SINCERITY CHAPTER II

PhotoGrid_1471581891939[1]Author : ndestiana
Main cast : Sandara park dan kwon jiyong
Another cast : Choi seunghyun

Sebelum lihat chapter baru yuk main ke yang chapter sebelumnya biar lebih seru karena ceritanya saling berkesinambungan

Chapter :  1

Sincerity II

Keesokan harinya

Dara sedang sibuk dengan layar yang ada dihadapan nya saat ini. Tubuh, hati dan pikiran nya seperti tidak menyatu. Berkas-berkas  yang menumpuk tinggi di sampingnya menjadi tempat sandaran untuk kepalanya. Matanya menatap layar namun pikiran nya tidak tenang. Pulpen yang ada di tanganya hanya diputar putar tanpa arah. Deadline pekerjaan yang tinggal seminggu lagi seakan tidak menjadi sesuatu yang penting untuknya. Terdengar suara ketukan pintu * TOK TOK * namun telinganya seperti tuli sesaat. Lalu terdengar lagi ketukan pintu yang kedua *TOK TOK TOK* namun pikiranya benar benar tidak fokus kali ini. Hingga ketukan pintu yang ketiga lebih keras dan kasar *BRAG BRAG BRAG* “ DARA! “. Dara terkejut, arwah dan pikiranya yang tadinya melayang kembali ketubuhnya saat ini.  Dara menghela nafas lalu berkata

“ Masuklah “

Datanglah seorang wanita memakai kemeja putih dan rok abu-abu selutut. Berjalan mendekat lalu duduk di atas bangku kosong tepat di hadapan Dara. Wanita itu membawa beberapa berkas untuk di tanda tangani. Sambil menyerahkan berkas dia memandang wajah Dara dengan teliti. Mungkinkah ada sesuatu beban yang di pikirkan Dara saat ini sahut wanita tersebut dalam hati.

“  ini silahkan ditanda tangan bu manajer “ ujarnya sambil menyerahkan berkas.

“ baik “ balas Dara.

Dara mengambil pulpen yang ada disampingnya lalu menandatangani berkas yang diberikan. Wanita yang ada di depan nya menghela nafas seperti mulai kesal dengan tingkah Dara.

“ kamu tidak ingin membacanya terlebih dahulu? Tumben sekali kamu tidak teliti dan ceroboh dalam menandata tangani berkas. What’s wrong with you? Kamu seperti banyak pikiran Dara “ tanya nya

Dara hanya menghela nafas, dia memejamkan matanya lalu bersandar di kursi empuk miliknya. Kedua tanganya memijit kepalanya yang seakan dilanda pusing yang dahsyat. “ Bom “ ujarnya pelan. Dara melirik wanita yang ada dihadapanya kali ini. Tidak lama air matanya pecah membasahi kedua pipinya. Dara melemah dia meletakkan kepalanya diatas meja sambil menangis. Wanita yang ada di hadapanya menghelus rambut Dara lembut lalu berkata “ ceritalah padaku Dee, pasti ini tentang Ji kan? “. Tangisan Dara semakin dalam, dia tidak dapat menyembunyikan perasaanya lagi saat ini.

“ salahkah semua ini Bom? Kau sungguh tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya bukan? “ sahut Dara diantara isak tangisnya.

“ so badly Dee perasaanmu membuatmu hancur “ balasnya

Dara semakin terisak, perasaan ini sungguh menyiksanya. Jika saja Dara dapat memutar waktu mungkin semua ini akan dia hindari. Dia terjebak di antara dua pria yang mengililingi kehidupan nya. Rasa bersalah yang membuatnya menjadi tidak karuan. Dara menggengam dadanya erat seakan otak dan hatinya menyalahkan nya.

“ Jiyong, dia melamarku tadi pagi Bom tapi… aku… “

 

 

 

FLASHBACK

Tepat pukul 09.00 pagi Sandara park atau yang biasa dipanggil Dara nampak sibuk dengan beberapa berkas yang ada di atas meja kantornya. Tidak lama terdengar telpon kantor berdering.

