THE MAGIC OF LOVE [Chap. 22]

123456

Author : @astarinur
Main Cast: Sandara park , kwon jiyoung , Yg, IU.
Support Cast : 2ne1 , bigbang, Billy
Rate: T ( tapi dikit – dikit ada rate M nya)

 The Magic Of Love chap 22

Oh ternyata jiyong mempunyai seseorang yang ia kasihi! Jin~ah nama yang tak asing ditelingaku! Apakah jiyong masih menyayanginya? Entahlah aku tak tahu! Sudahlah itu bukan urusanku! Sebaiknya aku melupakan sejenak semua pikiranku tentang jiyong. Rasa sakit yang sering aku rasakan kepadanya aku harapkan akan segera menghilang, karena rasa itu sungguh salah! Jiyong!’

 Dara berjalan berkeliling seraya menikmati udara disekitarnya. Pemandangan indah ia dapati ketika berjalan keluar dari tempat pemakaman tadi. Suasana menyeramkan dipemakaman tadi seakan terhapuskan dengan sekejap. Dara memiliki pengalaman buruk dengan pemakaman! Mengingatkannya kepada ayahnya yang telah lama meninggal. Dara sadari sudah berapa lama dia tak mengunjungi ayahnya! 6 bulan atau bahkan satu tahun. Dia bahkan tak menyadari jika selama itu, dia hanya berkutat dengan hal – hal yang tak penting! Sedangkan dia malah melupakan ayahnya.

 Dara sekejap menarik nafasnya dalam seraya menutup matanya merasakan rasa sejuk yang jarang ia rasakan.

 Matanya berhenti kepada satu taman bunga didepannya. Tak sabar ingin menyentuh bunga – bunga itu dara berlari dengan gembira menghampirinya.

 “Wow,, kalian sangat cantik! Hi,  kamu yang berwarna ungu! Hello, kamu yang berwarna merah! Hi juga, kamu yang berwarna putih!! Wahh… sangat banyak dan tentunya indah kalian ini! Ingin aku membawa kalian pulang!! Hehe… sini berkumpul para kumbang aku akan menceritakan sesuatu pada kalian!! Dengarkan dengan baik para bunga dan kumbangku!”

      ‘Pada suatu hari, hiduplah seorang pangeran dan seorang gadis biasa! Pangeran itu sangat tampan rupawan, baik hati dan sangat penyayang. Tak lupa dia sangat terkenal banyak yang mengaguminya!! Tak terkecuali gadis biasa itu! Gadis biasa itu mengagumi pangeran itu! Dia sebenarnya tidak berniat merusak hidupnya dengan masuk kekehidupannya namun takdir menyatukan mereka. Pertengkaran selalu mereka hadapi setiap saat! Namun hari demi kehari pangeran itu mulai menunjukan perhatian kepada gadis biasa itu, tentu gadis itu sangat senang namun gadis itu menyadari jika dia tak seharusnya berpikiran jika perlakuan pangeran itu lebih seperti apa yang ia harapkan. Maka dari itu gadis biasa ini mulai menjauh dan bersikap seperti awal tak saling mengenal! Selesai!!’

 “Ah.. leganya!! Terimakasih telah dengan baik mendengarkan ceritaku!!”

 Dia tersenyum manis , merebahkan tubuhnya diatas hijau daun serta ditemani bunga – bunga bermekaran. Dara menikmati sekali waktunya disana. Tak sadar jika dia tengah membuat seseorang khawatir padanya.

 **

 ‘Aish… kemana dia? Mengapa dia sangat suka membuatku kalang kabut mencarinya! Dara…. kamu dimana!!Bisakah kamu berhenti menghilang seperti ini! Kamu membuatku khawatir setengah mati!!’

 “Bagaimana bisa dia menghilang ditempat seperti ini! Oh God, dara kamu dimana! Ditempat tak berpenghuni seperti ini dimana kamu bersembunyi? Cepat kembali!!”

 Jiyong panik ketika melihat mobilnya kosong tanpa dara. Dia mencoba menghubungi ponselnya namun apa daya jaringan disana sangat buruk!

 Jiyong mencoba mencari dara disekitar tempat pemakaman namun hasilnya nol. Dia mencoba mencari lebih jauh, terlihat ada sebuah taman disana namun dara tak terlihat sosoknya disana.

