[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Fangirl #2

cover

Author : Oktyas

Sandara Park | Kwon Jiyong | Fluffy, Romcom

2

Special Fangirl

Great job everyone!” Seru Jiyong sambil bertepuk tangan. “Terima kasih atas kerja kerasnya.” Tambahnya lagi. Kini mereka sudah kembali ke kantor setelah acara fan sign selesai. Member Bigbang mengucapkan rasa terima kasih mereka kepada staf yang sudah banyak membantu.

Hyung, ayo kita keluar malam ini.” Ajak Seungri.

“Jika kalian ingin pergi keluar, pergilah tapi jangan lupa ajak manajer. Tapi maaf aku tidak bisa ikut. Aku sudah ada janji.” Kata Jiyong.

“Janji? Kau akan pergi ke mana hyung? Bagaimana bisa kita pergi tanpamu?” Rengek Seungri.

“Hanya ke suatu tempat.” Jawab Jiyong dengan senyum misteriusnya.

YA Jiyong! Kau menemui seseorang?” Tanya Taeyang yang tahu gelagat aneh Jiyong.

“Tentu saja aku akan menemui seseorang Bae-ah. Oke aku pergi dulu, aku perlu istirahat dan mandi.” Jiyong berjalan keluar dari ruangan dengan senyum merekah di bibirnya, meninggalkan membernya penasaran begitu saja.

“Ada sesuatu yang aneh dengan Jiyong Hyung.” Gumam Seungri yang disetujui dengan member yang lain.

“Aku sudah lama tidak melihat Jiyong seperti ini. Dia selalu tersenyum. Dan yang aku tahu, Jiyong sepertinya sedang jatuh cinta.” Jelas Youngbae sambil memainkan ponselnya.

“Jatuh cinta? Kau yakin itu Bae-ah?” Tanya Seunghyun. “Tapi dengan siapa?” Taeyang hanya menaikkan bahunya. Ia juga tidak punya ide siapa gadis yang telah mencuri hati sahabatnya ini.

Sedangkan di sisi lain Jiyong mengendarai mobilnya menuju rumah dengan senyum di wajahnya yang tidak pernah hilang. Sebenarnya dirinya sedikit terkejut saat melihat Dara datang pada acara fan sign Bigbang tadi. Ia tidak mengira Dara adalah seorang VIP. Dan membayangkan nanti malam ia akan menemuinya lagi Jiyong sudah tidak sabar. Laki-laki itu tahu jika apa yang dilakukannya cukup membayakan statusnya sebagai idol. Tapi ia tidak peduli.

“Jiyong-ah, bagaimana acaranya tadi? Apakah lancar?” Tanya ibunya saat ia sampai di rumah.

“Tentu saja eomma. Kami benar-benar merindukan VIP.” Jawab Jiyong sambil memeluk ibunya itu. “Aku sudah tidak sabar untuk konser satu minggu lagi.”

“Ayo sini anak laki-laki kesayanganku, ibu sudah menyiapkan makan malam.”

Arasso. Tapi sepertinya aku tidak bisa makan banyak, karena aku harus keluar.”

“Ke mana? Kau akan pergi dengan membermu?” Tanya ibunya  yang duduk sebelahnya. Jiyong menggelengkan kepalanya.

“Ehm, aku menemui seseorang.” Jawab Jiyong sambil mengunyah makanannya.

“Perempuan? Apa kau sedang dekat dengan seseorang Yongi-ah?” Tanya ibunya penasaran. Sebagai ibu ia merasa senang jika anaknya menemukan seorang wanita yang bisa jadi pendamping hidupnya. Selama Jiyong menjadi idol, ia belum pernah mengenalkan seorang perempuan kepadanya, sehingga ia berharap kali ini Jiyong akan mengenalkan perempuan ini padanya.

“Ehm, aku tertarik dengannya eomma. Kami baru bertemu dua kali dan itu pun pertemuan yang tidak direncanakan.” Jiyong berkata jujur pada ibunya.

