HELLO BITCHES [Part. 12]

g-dragodn_sister

Author: Zhie | Main Cast: Sandara Park (2Ne1), Kwon Jiyong (Bigbang) | Support Cast: Lee Junki (Actor), Goo Junhee (Actress), All Member 2Ne1, All Member Bigbang, Lee Soohyuk (Model), Kwon Dami, Kim Yoojung (Actress) a.k.a Choi Yoojung | Genre: Romance, Adult| Rating: NC-17 (Maybe 😛 | Lenght: Series

~~~

Mian- baru update lagi. So, moga ini kembali menghibur. Happy Reading, ne! >.<

 

Mobil lamborghini aventador berwarna putih tengah melaju sedang dengan Jiyong dan Dara di dalamnya. Mereka menuju ke Lotte Departemen Store- salah satu pusat perbelanjaan terbesar di daerah Myeongdong, Seoul- untuk membeli beberapa pakaian dan yang lainnya.

“Ehm… jadi aku hanya perlu tinggal denganmu selama satu minggukan?” tanya Dara- memastikan.

“Neh. Itu jika orang tuaku memang datang berkunjung dalam minggu ini dan setelah itu kita hanya perlu berhubungan di saat aku benar-benar membutuhkanmu. Aku dapat membayarmu perjam, benarkan?” Dara seketika mengangguk, “Namun jika tidak- aku akan kembali memperpanjang untuk kau tetap tinggal denganku.”

“Ah. Araesso.”

“Jangan berpikir untuk menyerah, Dara… karena kita bahkan belum memulainya.” Jiyong tiba-tiba mengingatkannya.

“Ya! Siapa yang kau pikir akan menyerah, hah? Aku hanya perlu berakting dan itu bukanlah sesuatu yang sulit kurasa.” jawab Dara cepat, karena ia sangat tak suka bila ada yang memandang lemah dirinya.

Jiyong mengangguk, “Neh. Baguslah jika itu yang kau pikirkan.” ucapnya kemudian- memarkirkan mobilnya dengan sempurna di basement Lotte Departement Store, “Kajja.” lanjut Jiyong seraya tak lupa memakai kacamata hitamnya- keluar dari mobil dengan gaya cool nya.

Jujur itu seperti adegan slow motion yang ada pada drama-drama, dimana pemeran pria yang kaya raya- keluar dari mobil mewahnya dengan tampilan efek bunga-bunga bagi siapapun yang terpesona melihatnya. Yeah- itulah yang Dara pikirkan.

“Ya! Sampai kapan kau akan berada di dalam, hah?” ucap Jiyong kemudian, mau tak mau membukakan pintu untuk Dara.

Dara pun tersadar, “Eh, mian.”

“Cih, dasar!” desis Jiyong yang kini berjalan lebih dulu- meninggalkannya.

“Ya! Tunggu, Jiyong.” ucap Dara dengan cepat keluar dari mobil dan segera menyusulnya.

.

.

.

Dara Pov

Jiyong membawaku ke sebuah gerai yang cukup memiliki nama- itu terbukti dengan beberapa pengunjung yang tidak bisa dibilang orang biasa. Mereka semua tampak berkelas dan terpandang pastinya.

“Tunggu di sini, Dara. Aku akan menemui seseorang yang kukenal.” ucap Jiyong kemudian meninggalkanku.

Aku pun menunggunya dengan tenang, sesekali mengedarkan pandangan- memperhatikan setiap sudut ruang, “Omo. Bahkan para pria yang datang ke sini, dapat kupastikan mereka semua memiliki kantong yang tebal. Aigo. Kemana saja kau, Dara? Harusnya sesekali kau mencari predator di tempat ini dan lihat- mereka memiliki tampang di atas rata-rata, dan itu menggiurkan.” batinku mulai menilai dengan apa yang bertebaran di hadapanku sekarang, dan tiba-tiba pandanganku terhenti pada seorang pria yang berada tak jauh dari ruang ganti tengah mengamatiku- memperhatikanku intens, “Cih! Aku dapat menebak- ia pasti tengah menunggu wanitanya yang tengah mencoba di dalam, tapi lihat… ia bahkan masih sempat bermain mata denganku sekarang.” pikirku telah dapat menebak- pria seperti apa dia, dan dari cara ia memandang… ia sedikit tergoda kurasa.