 Sayang sekali jiyong tidak memeriksa taman itu. Tumbuhan disana memang menjulang tinggi. Bunga – bunga disanapun sangat lebat sehingga dara yang sedang membaringkan tubuhnya disanapun tak terlihat.

 Jiyong sudah frustasi mencari dara. Sedangkan sebentar lagi siang akan berganti malam. Akan lebih sulit mencarinya jika keadaan gelap gulita.

 “Oh god, dara kamu dimana? Apa ada seseorang yang menculikmu? Iya mungkin saja, mana mungkin dia menghilang mendadak seperti ini! Mana mungkin dia melupakanku disini!”

 Pikiran jiyong sudah mulai tidak rasional saat ini. Dia tak tahu harus melakukan apa. Dia mencoba mencari pertolongan kepada orang – orang penunggu disana. Namun sayangnya jiyong tak menemukan satu orangpun.

 “Ini gila!! Bagaimana bisa tempat ini mereka tinggalkan begitu saja? Kemana penjaga tempat ini? Mereka menghilang disaat waktu yang tidak tepat! Arghh….. dara kamu dimana sebenarnya!”

 Jiyong mencoba untuk kembali ke tempat mobilnya berada berharap dara menunggunya disana. Namun rasa kecewa yang ia dapatkan! Dara tak ada disana.

 Sekitar beberapa menit dia mengistirahatkan badannya. Bersandar pada mobilnya. Namun matanya tetap bekerja memperhatikan disekelilingnya tak henti dirinya mengharapkan bisa melihat sedikit jejak dari dara.

 Clak.!!

 Rintik hujan membasahi wajahnya. Hujan!! , jiyong semakin khawatir terhadap dara. Keadaan saat ini sudah gelap ditambah hujan datang membuat jiyong semakin kesulitan mencari dara.

Segera dia bergegas mencari payung dibagasinya namun entah kenapa kesialan tak kunjung henti menimpanya, payung yang jiyong harapkan ada dibagasinya ternyata tidak ada.

 “ARGHHHH …!!”

 ‘Terserah ! Hujan tak akan membuatku lelah untuk menemukanmu dara! Dara cepat kembali! Hujan ini akan semakin membesar aku takut kamu kedinginan!’

 Tanpa beralaskan apapun jiyong menerjang hujan didepannya. Dia berlari mencoba mencari dara ditempat yang telah ia lalui tadi.

 Badan sudah basah kuyup saat ini , namun seakan rasa lelah telah sirna dari tubuhnya dia tetap semangat mencari dara.

 Ditengah pencariannya dia berhenti sekejap memperhatikan taman bunga tadi yang ia lewati. Menghapus air hujan yang mengguyur wajahnya dia melihat dengan remang – remang seseorang tengah berlari ke arahnya. Entah hanya hayalannya saja atau memang dia melihat seseorang didepannya.

 ‘Jiyong!!’

 Terdengar pelan suara seseorang memanggilnya namun jiyong masih dapat menangkap suara itu jelas.

 ‘Jiyong!!’

 Kali ini suara itu terdengar sangat jelas. Kaki jiyongpun mulai melangkah mengikuti suara itu.

 Setelah jiyong dapat melihat jelas orang yang memanggilnya, kakinya yang tadi berjalan pelan saat ini berubah menjadi cepat! Jiyong berlari kencang menghampirinya.

 “Oh god, dara!”

 Tak dapat menahan emosinya, jiyong meraih dara dan memeluknya erat.

 “Jiyong, maaf tadi aku hanya…. !”

 “Ayo kita ke mobil! dingin ini sudah mulai membunuhku!”

 Dara hanya mengikuti keinginan jiyong. Memang dia juga merasakan hal yang sama. Keadaan mereka sudah sangat basah kuyup.

 **

 “Jiyong, tadi aku hanya…. !!”

 “Dara, bisakah kamu memasang seatbelt nya dengan cepat! Kita masih mempunyai perjalanan lama dan sangat panjang! Aku ingin segera menghangatkan tubuhku!”

 “Iya, jiyong aku… !”

 “Malam ini kita menginap di hotel saja, kita tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini!”

 “Jiyong..!” Dara menyerah.

