CHEONGDAMDONG HOST CLUB ~ Kajjima!!! ~ [Chap. 17]

cheongdamdong host club

Author :: Hanny G^dragon (twitter : @Hannytaukand)
Cast     :: Sandara Park (dara), Kwon Jiyong (Gdragon), All Member Big Bang
Genre  :: WARNING ~~Menjunjung tinggi kemewahan, kekonyolan, dan keromantisan,,,kekeke

Annyeong, yang nunggu ff abstrak tapi lumayan bisa bikin cekikikan sendirian sampe di sangka gila sama orang sekitar ayoo kita cekikikan lagi lupakan galau-galau yang mendera. Hihi. Ada yang tanya aku athor yang sama di ff Black Wings, dan jawabannya iya, ff Aku yang belum complete ff ini sama ff Black wings. Bagi yang belum baca ff aku yang lain silahkan cari dengan judul I’m Just Different, I’m not broken hearted Girl, Ability dan Oneshootnya Empty. Selamat membaca~ ^_^

           

Author Pov

            Jiyong dan Dara telah sampai di apertemen Host Club. Dengan banyak tamu yang seperti terbengkalai oleh para host club yang sedang mengelilingi seorang sosok yeoja berrambut pirang yang menyala, namun dari raut wajah para host club sangat bisa ditebak bahwa mereka tidak menyukai sosok di hadapan mereka itu.

“Kau datang?” ucap yeoja pirang itu saat melihat Jiyong yang mendekati keberadaan mereka.

“Ada apa? Kau? Apakah kau anak dari teman bisnis appa ku yang di Paris?” ucap Jiyong menerka dengan sikap dinginnya.

“Begitulah, dan aku adalah tunanganmu. Jadi bisakah kita keluar dari tempat busuk ini?” ucap yeoja itu.

“Moragoooo?? Dasar yeoja ular, ah anni kau ratu ular berbisa. Bisa bisanya kau mengatakan ini tempat busuk? Bahkan apartemen ini lebih cantik dan mempesona dibanding wajahmu yang berambut blonde norak” cerocos Seungri tak terima tempat Host Clubnya dihina.

“Sudahlah Rat, Top hyung aku tidak ingin mengecewakan dan membuat khawatir para tamu jadi temani mereka aku akan mengurus ini. Dara kau ikut mereka untuk menemani para tamu ne”ucap Jiyong memerintahkan member host club lain menemani para tamu. Dan tanpa membantah perintah Jiyong langsung menyebar menemani para tamu yang sudah menunggu sedari tadi.

“Baiklah, bisa kita bicara dengan tenang tanpa kau merusak suasana di sini . mereka para tamuku dan kenyamanan mereka sangat berharga bagiku” ucap Jiyong dengan masih tenang dan menahan emosinya.

“Baiklah. Aku sebenarnya sudah diberi tahu oleh nenekmu itu bahwa kau tidak ada dirumah melainkan kau ada di apertemen ini, namun aku tak menyangka bahwa ada kegiatan konyol seperti ini. Dan kau pun salah satu dari mereka” ucap yeoja itu dengan angkuh menatap jijik pemandangan para tamu yang sedang di temani oleh para host club.

“Ku peringatkan jangan menghina mereka. Jika kau tak bisa menjaga mulutmu, aku tidak menjamin bahwa aku akan menjadi namja brengsek untuk membuatmu meminta maaf kepada mereka” ancam Jiyong mulai gusar.

“Heol, mereka hanya sampah Ji. Ayolah kita keluar dari sini dan biarkan para sampah ini di sini” ucap yeoja itu sambil menarik lengan Jiyong paksa.

“Shirro. Aku akan tetap di sini dan jika kau menganggap mereka sampah, kau lupa bahwa aku adalah bagian dari mereka. Maka kau masih berniat untuk bertunangan dengan sampah sepertiku?” ucap Jiyong menepis genggaman yeoja itu.

“Kau siapa namamu?” tanya Jiyong lagi.

“Taeyeon. Aku keturunan Paris dan Korea sama sepertimu. Kau dan aku sudah di jodohkan sejak kecil. Kau tak mengingat aku bahwa kau dan aku pernah berciuman saat SMA dulu?” ucap Taeyeon mengingatkan Jiyong.