Senyumku pun seketika mengembang- sengaja kuarahkan itu padanya, dengan tak lupa sesekali kusingkap rambutku agar ia dapat lebih jelas melihat, “Beginilah caranya menjerat- menjerat sang predator yang terlihat bosan dan membutuhkan selingan.” batinku kembali berucap.

Tidak percuma, aku memaksa Jiyong menghentikan mobilnya untuk mampir ke sebuah mini market- membeli beberapa kosmetik agar aku bisa sedikit berdandan. Yah, kuakui- dress yang ia berikan untukku tak sedikitpun menutupi kemolekan tubuhku, walaupun tak dipungkiri aku menginginkan sesuatu yang lebih terbuka dan sexy dari ini.

Dan akhirnya- Yeah! Pria itu beranjak- melangkahkan kakinya menuju ke arahku.  Dengan senang hati aku memperlihatkan senyum manisku untuk menyambutnya, namun tiba-tiba seseorang menutupi pandanganku darinya- berdiri tepat di hadapanku.

Aku mendongak, Jiyong.

“Ya! Ini bukan waktunya kau untuk mencari pelanggan, Dara.” ucapnya tegas dengan kacamata hitamnya yang masih menggantung sempurna- menutupi kedua matanya tapi aku dapat menebak mata itu tengah memelototiku sekarang.

Aku meringis, “Mian- aku reflek melakukannya, itu seperti bawaan alam.” jawabku beralasan.

“Ais. Tidak lagi melakukannya. Kau telah bersamaku sekarang, jadi kajja. Ikut aku.” lanjutnya kemudian, kembali berjalan mendahului sementara aku menyempatkan diri melihat pria tadi yang sepertinya kecewa.

“Aigo. Kau belum beruntung, neh.” batinku padanya- tak lagi melihat ke arahnya, dan kembali mengikuti Jiyong dengan sangat cepat atau ia akan mengomel seperti ahjussi tua.

“Dara, ini Gummy Noona… ia yang akan membantu- memilih style yang pas untukmu.” ucap Jiyong memperkenalkanku pada wanita yang terlihat chic trendy  dengan hanya menggunakan blus dengan kancing vertikal serta celana lebar- menandakan aura stabilitas dirinya yang juga tak lupa menunjukkan sisi elegan.

Aku pun memberi hormat padanya- ia membalas dengan senyuman ramah.

“Ah. Jadi ini yang akan menjadi wanita sesaatmu? Ini mudah Jiyong, ia akan tampak pas menggunakan apapun. Jadi kau tenanglah, serahkan semuanya padaku.” ucap wanita yang bernama Gummy itu, membuat keningku berkerut.

“Wanita sesaat? Dia tahu? Omo. Bukankah ini harusnya menjadi rahasia? Mengapa Jiyong begitu mudah memberitahukannya, hah?” batinku mulai bertanya siapa wanita ini sebenarnya.

“Neh. Noona, kau tahu baik bagaimana selera keluargaku jadi aku rasa tak ada salahnya meminta bantuanmu.”

“Araesso. Kau datang pada orang yang tepat, Jiyong-ah. Tunggulah, aku akan memberikan yang benar-benar pantas untuknya.” ucap wanita bernama Gummy itu lagi pada Jiyong, dan kini meraih pundakku untuk mengikutinya.

.

.

.

“Berapa usiamu, Dara? Aku akan memilihkan yang tak jauh dari usiamu agar kau tetap nyaman. Jiyong bilang kau berbohong tentang itu padanya, jadi karena kita sesama wanita- kupikir itu tidak masalah, kita dapat lebih terbuka. Benarkan?” Ia membuka pembicaraan dengan tetap fokus memilih beberapa pakaian dan sesekali mencocokkannya di tubuhku.

“Aku telah katakan yang sebenarnya padanya, usiaku 32 sekarang.” jawabku- ia seketika menghentikan sejenak aktivitasnya dan mulai mengamatiku.

“Jinjja? Kau tidak berbohong? Aku lebih tua darimu… kau bisa memanggiku, Eonni.” lanjutnya.

“Ah. Ne, Gummy Eonni.” jawabku, tapi kini ia semakin memperhatikanku.

“Ais. Bahkan itu hanya berbeda 3 tahun dariku tapi kita terlihat benar-benar jauh berbeda. Omo! Ini seperti menyakitiku sekarang, apa ini karena make up atau aku yang terlalu cepat menua? Aigo- aigo- aigo, aku harus rutin melakukan perawatan sepertinya.” ucapnya panik.

