IMMATURITY [ Chap. 4]

untittle

Author :: Hanny G^dragon (twitter : @Hannytaukand)

Cast     :: Sandara Park (dara), Kwon Jiyong (Gdragon)

Genre  :: Comedy Romance

            Annyeong, karena lagi senggang ya di lanjut deh chap nya kekeke. Gumawo yang sudah coment dan tetep setia dengan ff author. Semoga bisa menghibur.

Author Pov

“Gwencana?” tanya Gd pada yeoja yang baru saja membuka mata dari pingsannya.

“Kenapa aku di sini?” tanya yeoja itu pada namja yang terlihat khawatir dan berkeringat.

“Kau itu tadi begini “ Gd menirukan bagaimana Dara yang ketakutan, duduk sambil memeluk lutut “eomma, appa “ ucap Gd lagi seakan menyempurnakan apa yang di lakukan Dara sebelumnya. Dara hanya tertegun tak percaya, model yang selama ini angkuh dan sangat berjiwa iblis, sedang berakting bodoh dan seperti melihat badut yang berpantomim.

“Omooo” teriak Gd saat melihat pantulan diri nya sendiri yang terlihat bodoh di cermin.

“Bahkan kau terkejut melihat dirimu yang buruk itu” ucap Dara sambil mencopot selang infus di lengannya.

“Ya ya ya, kau mengapa mencopotnya. Tunggu sebentar Top hyung sedang menemui dokter menanyakan keadaanmu” ucap Gd mencegah Dara meninggalkan ranjang rumah sakit.

“Aku sudah memahami diriku sendiri lebih dari 20 tahun. Kau tak usah repot-repot menanyakan keadaanku pada dokter” ucap Dara lagi yang kini benar-benar meninggalkan ranjang dan menuju pintu.

“Kau sudah sadar? Kajja kita pulang” ucap Top saat berpapasan dengan Dara.

“Yaaaak!!! Mengapa aku di tinggal di sini. Bisa-bisa aku jadi santapan indah bagi para perawat di sini. Ooh muka ku yang sangat berharga, maaf telah melakukan hal seperti tadi. Hyung beri aku jadwal terapi untuk perawatan wajah. Bisa-bisa wajahku terluka karena perbuatan bodohku tadi” ucap Gd yang mengekor pada Top dan Dara yang berjalan di depan.

“Kau seharusnya terapi otak” gumam Dara namun terdengar jelas di telinga sensitif Gd.

“Mworago? Ya!! 30 menit yang lalu kau memelukku dan sekarang kau menghardik diriku yang gemerlapan ini, ohmaygadh kau memang bukan seorang yeoja, kau seekor siput” ucap Gd sambil melewati Dara dan Top kemudian memukul-mukul bokongnya yang di tonjolkan ke belakang dengan bodoh.

“Ya!!! kau bisa-bisa terkena paparazi melakukan hal bodoh seperti itu. Lihatlah mereka merekam dengan handphone mereka. Kau lupa bahwa kau seorang public figure?” ucap Top mengingatkan Gd yang sedang kumat sifat kekanak-kanakannya.

“Ehem, okey” ucap Gd mengendalikan diri namun mulutnya masih mengumpat pada Dara. Dara pun merespon dengan tatapan paku payungnya.

~ Rumah Gd ~

“Nuna, gwencana? mian tidak menjemputmu, aku baru saja di kabari Top hyung” ucap Daesung.

“Gwencana. Aku baik-baik saja bahkan aku bisa memukul kepala bodoh makhluk itu” jawab Dara pada Jiyong yang sedang berbicara dengan Top di Gym yang kedap suara sehingga Jiyong tidak bisa mendengarnya.

“Jangan sakit nuna, aku tak pernah merasa tega melihat makhluk cantik sepertimu sakit. Itu penderitaan bagiku” kini sang mata panda melancarkan gombalan terong-terongannya.

“Kekeke. Dasar maniak” ucap Dara sambil menjitak pelan kepala Seungri.

