OMEGA [Chap. 8-End]

omega 31

Author   : Defta

Cast    : Sandara Park,   Kwon Jiyong

Genre   : School Life

###

Awan hitam tak henti-hentinya menangis walau jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, juga sekelebat cahaya putih yang sesekali datang dan di sudahi dengan suara petir yang menggelegar.

Dara serasa tak ingin bergerak dari tempatnya sekarang, masih duduk di koridor sekolahnya sambil menutup telinganya dengan kedua tangannya yang bergetar, ya yeoja itu menangis, masih segar diingatannya namja yang ia sukai mengucapkan selamat padanya ditempatnya sekarang ini. Ia bahkan masih ingat tiap kata yang namja itu lontarkan.

“Masih disini ?” suara seorang namja tak Dara gubris membuat namja itu mendesah kasihan.

#FLASHBACK

“Oppa… Bogosipo…” ucap chaerin manja.

“Nado chagiya, bertahanlah ini semua demi acara itu…” balas jaejoong dengan nada menenangkan.

Yeoja itu mendesah “Acara sialan itu, aku tak peduli kita menang atau kalah”

“Tapi aku peduli chagi, tolong bertahanlah untukku, kau ingat kan bagaimana Junsu dan Hani menang tahun lalu? Mereka menang karna mereka bertahan dalam badai permasalahan yang sangat besar, jadi aku jamin kita pasti akan menang eoh…” Jaejoong mengusap wajah Chaerin.

“Araseo Oppa…” Chaerinpun akhirnya tersenyum membuat jaejoong juga ikut tersenyum.

“kau tau kita yang akan jadi pasangan teromantis tahun ini chagi”

#FLASHBACK END

“Kenapa dia tega padaku jiyong ?” Dara bertanya sambil sesegukkan.

Namja itupun mengeluarkan ponsel dan headset dari sakunya. “Kau juga salah” untuk sesaat dara menoleh kearah jiyong. “Kau seharusnya mengungkapkan perasaanmu padanya, jika kau melakukannya mungkin dia tak akan seperti sekarang ini” lanjut jiyong sambil memasang sebuah headset di telinga dara.

“Sejak kapan kau mengetahuinya… kenapa kau tak bilang padaku ?”

“Sejak kita akan berangkat olimpiade, saat itu aku melihat Chaerin dan Jaejoong berciuman di taman dekat sekolah, padahal 10 menit sebelumnya chaerin bilang kalau dia memutuskan Jaejoong, aku menyelidikinya untuk kau, karna aku tau sasarannya bukan hanya aku…” Jiyong menapat Dara. “tapi juga kau”

Dara kembali menetikkan air mata.

“Airmatamu terlalu berharga untuk bedebah itu” Namja itu membantu dara untuk membersihkan air mata yang baru saja keluar dari pelupuk matanya.

“Kau….apa kau sudah tidak mencintai Chaerin ?”

“Well aku seorang Leo… aku tipikal namja yang setia…” Dara terdiam menunggu lanjutan ucapan jiyong. “Tapi kalau yang aku sukai sudah dimiliki orang lain, lalu apa yang bisa aku lakukan” Namja itu tersenyum miring.

“Jadi minggu lalu kau membohongiku ?”

“Emmm…” Jiyong ragu untuk mengungkapkan yang sebenarnya. “Mungkin iya, aku spontan saat mengucapkannya”

“Apa ucapan bahawa kau menyukaiku juga spontan ?” Kini dara benar-benar fokus pada apa yang akan jiyong katakan.

Keduanya saling bertatapan dalam diam, hanya suara jarum jam di dinding koridor, suara titik-titik air yang jatuh dari atap dan suara angin yang berlarian kesana kemari membuat udara semakin dingin.

Masih dengan seperti itu hingga sebuah petir membelah langit hitam itu membuat dara memekik keras dan langsung berlindung di bawah dada bidang Jiyong. Yeoja itu kembali bergetar, Dara hampir menangis.

“Kumohon tunggu aku Dara-ah… Aku mencintaimu”

####

Semua orang terlihat sibuk hari ini, semua siswa yang hadir hari itu menggunakan baju yang rapi, para namjanya memakai jas dan yeojanya memakai dress.

Senyum sumringah terlihat dari orang tua yang datang hari itu, hari dimana anak mereka akan diwisuda, hari dimana para orang tua melepaskan putra-putri mereka untuk memilih jalan mereka sendiri-sendiri.

“Kau gugup ?” Seorang namja berjas lengkap menepuk punggung  yeoja disampingnya.

“Tentu… apa kau tidak Jiyong ?”

“Tidak karna ada kau disini Dara-ah”

“Kau gombal lagi” Yeoja itu meninju pelan lengan namja yang diketahui dan dipastikan bernama Jiyong. “kapan kau akan berhenti menggombaliku seperti ini eoh ?  setelah hari ini pasti kita akan sulit bertemu”

“siapa bilang ?”

