yang sedang bad mood.

“Rat, bisakah kau diam. Tak bisa membaca situasi sekali” kini Top yang mewakiliku. Aku hanya memberikan tumb up pada Top hyung atas perkataannya mewakiliku.

“Ji, gwencana?” ini Taeyang, dia sahabatku yang mengerti aku sekali. Aku hanya tersenyum kecil menjawab pertanyaanya.

“Sebaiknya kau istirahat hyung, biar kami yang mengurus yang lainnya” ucap Daesung yang mulai membenahi barang-barangku. Aku hanya mengagguk setuju, aku terlalu lelah berdebat.

Drrrttttt, Drrttttt

            Ku lirik layar handphoneku yang bergetar, Appa. Sekarang apa lagi, sial.

“Yeobose-“

“Yak!!! Apa-apaan kau ini, anak yang tak bisa di andalkan eoh? Kau kira kakek Dara di Amerika tidak akan tahu tentang gosip ini? kau bodoh Ji. sekarang kau harus menjelaskan alasan pada Dara. kau menyakitinya, dan itu akan mengancam perusahaan appa. Jemput dia sekarang. Dia sedang berkunjung di panti asuhan” ucap Appa dengan lagi-lagi ia memutuskan sambungan sepihak.

“Aku pergi dulu. Taeyang, karena kau yang sedikit waras di sini tolong urus sisanya, okay. Aku akan segera kembali. Dan aku harap saat aku kembali studio tidak terbakar” candaku pada yang lain karena mereka terlihat tegang karena skandal ini.

“Istirahat yang cukup hyung, aku tak akan nakal. Saranghae Jiyong hyung” teriak suara Seungri namun masih ku dengar walau sudah memunggungi mereka dan melangkah menuju parkiran.

~Panti ~

“Maaf tuan siapa? Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang ahjumma saat aku memasuki perkarangan panti yang sering dikunjungi keluarga Park.

“Ah, aku Jiyong. Aku ingin menjeput Dara” jawabku.

“Aaahh, aku mengerti. Silahkan disebelah sini. Dia sedang bermain piano dengan anak-anak. Kau pasti beruntung sekali nak Jiyong memiliki malaikat sepertinya. Aku tahu kau tunangannya bukan?” ucap ahjumma itu sambil menatap anak-anak yang bergerumul melingkari seseorang yang sedang bermain piano.

            Dia, sosok yeoja yang selama ini ku benci keberadaannya. Melihatnya tersenyum lembut, dan nampak bercahaya sedang memainkan pianonya. Ia menikmatinya terlihat dari wajahnya yang selalu tersenyum tidakkah dia tahu skandal tentangku?hingga dia masih bisa tersenyum seperti itu?.

“Dia selalu rajin mengunjungi kami disini. Hingga anak-anak sedih jika Dara tidak berkunjung. Bahkan anak itu, dia adalah anak paling hyper aktif dan susah sekali untuk diberi tahu. Tapi jika ia berada di dekat Dara anak itu menjadi sosok yang sangat hangat. Dan sekarang ia sudah berubah menjadi anak yang baik. Dan itu berkat malaikat kami, nona Dara” ucap ahjumma itu lagi membuyarkan lamunanku.

“Nuna~mainkan lagi. Bernyanyi lagi ayooo kami rindu suara mu nuna” ucap seorang anak laki-laki yang tadi di tunjuk oleh ahjumma. Si anak hyper aktif.

“Neeee ~~~~lagi” ucap serempak anak-anak yang lain.

“Heiii anak-anak, putri Dara sudah di jemput pangerannya. Jadi besok-besok lagi oke” ucap ahjuma tadi entah kapan sudah melangkah mendekati mereka. dan saat itu pula Dara menoleh ke arahku, pandangannya terkunci kami saling menyelami osidian kami. Aku melihat mata itu menyiratkan kepedihan namun kini tertutup menjadi eyesmile indah karena bibirnya menampilkan senyum tulusnya.

“Kau datang?” tanyanya ramah.

“Emm” ucapku singkat.

“Nuna, benarkah dia pangeranmu? Kenapa jelek sekali?” ucap bocah kecil si hyper aktif.