“Omo! Kau baru bertemu dua kali dan kau sudah tertarik. Jiyong-ah kau harus membawa perempuan ini pada ibu arasso?”

“Hm, akan kuusahakan.”

Setelah menyelesaikan makan malamnya, Jiyong bergegas mandi dan bersiap untuk menemui Dara. Ini bukan pertama kalinya ia akan bertemu dengan perempuan tapi entah mengapa ia merasa gugup. Sebenarnya ia tidak ingin terlibat hubungan dengan fansnya tapi Sandara sudah terlanjur mencuri perhatiannya.

 Jiyong meminjam mobil kakaknya agar tidak ada yang mengenalinya nanti. Jaket vatement dan celana jeans, topi dan masker tentu saja. Café Dara tidak terlalu besar dan kemungkinan tidak terlalu banyak yang datang seperti saat Jiyong kabur dari kejaran fans. Tapi ia tidak mau ambil risiko.

Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya, Jiyong memarkirkan mobilnya di depan café Dara. Mengawasi situasi di dalam café banyaknya pengunjung yang ada di dalam café. Setelah hanya tinggal dua orang pelanggan di café, Jiyong keluar dari mobilnya dengan beanie dan kaca mata hitam. Raut wajahnya sedikit kecewa ketika tidak mendapati Dara di konter bar, melainkan seorang lelaki muda dengan postur tinggi berwajah tampan.

“Ada yang bisa saya bantu?” Tanya lelaki itu.

“Aku ingin bertemu dengan Sandara Park.” Jawab Jiyong.

“Dara Noona?” Tanya lelaki itu bingung. Yang ternyata adalah adik Dara, Sanghyun Park.

“Ya. Bisa tolong panggilkan dia, aku sudah membuat janji dengannya.” Sanghyun dengan segera masuk ke dalam rumahnya untuk memanggil Dara. tidak menunggu lama Dara datang. Perempuan itu terlihat terkejut melihat Jiyong. Meski dengan wajah yang hampir tidak terlihat, Dara sangat dapat mengenali jika pria itu adalah Kwon Jiyong.

Hi.” Dara menyapa Jiyong dengan senyum simpul di bibirnya, wajahnya merona.

“Halo Aku ingin menikmati kopi terbaik di sini. Dan buatanmu sendiri.” Kata Jiyong. Dara mengangguk dan meminta Sanghyun untuk meninggalkan mereka, meskipun tidak yakin Sanghyun meninggalkan noonanya.

“Ehm apa kau tidak keberatan jika tutup lebih awal?” Tanya Jiyong saat melihat dua pelanggan tadi sudah pergi. “Aku tidak ingin ada orang yang mengenaliku nantinya, dan mengacaukan pertemuan kita.”

“T-tentu saja.” Dara menempatkan kopi di hadapan Jiyong dan berjalan ke arah pintu café untuk membalik tanda buka menjadi tutup. Jiyong meminta gadis itu di hadapannya, dan dengan senang hati Dara menuruti permintaan Jiyong.

“Jadi kau adalah VIP?”

“Ya. Maafkan aku tidak mengatakan pada saat bertemu.” Dara menundukkan kepalanya. Ia takut jika Jiyong marah akan hal itu.

“Kenapa harus minta maaf. Jadi sudah berapa tahun kau menjadi VIP?”

“Aku menyukai Bigbang sejak kalian debut. Dan aku tidak pernah melewatkan fans meeting, fans sign, ataupun konser kalian di Korea. Aku cukup setia.” Kata Dara dengan bangga. Ia tidak bangga dengan dirinya tapi ia bangga dengan Bigbang yang bisa membuat dirinya bertahan menjadi seorang fans dari awal sampai sekarang.

“Dan siapa member favoritmu Dara-ah?” Jujur, Jiyong berharap ia menjadi member favorit Dara.

Pipi Dara langsung merona, bagaimana ia bisa mengatakan jika yang ia sukai adalah Kwon Jiyong lelaki di hadapannya. “K-kau.” Suara Dara terdengar lirih.