Sementara aku tersenyum kecut, “Anio. Kita tidak terlihat jauh berbeda, Eonni… kecuali tubuhku- ini seperti pertumbuhan yang terhenti sebelum waktunya.” ucapku menyesal untuk yang satu itu- seandainya aku bisa tumbuh lebih sempurna.

“Mwo? Tapi kau benar-benar cute, Dara. Aku bersumpah kau membuatku iri dengan wajahmu itu dan tubuhmu- aku rasa kau akan cocok dengan style apapun… mengherankan Jiyong masih butuh bantuanku, padahal ia tak perlu memusingkan itu. Ah. Dasar laki-laki, mereka selalu tak merasa puas walaupun kuakui ia memiliki mata yang sangat baik karena memilihmu.”

“Ah. Benarkah?”

“Ne. Aku tahu dengan baik bagaimana keluarganya, bagaimana tipe yang disukai dan dapat dengan mudah di terima oleh mereka walaupun pada akhirnya tetaplah pembawaan diri yang mereka lihat. Keluarga Jiyong- Ah, anio… maksudku keluarga besar Kwon memanglah bukan keluarga yang pemilih dan tidak melihat seseorang dari statusnya, mereka tipe yang sangat-sangat membebaskan untuk itu namun mereka juga bukan orang yang mudah- menerimamu bukan berarti membuka diri untukmu. Begitulah. Jadi kau benar-benar harus bisa mengambil hati dan mengikuti aturan yang berlaku di keluarga mereka jika ingin dapat benar-benar di terima di sana tentunya.” ucapnya kali ini menjelaskannya panjang lebar.

Aku hanya tersenyum- mengangguk- menanggapinya. Jujur aku tak berpikir harus sampai sejauh itu, karena sudah jelas pada akhirnya aku tak akan bertahan lama di sana.

“Ah. Casual dress atau mini dress memang yang terbaik untukmu, Dara. Kita hanya perlu memilih warna-warna yang lembut dan juga ini- vintage sytle… aku rasa itu juga cocok untukmu, dipadupadankan dengan flat shoes, heels bahkan sneakers itu tidak masalah. Kau cocok dengan semuanya- hanya tetap menomorsatukan kenyamanan. Ok. Sekarang cobalah, kita perlu menunjukkan pada Jiyong beberapa.”

“Wae?”

“Ya! Dia tetap perlu menilainya, Dara.” ucapnya cepat- mengingatkan bahwa tetap Jiyonglah yang akan menentukan.

Aku mau tak mau pun membawa segala yang dipilihnya ke ruang ganti, tapi tiba-tiba arah pandangku terpaku pada sebuah poster brand fashion ternama dengan pria yang hanya memakai mantel bulu- memperlihatkan abs nya.

3289bec5a01e6886d49260d8a1e5d3bd

“Omo. Daebak. Bukankah itu Jiyong?” Aku menelan ludah.

“Kenapa, Dara?” tanya Gummy Eonni yang telah berdiri di sampingku.

“A- anio. Hanya saja, itu- Jiyong?”

“Ne. Ia seorang model, kan? Tentu saja itu dirinya, dan itu- itu juga dia.” Gummy Eonni kembali menunjuk sebuah poster yang tak kalah besar tapi kini Jiyong berpose dengan seorang wanita- masih tetap memperlihatkan abs-nya. Glek.

130719-gdragon-vogue-5

“Jiyong seorang model? Omo. Tidak mengejutkan harusnya- ia memang terlihat pas menggunakan apapun dan juga… Gyaaaaah!!! Mengapa ia begitu hot, eoh? Aigo… Dara, enyahkan pikiranmu untuk melahapnya. Ingat bahwa ia adalah pria suci yang akan membuatmu terbakar dan dapat menjadikanmu abu seketika jika kau menyentuhnya.” batinku berusaha kembali mengingatkan- mendoktrin otakku untuk tak lagi menginginkannya.

.

.

.

Jiyong Pov

Sigh.

Apa yang membuat mereka begitu lama, hah? Aku meminta bantuan Gummy Noona agar ini dapat lebih cepat, namun nyatanya… ini diluar perkiraan.