“Tae-tae tidak boleh begitu. Jangan berkata seperti itu pada Jiyong hyung. Ayo minta maaf” ucap Dara sambil mengelus lembut rambut coklat anak laknat yang berkata aku jelek, hell matanya buta mungkin.

“Woi ahjussi, Mian” ucap Tae-tae.

“Yak!!!! Jangan panggil aku ahjussi. Aku tidak setua itu bocah” ucapku tak terima, namun sayup-sayup aku mendengar suara halus tertawa dan saat ku lihat sumbernya dari Dara. aku baru melihat tawanya yang manis itu. Eeemmmm,,hentikan Kwon!!!

“Taehyungie jangan begitu. Sudahlah waktunya makan. Nak Jiyong dan Dara makan bersama ne~sudah disiapkan mari” ucap ahjuma lalu menggiring anak-anak yang banyak itu ke ruang makan. Aku ingin menolak namun sebuah tarikan ujung jacket bawahku menyita perhatianku.

“Ahjucci, makan belcama Kookie ne~” ucap seorang bocah namja lucu berpipi bulat dan lihat itu gigi kelincinya yang menggemaskan. Oh ayolah, sejak kapan aku jadi suka anak kecil. Akupun mengedarkan pandanganku dan gotcha Dara menyaksikan interaksi kami, aku bingung harus berbuat apa. namun sebuah anggukan kecil Dara membuatku memendam amarah karena hell aku lelah dan sekarang harus mengurusi bocah-kurang-kasih-sayang ini begitu?. Welcome to the hell Ji.

“Ayooo ahjucci, kookie sudah lapal nanti makanannya dimakan cemua sama tae-tae hyung” ucap bocah yang menyebut dirinya sendiri Kookie.

“Tck, ayo-ayo. Manja sekali” ucapku terpaksa namun saat aku melangkah jemariku di genggam erat oleh bocah itu. Ya tingginya hanya sebatas dengkulku. Dan saat itu pula aku melihat kambali Dara yang tersenyum cantik. Oh god, aku mulai gila sepertinya.

            Kini aku dan Dara berada di balkon panti sambil meminum teh buatan ahjumma. Sesekali Dara memanggil nama anak-anak yang sedang bermain di halaman tepat di bawah balkon yang kami tempati.

“Mian karena membuatmu lelah Ji. sepertinya mereka menyukaimu” ucap Dara kini dia sedang melambaikan tangannya pada si bocah kelinci yang dipanggil Kookie itu.

“Dara, soal skandal itu..” ucap ku menggantung membuat Dara memusatkan perhatiannya padaku.

“Gwencana, aku tahu itu salah satu menuju impianmu Ji. dan aku tidak apa-apa dengan itu. Aku percaya padamu Ji” ucapnya tersenyum membuatku seketika seperti membatu, namun senyumnya tiba-tiba memudar dan bergegas lari dariku. Dia kenapa?

Author Pov

            Dara berlari secepat mungkin menuju toilet, ia tidak tahan lagi ingin memuntahkan makan yang ia makan tadi.

“Hoeeeek, hoooeeeekk aarrrhhhgghhh sa.kit, aaaahhhhh saaaakiiiit” Dara terus menerus memuntahkan makanannya, dan kepalanya berdenyut sakit. Hidungnya sudah mengeluarkan darah.

“Nunaa!!!! Ahjumaaaaaa~ Dara nuna hoeeek hoeeek”ucap Taehyung bocah hyper aktif yang tak sengaja lewat toilet mendengar Dara sedang muntah-muntah.

“Waegurae tae-tae?” tanya ahjuma.

“Dara nuna~”jawab taehyung sambil menunjuk pintu toilet. Ahjumma pun mendekati tiolet dan mengetuk pintunya

“Nona, gwencana. Nonaaa~ apa kau baik-baik saja?” ahjumma masih tidak mendapatkan respon dari Dara.

Clik. Pintu suara terbuka, namun saat ahjumma melihat Dara yang tubuhnya bergetar hebat dan di hidungnya terus mengeluarkan darah.

“Nonaa!!!!” teriak sang ahjumma, tae-tae mulai menangis melihat nuna kesayangannya seperti itu.