 Sikap jiyong secara mendadak berubah drastis. Berulang kali jiyong memotong pembicaraan dara. Saat ini dia tidak ingin mendengar suara dara, lebih tepatnya mendengar alasannya. Jiyong berusaha untuk focus dengan mobilnya. Berusaha melupakan jika saat ini mereka dalam keadaan basah kuyup, penghangat didalam mobilpun tak berpengaruh sama sekali, tak dapat menghangatkan tubuh mereka.

 Darapun tak ingin memulai pertengkaran dan membiarkan jiyong untuk mendinginkan pikirannya terlebih dahulu. Dia merasa bersalah karena lupa untuk memberi kabar kepada jiyong, terlalu keasyikan bermain – main dengan bunga – bunga disana. Dia juga tertidur sejenak disana dan baru  terbangunkan oleh rintik hujan yang membasahi tubuhnya.

 Dia ingin meminta maaf kepada jiyong atas kecerobohannya. Dia juga merasa semakin bersalah ketika melihat wajah jiyong tadi saat menemukannya. Namun jiyong tak memberikannya kesempatan.

 ***

 Saat ini keadaan masih canggung. Jiyong masih dengan sikapnya yang dingin kepada dara dan dara yang sedari tadi terdiam tak ingin membuat satu pertengkaran dengan jiyong.

 Lebih dari itu, seharusnya mereka memperhatikan keadaan diri mereka saat ini yang sedang basah kuyup oleh hujan tadi. Mereka sama – sama merasa kedinginan namun kedua dari mereka tak ada satupun yang mengutarakannya. Namun jika mereka berlama – lama dalam keadaan seperti itu, bisa saja mereka terjangkit sakit.

 Jiyong sedari tadi mencoba mencari penginapan terdekat, karena hotel sangat jauh untuk dijangkau terpaksa jiyong mencari penginapan saja untuknya dan dara. Sesekali jiyong melihat dara, mengkhawatirkan apakah dara kedinginan! Namun egonyalah yang menahannya untuk memperlihatkannya, dia kesal bahkan  marah terhadap dara! Jiyong sangat khawatir dan ketakutan mengingat kejadian tadi, dara membuatnya hampir gila saat itu!

 Jiyong meminggirkan mobilnya saat menyadari dara tengah tertidur saat ini. Tak tega melihatnya menggigil jiyong memasangkan jasnya yang tak sengaja ia simpan dibelakang. Jiyong dengan hati – hati meraih wajahnya dara, seraya memperhatikannya!

 ‘Dia memang cantik! Bahkan saat tidur seperti inipun keindahannya tak berkurang! Sangat tenang seperti seorang bayi!’

 Pikiran ragu jiyong mulai muncul kembali. Rasa aneh yang jiyong sadari akhir – akhir ini muncul kembali. Tapi jiyong tak memikirkannya terlalu jauh, mungkin hanya perasaan sesaat! Dia mengecup kening dara dan menghapus setitik air hujan yang masih tersisa pada wajahnya.

 Lalu melanjutkan perjalannya. Jiyong dengan seksama memperhatikan tempat – tempat yang ia lewati.

 ‘Ah, sepertinya penginapan ini tidak terlalu buruk untukku dan dara! Lagipula besok aku akan segera kembali! Hmm.. pertama aku harus memasang semua alatku agar tak ada seseorangpun yang tahu jika aku G Dragon sedang berada disini! Menghindari dari keributan yang akan terjadi nantinya!’

 Jiyong lengkap dengan kacamata hitam, masker dan topinya berjalan menghampiri receptionist disana. Pegawai disana melihat jiyong dengan aneh, pakaian basah kuyup tapi masih saja memperdulikan gayanya! Itu yang mereka pikirkan! Jiyong tak ambil pusing dan segera memesan satu kamar untuknya!

 Setelah mendapatkan satu kamar, jiyong kembali pada mobilnya. Mengingat dara yang masih berada disana. Jiyong menggendong dara dan berhati – hati membawanya ke dalam kamar pesananya tadi tanpa sepengetahuan siapapun.

 ‘Ah.. dara mengapa tubuhmu dari hari kehari semakin memberat!’

 Jiyong membaringkan dara dibawah tempat tidur. Hal pertama yang ia lakukan adalah memesan kepada room service untuk membelikannya 2 set pakaian untuknya, serta 2 set pakaian untuk dara.

 Triing!

 Suara pintu kamarnya berbunyi, sepertinya pesananya telah tiba.