“Ah aku ingat. Kau yang menjebakku berpura-pura tenggelam untuk mendapatkan nafas buatan dariku. Kau sejak dulu tak pernah berubah tetap licik” ucap Jiyong mengingat yeoja di hadapannya.

“Tapi kau menikmatinya bukan Kwon Jiyong?” ucap Taeyeon menyisiri wajah porselen Jiyong dengan punggung tangannya yang lentik.

“Jangan menyentuhku” ucap Jiyong mantap tajam menahan tangan Taeyeon menggerayangi wajahnya.

“Cih, kau sangat jual mahal. Berapa bayaranmu di sini. Huh?” ucap Taeyeon sombong.

“Maaf, kami tidak memperbolehkan yeoja sepertimu berada di sini. Kau tentu tidak bodoh, arah  jalan menuju pintu keluar apartemen ini. Aku akan membatalkan pertunangan bodoh itu. Dan aku yakin appa ku tak pernah berfikiran kolot mengorbankan anaknya hanya untuk sebuah saham yang keluargamu punya. Appaku lebih berharta dari keluargamu bahkan baju yang kau pakai bisa ku jadikan keset di rumahku” ucap Jiyong dengan mata penuh dengan api membara dan kata-kata Jiyong lebih menyelesat tepat pada hati Taeyeon. Jiyong melakukannya dengan cara yang se-cool mungkin (walaupun ujungnya bawa-bawa keset kekeke), kemudian ia pun meninggalkan Taeyeon yang tak berkutik di sofa.

“Hyung, kau tak apa-apa? Wajahmu sangat merah? Apa dia merayumu hyung?” tanya Seungri mendekati Jiyong yang berada di Bar corner apartement.

“Anni, aku menahan amarahku panda. Dan jika kau terus membuka mulutmu akan ku pastikan kau tak akan pernah bisa lagi menutup mulutmu itu” ucap Jiyong sambil meneguk wine favoritnya yang harganya bisa membeli satu unit mobil mewah (author lebay).

“Baiklah hyung. Kau harus menjernihkan fikiranmu. Minumlah” ucap Seungri mengiyakan perkataan Jiyong dan menuangkan wine pada gelas wine jiyong yang sudah kosong.

“Hyuuuuung,,,” teriak Daesung namun ia dibekap dengan tangan Seungri yang berusaha mencegah adanya pertumpahan darah.

“Jangan mengganggunya, ia sedang …” bisik Seungri saat melepaskan tangannya dari mulut Daesung dan menggunakan kedua telunjuk tangannya membuat tanduk di kepalanya sendiri.

“Aaah, kajja kita pergi. Pantas saja aura nya membuat bulu kudukku pipis berdiri” ucap Daesung asal (mana ada bulu kuduk punya kelamin ampe pipis berdiri).

“Ada apa” tanya Dara yang kini menghampiri duo absurd, Daesung dan Seungri.

“Nuna, kau harus menjaga jarak dengan Jiyong hyung, dia sedang dalam bad mood yang parah” ucap Seungri sok tau.

“Ne, nuna kau harus menyiapkan tameng perang untuk menangkis serangan naga yang sedang mengamuk” kini Daesung yang berimaginasi gila tentang kemurkaan Jiyong.

“Woi, aku mendengarnya” teriak Jiyong dan berhasil membuat kocar-kacir dua kecoak yang absurd itu.

“Ji, apakah kau selemah ini? Apakah sang King kini hanya bisa menaklukan hati para yeoja dengan ketampanannya saja bukan dengan otak briliantnya?” ucap Dara yang berhasil membuat naga menghempaskan nafas gas dari hidungnya (bukan lagi mimisan).

“Nunaaaa, Top hyuuuung selamatkan Dara nuna” ucap serempak duo absurd lagi di balik sofa menyembunyikan tubuh mereka dari semburan api sang naga.

“Biarkan saja, mungkin ini akan menjadi tontonan yang menarik. Kita lihat saja” ucap Top santai. Namun mendapat respon tatapan laser dari para dongsaengnya. Kecuali Taeyang yang hanya tertegun dan ikut menyembunyikan dirinya dengan Daesung dan Seungri.

“Hyung, kau mengapa ikut bersembunyi?” tanya Seungri yang baru menyadari keberadaan Taeyang.