            Sedangkan ke 2 namja sedang melakukan perbincangan serius mengenai sesuatu.

“Apakah kau bisa meluruskan hal ini?” ucap Top memperlihatkan handphone nya pada Gd yang ternyata video Gd sedang memukul-mukul bokongnya di rumah sakit tadi.

“Ahh hyung. Bukankah ini bukan yang pertama kali. Kau bisa mengatasinya kan? Kau yang terbaik” ucap Gd mengacuhkan kata-kata Top lalu meninggalkan Top yang otaknya sedang mendidih menahan amarahnya.

Ting Tung, Ting Tung,,

“Siapa yang berkunjung malam-malam seperti ini” ucap Top dan ia membuka pintu.

“Mana Dara? apakah dia sakit?” tanya seseorang dengan terburu-buru dan sangat cemas.

“Ow ow santai, kau siapa dan mau apa menemui Dara? apa hubunganmu dengannya dan bagaimana kau bisa tahu bahwa dia sakit? Kau cenayang? Cenayang sexy?” tanya Top sambil menatap dari ujung kaki hingga ujung rambut orang yang ada di hadapannya.

“Babbo!” ucap orang itu menjentikkan jarinya melesat cepat membuat bunyi “Takkk” pada kening Top.

“Yaaak!!!” teriak Top sambil menutupi kesakitan di jidatnya.

“Daraaaaaaaaa, aku datang” ucap orang itu masuk melewati Top dengan tanpa merasa berdosa pada Top.

“Bomiee??? Kau tahu alamat rumah setan ini?” ucap Dara saat melihat Bom yang berkunjung.

“Siapa yang kau sebut setan, huh? Tampan seperti ini mana bisa menjadi setan” ucap Gd sambil memperbaiki ujung alisnya. Melihat tingkah yang abnormal seperti itu, Bom hanya bisa membuka mulutnya tanpa berkata apapun.

“Benarkah dia G dragon si model angkuh itu? Mengapa dia di kenyataannya seperti idot seperti itu?” ucap Bom terus terang.

“Mmmffftt” tawa mereka serempak, yang tidak tertawa sang pemberi komentar dan yang Sang terbullly.

“Apa-apan kau ini. Sebenarnya kau siapa. Oi siput aku tidak akan menampung makhluk aneh seperti ini di rumahku. Oouch lihatlah rambutnya yang merah, bisa-bisa Gaho ku terserang penyakit mata jika melihatnya” ucap Gd membalas Bom.

“Cih, aku tidak ada urusan denganmu Tuan G dragon” ucap Bom lalu menatap Dara.

“Gwencana? Kau mau pulang?” tanya Bom khawatir.

“Gwencana Bomie-aah, aku hanya kelelahan dengan setan bocah seperti dia” ucap Dara pelan.

“Aku mendengarnya siput” ucap Gd kemudian berlalu masuk ke dalam kamarnya.

“Bisakah kita bicara sebentar?” ucap Bom serius pada namja yang di berikan tanda merah di keningnya.

“Tapi tidak ada kontak fisik, ne. Aku takut dengan mu” ucap Top sambil menutup keningnya dengan kedua tangannya.

“Ne ne ne, palli” ucap Bom menarik dasi yang di pakai Top.

“Huaah, Top hyung mendapat lawan yang seimbang” ucap Daesung.

“Ne, dia tampak kuat. Huaaah daebak, aku suka dengan tipe-tipe yeoja seperti itu” ucap Seungri dengan mata berbinar.

“Kau akan ku bunuh jika mendekatinya” ancam Dara pada Seungri sang maniak yeoja tak berdosa.

#Gym kedap suara.