Tak lupa memasang masker dan kacamata hitamnya jiyong menghampirinya.

 ***

 “Jiyong apa yang kamu lakukan!”

Mata dara terbuka ketika dia merasakan seseorang akan membuka bajunya. Dara menahan tangan jiyong yang saat ini berada pada kancing ketiganya dari kemeja dara.

 “Jiyong!!”

 “Aku hanya ingin mengganti pakaianmu yang basah ini dara! Maaf aku lancang aku hanya tak tega membangunkanmu!”

 Dengan cepat jiyong melepaskan tangannya yang tadi berada didadanya dara. Jiyong bangkit dan berdiri membelakanginya .

 “Karena kamu sudah bangun, jadi aku yakin kamu bisa mengganti sendiri pakaian basahmu itu dengan pakaian yang telah aku siapkan, aku akan pergi sebentar!”

Tanpa menunggu balasan dari dara jiyong berlari kearah balkon yang tersedia didepan kamarnya.

 Dara yang nyawanya masih belum seutuhnya bangun hanya bisa melihat tingkah jiyong yang aneh dengan sebelah mata.

 Dara tak ambil pusing kejadian tadi dan segera pergi ke dalam kamar mandi. Benar saja , disana sudah terdapat pakaian baru lengkap dengan pakaian dalam untuknya kenakan.

 Lama dara berdiam didepan kaca, memperhatikan bagaimana keadaan dirinya saat ini. Memikirkan apa yang telah terjadi padanya akhir – akhir ini.

 ‘Dara, sebelum kamu jatuh lebih dalam! Kamu harus sadar jika ini hanyalah settingan belaka. Jangan kamu pikir seorang G-dragon memiliki hal spesial kepadamu! Tapi memangnya apa yang salah? Aku dan dia memang didunia berbeda, tapi kami masing – masing memiliki hati dan perasaan. Apa salah aku menaruh rasa suka kepadanya? Toh jiyongpun tidak mengetahui ini semua! Aku akan bersikap seperti biasa tanpa menunjukan jika benar saat ini aku akui telah menyukainya! Tapi aku bingung satu hal, aku pernah mengakui jika akupun memiliki rasa kepada minho? Apakah mereka sama? Apakah rasa ini hanya kekaguman belaka? Aku bingung! Yang jelas saat ini aku hanya akan menikmati waktuku bersamanya, entah pada akhirnya aku yang akan kalah dan menangis sendiri. Yang terpenting saat ini aku bisa bahagia, aku juga akan membuat jiyong berpikir jika aku berguna untuk hidupnya! Setidaknya aku bukan seorang benalu yang menumpang dan merusak inangnya!’

 Setelah memutuskan apa yang dara akan lakukan, saat ini dia tak akan ragu melakukan apapun yang hatinya inginkan.

 Dara keluar dan menghapiri jiyong yang sedang berdiri dibalkon memperhatikan jalanan didepan. Dara berjalan pasti kepadanya, ketika jarak mereka mulai menipis dara dengan tanpa ragu memeluk jiyong dari belakang.

 Jiyong terkejut dan berusaha melepaskan tangan dara yang menggenggamnya erat, namun dara menahannya kuat.

 “Jiyong, kumohon maafkan aku dan dengarkan alasanku sebentar saja!”

 “Dara, aku sedang dalam mood yang buruk! Kumohon lepaskan pelukanmu ini, aku ingin menikmati waktuku sendiri sebentar!”

 “Tidak! Aku tak akan melepaskan pelukanku jika kamu belum memaafkanku jiyong!”

 “Aku sudah memaafkanmu! Jadi sekarang lepaskan aku! Lagipula apa yang harus aku maafkan darimu? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun!”

 “Kamu bahkan belum mendengar penjelasanku jiyong!”

 “Sudahlah aku lelah!”

 “Jiyong!”

 Habis kesabaran jiyong, menarik tangan dara keras untuk melepaskannya. Berbalik menatap wajah dara, jiyong sangat lelah saat ini dia ingin sekali bercanda gurau kembali seperti dulu kepada dara namun rasa kesal dan egonya menahannya. Sudah berapa kali dara melakukan hal ini! Sudah habis hitungannya!

