DESTINY FOR THE KING [Part. 3]

destiny for the king part 3

Author : Defta

Cast     : Sandara Park, Kwon Jiyong, Jung il Woo

Genre   : Drama, action (maybe), Kolosal

***

Kekekeke defta is comming, apa terlalu lama updatenya ?, maaf nanti di akhir part ini akan ada bagian dengan ratting tinggi, jadi yang gak suka dengan rated tinggi bisa diskip.

Sebenarnya defta mau menghilangkan bagaian itu, tapi kalau dihilangkan akan mengubah alur cerita di part selanjutnya.

For Zhie eonnie….. Tengkiyu ya buat semuanya….

For Reader… RCL please, defta ngetik ff ini sambil nangis lho (Karna sambil nonton Chese in the trap ep 15 #Curhat… kekekeke)

Musim dingin telah tiba, membuat siapa saja harus merapatkan matelnya. Angin dingin juga sudah saling berkejar-kejaran, tapi salju masih enggan turun dari langit.

Cuaca seperti ini memang dapat membuat siapa saja sakit, tak terkecuali wanita nomor 2 di joseon. Daebi Mama (ibu suri). Mungkin kebanyakan orang akan berfikr itu hal yang sangat wajar mengingat bagaimana usia dari wanita itu. Tapi tetap saja hal itu membuat 2 orang insan berjalan dengan terburu-buru setelah mendengar kabar jatuh sakitnya Daebi Mama.

Jiyong dan Dara berpapasan di belokan terakhir menuju kediaman Daebi Mama, Jiyong datang setelah rapat di aula istana, sedang dara meluncur dari kamarnya.

“Kau ingin mengunjungi Daebi mama juga ?” tanya Jiyong setelah Dara membungkukkan badan kearahnya.

“Neh Jeoha, saya merasa sangat khawatir”

“Ayo kunjungi beliau bersama”

“Aigoo Jeonha, anda tidak perlu repot-repot untuk mengunjungi wanita tua sakit-sakitan ini” Daebi mama berucap dengan sekuat tenaganya.

“Jangan terlalu banyak bicara, istirahat akan sangat baik untuk anda, apa Tabib istana sudah memeriksa keadaan anda ? apa anda sudah memimun obat ? ah ani anda harus  makan terlebih dahulu ! apa dapur istana sudah menyiapkan bubur untuk anda ?”

“Jeonha… anda terlalu banyak bertanya” Tegur Dara, karna jiyong sudah melewati batas untuk bertanya kepada orang sakit. Namja itu memang kadang-kadang tidak peka akan suasana.

“Benarkah ?” Jiyong menggaruk tengkuknya, menghilangkan kecanggungannya.

Daebi mama hanya tersenyum, dan kemudian beralih menatap Dara “Anda juga Mama, maaf sudah membuat anda khawatir”

“tidak sama sekali Daebi Mama, anda sudah seperti ibu bagi saya. Walaupun saya tidak pernah merasakan bagaimana rasanya kasih sayang seorang ibu dari kecil” Dara menunduk menyembunyikan raut sedihnya.

Tanpa Dara sadari Jiyong sedari tadi menatapnya. Menatap yeoja itu dengan tatapan simpati, karna ia sadar bahwa masih ada orang di dunia ini yang bernasib sama seperti dirinya walau dirinya masih sangat beruntung.

Dara dan Jiyong baru saja selesai menjenguk Daebi mama, mereka berjalan beriringan dengan Eunuch Kang dan Lady Gong berada di belakang mereka.

“Apa anda juga sakit Jeonha ?” Dara memulai percakapan.

“Huh ?” Jiyong menggumam pelan sambil menatap Dara.

“Anda terlihat pucat, apa anda demam ?” mengambil sedikit keberanian Dara menyatukan telapak tangannya dengan dahi Jiyong.

“ANDA JUGA BERADA DI SINI JUSANG JEONHA ?” sebuah sura lantang terdengar Jiyong menoleh kearah asal suara.