“Maaf aku tidak mendengarmu dengan jelas.” Jiyong sengaja menggoda perempuan di hadapannya ini. Tentu saja dia mendengar apa yang dikatakan Dara. Tapi apa salahnya menggoda gadis imut di depannya ini, apalagi saat pipinya memerah terlihat tambah imut bagi Jiyong.

“Dirimu, Kwon Jiyong.” Dara mengatakan dengan lebih keras lagi.

“Ah, jadi kau adalah Dragons? Apa kau punya posterku di kamarmu? Atau fotoku di wallpaper ponselmu?” Well, sepertinya Jiyong belum puas untuk mengerjai Dara.

Mata gadis itu membulat. “B-bagaimana kau tahu? Oh ini sangat memalukan.” Dara menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Apalagi saat mendengar suara Jiyong memenuhi cafenya yang sepi.

Aigoo, kau terlihat sangat imut.” Jiyong tidak bisa menahan tawanya. “Kau betambah manis saat wajahmu memerah.”

“Berhenti menggodaku Jiyong.” Gerutu Dara.

“Oke, oke aku berhenti.” Jiyong mengangkat tangannya tanda menyerah. “Jadi kau akan datang pada konser kami minggu depan?” Dara mengangguk.

“Datanglah ke backstage setelah selesai konser. Dan berikan ini pada petugas di sana.” Jiyong memberikan kartu namanya pada Dara.

“Kau serius? Tapi Jiyong walaupun aku adalah VIP sepertinya aku tidak bisa datang ke backstage. Aku bukan siapa-siapa.

“Aku ingin memperkenalkanmu Dara.”

“Tapi-,”

“Tidak ada tapi-tapian. Aku ingin kau datang Dara. Dan kau tahu ini pertama kalinya aku membawa fans ke backstage.”

“Jadi kenapa kau membawaku?”

“Aku juga tidak tahu kenapa.” Jawab Jiyong jujur. Dari awal Jiyong bertemu Dara, gadis itu terlihat berbeda. Cara dia tersenyum, tersipu, tertawa semuanya terlihat berbeda di mata Jiyong. Bukan berbeda dalam arti buruk. Semua tentang Dara seperti tiba-tiba melekat pada ingatan pria itu. “Yang aku tahu kau adalah seseorang yang pantas aku perkenalkan pada teman-temanku.”

A-rasso. Aku akan datang.” Dara mengalihkan pandangannya, menghindari tatapan mata Jiyong yang seolah bisa menembus kalbunya. Entah sudah berapa kali jantungnya hampir melompat dari tempatnya sejak ia bertemu Jiyong. Lelaki itu memberikan dampak besar bagi Dara.

“Dara, berapa nomormu?” Tanya Jiyong sambil menyruput kopinya.

“Nomor?” Apakah idolaku meminta nomor ponselku?! Oh GOD! Bukankah harusnya aku yang meminta nomornya?!

Dara memberikan nomor ponselnya pada Jiyong, kemudian lelaki itu menelepon Dara untuk memastikan jika nomornya tidak salah. Terdengar dering suara Dara, dengan segera gadis itu menyimpan nomor Jiyong.

“Jiyong, kau tahu semua ini terasa seperti mimpi bagiku. Bertemu dengan idolaku, berbicara denganmu, dan bahkan mendapat nomor ponselmu. K-kau tidak akan menghilangkan?” Tanya Dara khawatir. Ia takut jika rasa bahagia yang ia rasakan sekarang ini hanyalah sesaat.

“Apa yang kau khawatirkan tidak akan terjadi. Don’t worry Dara.” Jiyong mengusap kepala Dara.

