ASHNA PART 1

 ashna

Author : Asyifa stina

Main cast : Kwon jiyong dan sandara park

Jeritan seseorang mengagetkanku. Aku penasaran apa yang membuatnya berteriak seperti itu. Suaranya benar-benar ingin menghancurkan telingaku. Aku mencari asal suara itu, aku mengelilingi seisi rumah ini, namun nihil. Tak ada yang kutemukan, bahkan disini tak ada satu orang pun, kecuali aku.

Rumah ini terlihat sepi, berdebu pula, seperti tak lagi digunakan. Barang-barang dirumah ini juga sudah dipenuhi sarang laba-laba. Aku berjalan melihat isi rumah ini. Perasaanku tak enak, aku merasa seperti diikuti. Aku menghentikan langkahku, lalu aku mendengar suara orang berjalan. Suaranya terdengar dengan jelas, dan perlahan semakin jelas. Suara ini berhenti dan aku merasakan kehadiran seseorang tepat dibelakangku.

Hanya ada dua pilihan untukku, menjauh atau mendekat. Kalau aku menjauh berarti aku harus berlari dan keluar dari rumah ini. Kalau aku memilih pilihan kedua, itu berarti aku harus menoleh ke belakang dan menyiapkan diri untuk mengetahui siapa yang ada di belakangku.

Aku berpikir sejenak dan memutuskan pilihan. Aku memilih pilihan pertama, tapi aku juga melakukan pilihan kedua. Mempertegas langkah untuk berlari mencari jalan keluar sambil menoleh ke belakang sesekali. Wajahnya tertutup oleh masker, membuatku tak dapat melihatnya dengan jelas. Dia tak mengejarku, dia hanya diam melihatku.

Aku terus berlari sampai pada akhirnya, aku menemukan pintu yang tak bisa terbuka. Pintunya dikunci! Bodohnya diriku, saat aku mempunyai kesempatan untuk mengelilingi isi rumah ini, mengapa aku tak mencoba untuk keluar dari rumah ini. Saat aku mencari asal suara yang mengagetkanku, mengapa aku tak berpikir untuk pergi keluar dari rumah ini.

Aku tak tahu ini dimana, bahkan aku tak ingat mengapa aku bisa ada di sini. Pikiranku bercampur aduk, aku tidak ingin berlari lagi. Aku mendekat ke arahnya, aku memutuskan untuk bertanya padanya.

“Ini dimana? Mengapa aku ada di sini?” tanyaku.

Dia diam, tak menjawab pertanyaanku. Aku mencoba mengulang pertanyaanku, namun jawabannya tetap sama ‘tak ada jawaban’. Dia tetap diam. Aku menatap matanya, tatapannya membuat perasaanku berkata bahwa dia bukan orang jahat. Aku mengulang pertanyaanku sekali lagi, dia hanya menggelengkan kepalanya.

Bola matanya mengarah pada masker yang ia kenakan. Dia membuatku penasaran, aku memberanikan diri untuk mencoba membuka maskernya. Pantas saja, dia tak menjawab pertanyaanku. Aku membuka lakban yang menutupi mulutnya yang membuatnya tak bisa berbicara.

“Aku juga ga tahu ini dimana, aku juga ga tahu mengapa aku dan kamu ada di sini!”

“Terus kenapa mulutmu dilakban? Terus kenapa kamu ga nyoba buka masker itu?” masih banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan.

“Tadi aku berhasil keluar dari rumah ini, tapi sayangnya…” dia tak menyelesaikan ucapannya.

Aduh kepalaku……

Ada yang salah dengan kepalaku. Aku berusaha membuka mata, susah sekali rasanya. Tangan dan kakiku terikat, bahkan mulutku tertutup oleh lakban. Aku tidak sendirian, masih ada dia disampingku. Dia berlumuran darah, membuatku semakin bingung. Darahnya berasal dari tangan dan kakinya, sepertinya dia terkena pisau. Aku melihat diriku, aku masih bersyukur tidak ada darah yang terlihat di tubuhku.

Aku mencoba melepas tali yang mengikat tangan dan kakiku. Untunglah, ikatan talinya tidak terlalu susah dilepas. Aku melepas lakban dari mulutku, lalu melapas tali yang mengikat dia. Aku ingin bertanya lagi, namun aku sadar ini bukan waktu yang pas untuk bertanya. Kejadian tadi bisa saja terulang lagi.

Aku dan dia berusaha mencari jalan keluar, tapi pencarian nol besar. Tak ada jalan keluar! Semua akses untuk keluar dari rumah ini sudah terkunci. Pintu terkunci, jendela pun sama. Kalau aku memecahkan jendela ini, sudah dipastikan kami tak akan bisa keluar juga. Dia terlihat ketakutan, mungkin dia masih trauma. Dia juga terlihat kesakitan. Aku mengambil sapu tangan di sakuku dan membersihkan darah dari tangan dan kakinya.

Aku bukan tipe orang yang mudah menyerah, aku masih melanjutkan pencarianku. Kali ini, dia tak ikut mencari. Aku menyuruhnya untuk beristirahat saja. Pencarianku kali ini berbeda, aku tak lagi mencari jalan keluar. Aku mencari barang-barang yang bisa digunakan untuk melawan para penjaga. Aku melihat keluar melalui jendela, ada banyak para penjaga yang menjaga rumah ini. Total penjaganya ada kurang lebih 15 orang, mereka semua berada di luar, mengelilingi rumah ini. Jika di luar ada para penjaga, aku yakin di dalam pasti ada juga. Kalau dugaanku benar, para penjaga di dalam rumah tak akan sebanyak di luar rumah dan aku yakin para penjaga di dalam rumah pasti memegang ‘kunci’ untuk keluar dari rumah ini.

Advertisements

32 thoughts on “ASHNA PART 1

  1. Ini ceritanya dara unnie sama jiyong oppa diculik terus disiksa gitu? cuman dara unnie sih yang terluka. Semoga aja mereka bisa bebas dari sana. Btw, aku blm ngerti jalan ceritanya, authornim. Tapi ditunggu next chapnyaa😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s