Suara yang sangat Dara rindukan selama ini, suara yang tiba-tiba saja menghilang sehari sebelum ia dinobatkan menjadi seorang Wangbi (Ratu) . Suara yang sedari kecil mengisi harinya dengan candaan dan rayuan. Mengingat itu hatinya sesak dan lemas sekatika hingga tangannya yang tadi berada di dahi Jiyong turun seketika tak bertenaga.

Menyadari hal itu Jiyong memfokuskan pandangannya kembali pada Dara, kini giliran dara yang terlihat pucat pasi.

“Kau kenapa ?”

“Anda baru saja menemui IBU SAYA jeonha ?” tanpa sadar orang pemilik suara tadi sudah berdiri di dekat mereka.

“Neh, anda datang  Ilwoo Gun” (Gun = Pangeran)

“Tentu saya saya harus menjenguk IBU SAYA yang sedang sakit” Jawab Jung Il Woo dengan santai tapi penuh penekanan pada kata “ibu saya”.

“Apa anda juga khawatir Mama ?” kini Ilwoo beralih pada Dara, membuat Dara mau tak mau menatap wajah ilwoo.

Dara tak menjawab bibirnya serasa kelu untuk berbicara. Jiyong bukannya bodoh untuk mengetahui kecanggungan antara istrinya dan kakak laki-lakinya ini, yeah walau ia tak tau hubungan antara Dara dan Ilwoo.

“Kau terlihat pucat, kembalilah kekamarmu, aku akan panggilkan tabib” perintah Jiyong pada Dara, sejenak keduanya saling bertatapan, dan jiyong mengangguk kecilberuasaha membuat Dara percaya padanya.

Dara menuruti perintah jiyong, dan mennggalkan kedua namja itu setelah membungkukkan badan tanda kesopanan.

“Temuilah aku setelah kau menjenguk Daebi Mama, aku berada di kamarku…. Hyung” Dengan itu Jiyong pergi meninggalkan Ilwoo yang sedang tersenyum dengan segudang amarah yang membuncah di hatinya. Walau wajahnya selalu tersenyum tapi hati dan jiwanya selalu dipenuhi akan kebencian dan kemarahan.

*

*

“ILWOO GUN DATANG”

Jung il woo duduk di depan Jiyong setelah melakukan penghormatan.

“Ada yang ingin anda bicarakan Jusang Jeonha ?” Ilwoo bertanya dengan nada sinis.

“Hyung…”

“Maaf tapi bisa saya bertanya terlebih dahulu ?” Jiyong mengerutkan dahinya, namun tetap menyuruh namja itu untuk melanjutkan ucapannya. “Bagaimana rasanya kembali merebut hak seseorang ?”

“Apa yang sebenarnya kau maksud”

“Dara, Sandara Park Wangbi Joseon… anda tau bukan kalau anda merebutnya dari seseorang”

“Aku tau bahwa dara memang menjalin hubungan dengan seseorang sebelum menjadi Wangbi , tapi aku tak pernah tau siapa namja itu” Jiyong menjelaskan dengan jujur.

Il woo tersenyum miring, terlihat raut mengejek disana . “Namja itu adalah saya”

“Neh ?” Jiyong terlonjak kaget mendengar ucapan Ilwoo.

“Namja yang menjalin hubungan dengan Dara adalah aku, sekali lagi kau merebut hal yang berharga dariku Kwon Jiyong”

Jiyong terdiam sambil menatap kedalam manik mata Ilwoo berusaha mencari kebohongan yang mungkin terselip disana.

“kelahiranmu merebut gelar Wonja (Putra pertama raja sebelum scara formaldiangkat sebagai calon pewaris tahta) dariku . Kau juga merebut Ibuku setelah itu. Kau juga merenggut semua kasih sayang Appa Mama, dan sekarang kau mengambil satu-satunya yeoja yang aku cintai di dunia ini. APA KAU PUAS JEONHA ???” Ilwoo berteriak di akhir kalimatnya, dia mengeluarkan semua amarah dalam hatinya. Matanya berair dan setetes air mata meluncur dari pelupuk matanya.