***

Setelah hari di mana Jiyong mengunjungi café Dara kedua kalinya. Laki-laki itu semakin mengenal Dara. Keluarga Dara merupakan keluarga terpandang di Busan. Selain mempunya café, Dara juga memiliki butik di daerah Cheondamdong, butiknya bernama DEE’s Collection (DC). Bukan brand sebesar Chanel mau pun Chrome Heart memang, tetapi brand DC cukup populer di kalangan remaja, dan wanita maupun pria usia dua puluh tahunan di Korea Selatan. Mereka semakin dekat. Setiap harinya mereka berkirim pesan, dan sudah beberapa kali pula ia diam-diam mengunjungi café atau pun butik Dara pada malam hari saat kedua tempat itu tutup atau sepi.

Jiyong merasa nyaman berada di dekat Dara, meskipun ia tahu jika Dara adalah fansnya tapi tidak bersikap seperti fans-fansnya yang lain. Tapi tentu saja ada saat-saat di mana Dara akan menunjukkan sisi fangirlnya yang malah dianggap Jiyong imut. Dan gadis itu tetap bersikap malu-malu saat bertemu Jiyong

Hari ini adalah konser pertama Bigbang setelah dua tahun hiatus. Para fans sudah memenuhi arena konser. Member Bigbang melakukan persiapan di ruang wardrobe. Kelima lelaki itu terlihat antusias untuk menemui fans mereka yang sudah setia mendukung mereka.  Terutama laki-laki bernama Kwon Jiyong ini. Ia merasa lebih bersemangat dari konser-konser yang telah mereka adakan. Mungkin ini karena Dara akan datang, dan ia akan mengenalkan gadis itu pada teman-temannya. Jiyong mengakui Dara mempunyai efek yang besar pada dirinya. Dan ia tidak bodoh untuk tidak menyadari apa yang ia rasakan.

Konser berjalan dengan lancar. Mereka mengeluarkan semua tenaga yang sudah mereka persiapkan untuk menghibur para fans yang sudah datang. Tiga jam di atas panggung adalah moment berharga dalam hidup mereka.

Setelah konser selesai, para member berterima kasih pada seluruh staf yang sudah membantu mereka. Di backstage, kelima member Bigbang itu disambut meriah oleh YG Sajangnim sendiri yang memang menonton konser mereka, dan beberapa artis dari YG Family.

Oppa kalian benar-benar hebat!” Chaerin rapper solo dari YG mengacungkan jempol.

“Thanks Chae!” Balas Daesung.

Mereka beristirahat di sofa sambil beberapa staf menghapus make up dan mengelap keringat mereka. Semua orang di sana terlihat gembira, kecuali Jiyong. Lelaki itu terus menerus melihat ke arah pintu menunggu Dara, tapi gadis itu tidak kunjung datang.  Dia beberapa kali menghubungi ponsel Dara tapi nomornya tidak dapat dihubungi. Hingga satu jam mereka di sana, mereka selesai berganti baju, gadis itu tidak datang juga.

“Hey Ji, ada apa denganmu?” Youngbae yang melihat gelagat aneh Jiyong pun bertanya.

“Ehm tidak. Tidak ada apa-apa.” Jiyong menggelengkan kepalanya. Tapi matanya menunjukkan jika dia gelisah.

“Soonho Hyung! Ayo kita pergi.” Jiyong berdiri dan memakai jaketnya.

“Kemana? Kau akan pulang sekarang?” Tanya Seunghyun heran. Tidak biasanya leader Bigbang itu akan pergi terlebih dahulu.

“Ehm aku perlu ke suatu tempat. Soonho Hyung, kau bisa mengantarkanku?” Tanya Jiyong yang sepertinya sudah tidak sabar untuk cepat-cepat pergi. Soonho mengangguk, mengikuti Jiyong yang sudah berjalan sampai ke pintu.

“Kita akan pergi ke mana?” Tanya Soonho sesampainya mereka di dalam mobil.

“Hyung, kau masih ingat saat kau menjemputku di café waktu Bigbang kabur?” Soonho mengangguk, mengingat-ngingat di mana tempat itu. “Antarkan aku ke sana.”

“Tapi, kau akan menemui siapa?”

“Ehm hanya seseorang.”

“Jiyong, membermu sering mengatakan kau beberapa kali keluar. Apa kau pergi ke café itu?”