“Aku !!!”

“Aku… tidak akan berpisah dengan yeoja cantik ini” Ucap jiyong sambil mencubit kedua pipi yeoja itu.

“Lepaskan, kau membuat make-upku luntur…” Keluh Dara sambil menyngkirkan tangan Jiyong dari sisi wajahnya.

Namja itu tertawa dengan keras. “Kau memakai make up… yang benar saja…” Jiyong menunjuk wajah Dara. “Lihat bibirmu saja masih terlihat pucat”

“Benarkah ?” Dara mengjingkat kaget dan berusaha mencari cermin guna mengecek penampilannya.

“Mau kubuat merah ?” Suara jiyong menghentikan aktifitasnya, ia melirik jiyong dengan kerutan didahinya “dan bengkak” lajut jiyong yang dengan cepat mendapat lemparan sepatu dari dara.

“Kubunuh kau !!” mereka masih bertengkar hingga sebuah suara dari pengeras suara terdengar.

“DAN INILAH LULUSAN TERBAIK SEOUL TRADISIONAL HIGH SCHOOL… KWON JIYONG DAN SANDARA PARK”

Kedua yang yang namanya tercantum kembali merapikan pakaian masing-masing. Dan kemudian berjalan beriringan menuju tengah panggung diiringi dengan suara tepuk tangan yang meriah.

Guru yang berada di panggung memberikan sebuah piagam dan tabungan pada Jiyong dan juga Dara, keduanya menerima dengan senyuman yang tak pernah surut, lalu guru itu menyuruh Dara dan Jiyong untuk menyampaikan sepatah dua patah kata.

Dan Dara memulai pertama.

“Aku sangat berterimakasih pada semuanya, pada orang tuaku… eomma,.. appa…” yeoja itu melambaikan tangannya pada kedua orangtuanya yang datang. “Juga Songsaenim deul dan juga Chingudeul… semuanya aku sungguh sungguh berterimakasih” Dara membungkuk dengan hormat.

Jiyong datang kedua.

“Aku juga sangat berterimakasih, pada orang tuaku, songsaenim deul, dan chingu deul juga pada seorang yeoja yang selalu membantuku, walau sebenarnya aku yang lebih banyak membantunya” Suara gelak tawa terdengar dari audien “Walau begitu, dia tetap ada bersamaku dan juga walaupun aku juga sering menggodanya, dia tak pernah marah padaku, dia tipe idealku untuk menjadi ibu dari anak-anakku kelak” Semua audien terdiam menanti jiyong. “Aku tau aku masih anak ingusan yang baru saja lulus Sekolah menengah atas, oleh karena itu aku tak bisa melamarnya sekarang. Tapi…..”

Jiyong berjalan menjauh dari mic, dan berjalan menuju seorang yeoja.

“aku benar-benar mencintainya, aku akan menunggunya walau sampai maut menjemputku, walau pada akhirnya jika dia mencintai orang lain… aku…. akan tetap menunggunya”

Namja itu berlutut di hadapan seorang yeoja yang juga ada di panggung.

“Jiyong-ah….”

“Eomma… maafkan anakmu ini, jika yeoja ini menolakku dan memilih namja lain aku akan melajang seumur hidupku” suara komentar haru menghiasi ruangan itu.

“So… Sandara Park apa kau akan menerimaku ?”

“Tidak” Balas Dara dengan tegas, membuat seisi ruangan tercengang. “Tidak jika appaku tidak mengizinkannya”

“AKU MERESTUIMU NAK JIYONG”

=END=

Huh Defta ketawa sendiri deh ngetiknya…gantung ya… Defta siapin gunting ya kekekke…

Maaf kalau updatenya telat karna Defta sibuk dengan tugas yang menumpuk, gwomawo buat Zhie eonnie yang selalu dengan sabar ngepost ff defa, juga para reader semua yang memberi semangat pada Defta…. maaf jika typonya Defta kebanyakan…. maaf banget…#Defta kebanyakan minta maaf ya#

OK SEE YOU IN ANOTHER FANFICT….

Advertisements

28 thoughts on “OMEGA [Chap. 8-End]

  1. woooaahhhhh….akhirnya happy ending jga.
    BTW apa kabar jae sama chae. ini wajib ada epilognya thor. buat data sama ji menikah dan punya anak….kekekek
    thanks untuk ffnya ditunggu ff2 yg lainnya.

  2. Udda gtu aja , ehm di paksain ihh , kan bagus tau buru” banget 😦
    Jdi jae am chae mau manfaatin dara am ji biar mereka jd pasangan romantis gtu , ehm aneh gg ada penjelasan apapun tentang pasangan serasi” itu ????!!
    gg ada prolog seh jd gg perlu epilog tapi kl sequel boleh lah ya , kkkk
    bikin sequel kl Dara am Ji yang jd pasangan serasi biar tau rasa tuh dua orang yg nyebelin itu -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s