HELLO BITCHES [Part. 15]

Eraser

Author: Zhie | Main Cast: Sandara Park (2Ne1), Kwon Jiyong (Bigbang) | Support Cast: Lee Junki (Actor), Goo Junhee (Actress), All Member 2Ne1, All Member Bigbang, Lee Soohyuk (Model), Kwon Dami, Kim Yoojung (Actress) a.k.a Choi Yoojung, Gummy | Genre: Romance, Adult| Rating: NC-17 (Maybe 😛 | Lenght: Series

Wohooo… mianhe ini kekx update terlama Hello Bi+ches 😛 . So, adakah yang merindukan si pria suci???Ok. Aku berharap ada 😀 and tanpa perlu lagi berlama-lama, happy reading neh! >.<

~~~

Junki Pov

Musik kembali mengalun keras, memekakkan telinga- seperti biasa. Malam ini aku kembali tak melihatnya.

Sigh.

“Oppa.”

Seseorang menyadarkanku.

“Ah. Minzy-ah.”

“Bisa memberiku cola float.” lanjutnya- aku pun tersenyum, mengangguk.

“Tentu. Tunggulah.” jawabku akhirnya, dan tak lama aku pun kembali… memberikan padanya segelas cola float- salah satu minuman non alkohol yang ada, “Kau terlihat lelah.” ucapku kemudian.

“Neh, Oppa.” jawabnya cepat setelah meneguk cola float yang baru kuberikan, “Aku memiliki jadwal les yang padat hari ini.”

“Kalau begitu pulanglah lebih awal- jangan memaksakan dirimu, Minzy-ah. Bukankah Eonni-Eonni pun tak kan suka? Mereka mengatakan pekerjaan ini bukanlah prioritas untukmu, jadi sebelum mereka yang menyadari bahwa kau tak lagi mampu membagi waktumu… maka dengarkan aku.”

“Araesso. Tapi aku memiliki satu penampilan lagi, dan itu tidak bisa dibatalkan Oppa… aku terlebih dulu telah menerima bayarannya.”

“Aigo. Kesalahan yang selalu dibuat- menerima bayaran sebelum bekerja.”

“Ne. Itulah aku.” ucapnya kali ini dengan terkekeh, aku pun kembali tersenyum melihatnya… Minzy telah tumbuh sangat baik, sadar atau tidak… aku rasa Dara dan Bom telah berhasil membesarkannya. Teringat bagaimana mereka dulu sering mendapatkan panggilan dari sekolah karena Minzy beberapa kali memukul dan melawan anak laki-laki hingga terkadang aku membantu menjelaskan sebagai wali dan saat tahu apa alasan Minzy melakukannya, aku pun mengerti… mengerti bagaimana rasanya saat ada seseorang mengatakan sesuatu yang buruk tentang Eonninya- itu sangat tidak mudah di terima, walaupun pada kenyataannya pekerjaan mereka memanglah bukan sesuatu yang dapat dibanggakan tapi paling tidak mereka semua memiliki alasan, dan diluar dari itu semua Dara dan Bom tetaplah Eonni yang sempurna baginya.

“Ah. Minzy-ah, Dara tak datang lagi malam ini?” tanyaku akhirnya, terlihat ia sekilas kembali melihatku.

“Mwo? Dara Eonni? Anio. Ia tak akan datang untuk beberapa hari ke depan, Oppa. Apa CL Eonni atau Bom Eonni tidak memberitahumu? Kupikir mereka pasti telah mengirimimu pesan.”

“Ah. Itu- aku kehilangan ponselku, Minzy-ah. Jadi… wae?”

“Dara Eonni? Ah. Ia telah memiliki pekerjaan tetap untuk seminggu ini.”

“Pekerjaan tetap?”

“Ne. Oppa.”

“Apa itu?”

“Ah. Itu-“

“Minzy-ah! Giliranmu.” panggil seseorang dari arah panggung DJ.

“Ne. Aku akan segera kesana, nanti kita lanjutkan Oppa… dan ini untuk minumannya.” ucap Minzy dengan tergesa, meninggalkanku tanpa jawaban.

“Pekerjaan tetap?” gumamku akhirnya menjadi ingin tahu sekarang, apa sebenarnya yang Dara kerjakan.

~~~

Ting

Tiga orang pria memasuki kafetaria YG KPlus pagi itu, salah satu dari mereka dengan cepat berjalan ke meja saji yang ada.

“Ahjumma, tidak ada bibimbap hari ini?” tanya pria bermata panda saat menelusuri hidangan yang telah tersaji di kafetaria YG KPlus.

“Omo. Mianhe, Seungri-yah… kami tidak membuat itu hari ini, tapi sebagai gantinya ada tumis ayam, bulgogi, dan juga daging tumis pedas kesukaanmu.” jawab salah satu Ahjumma yang memang telah mengetahui selera makan Seungri dan yang lain.

“Ah. Kalian memang yang terbaik Ahjumma… kalau begitu, bisakah kau mengambilkannya untukku?”