 “Dengar dara! Bisakah kamu mendengarkan dan mengerti perkataanku sekali saja tanpa harus aku ulangi berulang kali! Aku memaafkanmu ok! Jadi sekarang tinggalkan aku sendiri!”

 Dara terdiam tak bersuara, melihat sikap jiyong yang berbeda kepadanya membuatnya sakit. Jiyong tak pernah bersikap kasar kepadanya, walaupun jiyong sering memarahinya ini pertama kalinya jiyong membentak dan menaikan nada bicaranya. Bagaimana mungkin dara bisa percaya jika jiyong benar telah memaafkannya! Namun melihat wajah jiyong yang memandangnya dingin darapun tak kuasa untuk menangis didepannya dan beranjak pergi secepat mungkin dari hadapan jiyong.

 Kesalahpahaman ini berlanjut, waktu sudah menunjukan tengah malam namun jiyong tetap berada dibalkon , terkadang ia merokok menikmati waktu sendirinya. Rasa kantuk saat ini menyerangnya namun jiyong masih dengan egonya tak mau melihat dara.

 Kalah, dia berjalan masuk seraya menutup pintu dan jendela yang masih terbuka. Dara saat ini tengah tertidur pulas. Jiyong berjalan kearahnya, tak kuasa ingin menyentuh dan membelai wajahnya.

 ‘Goodnight dara!’

 Mengecup keningnya lembut, jiyong beranjak pergi untuk tidur disofa yang berada dekat dengan tempat tidur dara

 ====

 

 

 ‘Apakah semalam jiyong mengecup keningku? Sudahlah dara lupakan saja mungkin itu hanya mimpi saja!’

 Dara bergegas bangun dari tempat tidurnya, matanya langsung mencari sosok jiyong. Menyadari jika saat ini dirinya hanya sendiri. Jiyong tak terlihat dimanapun!

 ‘Oh god, apa dia meninggalkanku disini? Tapi itu tidak mungkin aku yakin dia tak akan setega itu kepadaku!! Seharusnya aku bangun lebih awal , dasar kamu bodoh dara!!!’

 Tiba – tiba pintu kamar mandi terbuka dan jiyong keluar dengan hanya menggunakan handuk dipinggangnya saja. Dara yang melihatnya setengah telanjang terkejut dan segera menutup wajahnya malu.

 “Jiyong! Apa yang kamu lakukan? Cepat berpakaian!!”

 Namun masih sama dengan keadaan semalam jiyong tetap bersikap dingin kepadanya. Dara menyerah tak ingin memulai perkelahian. Dara bergegas masuk kedalam kamar mandi yang tadi jiyong pakai dan menutup rapat – rapat pintunya.

 ‘Dasar wanita aneh!’ Pikir jiyong.

 **

 “Dara, hari ini kita tak bisa pulang ke apartmneku terlebih dulu, Paman YG memintaku membawamu untuk menemuinya!”

 Mata dara langsung membesar mendengar kata – kata yang terucap dari jiyong. Dia melihat jiyong bingung dan takut. Namun jiyong tak memberi penjelasan lanjut kepada dara. Dara menahan nafasnya membayangkan betapa menyeramkannya nanti saat bertemu dengan paman YG.

 Jiyong sebenarnya mengerti gerak gerik dara yang saat ini ketakutan. Tangannya bergetar ketika gugup dan takut. Namun tetap saja jiyong memilih egonya.

 Krucuk… krucuk!!

 Terdengar suara perut seseorang yang menjerit. Dara memalingkan wajahnya malu. Mengumpat kepada dirinya sendiri. Namun tiba – tiba mobil yang mereka tumpangi berhenti disalah satu resto kuno yang tak sengaja jiyong lihat.

 ‘Tepat waktu sekali! Terimakasih jiyong!’

 Tanpa kata apapun jiyong turun dari mobilnya. Dara tetap didalam ragu untuk mengikuti jiyong, dia merasa jiyong telah mengacuhkannya.

 “Cepat keluar! Bukannya perutmu sudah lapar!”

Dara melihat dari jendela mobil, jiyong yang berdiri menunggunya. Darapun akhirnya berjalan keluar dan segera menghampiri jiyong.

 “Pesan apapun yang kamu inginkan!”