“Ahjumma tolong antaran aku ke rumah sakit Gummy eonnie sekarang” ucap Dara lemah.

“Ne Nona. Tae-tae tolong panggilkan tuan Jiyong” ucap ahjuma, namun saat bocah yang di perintah itu hendak berlari Dara memeluk bocah itu dengan masih tubuhnya bergetar, menahan sakit.

“Tae-tae, jangan katakan apapun pada ahjussi itu ya~ tae sayang nuna, kan? (tae mengangguk), bilang pada Jiyong ahjussi bahwa Dara nuna pulang dengan sekertaris Kim. Tae-tae bisa kan?” tanya Dara, Tae pun menanggukkan kepalanya dihapusnya air mata yangsedari tadi mengalir di wajah imut nya lalu berlari menuju Jiyong.

Bruuk, seketika itu Dara tak sadarkan diri dan langsung di bawa ajumma menuju rumah sakit Seol.

“Ahjussi” ucap seseorang di belakang Jiyong yang sedang duduk di balkon. Jiyong pun membalikkan tubuhnya menatap bocah yang seperti menahan sesuatu.

“Dara nuna sudah pulang dengan sekertaris Kim, nuna bilang ada urusan mendadak jadi tidak bisa pulang bersama dengan ahjussi” ucap tae-tae dengan sedikit isakan yang masih lolos dari mulutnya.

“Sialan, untuk apa aku kesini jika dia pulang dengan supirnya” ucap Jiyong kesal.

“Yak!!! Kau yang sialan. Kenapa kau hanya membuat nunaku menangis, dasar ahjussi jelek. Mati saja kau” ucap tae-tae marah lalu berlari meninggalkan Jiyong yang terpaku karena baru dibentak oleh seorang bocah.

“Sial, bisa-bisanya membentak yang lebih tua, aiishht” geram Jiyong, namun saat hendak meninggalkan balkon Jiyong melihat sebuah botol obat dan sebuah kalung berbandul sayap peri. Jiyongpun mengambil keduanya. Terutama kalung itu, seperti bukan pertama kali Jiyong melihatnya.

“Sepertinya aku pernah melihat kalung ini” ucap Jiyong.

~Rumah sakit~

            Dara langsung di tangani oleh Gummy beserta dokter ahli lainnya. Gummy dan keluarga Park tidak ingin kehilangan Dara, setidaknya untuk saat ini.

“Gummy, dia akan siuman sebentar lagi. Kami kembali ne” ucap salah satu rekan Gummy lalu dijawab dengan bungkukan 90 derajat dan ucapan terimakasih dari mulut Gummy.

“Kenapa tidak berbagi kesakitan padaku Dara-aah” ucap Gummy menitikan air matanya.

“Nunaa, bagaimana Dara?” tanya Bom yang tiba-tiba masuk.

“Ah Bommie~ dia sudah dalam keadaan membaik. Hanya belum siuman. Kau sendirian mana Cl?” tanya Gummy.

“Emm dia sudah ku hubungi namun ponselnya tidak aktif dan setelah tadi aku mengunjungi perusahaan sekertaris nya bilang dia sudah tidak masuk beberapa hari” ucap Bom takut.

“Mwoya!!!!” teriak Gummy.

“Apa kalian tidak bisa menjaga dia dengan baik, huh? paman dan bibi membesarkan kalian untuk menjaga Dara dan ini balasan kalian?” ucapan Gummy seperti sebuah pedang membelah Bom yang kini mulai terisak.

“Gummy nuna!!” kini teriakan parau dari arah ranjang.

“Jangan meneriaki nuna ku. Dia tidak bersalah apapun nuna. Jangan bicara seperti itu. Dia nunaku, Cl nunaku mereka berdua nuna yang aku sayangi entah mereka sedarah atau tidak denganku tapi aku sangat menyayangi mereka. jadi tolong jangan memarahinya” ucap Dara menggebu menghiraukan kepalanya yang masih pening. Bom langsung memeluk Dara dengan erat.

“Mianhae Dee~ Nuna sudah lengah terhadap kesehatanmu. Mian, mian” ucap Bom terus menerus mengucapkan kata maaf.

