Half Tone – Part008

Half Tone cover 2
PERINGATAN : fanfiction ini mengandung muatan dewasa! Bagi pembaca yang belum cukup umur atau tidak nyaman dengan konten tersebut, dianjurkan untuk tidak membacanya.

Half Tone

Author : Defta

Cast     : Sandara Park and Kwon Jiyong

Genre   : Fantacy, Rate M

Dahinya semakin berkerut ketika ia mulai membuka lembar pertama dari buku itu –cover buku-. Dari semua lembar yang ada hanya sampul dari buku itu yang memiliki tebal beberapa kali lipat dari kertas yang lainnya.

Perlahan jiyong menerawang sampul berwarna coklat itu, samar-samar dilihatnya sebuah sketsa wajah dan beberapa tulisan. Kali ini dia kembali bingung, bagaimana cara untuk memisahkan lembar demi lembar yang menyatu menjadi satu itu, dia tidak memiliki apapun selain buku panduan itu dalam tasnya.

Rasa gelisah kembali menjalari tubuhnya. Otaknya kembali berputar untuk menemukan sebuah ide yang cemerlang yang bisa membawanya mengetahui isi sebenarnya dari sampul buku itu. Perasaan itu membuatnya melakukan kebiasaan buruknya yang lain. Ketika ia gelisah dirinya akan menggigiti kuku-kuku panjang dan runcingnya.

Tunggu. Panjang dan Runcing. 2 kata tersebut menyadarkan Jiyong kembali ke kenyataan. Ia bisa menggunakan kukunya untuk melepaskan lembar-demi lembar yang menyatu itu.

Detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam. Jiyong baru bisa melepaskan 2 lembar. Di lembar pertama yang berhasil dibukanya ada penjelasan tentang seseorang bernama Park Sang Hyun dari mulai mimpi yang turun ketika orang yang berjenis kelamin laki-laki itu lahir, tanggal lahir, sampai jam, menit dan detiknya.

Lembar kedua berisi gambar seorang pria muda berusia belasan tahun, ya bisa diketahui dengan cepat bahwa pria dalam gambar sketsa itu adalah Park Sang Hyung. Jiyong tidak tau siapa Sang Hyun sebenarnya sampai dia membuka lembar ke 3. Disana terdapat penjelasan dari Dara. Jiyong memang tidak tahu pasti nama asli Dara, dan dalam lembar itu terdapat nama Sandara Park.

Lembar ke 4 yang berhasil ia buka adalah gambar sketsa dari wajah Dara. Yah… jiyong mulai menebak apa sebenarnya hubungan antara Dara dan Sanghyun.

Dan lembar terakhir yang benar-benar melekat pada sampul itu adalah pohon keluarga dengan judul pohon keluarga kerajaan Half Tone.

KERAJAAN HALF TONE

Jiyong tersentak, jika Half Tone berbentuk kerajaan maka… jadi telunjuk jiyong menyusuri pohon itu sampai ke ujung terakhir, dimana di paling akhir dari phon itu terdapat gambar sketsa wajah Dara dan sebelahnya adalah Pria bernama SangHyun tadi. Dugaan jiyong benar adanya, Dara adalah seorang putri kerajaan dan Sanghyun adiknya adalah pangeran.

#CIT… suara decitan pintu yang terbuka terdengar, jiyong terlonjak dari tempat duduknya ketika seunghyun masuk kedalam ruangan itu. Wajahnya terlihat sangat lesu dengan mata yang memerah.

“Jiyong-ah…” Seunghyun mengucapkan nama Jiyong sambil menatap mata pria itu. “Aku minta mmaf untuk sikapku yang sebelumnya” Tapi secara tidak terduga, ketika jaraknya sudah dekat dengan jiyong dirinya merendahkan tubuhnya dan berlutut, membuat Jiyong mengerutkan dahinya. “Kumohon menikahlah dengan Dara” Dirinya menundukkan wajahnya. “Dengan begitu Half Tone bisa jatuh ketangan yang tepat”

Jiyong sama sekali tidak bersuara dia hanya menatap Seunghyun dengan tatapan bencinya. Seunghyun yang mulai merasa jengah dengan kebisuan Jiyong itu, jadi dirinya menongak untuk memastikan pria itu masih ada disana atau tidak. Ketika pria itu masih disana Seunghyun mulai membuka mulutnya. “Aku akan memastikan Daesung dan Seungri pergi ketempat terang dengan selamat”

Kesunyian menerpa mereka.