KRINGGGG

“ yoboseo dengan Dara disini “ ujarnya

“ bu Dara ada yang ingin bertemu denganmu. Dia seorang direktur dari PT.Kencana jaya” balas seseorang ditelpon

“ iya suruh masuk saja ke ruanganku “

“ baik bu “

Beberapa menit setelah menutup telepon datanglah seorang pria memakai setelan jas hitam dan kemeja biru masuk kedalam ruangan Dara. Dia tersenyum merona ke arah Dara sambil berkata

“ selamat pagi “ ujar pria tersebut dengan suara berat.

Dara terkejut saat melihat pria tersebut seperti melihat sesuatu yang lama sekali tidak dia lihat. Pikiranya seperti kembali mengingat masa lalu. Wajah pria ini tidak asing bagi Dara. Hingga beberapa detik berlalu dia baru tersadar. Dara langsung bangun dari tempat duduknya lalu menghapiri pria yang ada di hadapanya. Penuh tanda tanya antara keduanya. Dara menatap pria itu dengan tatapan terus mengingat begitu pun sebaliknya. Mereka seperti pernah bertemu sebelumnya.

“ TOP? ”  tanya Dara.

“ Dara? “ balas pria dihadapanya.

Keduanya saling bertatapan sejenak lalu melepas tawa. Bagaimana tidak, sembilan tahun berlalu dan akhirnya kini mereka bertemu kembali. Dua sahabat yang sudah bersama sejak duduk disekolah dasar menghilang kini datang kembali dengan sosok dewasa. Masing-masing dari mereka tidak menyadari akan bertemu di tempat ini. Bahkan semua ini tidak pernah mereka rencanakan.

“ sudah lama tidak berjumpa TOP. Oh sungguh kamu jauh berbeda saat ini “ sahut Dara.

Pria bertubuh tinggi besar dan bersuara berat itu hanya tertawa membalas perkataan Dara. Kalau dipikir-pikir sudah hampir sembilan tahun sejak perpisahan smp dia tidak bertemu lagi dengan Dara teman kecilnya. Lalu saat ini dengan nyata teman kecilnya ada di hadapanya namun dengan tampilan yang jauh lebih dewasa mapan dan juga cantik. Top mengacak ngacak rambut Dara dan mencubit kedua pipi Dara dengan gemas.

“ kau masih saja terlihat bocah ya Dara “ ujar Top.

“ dan suara mu jauh lebih seram dari yang dulu ya Top “ balas Dara tertawa manis ke arah Top.

“ oh ya tentu, hem bagaimana kalau kamu menyuruh ku duduk saat ini? Karena kaki ku sudah pegal terus menerus berdiri “ balas Top sambil meliuk liukan kakinya.

“ oh hahaha maaf, tentu baiklah tuan Top silahkan duduk “ ujar Dara sambil mempersilahkan Top duduk.

Dara melirik Top, pria yang ada di hadapanya. Dia mengusap kedua matanya seperti tidak percaya apa yang dia lihat dihadapan nya saat ini. Teman kecilnya yang sudah sembilan tahun tidak bertemu kini menjadi client nya di perusahaan. Dara kembali tertawa, dia tidak dapat menahan tawanya karena melihat wajah Top seketika bayangan masa kecil yang lucu dan aneh yang pernah dialami bersama Top terulang kembali.

“ oh aku sungguh tidak percaya Top. Sembilan tahun hingga akhirnya kau memilih meninggalkan Seoul lalu kini kau kembali lagi datang sebagai client ku. Ah ini sungguh menggelitik “

 “ ya begitulah hidup, aku pun tidak tahu kalau akhirnya aku bisa bertemu dengan mu lagi disini. Aku juga tidak menyangka jika manajer pabrik ini adalah Sandara Park teman kecilku “

 “ apa kabarmu? Bagaimana keadaan keluargamu sejak kabar buruk tentang Ayahmu saat itu Top? Kamu terlihat sukses saat ini. Aku yakin kamu melewati masa-masa burukmu itu dengan baik “ tanya Dara.