“Ku kira jika melihat dari sini akan lebih mendramatisir” ucap Taeyang bodoh. Dan kembali pada artis tontonan para host club yaitu Dara dan Jiyong. Jiyong masih memunggungi Dara yang di belakangnya. Jiyong menggenggam gelas wine nya dengan erat menahan amarah. Sungguh perkataan Dara seperti membuat naga yang tertidur terbangun karena terinjak ekornya.

“Kau leader host club ini. Jika masalah seperti ini kau tak bisa mengatasinya kau leader yang payah Ji. Dan itu diluar ekspetasi semua orang jika mengingat kwalitas otakmu” Dara berucap lagi membuat Jiyong kini membalikkan badannya dan menghampiri Dara yang berdiri tepat searah dengannya. Adegan itu membuat Seungri dan Daesung menggigit kepalan tangan mereka sendiri agar tak berteriak melihatnya, Taeyang kini memakai teropong menonton adegan itu. Sedangkan Top dengan menyilangkan kakinya tersenyum penuh arti sambil berkipas-kipas ria dengan uangnya.

“Jika aku selemah itu, baiklah kau akan mengetahui betapa kuatnya aku” ucap Jiyong menatap marah pada Dara dan menggenggam pergelangan Dara lalu membawa Dara pergi keluar apartemen.

“Aiishhtt, mengapa harus di bawa pergi. Bukankah sedang klimaks” ucap Top dan para penonton lainpun mengangguk menyetujui. Lalu mereka saling bertatapan dan kemudian tersenyum aneh.

**

            Jiyong melajukan laborgini hitamnya dengan kecepatan penuh,dan di sampingnya seorang yeoja hanya menatap bosan pada sang pengemudi yang murka stadium akhir. Dan tak lama ia menghentikan mobil keluaran teranyar itu tiba-tiba dan membuat decitan yang memekakan telinga.

“mengapa kau mengatakan hal seperti itu Dara? Bisakah kau sedikit saja perduli padaku seperti aku peduli padamu, ah anni hanya sedikit saja tak sebanyak yang ku lakukan padamu, bisakah? Bisakah Dara?” teriak Jiyong pada yeoja yang kini tubuhnya di guncang-guncang kuat.

“Shirro” ucap Dara singkat dengan ekspresi yang sangat datar.

“Mwo? Ahh aku sudah menduganya. Kau sangat membenciku bukan. Bahkan aku di urutan yang terakhir dari member host club lain di matamu” ucap Jiyong melepaskan tubuh Dara dan menghempaskan tubuhnya sendiri pada kursi kemudinya dan wajahnya berpaling melihat kearah jendela seakan tak ingin menatap Dara.

“Aku tidak ingin perduli padamu sedikitpun. Karna kau amat sempurna Ji. Kau mempnyai keluarga yang utuh dan mempunyai teman-teman yang menyayangimu. Dan aku berkata seperti itu karena teman-temanmu yang menyayangimu percaya padamu bahwa kau leader yang bisa diandalkan, bukan hanya dengan menenggak wine mahal dan menumpahkan kekesalan pada member lain. Itu leader yang buruk Ji” ucap Dara panjang lebar membuat sang pendengar mengalihkan pandangannya lagi kini menatap Dara dan mulai mereda kan kemarahannya.

“Kau tak perlu keperdulianku, kau sudah mempunyai segalanya. Yang harus kau lakukan adalah mempertahankan itu semua” ucap Dara lagi sambil mendekatkan wajahnya sangat deket dengan Jiyong.

“…” (Jiyong, no coment readers).

“Bukankah wajah penakluk ini tidak selemah dan sebodoh itu” ucap Dara lagi sambil menangkup wajah Jiyong yang di hadapannya bak seorang patung manekin.

“…” (Jiyong masih no coment tapi jantungnya dag dig dug suara gendang eh hehehe).

“Jangan mimisan” ancam Dara pada hidung Jiyong dan menempelkan telunjuk lentik Dara pada hidung Jiyong yang masih menjadi manekin.

“Jadi jika kau merasa terbebani, berbagilah pada kami. Bukankah itu gunanya teman?” ucap Dara lagi melepaskan kedua tangannya dari wajah Jiyong. Namun dengan sigap Jiyong menarik tangan itu dan membuat tubuh Dara tertarik padanya lalu Jiyongpun memeluk tubuh mungil itu.