“Aku akan melakukan apapun yang kau perintahkan” Lanjut Seunghyun.

*

*

Nuansa putih tergambar jelas di sebuah ruangan yang orang biasa menyebutnya sebagai altar. Jiyong berdiri disana dengan setelan jas hitam dengan kemeja putih, rambutnya disisir rapi. Tak lama kemudian pintu kayu besar mengayun terbuka, dan keluarlah Dara dengan gaun putih berekor panjang.

Semua orang yang berada disana menyaksikan Dara dengan raut kekaguman, yah jika kalian bertanya siapa saja orang-orang itu, mereka adalah abdi kerajaan yang mengurus semua jalannya pemerintahan di Half Tone.

Jika kejadian itu terjadi 1 hari yang lalu saja, Jiyong pasti juga akan menatap Dara dengan tatapan kagumnya sama seperti orang-orang itu bahkan lebih. Dia tak segan untuk memuja Dara bak Dewi (Ehm.. nama asli Defta nih kekekek #Tendang Defta) dan mengagungkan wanita itu.

Diantara semua orang yang hadir Jiyong dapat melihat seorang pria yang memakai jas abu-abu tengah duduk dibarisan paling depan, wajahnya menunjukkan ekspresi sedih, tapi ada ekspesi kesal yang juga tergambar jelas di wajah tampannya. Jiyong tau bahkan sangat tau kalau pria itu adalah Park SangHyun, adik kandung Dara. Walau yang ia lihat di gambar masih usia belasan tapi wajah pria itu tak banyak berubah.

*

*

Jiyong berdiri disana ketika Daesung dan Seungri akan pergi ke bagian terang, dia menyaksikan detik demi detiknya. Jiyong ingin sekali menyapa mereka dan mengucapkan selamat tinggal, tapi seunghyun bilang Seungri dan Daesung harus kehilangan ingatn mereka selama didunia gelap maupun Half tone. Pria jakung itu bilang itu semua demi kerahasiaan 2 bagian dunia itu.

Daesung dan Seungri kemudian menghilang dibalik pintu yang menjulang tinggi itu, bahu tegang Jiyong perlahan menurun dan melemas ia menghembuskan nafasnya perlahan bersamaan dengan hal itu. Ditatapnya ujung sepatu yang ia kenakan dan dirinya membalikkan badannya, berjalan menjauh dari tempat itu.

Jiyong merasa bebannya sedikit terurai, tapi ketika ia memasuki istana Half Tone, ketika semua orang yang berada disana menunduk hormat padanya, ketika dia merasa dirinya sendirian, hati kecilnya berteriak seolah memberontak. Giginya mulai merapat dan menahan amarah yang amat besar. Langkah-langkah kecilnya berubah menjadi langkah-langkah kasar dan cepat.

*

*

Jiyong mendorong sebuah pintu yang paling besar di dalam istana itu. Yah jika itu pernikahan sesungguhnya maka ruangan itu adalah kamar dirinya dengan Dara. Jiyong melangkah masuk kedalam rungan itu, dimana didalam sana sudah ada Dara yang tengah duduk merenung disisi ranjang. Kedua mata Jiyong seakan menggelap, tak menyadari bahwa di pelupuk mata Dara sudah menggenang air mata.

Dengan tidak sabaran Jiyong meraih bahu Dara hingga membuat wanita mungil itu berdiri, selanjutnya Jiyong mendorong tubuh Dara hingga punggungnya menyentuh dinginnya tembok rungan itu. “Jiyong-ah….” Lirih Dara. Pria itu sama sekali tidak menghiraukannya, giginya masih merapat. Ditariknya nafas dengan dalam. Kemudian jiyong mencium Dara dengan kasar, bukan hanya mencium bibirnya seakan tak segan untuk melumat dan menggigit bibir Dara yang berbalut lipstick tipis.

Seluruh tubuh jiyong telah dimasuki amarah, tangannya dengan cepat merobek gaun putih yang dikenakan Dara dalam pernikahannya tadi. Setelahnya tangan itu menarik kasar rambut Dara yang terurai hingga Dara mendongak dan meringis kesakitan. Disaat yang sama jiyong mulai menciumi leher putih dara. Bibirnya yang kesetanan itu juga melumat dan menggigit leher jenjang itu, dan dia baru akan berpindah kearea yang lain ketika merasakan rasa amis dilidahnya.