Jiyong ? kalian ingin tau bagaimana keadaan namja itu ? dia lebih mengenaskan, fakta bahwa dia dan orang yang ia anggap sebagai kakaknya sendiri mencintai yeoja yang sama dan terlebih dia yang memenangkan yeoja itu membuat dadanya sesak.

“Kau…” Ilwoo menunjuk Jiyong. “Kau sejak lahir tidak memiliki apapun untuk dimiliki kau hanya mengambil semuanya dari ku ! kau merebutnya”

“CUKUP !!!” Jiyong berteriak, telinganya sudah panas untuk mendapat semua hinaan ini.

Jung Il woo merasa cukup membuat pertahanan Jiyong runtuh, dia cukup memukul 1 kali saja kali ini, bahkan hanya dengan 1 pukulan itu jiyong sudah jatuh tersungkur sekarang. Diapun meninggalkan jiyong dengan segala ekspresi frustasinya.

*

*

Disinilah Dara berdiri, diatas jembatan yang biasa disebut jembatan teratai. Ia mendapat sepucuk surat dari jung ilwoo untuk menemuinya di jembatan itu. Dan bodohnya Dara menuruti keinginannya.

“Kau terlihat pantas dengan Gangui” Sindir Ilwoo kepada Dara.

“Kau berbohong padaku ? kau bilang kau hanya bangsawan biasa, tapi kenyataannya kau adalah seorang Gun disini”

“Gun ? aku bahkan melupakan title itu setelah kelahrian b*j*ng*an itu !”

Dara memutar matanya tak habis fikir dengan namja di hadapannya ini  “Kenapa kau kembali ? untuk apa kau kembali” Dara berkata marah.

Ilwoo tertawa dengan keras. “Aku ? aku datang untuk merebut semua yang aku miliki di tempat ini, Tahta, Eomma dan juga Kau”

“Tahta ? Eomma ? aku ?”

“Jiyong merebutnya dariku, aku adalah putra pertama dari Raja Yang yang lahir dari seorang selir utama istana, 5 tahun kemudian jiyong lahir dari seorang Permaisuri Raja, dan secara otomatis dia merebut gelarku. Permaisuri, ibu jiyong meninggal setelah melahirkannya, lalu diangkatlah Eommaku menjadi seorang permaisuri menggantika ibu jiyong, dan saat itu juga Jiyong merebut kasih sayang Eomma dan Appa Mama sekaligus. Dan sekarang dia merebut mu dari ku. AKU HANYA INGIN APA YANG MENJADI HAK KU !!”

Dara tercengang, dia tak tau cerita kelam itu. Tiba-tiba otaknya dipenuhi dengan satu orang . KWON JIYONG. Apa yang sedang namja itu lakukan ? bukankah sebelumnya Ilwoo bertemu dengannya, apa Namja itu juga sama syoknya dnegan dirinya, atau bahkan namja itu lebih parah ?

“Kau tak memiliki apapun disini” Dara menemukan dirinya bersuara. “Tahta, Daebi Mama dan aku adalah takdir Jiyong”

“Sebuah takdir yang dipaksakan bukalah takdir yang sesungguhnya Dara”

Dara mencoba mencerna setiap ucapan Ilwoo. Yeoja itu masih tenggelam dalam pikirannya sampai ia melihat Lady Gong bertalri menuju kearahnya.

“Ada masalah besar Mama” Ucap Lady Gong sambil terengah-engah.

Lady Gong mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga dara. “Jusang Jeoha… dia menghilang”

“MWO !!”

Tanpa memperdulikan ilwoo yang menatapnya dengn tatapan bigung, dara meninggalkannya dan berlari seperti orang kesetanan menuju kamar Jiyong.

Eunuch Kang sedang menangis ketika Dara sampai.