“Izinkan seperti ini sebentar saja” bisik Jiyong pada Dara. Darapun mengangguk tak keberatan dan menepuk-nepuk punggung sexy Jiyong (Woi jangan ngarep readers punya adegan beginian ama Jiyong, author aja gila bayanginnya ahahaha, *apasih thor?)

“Ji, semua akan baik-baik saja. bukankah itu yang selalu kau katakan padaku?” ucap Dara membuat Jiyong melepaskan pelukan eratnya pada tubuh Dara. Jiyong meneliti wajah yeoja di hadapannya. Yeoja itu tersenyum lembut, mengartikan bahwa ia harus kuat dan menjadi king seperti biasanya.

“Bolehkah…?” tanya Jiyong namun belum mendapat jawaban dari pertanyaan yang tak di mengerti Dara bibir mereka sudah bertemu dan menautkan antaranya. Jiyong memperdalam ciumannya yang benar-benar dari hatinya. Dan Dara walau ia tak tahu perasaan apa yang sedang terjadi, ia masih belum yakin ia mencintai namja ini atau hanya entahlah hanya saat ini Dara menikmati moment itu pula. Dan di tempat yang berbeda tepatnya di belakang mobil Jiyong dan Dara yang sedang berciuman, mobil hitam elegant terparkir tak lama setelah Jiyong menepikan mobilnya dan di dalam mobil itu terdapat sekawanan namja yang berteropong seperti seorang fans yang sedang menonton konser dengan tipe karcis paling murah.

~ Keesokan Harinya ~

            Para host club sudah berkumpul di apartemen kecuali Dara. Ia memberi kabar bahwa ia akan telat karena ada urusan yang harus di selesaikan.

“Hei Senyorita, Kiss me beibih” ucap Daesung pada Seungri sambil mendekatkan wajah mereka seperti hendak akan berciuman.

“Aku menonton film terpendek tapi terlucu yang pernah ku lihat hahaha” kini Taeyang berkata namun seperti berteriak agar sang tersindir mendengar.

“Apakah aku harus menambahkan hutangnya karena mencium king kita?” ucap Top blak-blakan membuat semua member melotot dan menjatuhkan rahang mereka karena tak percaya Top sangat blak-blakan. Dan member lainpun seperti di slow motion mereka melihat kearah Jiyong yang sedang menata bunga-bunga mawar. Namun sang king sedang melenggak lenggokkan bokongnya dengan riang gembira dan bernyanyi sesuai kesenangan hatinya. Dan yang lainpun mengusap dada mereka menandakan kelegaan Jiyong tidak menyadari sindiran top yang terlalu transparant.

“Ah, hari ini tema kita Cinderlella okey. Kalian menggunakan kostum prajurit dan aku menggunakan kostum pangeran dan Dara biarkan memakai kostum Cinderlella biarkan para tamu mengira bahwa Dara sedang menyamar menjadi yeoja untuk tema kali ini.

“Okey” ucap Top dengan mengacungkan jeppolnya pada Jiyong yang melangkah menuju kamarnya.

“Oia hyung. Jangan tambahkan hutang Dara eoh. Dan kalian, jika kalian membicarakan ini di hadapan Dara kalian akan tahu akibatnya” ucap Jiyong membalikkan tubuhny sebelum memasuki kamar untuk mengganti kostum. Dan semua berhasil bergidik ngeri membayangkan apa yang terjadi padanya mereka.

“Aku dataaaang” ucap Dara saat masuk apartemen dan mendekati member host club.

“Waeyo? Mengapa wajah kalian seperti itu?” tanya Dara pada Seungri dan Daesung yang berwajah pucat setelah mendapat ancaman mengeriakan dari sang King.

“Mereka tidak apa-apa Dara. Mereka hanya diancam oleh Jiyong jika mereka menyinggung adegan kau dan Jiyong di mobil kemarin” ucap Top lagi-lagi berterus terang dan membuat Daesung dan Seungri seperti 10 tahun lebih tua mendengarnya, sedangkan Taeyang hanya memukul dahinya dan bersandar di sofa. Dan tak lama Bruuugh, pintu kamar yang di masuki Jiyong terbuka paksa dan muncul sosok sang King yang hanya memakai bokser dan di sebelah kakinya yang tepatnya di mata kakinya sudah tergantung celana kostum yang hanya terpakai di mata kaki Jiyong dan ia menyeret-nyeretnya melangkah marah menuju Top.