“Neh.”

“Apa kau sedang dekat dengan perempuan Jiyong?”

“Bisa dibilang begitu.  Dan seharian ini dia tidak memberi kabar.”

“Apa membermu tahu?”

Aniyo. Aku akan memberi tahu mereka di saat yang tepat. Oh, kita sampai, kau pergi duluan hyung. Aku akan lama.” Jiyong keluar dari mobil dengan beanie, masker serta kacamata menutupi wajahnya.

Jiyong memencet bel di depan pintu rumah mereka,tidak menunggu lama pintunya dibuka. Sanghyun berdiri di depan pintu menatap Jiyong dengan curiga. Karena ia tidak mengenali Jiyong dengan wajahnya yang hampir tidak terlihat.

“Ini aku Kwon Jiyong. Aku ingin bertemu Dara.” Kata Jiyong menjawab kecurigaan Sanghyun.

“Oh, Jiyong-ssi? Silahkan masuk.” Dengan sigap Sanghyun meminta Jiyong masuk. Ia takut jika ada paparazzi yang mengenali Jiyong.

“Apakah noona-mu di rumah?”

“Ah, neh. Hari ini adalah konser Bigbang benarkan?” Sanghyun bertanya yang dijawab Jiyong dengan anggukan kepala. “Ia sedang sakit hyung. Jadi ia tidak bisa datang. Sekarang ia sedang tidur di kamarnya.”

“Sakit?” Suara Jiyong sedikit panik. Pantas saja perasaannya dari tadi tidak enak.

“Dia terkena thypus.” Jelas Sanghyun.

“Bolehkah aku melihatnya?” Awalnya Sanghyun ragu membiarkan laki-laki asing memasuki kamar noona-nya, tapi kalau dipikir Jiyong adalah seorang idol papan atas jadi mana mungkin ia akan melakukan sesuatu yang buruk pada noona-nya, dan jika dipikir ia sudah meluangkan waktunya datang ke rumah Dara setelah konsenrnya selesai.

“Mari kuantar.” Sanghyun membawa Jiyong menuju lantai dua di mana kamar Dara berada. “Take your time Hyung.” Sanghyun menepuk pundak Jiyong saat mereka sampai di depan pintu kamar Dara.

Jiyong dengan perlahan memasuki kamar Dara berusaha sebisa mungkin untuk tidak menimbulkan suara agar tidak membangunkan gadis itu. Dilihatnya, Dara tengah tidur pulas di tempat tidurnya yang luas. Kamar itu didominasi dengan warna soft pink dan putih. Di dindingnya terdapat poster Bigbang dan dirinya tertempel. Jiyong tertawa kecil. Dia memang benar-benar fansku. Lalu laki-laki itu duduk di tepi tempat tidur gadis itu. Ia mengamati wajah Dara yang terlihat damai. Sedikit pucat, tapi tetap cantik. Mengusap dengan lembut kepala Dara, merasakan lembutnya rambut gadis itu.

“I miss you.” Bisik Jiyong di tengan kesunyian kamar itu. “Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada seseorang dengan secepat ini?”

Seolah tahu jika ada yang mengajaknya berbicara, Dara membuka matanya perlahan. Dan sosok Kwon Jiyong yang muncul pertama kali di hadapannya. Ia berpikir bahwa dirinya berhalusinasi. Tapi bahkan setelah ia mengedipkan mata sosok Kwon Jiyong itu tidak menghilang. Dengan ragu-ragu Dara menjulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Jiyong.

“Jiyong?”

“Hm?”

“Apa kau nyata? Apa ini mimpi?”

“Ini nyata. Aku di sini.” Jiyong tertawa halus memamerkan senyum manisnya.

“Bagaimana bisa?” Alis Dara berkerut menjadi satu.

“Kau harusnya memberi tahuku jika kau sakit Dara. jadi aku tidak akan khawatir.”

