[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Angel Without Wings #4

AWWWW

Author : QueeNda

Main Cast : Kwon Ji Yong, Park Sandara

 [4] “Date”

“Apa aku terlihat aneh??”

Aku tertegun menatap gadis di depanku. Apa dia benar-benar Dara? She’s look so different!! Oh ur a goddess! Dia cantik! No! dia benar-benar sangat cantik!!!

Dara memakai gaun putih selutut, rambut panjang coklatnya digerai indah. Tidak ada kata-kata yang tepat untuk memujinya saat ini, semua pujian hanya untukmu Dara. Aigoo,,ada apa denganku! Aku menggeleng-gelengkan kepalaku mencoba menghapus semua pikiranku.

“Ji, kau baik-baik saja?”

“ah..aku baik-baik saja”jawabku singkat dan seperti biasa Dara hanya tersenyum..”Dan, kau terlihat sempurna hari ini”

Dara menunduk malu mendengar ucapanku baru saja. Aku menyukai ekspresi malu-malunya. Ahh tidak tapi aku menyukai semua ekspresi yang dibuatnya! Kurasa aku gila sekarang.

..

Aku dan Dara berjalan-jalan sekitar taman Sakura. Sekarang sedang musim gugur, jadi sepanjang jalan hanya ada guguran daun kering. Dara banyak bercerita padaku kalau dia menyukai musim gugur, karena menurutnya musim gugur itu sangat romantic, berjalan-jalan dengan kekasih diantara guguran daun kering.

“Jiyong bodoh, musim gugur itu sangat romantis. Banyangkan saja kau sedang berjalan-jalan dengan kekasihmu diantara guguran daun kering. Ahhh itu sangat romantis!”

“aigo, kurasa otakmu sudah diracuni dengan drama yang selalu kau tonton setiap waktu”

Lagi-lagi ingatan itu. Siapa sebenarnya wanita yang selalu berada dalam ingatanku. Aku memperhatikan Dara yang sedang berbicara, aku memperhatikan setiap inchi garis wajahnya yang cantik. Matanya yang bulat berbeda dengan gadis Korea pada umumnya, bibir tipisnya yang mempesona, hidung bangirnya dan kulit putih porselennya. Tapi, kenapa aku merasa wajahnya tidak asing bagiku?

“Dara..”aku menghentikan langkahku dan menatapnya Dara juga berbalik mendekatiku dan menatapku. Sekarang kami sedang berdiri diantara guguran daun kering.

“apa..apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

Dara menatapku ragu, dia mengalihkan pandangannya. Apa aku membuatnya kesal? Kenapa dia seolah mengacuhkan pertanyaanku? Apa ada yang salah dengan perkataanku?

“uhm,,belum pernah. Aku..aku hanya melihatmu sekali dan..”Dara menggantungkan kata-katanya, ia menatapku.

“dan?”

“dan bukankah sudah kubilang kalau aku adalah malaikatmu?”Dara tertawa dan berjalan mendahuluiku.

MWO?gadis ini masih bisa membuat lelucon tentang malaikat lagi disaat seperti tadi?

“YA!”aku memanggilnya, dia berhenti dan berbalik, melambaikan tangannya dan tersenyum.

Aku melambaikan tanganku dan membalas senyumnya. Setiap orang yang melewatiku melihatku dengan tatapan aneh, apa mereka tidak melihat ada gadis cantik yang sedang tersenyum padaku? Ahh apa mereka sirik denganku? Tunggu, apa mereka berniat menggoda Dara-ku?

Dara-ku? D.A.R.A-K.U?aku tertawa sendiri, yah dia adalah malaikatku, jadi bukankah berarti dia milikku?

Aku mengejar langkah Dara yang masih terdiam menungguku menghampirinya.

“kau lama, aku sudah pegal menunggumu”Dara mempoutkan bibirnya. Gemas. Rasanya ingin kucubit seluruh wajahnya.

“naiklah”aku membungkukkan badanku di depannya.

“mwo?”

“kau bilang pegal?biarkan aku menggendongmu”

“tapi…”

“sudahlah tidak tapi, cepatlah naik. Bukankah sudah kubilang hari ini kita akan berkencan”

Secara perlahan Dara naik ke punggungku, aku mulai berdiri dan berjalan. Tubuhnya sangat ringan dan aku menyukai moment ini. Tuhan, kumohon hentikan waktuku!

“apa aku berat?”

“kau sangat ringan, aku seperti tidak membawa siapa-siapa”

“Ji..”