“Bisakah kau menjaga Dara? dia punya sebuah troumatik terhadap api berskala besar. Orang tuanya meninggal karena kebakaran di rumahnya saat Dara berusia  5 tahun. Yang saat kejadian dia sedang berlibur di rumah neneknya di Busan dan saat ia pulang, ia mendapati rumahnya sedang terbakar hebat dengan api yang sangat besar hingga sampai saat ini Dara masih tak bisa mengendalikan dirinya jika ia melihat api besar. Ia seakan seperti kejadian saat itu. Aku tidak tahu apa yang terjadi hingga Dara berkerja pada kalian, namun aku menceritakan ini agar kalian menjaga Dara. aku berharap padamu” jelas Bom dengan mata yang tak bisa di artikan oleh Top.

“Aku sudah mengetahuinya. Saat aku berbicara pada dokter menanyakan keadaan Dara. dokter pun menganalisis bahwa dia mempunyai trauma mendalam di masa lalunya. Sebisaku aku dan yang lain akan menjaga Dara” ucap Top meyakinkan Bom.

“Bagus, jika tidak kau akan mati di tanganku” ancam Bom sambil menunjukan kepalan tanganya tepat di depan wajah Top. Lalu melangkah pergi meninggalkan Top.

“Huaaaah, what the Fu*k. Sebelumnya dia memohon dan sedetik kemudian dia mengancamku. Mengapa yeoja seperti itu masih bertahan hidup? Seharusnya sudah punah” kesal Top.

**

“Hyung scedule ku hari ini apa?” tanya Gd pada sang Manager.

“Kau ada pemotretan brand kosmetik” jawab Top sambil membaca lembaran-lembaran kertas yang di tangannya.

“Okey. Aku pergi dengan si siput itu saja. Daesung dan Seungri perintahkan untuk menghandle urusan di Giongchi” ucap Gd lagi.

“Giongchi itu punyamu, mengapa kau membuat mereka melakukan pekerjaanmu Ji” tanya Top.

“Ah itu hanya bisnis isengku saja” ucap Gd angkuh.

“Dara, apakah kau tidak apa-apa langsung bekerja seperti ini?” tanya Top yang khawatir Dara masih dalam keadaan yang kurang baik.

“Aku baik-baik saja Top-ssi. Aku sudah bisa bekerja seperti biasa. Hari ini pemotretan di mana” ucap Dara sambil merapihkan peralatan make up.

“Di daerah Gangnam. Pemotretan brand kosmetik” jawab Top yang kemudian membantu Dara merapihkan peralatan make up.

“Oi, kau belum memberi makan Gaho, huh? Dengarlah dia menggonggong terus palli beri dia makanan kesuakannya” ucap Gd tiba-tiba muncul di hadapan Dara. Dara hanya bisa memutar matanya merespon perintah Gd.

“Guk, guk, Grrrr” Gaho mengonggong tak terkendali.

“Ya apa yang kau lakukan hingga dia mengeluarkan gonggongan emasnya itu?” ucap Gd berlebihan.

“Aku hanya memberinya makan, entahlah dia terus menggonggong seperti itu” ucap Dara takut.

“Omo baby, gwencana? Wae? Apakah siput itu menodaimu, eung?” ucap Gd berbicara pada Gaho, dan Gaho merespon dengan menjilati Gd.

“Omo, omo cyopta. Mian karena jarang bermain bersamamu akhir-akhir ini. Setelah ini pekerjaanku selesai kita pergi jalan-jalan okey” ucap Gd lagi memperlakukan anjing istimewanya itu layaknya seorang kekasih.

“Sinting” gumam Dara.

“Aku mendengarnya. Gaho kejar diaaaaa” perintah Gd pada anjingnya dan sang Gaho pun mengejar Dara, melihat anjing berkerut itu mengejar dengan kecepatan kilat Dara pun berlarian hingga ia menaiki lemari yang bisa ia jangkau ketinggiannya namun aman dari Gaho.

“Muahahaha, seeokor siput bisa berlari cepat juga ternyata” ledek Gd menertawakan kejadian itu. Tuuuuiiiiing, Pletak. Lemparan sendal Dara pun mendarat indah di kening lebar Gd membuat tawa Gd terhenti.

“Yak!!!” teriak Gd pada Dara yang sedang menjulurkan lidahnya di atas lemari. Dan Gaho yang sedang mengibas-ngibaskan ekornya menikmati pertengkaran itu.