Pletaakk

“YA!” pekik Seungri seraya memegang kepalanya yang mendapatkan jitakan singkat, “Wae? Hyung? Appo.” sungutnya kemudian melihat siapa yang berdiri di belakangnya- pria jangkung berambut biru.

“Ahjumma, lanjutkanlah perkerjaanmu… abaikanlah saja dia.” ucap Top kemudian, membuat Ahjumma hanya terkekeh melihat kelakuan mereka, “Ya! Kau- tidakkah kau bisa mengambil makananmu sendiri, eoh? Itu tepat berada di hadapanmu, Seungri. Kenapa kau begitu manja? Ck ck.” lanjut Top kali ini, membuat Seungri mengerucutkan bibirnya.

“Aku hanya merindukan Eommaku, Hyung. Ia biasanya mengambilkan makanan untukku jadi karena itu…” Seungri menunduk- tak lagi melanjutkan ucapannya, dan tepat saat itu sebuah baki makanan telah terisi penuh oleh lauk yang diinginkannya… matanya pun seketika melebar- berbinar, “Hyuuuungggg~~~” senyum Seungri merekah, “Kau memang yang terbaik.” serunya memeluk Yongbae erat.

“Ya… ya… ya… lepaskan, Cepat ambil ini atau aku akan memberikannya kepada-“

“Andwae. Ini milikku, gomawo Hyung.” jawab Seungri cepat meraih baki yang terisi penuh di susul cengiran bahagia layaknya seorang anak yang dengan riang membawa baki itu pergi menuju meja di mana biasanya mereka berkumpul.

Top hanya mampu menggelengkan kepalanya- berdecak, “Kau lagi-lagi memanjakannya, neh? Lihat ia kembali seperti bocah sekarang?”

“Itu lebih baik daripada melihatnya merajuk sepanjang hari- kau bisa membayangkan bagaimana merepotkannya itu? Tidak- untuk merasakannya lagi.” jawab Yongbae membuat Top hanya tersenyum kecut membayangkan saat dimana Seungri benar-benar berada dalam bad mood nya, ia akan memajukan bibirnya hingga beberapa centi sepanjang hari dan hanya menjawab dengan anggukkan ataupun gelengan saat ditanya ditambah kebiasaannya yang akan berubah drastis dari Seungri yang selalu membuat keramaian menjadi seorang Seungri yang hanya berdiam diri di sudut- meringkuk- membuat siapa pun yang melihatnya akan iba dan merasa bersalah karenanya, dan itu sangat merepotkan bagi orang-orang terdekatnya karena merekalah yang akan menjadi sasaran- dimana orang-orang akan selalu datang- bertanya- dan juga memaksa mereka untuk menghiburnya dan mengabulkan segala keinginannya… dan bila itu terjadi, Seungri akan memanfaatkan ketidakberdayaan Hyung Hyung nya itu dengan sangat baik.

Ting

Pintu kafetaria YG KPlus kembali terbuka.

Top dan Yongbae yang baru tiba di meja mereka setelah memilih makanan pun secara reflek melihat siapa yang datang- disusul Seungri yang memutarkan kepalanya 900– menghentikan sejenak makannya.

“Omo. Jiyong Hyung, kau datang?” sambut Seungri begitu melihat seorang pria dengan jaket dan kacamata hitamnya menuju ke arah mereka.

Jiyong Pov

Ini masih sangat pagi saat aku tiba di YG KPlus- pengunjung kafetaria hanya beberapa, seperti dugaanku… Top Hyung dan yang lain telah berada di sini, karena yang kutahu mereka memiliki pemotretan di luar kota hari ini- mereka akan pergi bersama dengan para kru dan juga staf- seperti biasa.

“Tidak mengambil makan, eoh?” tanya Top Hyung setelah sesaat aku duduk di antara mereka, aku dengan cepat menggelengkan kepala. Yeah. Sistem kafetaria di YG Kplus adalah buffet/prasmanan, di mana para pengunjung dipersilahkan untuk mengambil dan memilih sendiri menu makanan yang diinginkan… namun tidak dengan minuman- kami dapat langsung memesannya.

Aku pun mengangkat tanganku- memanggil salah satu pelayan kafetaria, “Berikan aku secangkir kopi panas.”

“Ah. Ne.” jawab pelayan itu cepat- segera berbalik untuk menyiapkannya.

“Bukankah kau tidak memiliki jadwal pagi ini?” tanya Yongbae kemudian di sela-sela makannya.

“Neh. Aku hanya memiliki sebuah pertemuan siang nanti.”

“Lalu apa yang membuatmu kemari, Hyung? Kupikir kau akan seperti Daesung Hyung yang  memanfaatkan waktu luang dengan tidur panjang.”

“Ah. Itu- aku ingin, tapi sayang… aku bahkan tak bisa memejamkan mata.”

“Waeyo, apa ada masalah? Kau terlihat tidak cukup tidur tepatnya.” ucap Yongbae saat aku melepaskan kacamataku seraya menguap- ku tebak ia juga menyadari lingkaran hitam di mataku sekarang.