“Gwencana nuna. Jangan meminta maaf itu membuatku merasa adik yang buruk” ucap Dara.

“Anni, kau adik kecilku yang sangat berharga” ucap Bom lagi.

“Huft, Bom maafkan aku, baiklah ku harap besok kau harus bisa menemukan Cl. Dan seret dia kerumah. Sebelum perginya Cl terdengar kakek dan bibi Hyorin”ucap Gummy final dan melangkah keluar ruangan.

“Nuna uljima~ kita cari Cl nuna bersama ne” ucap Dara sambil tersenyum. Membuat Bom juga ikut tersenyum dan kembali memeluk Dara.

**

Flashback

“Hyung, aku besok akan pergi ke amerika. Karena kakek ingin aku tinggal dengannya. Mian aku tidak bisa bermain lagi denganmu hyung” ucap yeoja kecil yang masih menahan untuk tidak menangis.

“Benarkah? Jadi kita tidak bisa bertemu lagi begitu?” ucap Jiyong yang sudah tidak cadel lagi karena ia sudah menginjak 7 tahun.

“Emm, besok aku berangkat. Jaga dirimu hyung. Aku pasti akan merindukanmu” ucap yeoja kecil itu kini buliran air mata sudah menghiasi wajah cantiknya dan berlari meninggalkan si bocah namja yang juga mulai terisak. Mereka tidak tahu perasaan apa itu, hingga dada mereka seperti terhimpit sesak dan sakit dalam waktu bersamaan.

            Keesokan harinya Jiyong berlari dari rumahnya menuju kediaman Park yang lumayan cukup jauh dari rumah Jiyong. Dengan menggenggam sebuah kalung berbandul sayap peri.

“Daraaaaaa~~~”teriak Jiyong saat tiba di rumahnya Dara dan keluarganya melaju dalam sebuah mobil mewah. Jiyong terduduk lemas, kepalanya menunduk, tangannya yang menggenggam kalung menekan dadanya yang terasa sesak.

“Hyung, Jiyong hyung” ucap seseorang dan membuat Jiyong mendongakkan wajahnya. Senyuman yang selalu menjadi favorit jiyong dan akan menjadi senyuman yang akan dirindukan Jiyong kini berada di hadapannya.

“Kau masih disini?”tanya Jiyong heran.

“Emm, tadi aku mendengar suara yang memanggilku dan aku yakin sekali itu suara hyung jadi aku …”

“Ini, aku ingin kau selalu mengingatku dan berjanji padaku bahwa kita akan bertemu lagi Dee” ucap Jiyong sambil menyerahkan kalung yang sedari tadi di bawanya.

“Emm, aku akan memakainya terus dan selalu mengingatmu hyung. Ayo kita janji kelingking kita akan bertemu lagi” ucap Dara.

“Yaksok?” Dara.

“Yaksok!” Jiyong dan mereka menautkan jari kelingking mereka.

Flashback end

“Euunghh, Dee~~~kajimaaaa~ayo bertemu lagi, DEEEE!!!!” teriak Jiyong. Ia bermimpi itu lagi dan ini kali pertama begitu jelas hingga ia tahu dan mengingat bahwa Dara adalah masa lalunya.

“Aku tidak menjagamu dengan baik. Hyung tidak menjaga Dara dengan baik. Mian membuatmu tersakiti karena ku” ucap Jiyong menangis sambil menggenggam kalung berbandul sayap peri Dara. ia pun bergegas mengambil jaketnya lalu ia teringat sesuatu. Ia membuka laci nakas yang disamping tempat tidurnya.

“Ku harap aku tidak terlambat” ucap Jiyong sambil memasang cincin pertunangannya yang sebelumnya tidak pernah ia pakai.

~Rumah Sakit~

            Jiyong melangkah khawatir, karena ia baru mengetahui bahwa Dara di rawat itu pun Jiyong dapatkan karena ia mendesak Bom. Namun saat ia memasuki area rumah sakit ia melihat di taman, Daranya yang ia cari kini sedang tertawa bahagia dengan ke dua namja yang kemarin di lihat Jiyong.