“Ya ya ya. bisakah kalian berhenti bertengkar. Aku tak tega melihat furniture-furniture itu kesakitan karena pertengkaran kalian” ucap Top menengahi yang berasalan bodoh.

“Palli, kalian harus sudah berada di lokasi 1 jam lagi” ucap Top lagi sambil membantu Dara turun dari lemari kemudian mengelus-ngelus lemari itu dengan lembut.

“Hyung, ini semua punyaku. Furniture anehmu ada di apartemenmu” ucap Gd mengingatkan.

“Bagiku, kepunyaan siapapun itu. Furniture indah harus di perlakukan layaknya seorang yeoja, di jaga, di sentuh dengan lembut dan..”

“Di tiduri lalu di buang begitu saja” ucap Gd melangkah pergi menuju kamarnya.

“Ya!!! aku tidak segila itu. Tapi jika aku meniduri furniture apakah akan melahirkan furniture junior kekeke” ucap Top bodoh membayangkan ucapan iseng Gd.

~ Gangnam~

            Dara sedang menatap wajah namja yang selalu membuat dia kesal. menyentuh sedikit demi sedikit kulit wajahnya, menyentuh tipisnya bibir itu dan menelusuri rahang yang menunjukan maskulinnya sang model.

“Apakah kau sedang berfikiran pervert tentangku?” ucap Gd tiba-tiba.

“Anni” ucap Dara cepat.

“Tapi mengapa nafasmu tersenggal-senggal?” ucap Gd sambil menatap menggoda pada Dara.

“Jangan membual. Kajja secepatnya selesaikan ini. Bukankah kau sudah berjanji pada Gaho kau akan berjalan-jalan dengannya sore ini.” Ucap Dara mengingatkan.

“Ya, jangan memperhatikan anjingku seperti itu. Dia hanya milikku aku yang memperhatikannya bukan kau. Dan jangan mencoba mulai menyukainya, aku tipe majikan yang pencemburu bagi peliharaanku” ucap Gd sambil bercermin diri.

“Terserah apa katamu saja” ucap Dara lelah.

“Dasar sial, berani sekali aku begitu tampan seperti ini, ckckck. Good job” ucap Gd pada pantulannya sendiri di cermin.

“Sinting” ucap Dara.

“Tapi tampan” balas Gd lagi sambil beranjak pergi menuju studio.

“Benar-benar kekanakan” gumam Dara menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku boss nya itu. Dan saat Gd sedang melakukan pemotretan, Dara menyempatkan itu untuk mengetik di note handphone nya. Karena jika ia membawa laptop akan terasa mencurigakan.

“Annyeoong” ucap tiba-tiba seseorang yang tersenyum manis di ambang pintu membuat Dara terkejut.

“Omo, kau mengejutkanku” ucap Dara dan dengan terburu-buru memasukan handphonenya.

“Apakah aku mengganggumu Dara?” Tanya Il Woo saat mendekati Dara.

“Ah anii, aku hanya sedikit terkejut. Kekeke. Kau pemotretan juga di sini?” tanya Dara.

“Anni, aku hanya ada sedikit keperluan di sini. Dan tak sengaja melihatmu karena pintunya tak tertutup” jelas Il Woo dengan tersenyum manis.

“Omo manis sekali” jerit hati Dara.

“Dara, bisakah aku meminta nomor handphone mu? Jika kau tidak keberatan aku akan mengajakmu makan. Aku yang traktir” ucap Il Woo dengan nada riang.

“Jinjja? Call” ucap Dara tak kalah riangnya dan memberikan nomor handphonenya pada il woo.

“Oi, apakah kalian sedang berbuat mesum di tempatku?” ucap seseorang yang sedang menyilangkan kedua tangannya dengan angkuh.

“baiklah Dara. nanti aku hubungi ne, bye” ucap Il woo pamit dan melewati Gd dengan acuh.