“Ne. Dara- Sandara… ia berhasil membuatku tak dapat beristirahat semalam.” jawabku kali ini- tapi diluar dugaan mereka semua kini menatap tajam padaku

“Mwo? Dara? Wanita bayaran yang kau ceritakan kemarin?” tanya Yongbae- memastikan.

Aku mengangguk, dan tepat saat itu kopi yang kupesan datang.

“Apa wanita bernama Dara itu telah mulai mengacaukan hidupmu, hah? Aku dapat membayangkan betapa beratnya berhubungan dengan salah satu dari mereka- wanita berambut merah adalah contoh nyata dari segalanya.” celoteh Top Hyung kemudian, membuatku dan yang lain hanya meringis- mengingat kembali bagaimana ia kemarin bercerita dengan meluapkan seluruh emosinya karena pertemuan yang menurutnya tidak pernah ia harapkan dan bayangkan.

“Memang apa yang ia lakukan semalam, Hyung?” tanya Seungri kali ini membuka suara, tapi aku menyempatkan diri untuk menyesap kopi panasku, sebelum menjawabnya dan… “Omo. Apa itu dilehermu, Hyung? Beberapa tanda? Itu- itu seperti Kissmark?” seru si bocah mata panda bersemangat, membuat Yongbae dan Top Hyung kini mengalihkan pandangannya pada leherku cepat, “Apa itu artinya kau telah bercinta dengannya, Hyung?”

Mwo?

“Uhuk… uhuk…” Aku tersedak.

“Daebak. Kau bukan pria suci lagi, Hyung.” lanjut si mata panda mengabaikan tatapan membunuhku sekarang.

“Eoh? Benarkah itu?” Yongbae mulai membuka suara.

“Ini harus dirayakan.” Top Hyung ikut berkomentar, dan ia menatapku dengan penuh keingintahuannya… “Jadi bagaimana rasanya malam pertama?”

 “YA!” pekikku, dengan mataku yang telah hampir keluar- loncat dari tempatnya, ini harus dihentikan… fantasi liar mereka tidak boleh berkembang. Shit. Ini semua gara-gara Park Sandara.

 

=To be continued=

Prolog | | 2 | 3 | 4 | 5 | 6| 7 8 | 9 | 10 | 11| 12|13|14

<<back  next>>

Ini pendek??? Yup- menyadari itu, akan lebih berusaha untuk lebih panjang di chap. selanjutnya. Mian… melanjutkannya sangat lama and gomawo dengan yang udah ngingetiku dan memberi semangat baik di kolom komentar, inbox bahkan sms… sekali lagi gomawo, neh. Tanpa kalian mungkin aku benar-benar berat melanjutkannya, karena terkadang ide yang ada di kepala tak bisa disampaikan dengan baik melalui kalimat. So… sekali lagi mian and gomawo, neh. >.<

Thanks to Readers DGItravellersworldsite, Dsykwon, yeye, Nur Alawiya, nnisa, SyifaMaulidiana, Nuha, Dian Ai, chaerinnn, Ayy, indah, kwonjita, sundu, ratna dwi, Sansan, sanii, ernik, Rara renata, Ayu Kwon, NanDa Ra Khiky, Atikah, rina, hotrianoviyanti, dila, pebot, novi46, rarakwon, Bernadette Michelle, siska yanuar, Nexsy, defta, Mong, ParkKuma, diahvipanda, Ceriia, sita, Darakwon, renimbintang, chahayani, rina, semisafitri, kwonayn, lonely9412, Nanda Fahma, nezarinda, wiwin, flyhani23, Annisa, yussie, ran, meidaarinadia88, paby, Afril, sakinah, emougly, Hana, riri, G-ntan, Mina-Chan, imroatulmusfiroh, Nurul Istikhomah, deeXXI, sanii, wulan, Rara, Park Lee Na, Rully, and Agustina Handoko. 

Mianhe… kalo ada yang kelewat and lama bgt updatex tapi please, jgn pernah bosen y… gomawo slma ne dah bersabar nunggu.

So, silahkan kembali meninggalkan jejak.

And untuk FIT masih dalam proses.

Hengsho. ^.^/

@Zhie@

Advertisements

46 thoughts on “HELLO BITCHES [Part. 15]

  1. Akhirnya comeback jg eon…
    Huhh nunggu nya lumayan ya eon hehehehe..
    Tp pendek bgt chap ini, nextnya dipanjangin yaa eon..
    Jgn hiatus lamalama lg..
    Fighting!!!
    Hengsho!!!
    Chap ini sebenernya bagus cma sayang pendek bgt eon!!!

  2. Akhirnya dilanjut juga nih chapter thor…gehehe suka bgt sama Dara yg badass gitu…
    dan lagi feelku nggak hilang tntg daragon wlpun gdnana baru panas2nya sekarang…nggak pedulilah gd mau dgosipin sama siapa aja wkwkw yg p ti g feelku masih dpt saat baca daragon heehee 😃😃😃 fighting kak zhie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s