“Ah, mianhae. Tadi, aku sudah mau berangkat tapi tiba-tiba aku pingsan. Dan ketika aku bangun sudah ada dokter yang memeriksaku. Maaf aku tidak datang.” Kata Dara menyesal.

“Kau tidak perlu minta maaf. Kesehatanmu lebih penting.” Jawab Jiyong dengan senyuman di bibirnya sambil terus mengusap-ngusap rambut Dara.

“Bagaimana kau ke sini?” Dara mencoba untuk bangun tapi Jiyong menahannya. Namun, Dara dikenal sebagai gadis keras kepala. Ia tetap memaksa bangun dan bersandar pada headboard tempat tidurnya.

“Soonho Hyung mengantarku.”

Eoh, kau  harus cepat-cepat pulang, ia menunggu di luar kan?”

“Nah masalahnya Soonho Hyung sudah aku minta untuk pulang.” Kata Jiyong. “Dan sepertinya kau harus menerimaku untuk menginap semalam di sini. Melihat posterku semalaman aku tidak masalah.” Jiyong menunjukkan senyuman menggodanya yang membuat Dara merona.

ACKKKKKKK! Kau! Kau tidak boleh melihatnya!” Pekik Dara sambil menutupi mata Jiyong. Laki-laki itu tertawa sambil berusaha menyingkirkan tangan mungil dari matanya.

“Kau benar-benar fans sejati Miss Park.  Dan ini adalah kesempatan langka untuk bisa tidur bersama idolamu.”

Aigooo. Dasar mesum! Kau tidurlah di kamar Sanghyun. Eoh dan Mr. Kwon tahukah kau masuk ke dalam kamar seorang gadis itu tidaklah pantas sama sekali.” Dara berpura-pura marah, tapi sebenarnya ia mati-matian menahan tawa. Rasa mual dan sakit kepala yang ia rasakan lenyap begitu saja.

Arasso arasso, aku akan tidur di kamar Sanghyun, karena jika aku memaksa tidur di sini bisa saja kau tidak menjadi fansku lagi karena mengira aku laki-laki mesum. Dan aku tidak mau kehilangan fansku.”

“Kau benar-benar anak yang baik Jiyongie.” Dara mengusap-ngusap kepala Jiyong dengan tertawa geli.

“Dan anak yang baik berhak mendapatkan hadiah. Jadi mana hadiahku?”

“Hadiah? Memangnya kau minta apa?”

“Ehm, sebenarnya aku sudah menginginkan hadiah ini sejak lama.” Ungkap Jiyong yang membuat Dara semakin penasaran. “Kemarilah, mendekat. Aku akan membisikkannya.” Dara mendekatkan telinganya ke arah Jiyong tapi betapa terkejutnya dia saat ia merasakan sesuatu yang lembut dan basah di pipinya.

KWON JIYONG MENCIUMNYA!

“Selamat malam cantik.” Bisik Jiyong. Dara merinding mendengar suara laki-laki itu yang terdengar seksi. Ia terdiam , nyawanya seperti melayang ke langit ketujuh. Sampai ia tidak menyadari jika Jiyong sudah keluar dari kamarnya.

“Tuhan jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku.” Kata Dara sambil memegang dadanya yang sedang jungkir balik karena ciuman kecil di pipi itu.

Pagi ini pertama kalinya Jiyong sarapan bersama Dara dan di rumahnya.  Biasanya Dara yang akan memasak sarapan tapi karena sakit, Park Bom menggantikan peran Dara sebagai chef di pagi hari. Oh, ngomong-ngomong soal Park Bom, ia berteriak histeris saat pagi-pagi melihat Jiyong memakai kaos oblong dan celana pendek keluar dari kamar mandi. Laki-laki itu yang baru bangun tidur terpeleset karena terkejut mendengar suara bombastis Park Bom.

Dan sekarang mereka berempat duduk bersama di meja makan untuk sarapan. Park Bom tidak henti-hentinya menggoda Dara, bahkan perempuan itu dengan terang-terangan bertanya pada Jiyong kapan mereka akan resmi berpacaran. GAHD!

