Marked by A Dragon [9] : Bulls vs Celtics, is it ?

marked-by-a-dragon

Author : Sparrow101 || Source : AFF ||  Translator : @azieziy

Nurse Pov

Aku masih dalam keadaan tidak sadar meskipun aku sudah keluar dari ruangan itu.

Saat aku masuk ke kamar si Dragon, dia sedang tidak dalam mood yang baik, dan akulah yang memupuskan harapannya saat aku mengatakan jika baby girlnya akan segera datang. Akhirnya, setelah 3 hari yang cukup menyiksa, dia muncul.

Aku kagum saat Master Jiyong mengenali sesorang yang sedang mengintip di pintu. Perasan lega terlihat di wajahnya saat ia menyuruh orang tersebut untuk masuk.

Pintu terbuka lebar, menampakkan baby girlnya. Aku bisa melihat kegugupan di wajahnya saat ia menatap Jiyong. Dia kemudiam meminta maaf, menundukkan kepalanya. Setelah beberapa saat ia akan pergi, Master Jiyong melangkah menuju pintu. Aku segera berdiri untuk membantunya tetapi dia sudah memegang lengan gadis itu.

Ya, benar…. Aku sangat terkejut sekarang! Bagaimana dia bisa sampai d isana?

Aku juga melihat ekspresi baby girlnya sama denganku. Dia tercengang. Aku hanya memperhatiakan mereka dari jauh. Apakah mereka sedang bertengkar? Dan apa yang dilakukan Master Jiyong selanjutnya membuatku merinding.

Apakah dia benar-benar si Dragon yang aku kenal?

Hanya melihat cara dia mencium aroma gadisnya seolah hidupnya hanya bergantung padanya.

Gadis itu terlihat bingung dan bertanya-tanya.

“Kamu menipuku…. jujurlah, anak nakal..” itulah beberapa kata yang bisa aku cerna dari sikap gadis itu yang mencoba menjaga jarak darinya. Kemudian aku melihat dia terbentur tempat tidur setelah berjalan membelakanginya, dengan wajah khawatir dan bicara gagap saat Master Jiyong menindih tubuhnya dengan miliknya. Mencoba menggodanya dengan senyuman menyeringainya! Aku rasa itu yang terjadi tapi aku mendengar dia tertawa kencang dan duduk di kasurnya.

Aku yakin Master Jiyong mengatakan sesuatu yang membuat singa betina marah.

“Sialan kamu, GD!”

Dan lagi, seringainya yang menarik membuatku berada dalam dunia lain, meskipun itu tidak dimaksudkan untukku.

Lalu aku melihat bibir mereka… berciuman? Master GD masih mendesak dia untuk membalas? Oh, dang!

Omoneh!!!!

Aku pikir aku baru saja mendengar suara desahan?

Aku tidak tau apa yang terjadi selanjutnya. Yang aku tau sekarang aku sudah bersama Master Jiyon lagi.

“Kamu benar….dia kembali.” Si Dragon berbicara padaku, tersenyum.

Ne. Aku senang dia kembali.” Kataku tersenyum padanya meskipun dia tidak bisa melihatku.

“Dia kembali.” Katanya meyakinkan dirinya sambil beristirahat di tempat tidurnya.

**

“Apakah kamu membawa kue?” tanya Dara pada pengasuhnya sambil merebut keranjangnya. “Oh, ini dia.”

“Itu untukmu. Aku membuatkannya untukmu…. hey kamu mau pergi kemana, nona muda?” dia bertanya pada Dara yang sudah menuju pintu.

“Ke ruangan monster evil..” jawabannya tanpa melihat kearahnya dan langsung keluar.

Pengasuhnya menggelengkan kepala dan mendesah. Sudah beberapa hari ini Dara selalu begitu, membagi dessert, snack pada teman evilnya. Dara selalu bercerita tentang kelakuan badas pria itu, selalu menakutinya dan Dara juga tidak lupa menceritakan tentang kelakuan manisnya. Kadang dia sangat ingin bertemu dengan pria yang selalu Dara ceritakan.

Dang. Jika pendapatnya benar, Dara sedang merangkai jalan cerita cintanya. Dia hanya berharap yang terbaik untuk saat ini, dan dia berharap ini akan menjadi cinta sejati untuk young lady nya.

**

Nurse Pov

Sudah tidak asing lagi bagiku melihat si Dragon bericara dengan gadis itu sambil tersenyum. Sudah dua minggu sejak gadis itu dan Master Jiyong bersama lagi. Seringkali, si Dragon meminta gadis itu untuk berada di kamarnya setiap waktu. Dan kadang dia menyuapinya dan dengan senang hati dia menerima.