“Apa yang terjadi…” Dara bertanya.

“Jeonha… dia…. tadi….Ilwoo Gun datang menemui Jeonha, setelah Ilwoo gun pergi saya bertanya tentang makanan yang ingin Jeonha makan untuk hidangan makan malam, tapi setelah saya buka, kamar ini sudah kosong… hua…hua…” jelas Enuch kang dengan berlingang air mata.

“Lebih baik kau hentikan tangisanmu, jangan sampai ada orang lain yang mengetahui bahwa Jeonha mengilang, jangan libatkan pengawal kerajaan, itu akan membuat seisi istana kacau balau” Dara berkata dengan bijaksana.

Daesung menghapus air matanya yang menganak sungai.  “Lalu apa yang harus saya lakukan Mama”

“Pertama jika ada orang yang datang mencari Jeonha, bilang saja dia sedang bersama denganku dan tak ingin diganggu. Minji-ah kau tetap disini seolah menguatkan hal yang aku bicarakan tadi. Lalu yang kedua besok pagi siapkan sebuah tandu untukku. Kurasa aku btau dimana keberadaan Jeonha”

*

*

Sore beranjak menjadi malam, udara dingin smekain meraja lela dimana-mana api-api ungun kecil di letakkan di setiap sudut jalan, menjadi penghangat alami.

Daramenginjakkan kakinya di depan sebuah bangunan yang gelap gulita. Dia mengmupat dalam hatinya sendiri. Ia sangat benci dengan kegelapan.

Beberapa orang berlalu lalang di balik punggungnya, tapi dia tetap diam mengamat bangunan itu.

“Eonnie !!” Seorang Yeoja kecil memanggilnya.

“Oh…. Jenny-ah” Dara berjongkok mensejajarkan tingginya dnegan Jenny.

“Eonnie sedang apa ? Sekolah tutup hari ini”

“Benarkah ?” Dara bertanya dengan nada kecewa.

“Apa ada sesuatu yang tertnggal di dalam sana ? mau aku ambilkan ?” Tawar Jenny.

“Ani, hanya saja, berikan lilinmu padaku, aku kan mengambilnya sendiri”

Dengan senang hati yeoja kecil itu menyerahkan lilin yang berada di dalam sebuah kotak kaca.

Berbekal obor yang ia bawa Dara memasuki bangunan itu, bangunan yang ia dan jiyong sebut sebagai surga kecil joseon, ya itu sekolahan.

Dara masih ragu tentang keberadaan Jiyong di tempat ini, lalu dia membuka sebuah pintu dia menerangi ruangan itu dengan lilin yang ia bawa. Dan disanalah namja itu berada meningkuk di sudut ruangan, menekuk lututnya dan menyembunyikan wajahnya di antara luutnya itu.

“JEONHA,,,,” panggil Dara dnegan nada sangat khawatir. Ia kemudian berjalan mendekat kearah jiyong. “Apa yang anda lakukan disini ? Istana sedang sibuk mencari anda”

Jiyong mengangkat wajahnya tapi tidak menatap Dara “Istana tidak membutuhkan Raja bodoh seperti aku, aku bukanlah raja yang sebenarnya, akuhanyalah seseorrang yang merbut tahta itu.. aku tak memiliki apa-apa”

“Jeonha ….” Dara mencoba menguatkan Jiyong.

“Aku merebut segalanya, aku hanya seorang pencuri. Aku tak pantas menjadi sorang raja, bahkan aku tak pantas dilahirkan, aku hanya menjadi beban orang di sekitarku, aku hanya…”

Dara mendengarkan setiap keluh kesal Jiyong, ia tau bagaimana sedang terpuruknya namja itu. Tapi lama-kelaman hal itu membuat Dara beanr-benar muak, namja itu terlalu menyalahkan dirinya sendiri.