“hmm”

gomawoyo..”aku tersenyum, dan yang kurasakan hanya hembusan udara hangat disekitar leherku. Dara menempatkan wajahnya di leherku, kedua tangannya memeluk erat leherku.

..

[Cekrek]

Aku dan Dara mengambil foto bersama dengan pemandangan diatas bukit taman Sakura yang sangat indah. Dara bersikeras untuk mengambil foto kami berdua, untung saja aku membawa kamera polaroidku. Aku mengambil lembaran foto yang keluar dari kamera dan mengibaskannya. Aku tersenyum. Foto ini akan kupamerkan ke teman-teman di sekolahku nanti. Mereka pasti akan iri. Hehehehehe

“Ji,,duduklah”Dara menepuk tempat duduk yang masih kosong disebelahnya. Aku menghampiri dan duduk disebelahnya.

“hmmm,,,bukankah ini sangat indah?”aku sedikit terkejut karna Dara menyandarkan kepalanya di bahuku.

“y-ya”

“Ji..”

“hmm”

gomawoyo

aigo, berhentilah mengucapkan terima kasih”

“tapi aku benar-benar berterimakasih padamu..”

“untuk apa?”

“karena kau satu-satunya alasan aku masih bertahan hidup”

Bodoh, apa aku benar-benar berharga untukmu? Aku tersenyum. Perasaanku sekarang benar-benar ingin meledak. Dara, aku menyukaimu benar-benar menyukaimu.

[dug dug dug dug dug]

“ji,,kenapa jantungmu sangat berdebar?”Dara menatapku..

“itu karena…”ayolah Jiyong, katakan padanya!

“karena apa?apa kau lapar?”

“lapar?tidak. tapi karena….”

“ah, tunggu sebentar Ji!”Dara beranjak dari duduknya, aku menahan tangannya. Apa sekarang dia akan pergi?

“aku hanya sebentar Jiyong, aku akan kembali lagi”Dara tersenyum dan pada akhirnya aku melepaskan peganganku. Memperhatikan kemana arah dia berlari.

Dara berlari menuju seorang wanita paruh baya dan mengatakan sesuatu dalam bahasa isyarat. Menakjubkan. Dara apa kau benar-benar seorang malaikat? Tapi dimana sayapmu.. aku tersenyum menatapnya, pesonanya sungguh luar biasa.

“maaf membuatmu menunggu lama Jiyong”Dara tersenyum, tidak apa-apa Dara, aku akan selalu setia menantimu selama kau selalu kembali padaku. Aigooo,, mantra apa yang kau berikan padaku!

“apa yang tadi kau lakukan?”

“ahjumma tadi hanya bertanya padaku dimana bisa dia temukan kolam bunga”

“lalu?”

“aku m emberitahunya untuk lurus saja dari jalan yang dia lewati..”

“kau,,kau mengerti dengan semua yang dia bicarakan?”jujur aku memang tidak mengerti bahasa isyarat..bahkan untuk belajar bahasa Inggris pun aku sulit mengerti -.-

Dara mengangguk..”aku pernah belajar bahasa isyarat jadi aku mengerti”

“aigoo,,kurasa malaikatku benar-benar hebat!”aku mencubit pipinya. Dara hanya tersipu malu.

“lihat pipimu! Kyaahh kau tersipu”aku tertawa melihat ekspresinya, dia selalu menggemaskan bagiku.

“sudahlah Jiyong, kau membuatku malu!lihat semua orang menatap kearah kita sekarang”

Benar saja, semua orang yang berada disekitar kami melihat kami dengan tatapan aneh. Wae? Apa kalian iri dengan kebahagiaan kami?

“biarkanlah Dara, mereka semua iri karena aku memiliki malaikat yang cantik sepertimu”aku meliriknya dan dia hanya tertawa kecil.

“Ji..”Dara kembali bersandar di bahuku, kami memandang lurus kedepan. Menikmati angin yang berhembus sejuk.

“ya?”

“umh,,berjanjilah sesuatu untukku”Dara menautkan jarinya diantara jemariku, aku menggenggam tangannya. Tangan kami saling menggenggam satu sama lain. Ya Tuhan, aku benar-benar bisa mati dengan bahagia saat ini! Perasaanku benar-benar membuncah.

“kau mau aku berjanji apa?”

“berjanjilah kau harus mengejar mimpimu..berjanjilah jangan pernah menyerah untukku”terdengar nada sedih dari suara Dara.

“aku berjanji..”aku berjanji sepenuh hatiku untukmu Dara, aku akan membuatkan 1000 lagu untukmu. Dara menegakkan tubuhnya dan menatapku. Dia tersenyum, seperti biasa dia selalu menampilkan senyuman malaikatnya yang bisa membuatku mati kapan saja..