Jiyong, bukan tubuh jiyong memeperlakukan Dara dengan amat kasar. Lutut pria itu menyelip diantara kedua kaki Dara, dan kemudian mengangkat lututnya tersebut keatas, membuat tubuh dara juga terangkat dengan bertumpu pada selakangannya yang berada diatas lutut jiyong.

Sakit ? jangan ditanyakan. Bisa kalian bayangkan sendiri. Ditambah lagi ketika tubuhnya diatas, Jiyong langsung melahap puting payudaranya, bukan hanya menghisap bukan hanya itu, jiyong menggigtnya dengan kasar hingga Dara berteriak kesakitan bekali-kali “Jiyong kumohon hentikan !!” Pintanya dengan nada yang sangat memelas, tapi ketika mendengar permintaan Dara itu, Jiyong semakin keras menyiksa Dara.

Teriakan Dara perlahan menghilang tersedak di tenggorkan, yang keluar hanya rintihan sakit yang sangat lemah, ia kehabisan tenaga dan suaranya. Jiyong terlalu keras menyiksa tubuhnya.

Ketika suara dara benar-benar habis, jiyong melepaskan semua tubuhnya yang bersentuhan dengan tubuh Dara yang sudah telanjang bulat. Sedang dirinya masih dengan jas yang lengkap hanya sedikit kusut di beberapa tempat. Jiyong melepaskan tubuh Dara hingga wanita itu terjatuh dilantai dengan mengenaskan. Dan jiyong hanya membuang wajahnya dan mencoba mengatur nafasnya.

“Apa yang kau dapatkan tidak sebanding dengan apa yang sahabatku alami” ucapnya kemudian.

Dara hanya menunduk dan menatap sekujur tubuhnya yang benuh akan bercak luka dan bercak kebiruan. Kemudian ia melihat kaki jiyong pergi menjauh darinya, sepasang kaki yang memakai sepatu hitam itu menjauhinya dengan langkah yang terdengar kasar. Dan tak lama kemudian dirinya mendengar suara pintu yang tertutup.

Air maya yang sejak awal dibendungnya kini jatuh juga. Tangisnya mulai pecah. Bukan. Dia bukan menangis karna semua luka pada tubuhnya. Dia menangis akan semua yang sudah jiyong lakukan pada tubuhnya.

“Maafkan aku Jiyong” lirihnya. “Aku sama sekali tidak berniat membunuh Yongbae”

­­==TBC==

Bingung ?  Defta aja bingung. Penjelasannya ada di Part 10. Jadi semua yang membingungkan ada penjelasannya kok… so sabar…OK…<3

 

Advertisements

30 thoughts on “Half Tone – Part008

  1. aku kok malah sedih liat mereka berdua nikah….jiyong bener2 kejam….segitu marahnya kah dia ke dara.
    apa rasa cintanya utk dara sdh berkurang……andwae. berharap yg terbaik buat daragon. penasaran jga apa yg buat dara bisa ngelakuin itu….agar ji gk salah paham lg. dan pernikahan dara sama ji gk sia2 dan mereka hidup bahagia selamanya.

  2. kasihan ya jiyong serasa jd sendirian sahabat nya pada ngilang orang yang dya cintai ngehbngi dy kasian deh 😥
    jiyong tega banget ya am dara sampe segitu nya ya , tapi untung aja gg dibunuh seh ya ,
    next ahh

  3. Kenapa ji jdi kasar gt sama dara?:(ap krna dara bhong slama ini ke ji hmmm jd pnsran sbnernya hbgn ap yg ad antra dara sama ji kenapa dara harus nikah sama ji

  4. Sebenernya yang jahat disini siapa ?
    Jiyong kenapa jahat banget sih ? Astaga kejam banget sama dara ;(
    Ga bermaksud bunuh youngbae ? Maksudnya apaa ?
    Aku beneran kasihan dara, aku binging, ituu demi kelangsungan half tone ? Kenapa ?

  5. Aisshh kasihan sama dara, kayak Dia terpaksa melakukan semua itu gitu, tapi belum jelas untuk apaa
    Sebenernya yang jahat disini siapa ?
    Jiyong kenapa jahat banget sih ? Astaga kejam banget sama dara ;(
    Ga bermaksud bunuh youngbae ? Maksudnya apaa ?
    Aku beneran kasihan dara, aku binging, ituu demi kelangsungan half tone ? Kenapa ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s