“Yak hyung, jangan dekat-dekat dengan Dara nuna. Dia milikku. Jauh-jauh sana!!!” ucap namja bersurai hitam.Jimin.

“Aigooo~uri Chim-chim merajuk eoh?” goda namja bertubuh tinggi pada namja yang lebih pendek darinya.

“Nunaaa~~~lihat dia menjengkelkan. Dasar mata ikan mas koki” ledek Jimin tak mau kalah.

“hahaha,sudahlah aku sudah sakit perut karena tertawa. Jika kotak suaraku habis bagaimana? Kekeke” ucap Dara yang mengingat adegan spongebob tentang kotak suara.

“Pakai punyaku” ucap ke dua namja itu bersamaan membuat Dara menghentikan tawanya. Dan di ujung sana sepasang mata mengkilat marah, kepemilikannya (yang baru disadari) sedang didekati oleh namja lain. Dan ia pun langsung mendekati mereka.

“Dara!!!” ucap Jiyong, amarah terlihat jelas di raut wajahnya.

“J-jiyong” ucap Dara tergagap.  Dan 2 namja oleng eh namja absurd-pemain-cadangan saling memandang tak mengerti namun kini setelah otaknya teraktifkan kembali untuk Jimin sadari bahwa namja yang di hadapannya itu adalah tunangan sang nuna. Ia hanya bisa mengepalkan tangannya.

“Ku dengar kau sakit, lalu kenapa kau di sini?” tanya Jiyong setenang mungkin namun matanya menatap nyalang pada 2 sosok namja di hadapannya.

“a-aaku sudah boleh pulang, aku kemarin hanya kelelahan. Ya kelelahan” ucap Dara bohong.

“Bagus kalau bagitu. Kajja kita pulang. Kau harus banyak istirahat” ucap Jiyong sambil menggenggam lengan Dara sedikit memaksa.

“Mian, annyeong” bisik Dara pada Jimin dan Chanyeol.

“Bantet, kau punya saingan yang berat. Dia seorang idol dan kau hanya pelajar yang kena tumor usus. Ckckck payah sekali” ucap Chanyeol menyindir.

“Yak!!! Tumorku sudah tidak ada hyung. Aku tidak akan menyerah hyung. Lihat saja” ucap Jimin yakin. Sambil mulutnya tak berhenti mengatakan “jatuh” pada sosok jiyong namun tidak terjadi apapun.(gagal nyantet si encim).

~Mobil Jiyong~

Hening~

“Sudah merasa baikan?” tanya Jiyong memecah keheningan.

“Apa? ah ne. Aku sudah membaik” ucap Dara. ia masih sedikit aneh dengan sikap Jiyong yang melembut padanya.

“Kau lapar? Jika iya kita mampir ke restoran dulu, bagaimana?” tanya Jiyog lagi.

“Ah ani. Aku sudah makan bersama Jimin dan Chanyeol tadi” jawab Dara polos, tanpa tau Jiyong menggeram dan mengeratkan pegangan pada stir mobilnya.

“Ahh begitu. Baiklah kita langsung pulang. Jika kau mengantuk tidurlah nanti aku akan membangunkanmu jika sudah sampai” ucap Jiyong sambil mengudarakan tangannya ingin mengusak rambut Dara namun Dara menghindar ia bahkan terlihat takut. Membuat Jiyong terasa sakit di hatinya. Sebegitu menakutkankah dia hingga Dara ketakutan seperti itu.

Cintai aku lagi~ku mohon jangan seperti ini.

-TBC-

Tebecong dengan tidak elite nya hahaha, chap nya kepanjangan jadi biarkan lanjutannya di chap 5 okey hahaha. Kira-kira Dara bisa terima Jiyong lagi gak ya? hayooo, menurut kalian gimana yeorobun? Kasih komennya yua~anyeong.

 

Advertisements

27 thoughts on “IF YOU [Chap. 4]

  1. Ini genrenya angst tapi comedynya juga ngena😂 akhirnya jiyong bisa sadar kalo Dara unnie itu pantes buat dicintai terlebih mereka sebenernya udh saling cinta dari kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s