Dara menangkup wajah Jiyong mebuat mata mereka saling bertemu satu sama lain. “Aku adalah takdirmu, kau tidak merebutku dari siapapun karna aku terlahir memang untukmu, hanya untukmu Kwon Jiyong !”

Masih dengan saling meatap satu sama lain, maish dengan posisi itu, Jiyong menikmatinya begitu pula sebaliknya. Mereka seolah merasakan perasaan pasangan masng-masing. Entah siapa yang memulai, keduanya mulai saling berciuman, bermula dari sebuah kecupan bersama, berlanjut kesebuah lumatan dalam dan terus berlanjut.

“Inilah saatnya” pikir Dara

(Ini rada ada adegan dewasanya lho ya, bagi yang gak suka boleh di skip… no bash OK !!”)

Dalam sekali tarik dara berhasil melepaskan Durumagi yang dipakai jiyong, ia akui kali ini dia yang memulainya. Dia ingin Jiyong menemukan dirinya kembali. Jiyong yang benar-benar jiyong.

Jiyong melepaskan ciumannya pada bibir Dara ketika melihat yeoja itu akan melepas kain jeogorinya.

“Dara-ssi aku…”

“Sstt…” Dara menaruh telunjukkan diatas bibir Jiyong yang masih bawasah akibat saliva mereka yang sebelumnya sudah tercampur. “Hanya lakukan sesukamu” Dara merah tengkuk Jiyong dan kembali mencium bibir Jiyong dengan penuh. “Aku milikmu”

Seakan menikmati kebersamaan mereka, jiyong dan Dara bermain dengan pelan. Dara mengdongakkan kepalanya memberi akses lebih pada Jiyog yang menurunkan ciumannya ke leher Dara. Jiyong juga telah menggantikan tangan Dara untuk melepas jeogori merah muda yang dipakai Dara menanggalkannya dengan sekali sentakan.

Tapi kamudian sebuah penyesalan terbesit di hati jiyong, ia tau ia salah, jadi ia menarik wajahnya dan menatap Dara dengan kekhawatiran dan penyesalan yang membuncah.

Dara masih memiliki otak untuk dapat mengetahui bahwa jiyong mulai ragu. Ia tersenyum menenangkan, mengalungkan lengannya keleher jiyong dan memulai mencium bibir Namja itu lagi, kemudian turun untuk menghisap adam napple nya dan membuat jiyong mengerang tertahan.

Yeoja itu tak akan berhenti, perlahan dia menelanjangi dirinya sendiri lalau menelanjangi Jiyong tanpa keraguan sedikitpun.

“Aku adalah takdir anda Jeonha, sejak lahir aku memang untuk anda, anda tidak merebutku dari siapapun.” Dara berucap dengan suara serak nya. Menatap jiyong dengan tatapan lembut. “Jadi miliki aku seutuhnya”

Serasa 1000 kupu-kupu berterbangan di perutnya, jiyong terlalu bahagia mendengar pengakuan dari yeoja yang sangat ia cintai. Ia menyentuh helaian rambut dara yang menetupi wajah cantiknya, Jiyong bernafas dengan ringan.

“Aku mencintaimu”

Keduanya pun melakukan hal yang sebagaimana mestinya dilakukan oleh suami istri, hingga tanpa mereka sadari butiran putih nan bersih turun dari lagit, menyaksikan penyatuan mereka.

Tubuh dara sesekali melengkung merasakan berbagai macam perasaan dalam tubuhnya.

*

*

Matahati masih enggan untuk muncul walau hanya sinarnya, butiran butiran putih saksi bisu itupun masih tetap turun, menyelimuti joseon dengan segala putih dan dinginnya.

Dara dan Jiyong berada dalam tandu menuju keistana. Jiyong diam dalam kegelisahannya, dan Dara hanya menatap jiyong dengan tatapan bingungnya.

“Anda kenapa Jeonha ?” Dara memecah suasana membuat Jiyong gelagaban menjawabnya. Jadi namja itu hanya memutuskan untuk menggeleng pelan.