“Bom-ah, kenapa kau bertanya hal memalukan seperti itu?” Desis Dara saat mereka berdua di dalam kamar Dara.

“Pertanyaan bodoh apa?” Tanya gadis yang suka makan jagung itu dengan polosnya.

“Itu pertanyaan tentang hubunganku dengan Jiyong.”

“Ah, aku sedang membantumu Dara. Dengan begitu Jiyong akan cepat menembakmu. KYAAAHHHHHH. KAU AKAN JADI PACAR G-DRA-,” Dara menutup mulut Bom saat gadis itu berteriak dengan suara powerfullnya.

“Dasar kau! Bagaimana kalau Jiyong mendengarnya?!”  Kata Dara dengan kesal. “Aku keluar dulu, ia sebentar lagi akan pergi.”

Dara mendapati Jiyong sedang duduk di ruang tamu, tengah bermain dengan kucingnya Dadoong. Ia menghampiri laki-laki itu dan duduk di sebelahnya.

“Kapan manajermu datang?”

“Beberapa menit lagi mungkin.” Jawab Jiyong tidak mengalihkan perhatiannya pada Dara. Ia sibuk bermain dengan kucing di pangkuannya. “Siapa nama kucing ini?”

“Dadoong.”

“Nama yang aneh.”

“YAH!”

“Tapi dia imut.”

Dan selama beberapa menit ke depan, Dara merasa terabaikan karena Jiyong lebih memilih menyibukkan dirinya pada si kucing. Dara merasa pertama kalinya benci dengan Dadoongnya.

Well, sepertinya kucing dengan nama aneh ini lebih menarik perhatianmu.” Gerutu Dara tanpa sadar.

Aigoo, kau cemburu pada kucingmu sendiri.” Kekeh Jiyong kemudian meletakkan kucing itu kembali ke lantai. “Eoh, kau terlihat lebih imut dari Dadoong saat kau cemberut.”

“YAH!” Dara menyingkirkan tangan Jiyong yang mencubit pipinya. “Kau membuat pipiku merah!”

“Ah sangat imut! Jadi ingin membawamu pulang.” Tawa Jiyong meledak saat Dara mengerucutkan bibir mungilnya. Merasa kesal, gadis itu memilih bangkit dari tempat duduknya dan pergi. Tapi sebelum ia melangkah jauh, Jiyong menarik lengannya hingga ia terjatuh di pangkuan Jiyong.

Aigoo, jangan marah. Kau benar-benar membuatku gila Dara.” Kata Jiyong dengan tersenyum. Tapi moment mereka terhenti karena suara dering ponsel Jiyong. Dan ternyata itu manajernya yang sudah menunggu di depan.

“Sepertinya aku harus pergi sekarang.” Jiyong menangkup wajah Dara yang membuat wajah Dara yang pucat karena sakit bersemu merah. “Jaga dirimu baik-baik oke. Dan jika kau sudah sembuh, ayo berkencan.”

LAGI. Jantungnya dibuat jungkir balik karena lelaki ini. Idolanya. Mata Dara membulat, ia seperti membeku. Otaknya dengan lambat mencerna kata-kata Jiyong. Berkencan. Berkencan. Berkencan. BERKENCAN DENGAN G-DRAGONNNNNNNN!!!!!!!!

“A-pa kau serius?” Suara Dara terdengar seperti bisikan.

“Tentu. Jadi kau harus sembuh.”

Oh My God! G-Dragon mengajakku berkencan.” Bisik Dara yang membuat Jiyong tertawa terbahak-bahak. Sisi fangirlnya belum juga hilang ternyata. Jiyong mencium ujung hidungnya sebelum mengucapkan selamat tinggal.

See you Dee.”

***

Hubungan keduanya berjalan lancar. Meskipun Jiyong belum memberitahukan hubungannya dengan Dara kepada membernya, tetapi perilaku Jiyong sudah terbaca. Setiap kali lelaki itu memainkan ponselnya, sudut bibir Jiyong akan tertarik ke atas dan membentuk senyuman manis yang dapat dengan mudah ditebak para membernya jika Jiyong sedang jatuh cinta.