“Yak!!! Aiissshhttt, mengapa sekarang dia sering muncul di hadapanku, menyebalkan” ucap Gd kesal dan menatap Dara dengan tatapan infra red.

“Kami tak berbuat apapun di sini. Kau sudah selesai? Kajja kita pulang” ucap Dara dengan nada terdengar ceria.

“Aiigooo, apakah kau sedang kerasukan? Lihat itu lihat, kau tersenyum terus menerus. Hwaaah daebak, kemarin kau menangis dan sekarang kau tersenyum seperti orang gila? Kau benar-benar ada kelainan” ucap Gd melihat tingkah aneh Dara.

“Ne, terserah kau mau berkata apa. Kajja kita pulang boss” ucap Dara masih dengan tersenyum membuat Gd bergidik ngeri. Namun di hati Dara sedang berbunga dan tak bisa ia pungkiri bahwa Il Woo membuat hidupnya lebih berwarna setelah kelabu di sekitar Gd.

Dara Pov

            Aku senang sekali, malam ini aku akan makan malam dengan Il Woo. Aku harus memakai apa? Aaah mengapa memikirkannya saja wajahku memanas. aku baru merasakan hal seperti ini lagi setelah sekian lama tidak merasakannya kekeke.

“Kau rapih sekali, kau ada kencan buta ya?” tanya si setan kening lebar itu.

“Ini tidak buta. Ini kencan sungguhan. Aku sudah bertanya pada Top scedule mu hari ini dan tak ada scedule di malam ini jadi aku bisa pergi, bye” ucap ku sambil memakai hills.

“Cih, dasar yeoja genit. Gaho apakah ada namja yang tertarik padanya? Heol, bentuknya saja tak ada yang menonjol sama sekali. Kau tahu selera majikanmu bukan?” ucap Gd membuat telinga ku sedikit sakit.

“Terserah kau. Selamat bermesraan dengan anjing mu itu boss. Aku pergi nee” ucap ku tak menghiraukan kicauan Gd.

# Restorant

“Apakah makan di sini tidak apa-apa? Jika kau kena paparazi bagaimana?” tanyaku khawatir pada Il Woo. Dia juga public figure hingga dia harus berhati-hati dengan aktivitas seperti ini.

“Tenanglah, paparazi tidak begitu tertarik padaku. Mereka hanya tertarik pada kehidupan G dragon” jawab Il Woo tersenyum yang di paksakan.

“Ah mian, aku tidak bermaksud seperti itu” ucapku menyesal. Aarrggghh Dara babbo, suasananya enjadi canggung seperti ini.

“Sudahlah tidak apa-apa. Aku berterimakasih karena kau mengkhawatirkan ku Dara” ucap Il Woo manis dengan tangannya menggenggam tanganku yang berada di atas meja. Omooooo ottokeee, aku seperti terbang.

            Setelah kami menghabiskan makanan kami dan berbincang, Il Woo pun mengantarku pulang. Yups, mau tak mau aku harus mengatakan bahwa aku tinggal bersama Gd dan aku pun menjelaskan padanya bahwa itu hanya sebatas pekerjaan saja dan Il Woo adalah namja yang berfikiran terbuka ia mengerti alasanku dan menyemangatiku. Aku pun melambaikan tangan saat mobil hitam merceders nya menjauh. Aaahh aku tak ingi berpisah.

“Jadi teman kencanmu Jung Il Woo? Cih selera mu rendah sekali siput” ucap seseorang di belakangku tak perlu ku melihat sumber suaranya aku sudah tahu siapa yang berkata pedas seperti itu kecuali dia.

“Neee, kau belum tidur. Jangan katakan kau menungguku pulang” ucapku menerka-nerka.

“mwo, mwo mwo huaaah kau baru Il woo yang mengajakmu makan saja kau sudah besar kepala. Ingat kau bukan tipeku, arraso!” ucapnya dengan gelagapan. Adaapa dengannya, mungkin dia habis bercinta dengan anjing nya itu, kasihan.