“Cih! Salahku karena telah mempertemukan dua orang yang banyak bicara.” gumamku mengakuinya dan akhirnya pintu ruangan pribadi Gummy Noona pun terbuka.

Dara keluar dengan style ­casual­ nya- ia kini mengenakan rok mini berwarna soft dengan blus polos di tambah belt tipis yang melingkar sempurna, rambut panjangnya juga telah di tata- dibuat sedikit bergelombang hingga lebih bervolume tepatnya… tak lupa make up yang kini lebih terlihat natural, membuat ia lebih fresh dari sebelumnya.  Ia benar-benar terlihat seperti good girl sekarang.

Good Job untuk Gummy Noona.

“Bagaimana?” Gummy Noona bertanya- jujur, itu menyadarkanku. Aku sedikit terpaku tepatnya.

“Itu tidak buruk.”

“Ya! Apa itu dengan tidak buruk, eoh? Harus lebih spesifik Jiyong. Kau suka atau tidak? Itu bagus atau tidak? Itu membuatnya cantik atau tidak? Menjawablah seperti itu.” protes Gummy Noona kemudian. Yeah- Gummy Noona adalah salah satu fashion designer yang tidak bisa di pandang sebelah mata, karyanya telah cukup di akui di pasar global dan juga pengamatannya dalam setiap mode yang berkembang selalu diperhitungkan karena itu tak jarang aku meminta pendapatnya tentang style yang harusnya aku gunakan.

“Araesso. Itu bagus untuknya, Noona. Kau bisa memberikan beberapa padanya.” jawabku akhirnya.

Gummy Noona mengangguk.

Lalu Gummy Noona pun memperlihatkan style Dara yang lainnya, dan pada akhirnya- itu tidak bisa dipungkiri, Dara memang cocok dengan style apapun yang Gummy Noona berikan padanya. Sementara itu, Dara masih terlihat tak nyaman dengan semua yang dicobanya dan aku tahu pasti itu bukanlah gayanya- tapi ia tak bisa lagi menolak, kan?

Beberapa saat kemudian…

“Yup. Itu tidak mengecewakan, bukan?” ucap Gummy Noona kemudian, saat kami telah mengakhiri semuanya dengan beberapa kantong belanjaan yang kini berada di tangan Dara.

“Ne. Gomawo, kau benar-benar membantu Noona.”

“Datanglah lagi jika kau perlu sesuatu Jiyong, aku pasti dengan senang hati membantumu.” ucapnya kemudian.

Aku mengangguk, “Kami pergi dulu, neh.” pamitku padanya.

“Neh. Semoga berhasil dengan rencanamu Jiyong-ah, dan sampai jumpa lagi Dara.”

“Ah. Ne, gomawo Gummy Eonni… sampai jumpa.” Dara pun menjawab singkat.

.

.

.

“Aigo. Lihat penampilanku sekarang, aku bersumpah… ini akan menjadi bahan lelucon nantinya.” ucap Dara seketika kembali dengan mode cerewetnya, saat kami telah berada di mobil. Ia tengah berkaca sekarang- memperhatikan kembali make up dan model rambutnya.

“Anio. Aku rasa itu baik-baik saja, kau terlihat lebih fresh dari sebelumnya.” jawabku mencoba agar ia tak lagi mempermasalahkannya.

“Apa kau memujiku, eoh?”

“Kau ingin aku memujimu?” tanyaku datar, membuatnya kembali mendengus sekarang.

“Aku hanya berharap, tidak akan pernah bertemu pelanggan ataupun kenalanku di club saat penampilanku seperti ini- ini memalukan.”

Aku sekilas melihatnya, “Tapi jangan berpikir untuk merubahnya, Dara. Saat bersamaku- tetaplah seperti itu.” kataku mengingatkan.

“Araesso.” jawabnya singkat dan kembali diam.

Aigo. Aku berharap ia tak lagi membuka mulutnya, aku ingin mengemudi dengan tenang seperti-

“Jiyong.”

Cih! Ia bahkan tak bisa diam walau itu hanya 1 menit,  “Wae?” tanyaku- mau tak mau kembali menanggapinya.

“Kenapa kau memberi tahu Gummy Eonni tentang apa peranku? Menjadi wanita sesaatmu. Maksudku- apa itu tidak masalah? Tidakkah kau pikir, semakin sedikit orang yang tahu- ini akan semakin berjalan lancar?”