Seketika suasana menjadi hening, pertanyaan Dara benar benar merusak mood Top saat ini. Top memandang ke arah jendela luar sambil menghela napas. Terasa berat jika harus menceritakan bagaimana keras kehidupan nya saat itu. Top pria yang bertubuh besar itu mencoba melepaskan senyum nya dihadapan Dara walaupun sulit. Pahitnya masa kelam membuatnya berjuang keras dan meninggalkan Seoul kota yang dicintainya. Top menghela napas untuk kedua kalinya lalu perlahan mulai menceritakan kisahnya pada Dara.

“ sejak ayahku di PHK karena kasus korupsi, aku dan ibuku pindah ketempat nenek di kota Ansan. Kami hidup sederhana disana sambil mengurusi ternak ayam milik nenek ku. Lalu tidak lama semenjak ayah ku ditahan ibu ku mengurus perceraian dengan ayah. Saat mereka sudah sah bercerai aku hidup dari hasil penjualan telur ayam yang aku dan ibuku jual di pasar. Penuh perjuanganku sampai aku bisa menuju posisiku saat ini ” ujarnya sambil menahan perih di hatinya.

Dara menatap Top dengan tatapan nanar. Sungguh dahulunya Top adalah keluarga kaya raya yang seketika hancur karena kasus yang menimpa ayahnya. Pasti sungguh sulit menghadapi keadaan yang tiba-tiba berubah 180 derajat dari biasanya. Namun Dara kagum, karena dengan cepat Top bisa mengembalikan keadaan seperti semula. Pasti banyak perjuangan yang dihadapi oleh Top saat itu. Sambil membuka laptopnya Dara berusaha mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin berlama lama membiarkan Top terluka mengenang masa lalunya.

“ bagaimana jika kita bicarakan kerja sama perusahaan kita saja pak Direktur? “ sahut Dara memberikan senyum termanisnya.

“ oh baiklah bu manajer “ balas Top sambil tersenyum.

 

Beberapa hari kemudian

 

Dara terlihat cemas, sudah hampir tiga jam dia menunggu di lobby namun sosok yang ditunggu tunggu tidak kunjung datang. Sudah 14 kali Dara menelpon namun tidak juga diangkat oleh Jiyong. Lima belas menit beralu namun belum juga ada tanda-tanda kedatangan Jiyong. Dara mulai menyerah, apa mungkin dia harus pulang seorang diri lagi malam ini. Dia berjalan ke kanan ke kiri ke depan ke belakang tidak tau arah. Dilihat sekitarnya jalanan malam terlihat sangat sepi dan dingin. Tiap sepuluh detik berlalu Dara selalu mengecek ponselnya kembali berharap ada satu pesan dari Jiyong. Dara memijat keningnya sambil menatap langit hitam diatasnya, pacaranya memang benar benar seseorang yang sibuk. Tidak lama ponsel dara bergetar ada satu pesan masuk.

FROM : TOP

Bagaimana dengan sepiring sushi malam ini? Ada beberapa berkas yang masih aku belum mengerti dan butuh penjelasanmu bu manajer hehehe.

Dara tersenyum sendiri membaca pesan masuk dari Top. Waktu sudah menunjukan pukul 10.00 malam, seorang Top masih saja mengajaknya makan malam sambil membahas berkas. Sungguh konyol teman kecilnya itu, dia tidak berubah sejak dulu selalu saja mengajak pergi secara mendadak. Kali ini Dara mulai kesal, kekasihnya sendiri tidak pernah peduli sedangkan orang lain yang bukan siapa siapa mengajaknya makan malam. Dara mencoba menghubungi Jiyong untuk yang ke lima belas kalinya. Dia berkata dalam dirinya sendiri, jika Jiyong tidak juga mengangkat telepon darinya itu berarti dia akan makan sushi bersama Top.  Dia menekan tombol ponselnya lalu mencoba menghubungi Jiyong. Sambungan teleponya berdering namun tidak ada balasan. Sudah yang ke lima belas kali telepon dari Dara tidak diangkat oleh Jiyong. Dara menghela napas, mengapa begitu berat mempunyai kekasih seperti Jiyong. Bahkan meluangkan waktu untuk bermalam minggu sambil menjemput kekasihnya pun tidak mudah di dapatkan oleh Dara.