 Dara mengangguk kecil. Dia memperhatikan bangunan resto itu. Benar – benar sangat kuno! Seperti sudah berdiri berpuluh – puluh tahun lamanya dan anehnya tak ada satupun pengunjung yang makan di resto ini selain dirinya dan jiyong. Dara melihat seseorang menghampiri meja mereka. Seorang laki – laki tua, dia menyodorkan satu box yang berisi banyaknya gulungan kertas.

 “Ambil salah satu dari gulungan kertas ini dan lihat apa yang kalian dapatkan!”

 “Permisi jika boleh saya tahu untuk apa ini semua?”

 “AH. Tenang ini hanya kuis yang kami lakukan setiap ada pasangan kekasih yang datang kemari. Ayo pilih salah satu nona!”

 “Kami bukan pasangan ..!”

 “Baiklah! Aku pilih ini paman!” Dara melihat jiyong yang telah memotong pembicaraanya. Namun jiyong hanya menaikan alisnya kepada dara.

 “Baiklah aku ambil yang ini paman!”

 “Sekarang kalian tukar kertas yang telah kalian pilih dan satu persatu bacakan isinya!” Segera jiyong dan dara menukar kertas mereka.

 “KAMU, AKU DAN MASA YANG TELAH BERLALU!” Dara memulai dan dilanjutkan oleh jiyong.

 “AKU, KAMU DAN MASA YANG AKAN DATANG!” Jiyong mengerutkan keningnya bingung.

 “Selamat anak muda! Kalian berjodoh baik dimasa lalu walaupun dimasa depan! Kalian juga mendapatkan satu pasang cincin ini! Ingat kalian harus memakainya sekarang dan seterusnya  heheh.. kami akan sangat senang jika kalian memakainya!! Oh tak lupa kami menyediakan wine dan cake untuk pasangan kekasih seperti kalian secara gratis! Nikmati hidangan kami dan selamat siang!”

 Paman tadi menyerahkan cincin hadiah tadi serta satu botol wine dan sepiring cake. Lalu pergi meninggalkan kami.

 “Jiyong apa kita harus memasang cincin ini?”

 “Hmm.. pakai saja tak ada ruginya!”

 “Baiklah, lagipula cincin ini sangat cantik!”

 Tanpa berpikir panjang jiyong dan dara memakai cincin itu yang kebetulan sangat pas dipasang dijari manis mereka masing – masing.

 =====

 “Hmm.. mereka sangat ramah! Makanannya pun sangat enak! Lain kali kita kembali kesini lagi ya ??” Dara melihat jiyong dengan penuh harap namun jiyong tak memberikan respon apapun.

 Kesal , dara melipat tangannya didadanya dan melihat kebelakang mobilnya melihat untuk terakhir kali resto yang membuat dara puas dengan pelayanannya itu. Namun tak ada!

 Dara berbalik arah berusaha melihat apakah matanya membohonginya atau memang benar resto itu menghilang. Baru saja mereka keluar dari pintu gerbang resto tadi dan jaraknyapun belum jauh mereka lalui namun resto tempat dara makan tadi telah menghilang seolah – olah tempat tadi tak ada.

 Dara memalingkan wajahnya kearah depan.

‘Oh god, apa yang terjadi pada resto itu? Menakutkan! Sebaiknya aku merahasikan ini dari jiyong! Semoga ini hanya hayalanku saja!’

 

 

 Tbc.

 Huhu…

#Daragon momentnya sedih ini!! Sabar yooo … ✌

Eitsss,  ko jadi serem nih??? Hengshoooo, pyeong!!

 

 

<< back next>>
Advertisements

14 thoughts on “THE MAGIC OF LOVE [Chap. 22]

  1. Jiyong jgn egois dong,,!!!
    Kasian dara,dara mulai mnyadari prsaan’a sm km,tinggal km yg hrs sadar klo km s’bnr’a suka jg sm dara,
    Km gak bsa memungkiri itu smua ji,,!! Mlihat betapa khwatir’a km be”rpa saat yg lalu krn mendapati dara tak ada d’dalam mobil,
    Loh,,loh,,loh,,
    Knp tiba” kesan’a jd horor gini si ,,,
    Psti ini kerjaan para peri untk menyatukan jiyong sm dara,,,
    Makin penasaran sm cerita’a nd makin seru z nih crta’a
    Semangat thor,,,, 🙂
    Jgn lama” ya thor post’a
    Oh iya ff ini smpe chapter brp sih thor klo bleh tau ??? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s