“Ah. Gwaenchana, kita bisa mempercayai Gummy Noona.”

“Siapa sebenarnya dia, hah?” tanyanya lagi- masih tak puas, eoh?

“Ia adalah salah satu orang yang menemukan bakatku Dara. Ia juga tunangan dari salah satu sepupuku- Jungsuk Hyung, karena itu ia sangat mengerti bagaimana keluarga besarku… dan ia seperti kakak keduaku setelah Dami Noona, hanya bedanya ia selalu mendukung akan karirku sementara tidak untuk Dami Noona. Dami Noona selalu berusaha membuatku terlibat dalam perusahaan, tapi tentu saja ia tak akan berhasil… aku tak memiliki minat sedikit pun di sana.”

“Wae? Setidaknya kau dapat mencoba.” komentarnya- aku menggeleng cepat.

“Anio. Aku hanya akan melakukan apa yang kusuka, Dara.”

“Ck ck, bukankah sedikit membantu itu tidak masalah?”

“Dami Noona, mampu melakukannya sendirian. Aku yakin itu sebenarnya tidak masalah untuknya.”

“Omo! Pria egois, neh?”

Aigo. Ia menyindirku sekarang, “Itu bukan urusanmu, kan?” ucapku akhirnya mengingatkan.

Terlihat ia mengangguk- menyadarinya kurasa, “Jiyong.”

“Aigo. Apa lagi kali ini?” batinku mulai lelah menanggapinya.

“Kita harus mampir dulu ke apartemenku, aku perlu mengambil beberapa barang.” ucapnya membuatku seketika melihat jam di tanganku.

“Aku ada pemotretan beberapa jam lagi.”

“Itu hanya sebentar.” ia memaksa.

“Apa yang ingin kau ambil, hah? Bukankah kita telah membeli semuanya? Baju, sepatu, make up… itu tidak lagi masalah, kan?” tanyaku benar-benar tak mengerti apa lagi yang ia butuhkan.

“Ne. Kau memang membelikanku semuanya, tapi tidak dengan dalaman.”

Mwo? Aku tersentak, ia terlalu frontal- kau tahu? “Ah. Aku melupakan yang satu itu.” jawabku akhirnya- mengakuinya.

“Karena itu, kita harus mampir… kecuali jika  kau memang tidak ingin lagi aku mengenakannya.”

“Mwo?”

“Tidak ingin aku mengenakan apapun di dalam.” ia terkekeh.

“YA!” pekikku seketika, membuatnya tertawa puas.

SHIT! Ia kembali menggodaku sekarang.

.

.

.

=To be continued=

Prolog | | 2 | 3 | 4 | 5 | 6| 7 8 | 9 | 10 | 11

<<back  next>>

Btw, pict. yang buat cover itu Dami ya-  takutnya ada yg salah sangka Gummy karena backgroundnya sesuai ma part. ini. Gak penting sih sebenernya tapi pingin ngasih tahu itu aja hohoho. So, Selalu tinggalkan jejak, chingu-deul. Hengsho. ^.^/

Note : Part. ini kurang memuaskan bagiku sebenarnya, tapi akan berusaha lebih baik di part. selanjutnya. 🙂 And untuk perubahan Dara, kurang lebih seperti di bawah ini. So, selalu ingatkan aku bila ada typo. Gomawo ^.^v

catst

Advertisements

49 thoughts on “HELLO BITCHES [Part. 12]

  1. Nah kan digodain lagi sama dara kkk~ sering2 aja godain jiyong lucu ngeliatnya haha suka banget…
    Yupp tetep semangat thor utk kelanjutannya..^.^

  2. umur dara memang gak s3suai dgn kenyata an,, kyk teman q tebak dara umur 21,. wkwkwk pdhal kan udh 30an,.
    dara style apa aja mah cantik,.

  3. perubahan yang signifikan, tapi aku lebih suka dara yang fresh (setelah). dara frontal banget sama jiyong, untung dia ngga jantungan juga, kalau sampe dia jantungan bisa ribet urusannya. disini juga mungkin lebih banyak daragon moment, ah ani ada moment sama gummy eonninya.
    kembali menggoda dan kasian banget itu namja yang dara goda pas di lotte. dasar penggoda ya susah banget buat ngga ngegoda XD
    okey next chap ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s