Beberapa jam kemudian

 “ apakah ada hal yang lebih konyol dari itu semua Top? Hahahaha “

Dara tertawa lepas seperti tidak ada beban apa pun dalam pikiran nya. Cerita Top benar benar membuat perutnya sakit kali ini. Berkali kali Top membuatnya terpingkal.

“ tentu saja kau tau bahwa itu semua nyata Dara. Apa kau tidak ingat bagaimana paniknya wajahmu saat guru bahasa indonesia menyuruhmu menyanyi di depan kelas hal itu sungguh lucu hahhahaha “

Disaat Dara sedang asik tertawa dengan Top tiba tiba ponselnya berdering. Tertera di ponselnya panggilan masuk dari Kwon Jiyong. Seketika suasana menjadi hening, Dara menatap Top seperti meminta izin pada Top untuk mengangkat telepon yang dibalas anggukan kepala oleh Top. Dara menekan tombol hijau yang ada di ponselnya

“ Ji “ sahut Dara.

“ maafkan aku sayang, sungguh tadi aku harus menyelesaikan baku tembak dengan pengedar narkoba yang berusaha kabur. Jika aku tidak segera menyelesaikan nya maka nyawa teman ku akan terancam. Maaf membuat mu menunggu lama “ ujar Jiyong dengan suara penuh rasa bersalah.

Dara menghela nafas, selalu dengan alasan mengejar penjahat. Alasan alasan yang mulai membuat Dara bosan menunggu dan terus menunggu tanpa sebuah kepastian. Berkencan dengan Jiyong bagi Dara adalah sesuatu yang sangat sulit mengingat Jiyong adalah kepala intelegent kepolisian Seoul. Setiap waktu yang di punya Jiyong hanya lah untuk membela kebenaran. Dara seperti mempunyai pacar seorang superhero layaknya superman dan batman yang sibuk membela kebenaran. Dara menjawab dengan suara parau yang penuh rasa kecewa.

“ baiklah, aku mengerti “ balasnya.

“ aku sudah di depan lobby sekarang kamu ada dimana? Apa kamu sudah pulang kerumah seorang diri? Oh sungguh maafkan aku “  tanya Jiyong khawatir.

“ aku masih berada di sushi ya dekat pabrik Ji. Aku sedang bersama client kantor saat ini “

“ oh baiklah tunggu disana, aku akan menjemputmu “

Tiba tiba sambungan telepon terputus. Dara kembali meletakan ponselnya diatas meja makan. Top pria yang ada di hadapanya menatap Dara dengan seksama. Terlihat mata penuh kekecewaan di kedua mata Dara. Entah mengapa Top seperti ikut sedih menatap mata Dara saat ini. Biar bagaimana pun Dara adalah sahabatnya sejak dia duduk di sekolah dasar jadi dia sudah sangat mengerti bagaimana sifat dan tingkah laku Dara. Dia juga selalu merasa sedih jika melihat Dara sedih.

“ apa yang barusan menelpon adalah pacarmu? “ tanya nya.

“ iya dia pacarku, dia selalu sibuk dengan pekerjaanya “ balas Dara

“ apa ada orang yang mau memacari wanita sepertimu? “ goda Top sambil mengangkat sebelah alisnya.

“ YA! Top kau menyebalkan “ balas Dara sambil menepuk pundak Top.