“Hyung, sudah ku katakan jangan membicarakan hal itu padanya. Dia akan sangat malu” ucap Jiyong marah dan saat mengatakan Dara akan malu ia bertingkah imut dan melakukan E.T pada jari telunjuknya. Membuat yang melihatnya merasa ingin mencopot mata mereka dari rongganya secara paksa.

“Memang aku malu. Karena mau tidak mau harus meminta bantuan mereka untuk menyadarkanmu” ucap Dara membuat Jiyong menghentikan aktivitas aeygo gagalnya.

“Mwo? menyadarkanku?” ucap Jiyong tak mengerti pernyataan Dara.

“Ne, kau pingsan dan mengeluarkan darah dari hidungmu sangat banyak. Mfffttt” ucap Taeyang tak kuat menahan tawanya.

“Benar, kau lemah sekali hyung. Berciuman saja kau pingsan seperti itu. Apalagi jika kau ahahahaha aku tak bisa membayangkannya. Kau harus belajar banyak dari ku hyung. Aku ahlinya hal seperti ini” ucap Seungri maknae lupa daratan mood on.

“Yak!!! Berani benar kau menertawakan diriku, kemari kau” Jiyong gusar dan berlari hendak menangkap sang Maknae durhaka namun kemalangan sedang menimpa sang king, celana kostum yang baru sempat hinggap di mata kakinya terinjak oleh kaki sebelahnya sendiri membuat ia terjungkal bodoh. Dan membuat semua orang tertawa. Bahkan Daesung menangis karena puas tertawa. Dan sang King dan sang maknae tetap melakukan aktivitas mereka yaitu kejar-kejaran(nyongtory_mood on).

~1 Jam Kemudian ~

            Semua sudah siap menanti para tamuan tak lupa mereka dengan kostum mereka kecuali Dara yang gagal di pakaikan gaun Cinderlella. Dara memilih kostum Cinderlella saat sedang menjadi upik abu. Dara beralasan karena ia akan lebih menjiwai perannya karena tak jauh dari kehidupan nyatanya dan membuat para member lain tak bisa berbicara apapun lagi karena Dara sangat bersemangat memerankan Cinderlella upik abu yang berkostum pelayan yang compang camping namun bisa membuat para member host club tak berkedip karena sangat cute di pakai Dara. Pakaian itu menjadi indah saat di pakai Dara. Dara dan yang lainpun kini bersiap menatap kearah pintu apartemen yang di buka. Mereka tersenyum menyambut namun senyum mereka yang berkembang kini menyusut menjadi tatapan tak suka.

“Apakah ini penyambutan kalian terhadap tamu kalian. Cih, sangat buruk sekali” ucap Taeyeon angkuh dan mulai memasuki apartemnnya.

“Hei kau di blacklist di apartemen ini” ucap Top pada Taeyeon. Top menghadang yeoja yang akan membuat uangnya berkurang hari ini.

“Mwo Top-ssi. Apakah dia kau blacklist dari apartemen ini juga?” ucap Taeyeon membalik tubuhhnya menatap pintu apartemen yang terbuka dan terdengar suata ketuk langkah sepatu dan saat ketukan sepatu itu berhenti tanda sang langkah sudah menghentikan kakinya tepat seseorang sedang mematung marah dan kemudian melanjutkan langkahnya mendekati Taeyeon dan Top.

“Aku tak menyangka kau akan melakukan hal bodoh seperti ini Top?” ucap Appa Top yang datang.

“Ini bukan hal bodoh appa. Aku bahagia menjalaninya” ucap Top yakin sambil menatap manik mata appanya yang kini benar-benar marah.

“Plaaak” bunyi itu jawaban appa Top kemudian melangkah pergi meninggalkan top yang mematung seperti terbunuh saat itu juga. Pemandangan mengerikan itu membuat para member host club lain hanya bisa tertunduk sedih. Jiyong menghampiri Top.

“Hyung, gwencana?” tanya Jiyong khawatir.