Ia sudah jarang berteriak saat gadis itu berada di sekitarnya. Yang paling mengejutkan, ia berbicara padanya dengan suara yang lembut. Aneh kan? Yah aku hanya merasa lucu karena ternyata master kita juga punya sisi lain seperti ini juga. Aku pikir dia adalah seekor binatang buas yang terperangkap dalam tubuh manusia. Tetapi gadis ini datang untuk membantu dia menemukan keindahan menjadi manusia. Tersenyum terhadap apa saja yang gadis itu katakan. Yah aku hampir menangis tak percaya saat aku mendengar dia tertawa. Seolah-olah itu dalah musik yang paling indah di telingaku.

“Saat itu aku sangat terkejut, G…” aku mendengar gadis itu berseru sementara Master Jiyong tersenyum, bersemangat untuk mendengar kelanjutannya.

Aku yakin dia bisa membayangkan ekpresi lucunya saat itu. Dia di tempat biasa, di tempat tidurnya nya. Dia cukup menyadari jarak mereka.

“…. Dan aku yakin, aku hampir saja mengalami serangan jantung saat teman-temanku memaksaku untuk bergabung dengan mereka..” dia melihat kearahku, “Kau tau bagaimana rasanya?” lalu ia gemetaran.

Imut

“Aku pernah rafting di suatu tempat di Filipina. Itu sangat menyenangkan.” selaku. Yah aku cukup banyak bicara jika ada baby girl disini.

Seperti dugaanku, dia melebarkan matanya lagi. Kasihan masterku, dia tidak bisa melihat kelucuannya. Dia melompat dari tempat tidur dan berlari ke arahku.

“Bagaimana kamu bisa melakukannya? Maksudku air sangat menakutkan rasanya seolah seperti akan ditelan…”

Aku melihat kearah master dan aku melihat ekspresi itu lagi.

‘Oh, tidak…. si Dragon cemburu.’

“Ah.. er, aku rasa GD juga tahu banyak hal mengenai hal itu…” yaah, kalian pasti dengar, kan? Aku baru saja mengucapkan kata terlarang. Tapi dia yang menyuruhku untuk memanggilnya dengan panggilan biasanya, GD. Terutama jika baby girl disini.

Untungnya, gadis itu berpaling padanya dan seketika itu master langsung kembali tersenyum. Aura jahatnya hilang dalam sekejab. Kehadiran baby girl bisa membuat ia seperti itu. Merubah sifat moodynya menjadi seorang yang selalu ramah.

“Ya, aku sedang berpikir apa kamu bisa menemaniku jika suatu saat aku ingin berselancar..” Aku mendengar Master Jiyong.

“Woaah, berselancar?” dia tersentak kaget. “G, aku suka pantai.”

“Ya, Aku tau…” dia terkekeh, dia tau bahwa ia akan lebih senang melihat pemandangan langit yang jelas. Baby girl sangat mencitai langit. Dia bahkan memotret langit hampir setiap hari dari kamar GD. Kalian tahu, di sini, GD menempati ruangan yang luas dengan jendela yang langsung memperlihatkan keindahan taman. Sayang sekali, ia tidak bisa melihatnya dan aku yakin dia tidak akan tahu jika bukan karena baby girlnya yang menjelaskannya. Dia punya kamera dengan kualitas HD. Kami bahkan berfoto bersama, dia suka mengambil gambar GD baik secara diam-diam atau tidak, dimana GD dengan senang hati tersenyum dan melingkarkan lengannya kepinggangnya.

Aku mengambil gambar mereka. Klik. Klik. Pemandangan yang sempurna.

“Aku tau dengan baik, baby girl.” Dia melanjutkan sambil menarik gadis itu kearahnya, membenamkan hidungnya ke bahunya.

Aku sudah terbiasa dengan pemandangan ini. Ini terjadi hampir setiap hari dan gadis itu akan memberikan pelukan eratnya.

Aku tak bisa menahannya dan hanya menggelengkan kepala. Dua burung kasmaran berduaan di dalam sangkar.

**

“Yeyay!” Dara dengan riang mengguncangkan lengan GD, Boston meraih 3 poin.

“Bisa kah kamu berhenti?”

Dia mengacak-acak rambutnya.”Kamu terlihat gelisah, Baby G?” godanya. “Jangan khawatir, jika timmu kalah, aku akan menghiburmu..” ia kemudian tertawa.

“Yep benar, timku tidak pernah kalah dari tim mana pun, Boston ? Ish… mereka lemah.” Tanggapannya dengan nada menyindir.

Dara menunjuk ke arah GD.”Jangan menghina Boston Babies ku… aku tau mereka lebih keren daripada Lousy Chichago Bulls mu.”

Mereka terus bertengkar tentang siapa yang akan memenangkan pertandingan NBA untuk musim ini. Mereka sempat berhenti sebentar tapi mereka melanjutkan lagi perang mulutnya.

“Tidak, bertahanlah, Boston!” Dara berdiri dari duduknya dan melompat-lompat diatas tempat tidur GD.

“Kamu akan kalah, burung bodoh.” Kata Jiyong sambil mencoba menenangkan Dara untuk tidak melompat-lompat.

No way!” Jerit Dara.

Yes way!” Jiyong membalasnya. Dan Chichago berhasil menambah tiga poin.