Gomawoyo, Ji”Dara mendekatkan wajahnya, aku tercekat tidak bisa bergerak. Aku ikut mendekatkan wajahku, nafas Dara mulai terasa di kulitku, hangat. Dara menutup matanya perlahan dan aku mengikutinya, dan di detik berikutnya bibir kami saling bertemu. Bibirnya terasa lembut dan manis. Dara merangkulkan tangannya di leherku, tanganku mulai memeluk tubuhnya. Ciuman kami mulai terasa dalam. Tapi, ini bukan nafsu. Entahlah ada perasaan sedih bercampur bahagia yang kurasakan saat ini.

*

*

“Umh,,kurasa kita akan berpisah disini”Dara berbicara dengan menundukkan kepalanya setelah kami sampai didepan rumahku. Tangan kami masih saling bertautan seolah tidak ingin terlepas.

“ya, apa kau tidak ingin mampir?”aku mencoba menahannya, aku masih tidak ingin berpisah dengannya.

“mungkin lain kali Ji..ini sudah mulai larut”Dara tersenyum, perlahan ia melepaskan tangannya.

“Dara..”

“apa?”

“ummh,,lupakan” aku menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tidak terasa gatal. Bodoh! Harusnya kau menyatakan perasaanmu Jiyong! Aku menatap Dara, terlihat gurat kecewa dimatanya.

“baiklah kalau begitu..anyyeong”Dara sedikit membungkukkan kepalanya, aku hanya tersenyum. Dara mulai berbalik. Tunggu! Aku menarik lengan Dara dan mencium pipinya kilat lalu berlari memasuki halaman rumahku.”Gomawo”seruku sambil melambaikan tanganku kearah Dara.

Dara tersenyum dan membalas lambaian tanganku. Terimakasih untuk hari terindah dalam hidupku Dara. Aku berbalik dan hendak masuk kedalam rumah.

“Selamat tinggal Jiyong, Saranghaeyo”

Wussshhhh~~~~~~

Aku merasakan angin menyentuh kulitku, dingin.

“dara”gumamku, aku berbalik tapi tidak ada siapa-siapa. Mungkin hanya perasaanku saja.

*

*

“Jiyong, kau sudah pulang??”Tanya Ibuku saat melihatku melepaskan sepatu. Aku menatapnya dan tersenyum. Tapi, ada yang berbeda dari tatapan ibu. Tatapan menyedihkan. Apa terjadi sesuatu saat di Busan? Aku menghampirinya dan mencium kedua pipinya.

“apa ada masalah di Busan?”tanyaku, tapi ibu hanya menggeleng.

“Jiyong, ada sesuatu yang harus ibu bicarakan denganmu”apa ini tentang ayah lagi? Ohh aku sudah terlalu lelah untuk berdebat.

“Bu, bisakah kita bicarakan ini besok? Aku..aku ingin istirahat”

“baiklah kalau itu mau mu, cepat mandi. Ibu akan menyiapkan makan malam”

Aku mengangguk lalu berjalan kearah kamarku. Senyumku mulai terkembang lagi. Aku merindukannya..benar-benar merindukannya, padahal baru berapa menit berpisah dengannya. Kyaahhh Sandara, kurasa kau benar-benar membuatku gila! Aku teringat tentang ciuman kami. Dara, bisakah kita mengulanginya lagi?..

*

*

.Continued.

 

Advertisements

26 thoughts on “[DGI FESTIVAL 2016_PARADE] Angel Without Wings #4

  1. Udh 10 hari sngaja gak bc ff DG ,gak dengerin lagu gd atau bigbang, pokonya yg berurusan dgn gd hiatus dulu . yaaa krna skandal kmrn itu jd udh gak ada feel sm si jenong pdhl dia cinta dlm hidupku hhahahhhaaa..tp skrg udh bisa nerima dan akan ttp jd applers selepas DG real atau nggak..dan dimulai dr bc ff ni…dara sbnrnya malaikat atau bkn???apa mgkin daranya trjd sesuatu dibusan dan arwahnya nyamperin jiyong???aiiii sumpah gak bisa ditebak ini mah

  2. tuh kan kayak nya dara itu orang yang di masa lalu jiyong dya berusaha ingetin semua kenangan mereka b2 dulu jadi ngulang gtt kali ya , tapi apa setelah jiyong inget dara , apa dara bakal ngilanggg wushhh *meninggal maksud aq , ehh ibu nya ji mau ngomongin tentang dara kah ?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s