**

Gd Pov

            Aku tak bisa tidur semalaman karena si siput dan si Il Woo brengsek itu. Apakah mereka berkencan, bukankah mereka baru berkenalan? Aiishht, Kwon Jiyong kendalikan fikiranmu, jangan memikirkan hal bodoh sperti itu. Itu akan membuat wajahmu keriput.

“Hai Ji, kau sedang tidak bagus hari ini? Ada yang mengganggu fikiranmu?” ucap fotografer yang sudah akrab denganku.

“Ah anni. Aku tadi hanya sedikit melamun, mian. Bukankah aku seharusnya dengan seorang yeoja di pemotretan parfum ini?” tanyaku karena Top memberi tahuku bahwa pemotretan kali ini dengan seorang model wanita.

“Ne Ji kau benar. Yak!!! Mana model wanitanya?” teriak fotografer pada asistennya.

“Ah mian, ini modelnya” jawab asistennya dengan ragu, dan saat aku melihat modelnya sepertinya aku kenal.

“Cepatlah duduk di samping Gd, bawa parfum ini dan tunjukan sensualitas. Ji, kau siap” ucap fotografer pada model itu yang kini sudah duduk di sampingku.

“Jangan melihatku seperti itu, aku bukan orang yang tega pada orang yang meohon bantuanku. Asisten tadi memintaku untuk menggantikan model yang tidak bisa hadir, dia memohon padaku jadi seperti ini lah aku” ucap model itu yang belum bisa ku cerna dengan otakku. 1 detik 2 detik, jreng jreng….

“Huuaaah siput, ini kau. Bagaimana bisa kau menjelma seperti angsa, huh?” ucapku tak ku percaya bahwa di hadapanku si siput. Oke aku akui dia cukup cantik dan sexy karena ia hanya mengenakan kemeja putih kebesaran hingga mengekspos bagian leher dan bahunya.

“bukankah aku sudah menjelaskannya tadi. Ottoke? Aku tak bisa bergaya seperti model” ucapnya takut. Kekeke sepertinya akan menarik.

“Pegang botol parfum itu dekatkan pada di sebelah wajahmu, anggap kau sedang menikmati aromanya dan miringkan kepalamu tunjukan leher agar terlihat jenjang dan aku akan melakukan pekerjaanku agar hasil nya sempurna” bisikku memberi saran dan dia pun dengan polosnya mengikuti arahanku.

“Seperti ini?” tanyanya dan itu sudah seperti yang ku perintahkan. Dan sekarang giliranku.

“Tahan seperti ini, jika kau tak ingin di laporkan sebagai model gadungan” bisikku padanya, dan aku pun mendekatkan wajahku pada lehernya yang bebas terekspos dan aku pun mencium lembut leher itu. Siput itu sepertinya sedikit tersentak dengan aksiku namun aku terasa terhinotis hingga aku tak mau lepas dari aroma tubuhnya.

=TBC=

Next>>>

            Huayoooooo ~ mirkir apa readers. Kekeke awas ah yang jomblo baper, hahaha. Gumawo yang mendukung ff ini. Semakin banyak yang komen semakin cepat ff ini update. *bow. ^^

Advertisements

47 thoughts on “IMMATURITY [ Chap. 4]

  1. Jadi dara trauma sama api besar gara2 ortunya kecelakaan hemm ;(
    Aku pengen ntar Bom sama Top as always wkwkwk
    Gd semplak banget sih sama gaho wkwk
    Apalagi so top, nikah sama furniture Dan melahirkan furniture junior, babo
    Tapi akhirnya jiyong cemburu dara kencan sama ilwo
    Wkwkwk ilwo beneran suka dara keknya

  2. jadi iri deh sama gaho hahaha dipanggil baby segala.
    jidi mulai cemburuuu sama dara hahaaa.

    dara ini beruntung banget yaaa, tiba² bisa gantiin model yg nggak bisa hadir, foto bareng jidi lagi. naaahh ditambah jidinya pake nyium² lagiiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s