Suasana pun kembali pecah dengan tawa diantara keduanya. Dara tidak akan pernah bisa berhenti tertawa jika berada di samping Top. Entah mengapa Top seperti punya ramuan khusus untuk membuat Dara tertawa bahkan sampai terbahak bahak. Hingga ditengah tawa keduanya tidak sengaja mata mereka saling bertemu. Hati keduanya tiba tiba berubah menjadi hangat. Seperti ada sesuatu yang menyentuh hati mereka. Tatapan kedua mata sahabat yang sebenarnya menyimpan sesuatu yang terpendam. Sampai akhirnya Dara melempar tatapanya ke arah lain berusaha untuk mengubah suasana hatinya yang saat ini semakin tidak karuan. Namun sesekali keduanya kembali bermain mata, di dalam hati mereka saling mengagumi diam-diam. Seorang Top yang mengagumi sosok wanita cantik, pintar dan berbakat seperti Dara. Dan seorang Dara yang mengagumi sosok Top yang kuat menghadapi kerasnya hidup. Beberapa menit berlalu mereka melanjutkan tawa canda yang sempat terhenti kadang sesekali keduanya saling mencuri pandang. Sampai akhirnya terdengar suara motor besar di depan kedai sushi. Lalu datanglah pria mengenakan jaket kulit hitam menghampiri keduanya.

“ Ji “  sahut Dara tersenyum manis menyapa Jiyong kekasihnya.

Jiyong menatap pria yang bersama Dara dengan tatapan misterius. Dia melirik Top dengan tatapan penuh tanya. Dia memperhatikan Top dari atas sampai bawah. Seakan memorinya diingatkan oleh sesuatu, kejadian yang pernah dialaminya beberapa bulan yang lalu.

“ Top? Apakah kamu Top? Apa yang kamu lakukan disini?! “ tanya Jiyong.

 

Advertisements

17 thoughts on “SINCERITY CHAPTER II

  1. Owh jadi dara ama TOP dari kecil udah temenan,akar permasalahannya karena kesibukan?pas banget tuh..pas dara lagi galau pas TOP tiba2 dateng huuufht.Gimana ji k3nal ama TOP?

  2. Sepertinya kasus ayahnya seunghyun pernah ditangani sama jiyong, iya ga? Makanya jiyong kenal.
    Emang kalo hubungan lagi renggang terus ada org baru, berasa ada yg ngobatin. Tapi biasanya cuma perasaan sesaat, walaupun dara seunghyun temen lama ga ngejamin juga seunghyun baik, setiap org kan bisa berubah, entahlah aku punya firasat buruk sama si abang top
    Ditunggu kelanjutannya, semangattt!!!💪💪

  3. Oh jadi top itu temen kecilnya dara ya thor….. dan sekarang jd selingkuhannya dara….. Jadi jiyong itu seorang anggota polisi yg amat sibuk toh dan karena kesibukan jiyong akhirnya dara berselingkuh hehehe….. klu ada diposisi dara pasti galaunya tingkat dewa deh habisnya dia terjebak dengan 2namja yg sama2 ganteng sih dan semoga pilihan dara tetap jiyong deh walau top jg orang yg baik sama dara tp tetep aja pasangannya dara harus jiyong…..
    Itu knp jiyong kenal sm Top???? Apa mereka pernah bertemu sebelumnya atau sebenarnya Top itu adalah penjahat buronannya jiyong???
    Next chap ya thor makin penasaran……
    Fighting buat authornya♥♥♥

  4. waah .ttu ji oppa bisa knal ma tabi oppa dimna ???
    heum msalah.a jdi soal k.sibukan …
    trus ttu lamran ji oppa d.trima gga ma dara unie ???
    next udh pnsran …

  5. Hemmm,sebenarnya msh galau sm kejadian jiyoung ngelamar dara,tp berakhir kw flashback,jadi agak ganyambung gitu, walaupun msh bisa dimengerti,
    Tp yg bkim geram,masa top jd pho,awas aja lo dara ditinggal ji nnti tau rasa haha(kali ini fix gasuka peran dara)

  6. Jdi dara selingkuh sama top?? Aigoo nyesek sumpaaahh. Aahh gegara jiyong sibuk dara jdi jenuhh hmmm pokokng happy ending aahh hehehe efek baca ff galau jdi keikut galau komenny wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s