“Ini lebih baik. Aku merasa lega karena dia sudah tahu yang sebenarnya aku kerjakan selama ini. Ucap Top tersenyum lalu menepuk bahu Jiyong. Lalu yang lainpun menghampiri Top bahkan Dara membawakan kompresan batu es untuk memar pipi Top.

“Hei bukankah itu terjadi karenamu. Karena hal bodoh ini?” ucap Taeyeon pada Jiyong yang jauh dari kerumunan member host club.

“…” Jiyong diam dia sangat merasa bersalah.

“Kau tak akan membiarkan yang lain mengalami hal yang sama bukan. Terutama yeoja kumuh itu. Aku menjentikkan jari ku saja ia bisa menderita sangat sangat menderita, itu sangat mudah dan sangat menyenangkan” ucap Taeyeon membuat semburat wajah Jiyong memerah marah.

“Kau marah? Jika kau tak ingin itu sampai terjadi pada teman-teman anehmu ini. Kajja kau ikut denganku ke Paris dan segera melangsungkan pernikahan denganku” ucap Taeyeon angkuh sambil pura-pura melihat kuku berwarna orange nya.

“Tunggu, aku berpamitan pada yang lain” ucap Jiyong lemah. Lalu mendekati para member host club yang lain.

“Hyung, mianhae. Dan yang lain, jaga diri kalian. Maaf jika aku mengajak kalian pada kegiatan yang amat bodoh ini hingga kalian menjalani kesulitan. Dara jaga dirimu dan pulanglah. Aku akan terus membantumu untuk mencari appamu. Baiklah aku pergi” ucap Jiyong berpamitan dan membungkuk 90 derajat di hadapan para member host club yang tercengang akibat perkataan Jiyong. Jiyong melangkah menjauh diikuti oleh yeoja berrambut pirang mencolok bahkan ia mengaitkan lengannya pada lengan Jiyong. Para member menatap miris dan seseorang sedang tergores hatinya.

“Aku tak pernah berfikiran ini kegiatan yang konyol. Aku bahagia melakukan ini” ucap Daesung murung.

“Aku pun sama. Di sini aku mempunyai keluarga dengan arti sesungguhnya” kini Seungri berwajah muram melihat hyung yang di sayanginya pergi meninggalkannya.

“Di sini aku berteman seperti aku tak membutuhkan hal lain selain kalian” Taeyang menimpali.

“Bocah dungu itu. Aaahh, aku sama sekali tak berfikiran ini membuatku pada masa sulit. Mengapa ia selalu memikirkan orang lain dan menyingkirkan kepentingannya. Bodoh” gerutu Top yang kini meninju tembok di dekatnya menandakan ia kesal dan tak bisa berbuat apapun untuk mengubah keputusan Jiyong. Tiba-tiba langkah kecil berlari cepat, langkah itu milik Dara yang kini khawatir pada sosok yang akan hilang entah akan di lihatnya lagi atau tidak. Ia berlari sekencangnya hingga ia pada basment dan terlihat Jiyong dan Taeyeon sudah masuk mobil. Mobil itupun melaju dan Dara berlari kembali mengejar kecepatan mobil itu. Namun mobil itu semakin menjauh dan kakinya semakin tak kuat berlari bahkan ia sudah mendapatkan luka karena terjatuh saat berlari kencang. Ia pun dengan berat hati menghentikan larinya.

“Kaaaaajjjjjiiiiiiiiimmmmaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” lolongan Dara berharap menghentikan laju mobil yang berisikan Kwon Jiyong.

TBC

 <<back next>>

Insomnia, iseng-iseng bikin lanjutannya. 3 jam rampung kekeke. Tunggu chap selanjutnya. Jika tidak ada perubahan chap selanjutnya adalah final chap. So tinggalkan jejak biar klo di protect aku kasih PW yang setia dari chap awal sampai chap ini tinggalin coment. Jangan kaya pas I’m just Different pada minta Pwnya itu lebih dari 40 orang tapi kalo coment Cuma ada 20 orang, jadi stop siders, (author curhat). Minta Pw bisa lewat twitter yang sudah tercantum di paling atas chapter. Hengshoooo ^_^

 

Advertisements

54 thoughts on “CHEONGDAMDONG HOST CLUB ~ Kajjima!!! ~ [Chap. 17]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s