NOOOOOOOOOO!!!!” Dara berseru frustasi. Skor sekarang adalah 77-70. Chicago memimpin.

Dara mengepalkan tinjunya.”Oh, aku akan menggoreng mereka semua!”

“Apa yang aku bilang..” kata Jiyong sambil mengistirahatkan kembali kepalanya di kepala ranjang dengan kedua tangannya sebagai tumpuannya.

“Diam..” gerutu Dara. “….. lihat saja, mereka pasti menang.”

“Sayangnya mereka tidak akan menang melawan timku..” ejek Jiyong.

“Evil!” teriak Dara.

“Pecundang.” kemudian Jiyong menyeringai.

Sandara Pov

Hidungku kembang kempis, aku sangat ingin menghapus smirk yang ada di wajah evilnya. Ya pasti dia sangat menikmati kemenangannnya melawanku.

Chichago menang melawan Boston,  Ergggh, aku hancur dan frustasi sekarang ditambah senyum menjengkelkannya, Grrrrr.

“Jadi..” inilah dia sekarang.

“Diam!” seruku

“Aku menang… taruhan.” Lanjutnya tanpa meninggalkan senyum evil dari wajahnya.

Sabar Dara, tarik nafas…, keluarkan.

“PECUNDANG.” katanya kemudian tertawa terbahak.

Aku meninju dan menendangnya.

“Yah!” teriaknya, mencoba untuk meraihku, dengan cepat aku menjauhkan diri darinya. Aku berdiri di sudut ruangan. Dan dia mulai berdiri dari tempat tidurnya. dia marah sekarang. Aku meringis. Yah kemenangan kembali padaku !!!

“Kasihan,, kamu tidak bisa melihatku sekarang?” ejekku. Dia berlari kearahku tapi aku berhasil lari ke sisi lain. Aku menahan diriku dari tertawa. Aku sangat menyukai permainan ini!

“Kamu akan membayar semua ini, baby girl.” Katanya tegas setetah usahanya sia-sia untuk menangkapku.

“Oh tidak, Master GD marah…. tolong, aku sangat takut sekarang!” kataku dengan pura-pura menggunakan suara ketakutan. Aku tidak melihat jika dia ternyata diam-diam menyusun rencana evilnya.

Tiba-tiba dia berteriak seolah kesakitan. Kemudian ia memengang kepalanya.

Aku diam sesaat. Aku tau dia hanya bercanda. Tapi dia berteriak kesakitan lagi.

‘Omo! Migrain lagi?’

“G?” aku lari kearahnya dan memegang tangannya. Dang. Aku tidak bisa melihatnya dengan keaadan seperti ini. Hatiku sakit. “Maafkan aku…. maafkan aku.”

Dia terkikik kemudian menggenggam tanganku dengan erat.

“Sial!”

Dia menjeratku dengan tubuhnya. Aku menggeliat, kami berdua tergeletak di lantai. Sekuat tenaga aku mencoba menahannya tapi ia malah menindih tubuhku dan menjepitnya dengan lantai. Dia mendekat sambil tersenyum. Aku meninju dan mencoba menendang tapi tidak berhasil.

“Lepaskan aku, Monster!” teriakku

“Aku hanya ingin meminta hadiahku, baby girl.” Katanya dengan suara parau, kemudian mengklaim bibirku, menikmati setiap sisinya. Aku tidak bisa membalas. Aku tidak tau bagaimana caranya… dang, aku harus membunuh Taeyang karena meminggalkanku bodoh seperti ini. dan aku tersadar ketika ciumannya dihentikan lagi! Jangan lagi! Aku sangat menginginkan bibirnya!

Dia menyentuh hidungku dengan hidungnya. Aku menatapnya.

“Buka mulutmu, baby girl.” Katanya dengan memohon. Aku tersentak dengan sikapnya yang intens. Dia sangat tidak membantu. Dia mencium bibirku lagi sambil menjulurkan lidahnya ke mulutku. Aku menarik kepalanya dan menciumnya dengan ganas. Kita berhenti sebentar untuk menarik nafas lalu kita berciuman lagi. Duniaku sekarang kabur. Tidak, bingung, indah dan mengagumkan… oh tidak! Bagaimana bisa dia membuatku gila seperti ini?! aku bahkan bisa melihat kupu-kupu berterbangan.

Kami masih dalam posisi itu saat seorang gadis melihat kita, dia sangat terkejut dan tanpa disadari dia sudah keluar dari tempat ini.

**

Thank you Rara, udah mau ambil alih proyek ini.. >.<

<< Back  Next >>

Advertisements

40 thoughts on “Marked by A Dragon [9] : Bulls vs Celtics, is it ?

  1. Akhirnya di post huhuhu, gatau komen apa deh yg pasti ff ini seruuuu. Jiyong udah ga galak lagi sama dara, malah jadi pervert akakakak
    Semangaaaaaaaaaaaat thorrr jgn lama2 menghilangnya 😦 hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s