“Apa anda sakit” Bodoh Dara, bukankah kau sendiri yang sakit ?

Kembali Jiyong hanya menggeleng.

“Apa aku berbuat kesalahan semalam ? apa aku tidak memuaskan anda ?”

“ANI !!!” Jiyong menjawab cepat. “Kau tidak melakukan kesalahan, tapi aku yang melakukannya. Aku melanggar janjiku” Jiyong menunduk menghindari tatapan Dara.

Dara tertawa pelan sambil menutup mulutnya. “Aku yang menginginkannya Jeonha”

Mata keduanya saling bertemu, secercah senyuman terbit dari wajah Dara, membuat jantung jiyong melompat entah kemana.

Dara meringsek mendekat kearah Jiyong, mendekatkan bibirnya ke telinga jiyong dan berbisik “Apa anda amatir… ORABONI ??”

Masih dengan jantung yang melompat-lompat jiyong merasa nyawanya benar-benar hilang dari raganya, ia baru saja akan membuka mulutnya saat tandu tiba-tiba berhenti.

“Kita sudah sampai Jeonha” Suara Eunuch kang terdengar setelahnya.

Pintu tandupun terbuka, dan dara keluar terlebih dahulu dibantu dengan Lady Gong, Jiyong keluar setelahnya dan mengamati bagaimana Dara berjalan, yeoja itu terlihat bejalan dengan sangat hati-hati.

Sebuah senyuman akhirnya terukir jelas di wajahnya. Ia berjalan lebih cepat dan kemudian menarik tangan dara setlah berada dalam jangkauannya. Dara melotot kaget karnanya.

“Jeonha…” Desis Dara yang disusul dengan teriakan kaget karna secara tiba-tiba jiyong menggendongnya dengan bridal style.

Sambil cekikikan jiyong berjalan dengan Dara dalam gendongannya “Kau terlihat sulit untuk berjalan MAMA”

Dara seakan tak percaya bahwa namja yang menggendongny asekarang adalah raja dari joseon. Suaminya. “Jangan menatapku seperti itu, aku tau aku tampan” yeja tu tersenyum sambil mengalihkan pandangannya, lalu melingkarkan tangannya di leher jiyong.

“Dan lagi” Jiyong tiba-tiba berhenti dan menatap Dara. Ia kemudian mendekatkan wajahnya kewajah Dara “Aku bukan amatir Dara-ah”

Tanpa mereka sadari sepasang mata coklat nan indah mengawasi mereka dengan tatapan penuh dendam dan kebencian.

###

TBC

Next>>

Advertisements

26 thoughts on “DESTINY FOR THE KING [Part. 3]

  1. Haha akhirnya mereka bersatu juga…tapi hubungan mereka belum sepenuhnya aman jika ilwoo oppa masih kayak gitoh…
    Aku enggak bisa membenci ilwoo oppa bagaimanapun dia adalah idolaku haha…dia hanya belum bisa menerima kenyataan saja, jika yang dia pikirkan selama ini itu semua salah…
    Next part dtunggu

  2. aduhh ilwoo oppa sama aku aja lohh gak usah ngerusak momen daragon dehh #plaakk. Aigoo, dara unnie sejak kapan jadi berani gituu?? semoga bahagia terus deh daragon, aminn😍😘 next chap😘

  3. kyaaaahhh aigoooo akhirnyaa mereka saling memikiki…
    aku pikir illwo jadi orang baik ternyata nggak baik…
    semoga segara hamil daranya dan segrera menerima jiyong seutuhnya,, dan illwo segera menemukan kebahagiaan lain amiiin…
    nextnya d tunggu fightiing…

  4. Alhirnnya mereka bersma juga kekke 😁😁 pelahan demi perlahan masa lalu ter ungkap.. Ini hampir mirip dramnnya ill woo dan kim so hyun dulu haha .. Kenapa ill woo yg harus jadi org ketigannya, di king asasin juga ill woo 😂😂 ., next partnnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s