Please man, berhenti lah. Kau terlihat seperti seorang idiot.” Keluh Youngbae yang di-iya-i oleh member yang lain.

“Wajahmu terlihat seperti akan terbelah menjadi dua karena bibirmu yang tidak pernah berhenti tersenyum.” Tambah Seunghyun.

Shut up Hyung. Carilah pacar oke, agar otakmu menjadi sedikit waras. Karena tidur bersama kursi itu tidak menyenangkan sama sekali.” Ujar Jiyong sambil memainkan ponselnya.

“Berhentilah dengan omong kosong ini. Kenalkan pacarmu demi apapun Jiyong. Apa kau berencana untuk menyembunyikan dia selamanya?” Sungut Seunghyun. Ia penasaran setengah mati siapa perempuan yang berhasil membuat seorang Kwon Jiyong bertingkah seperti idiot.

“Bukannya aku tidak ingin, tetapi aku hanya mencari moment yang pas.” Jawab Jiyong

“Besok malam, bawalah pacarmu ke acara pembukaan restaurant baru Hyunsuk Hyung.” Usul Youngbae disetujui yang lain. “Jika kau memang serius dengannya, itu pasti bukan masalah besar. Kalian sudah berkencan sekitar empat bulan kan?”

Jiyong mengangguk, tapi wajahnya terlihat khawatir. Malam itu pasti akan banyak awak media di sana, ia takut Sandara akan terekspos dan jadi bahan berita yang tentunya akan membuat gadis itu merasa tak nyaman. “Akan ada banyak media Youngbae, aku tidak yakin ia akan mau.”

Seungri yang dari tadi hanya diam kini angkat bicara, “Jadi kekasihmu bukan dari golongan selebriti Hyung?

Neh.

“Tapi jika memang mencintainya kau akan melakukan apa pun untuknya kan Ji? Termasuk membayar media? Bukankah itu yang selalu YG lakukan jika ada idolnya yang berkencan?” Sambung Seunghyun yang benar-benar ingin bertemu dengan perempuan itu.

Jiyong menghela nafas, ia merasa bersalah tidak memberitahukan langsung pada para sahabatnya itu tentang Dara. Ya mungkin ini saatnya, kapan pun waktunya dan di mana pun tempatnya pasti ada risiko yang ditanggung. “Baiklah, aku akan membawanya besok. Bersiaplah.”

.

To be continued

.

Advertisements

30 thoughts on “[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Fangirl #2

  1. Awal’y senyum2 krn so sweet apa yg terjadi antara jiyong & dara tp stelah youngbae mengusulkan utk memperkenalkan dara di pembukaan restaurant hyunsuk jd deg2an, gmn reaksi si sajangnim yah? Next thor & gomawo 😉

  2. Senyum senyum sendiri bacaa nyaa mereka sweet banget ya apalagi jiyong kwkwk tapi was2 sama next chap gimana ya reaksi Yg 😭😭😭

  3. Finally mereka kencannn aduhh dara dsni fangirls goals ya kkkk pnsran gmna kalo dara ktmu sama member big bang yg lainnya next di tggu thor

  4. Ya kalo fansnya kaya dara mah, cowo mana yg bisa nolak😄😄
    Jadi mereka udh kencan nih? Wah sulit kalo pacaran sama idol, susah kemana mana, belom lagi kalo ada scandal2 receh ituuu. Dan firasatku buruk waktu dara minta jiyong jgn ninggalin dara. Nahloh nahloh. .

  5. kyyyyyyyaaaaa……mereka udh jadian toh. pengen tau gimana ji nembak daranya.hehhehehe
    dara mau dikenalkan ke member bigbang…yyeeeehhhhh….
    penasaran next chapnya….

  6. Entah kenapa aku senyum senyum sambil teriak histeris gak jelas baca ff ini. Mereka bersua beneran lucu banget deh😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s